Title : Love You Love Me
Pairing : KyuMin
Other Cast :
- Lee Hyukjae a.k.a Eunhyuk
- Lee Donghae
- For other chara, just find by your self
Warning : 1st M-Preg(Impossible thing). OOC, bahasa tidak sesuai EYD, Gaje, Misstypo, without editing, penggunaan kata-kata kasar, kebacotan author di beberapa bagian, NO BASHING!,, YOU DON'T LIKE? YOU MAY NOT READ THIS FF, AND GET OUT!
A/N: sebelumnya cuma mau bilang, buat pertanyaan yang nongol dua kali/ lebih di review, nggak akan aku jawab lagi ya, misalnya kayak hubungan EunHae, umur aku, perasaan KyuMin, aku udah pernah jawab sebelumnya, jadi bisa diliat lagi Question Answer di chapter-chapter sebelumnya. Thanks.
.
.
.
.
Happy Reading..^^..
.
.
.
Happy Reading..^^..
"Hei Yoochun-ah.." panggil Eunhyuk.
Yoochun bersama sang istri Song SooHyun (author tegaskan lagi, ini bukan Seohyun SNSD atau OC buatan author,, ini minjem nama dari DBSK banjun drama) yang baru saja selesai berbincang-bincang dengan tamu lain, menoleh ke arah sumber suara.
"Hyukjae-ah? Kau datang?!" seru Yoochun. Eunhyuk dan Yoochun pun saling berpelukkan sebentar untuk melepas rasa rindu.
"Chukkaeyo! wah kau mendahului ku ya,, hehe.." ujar Eunhyuk.
"Hehe, Gomapta Hyuk" ujar Yoochun malu-malu.
"Hei Soohyun, kau pasti senang ya, bisa menikah dengan pujaan hatimu sejak SMA" goda Eunhyuk pada Soohyun.
"Yaish! Kau ini!" seru Soohyun pada Eunhyuk.
Mereka pun tertawa bersama.
Hah! Reuni SMA...
"Oh ya, apa Sungmin masih berada di Daegu? Sayang sekali dia tidak bisa datang." tanya Yoochun, yang sepertinya cukup kecewa.
"Hah? Sungmin? Dia di Daegu? Dia dat... Hhmpph!"
_Part 8_
"Hai Yoochun-ah, Chukaeyo!" tiba-tiba Kyuhyun datang, dan membungkan mulut Eunhyuk dengan PSP-nya,, #RALAT! Iih! Sayang PSP mahal-mahal, buat nyumpel mulut laki gue!
Tiba-tiba Kyuhyun datang, dan membungkam mulut Eunhyuk dengan tangannya, dan mengucapkan selamat pada Yoochun.
"Eh Kyuhyun-ah? ye, Gomapta.."
Kyuhyun pun melepaskan bungkamannya, dan mendorong Eunhyuk kebalakang, setelah itu berbasa-basi ria dengan Yoochun dan Istri-nya.
Sementara Eunhyuk langsung di tarik oleh Sungmin.
"Pokoknya jangan katakan pada siapapun kalau aku ini Sungmin!" titah Sungmin.
"Tapi kenapa?" tanya Eunhyuk.
"Yaish! Bisa hancur imageku, kalau seluruh dunia tahu, bahwa seorang Lee Sungmin memakai pakaian wanita hanya untuk pergi ke acara seperti ini! Pokoknya jangan beritahu siapa pun mengerti?!"
Eunhyuk mengangguk.
"Oh, ya, lebih baik kau beritahu Donghae.." ujar Sungmin sambil menunjuk ke arah Donghae yang sibuk mencomot makanan sana sini.
"Okeeh," Eunhyuk mengacungkan ibu jarinya, dan pergi ke arah Donghae.
Sementara Sungmin mulai bernapas lega, ia pun segera menghampiri Kyuhyun.
"Haha, iya begitulah.. Eh Minnie.." ujar Kyuhyun yang masih berbasa-basi pada Yoochun, kemudian, Sungmin datang dan berdiri disampingnya.
"Hei Yoochun-ah! Chukae!" seru seseorang si belakang KyuMin.
"Youngwoon-ah! Haha, Gomapta.." Youngwoon datang menghampiri Yoochun dan Istrinya begitu juga dengan KyuMin, lalu menyalami Yoochun dan Soohyun.
"Hei, Kyuhyun-ah, kau datang.."
"Ne," Kyuhyun tersenyum menanggapi Youngwoon
"Eh, ini istrimu? Hua, neomu yeppeo.." ujar Youngwoon, sambil melirik ke arah Sungmin.
"Istri? Kyuhyun-ah, memang kau kapan menikah?" kini Yoochun bertanya pada Kyuhyun.
"oh iya, kenalkan dia, Lee S... Lee Min-Ah?, ya, namanya Minah, dia... Dia..."
"Lee Min-Ah, calon istri Kyuhyun.." ujar Sungmin memotong kata-kata Kyuhyun yang terbata-bata. Kyuhyun memandang Sungmin terkejut.
'Suaranya?' batin Kyuhyun, bagaimana tidak, Sungmin sengaja mengubah suaranya menjadi lebih halus, persis seperti suara wanita.
"Ya, dia calon... Istriku..." Ujar Kyuhyun sambil menatap ke arah Sungmin.
Sedangkan Sungmin menatap Yoochun, Soohyun, serta Young woon, sambil tersenyum manis.
"Youngwoon, Kim Young woon" Youngwoon duluan lah yang menyodorkan tangannya pada Sungmin. Sungmin menyalami Youngwoon dengan ramah.
"Oh ya selamat atas pernikahan kalian.." ujar Sungmin sambil menyalami Yoochun dan Soohyun.
"Wajahmu mirip salah satu teman SMA ku, namanya Lee Sungmin, tapi dia namja.." ujar Soohyun, ketika Sungmin menyalami tangannya.
'DEG!'
Kyuhyun dan Sungmin tersentak mendengarnya.
"Lee Sungmin? Lee Sungmin yang mantan manager dulu itu?" ujar Youngwoon.
Sungmin melirik ke arah Youngwoon tajam.
"Eh? Masa? Kau ini ingat saja wajahnya Sungmin.." ujar Yoochun pada Istrinya.
"Tentu saja, waktu SMA kan aku pernah menyukainya.." ucap Soohyun jujur, dan sengaja juga sih, untuk membuat Yoochun cemburu.
"Kau?! Ish, lagi pula mana mungkin Sungmin secantik ini, wajah Sungmin itu kan bulat (Sungmin mendelik)sedangkan calon istrinya Kyuhyun itu wajahnya cantik dan enak di pandang.." ujar Yoochun yang juga sengaja membuat istrinya ikut cemburu.
"Yoochun-ah!" seru Soohyun yang mulai terpancing cemburu.
Sedang kan Sungmin yang sedari tadi jadi bahan pembicaraan, hanya mendelik menatap kedua pasangan baru ini kesal. Dan Kyuhyun hanya terkekeh melihat Sungmin.
"Tapi tetap yang paling cantik itu adalah kau.." ujar Yoochun pada Istrinya. Gombal. :P
"Dan juga walau waktu SMA aku sempat suka Sungmin, tapi sekarang yang kusukai dan kucintai hanya kau.." Kini Istrinya yang gombal pada Yoochun.
"Ayo pulang, sebelum ada lagi yang hampir mengenaliku.." bisik Sungmin pada Kyuhyun.
Kyuhyun mengangguk.
.
.
"Hubungan tanpa status?"
"Apa kalian akan terus menerus tidak punya hubungan seperti ini?"
Tiba-tiba perkataan Donghae dan Eunhyuk yang pernah Kyuhyun tidak sengaja dengarkan, berputar kembali kembali ke otaknya. Entah mengapa ia jadi memikirkan pertanyaan itu, setelah dari pernikahan Yoochun tadi.
Entah sudah berapa kali merubah gaya duduk, atau tidurnya di atad sofa, garaa-gara memikirkan hubungannya dengan Sungmin.
"Haduuuh,, sudah satu bulan lebih Sungmin tinggal di sini, tapi kenapa baru sekarang aku memikirkan ini" gumam Kyuhyun.
Sungmin sekarang mungkin sudah tidur dikamarnya. Tapi hari sudah larut, bocah satu ini masih terguling-guling di sofa. Entah mau bagaimana posisi tidurnya. Yang jelas malam ini waktu tidurnya sangatlah kurang.
Sudah satu minggu setelah hari pernikahan Yoochun. Kyuhyun semakin tidak tenang pikirannya selalu bertanya-tanya, Sungmin pun yang sadar akan berubahnya sikap Kyuhyun yang mudah lelah dan sangat ceroboh pun juga bingung. Tapi ia tidak menanggapinya. Baginya Kyuhyun bisa mengatasi masalahnya sendiri.
Suatu malam, Kyuhyun sudah tidak bisa menahan isi otakknya yang terlalu rumit, pertanyaan demi pertanyaan malah semakin menghantuin dan bertambah diotaknya.
"Tidak ada jalan lain! Ya! Aku memang seharusnya melakukan itu dari awal." ucap Kyuhyun mantap. Ia pun membenarkan posisi tidurnya, dan mulai tertidur lelap.
.
.
Seperti pagi yang sama, ketika Sungmin bangun dari tidurnya, Kyuhyun masuk ke dalam kamar dan membawakan sarapan serta susu hangat untuknya.
"Pagi.." sapa Kyuhyun.
Sungmin tidak menjawab sapaannya, ia hanya membawa dirinya duduk si atas kasur. Ia masih sangat mengantuk.
"Ini sarapanmu, makanlah yang banyak.." ujar Kyuhyun sambil memberikan mangkuk bubur pada Sungmin, dan meletakkan susu hangatnya di meja samping tempat tidur.
Sungmin menyambut mangkuk itu, dan makan perlahan. Sementara Kyuhyun hanya memandangi cara makan Sungmin.
"Saat kau bangun tidur, kau seperti perempuan" ujar Kyuhyun, sambil tersenyum.
Sungmin hanya menatapnya tajam sejenak, lalu melanjutkan makannya.
"Cantik" lanjut Kyuhyun.
Mendengar Kyuhyun memujinya seperti itu, Sungmin menghentikan makannya sejenak.. Lalu menggelengkan kepalanya.
"Sudah kukatakan berkali aku ini..."
"Kau tampan" lanjut Kyuhyun yang memotong kalimat Sungmin.
Sungmin menangguk dan tersenyum puas.
"Tapi seberapa tampannya dirimu, aku akan tetap menganggapmu cantik" ujar Kyuhyun.
"Hei! Aku ini namja!" seru Sungmin.
"Ya, kau namja, aku tahu dan sadar akan itu."
"Jadi aku bukan yeoja yang bisa tersipu malu saat kau bilang cantik tiap harinya, jadi berhentilah menyebut aku cantik." ujar Sungmin sambil melanjutkan makannya.
"Aku tidak berharap kau tersipu malu saat aku bilang kau cantik, karena kenyataannya mana ada namja yang senang jika dibilang cantik, tapi aku mengatakan kau cantik... Ya karena kau memang cantik, kau adalah namja tercantik dari pada semua namja yang pernah kutemui. Jadi aku tidak akan pernah bosan mengatakan bahwa kau cantik.." ujar Kyuhyun panjang lebar.
Sungmin yang sudah terlanjur badmood gara-gara khotbah Kyuhyun, hanya memutar bola matanya "Terserahlah.."
Sungmin selesai dengan sarapannya, Kyuhyun mengambilkan susu yang masih hangat, lalu memberikannya pada Sungmin.
Sungmin mulai meneguk susu hangatnya.
"Eh, Sungminnie" panggil Kyuhyun hati-hati.
"Hngh?"
"Bagaimana kalau kita menikah?"
"BBBBRRRR..." mendengar Kyuhyun mengucapkan kalimat tersebut, Sungmin langsung menyembur susunya yang baru saja masuk ke dalam mulutnya. Kyuhyun yang sedang berada tepat dihadapannya, secepat mungkin mengelak dari semburan itu. Sayang sekali jika kemejanya yang sudah rapi harus basah karena semburan Sungmin.
Hei! Cho Kyuhyun! Seharusnya di adegan ini, semburannya tepat mengenai wajahmu!
"Menikah?!" ucap Sungmin.
Kyuhyun mengambil sapu tangan dari sakunya, dan melap bibir Sungmin yang belepotan susu semburannya tadi.
"Iya, menikah, habis, aku juga bingung dengan hubungan kita sekarang, kita sudah jelas bukan pasutri, sepasang kekasih pun juga bukan, teman? Mana pernah kau menganggapku teman.. Tapi, sekarang, kau sedang mengandung anakku... Jadi kita menikah saja ya?" tawar Kyuhyun. Hmm, sepertinya bukan tawaran, tepatnya ajakkan.
"Apa jadinya kalau aku menikah denganmu.." gumam Sungmin yang masih tercengang.
"Kumohon, menikahlah denganku.. Aku tidak bisa membiarkan pertanyaan demi pertanyaan tentang hubungan kita yang seperti ini dan begitu saja, terus mengahantui pikiranku.." ujar Kyuhyun sambil menggenggam erat tangan Sungmin.
Sungmin berpikir sejenak, ya benar juga kata Kyuhyun, hubungan mereka saat ini memang tidak jelas. Tapi apa harus menikah? Hello Sungmin, kalian memang harus menikah sejak awal!
Sungmin teringat akan pertanyaan-pertanyaan yang pernah diutarakan Eunhyuk dan Donghae tentang hubungan mereka. Ia juga teringat akan bingungnya Ia memperkenalkan Kyuhyun pada Eunhyuk dan Donghae, begitu juga Kyuhyun yang memperkenalkannya dengan Youngwoon, Yoochun, dan Soohyun. Ya walau jelas Sungmin sudah mengenalnya.
"Kalau begitu kapan kita menikah?" tanya Sungmin.
"Ne?"
"Ya, kita menikahnya kapan? dan aku hanya mau kita menikah di gereja tanpa tamu, ya kalau mau, cukup Eunhyuk dan Donghae." ujar Sungmin.
"K-kau mau menikah denganku?" tanya Kyuhyun terbata-bata.
"Ck! Sebelum aku berubah pikiran!" ucap Sungmin.
'SREEETT' Kyuhyun memeluk Sungmin tiba-tiba.
"Gomawo.." ujar Kyuhyun senang.
"Hmm, ne.." Sungmin juga membalas pelukkan Kyuhyun.
"Oh, sudah jam 7.." Kyuhyun dan Sungmin melepaskan pelukkan mereka.
"Chagi, Appa pergi kerja dulu ya, Appa titip Eomma-mu.." Kyuhyun mengecup perut Sungmin.
"Jaga anak kita.." ucap Kyuhyun pada Sungmin.
Sungmin mengangguk.
"Aku pergi kerja dulu, chu~" Kyuhyun mengecup kening Sungmin, lalu berangkat bekerja.
"Dasar.. Semangat sekali dia.."
.
.
"Cho Kyuhyun, apa anda bersedia menerima dan mencintai Lee Sungmin sebagai pasangan hidup anda, dikala sedih maupun senang, sampai maut memisahkan kalian"
"Ya, saya bersedia"
"Dan Lee Sungmin, apa anda bersedia menerima dan mencintai Cho Kyuhyun sebagai pasangan hidup anda, dikala sedih maupun senang, sampai maut memisahkan kalian"
Sungmin masih diam sejenak, sesekali ia melirik ke arah Kyuhyun yang menatap lurus kepada sang pendeta. Ia menggigit bibirnya sambil mempersiapkan dirinya mengucapkan janji sakral itu.
.
.
.
"Ya... Saya..
.
Bersedia"
"Baiklah sekarang kalian sah sebagai sepasang Suami-Istri(?) kalian bisa bertukar cincin dan berciuman" ucap pendeta kurang lebih seperti itu, mengakhiri acara pemberkatan, berhubung authornya gak ngerti jadi anggap saja seperti itu.
Kyuhyun dan Sungmin pun saling bertukar cincin. Setelah mereka bertukar cincin...
"Hei, kau yakin kita harus berciuman?" bisik Sungmin.
"Kata pendetanya sih gitu..." ucap Kyuhyun pelan.
"Kissu, kissu, kissu, kissu..." seru Donghae dan Eunhyuk sambil menepuk-nepuk tangan mereka.
Sungmin dan Kyuhyun menoleh kearah mereka berdua. Sungmin menatap EunHae tajam.
Seketika Eunhyuk langsung menghentikan tepukkan tangan dan suaranya.
"Kissu, kissu, kissu.." seru Donghae yang masih menepuk-nepuk kedua tangannya.
"Sssst, sssstt.." desis Eunhyuk sambil menyikut-nyikut lengan Donghae.
"Apaaan sih?!" seru Donghae.
Eunhyuk mengajukkan dagunya ke arah Sungmin.
Donghae pun melihat kearah yang di tunjuk Eunhyuk.
Seketika pula, ia langsung membetulkan posisinya, dan berhenti bertepuk tangan, maupun bersuara.
"Ekhem..."
Pendeta yang sedari tadi menunggu mereka pun berdehem, agar cepat-cepat menyelesaikan pernikahan ini.
'Chup!'
Sungmin mengecup bibir Kyuhyun.
Kyuhyun membelalakkan matanya tak percaya.
Acara pernikahan pun selesai, Kyuhyun dan Sungmin sudah resmi sebagai pasangan Suami-Istri, atau Suami-Suami? Ya what ever, who cares? :P..
Setelah itu mereka melakukan pemotretan, ya sebagai kenang-kenangan mungkin?
.
.
"Hah, melelahkan sekali.." ujar Suungmin sambil membawa dirinya duduk di bangku taman.
"Apa kau ingin istirahat? Aku tidak keberatan kalau kau ingin pulang sekarang.." tawar Kyuhyun, sambil duduk di samping Sungmin.
Sungmin menggeleng.
"Aniya, aku hanya butuh udara segar" ucap Sungmin sambil menutup matanya.
"Oh iya, apa tadi pendetanya curiga ya?" lanjut Sungmin.
"Kurasa tidak, kau sangat cantik hari in,, dia tidak akan menyadari bahwa kau seorang namja" ujar Kyuhyun.
Ya benar, saat ini Sungmin memang kembali menyamar menjadi seorang wanita, usia kandungannya yang dua minggu lagi akan menginjak usia 3 bulan itu sudah membuncit, jika keluar rumah Sungmin tidak bisa lagi menjadi seorang namja biasa. Mau tidak mau ia harus menyamar sebagai yeoja, agar tidak dicurigai orang.
"Oh, hhh~ Tidak pernah terpikirkan olehku, bahwa aku akan hamil dan menikah dengan seorang namja" gumam Sungmin.
"Apa kau menyesalinya?
.
.
.
.
~to be continued~
khusus buat reader yang mereview ff ini dari chapter2 sebelumnya tolong hargai chapter ini sebelum membaca chapter 9, dengan mereview, thanks :)
Diniaulicious
1si published for chapter 8: April 3rd, 2011
