Title : Love You Love Me

Pairing : KyuMin

Other Cast :

- Lee Hyukjae a.k.a Eunhyuk

- Lee Donghae

- Kim Young woon

- Just find by your self

Genre : Yaoi M-preg, PG-15

Warning : 1st M-Preg(Impossible thing). bahasa tidak sesuai EYD, Gaje, Misstypo, without editing, penggunaan kata-kata kasar, kebacotan author di beberapa bagian, NO BASHING!,, YOU DON'T LIKE? YOU MAY NOT READ THIS FF, AND GET OUT!

.

A/N: Jika kalian sudah pernah membaca dari chapter-chapter sebelumnya, jadi pasti kalian sudah tau benar bagaimana caraku menulis ff ini, bukan? FF ini memang dibuat dengan banyak keeksisan author, bukan bermaksud sok ngelucu atau gimana, itu sengaja dibuat untuk jayus2an sebagai selingan juga, karena aku kurang suka FF yang terlalu dan begitu serius.. Tapi tenang aja, keeksisanku di sana nggak mengganggu alur cerita.. keeksisanku menjadi ciri khas tersendiri di FF ini, jadi kalau merasa ada yang kurang suka atau bahkan TIDAK SUKA, harap jangan pernah membaca FF ini lagi.. Terima kasih :)

.

.

.

.

Happy Reading..^^..

.

.

.

Sungmin melangkah keluar lift menuju sebuah pintu apartment, bukan apartmentnya, apartment orang lain, yang jaraknya tak jauh dari apartmentnya.

TING NONG..

Sungmin memencet bel pintu apartment tersebut.

"Annyeong, ada yang bisa ku bantu?" sebuah suara muncul dari speaker yang terletak di samping bel tersebut.

Sungmin tak menjawab, ia terus memencet bel apartment itu.

TING NONG TING NONG

Tak lama akhirnya sang pemilik apartment keluar membukakan pintu.

"Ada yang bisa ku ban... Sungmin-sshi?!"

_Part 3_

Kyuhyunlah pemilik apartment itu. Ia begitu terkejut mendapati Sungmin yang memencet bel apartmentnya, Sungmin menatap Kyuhyun tajam, sangat tajam.

"Si-Silahkan masuk.." tawar Kyuhyun terbata-bata.

"Tidak perlu.. Aku hanya ingin kau memikirkan, bagaimana cara menyelesaikan 'urusan' kita yang 'belum' selesai" ujar Sungmin dingin.

"Urusan?"

'Dengar ya, urusan kita belum selesai..' tiba-tiba kata-kata Sungmin saat mereka terakhir kali bertemu, terngiang di telinga Kyuhyun.

"Tapi masalah kita kan..."

Sebelum Kyuhyun menyelesaikan kata-katanya, Sungmin sudah menarik tangan Kyuhyun, dan memberikan sebuah amplop secara kasar tepat di telepak tangan Kyuhyun.

"Ini apa?" tanya Kyuhyun. Sungmin hanya bersender di depan pintu apartment Kyuhyun tanpa menjawab pertanyaannya.

Karena Sungmin, tidak menjawab, Kyuhyun langsung membuka amplop itu, mengambil sebuah kertas disana, dan membaca tulisan yang ada di kertas itu.

oOoOoOoOo

- Nama : Lee Sungmin

- Jenis Kelamin : Pria

- Umur : 22 tahun

Dengan ini dinyatakan POSITIF hamil dan tengah memasuki usia kandungan 5 minggu.

oOoOoOoOo

Kyuhyun terpaku membaca tulisan-tulisan di sana. Pandangannya kosong, lutut dan kakinya melemas. Pegangan kertas itu pun mengendor.

"Ingat kapan terkahir kali kita bertemu, dan ingat apa yang terjadi saat itu." ucap Sungmin masih dengan nada yang sangat dingin.

"Pikirkan, cara menyelesaikannya, dengan baik.." ucap Sungmin, sebelum akhirnya meninggalkan Kyuhyun yang masih terpaku di sana.

"K-Kau mau kemana?" tanya Kyuhyun yang mulai sedikit sadar.

"Pulang.." ujar Sungmin singkat.

Setelah beberapa langkah menjauhi apartment Kyuhyun, ia melangkah masuk ke dalam apartment lain, yang tak lain dan tak bukan adalah apartmentnya sendiri.

"Dia tinggal di sana?" tanya Kyuhyun pada dirinya sendiri.

"Oh God. Ya Tuhan! Apa yang sebenarnya terjadi.. Mengapa bisa begini.." ucap Kyuhyun meratapi nasib. Ia kembali masuk ke dalam apartmentnya dan menutup tak lupa menutup pintu.

"Dinyatakan POSITIF hamil.." berulang kali Kyuhyun membaca tulisan itu, tapi tetap saja tidak berubah, POSITIF, jelas sekali di sana,, bahkan telah di tebalkan dan di garis bawahi, tulisannya Caps lock pula. Tapi Sulit bagi Kyuhyun untuk mempercayainya.

"Bagaimana mungkin ini bisa... Haiiish! Tapi dia namja!" gerutu Kyuhyun mengacak-acak rambutnya yang sudah berantakan.

'Ingat kapan terkahir kali kita bertemu, dan ingat apa yang terjadi saat itu, pikirkan, cara menyelesaikannya, dengan baik..' itu pesan terakhir Sungmin saat mereka bertemu tadi.

"Kita bertemu sekitar satu bulan lebih yang lalu, ya lebih tepat satu bulan lebih seminggu.. Yang terjadi saat itu, ya..

Ya mana aku ingat! Yang aku tahu, saat itu kan kita terbangun tanpa busana! Haaish! Apa jangan-jangan malam itu,, aku melakikan sesuatu sampai dia hamil?" tanya Kyuhyun pada dirinya sendiri. Ya terdengar gila, dari tadi ia hanya berbicara sendiri, tapi memang tak ada orang selain dirinya di apartment itu, haruskah aku menemani bocah ini? Tidak, terima kasih! Aku bisa mati di cincang seluruh SparKyu di dunia.

"Tapi bisa saja kan sebelum malam itu, dia tidur dengan pria lain..." gumam Kyuhyun.

"Hhh~ tapi tidak mungkin, reputasinya saat dikantor dulu, yang ku tahu dari Shindong-sshi sangatlah baik, lagi pula tampangnya juga tidak menunjukkan bahwa dia mmurahan, atau... Ya, Semacamnya.." gumam Kyuhyun. Seandainya tak ada SparKyu di sini, aku pasti sudah datang ke sana, dan memeluknya erat!

"Hmm, baiklah! Jika dia dapat membuktikannya! Aku-Aku-Aku janji akan bertanggung jawab!" ujar Kyuhyun mantap.

"Aah, tapi masih sangat sulit di percaya! Mana ada namja hamil! It's Impossible!" gumam Kyuhyun.

Tak punya pendirian!


TING NONG TING NONG

Kyuhyun memencet bel apartment Sungmin.

"Annyeong.. Siapa di sana? ada yang bisa ku bantu?" suara lembut muncul dari speaker di samping bel apartment Sungmin.

"Sungmin-sshi,, ini aku.. Kyuhyun." jawab Kyuhyun.

Tak ada lagi suara di sana.

'CKLEK!' tiba-tiba pintu apartment Sungmin terbuka. Keluarlah sosok Malaikat cantik, dengan tatapan mematikan, yang tiba-tiba membuatnya seakan-akan tampak seperti Malaikat dari neraka.

"To the point saja.." ujar Sungmin langsung pada Kyuhyun.

"Katakan yang sejujurnya! sebenarnya kau tidak hamilkan?!" ujar Kyuhyun selancar-lancarnya.

'PLAAAK!' sebuah sentuhan mesra melayang ke pipi kiri Kyuhyun, sukses membuat warna pipinya 'berubah' menjadi merah merona.

Sebenarnya Kyuhyun tak mempersiapkan diri untuk ini, tapi mau bagaimana lagi? Scene di buat tiba-tiba karena banyak readers yang ingin adegan tamparan, maka itu, aku membuatnya walau tidak di tempat yang readers inginkan.

"Kau memang tidak bisa menyelesaikan urusan kita!" desis Sungmin, kemudian, bersiap masuk dan menutup pintunya.

"TUNGGU! Kalau kau bisa memberikan buktinya.. Aku.. Aku akan bertanggung jawab!" ujar Kyuhyun Serius. Sambil menahan pintu yang hendak di tutup Sungmin.

"Bukti? Cih! Baiklah kalau itu mau mu!" Sungmin kembali masuk ke dalam apartmentnya sebentar lalu keluar mengenakan sebuah mantel.

"Ayo pergi!" Sungmin langsung menarik tangan Kyuhyun, keluar dari apartment.

"Kita mau kemana?" tanya Kyuhyun Bingung,

"Ke rumah sakit, kau ingin bukti kan? Kalau begitu, biar aku periksa lagi! Di depan mata kepalamu sendiri!" ujar Sungmin, tanpa menatap Kyuhyun, ia tetap menarik tangan Kyuhyun, hanya saja ia berjalan di depan Kyuhyun.

Kyuhyun mensejajarkan langkahnya dengan Sungmin didepannya. Dilihatnya wajah Sungmin dari samping.

'Dia serius' batin Kyuhyun. Begitu melihat wajah Sungmin yang serius dan penuh keyakinan.

Kyuhyun pun menghentikan langkahnya, membuat Sungmin menoleh kepadanya.

"Apa lagi?!" tanya Sungmin sinis.

"Kita tidak usah ke rumah sakit.." ucap Kyuhyun.

"Maksudmu?"

"Rumah sakit di sini, tidak terlalu dekat, kalau kau benar-benar hamil, aku tak ingin kau terlalu lelah.. Untuk membukti kannya...

Kita gunakan test peck saja." ujar Kyuhyun lembut.

"Test peck?"

.


.

"Kenapa lama sekali?" gumam Kyuhyun, sambil menunggu Sungmin di depan kamar mandi.

'CKLEK' pintu kamar mandi terbuka. Keluarlah Sungmin, sambil membawa benda kecil ditangannya.

Sungmin memberikan benda kecil itu pada Kyuhyun.

Kyuhyun mengambil benda itu, lalu mensejajarkannya dengan kertas keterangan, tentang benda itu.

"Jika garisnya satu, berarti negatif, tapi jika garisnya dua, berarti positif" ucap Kyuhyun. Ya benar benda kecil itu adalah test peck.

Dan test peck itu menunjukkan...

.

.

.

.

Dua garis!

Kyuhyun menatap Sungmin, sedang Sungmin? Ia juga menatap Kyuhyun, tatapan sinis, mematikan, namun penuh dengan keyakinan, dan kepercayadirian.

'Dia memang benar-benar hamil' batin Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum ikhlas, lalu menatap Sungmin.

"Baiklah, aku... Akan bertanggung jawab!"

.


.

"... Aku akan, menanggung semua kebutuhan hidupmu, dan bayi kita kelak, aku juga akan berjanji menjaga dan melindungimu juga bayi kita, dan yang terakhir... Untuk menjalani semuanya, kau harus tinggal di sini..." ujar Kyuhyun selesai dengan khotbah-nya.

"NDE?! Tinggal di sini?! Bersama mu?! NO.. T-H-A-N-K-S!" ujar Sungmin, sambil memberikan penekanan, pada kalimat terkahir.

"Lalu bagaimana? Kau ingin aku bertanggung jawab, tapi kita pisah rumah? Bagaimana aku bisa tahu, bahwa aku telah bertanggung jawab? Hanya dengan menafkahimu? Lalu bagaimana aku bisa tahu kau dan bayi kita baik-baik saja? Bagaimana saat jika kita sedang tidak bersama, terjadi sesuatu padamu? Bayi kita bisa terancam! Lagi pula kalau kita tinggal bersama, akan lebih mengirit pengeluaran, dengan begitu biaya yang keluar untuk bayi kita akan ku tambah.. Dan lagi..."

"Ya ya ya! Baiklah aku tinggal di sini! Puas?!" dengus Sungmin yang memotong ceramah Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum puas.

"Baik, kalau begitu, sekarang kita ke apartment mu, biar ku bawa semua barangmu.." Kyuhyun bangun dari duduknya, lalu menarik tangan Sungmin lembut.

Setelah beberapa jam berlalu, Kyuhyun berhasil memindahkan seluruh barang-barang penting dari apartment Sungmin Ke apartmentnya. Sebenarnya barang yang tak sedikit, itu membuat Kyuhyun agaknya cukup kelelahan, jujur Sungmin juga tak tega membiarkan Kyuhyun mengangkut barang ini itu ke apartmentnya sendirian, tapi apa mau di kata? Kyuhyun tidak membiarkan Sungmin membantunya, dengan alasan, tidak ingin sesuatu terjadi pada Sungmin atau bayinya. Padahal perut Sungmin juga belum membesar, Tidak akan mengganggu kan?.

"Wuaaah,, lelah sekali.." ujar Kyuhyun yang tepar di atas Sofanya, ia menyeka keringat yang mengalir dikeningnya.

"Dimana kamarku?" tanya Sungmin dingin, seakan tidak memperdulikan keadaan Kyuhyun sekarang. Padahal sebenarnya, Sungmin juga tidak tega melihat Kyuhyun seperti itu.

"Oh? Ya itu di sana.." jawab Kyuhyun ambil menunjuk sebuah pintu tak jauh dari dapur.

Sungmin pun langsung mengangkat sebuah kardus yang ukurannya sedikit besar, sambil menyeret kopernya.

Kyuhyun yang melihat Sungmin sedikit kesulitan, langsung berdiri dan mengambil kardus itu dari tangan Sungmin.

"Kenapa kau membawa kardus seberat ini?" tanya Kyuhyun.

"Haruskah aku menjawabmu?" tanya Sungmin balik, dengan nada dingin. Ia melanjutkan langkah menuju kamarnya, sambil menyeret kopernya.

Sedangkan Kyuhyun hanya mengikutinya dari belakang sambil membawa kardus besar ditangannya.

.


.

Setelah sampai di kamar, Sungmin meletakkan kopernya di samping lemari, sedangkan Kyuhyun meletakkan kardus itu tak jauh dari kopernya.

Sungmin memperhatikan arsitektur kamarnya yang cukup besar, dengan cat dinding berwarna sky blue.

'KRIUUUK~'

"Haish, aku lapar, ayo kita makan, kita pesan pizza saja.." ujar Kyuhyun sambil menarik Sungmin lembut, menuju meja makan.

Kyuhyun langsung memesan pizza delivery, agak lama mereka menunggu, pizza pun datang dengan selamat(?).

"Pizza dataaang, ayo kita makan~" Kyuhyun meletakkan pizza di tengah meja makan, ia langsung menyambar pizza itu, dan melahapnya cepat.

"Sungmin-sshi, jangan makan terlalu sedikit, orang hamil itu perlu banyak makan.." ujar Kyuhyun memberi nasihat.

"Berhenti memanggilku Sungmin-sshi." ucap Sungmin.

"Ne?"

"Jangan terlalu formal padaku, panggil Sungmin saja, atau Min, atau ya terserahlah, apapun yang membuatmu nyaman.." ujar Sungmin, dengan nada yang cukup datar, ya setidaknya tidak sedingin yang tadi-tadi.

"Baiklah, akan ku coba.."

Mereka pun melanjutkan acara makan mereka dalam diam, tak ada kata-kata lagi yang ingin dikeluarkan mereka masing-masing.

.


.

"Wuaaah,, kenyaang~" Kyuhyun menepuk-nepuk perutnya.

"Aku selesai.." Sungmin berdiri dari duduknya, lalu mencuci tangannya, dan pergi ke kamar.

"Hei, mau kemana?" tanya Kyuhyun setelah meletakkan piring-piring kotor di dalam mesin pencuci piring.

"Haruskah aku menjawabmu?" tanya Sungmin balik.

"Ye?"

Tanpa memperdulikan pertanyaan Kyuhyun, Sungmin melanjutkan langkahnya menuju kamar.

"Kenapa setiap aku bertanya, selalu pertanyaan itu yang ia tanyakan balik.. Huh.." keluh Kyuhyun kemudian mengikuti Sungmin menuju kamar.

.


.

Kyuhyun membuka pintu kamar dengan santai, terlihat, Sungmin sedang memeluk boneka beruang besar berwarna merah muda, Kyuhyun sempat merenyitkan alisnya saat melihat kemunculan boneka besar itu.

"Mau apa kau di sini?" tanya Sungmin dingin.

"Aku? Ya aku mau tidur.. Ini kan kamarku.." Kyuhyun berjalan mendekati Sungmin.

"Maksudmu? Tadi kau sendiri yang bilang kalau ini kamar ku yang ini, sekarang kau bilang kalau ini kamarmu!"

"Iya, kamarmu yang ini, tapi ini juga kamarku.. Jadi intinya, ini kamar kita.." jawab Kyuhyun.

"NDE?! Kamar KITA?! Cih! Kau dan aku, tidur di kamar, dan di kasur yang SAMA?!" ujar Sungmin sambil memberikan penekanan pada kata terkahir.

"Iya, kamar kita, kita tidur di kamar dan dan di kasur yang sama, memangnya kenapa? Kita sama-sama namja, dan lagi pula pasangan memang seperti ini kan?" ujar Kyuhyun 'polos'. Ya sangat 'polos'..

"PASANGAN?! Hah! Kau Gila!" Sungmin beranjak dari kasurnya lalu membawa bonekanya keluar.

"Hei, kau mau kemana?" tanya Kyuhyun.

"Haruskah aku menjawabmu?"

'Lagi-lagi pertanyaan menyebalkan itu!' batin Kyuhyun.

"Ya! Kau harus menjawabku!" jawab Kyuhyun, agak keras.

Sungmin kembali menoleh kebelakang, menatap Kyuhyun.

"Pergi tidur.." jawab Sungmin singkat.

"Tidur? Diluar?" gumam Kyuhyun.

Sungmin kembali melanjutkan langkahnya keluar ruangan, Tapi baru beberapa langkah keluar pintu Kyuhyun sudah menahan tangannya.

"Kalau kau tidak mau tidur dengan ku, bilang saja.. tidurlah di dalam, biar aku tidur di luar.." ujar Kyuhyun tulus.

Kyuhyun kembali masuk dan mengambil bantal, serta selimut, lalu keluar kamar lagi, dan tidur di sofa.

Sungmin hanya memandangi tingkah Kyuhyun. Setidaknya terbesit sedikit rasa bersalah dibenaknya.

.


.

Pagi menjelang, sinar matahari menyeruak, menerangi sebagian ruangan yang tertutup cahaya, Seorang namja cantik menggeliat di atas kasurnya, perlahan membuka mata, cahaya matahari melalui jendela masuk menusuk pupilnya, merasa belum siap, ia memerjapkan matanya berkali-kali sampai akhirnya mulai terbiasa.

Sungmin membuka matanya perlahan, lalu memerjapkan matanya beberapa kali, ketika matanya mulai terbiasa, ia menatap kesekeliling ruangan kamarnya, agak asing, tapi ia ingat bahwa ini adalah kamar 'baru'nya.

"Kau sudah bangun?" Seorang namja jangkung, yang telah lengkap dengan kemeja dan jasnya, datang membuka pintu kamar sambil membawa sebuah nampan, ya benar dia Kyuhyun, siapa lagi? Aku? Helloo.. Aku wanita, lagi pula kalau aku hadir di sana, pada pembaca akan kabur.

Sungmin tidak menjawab, ia hanya membenarkan posisi tidurnya, menjadi duduk di atas kasur, sambil bersender di kepala ranjang.

"Ini aku bawakan sarapan, bubur labu" Kyuhyun duduk di tepi ranjang, lalu meletakkan nampan di meja, dan mengambil mangkuk bubur itu.

"Ayo makan lah.." Kyuhyun mengangkat sendoknya, lalu berniat menyuapi Sungmin, tapi Sungmin menepis tangannya lembut.

"Aku bisa makan sendiri" Sungmin mengambil mangkuk itu dari tangan Kyuhyun. Dan mulai memakan buburnya.

"Baiklah" Kyuhyun tersenyum tipis.

"Oh ya sudah jam tujuh, aku pergi kerja dulu ya.." ujar Kyuhyun sambil memegang bahu Sungmin, namun dengan kasar Sungmin menepisnya. Kyuhyun hanya menatap Sungmin, dengan senyum tipis.

Lalu pandangan Kyuhyun beralih pada perut Sungmin. Ia sedikit membungkuk dan berbicara di depan perut Sungmin.

"Hei jagoan, Appa pergi kerja dulu ya, Appa janji akan cepat pulang, kau jaga Eomma mu baik-baik ya? Dia sedikit sensitive, jadi jangan merepotkannya.." ujar Kyuhyun, ia hendak mengelus, dan mengecup perut Sungmin, namun ia urungkan niatnya, karena mungkin, Sungmin akan menepisnya lagi.

"Aku pergi kerja dulu ya.." ucap Kyuhyun pada Sungmin, lalu pergi.

Sungmin memandangi kepergian Kyuhyun.

"Dia benar-benar berniat bertanggung jawab" gumam Sungmin, kemudian mengelus perutnya yang masih rata.

.


.

"Hei, sepertinya dia tidak di rumah.." ujar Donghae pada Eunhyuk.

TING NONG TING NONG

"Ya! Percuma! Beribu-ribu kali kau memencet bel, Sungmin pasti tidak akan membuka pintunya! Pasti dia tidak di rumah!" omel Donghae.

"Tapi, dia pergi ke mana? Kan sudah malam, dia sedang hamil, masa keluar rumah malam-malam.." ujar Eunhyuk.

'CKLEK'

"Hei! Hyukjae, Donghae.." panggil seseorang dari belakang.

Eunhyuk dan Donghae pun menoleh.

"Sungmin?" ucap Eunhyuk dan Donghae bersamaan.

"Sejak kapan, apartment Sungmin pindah ke situ?" tanya Donghae pada Eunhyuk.

"Mana ku tahu.. Perasan kemarin kan masih di sini.."

"Ya! Hyukjae-ah, Donghae-ah! Kenapa kalian masih disitu?!" Sungmin muncul dari balik sebuah pintu apartment, yang jaraknya tak jauh dari apartment lamanya.

Eunhyuk dan Donghae hanya saling memandang dan mengangkat bahu, lalu menghampiri Sungmin.

"Hei, kenapa kalian di sini? Kalian tidak kerja?" tanya Sungmin.

"Tadi Club digeledah polisi" ucap Eunhyuk santai.

"Kami kabur saja!" seru Donghae.

"Eh, iya, sejak kapan apartment mu pindah ke sini?" tanya Eunhyuk.

"Perasaan kemaren apartment mu masih di sana.." ujar Donghae sambil Menunjuk apartment lama Sungmin.

"Oh, itu, aku pindah.." jawab Sungmin.

"Kau pindah? Kenapa?" tanya Eunhyuk lagi.

"Oh itu, karena—

Hei ayo masuk dulu, aku ceritakan di dalam" Sungmin pun mengajak dua temannya itu masuk ke dalam apartment 'baru'nya. Mempersilahkan mereka duduk, dan menghidangkan beberapa cemilan serta jus untuk melepas dahaga. *apa banget gue* Lalu mulai bercerita, apa saja yang ingin di dengar oleh kedua temannya itu.

.


.

"NDE?! Jadi kalian belum menikah?!" seru Eunhyuk.

"Dan kalian juga bukan sepasang kekasih?" dilanjutkan oleh Donghae.

Sungmin hanya menggeleng.

"Jadi, hubungan kalian sekaraaang..." Donghae menggantung kalimatnya.

"Hubungan tanpa status?" ujar Eunhyuk.

Sungmin kembali tidak menjawab, sebagai balasan ia hanya mengangkat bahu

"Terus hubungan kalian jadinya apa dong?" tanya Eunhyuk.

"Apa kalian akan terus menerus tidak punya hubungan seperti ini?"

.

.

.

.

.

.

~to be continued~

Terima kasih buat review di chap sebelumnya :)

Maaf banget kalo review-nya nggak ada yang aku bales.. akan terlalu mengganggu kalo aku bales reviewnya satu2nya di sini, jadi mohon pengertiannya yaa.. tapi kalo mau tanya2 bisa langsung ke twitter ku yaa..

Bagi yang nggak suka tapi sudah terlanjur baca, nggak usah ngereview juga nggak apa2 tapi, tolong jangan pernah membuka atau membaca ff ini lagi yaa..

Bagi yang masih penasaran sama kelanjutannya tolong di review,, terima kasih..

Diniaulicious, March 20, 2011