Title : Love You Love Me

Pairing : KyuMin

Other Cast :

- Lee Hyukjae a.k.a Eunhyuk

- Lee Donghae

- For other chara, just find by your self

Warning : 1st M-Preg(Impossible thing). OOC, bahasa tidak sesuai EYD, Gaje, Misstypo, without editing, penggunaan kata-kata kasar, kebacotan author di beberapa bagian, NO BASHING!,, YOU DON'T LIKE? YOU MAY NOT READ THIS FF, AND GET OUT!

.

.

.

.

Happy Reading..^^..

.

.

.

'JLEGEEERRR'

"Petir..." gumam Kyuhyun dari dalam mobil, saat tiba-tiba mendengar suara petir.

"OH MY GOD! SUNGMIN!" seru Kyuhyun, saat mengingat, bahwa Sungmin trauma dengan petir.

Dengan cepat Kyuhyun menancap gas mobilnya, menuju apartment-nya.

Hujan sangat deras! Kyuhyun terjebak macet, dengan bodohnya ia meninggalkan handphone-nya di rumah. Yang dipikirkannya sekarang hanyalah keadaan Sungmin sekarang. Sungmin! Sungmin! Dan Sungmin!

Part 10

Kyuhyun menghentikan mobilnya sejenak di dekat box telephone umum, berniat menelphone SUngmin di rumah, Namun ketika ia merogoh sakunya, hanya uang bernominal besar yang ada, uang koinnya telah habis ia gunakan untuk menelhone teman-temannya tadi di box telephone umum lainnya. Ia kembali masuk ke dalam mobil dengan cepat, dan menjalankan mobilnya menuju apartment, sungguh pikirannya kalut saat ini, sementara jaraknya sekarang dengan apartment tidak dalam posisinya yang cukup dekat.

'Sungmin-ah, gwaenchanikka? Mian...'

.


.

Kyuhyun berlari dengan cepat, setelah memarkirkan mobilnya sembarangan. Ia tidak peduli dengan keadaannya yang basah gara-gara hujan. Ia hanya ingat Sungmin dan bayinya. Hanya itu yang ada diotaknya saat ini. Bahkan Ia sudah tidak mengingat bahwa Sungmin tadi telah meminta Ubur-ubur goreng.

Dengan cepat Kyuhyun berlari, dan menerobos pintu lift yang hampir tertutup. Tidak dihiraukannya, orang-orang yang menatapnya bingung, setelah sampai pada lantai sebelas, tak tanggung-tanggung. Beberapa kali ia terpeleset, karena sepatunya yang licin, begitu sampai di depan pintu apartmentnya. Tanpa basa basi, ia langsung masuk ke dalam.

Tak ada petir saat itu, Sungmin tidak berteriak. Kyuhyun tidak menemukannya di ruang tamu, di dapur, balkon, dan tempat-tempat lain.

Ia yakin Sungmin berada di kamar. Segera ia membuka pintu kamar secara kasar.

'BRAAKKK'

"Sungmin!" teriak Kyuhyun.

Yang dipanggil, langsung lari kearahnya, dan memeluknya erat, sangat erat.

"Kyuu~" lirih Sungmin.

Kyuhyun membalas memeluknya erat.

"Mianhae, Minnie, Jeongmal Mianhae, aku tidak tahu kalau akan terjadi hujan seperti ini.. Jeongmal mianhae.." ucap Kyuhyun sambil mengelus punggung Sungmin, dan sesekali mengecup pucuk kepala Sungmin.

"Baguslah kalau kekasihmu sudah datang" ucap seorang namja tiba-tiba mengagetkan Kyuhyun.

Ia sama sekali tidak menyadari bahwa ada orang lain di sana.

Namja yang sedikit lebih tinggi dan lebih kurus dari Kyuhyun itu, beranjak dari kursi di samping tempat tidur. Lalu berjalan mendekati Kyuhyun dan Sungmin.

"K-kau siapa?" tanya Kyuhyun. Wajah namja ini sangat asing baginya.

"Aku? Haha, aku Kim Jungmo kau bisa tanya data selengkapku dari Sungmin. Baiklah, ku rasa Sungmin sudah tidak membutuhkanku malam ini. Aku permisi dulu, aku akan berkunjung lain waktu.." ucap namja bernama Jungmo itu, ia menepuk bahu Kyuhyun, kemudian berlalu dari hadapan Kyuhyun dan Sungmin.

'Siapa dia? Apa.. Temannya Sungmin?' batin Kyuhyun.

.


.

"Mulai malam ini, sampai seterusnya, aku ingin tidur denganmu.." ucap Sungmin dengan nada bergetar.

"Eh? Berarti aku boleh tidur disini?" tanya Kyuhyun.

Kyuhyun dapat merasakan Sungmin mengangguk dalam pelukannya.

"Dengan senang hati.." ucap Kyuhyun sambil meletakkan dagunya di kepala Sungmin.

"Oh iya.." seru Kyuhyun, ia mengangkat kembali dagunya. Lalu menatap Sungmin yang sedang berbaring disamping dan bersandar didadanya.

"Ehm, Sungmin?" panggil Kyuhyun, memastikan Sungmin sudah tidur atau belum.

"Ne?"

"Belum tidur?" tanya Kyuhyun.

"Sudah!"

"Eh? Kau sudah tidur?"

"Ya belum lah! Kalau sudah, bagaimana bisa aku menjawabmu.." ujar Sungmin ketus.

Kyuhyun tersenyum, seketika ia merasa bodoh sejenak.

Kyuhyun menangkat dagu Sungmin, dan membawa Sungmin menatap matanya.

"Mianhae.." ucap Kyuhyun.

"Mianhae? Untuk apa?" tanya Sungmin.

"Ehmm, aku pulang tanpa membawa ubur-ubur itu" jawab Kyuhyun, merasa tidak enak.

"Ubur-ubur? Ohh.. Gwaenchana, aku sudah tidak ingin, lagi pula aku sudah makan nasi goreng tadi.." ujar Sungmin sambil tersenyum.

Aneh! Tadi baru ngomel, sekarang udah adem lagi.

"Hah, sepertinya aku bukan suami yang baik ya.. Mengabulkan permintaanmu saja tidak bisa." ucap Kyuhyun, sambil menundukkan kepalanya.

"Ya, aku rasa juga seperti itu" timpal Sungmin.

Makin membuat Kyuhyun merasakan yang namanya 'Sudah jatuh ketiban tangga terguling-guling ketabrak pohon kejatohan duren'.

"Just kidding.." ucap Sungmin tiba-tiba.

Kyuhyun menghela nafas lega. Fiuuh!

"Tapi, tunggu dulu siapa yang suami di sini?!" seru Sungmin, tidak terima.

"Hhm, aku?" jawab Kyuhyun hati-hati.

"YA! Kenapa harus kau?! Aku juga namja disini!" ujar Sungmin minta penjelasan.

"Hmm, karena kau yang mengandung anak kita, dan karena aku yang lebih berani mungkin?" jawab Kyuhyun asal.

"YA! Kata siapa kau lebih berani dibanding aku?!"

'JLEGERRR'

"AAA!" Sungmin langsung memeluk Kyuhyun erat, dan membenamkan kepalanya di dada Kyuhyun.

"Sekarang siapa yang lebih berani?" tanya Kyuhyun dengan sedikit meremehkan.

Sungmin tidak menjawab, ia hanya memeluk Kyuhyun sangat erat, dengan tubuh yang bergetar.

"Sudah, tenanglah, ada aku disini.. Jangan terlalu kencang memeluknya, kasihan anak kita.." ucap Kyuhyun, sambil mengelus lembut rambut hitam Sungmin.

Sungmin mulai sedikit mengendorkan pelukannya.

"Pokoknya aku masih tidak terima jika aku yang menjadi istri!" ucap Sungmin sambil mendongak menatap Kyuhyun.

"Sudah lupakan saja, hari sudah larut.. Lebih baik kita tidur.." ucap Kyuhyun mengalihkan pembicaraan.

Sungmin menggeleng.

"Tidak! Aku masih belum terima! Masa aku yang dijadikan istri mentang-mentang aku lebih penakut dan aku yang hamil?! Aku ini juga namja, dengan begitu aku juga berhak menjadi suam... Hmph!"

Belum sempat Sungmin menyelesaikan ceramahnya, Kyuhyun sudah membungkan bibir Sungmin dengan bibirnya.

'JLEGERRR'

Suara petir, seakan tak mendengar, Sungmin masih tetap dengan posisinya. Ia tidak membalas ciuman Kyuhyun, ia hanya memejamkan mata, dan meletakkan kedua tangannya di leher Kyuhyun.

"Sekarang tidur lah.. Sudah malam, kita lanjutkan urusannya besok.." ucap Kyuhyun setelah melepaskan bibirnya dari bibir Sungmin.

Sungmin menangguk cepat, lalu menyusupkan kepalanya di balik bahu Kyuhyun, untuk menyembunyikan wajahnya yang sudah merah merona.

Sedangkan Kyuhyun hanya tersenyum malu-malu saat mengingat perbuatannya barusan.

.


.

"Iya (...) Kalau besok sudah tidak hujan, saya pasti besok masuk (...) Anda bisa memotong gaji saya kalau mau, hahaha.. (...) Anda memang bos yang paling pengertian hehe.. (...) Hahahaha, iya, jeongmal gamsahamnida Shin Dong-sshi" Kyuhyun pun menutup telephone-nya.

Pagi ini ia sengaja menelphone atasannya Shindong, untuk minta izin tidak masuk kerja hari ini, hari masih hujan, ia tidak mungkin meninggalkan Sungmin sendiri di rumah. Untung saja ia cukup akrab dengan Shindong, jadi tak sulit baginya untuk minta izin bolos hari ini.

Setelah menutup telephone-nya, Kyuhyun pun mulai beranjak menuju ruang TV. Sungmin sedang duduk di sofa, menonton dvd, sambil memeluk toples besar berisi popcorn.

"Sedang apa?" tanya Kyuhyun lembut, sambil duduk di samping Sungmin dan merangkul bahu sang Istri, wait! Sungmin masih belum terima jika di anggap Istri, dia masih bersi keras di anggap Suami, hanya karena status gendernya yang namja. Padahal jika aku mau, aku bisa saja mengubahmu menjadi wanita di fiksi ini.

"Haruskah aku menjawabmu?" balas setengah bercanda Sungmin sambil menyenderkan kepalanya di bahu Kyuhyun.

"Huh, aku bosan mendengar pertanyaan itu." keluh Kyuhyun sambil mengelus rambut Sungmin yang agak gondrong.

"Tapi aku tidak pernah bosan untuk mengucapkannya.." balas Sungmin, setelah itu memasukkan beberapa butir popcorn kedalam mulutnya.

Kyuhyun tersenyum kecil, melihat tingkah Sungmin.

"Kau masih bersi keras untuk menjadi suami?" tanya Kyuhyun tiba-tiba.

Sungmin mengangguk, ia menatap layar televisi, dengan terus memasukkan popcorn-popcorn itu ke dalam mulutnya.

"Tapi kan kita tidak mungkin menjadi sepasang suami dan suami, masa aku yang jadi Istrinya? Jelas aku yang lebih tinggi, aku yang lebih berani, aku yang lebih tampan..."

"YA! Kau boleh lebih tinggi dan lebih berani! Tapi untuk tampan! Aku melebihimu!" seru Sungmin memotong kata-kata Kyuhyun.

"Ehm, baiklah, kita cancel yang bagian tampan." ucap Kyuhyun.

"Jadi bagaimana?" tambah Kyuhyun.

"Kenapa jadi kau yang bertanya padaku?!" seru Sungmin.

"Hhhh~" Kyuhyun menghela nafas panjang.

Sungmin masih tetap asik dengan acara Televisi dan popcornnya yang tidak habis-habis sedari tadi, membuat Author ikutan kepengin makan popcorn #abaikan. Sementara Kyuhyun hanya asik melihat Sungmin disampingnya, tampang innocent-nya, saat memasukkan popcorn-popcorn itu kedalam mulutnya dalam jumlah banyak, tak mampu membuat Kyuhyun menahan senyumannya, untuk tidak tersungging dibibirnya.

"Hh~ baiklah, aku akan mengalah" ucap Kyuhyun.

Sungmin mengangkat kepalanya menatap Kyuhyun.

"Kau bisa menjadi suami" ucap Kyuhyun ikhlas.

"Jinjayo?!" seru Sungmin.

"Ehm, maksudku, memang sudah seharusnya begitu.." lanjut Sungmin, sok slow down.

Kyuhyun hanya tersenyum tipis mendengarnya. Sungmin melanjutkan nontonnya, entah apa yang ia tonton.

"Yaah! Popcornnya habis! T_T" seru Sungmin kecewa.

Author pun bersorak sorai, mengibarkan Sang Merah Putih, membacakan proklamasi, serta mengesahkan UUD'45(?). Akhirnya, Author bisa berhenti ngarep.

"Masih banyak di dapur, ingin aku buatkan?" tawar Kyuhyun, cukup membuat kebahagiaan Author hancur seketika. Sedangkan Sungmin yang mendengarkannya hanya mengangguk semangat.

"Sebentar ya.." Kyuhyun melepaskan rangkulannya pada Sungmin, lalu beranjak dari sofa menuju ke dapur.

15 menit menunggu, akhirnya Kyuhyun kembali dengan sebuah toples besar lainnya. Tentunya dengan isi full popcorn.

"Popcorn dataaang.." seru Kyuhyun, kemudian ia kembali duduk di samping Sungmin, dan memberikan toples besar itu pada Sungmin.

"Gomapta.." Sungmin menyambut toples itu dengan senang. Kemudian kembali menyenderkan kepalanya di bahu Kyuhyun.

Sungmin dan Kyuhyun kembali pada televisi mereka. Sungmin tetap asyik dengan tontonannya, sementara Kyuhyun juga tetap, tidak mengerti apa yang ia tonton.

Ada bocah botak dengan tato panah di kepalanya, lalu seorang gadis kecil yang bisa melayang-layangkan air. Dan ada anak lainnya yang bermain dengan bumerang. Setelah itu, ada anak lelaki jahat dengan bekas luka bakar di mata kirinya, yang bisa mengeluarkan api dari tangannya.

Ya.

Avatar the legend of Aang(?).

Itulah yang kini mereka tonton.

"Kenapa hujan belum berhenti ya?" gumam Kyuhyun.

"Hmm, iya, kenapa belum berhenti ya.. Tapi tunggu dulu..." Sungmin menggantung kalimatnya.

"Memang kenapa kalau hujan terus?! Kau tidak suka kalau aku memelukmu terus?!" seru Sungmin sensi.

"A-Aniya, bukan begitu, kan kalau hujan terus aku jadi tidak bisa bekerja" jawab Kyuhyun.

"Oh! Jadi, kau lebih suka bekerja, dibanding menemaniku di rumah?!" Sungmin meniinggikan suaranya.

"Haish! Salah ngomong lagi, bukan begitu maksudku"

Sungmin menepis tangan Kyuhyun dibahunya, lalu mengangkat kepalanya dari bahu Kyuhyun, dan beranjak dari sofa.

"Kau! M-E-N-Y-E-B-A-L-K-A-N!" seru Sungmin, kemudian berjalan masuk ke kamar dan membanting pintu.

'BRRRAAAKK!'

"Aigo, kenapa sikapnya mudah sekali berubah-ubah.." keluh Kyuhyun.

Kyuhyun pun mulai ikut beranjak dari sofa, dan menyusul Sungmin ke kamar.

.


.

"Sungminnie?" panggil Kyuhyun lembut.

Sungmin tidak menjawab, ia berbaring di kasur, dan membelakangi Kyuhyun.

"Ayolah Minnie, jangan seperti ini, maksudku kan buka seperti itu.." ucap Kyuhyun sambil duduk di tepi kasur, Sungmin masih tetap tidak menghiraukannya.

"Lagi pula, masa suami yang ngambek dan manja-manja sama istrinya, harusnya-kan sebaliknya.." tambah Kyuhyun.

Sungmin mulai bangun dari tidurnya, ia menatap Kyuhyun kesal.

"Memangnya tidak boleh?! Kalau aku ngambek dan manja?! Menyebalkan!" bentak Sungmin, kemudian, ia beranjak dari kasurnya, dan menuju keluar kamar.

'BBBRRAAAAKKK!'

Lagi-lagi Sungmin membanting pintu.

"Hhh~, Ya Tuhan, berikanlah ketabahan dan kesabaran yang cukup kuat padaku Tuhan." gumam Kyuhyun, kemudian kembali menyusul Sungmin.

Sungmin sedang berdiri di depan pintu balkon yang terbuat dari kaca. Ia menatap keluar pintu, menatap hujan yang tidak kian berhenti, malahan semakin deras. Ia menatap keluar pintu dengan kesal, wajahnya ditekuk, dan tangannya di lipat di dada.

"Jangan marah padaku.." ucap Kyuhyun tiba-tiba sambil memeluk Sungmin dari belakang, dan meletakkan dagunya di bahu Sungmin.

"Aku tidak bermaksud seperti itu, sungguh!" tambah Kyuhyun, sambil mengelus perut Sungmin.

"Aku suka kok, saat kau memelukku, bahkan aku berharap kau bisa memelukku kapan pun, tidak hanya di saat hujan saja.." ujar Kyuhyun. Membuat wajah Sungmin memerah.

"Lalu, aku juga senang sekali kalau di suruh menemanimu, kalau bekerja, itu kan kewajibanku, kalau aku tidak bekerja, siapa yang akan mencarikan nafkah untukmu? Lagi pula, kalau hari sabtu dan minggu, kan hari libur kerja, jadi aku bisa menemanimu, seharian.." ucap Kyuhyun, membuat Sungmin agaknya mulai luluh.

"Lalu bukan maksudku, kau tidak boleh ngambek dan manja, hanya saja, kan kau yang ingin menjadi suami, karena itu, aku ingin membantumu menjadi seorang suami yang baik.." tambah Kyuhyun.

Air wajah Sungmin yang tadinya mulai mencair, kini kembali mengeras.

"Iiiih! jadi maksudmu, aku bukan suami yang baik?!" seru Sungmin.

"Haish.." desis Kyuhyun.

Sungmin memberontak dipelukkan Kyuhyun, namun Kyuhyun tetap menahannya, dan malah mengeratkan pelukkanya.

"Iih! Lepaskan akuu!" bentak Sungmin.

"Tidak! Aku tidak mau!" seru Kyuhyun.

"LEPAAASS!" teriak Sungmin.

Namun tiba-tiba, Kyuhyun mengacungkan telunjukknya dan menunjuk keluar pintu balkon.

"Lihat hujannya semakin deras, bagaimana kalau nanti ada petir lagi?" ucap Kyuhyun, membuat Sungmin berhenti memberontak, ia malah menggenggam tangan Kyuhyun diperutnya dengan erat. Seakan tidak mau melepasnya.

Kyuhyun tersenyum penuh kemenangan. Akhirnya mereka berdua pun hanya berdiri di sana, tanpa mengubah posisi, sambil memandangi hujan.

.


.

"Uuaah! Senang sekali!" seru Kyuhyun saat memasuki ruangan baru-nya.

"Hey, nampaknya kau bahagia sekali" ucap seseorang yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan Kyuhyun.

"Youngwoon-ah, kau rupanya.."

"Ya, hahaha, Chukae, akhirnya setelah di promosikan, kau benar-benar naik jabatan sekarang, padahal baru seminggu yang lalu kau minta bolos" ucap Young woon setengah menyindir.

"Hehehe, itu semua berkat kerja keras.."

"Kalau begitu, kita harus merayakannya nanti malam, haha, club biasa ya.." ujar Youngwoon, sambil berjalan menuju pintu, bersiap untuk keluar.

"Sip boss, hahaha.."

Young woon akhirnya keluar dari ruangan Kyuhyun.

Tak lama setelah Young woon keluar, Kyuhyun pun mendapatkan telephone dari perusahaan Client, yang mengajaknya untuk mengadakan meeting pada saat makan siang. Ya, dengan senang hati, Kyuhyun menerima itu.

.


.

..Cafe Moonlight..

.

"Jinki, client-nya datang jam berapa?" tanya Kyuhyun pada sekertarisnya Lee Jinki, Sang Kekasih author dari SHINee. *diplototin HyukMin*

"Hmm, janjinya sih jam segini, tapi bentar lagi juga dateng.." jawab Jinki santai. Ya, terbawa susana saat mereka masih satu jabatan.

"Nah itu dia.." ujar Jinki sambil menunjuk seseorang yang datang dari arah belakang Kyuhyun, dengan menggunakan dagunya.

"Maaf saya terlambat..." ucap seseorang dibelakang Kyuhyun. Jinki yang melihatnya langsung berdiri dari duduknya dan sedikit membungkukkan badannya pada orang itu.

Sementara Kyuhyun, ia menoleh kebelakang.

"Neo.." ucap Kyuhyun pelan.

"Woy, Kyu, dia Client kita.." bisik Jinki.

"Kita bertemu lagi, senang bertemu denganmu" ucap orang itu pada Kyuhyun.

.


.

"Baiklah, meeting kali ini kita sudahi dulu, terima kasih atas kerja sama-nya." ujar Kyuhyun sambil menyalami tangan Client-nya, begitu juga dengan Jinki.

"Ya, senang bisa bekerja sama dengan perusahaan ini.. Hmm, Cho Kyuhyun-sshi.. Kau punya waktu luang sebentar?" tanya Client tersebut.

Kyuhyun berfikir sejenak, mengingat apakah ia sibuk sekali hari ini, atau tidak.

"Hm, ya tentu saja.." jawab Kyuhyun.

"Jinki, kau duluan saja.." bisik Kyuhyun.

"Oh? Ye.." Jinki pun membungkukkan badannya pada Client mereka, lalu pulang ke kantor duluan.

Setelah Jinki keluar mereka pun melanjutkan 'perbincangan' yang dimaksud dengan sang Client.

"Baiklah, Cho Kyuhyun, sekarang kita berbicara sebagai sesama lelaki, bukan lagi sebagai rekan kerja" ucap Client itu.

"Ye? Maksud anda?" tanya Kyuhyun tak mengerti.

"Kita berbicara sebagai sesama Lelaki yang sama-sama mencintai—

Lee Sungmin.."

.

.

.

.

.

~to be continued~

Sbenernya ada niatan sekali publish dua chapter, tapi melihat 2 chapter kemarin, aku jadi mengurungkan niatku, jadi maap-maap aja yah. Waktu anda untuk menunggu kelanjutan FF ini semakin lama ._.
.

Maap yah, karena kelabilan saat ku berumur 15 tahun dulu, pemenggalan 'tbc'-nya nggak pas, jadi banyak pertanyaan soal hp Kyuhyun, Really sorry about that..

.

Btw, awal konfliknya udah mulai muncul tuh, tapi klimaksnya masih lama, hehehehe.. still patient my readers,, I love patient readers :**

.


.

Q: apa detail nya tidak bisa diperjelas? alurnya terkesan, terlalu terburu-buru.
A: maaf ya, aku sendiri sebenernya nggak ngedit ulang, karena nggak punya banyak waktu, tu sendirilah kelas 12 ipa sibuknya kayak apa *curhat*, masalahnya ini FF aku buat pas aku masih kelas 10, dan juga belom genap setaun kenal dunia ff, jafi masih ancur lebur deh buat masalah alur -_-''

Q: author-nya nggak suka NC? berarti tidak akan honeymoon?
A: iya, aku nggak suka NC, jadi jan berharap macam2 selain adegan kissing :P

Q: FFnya belom selesai?
A: aku udah bilang berkali-kali, kalo ini FF tinggal republish doang, artinya kan udah tamat T-T

Q: auhtornya KMS?
A: JELAS! :D

Q:author nama FB-nya apa?
A: cari tau sendiri yaa,, soalnya yg lain juga pada nyari sendiri, nggak fear kalo aku ngasih tau skrg, sementara readers lama nyari sendiri, really sorry :'(

.


.

thanks buat review di chapter sebelumnya, dan thanks udah baca chapter ini :)

Diniaulicious

1st published for chapter 10: April 14th, 2011