Title : Love You Love Me

Pairing : KyuMin

Other Cast :

- Lee Hyukjae a.k.a Eunhyuk

- Lee Donghae

- Just find with your self

Genre : Yaoi M-preg. PG-15

Warning : 1st M-Preg(Impossible thing). bahasa tidak sesuai EYD, Gaje, Misstypo, without editing, penggunaan kata-kata kasar, kebacotan author di beberapa bagian, NO BASHING!,, Don't like? GET OUT!

.

.

.

.

Happy Reading..^^..

.

.

Hampir satu bulan Sungmin mencari Pekerjaan, namun rupanya, Dewi fortunanya sekarang sedang berkelana entah kemana, Tuhan pun sedang tidak berpihak padanya,, semua lamaran pekerjaannya di TOLAK.

Bagaimana kelanjutan hidupnya setelah ini?

Kantungnya mulai menipis, tabungannya bisa habis jika ia pakai terus.

Ia tak mungkin menghubungi kakaknya, yang sudah jelas-jelas saat itu bertengkar hebat dengannya, sebelum akhirnya Sungmin keluar dari rumah 'neraka' itu.

_Part 2_

Sungmin hendak mengisi perutnya, setelah seharian mencari pekerjaan, setidaknya ia harus mengisi energy-nya kembali.

Sungmin membuka lemari dapurnya..

Kosong..

Persedian ramyeonnya habis..

Ia memutuskan membuka kulkasnya.

"Yaiish, sudah berapa lama aku tidak membuka benda ini.." ujar Sungmin sambil membuang seluruh makanan yang ada dikulkasnya, entah kapan terakhir kali Sungmin membuka kulkasnya, sekarang seluruh makanan yang mengisi kulkas itu telah basi, dan ada juga yang sudah kadaluarsa, baiklah.. Sama saja, basi dan kadaluarsa, memang sama, jadi stop mencibirku seperti itu!

"Hhaish, haruskah aku memakai uang ku lagi?!" keluh Sungmin, kemudian mengambil dompet dari saku celananya.

"Setidaknya, aku benar-benar sedang tidak miskin sekarang.." ujar Sungmin setelah mengecek isi dompetnya.

Sungmin keluar dengan santai, sambil merapatkan jaketnya, keluar dari apartmentnya, dan menuju ke mini market yang letaknya tak jauh dari gedung apartmentnya.

Dengan dua kantung penuh berisi persediaan makan selama satu minggu, Sungmin berjalan dengan santai menuju ke gedung apartmentnya.

Ditekannya tombol sebelas lift yang baru ia naiki, sambil membawa belanjaannya, ia tak henti-hentinya mengoceh tak jelas, padahal sekarang sebuah lolipop tengah bertengger di dalam mulutnya.

Setelah sampai di lantai sebelas, ia melangkah santai menuju dorm-nya, namun, beberapa orang lewat sambil membawa beberapa barang berat, jelas itu sangat mengganggu.

Orang yang tengah membawa barang-barang itu memasukkan barang-batang itu ke sebuah apartment yang sepertinya baru saja dihuni oleh penghuni baru. Orang- orang tersebut keluar sambil membawa sebuah amplop coklat, tanpa sengaja Sungmin masih memperhatikan mereka, setelah orang-orang itu keluar, 'sang' pemilik baru apartment itu pun keluar dan memberikan ucapan terima kasih pada orang-orang barusan.

Wait..

Sepertinya kita tahu orang itu..

Lolipop di mulut Sungmin jatuh dari mulutnya, menggelinding ke lantai begitu saja, belanjaan Sungmin jatuh, Untung isinya tidak berserakkan.

"Bocah 'sial' itu tinggal di gedung apartment ini?! Dengan lantai yang sama dengan ku?!" ujar Sungmin pelan, namun terselip nada kesal.

Ya, tebakkan kalian benar lagi..

Bocah 'sial' itu memang Kyuhyun,

Kejutan menyenangkan bukan?

Sungmin kembali memungut belanjaannya dan masuk ke dalam apartmentnya sendiri dengan cepat.

Ayolah Dewi Fortuna! Kau dimana?! Bantu bocah ini menyelesaikan hidupnya, karena sepertinya sebentar lagi akan ada masalah baru...


Sungmin selesai dengan nasi gorengnya, ia meletakkan piringnya di meja dengan segelas air putih di sebelah kanannya.

"baiklah,, mari makaaaan~"

Sungmin mulai mengangkat sendok dan garpunya, lalu menyendokkan nasi goreng yang terlihat sangat menggiurkan itu ke dalam mulutnya.

Melihat itu, author hanya dapat membuka mulutnya, memandang Sungmin dengan nasi gorengnya nikmat, lama, setetes cairan bening mengalir dari sudut bibir author, entah karena nasi goreng yang menggiurkan itu, atau melihat gaya Sungmin saat makan nasi goreng itu. Gaya yang sangat manis. Padahal, ia makan dengan caranya yang seperti biasa.

Hampir setengah piring habis, namun tiba-tiba sesuatu seakan mengocok perut Sungmin.

Sungmin segera berlari ke kamar mandi, dan memuntahkan semua yang ia makan barusan ke westafel tak berdosa itu.

Setelah puas memuntahkan semua isi perutnya, Sungmin membasuh mulut dan wajahnya. Ditatapnya wajah putih nan mulus miliknya di depan cermin.

Memang putih dan mulus, mulus seperti biasa, tapi tidak putih seperti biasa, putih ini benar-benar putih, sampai ke permukaan bibirnya pun ikut memutih, wajahnya pucat.

Sesaat kepalanya seperti berputar.

"Sepertinya hari ini aku terlalu lelah" gumam Sungmin.

Sungmin memutuskan untuk tidak melanjutkan makannya, ia menyuci piringnya, dan langsung pergi tidur.


2 hari setelahnya, keadaan Sungmin belum juga pulih, malah sekarang tubuhnya demam, suhu tubuhnya naik turun tidak karuan.

Beberapa kali Eunhyuk bolak-balik ke apartmentnya untuk membantu merawatnya, terkadang juga di bantu Donghae yang, sebenernya, ngebantu gara-gara lagi nebeng sama Eunhyuk.

Ya setidaknya lumayan lah, Sungmin dapet temen baru.

Seminggu Eunhyuk dan Donghae bolak-balik mondar-mandir ke apartmentnya buat ngerawat bocah dengan wajah tanpa dosa ini, rupanya tidak membuahkan hasil. Panas Sungmin tidak juga turun, setiap hari kerjaannya hanya memuntahkan isi perutnya.

Semula yang dikira hanya demam biasa, dan hanya masuk angin, sepertinya hanya angin lalu, Eunhyuk dan Donghae menyimpulkan bahwa Sungmin tidaklah hanya demam, atau masuk angin..

Mereka menyimpulkan bahwa Sungmin..

Kena Demam Berdarah...

Hal yang tidak terpikirkan oleh Author dan Sungmin.

Kita semua tahu, bahwa Sungmin manis, semua nyamuk menyukai darah manis, kalau diluarnya saja manis, pasti di dalamnya juga dong...

Tapi Aedes Aegypti mana yang tega menggigit Sungmin, makhluk mana yang tega membuat kulit Sungmin ternodai sedikit pun? Walau itu hanya bentol kecil?

Baiklah lupakan...

Anggap saja, bahwa Rekaan EunHae itu benar..

Karena mereka menduga Sungmin kena DBD, mereka berdua pun segera membawa Sungmin menuju Rumah Sakit.

Mereka membawa Sungmin pada Dokter Kim Heejin, dokter ahli penyakit dalam.

Setelah pemeriksaan berlanjut, rupanya Dokter masih belum yakin atas penyakit yang Sungmin derita sebenarnya.

"Hhh~ sebenarnya saya tak yakin, namun untuk lebih pasti, lebih baik kalian memeriksakannya, pada Dokter Lee Min Byul, ruangannya di lantai dua." ujar Dokter Kim Heejin.

Eunhyuk dan Donghae saling bertukar pandangan satu sama lain.

"Emang dokter nggak bisa nyimpulin penyakitnya Sungmin?" tanya Eunhyuk pada sang Dokter.

"Hmm, saya sendiri juga tak yakin.." jawab Dokter Kim seadanya.

"Emang Sungmin bukannya sakit DBD Dok?" tanya Eunhyuk lagi.

"DBD? Oh bukan, penyakit demam berdarah gejalanya tidak seperti ini.." jawab Dokter itu lagi.

"Dok, emangnya Dokter nggak bisa nyembuhin Sungmin?" kini Donghae yang bertanya.

Sang Dokter menoleh kepada Donghae kemudian tersenyum tipis. "Kami para Dokter hanya bertugas sebagai perantara, yang bisa menyembuhkannya hanya Tuhan."

Donghae mengangguk-ngangguk sok ngerti, padahal yaah..

.

.

Emang ngerti...

.

.

.

Tapi sedikit..

Eunhyuk dan Donghae pun akhirnya membawa Sungmin ke tempat Dokter yang di sarankan Dokter Kim Heejin.

Setelah mereka sampai di lantai dua, mereka mencari ruangan dengan name tag 'Dr. Lee Min Byul' yang seharusnya berpalang di depan pintu ruangan Dokter tersebut.

"Woy, Hyuk, ini ruangannya" seru Donghae sambil menunjuk-nunjuk sebuah pintu.

Eunhyuk yang sedang membantu Sungmin berjalan perlahan-lahan, pun menghampiri Donghae, sedangkan Sungmin ia biarkan sebentar beristirahat di kursi ruang tunggu, yang berada di depan ruang tersebut.

"Hmm, Hae, kau yakin ini ruangannya?" tanya Eunhyuk tak yakin, saat membaca nama Dokter tersebut, beserta spesialisasinya.

"Iyalah, tuh, namanya, Dokter, Lee-Min-Byul" tunjuk Donghae masing-masing pada satu kata.

Memang benar di sana tertera nama Dokter yang mereka cari, Dokter yang di sarankan Dokter Kim Heejin, dan Dokter yang kebetulan memiliki nama yang sama dengan nama korea Author, entahlah, mungkin Tuhan mentakdirkan itu. Tapi...

"Tapi ini spesialisasi KEHAMILAN dan AHLI KANDUNGAN Donghae, masa kita meriksain Sungmin ke Dokter Kandungan? Nggak mungkin dong Sungmin hamil, secara dia namja, Kita salah ruangan kali, udah ayo cari lagi.." cerocos Hyukjae, kemudian menarik lengan Donghae, untuk mencari ruangan Dokter Lee Min Byul 'yang lain'. Namun dengan pelan Donghae menepisnya.

"Ish, kita itu udah mondar-mandir ngelilingin lantai dua gedung rumah sakit ini! Dan Dokter yang namanya Lee Min Byul yang ruangannya di lantai dua cuma yang ini! Lagian Sungmin kasian udah capek tuh, udah deh, kita periksain di sini aja dulu, siapa tau Dokternya bisa bantu.." ujar Donghae kesal.

Donghae menuju ke arah Sungmin, lalu mengajak Sungmin masuk ke dalam ruangan Dokter 'Lee Min Byul' itu, tanpa Sungmin ketahui ruangan apa itu. Sementara Hyukjae? Hanya mengikutin mereka berdua dari belakang dengan tampang kusut, pertama kalinya ia diomeli Donghae, padahal kan biasanya dia yang ngomelin Donghae.


"Selamat siang dok.." sapa Donghae pada Seorang Dokter yang duduk manis dikursinya, sambil membaca berkas-berkas gaje dimejanya.

"Iya selamat siang, ada yang bisa dibantu?" tanya Dokter itu ramah, biarpun namanya sama tapi tingkahnya, 180 derajat berbeda jauh dengan author, yang sama sekali nggak ada ramah-ramahnya.

"Ah, iya dok, ada, ini saya mau meriksain temen..."

"Ya ampun dok, jangan bilang, ada lagi?" tiba-tiba seorang suster sok asik, datang dari balik tirai yang berada di belakang meja sang Dokter.

Dokter itu tersenyum pada suster yang ada dibelakangnya. "sepertinya begitu.."

Donghae dan Sungmin hanya saling memandang tak mengerti, sementara Eunhyuk hanya memandangi mereka dari belakang, dan bersender pada pintu.

"Baiklah, kau yang ingin diperiksakan? kita tes urin dulu, ya, mari ikuti saya.." ujar Dokter Lee sambil menunjuk pada Sungmin, yang sedari tadi wajahnya pucat, tak heran kalau Dokter itu dapat menebak yang mana yang ingin diperiksa.

Sungmin bangkit dari duduknya, dan berjalan mengikutin Dokter itu, dan suster yang tidak diketahui namanya itu mengikuti dari belakang.

"Eh, maksud suster tadi bilang 'jangan bilang ada lagi' itu apaan sih?" tanya Eunhyuk pada Donghae, ia mendekati Donghae yang duduk di depan meja Dokter, dan duduk di sebelahnya, tempat Sungmin duduk tadi.

"Meneketehe..." jawab Donghae 'gahoel'.

Tak lama Dokter Lee pun kembali dan tersenyum pada kedua makhluk tampan dihadapannya.

"Di antara kalian, siapa yang pasangannya?" tanya Dokter itu.

"Pasangan?" seru mereka berdua, tak lama, mereka pun saling menunjuk satu sama lain.

"Kalian berdua pasangannya?" misunderstanding!.

"Eh? Bukan, bukan, hmm, sepertinya Sungmin tidak punya pasangan.." Jawab Donghae sok tahu.

"Dia tidak punya pasangan?!" seru Dokter itu shock, entah mengapa, ekspresinya terlalu berlebihan.

"Ish, dasar sok tahu!" ujar Eunhyuk sambil menempeleng kepala Donghae.

"Sepertinya ada, aku pernah melihatnya sekitar satu bulan yang lalu, tapi, sekarang dia tidak ikut, wae dok?" tanya Eunhyuk.

"Oooh! Yang waktu itu di club ya?! Yang waktu itu mereka lagi... Hmmmmpphh!" belum selesai Donghae dengan kalimatnya, Eunhyuk sudah membungkam bibir Donghae dengan kaus kakinya, #RALAT! Bisa mati si Donghae.

Belum selesai Donghae dengan kalimatnya, Eunhyuk sudah membungkam bibir Donghae dengan tangannya.

Sedangkan si Dokter hanya menatap mereka berdua bingung.

"Jadi Sungmin sakit apa dok?" tanya Eunhyuk.

"Sebenarnya dia hanya kurang makan makanan yang bergizi, jadi nutrisinya turun, dan menghambat sumber energy-nya, ia harus lebih banyak makan makanan yang bergizi, kalau tidak, bisa bahaya untuk kesehatan dirinya dan kesehatan..." Dokter itu menggantung kalimatnya.

"Dan kesehatan?" tanya Donghae yang baru saja melepaskan tangan Eunhyuk dari bibirnya.

"Janinnya.." jawab Dokter itu puas.

"Ooh, janinnya...

MWORAGO?! JANIN?!" seru Eunhyuk dan Donghae bersamaan.

"Ta.. Tapi dia kan..."

"Hal sama terjadi sekitar 7 tahun lalu pertama kali di rumah sakit ini, hal yang mustahil itu cukup menggemparkan seluruh Dokter kandungan di Seoul, setelah di teliti dan di uji laboratorium, ternyata di dalam tubuh namja itu terdapat gen wanita, itu lah yang menyebabkan kehamilan pada pria tersebut, dan sepertinya di dalam tubuh teman kalian, terdapat gen wanita juga. Terakhir sebelum teman kalian, ada juga yang mengalami hal sama, ya, sekitar 2 bulan yang lalu, ini hanya terjadi pada pasangan gay." jelas Dokter Lee panjang lebar.

Donghae dan Eunhyuk hanya melongo menatap sang Dokter. Entahlah, mereka mengerti atau tidak.

"Lalu bagaimana bisa gen wanita itu berada di tubuh Sungmin?" tanya Donghae, yang mulai sadar.

Dokter itu mengangkat kedua bahunya..

"Entahlah kita semua tahu, yang menghasilkan ovum, adalah ovarium,,tapi, kami para Dokter di Seoul juga belum menemukan organ apa yang membuat seorang namja menghasilkan ovum atau gen wanita." ujar Dokter sambil merapikan berkas-berkas dimejanya.

Donghae dan Eunhyuk kembali bertatapan, Donghae memandang Eunhyuk bingung, sedangkan Eunhyuk hanya mengangkat kedua bahunya.

"Teman kalian masih di dalam, kalian bisa menemuinya, kalau kalian mau.." tambah Dokter Lee.

Tanpa basa basi Eunhyuk dan Donghae langsung serobotan masuk menemui Sungmin.

Begitu mereka menemui Sungmin, ia sedang duduk di sebuah ranjang, dan Suster tadi di sampingnya berbicara sedikit padanya, kemudian pergi meninggalkan Sungmin.

"Sungmin-ah, gwaenchanayo?" tanya Eunhyuk begitu masuk ke kamar Sungmin.

Sungmin yang sedari tadi hanya menunduk, mengangkat kepalanya dan mulai menatap Eunhyuk dan Donghae.

"Ne, Gwaenchana.." jawab Sungmin dengan seulas senyum tipis.

"Hmm, aku tahu ini bukan saat yang tepat, tapi... Tadi... Kata dokter..."

"Aku hamilkan?.." ujar Sungmin, memotong kata-kata Donghae.

Donghae dan Eunhyuk kehabisan kata-kata.

"Sudahlah, hhh~ ayo pulang.." Sungmin turun dari Ranjangnya, dan berjalan keluar ruangan itu, sebelum akhirnya berbincamg sedikit dengan sang Dokter, tentunya diikuti EunHae.


"Hei, mau sampai kapan kalian mengikutiku terus? Kalian tidak bekerja?" tegur Sungmin pada EunHae yang sedari tadi mengekor dari belakang.

Eunhyuk dan Donghae saling berpandangan, tatapan mereka seolah-olah mengatakan 'Bagaimana-setelah-ini-?'.

"Sudahlah, tidak perlu khawatir, aku akan baik-baik saja, lagi pula aku sudah di depan gedung apartment ku, tinggal naik lift, juga pasti aku sampai dengan selamat di apartment." ujar Sungmin, berusaha tegar, dan berusaha meyakinkan EunHae.

"Hmm,, Min.. Kami..."

"Pergilah sekarang, dari pada kalian terlambat, nanti kalian bisa... di pecat.." ucap Sungmin, dengan nada melemah, pada kata terakhir.

"Hhh~, oke.. Baiklah Sungmin, kami pergi dulu, jaga diri baik-baik, jangan terlalu banyak melakukan aktifitas yang berat-berat, dan jangan sampai stres.." ujar Hyukjae mengingatkan.

"Iya, aku tahu.. Sudah, Bye.. Aku masuk dulu.." Sungmin pun tersenyum sebelum akhirnya masuk kedalam gedung apartment, meninggalkan EunHae, sambil melambaikan tangan.

Sungmin dengan santai masuk ke dalam lift, memencet angka sebelas, dengan cepat.

'Brengsek..' umpat Sungmin.

TING

Pintu lift terbuka, Sungmin melangkah keluar lift menuju sebuah pintu apartment, bukan apartmentnya, apartment orang lain, yang jaraknya tak jauh dari apartmentnya.

TING NONG..

Sungmin memencet bel pintu apartment tersebut.

"Annyeong, ada yang bisa ku bantu?" sebuah suara muncul dari speaker yang terletak di samping bel tersebut.

Sungmin tak menjawab, ia terus memencet bel apartment itu.

TING NONG TING NONG

Tak lama akhirnya sang pemilik apartment keluar membukakan pintu.

"Ada yang bisa ku ban... Sungmin-sshi?!"

.

.

.

.

.

~to be continued~

Terima kasih banyak buat para reviewers yang udah komen di chapt sebelumnya :), terima kasih banyak buat yang udah ngasih kritik dan saran buat FF ini, ff ini memang dulu kubuat dengan sedikit bekal dalam masalah penulisan dan pembahasaan,, jadi kalau masih banyak kalimat maupun kata-kata yang terdengar aneh, maklumi saja mantan author ini.. hhehe..

buat yang nanya apa yang terjadi sama KyuMin pada 'malam itu', yaa you know lah.. kalo masih gak ngerti tanya lah pada orang2 yang berumur 15 tahun keatas #plakk..
maaf sebelumnya, aku nggak bisa menaikkan rating, atau menambah cerita/ alur cerita di ff ini, karena ff ini sendiri juga sebenarnya sudah pernah dipublish dan sudah tamat hampir sekitar satu tahun yang lalu.. aku mohon maaf yang sebesar2nya yaa..

Terima kasih pula telah membaca chapt ke 2 dari ffn, aku akan lebih berterima kasih pada kalian yang mereview ff ini..

so.. review please :)

Diniaulicious, March 16, 2011