Title : Love You Love Me
Pairing : KyuMin
Other Cast :
- Lee Hyukjae a.k.a Eunhyuk
- Lee Donghae
- Kim Young woon
- Just find by your self
Genre : Yaoi M-preg, PG-15
Warning : 1st M-Preg(Impossible thing). bahasa tidak sesuai EYD, Gaje, Misstypo, without editing, penggunaan kata-kata kasar, kebacotan author di beberapa bagian, NO BASHING!,, YOU DON'T LIKE? YOU MAY NOT READ THIS FF, AND GET OUT!
.
.
.
.
Happy Reading..^^..
.
.
.
"NDE?! Jadi kalian belum menikah?!" seru Eunhyuk.
"Dan kalian juga bukan sepasang kekasih?" dilanjutkan oleh Donghae.
Sungmin hanya menggeleng.
"Jadi, hubungan kalian sekaraaang..." Donghae menggantung kalimatnya.
"Hubungan tanpa status?" ujar Eunhyuk.
Sungmin kembali tidak menjawab, sebagai balasan ia hanya mengangkat bahu
"Terus hubungan kalian jadinya apa dong?" tanya Eunhyuk.
"Apa kalian akan terus menerus tidak punya hubungan seperti ini?"
Part 4
Sementara itu...
"Ne, Youngwoon-ah, Aku kan tidak butuh mobilmu, maka itu aku mengembalikannya.." ujar Kyuhyun sambil berbicara pada seseorang lewat telephone.
"Tapi janji adalah janji, Kyuhyun, aku kan sudah janji akan memberikan mobilku untukmu, jika aku kalah.." jawab seseorang di ujung telephone, Youngwoon.
"Tidak! Pokoknya kau ambil kembali mobilmu, kunci mobilmu, sudah ku letakkan di mejamu, tadi, mobilnya ada di parkiran, okay.." ucap Kyuhyun.
"Tapi Kyuhyun-ah.."
"Tidak ada tapi-tapian, sudah ya, aku terburu-buru, anakku menunggu di rumah.."
"Hhh~ baiklah... NDE?! ANAK?!" seru Young woon membuat Kyuhyun sedikit menjauhkan ujung telephone dari telinganya.
"Haiish, kau bisa kecilkan suaramu kan?! Sudahlah, aku tutup telephone-nya ya, bye..."
Kyuhyun menutup telephonenya.
Ia yang sedari tadi berada di depan lift, memulai jalannya menuju apartmentnya.
Ia membuka pintu apartment-nya perlahan, namun tiba-tiba ia mendengar suara-suara aneh(?) dari arah ruang tamu.
"Jadi, hubungan kalian sekaraaang..." seseorang yang pernah Kyuhyun lihat menggantung kalimatnya.
.
"Hubungan tanpa status?" ujar seorang lainnya.
'Hei! Itu kan pelayan dan bartender di club waktu itu' batin Kyuhyun.
Yang Kyuhyun lihat Sungmin hanya mengangkat bahu
"Terus hubungan kalian jadinya apa dong?" tanya Bartender itu.
"Apa kalian akan terus menerus tidak punya hubungan seperti ini?" tanya 'si' Pelayan.
'Tunggu! Sungmin mengenal kedua orang itu?! Jangan-jangan, kejadian malam itu...
Apa mereka bertiga bersekongkol?!' batin Kyuhyun, ish, bocah menyebalkan! Selalu saja negative thinking!
Bartender dan Pelayan Club itu, Eunhyuk dan Donghae, sebenarnya hendak melanjutkan pertanyaan, demi pertanyaannya, namun kedatangan Kyuhyun membuat mereka membatalkan pertanyaannya.
"Aku pulang.." ujar Kyuhyun dengan nada datar.
Sontak membuat Sungmin, Eunhyuk dan Donghae menoleh.
"Aku sudah membuat makanan di dapur, kau bisa mandi lalu makan.." ujar Sungmin, dengan nada yang tak jauh berbeda.
"Hei, Min, kau tidak berniat mengenalkan..." Eunhyuk menggantung kalimatnya, ia bingung harus menyebut Kyuhyun apa-nya Sungmin, Suami? Pacar? Teman? Semua, tidak ada yang benar. Ia hanya menatap Donghae meminta bantuan.
"Hmm, ayah dari bayimu?" lanjut Donghae, berbicara pada Sungmin, namun, matanya menatap ke arah Eunhyuk, ya seperti meminta pendapat.
"Harus?" tanya Sungmin dengan nada malas pada kedua temannya.
Kedua temannya hanya mengangguk semangat.
Sungmin pun berdiri mendekati Kyuhyun.
"Hhh~, Hyukjae, Donghae, kenal kan ini Kyuhyun, dia adalah—
Ehmm.. Ya dia Kyuhyun, Cho Kyuhyun" ujar Sungmin pada kedua temannya, agaknya, ia juga bingung mengenalkan status Kyuhyun dengan dirinya, pada Eunhyuk dan Donghae.
"Dan, hhhm, Kyuhyun mereka temanku, Donghae, dan satu lagi Hyukjae, tapi kau bisa memanggilnya Eunhyuk jika kau mau." ujar Sungmin pada Kyuhyun.
"Hai.." ujar EunHae berbarengan pada Kyuhyun.
Kyuhyun hanya tersenyum pada kedua makhluk tampan itu. Ya sangat tampan, bagi para wanita. Terutama bagiku..
"Ah, Sungmin-ah, Kyuhyun-ah, sudah terlalu malam, aku rasa berkunjungnya sampai di sini dulu ya, takutnya semakin larut, kendaraan semakin sulit dicari" ujar Eunhyuk pada KyuMin.
"Eh kau mau pulang?" tanya Donghae pada Eunhyuk.
"Ah kalau bagitu aku juga ikut pulang" ujar Donghae pada KyuMin, sebelum Eunhyuk menjawab pertanyaannya.
"Eh? baiklah, kalau begitu.." ujar Sungmin, ia dan Kyuhyun pun mengantar Eunhyuk dan Donghae ke pintu apartment.
"Kami pulang yaa.." ucap EunHae berbarengan.
"Ne, hati-hati, sering-sering main yaaa.." ujar Sungmin setengah berteriak, karena EunHae telah menjauh dari apartmentnya.
"Ne, jangan merindukan kami.." ujar Donghae.
"Ya, nanti kau bisa stres karena kepikiran kami berdua.." lanjut Eunhyuk. Lalu mereka berdua ber-high five ria, dan masuk ke dalam lift.
"Haha, dasar makhluk-makhluk narsis.." cibir Sungmin sambil sedikit tertawa.
Kyuhyun yang berada disampingnya, tersenyum melihat Sungmin tertawa seperti itu. Dari dulu, sampai dengan sekarang belum pernah ia melihat Sungmin tertawa, jangankan tertawa, tersenyum padanya saja, ia belum pernah melihatnya.
Sungmin menoleh menatap Kyuhyun disampingnya.
"Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Sungmin kembali pada sikap awalnya.
Belum sempat Kyuhyun menjawab Sungmin sudah masuk kedalam terlebih dahulu.
"Huuee'!" mendadak Sungmin merasakan mual dari perutnya. Ia segera berlari ke kemar mandi, dan memuntahkan segala isi perutnya ke westafel.
Kyuhyun yang melihatnya, mendadak, sudut bibirnya turun, tatapan mata damainya, berubah mencekam, raut wajah curiga menghiasi wajah tampannya.
'Please Kyuhyun! Positive thinking!' batin Kyuhyun, karena tiba-tiba sejenak ia terpikirkan kembali tuduhan-tuduhannya pada Sungmin.
Kyuhyun menyusul Sungmin ke kamar mandi.
"Gwaenchanayo?" tanya Kyuhyun, sambil memegang bahu Sungmin.
Namun lagi-lagi ditepisnya tangan itu dari bahunya.
"Huueeggk!" Sungmin kembali memuntahkan isi perutnya.
"Ish!" Kyuhyun segera memegang tengkuk Sungmin, lalu memijatnya, awalnya Sungmin hendak menepisnya lagi, namun Kyuhyun menahan tangannya.
"Jangan mengelak! Muntahkan saja semuanya dulu!" perintah Kyuhyun.
"Huueggk" Sungmin dengan cepat langsung memuntahkan segala sesuatu atau apa pun itu yang ingin keluar dari perutnya.
Tak butuh waktu lama, setelah Sungmin memuntahkan isi perutnya, Kyuhyun memapah Sungmin ke dalam kamarnya. Wajah Sungmin pucat, suhu tubuhnya rendah, dan tubuhnya lemas.
Kyuhyun membantu Sungmin tidur diranjangnya, ia memakai kan selimut pada Sungmin lalu menatap wajah pucat Sungmin yang sudah tertidur.
'Like an angel' batin Kyuhyun, itulah pendapatnya, saat melihat wajah tidur Sungmin untuk yang kesekian kalinya.
"Entah mengapa, tiba-tiba aku merasa telah jahat sekali menuduhmu yang tidak-tidak" ucap Kyuhyun pelan, tidak ingin membangunkan Sungmin.
.
.
Fajar pun menyingsing, Sungmin mulai membuka matanya, ia menatap ke sekeliling kamarnya, agaknya ia mulai terbiasa dengan kamarnya ini.
Sungmin hendak menggerakkan tangan kirinya, namun sesuatu seperti menahannya. Sungmin menoleh ke samping. Kyuhyun sedang tidur di kursi, merebahkan kepalanya di tepi ranjang, dan tangannya menggenggam, tangan kiri Sungmin. Dan anehnya, semenjak Kyuhyun menggenggam tangannya tadi malam, Sungmin juga membalas genggaman tangan Kyuhyun.
"Nngghh..." Kyuhyun menggeliat, sepertinya hendak bangun?
Dengan segera, Sungmin menutup matanya kembali, ya... 'pura-pura' masih tidur.
"Hoaamh, sudah jam berapa ini?" gumam Kyuhyun.
"Oh, masih ada satu setengah jam lagi, sebelum berangkat kerja." ucap Kyuhyun.
Kyuhyun menatap tangan kirinya yang menggenggam tangan kiri Sungmin, sejenak ia mengelus tangan kiri Sungmin yang membalas genggamannya.
"Suhu tubuhnya, sudah kembali seperti semula.." ujar Kyuhyun setelah menaruh tangan kanannya di kening Sungmin.
"Huh, aku khawatir sekali.." ucap Kyuhyun.
"Hei, jagoan Appa, sudah bangun belum? Kau tahu, Eomma-mu membuat Appa khawatir semalam, kau baik-baik ya di dalam sana.." ujar Kyuhyun pada bayinya, ia berbicara tepat di depan perut Sungmin.
Kyuhyun menatap Sungmin sejenak. Lalu menatap perutnya kembali.
Chup..
Kyuhyun mencium perut Sungmin, yang ditutupi kausnya dan selimut.
Chup..
Kini Kyuhyun mengecup punggung tangan kiri Sungmin sebelum akhirnya melepas tangan mungil itu perlahan.
Ya, Kyuhyun hanya bisa melakukan ini saat Sungmin tertidur. Jika tidak, mau dijadikan menu apa dia oleh Sungmin? Menu sarapan, makan siang, atau makan malam? Jika dia berani menyentuh Sungmin.
'CKLEK, BLAMM'
Sungmin kembali membuka matanya, setelah Kyuhyun keluar dari kamarnya.
Sungmin mengangkat kepalanya dan membawa tubuhnya duduk di kasur itu, lalu perlahan, ia mengelus perutnya yang tadi baru saja di cium oleh Kyuhyun.
"Dia, berbicara seolah-olah anaknya itu adalah laki-laki, padahal aku saja tidak tahu.. Hhaha" Sungmin terkekeh kecil.
"Apa aku sudahi saja, sikap arogan ku?" gumam Sungmin.
.
.
Seminggu, berlalu. Niat Sungmin untuk merubah sikap arogannya, rupanya tidak dapat ia lakukan. Entah mengapa setiap berusaha bersikap lebih baik, tiba-tiba sikap arogan dan dinginnya selalu muncul. Sikapnya selalu jutek, dan kata-katanya juga ketus, namun semakin hari, sikap Kyuhyun semakin menunjukkan rasa kasih sayang, dan rasa kepedulian serta perhatian yang cukup tinggi. Tapi tetap saja, Sungmin tidak dapat merubah sikapnya.
Hingga pada suatu malam, Kyuhyun mulai memberanikan diri untuk bertanya.
"Aku selesai.." ujar Sungmin, kemudian mendorong piringnya, lalu pergi ke kamar.
Kyuhyun tersenyum melihat piring-piring kosong bekas makan Sungmin, malam ini, ia menghabiskan dua piring nasi goreng, sungguh kemajuan yang cukup pesat, seminggu yang lalu, ia masih makan sangat sedikit, dan sekarang, ia sudah mau makan banyak.
Kyuhyun mengambil piring-piring kotor di atas meja, dan mencucinya di mesin pencuci piring. Setelah itu ia
berjalan masuk ke kamarnya yang sekarang menjadi kamar Sungmin.
Sungmin baru selesai menyikat giginya, ia keluar dari kamar mandi, dan mengganti bajunya dengan piyama, lalu bersiap untuk tidur.
Namun saat ia sudah duduk di kasur dan hendak menyelimuti tubuhnya, Kyuhyun tiba-tiba masuk ke dalam kamar.
"Mau apa kau?" tanya Sungmin ketus.
"Oh, aku hanya ingin mengambil piyamaku dan memakai kamar mandi.." jawab Kyuhyun.
Kyuhyun pun mengambil piyamanya di lemari, lalu masuk ke kamar mandi.
Setelah beberapa menit, setelah Kyuhyun menyikat gigi dan mengganti bajunya, ia keluar dari kamar mandi.
"Sudah selesai kan? kau bisa keluar.." usir Sungmin.
Tapi bukannya berjalan menuju pintu, Kyuhyun malah berjalan mendekati Sungmin.
"Mau apa lagi?" tanya Sungmin masih ketus. :P
Kyuhyun duduk di tepi kasur, sambil menatap Sungmin dihadapannya, lalu pandangannya beralih pada perutnya yang sudah sedikit berbentuk buncit.
"Boleh aku mencium perutmu?" pinta Kyuhyun, sambil terus memandang perut Sungmin, menerka-nerka calon anaknya.
"Hah? jangan aneh-aneh ya! Tidak! Lagi pula untuk apa kau mencium perutku?!" Sebenarnya Sungmin ingin mengizinkan Kyuhyun, namun tiba-tiba kata-kata itu keluar begitu saja dari mulutnya.
"Aku hanya ingin mencoba dekat dengan calon anakku, aku juga ingin memberikan kecupan selamat malam untuknya" ucap Kyuhyun memelas.
"Sudahlah, tidak usah macam-macam, lebih baik kau keluar, aku ingin tidur!" Sungmin menarik selimutnya dan menutupi tubuhnya sampai ke leher.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Sebegitu benci-nyakah, dirimu padaku?" ucap Kyuhyun tiba-tiba. Sungmin tersentak mendengarnya.
.
.
.
.
.
"Apa aku sangat menggelikan, menyebalkan, atau bahkan sangat menjijikkan? Sehingga di sentuh olehku saja, kau tidak sudi? Aku sudah berusaha menunjukkan rasa tanggung jawabku.. Tapi... Apa aku masih salah? Atau semua tindakkanku itu, adalah suatu kesalahan di matamu?"
Sederet pertanyaan, keluar begitu saja dari mulut Kyuhyun. Seluruh pertanyaan di dalam dirinya, yang menghantui pikirannya selama ini, tentang pendapat Sungmin mengenai dirinya.
Sungmin yang hendak menutup kedua matanya, kembali membuka matanya. Ia tidak pernah mengira Kyuhyun yang dikenalnya selalu berusaha bersikap baik padanya, dan berusaha untuk tidak menyakitinya, sekarang melemparkan sebegitu banyaknya pertanyaan tentang pendapatnya pada Kyuhyun selama ini.
Kyuhyun menatap lurus ke lantai, dengan tatapan kosong, sudut bibirnya membentuk senyuman miris. Sungguh tidak bisa dibayangkan.
"Aku menyebalkan ya? apa sikapku selalu membuatmu muak padaku? Atau setiap kali aku berbicara padamu, membuatmu selalu ingin menutup kedua telingamu?" lanjut Kyuhyun.
Semakin banyak pertanyaan yang Kyuhyun keluarkan semakin membuat Sungmin sesak entah mengapa. Dadanya sesak saat Kyuhyun memberikan pertanyaan demi pertanyaan itu.
"Jika begitu, aku akan berusaha untuk tidak berbicara banyak padamu.." tambah Kyuhyun.
"Tapi yang perlu kau tahu, aku hanya ingin merasakan bagaimana bahagianya seorang lelaki yang sebentar lagi, akan di sebut seorang ayah" ucap Kyuhyun sambil menerawang ke awam-awam.
"Cukup!" seru Sungmin pelan.
"Aku hanya ingin nantinya bisa menyambut kelahiran anakku dengan bahagia bersama dengan ibu dari anak-anakku" lanjut Kyuhyun.
"Aku bilang, SUDAH CUKUP!" bentak Sungmin.
Kyuhyun menghentikan kata-katanya. Ia menundukkan kepalanya dan menutup matanya.
"Aku tidak membencimu.." ucap Sungmin. Membuat Kyuhyun membuka kedua matanya lebar-lebar.
"Kau tidak menggelikan, kau juga tidak menjijikan.. Aku tahu kau sedang menunjukkan bahwa kau benar-benar bertanggung jawab.. Setiap tindakkanmu pun selalu benar, setiap tindakkanmu tidak pernah membuatku kecewa ataupun muak" ujar Sungmin.
"Tapi setiap kau menyentuhku, aku selalu teringat kejadian pagi 'itu'. Selalu saja sebuah pertanyaan menghantui pikiranku. 'apa yang terjadi malam itu?'" tambah Sungmin
"Sejujurnya, mendengarmu, seperti saat aku yakin, bahwa kau memperhatikanku, bahkan kau juga tidak menyebalkan.." ucap Sungmin sejujur-jujurnya. Kyuhyun menoleh kepada Sungmin, menatap Sungmin, yang sedari tadi juga menunduk.
"Ya, kau tidak menyebalkan.. Tapi.. Sangat menyebalkan.." ucap Sungmin dengan nada yang dibuat-buat.
Kyuhyun tersenyum kecil mendengar nada suara Sungmin.
"Kau sangat menyebalkan, karena membuatku membenci setiap caramu,, caramu yang lebih terampil, membuat Shin DongHee itu lebih kagum padamu, sehingga memecatku dan lebih mempercayakan pekerjaanku padamu.." ujar Sungmin.
Kyuhyun hanya menatapnya, memberikan Sungmin kesempatan, untuk mengeluarkan segala uneg-uneg-nya.
"Aku membenci caramu, saramu yang membuat aku seperti sekarang ini, caramu yang membuat bayi ini berada di perutku sekarang ini, bayi yang sekarang terlalu aku cintai.." lanjut Sungmin.
"Dan satu lagi..." Sungmin menggantung kalimatnya.
Kyuhyun hanya menatapnya heran. Sungmin mulai mengangkat kepalanya dan membalas tatapan Kyuhyun.
"Caramu yang paling kubenci.. caramu yang membuatku, selalu merasa bersalah, karena terlalu menunjukkan sisi aroganku padamu.."
"Soal Shin Dong-sshi, aku juga baru tahu saat aku memperoleh pekerjaan itu, pekerja sebelum ku yakni kau ternyata sengaja di PHK karenaku, aku sungguh merasa sangat bersalah" ucap Kyuhyun sambil menatap langit-langit kamarnya.
"Malam itupun, aku juga tidak tahu bagaimana bisa terjadi seperti itu, mungkin pengaruh alkohol, aku juga tidak sadar, dan tidak ingat sama sekali.." lanjut Kyuhyun.
"Dan—
Kalau begitu, yang terakhir—
Aku akan berusaha menghilangkan rasa bersalahmu, aku akan berusaha membuatmu, menghilangkan sikap dingin, jutek, ketus serta aroganmu padaku, jadi kau tidak perlu merasa berslah lagi.." ucap Kyuhyun sambil tersenyum dan menatap Sungmin.
Untuk yang pertama kalinya Sungmin membalas senyuman Kyuhyun dengan senyuman tulusnya.
"Sekarang boleh aku mencium anakku?" tanya Kyuhyun hati-hati.
Sungmin mengangguk.
Perlahan Kyuhyun mendekatkan wajahnya kedepan perut Sungmin.
Chup..
Kyuhyun mencium perut Sungmin. Kemudian ia mengangkat kepalanya dan menatap Sungmin dari dekat.
"Terima kasih.." ucap Kyuhyun.
Sungmin membalasnya dengan senyuman tulusnya.. Sangat manis.
Mereka berdua larut akan tatapan itu. Kyuhyun pun mengalihkan pandangannya pada bibir Sungmin. Didekatkannya perlahan wajahnya dengan wajah Sungmin. Sungmin pun membalas menatap bibir Kyuhyun. Seperti sudah tidak ada celah bagi mereka. Dan...
Chu~
Kyuhyun mengecup bibir Sungmin, hanya menyecup, namun berlangsung dalam beberapa hitungan detik yang tak sebentar.
Sungmin tidak menolak, tapi dia juga tidak membalas, ia hanya memejamkan matanya, mengikuti arus Kyuhyun.
Kyuhyun mulai melepas bibirnya, namun tiba-tiba Sungmin menarik tengkuk Kyuhyun sehingga, bibir mereka bertemu kembali.
Tidak pernah keduanya membayangkan akan terjadi malam seperti ini. Bagi Kyuhyun, ini adalah jalan bagi awal dari kebersamaan mereka yang mungkin akan berlangsung lebih lama. Ini seperti jalan untuk memulainya dari awal.
.
.
Beberapa hari berlalu, ya tepatnya kurang lebih 2 minggu, setelah malam itu, malam yang membuat Kyuhyun diperbolehkan tidur disampingnya, walau hanya malam itu, ya selebihnya mereka tidak sekamar lagi.. Malam itu pertama kali pula Sungmin berbicara banyak padanya. Sungmin sedikit merubah sikap dinginnya pada Kyuhyun, hanya sedikit, ya tapi.. Setidaknya, kalau Kyuhyun bertanya ia akan mulai menjawab, walau kadang arogannya itu masih sering muncul, karena sikap wajibnya pada Kyuhyun itu tidak mudah tersingkir begitu saja, tapi yaa,, dengan Sungmin sedikit memperlihatkan perubahan sikap membuat Kyuhyun cukup senang, Sungmin sudah mulai mengeluarkan sifat aslinya. Di tambah lagi, Sungmin sudah tidak keberatan jika Kyuhyun menyentuhnya, atau mengelus, atau mencium perutnya, itu membuat Kyuhyun semakin senang.
'Hanadulset geudaega utjyo sumi meojeul geotman gatjyo
Geudae misoreul damaseo maeil sarangiran yorihajyo yeongwonhi
I love you (Love you) Love you
Love you (Love you) Love you yeah' handphone Sungmin berbunyi dari kamar. Sungmin yang sedang berada di dapur, segera secepat mungkin mengangkat telephone-nya.
"Yeoboseyo?" ucap Sungmin.
"Yeoboseyo, Sungmin-ah?" tanya orang di seberang sana memastikan.
"Ne, Sungmin di sini, nugu?" tanya Sungmin balik.
"Sungmin-ah, ini aku Yoochun.. Park Yoochun!"
"Yoochun? Hei Yoochun-ah! Apa kabar? Kenapa baru menghubungi sekarang?" seru Sungmin pada Yoochun, teman SMA dan juga teman kerjanya dulu sebelum ia di PHK oleh Shin DongHee itu.
"Hehehe, mianhae.. Oh ya aku bawa kabar bagus.." ujar Yoochun di seberang sana.
"Kabar bagus?"
"Ne, minggu depan, aku dan SooHyun akan menikah!" seru Yoochun. (SooHyun bukan OC author ya, dia nama lawan mainnya Yoochun di DBSK banjun drama)
"SooHyun? Hong SooHyun? jeongmal? Huaa, Chukaeyo!"
"Hehe, gomawo, tapi kau bisa datangkan minggu depan? Akan ku kirimkan undangannya ke apartmentmu.." ucap Yoochun penuh harap.
"Datang? Tent..." sebelum Sungmin menyelesaikan kata-katanya. Ia baru saja mengingat keadaannya sekarang.
Usia kandungannya sudah 2 bulan, perutnya sudah sedikit membuncit, mau disembunyikan seperti apa? Dia pria, sulit menyembunyikannya. Ia tidak mungkin bilang karena kebanyakan makan jika di tanya, secara, bentuk tubuhnya memperlihatkan jelas sosokmya seperti sedang hamil. Mau tidak-mau ia tidak bisa datang.
"Ah, Yoochun-ah, minggu depan ya? Hmm.. Mianhaeyo, aku tidak bisa.." ujar Sungmin bohong.
"Eh? Tidak bisa? Waeyo?" sepertinya Yoochun cukup kecewa sahabatnya sejak SMA tidak bisa datang.
"Ah? ehm, aku.. Aku sedang.. Sedang di luar kota! Ya sedang di luar kota! Aku sedang berada di Daegu.. Mianhae.." mianhae karena tidak bisa datang atau karena telah berbohong, ya hanya Sungmin yang tau maksdunya.
"Jinchayo? Oh, sayang sekali.. Padahal aku berharap sekali kau bisa datang.." ujar Yoochun, sepertinya cukup kecewa.
'DREEEEEESSSS...' tiba-tiba terdengar suara hujan deras mengguyur kota Seoul.
"Eh, yeoboseyo Sungmin-ah! Di Seoul hujan deras, aku tutup dulu telephone-nya ya?" ujar Yoochun.
"Oh, ne, sering-sering telephone ya.." jawab Sungmin.
"Ne.. Annyeong.."
Sungmin dan Yoochun pun menutup telephone mereka masing-masing.
Sebenarnya Sungmin juga tahu Seoul sedang hujan deras, toh dia juga berada di Seoul sebenarnya sekarang ini, karena suara hujan pun juga terdengar di apartmentnya yang berada di lantai 11 itu.
'JLEGERRR' suara petir menggelegar secara tiba-tiba.
"AAAAAA!" Sungmin menjerit ketakutan. Ia berlari ke sudut tempat tidur dan meringkuk di sebelah sana, sambil menutup kedua telinganya, dengan kedua tangannya.
'JLEGEEERRR' suara gemuruh pun semakin kencang.
"ANDWAE!"
.
.
.
.
.
~to be continued~
Terima kasih sudah membaca chapt empat, maaf ya kalo FF-nya gak gitu panjang,, abis update-nya kan gak lama2 banget hehehe..
Buat Reviewers chapter 3 terima kasih banyak yaa,, banyak readers baru yang review, seneng banget rasanya :)
Oh ya ini beberapa pertanyaan yang sempet nongol di review chapt 3 plus jawabannya..
Q: twitter author?
A: diniaulicious :)
Q: Ini alur kecepetan ya? kurang panjang..
A: Diawal memang alurnya cepet, tapi jangan salah, FF ini masih ada 25 chapt lagi loh.. kalo kurang panjang sih sepertinya memang, tapi maaf yaa akunya nggak bisa ngedit-ngedit lagi supaya ditambah2in, karna FF-nya sendiri kan udah selesai, maaf yaa..
Q: Apa KyuMin bakal nikah?
A: Kalo penasaran ikutin terus ceritanya yaaa,, hehehe..
Q: Kenapa mereka tinggal serumah? Apa Kyuhyun suka sama Sungmin?
A: Kenapa mereka mesti tinggal serumah kan alesannya udah diutarakan Kyuhyun.. kalo perasaan Kyuhyun ke Sungmin itu skrg belum ada perasaan yang khusus kok, baru rasa responsibility, sama Kyuhyun sekarang lagi mencoba menyayangi Sungmin dan Bayi mereka #eaaa..
Q: FF ini sudah pernah selesai sebelumnya? sudah pernah post di wp?
A: Iya FF ini memang sudah pernah selesai dan tamat pada tahun yang lalu, tapi FF ini belum sempat aku publish di wp, karena wp ku sendiri juga tak terurus.. -_-''
Kritik dan saran di terima, pengecualian atas saran untuk alur cerita ini kedepannya, karena tidak akan ada perubahan adegan, cerita, dll.. agar tidak mengubah alur cerita ini..
Bagi yang merasa kurang paham atau punya beberapa pertanyaan, bisa langsung mention ke twitter ku yaa..
Terima kasih..
Diniaulicious.
1st published date for chapt 4: March 23, 2011
