Title : Love You Love Me
Pairing : KyuMin
Other Cast :
- Lee Hyukjae a.k.a Eunhyuk
- Lee Donghae
- For other chara, just find by your self
Warning : 1st M-Preg(Impossible thing). bahasa tidak sesuai EYD, Gaje, Misstypo, without editing, penggunaan kata-kata kasar, kebacotan author di beberapa bagian, NO BASHING!,, YOU DON'T LIKE? YOU MAY NOT READ THIS FF, AND GET OUT!
.
.
.
.
Happy Reading..^^..
.
.
.
Sambil berbelanja Sungmin memperhatikan kesekelilingnya memandangi toko-toko itu satu per satu.
Namun tiba-tiba...
.
"Eomma, eomma lihat, ada namja hamil.." ucap seorang anak pada eommanya.
Sungmin tersentak, suara itu berasal dari belakangnya. Kyuhyun disampingnya yang sedang mengantri membeli es krim, tidak terlalu memperhatikannya.
'GLEK'
_Part 6_
'GLEK' Sungmin menelan ludahnya.
'Aish, mau ku taruh dimana wajahku? Haiish, harusnya tadi aku menyamar sebagai yeoja..' batin Sungmin.
Perlahan ia menoleh kan kepanya ke belakang, ke sumber suara anak kecil itu.
"Hei, nak, apanya yang hamil, dia hanya namja gemuk, dan perutnya besar, dia bukan hamil" ucap eomma anak kecil itu.
Sungmin memiringkan kepalanya.
Rupanya yang dimaksud namja hamil itu bukanlah dia. Bocah itu menunjuk ke arah seorang namja berbadan besar, dan berperut buncit, yang sedang memakan beberapa snack berbeda jenis ditangannya, dan di pergelangan tangannya, terdapat kantung besar yang jelas sekali isinya juga makanan.
"Huufth.." Sungmin menghela nafas lega, ia memastikan keadaan perutnya, bentuk perutnya masih tersamarkan oleh mantelnya yang tebal. Ia juga mengenakan syal dilehernya, yang membuat setengah wajahnya agak tertutup.
Kyuhyun menatap Sungmin bingung."Kau kenapa?" tanya Kyuhyun.
Sungmin hanya menggeleng.
Setelah mereka mendapatkan es krim yang Sungmin inginkan, mereka berjalan lagi sambil memakan eskrim ditangan masing-masing.
"Masih mau ke toko yang itu? Atau mau ke toko lain?" tanya Kyuhyun, saat mereka mendekati toko yang awalnya ingin dikunjungi Sungmin.
Sungmin menatap toko-toko disekelilingnya. Lalu pandangannya berhenti pada satu toko.
"Minnie?" panggil Kyuhyun, karena Sungmin tidak menjawab pertanyaannya.
"Ayo ke sana.." Sungmin menarik tangan Kyuhyun, dan berjalan cepat ke arah toko yang sempat Sungmin perhatikan tadi.
.
.
"Ini ini! yang ini yang ini! Bagus!" seru Kyuhyun sambil menunjuk sebuah dress pesta khusus untuk ibu hamil, dress atau lebih tepatnya gaun yang agak tertutup, namun masih memberikan kesan elegan.
"Ish! Beli yang biasa saja! hanya untuk menyamar jika keluar rumah! Bukan untuk pesta-pesta!" sisi ibu rumah tangga Sungmin tiba-tiba muncul, ya kalau bahasa yang kurang lembutnya sih,, sisi CEREWET-nya tiba-tiba muncul..
Uups!, tanpa sengaja author memencet tombol caps lock saat menuliskan kata CEREWET.
"Yah, ayolah, yang ini, satuuu saja.." rengek Kyuhyun.
"Ya! kalau kau mau! Beli saja dan pakai sendiri! Ck! Aku heran kenapa sikapmu jadi manja seperti ini.." Sungmin kembali menyocokkan baju-baju hamil yang ia ambil di beberapa tempat dengan tubuhnya di depan cermin besar yang tersedia di toko itu.
Kyuhyun menekuk wajahnya, ia duduk di sebuah kursi yang cukup empuk, yaa seperti sofa di dekat cermin, Yang sebenarnya disediakan untuk para pembeli yang ingin mencoba sepatu yang dijual di sana.
"Semua cocok,, kau kelihatan cantik memakainya.." ucap Kyuhyun asal, padahal memang jujur sih.
"Ish! diam! Aku itu tampan!" ralat Sungmin.
"Huh, ya baiklah, kau tampan.." ucap Kyuhyun.
Sungmin tersenyum puas, sambil terus menyocokkan baju-baju itu pada tubuhnya.
"Tapi di banding tampan kau jauh lebih cantik.." gumam Kyuhyun, sukses membuat Sungmin menatapnya tajam.
"Aah, sudahlah, kita beli saja semua bajunya, kita makan.. Aku tahu kau pasti lapar" tebak Kyuhyun, seratus persen! tidak tepat!
Sungmin tidak lapar sama sekali, bahkan setelah ini, Sungmin berniat untuk ke salon, memotong rambutnya yang panjangnya, sudah lebih dari sebahu, itu membuatnya gerah dan kepanasan.
Setelah Kyuhyun membayar semua baju hamil untuk Sungmin. Mereka berdua pun memutuskan makan di restaurant jepang yang letaknya tak jauh dari pusat perbelanjaan.
Kyuhyun dan Sungmin masuk ke dalam restaurant tersebut, namun saat mereka hendak memilih kursi...
"Hei, itu kan Yoochun! Teman kerja ku, dia akan menikah lusa.." ujar Kyuhyun pada Sungmin.
"Cih! Aku juga mengenalnya.. Dia sahabatku sejak SMA.." ucap Sungmin ketus, dia belum menyadari adanya bahaya.
"Tunggu.. Yoochun di sini?" gumam Sungmin.
"HEI! YOOCH... hmmppphh!" Kyuhyun yang hendak memanggil Yoochun, tiba-tiba mulutnya di bungkam oleh Sungmin, dan Sungmin pun menarik Kyuhyun keluar dari restaurant itu.
"Ssst! Kita makan di tempat lain saja!" titah Sungmin. Sungmin langsung melangkah mendahului Kyuhyun, dan mencari restaurant lain.
.
.
"Yang ini, atau yang ini?" tanya Sungmin, sambil menyetarakan dua buah gaun pesta khusus ibu hamil di depan tubuhnya, ia meminta pendapat Kyuhyun tentang gaun mana yang harus ia beli.
"Kita beli dua-duanya!" seru Kyuhyun, ia semakin bersemangat, setelah makan di restaurant Itally, sekarang Sungmin baru saja menyetujui permintaan Kyuhyun tadi untuk membeli gaun.
"Aku hanya butuh satu Cho Kyuhyun." ujar Sungmin ketus.
"Hngghh, yang mana ya?" Kyuhyun mulai berpikir, ia mulai membayangkan seandainya Sungmin memakai gaun-gaun ditangannya itu.
"Hhmm, sudah kuduga, dua-duanya bagus dan membuatnya terlihat cantik.." gumam Kyuhyun pelan.
"Ish! Jangan kebanyakan menghayal! Mana yang bagus!" bentak Sungmin. Membuat Kyuhyun terpaksa melempar jauh angan-angannya.
"Oh iya, tunggu.. Eh? Itu yang itu!" seru Kyuhyun semangat!. Ia menunjuk bagian sebelah kanan Sungmin.
"Yang ini?" Sungmin mengangkat gaun biru muda yang ia pegang dengan tangan kanannya.
Kyuhyun menggeleng.
"Ish! Tadi kau bilang yang ini!" seru Sungmin kesal.
"Tidak maksudku yang itu.." Kyuhyun kembali menunjuk ke arah kanan Sungmin.
Sungmin mengerutkan dahinya, ia pun mengikuti arah pandang dan tunjukkanya Kyuhyun.
Rupanya Kyuhyun menunjuk ke arah kanan belakang Sungmin. Tepatnya, ia menunjuk sebuah gaun, berwarna pink soft, dengan bordiran mawar berwarna biru tua mengelilingi bagian bawah gaun yang panjangnya hanya selutut. Di tambah lagi, bagian karet yang terpasang di bawah dada tepat dia atas perut pasti membuat Perut buncit wanita hamil tersamarkan. Bentuk gaunnya tidak berlengan, hanya ada tali tipis berwarna transpar, sekilas seperti gaun kemben. Lalu sebagai penutup bahunya, dilengkapi dengan bolero warna sky blue dengan ornament bulu-bulu yang lembut di sekitar kerah.
"Eh? Boleh juga.." ucap Sungmin.
Kyuhyun pun dengan semangat langsung membeli gaun itu.
"Mau kemana lagi?" tanya Kyuhyun.
"Ke salon.." jawab Sungmin singkat.
"Ke salon? Eh? Kau mau potong rambut?"
Sungmin menggeleng.
"Lalu?"
.
.
Mereka pun sampai di salon yang Sungmin maksud. Salon yang sangat luas, yang juga menjual perlengkapan menyalon sendiri.
"Kau ke sebelah sana, dan beli kan beberapa wig wanita." titah Sungmin sambil menunjuk ke tempat perbelanjaannya.
"Oh, oke.." Kyuhyun meletakkan seluruh belanjaan mereka sebelumnya, di tempat penitipan barang di salon besar itu. Lalu membeli beberapa wig di tempat yang di tunjuk Sungmin, sementara Sungmin?
.
.
"Kau lama!" ujar Sungmin saat menghampiri Kyuhyun.
"Oh mian, aku memilah-milih dulu mana yang cocok untukmu.." ujar Kyuhyun sambil memperhatikan beberapa wig yang terpajang di sana.
"Ish! Sudah cepat! Aku mau pulang!" seru Sungmin tak sabaran.
"Iya sebentar aku kan...
Wooo!" Kyuhyun terkejut saat melihat Sungmin.
"Ish! Kenapa berseru seperti itu?! Bikin malu saja, ayo cepat.." Sungmin pun berjalan keluar salon terlebih dahulu.
Kyuhyun yang sedikit terkesima, langsung berusaha meraih kesadarannya kembali, lalu langsung mengambil wig tanpa berfikir terlalu lama, membayarnya di kasir, mengambil kembali barang-barangnya dipenitipan barang, dan langsung menyusul Sungmin.
Setelah dari salon tersebut mereka memutuskan untuk kembali ke rumah.
"Ya! Perhatikan jalannya! Jangan melihatku terus!" omel Sungmin, saat mendapati Kyuhyun terus memperhatikannya, padahal jelas sekali ia sedang menyetir sekarang.
" .. Y-Ye.." Kyuhyun pun mengalihkan pandangannya kedepan, namun masih sekali dua kali, ia memperhatikan Sungmin. Tapi selalu saja saat Kyuhyun mencuri pandang kepada Sungmin, saat itu juga Sungmin sedang memperhatikan Kyuhyun.
"Sekarang kenapa jadi kau yang memperhatikanku terus?" tanya Kyuhyun, yang agak mulai risih, diperhatikan seperti itu.
"Agar aku, dapat memastikan, kau tidak memperhatikanku lagi.." ucap Sungmin datar.
Mendengar jawaban Sungmin, Kyuhyun menekuk wajahnya.
"eh iya, by the way, kenapa tadi tiba-tiba kau setuju untuk membeli gaun?" tanya Kyuhyun.
"Haruskah aku menjawabnya.." ujar Sungmin.
"Ish! Harus!" seru Kyuhyun.
"Hhh~, itu adalah alat, agar aku bisa datang ke acara pernikahannya Yoochun, karena aku tidak mungkin datang sebagai seorang Sungmin, yang sedang dalam keadaan HAMIL.." jawab Sungmin, pada penakanan kata terakhir.
"Alat?"
"Ne, Yoochun adalah sahabatku sejak SMA, Yoochun, Aku dan Hyukjae, saling mengenal saat kami duduk di bangku kelas XI.. hmm,, beberapa hari yang lalu Yoochun menelphone-ku, dan bilang dia akan segera menikah.. Tapi aku berbohong, aku sedang berada di Daegu, dan tidak bisa datang.." jelas Sungmin panjang lebar.
Kyuhyun hanya mengangguk-ngangguk gaje, dan author di jok belakang, hanya cengo' melihat couple yang mulai akur, sedikit-demi sedikit ini.
"Tapi kenapa mesti berbohong? Padahal kau jelas sekali ingin datang kan?" tanya Kyuhyun, sambil sesekali melihat Sungmin.
"Kau bisa bertanya, tapi kau tidak perlu dengan sengaja mencuri pandang ke arah ku" ucap Sungmin tiba-tiba.
'Yah, ketahuan..' batin Kyuhyun.
"Hhh~, aku sangat ingin datang, tapi aku tidak mungkin datang ke sana, dengan keadaan yang sungguh menjadi pertanyaan banyak orang.." jawab Sungmin.
"Tapi kenapa kau mesti bilang bahwa kau sedang berada di Daegu?" tanya Kyuhyun, untuk yang kesekian kalinya.
"Kadang aku berfikir, kenapa bisa-bisanya Shin DongHee, lebih mempercayai 'kepintaranmu' di banding aku.." ujar Sungmin.
Kyuhyun menaikkan alisnya tak mengerti, jelas tadi ia bertanya apa, tapi Sungmin menjawab apa.
"Padahal, berfikir saja kau itu kelihatannya susah.." lanjut Sungmin.
#GUBRAKK!
Author terjengkang kebelakang mendengarnya, sedangkan Kyuhyun menahan diri untuk tidak ikut terjengkang kebelakang. Kalau dia ikutan terjengkang, siapa yang akan menyetir?
Kyuhyun hanya menahan diri,,
'Sabar, sabar, kau harus sabar pada orang hamil Kyuhyun.' batin Kyuhyun, ia hanya mengurut dada mendengar Sungmin berbicara terlalu jujur seperti itu.
"Hhh~, kau belum menjawab pertanyaanku tadi Minnie.." ujar Kyuhyun, sambil terus berusaha sabar menghadapi si mulut pisau ini.
"Oh iya, ya, aku terpaksa bilang aku sedang Daegu, hanya kota itu yang terpikirkan oleh ku saat itu. Kalau aku bilang aku sedang berada di Seoul, tapi aku tidak bisa datang, mau berbohong apa lagi aku padanya.." jelas Sungmin.
Kyuhyun kembali ngangguk-ngangguk gaje, sedangkan author, yang tadi nyungsep mulai melanjutkan cerita.
"Sekarang aku yang bertanya.." ujar Sungmin.
"Eh? "
"Kenapa kau berusaha memperhatikanku dari tadi?" tanya Sungmin.
"Nde?!"
"Jawab saja!" titah Sungmin.
"Tapi boleh aku bertanya satu hal lagi padamu?" pinta Kyuhyun hati-hati.
"Tidak!" jawab Sungmin.
"Yah, kalau begitu bagaimana aku bisa menjawab pertanyaan mu.."
"Ck! Yasudah cepat tanyakan! Sebeluma ku berubah pikiran lagi!"
"Kenapa kau mengecat warna rambutmu menjadi hitam?" tanya Kyuhyun.
Sungmin mendelik.
"Jadi ini yang membuatmu memperhatikan ku terus sedari tadi?" ujar Sungmin, sambil menunjukkan beberapa helai rambutnya yang sudah berubah warna.
Kyuhyun mengangguk.
"Memang kenapa?! Kau tidak suka?!" Sungmin meninggikan suaranya.
"Tidaak! Bukan itu maksudku! Aku suka! sangat suka!" seru Kyuhyun, sebelum akhirnya Sungmin mengomel-ngomel. Tapi setelah sadar apa yang baru ia ucapkan ia langsung menutup mulutnya.
'Aku suka! Sangat suka!' kata-kata Kyuhyun, kembali terngiang di telinga Sungmin.
Mendadak semburat rona merah terpampang di pipi Sungmin.
"Baguslah.." ujar Sungmin dengan nada datar. Ia memalingkan wajahnya, dan tidak memperhatikan Kyuhyun lagi.
Kyuhyun terkekeh kecil melihat Sungmin.
Sebenarnya tujuan utama Sungmin mengecat rambutnya ya,, supaya tidak mudah dikenali, karena selama ini, Sungmin itu dikenal karena tingkah agyeo-nya dan sifat sensitivenya, sementara physicaly ia dikenal memiliki wajah imut, dan identik dengan rambut pirang. Masalahnya jika ada yang mengenali dirinya, dengan keadaannya yang sekarang, baginya, bisa berabe..
.
.
~Malam hari~
"Huaa, hari yang melelahkan.." ujar Kyuhyun setelah ia menyikat gigi, dan mengganti bajunya dengan piyama. Ia hendak mendekati Sungmin yang baru saja menyelimuti tubuhnya dengan selimut.
"Mau apa lagi kau?!" tanya Sungmin ketus, sukses membuat Kyuhyun menghentikan langkahnya.
"Aku? Tidur.." jawab Kyuhyun, sambil menunjuk ke arah ranjang, tepatnya ke sebelah Sungmin yang masih kosong.
"Maksudmu? Tidur? Di sini? Dengan ku?" tanya Sungmin berurutan.
Kyuhyun mengangguk.
Secepat kilat, Sungmin melempar bantal yang terletak disampingnya, kepada Kyuhyun.
Sayang sekali, bantal itu..
.
.
.
.
.
Tepat sasaran..
Bantal nan empuk itu mendarat tepat di wajah tampan nan mempesona milik Kyuhyun. Seandainya itu gas elpiji 3 kilo, apa jadinya wajah tampan nan mempesona itu?
Dengan sikapnya yang seperti ini, sudah pasti Sungmin tidak ingin tidur bersebelahan dengan makhluk tampan seperti Kyuhyun.
"Aku harus tidur diluar lagi?" tanya Kyuhyun, sepertinya dia kecewa :P
"Jangan ganggu, aku ingin tidur!" ujar Sungmin ketus
"Tapi kan aku..."
"Ish.." Sungmin mengambil bantal dan selimutnya, lalu beranjak dari kasurnya, dan berjalan melalui Kyuhyun menuju pintu kamar.
"Tunggu dulu! Kau mau kemana?!" Kyuhyun menarik tangan Sungmin dan menahannya.
"Aku bilang aku ingin tidur dan tidak ingin di ganggu!" ujar Sungmin. Sambil memberontak dan berusaha melepaskan tangan Kyuhyun.
"Lalu sekarang kau ingin tidur di luar?! Kau gila!" Kyuhyun menarik Sungmin lalu menyuruhnya untuk duduk di kasur. Kyuhyun menarik selimut dan menutupi separuh badan Sungmin dengan selimut itu.
"Tidur lah, aku tidak akan mengganggu.." ujar Kyuhyun lembut.
Ia mengecup perut Sungmin den berjalan keluar kamar.
"Good nite, have a nice dream.." ucap Kyuhyun diselingi senyumat hangat, sebelum akhirnya ia keluar dari kamar.
'BLAMM'
"Haish! Aku ini kenapa lagi sih?!" gumam Sungmin. Ia menarik selimutnya hingga menutupi seluruh tubuhnya dan mulai tertidur.
'Hanadulset geudaega utjyo sumi meojeul geotman gatjyo
Geudae misoreul damaseo maeil sarangiran yorihajyo yeongwonhi
I love you (Love you) Love you
Love you (Love you) Love you yeah'
"Yeoboseyo?" Sungmin mengangkat telephone-nya yang sedari tadi berdering.
"Yeoboseyo? Sungmin-ah!" seru seseorang diseberang sana.
"Ye?" 'sepertinya aku kenal suara ini' batin Sungmin.
"Oh, Hyukjae? " ujar Sungmin begitu mengenali suara itu.
"Ne, ini aku Hyukjae..
Ya! Sudah kubilang panggil aku Eunhyuk!" titah Eunhyuk.
Sungmin terkekeh kecil..
"Hehe, oh ya tumben telephone.. Ada apa?" tanya Sungmin, sambil menikmati snacknya, dan menonton variety show.
"Oh itu! Besok Yoochun menikah!" seru Eunhyuk.
"Aku tahu.."
"Nde? Kau sudah tahu, lalu besok kau datang kan?" tanya Eunhyuk.
"Hah? Aku? Engghh, ss..sepertinya tidak.." jawab Sungmin terbata-bata.
"Ye? Waeyo.. -yaish! Aku sedang telephone!-" tanya Eunhyuk, dan sepertinya ia sedang berbicara dengan seseorang yang sedang bersamanya.
"Ah? A-Aku.. Oh! Ya kau sedang bersama seseorang?" Sungmin mengalihkan pembicaraan.
"Ye? Ah iya, aku sedang bersama... -ya! Sebentar dulu!- ## -Eunhyuk-ah! Izinkan aku ikut besok!-" belum sempat Eunhyuk menjawab, Eunhyuk sudah kembali ribut dengan seseorang di sana.
"Eh? Kau sedang bersama Donghae?" tanya Sunggmin, agak mengencangkan suaranya, karena suasana di tempat Eunhyuk, sepertinya semakin ribut.
"-yaish! Iya iyaa!- Ah? Sungmin-ah? Mianhae Donghae menggangguku.. ##-gomawo eunhyuk-ah!-##-yaiishh! Donghae-ah! Lepaskan! Jangan memelukku!-" Sungmin pun menjauhkan hendphone-nya dari telinganya, Eunhyuk dan Donghae terlalu ribut di telephone, di tambah lagi, sepertinya Donghae sekarang tengah memeluk Eunhyuk sebagai tanda terima kasih? Dan terdengar dari kata-katanya, Eunhyuk sudah pasti memberontak.
"Hei hei hei! Hyukjae, selesaikan dulu urusanmu dengan Donghae, baru telephone lagi.."
"-Ya! Donghae-ah!-" agaknya Eunhyuk tidak mendengarkan Sungmin barusan, ia terlalu sibuk dengan Donghae sekarang.
'piip' Sungmin pun mengakhiri panggilan telephone-nya, dan melanjutkan makan snack-nya serta menonton televisi..
.
.
.
.
.
.
.
~to be continued~
Terimakasih banyak buat reviewers di chapt sblmnyanya, dan terima kasih telah membaca chapt 6 ini :)
.
.
Q: kalo emang ff-nya udah tamat kenapa nggak di post langsung sampe tamat aja?
A : Ntar keenakkan siders-nya dongs, jadi post satu2 aja. :)
Q: author lebih suka menggunakan sudut pandang orang ketiga ya?
A: bisa dibilang, lebih tepatnya aku lebih suka menggunakan satu buah sudut pandang saja, entah dari pelaku pertama ataupun orang ke tiga.. Aku memutuskan menggunakan satu sudut pandang saja untuk satu judul cerita, setelah fict chapter pertama-ku tamat,, karena kalo nulis FF dg sudut pandang yang berubah-ubah, jadinya rempong bacanya juga risih, bentar2 POV si A, trus POV si B.. jadi aku lebih suka menggunakan satu sudut pandang aja :)
.
.
tadinya sempet mikir berkali-kali buat update kilat, soalnya siderds-nya merasa damai banget tuuuhh, tapi karena banyak permintaan pdate kilat, akhirnya aku kabulkan juga.. jadi tolong yaa, chapt 6 kan udah di post nih,, review-nya bisa kalii, hehehe...
Diniaulicious
1st published for 6th chapt: March 27, 2011
