Title : Love You Love Me

Pairing : KyuMin

Other Cast :

- Lee Hyukjae a.k.a Eunhyuk

- Lee Donghae

- For other chara, just find by your self

Warning : 1st M-Preg(Impossible thing). bahasa tidak sesuai EYD, Gaje, Misstypo, without editing, penggunaan kata-kata kasar, kebacotan author di beberapa bagian, NO BASHING!,, YOU DON'T LIKE? YOU MAY NOT READ THIS FF, AND GET OUT!

.

.

.

.

Happy Reading..^^..

.

.

.

'JLEGERRR' suara petir menggelegar secara tiba-tiba.

"AAAAAA!" Sungmin menjerit ketakutan. Ia berlari ke sudut tempat tidur dan meringkuk di sebelah sana, sambil menutup kedua telinganya, dengan kedua tangannya.

'JLEGEEERRR' suara gemuruh pun semakin kencang.

"ANDWAE!"

_Part 5_

"ANDWAE!" jerit Sungmin tidak karuan.

Sementara itu...

"JLEGGEEERR"

"Hua, petirnya kencang sekali,, untung aku lebih cepat sampai.." ujar Kyuhyun, yang baru saja masuk ke gedung apartment. Ia membersihkan tetesan air hujan yang sedikit membasahi rambut, dan juga jasnya.

Kyuhyun menaiki lift dan memencet angka 11 dengan cepat. Tak butuh waktu lama ia sampai di lantai tempat apartmentnya. Ia berjalan menuju apartmentnya, yang tak jauh dari lift.

"Eh? Bau apa ini?" ujar Kyuhyun setelah masuk ke dalam apartment-nya.

"Seperti bau gosong.." gumam Kyuhyun. Kyuhyun pun melepas jas, dan sepatunya, lalu berjalan menuju dapur.

"Omoo, gosong, belum dimatikan pula kompornya, dimana Sungmin?" ujar Kyuhyun saat melihat sebuah panci di atas kompor yang masih menyala, dan di dalamnya terdapat sup, yang sangat tidak layak untuk dimakan.

'JLEGEEERRR' suara petir menggelegar.

"ANDWAE!" terdengar suara jeritan dari arah kamar.

Kyuhyun menoleh ke arah jeritan itu.

"Sungmin.." ucapnya pelan.

Kyuhyun berlari segera menuju kamarnya.

'BRAKK' pintu terbuka secara kasar.

Sungmin sedang meringkuk dipojokkan, di lantai persis di sudut ranjang, ia melipat kedua kakinya, lalu membenamkan wajahnya di kedua sela kaki dan tubuhnya, sambil menutup telinga-telinganya, dengan kedua tangannya.

'JLEGERR'

"ANDWAE! ANDWAE!" jerit Sungmin untuk yang kesekian kalinya.

Kyuhyun berlari mendekati Sungmin, lalu berusaha menenangkannya.

"Sungminnie, gwaenchanayo? Kau kenapa?!" tanya Kyuhyun panik.

Sungmin mengangkat kepalanya, menatap Kyuhyun lalu menghambur kepelukkan Kyuhyun.

Kyuhyun agak terkejut saat Sungmin menatapnya. Wajah Sungmin sangat menyiratkan ketakutan, bola matanya basah, namun ia tidak menangis,, hidung serta kedua pipinya merah.

'Ada apa dengan Sungmin? Mengapa ia berteriak histeris saat mendengar suara petir? Apa Sungmin sangat takut akan suara petir?' batin Kyuhyun.

Sungmin masih memeluk Kyuhyun erat. Tubuhnya bergetar. Sedangkan Kyuhyun hanya mengelus punggung Sungmin, agar Sungmin agaknya bisa sedikit tenang, sambil memberi sedikit jarak, agar perut Sungmin tidak terjepit. Sesekali mengecup pucuk kepala Sungmin, agar perasaannya jauh lebih tenang.

.


.

"Minnie? Sungminnie?" panggil Kyuhyun, pada Sungmin disampingnya yang sedang memeluknya erat.

"..." Tidak ada jawaban dari Sungmin.

Kyuhyun menunduk mencoba menatap Sungmin yang menyender didadanya.

"Tidur? Sungmin? Kau sudah tidur?" tanya Kyuhyun sambil mengelus pipi Sungmin pelan.

Tetap tak ada respon dari Sungmin.

'Sudah tidur rupanya' batin Kyuhyun.

Kyuhyun mengangkat dagu Sungmin, agar, Kyuhyun dapat melihat jelas wajah Sungmin saat tertidur.

"Aku belum pernah melihatmu seperti ini sebelumnya.." gumam Kyuhyun, sambil mengelus kedua pipi Sungmin.

Kyuhyun tersenyum melihat wajah Sungmin. Entah mengapa hatinya merasa lebih damai saat melihat wajah Sungmin saat tertidur.

"Selamat tidur, aku tidur di luar ya.." bisik Kyuhyun tepat di telinga Sungmin.

Perlahan Kyuhyun melepaskan tangan Sungmin dari pinggangnya, lalu beranjak dari kasur dan menuju keluar kamar.

"Hajima.."

Kuhyun menoleh, Sungmin menggenggam tangannya erat, tepat saat ia ingin beranjak dari kasur.

"Sungmin kau belum tidur?"

Sungmin membuka mata dan mengangkat kepalanya, membawa dirinya duduk di atas kasur, tanpa melepaskan genggamannya.

"Jangan kemana-mana.." lirih Sungmin.

Kyuhyun duduk di tepi ranjang, lalu membelai lembut pipi mulus Sungmin.

"Aku tidak akan kemana-mana, aku hanya tidak ingin mengganggu tidurmu.." ucap Kyuhyun lembut.

Sungmin menggeleng. Ia memeluk Kyuhyun tiba-tiba.

"Kau tidak boleh pergi dari sini, sebelum hujan benar-benar berhenti" ucap Sungmin.

'Segitu takutnya dia dengan hujan atau petir?' betin Kyuhyun.

Kyuhyun mengusap rambut pirang Sungmin.

"Anything for you.." ucap Kyuhyun.

.


.

"Kyuhyun-ah.." panggil Sungmin pada Kyuhyun yang sedang dipeluknya..

"Hnngh?"

"Jangan pernah jauh dari ku saat hari hujan." pinta Sungmin, hmmm, tepatnya sih merintah, :P

"Ne?"

"Ck!"

"Iya, iya aku tidak akan jauh-jauh darimu, apalagi di saat hari hujan." ujar Kyuhyun, sambil meletakkan dagunya di kepala Sungmin.

"Tapi sebagai gantinya, boleh aku bertanya?" tambah Kyuhyun.

"Tidak." jawab Sungmin cepat.

Kyuhyun memajukan bibirnya. Ia mengelus punggung Sungmin. Namun gerakkan tangannya terhenti saat ia memikirkan sesuatu.

'Oh iya!' seru Kyuhyun dalam hati.

Kyuhyun melepaskan tangannya dari punggung Sungmin, ia memperjauh jarak tubuhnya dengan Sungmin, perlahan ia melepaskan tangan Sungmin dari pinggangnya.

"Wae? Kau kan sudah janji, tidak jauh dariku.." ujar Sungmin.

"Aku tidak bisa tidur dengan seseorang, jika pertanyaan terus menghantui otakku, obatnya hanyalah menyendiri.." ucap Kyuhyun, ya di buat-buat.

"Nde?!" dengan bodohnya Sungmin percaya, polos juga dia, :P.

"Aku hanya berada di luar kok, kalau begitu aku tidur di luar ya.." Kyuhyun beranjak dari ranjangnya. Dan berjalan menuju pintu kamar.

Sungmin membawa dirinya duduk di atas kasur, untuk yang kesekian kalinya.

"YA!" panggil Sungmin.

Kyuhyun menoleh.

"Ne?"

"Jangan kemana-mana! Baiklah! Kau boleh bertanya." ujar Sungmin kesal.

Kyuhyun tersenyum puas, ia berjalan mendekati Sungmin.

Namun tiba-tiba ia melihat kilatan cahaya dari jendela, secepat mungkin ia memeluk Sungmin.

'SREET'

'JLEGEEERRR!'

'AAA!' jerit Sungmin yang teredam.

.


.

~Flashback~

12 tahun yang lalu, Sungmin bersama Kakaknya berdiri di halte, menunggu di jemput Appa-nya. Ya,, saat itu mereka baru saja pulang sekolah.

Saat itu hujan deras, petir menyambar dimana-mana, Sungmin hanya memeluk Hyung-nya dengan erat.

'TIN TIN..' terdengar bunyi klakson.

Sungmin dan Kakaknya menoleh ke arah sumber suara.

Sebuah mobil melaju mendekati halte. Tepat setelah mobil itu berhenti, keluarlah seorang yeoja paruh baya, sambil membawa payung mendekati Sungmin dan Kakaknya.

"Eomma!" seru Sungmin, ia langsung memeluk Eomma-nya, setelah Eomma-nya sampai di halte.

Ya wanita paruh baya itu adalah Eomma mereka. Ia menjemput kedua anaknya di halte, lalu membawa mereka ke mobil.

Hari hujan membuat jalan cukup macet. Appa mereka yang menyetir, memutuskan untuk mengambil jalan lain.

Tapi, ku rasa, itu bukan keputusan yang tepat! Ya harusnya lebih baik mereka terjebak macet.

Jalan yang mereka lalui tidak lah aman, banyak pepohonan besar di tepi jalan, di tambah lagi, petir menyambar di sana-sini.

Jalan itu sangat gelap dan sepi. Sungmin dan kakaknya duduk di jok belakang, sambil menutup kedua telinga mereka.

'JLEGEERRR!' petir menyambar sangat kencang. Sebuah pohon jauh di belakang mobil mereka tumbang dan terbakar, karena tersambar petir.

Tuan dan Nyonya Lee baru menyadari bahaya-nya keputusan mereka untuk mengambil jalan lain itu.

Tuan Lee yang menyetir mempercepat kecepatan mobil mereka.

'JLEGEEERRR!' petir dengan cepat hampir menyambar mobil mereka.

Sungmin dan Kakaknya sudah menangis ketakutan.

Tuan Lee terpaksa benar-benar mengebut, karena kejadian barusan.

'JLEGEERRR!'

Sekali lagi, hampir saja petir itu menyambar mobil mereka, namun, Petir itu malah menyambar sebuah pohon besar yang tak jauh berada di depan mereka.

Pohon itu terbakar, namun seketika api langsung mati karena air hujan sangat deras saat itu.

Tidak sampai di situ.

Tepat saat mobil mereka melewati pohon yang tersambar petir itu...

BRUUKKK!

~flashback end~

.

.

"...kami semua dilarikan ke rumah sakit, kami semua terluka sangat parah, mobil Appa pun hancur.. Butuh waktu lama, untuk memindahkan pohon besar itu dari atas mobil Appa... Eomma dan Hyung koma.. Butuh perwatan yang cukup lama untuk Eomma dan Hyung... Tapi Eomma..." Sungmin menggantung kalimatnya.

Kyuhyun menatapnya sendu, ia sudah dapat menebak kata terakhir Sungmin. Ia sungguh tidak dapat menebak trauma Sungmin akan hujan dan petir.

"Pergi."

Kyuhyun memeluk Sungmin erat.

"Tak Lama setelah Eomma pergi, Appa pun menyusul Eomma karena serangan Jantung.." Lanjut Sungmin, sambil menerawang.

"Mianhaeyo.." ujar Kyuhyun.

Sungmin mendongakkan kepalanya menatap Kyuhyun.

"Kau jadi menceritakan kisah yang..." Kyuhyun tidak tahu harus melanjutkan kata-kata apa lagi.

"Ne, gwaenchana, aku sudah terbiasa" ucap Sungmin sesantai mungkin. Padahal jelas tubuhnya bergetar, ntah karena menceritakan cerita itu, atau karena cuaca masih hujan deras. Hanya Sungmin yang tahu.

"Sudahlah, aku tidak akan bertanya lagi.. Sekarang tidurlah, hari sudah larut" ucap Kyuhyun.

Sungmin mengeratkan pelukkannya pada Kyuhyun.

"Tapi jangan pergi sebelum hujan benar-benar berhenti!"

"Iya, aku tahu.."

.


.

Beberapa hari ini setiap malam kota Seoul diguyuri hujan yang sangat deras di sertai petir yang cukup kencang. Hampir tiap hari Sungmin berteriak kencang saat mendengar petir bergemuruh. Dan satu-satunya obat hanyalah Kyuhyun berada disampingnya. Jika Sungmin sudah memeluk Kyuhyun, maka ia bisa meredam jeritannya,, walau terlihat sekali ia masih ketakutan. Dan dengan begini, ini membuat Kyuhyun harus tidur disamping Sungmin, karena pada saat tertidur pun Sungmin masih mengeratkan pelukkannya.

.


.

Para pekerja dan karyawan di tempat Kyuhyun bekerja, rata-rata memilih izin pulang cepat, karena biasanya di atas jam 7 malam pertanda hujan akan segera datang, termasuk Kyuhyun, ia juga izin pulang cepat karena terlalu mengkhawatirkan Sungmin dan calon anaknya.

.

Kyuhyun keluar dari lift, di depan apartmentnya, ia sudah melihat Sungmin sedang duduk di depan pintu, sambil iseng-iseng memainkan rambut pirangnya, yang mulai memanjang.

Hujan sudah turun dari tadi, namun petir masih belum muncul. Kyuhyun berjalan mendekati Sungmin. Lalu berhenti tepat dihadapannya.

"Aku pikir kau seorang gadis terlantar, yang duduk sendirian di sini, karena menunggu kekasih pujaan hatinya yang tak kunjung datang." ledek Kyuhyun, sambil menunduk dan menatap wajah Sungmin.

Sungmin mengangkat kepalanya, lalu menatap Kyuhyun tajam.

"Hujannya sudah turun dari tadi tau!" ujar Sungmin ketus.

"Haha, mianhae, aku telat, tadi karena hujannya turun terlalu cepat jadi macet di jalan, ayo masuk." Kyuhyun membantu Sungmin untuk berdiri. Namun tiba-tiba.

'JLEGEEERRR' baru saja tadi aku menyebutkan petir belum muncul, sekarang malah muncul tiba-tiba, ck! petirnya kecepetan nih datengnyah!

Sungmin menarik Kyuhyun dan memeluknya tiba-tiba.

"Tuh kan, petirnya datang, sudah ayo masuk." ucap Kyuhyun. Dapat ia rasakan Sungmin mengangguk dalam pelukkannya.

Mereka berjalan masuk, sulit sepertinya, dengan posisi Sungmin yang tidak mau melepaskan pelukkannya. Mau tidak mau, Kyuhyun harus menggendong dua orang, tersayangnya itu.

.


.

Setelah puas beberapa hari langit memberikan anugrah yang patut kita syukuri, kecuali Sungmin. Hujan pun akhirnya benar-benar pergi dari kota Seoul.

"Ennghh.." Kyuhyun menggeliat, hari ini adalah hari minggu, tentu saja hari yang paling ditunggu-tunggu setiap pekerja dan karyawan, jadi pagi ini, Kyuhyun bangun agak telat dari biasanya. Tapi saat ia terbangun, ia menyadari bahwa Sungmin sudah tidak memeluknya, ia meraba-raba kesebelah kirinya.

"Ehhmmh? Minnie?" gumam Kyuhyun pelan. Karena ia tidak mendapati Sungmin disebelah kirinya. Padahal ia masih ingat sekali tadi malam, Sungmin masih memeluknya erat, karena takut hujan dan petir datang lagi. Padahal jelas sekali tadi malam Hujan sudah berhenti.

"Sungminnie?" panggil Kyuhyun yang mulai sadar sepenuhnya.

"Hhng?"

Rupanya Sungmin sedang duduk di depan lemari pakaian sambil membongkar-bongkar isi lemari.

"Kau di sana? Sedang apa?" Kyuhyun beranjak dari kasurnya lalu duduk di samping Sungmin.

"Mencari baju." jawab Sungmin singkat.

"Eh? Baju? baju apa?" tanya Kyuhyun.

"Ya baju untuk ku pakailah.."

"Eh? Baju-bajumu kan banyak, Bukannya baju bajumu sudah kubawa semua waktu itu? Atau ada yang kurang?"

Sungmin menggeleng, ia tetap membongkar-bongkar lemari Kyuhyun, sambil menyocokkan beberapa kaus dan pakaian Kyuhyun dengan tubuhnya.

"Lalu? Kenapa kau mencari baju di lemari ku? Isinya kan baju ku semua." ujar Kyuhyun, ia masih tidak mengerti dengan tindakkan Sungmin.

"Ish! Baju ku tidak muat! Dan pakaianmu kenapa bahannya seperti ini semua sih? Kau tidak punya kaus yang warnanya terang apa?!" desis Sungmin.

Rupanya, Baju-baju yang Sungmin miliki sudah tidak muat dengan tubuhnya, mungkin karena pengaruh perutnya. Tapi Kyuhyun tersenyum melihat Sungmin ngomel-ngomel seperti tadi, itu seperti memperlihatkan sisi dari sikap Sungmin yang tidak pernah ia lihatkan, rupanya Sungmin cerewet juga ya? Haha..

"Aku memang tidak punya kaus berwarna terang.." jawab Kyuhyun.

Sungmin yang sedari tadi mengangkat dan merentangkan baju-baju Kyuhyun ditangannya, seketika langsung menjatuhkan pakaian-pakaian itu.

"Kenapa tidak bilang dari tadi sih?!" ujar Sungmin kesal.

"Memang kenapa dengan warna yang seperti ini?" tanya Kyuhyun sambil menunjuk baju serta kausnya yang berwarna gelap.

"Tidak tau.. Entah mengapa aku tidak suka melihat warnanya, apalagi memakainya :P" jawab Sungmin.

"Kau tidak suka warna gelap?" tanya Kyuhyun.

"Bukan begitu, aku tidak tahu, tiba-tiba saja aku tidak suka warna gelap.." ujap Sungmin sabil meipat baju-baju Kyuhyun.

"Hhm, bawaan bayi mungkin?" gumam Kyuhyun.

Sungmin mendelik.

Ia langsung melipat kembali, baju-baju Kyuhyun yang ia bongkar, dan meletakkannya kembali di dalam lemari, dan tentunya di bantu oleh Kyuhyun.

"Eh iya, bagaimana kalau kita beli baju saja?" tawar Kyuhyun.

"Beli baju?" Sungmin menoleh dan seperti memikirkan sesuatu. Hei.. Di sini dia adalah seorang shop a holic, kau tidak lihat berapa banyak benda berwarna merah muda yang ia bawa ke rumah Kyuhyun? Padahal tak jelas apa fungsinya, shop a holic mana tidak senang ditawari belanja.

"Tidak! aku tidak punya uang.." dengan terpaksa Sungmin menolaknya. Huh, kasihan..

"Hei, aku yang bertugas menafkahimu dan menyediakan segala keperluan dan kebutuhanmu, akan ku bayarkan, jadi... Kita belanja sekarang?" Kyuhyun memainkan alisnya, menaik turunkan alisnya sambil menatap Sungmin.

Sungmin memutar bola matanya.

"Baiklah jika kau memaksa.."

Kyuhyun segera mengambil handuk dan masuk ke dalam kamar mandi, sedangkan Sungmin yang sudah mandi dari tadi, menyiapkan sarapan.

Setelah sarapan, Sungmin dan Kyuhyun memakai mantel masing-masing, karena kemarin baru saja berlalu musim hujan, sekarang udara masih agak dingin, untuk ukuran di sana,, kalau di Indonesia sih, pasti sangat dingin, :P.

Mereka pun turun ke bawah. Kyuhyun menyiapkan mobilnya, dan mereka pun melesat ke pusat perbelanjaan.

Mereka sampai ke pusat perbelanjaan dengan cepat. Setelah Kyuhyun memarkirkan mobilnya, mereka pun berkeliling dan mengunjungi beberapa toko pakaian.

"Sekarang kita ke toko mana lagi?" tanya Kyuhyun bersemangat, entah mengapa, Sungmin yang di traktir, tapi malah dia yang senang.

"Hmm, itu ayo ke sana, tapi aku mau es krim itu.." tunjuk Sungmin sambil menunjuk ke sebuah toko.

"Es krim? Oh itu ada di toko sebelah sana, ayo..." Kyuhyun menggandeng tangan Sungmin. Sementara tangan lainnya membawa kantung-kantung belanjaan.

Sambil berbelanja Sungmin memperhatikan kesekelilingnya memandangi toko-toko itu satu per satu.

Namun tiba-tiba...

.

.

.

.

.

~to be continued~

Thanks banget buat reviewers di chapt sebelumnya, ini jawaban dari beberapa pertanyaan yang nongol lemaren..

.


.

Q: Author yeoja? umurnya berapa?
A: Iya yeoja, kelas 12, 96line, jadi itung sendiri umurnya yah, hehe..

Q: Eunhae ntar jadi couple ngga? Happy Ending kan?
A: Liat saja kelanjutannya buat chapt-chapt kedepan yaaa,, hehe

Q: Boleh minta nama fbnya ngga?
A: Lahaciyaaa, #plakkk,, cari sendiri aja yah, hehe..kalo di kasih tau ntar makin banyak alay yg nge-add -_-

Q: Boleh minta alamat wp-nya ngga? ff ini udah di post di wp kan?
A: FF ini BELUM PERNAH di post di wp, wp-ku sudah tak terurus, jadi dikasi tau juga gak bakal dapetin apa2 di wp-ku itu..

Q: Di setiap chapt apa selalu akan ada konflik?
A: Nggak kok, cuma di beberapa chapt aja ada konfliknya..

Q: Ini beneran 25 chapt?
A: 28 chapt tepatnya :)

.


.

Terima kasih banyak telah membaca FF ini, silahkan tinggalkan review jika berkenan :)

To know me more than this? just mention on twitter :)

Diniaulicious

1st published date of the 5th chapter: 27 maret 2011