Title : Love You Love Me

Pairing : KyuMin

Other Cast :

- Lee Hyukjae a.k.a Eunhyuk

- Lee Donghae

- For other chara, just find by your self

Warning : 1st M-Preg(Impossible thing). OOC, bahasa tidak sesuai EYD, Gaje, Misstypo, without editing, penggunaan kata-kata kasar, kebacotan author di beberapa bagian, NO BASHING!,, YOU DON'T LIKE? YOU MAY NOT READ THIS FF, AND GET OUT!

.

.

.

.

Happy Reading..^^..

.

.

.

"Baiklah, Cho Kyuhyun, sekarang kita berbicara sebagai sesama lelaki, bukan lagi sebagai rekan bisnis" ucap Client itu.

"Ye? Maksud anda?" tanya Kyuhyun tak mengerti.

"Kita berbicara sebagai sesama Lelaki yang sama-sama mencintai...

Lee Sungmin.."

_Part 11_

"J-Jungmo-sshi!" ucap Kyuhyun terkejut.

Ya benar, client itu memang Jungmo, dan pria itu sekarang sedang menatap Kyuhyun tajam, dengan senyum meremehkan.

.


.

'Hanadulset geudaega utjyo sumi meojeul geotman gatjyo

Geudae misoreul damaseo maeil sarangiran yorihajyo yeongwonhi

I love you (Love you) Love you

Love you (Love you) Love you yeah'

"Yeoboseyo?" Sungmin mengangkat handphone-nya tanpa melihat nama penelphone.

"Minnie?" ujar seseorang di seberang sana.

"Oh? Kyuhyun? Wae?" tanya Sungmin.

"Hmm, hanya ingin bertanya, kau sedang apa?" tanya Kyuhyun, basa basi.

"Haruskah aku menjawabmu?" ujar Sungmin.

"Hhh~ jawab saja.."

"Sebutkan alasan mengapa aku harus menjawabmu?" tanya Sungmin. Woow,, pertanyaan baru rupanya.

"Hei.. Kau membuat pertanyaan baru?!"

"Hhh~ jawab saja.." ujar Sungmin sambil mengikuti gaya bicara Kyuhyun sebelumnya.

"Karena aku merindukanmu.." jawab Kyuhyun.

"NDEEE?!" seru Sungmin.

"Hehe, just kidding, sekarang kau yang menjawabku.." ujar Kyuhyun cengengesan.

"Aku sedang memasak Beef Steak" jawab Sungmin.

"Memasak? Kenapa tidak pesan saja? Atau mau aku pesankan?"

"Tidak usah, beef steak-nya sudah mau matang, sudahlah basa-basi-nya, sebenarnya ada apa menelphone?"

"Hehe, ketauan yah... Hmm, sebenarnya, nanti malam teman2 ku mengajakku pergi ke club, jadi aku mau izin pulang malam, bagaimana?" izin Kyuhyun.

"Eh? Pulang jam berapa? Jangan terlalu malam, bagaimana kalau nanti malam hujan lagi?!" ujar Sungmin sambil memanyunkan bibirnya.

"Kalau hujan aku janji akan cepat pulang, jadi bagaimana boleh tidak?" tanya Kyuhyun sekali lagi.

"Asal jangan pulang terlalu malam.." jawab Sungmin.

"Baiklah, aku janji tidak akan pulang lebih dari jam 12 malam.. Oh, ya, bagaimana keadaan bayi kita?" tanya Kyuhyun lembut.

"Sepertinya dia dalam keadaan baik, hanya saja ia bertambah berat." ujar Sungmin.

"Hhaha, baiklah, sekarang dekatkan handphonemu pada perutmu, aku ingin berbicara padanya.." titah Kyuhyun.

Sungmin pun me-loudspeaker panggilannya, dan mendekatkan handphonenya pada perutnya.

"Sudah," ujar Sungmin pada Kyuhyun sambil sedikit meninggikan suaranya.

"Hei baby? Bagaimana keadaan mu? Baik kan? Appa rindu padamu, jaga Eomma-mu ya, jangan merepotkannya, Appa sayang padamu.." ujar Kyuhyun pada bayi-nya di perut Sungmin.

Mendengar itu, Sungmin terkekeh pelan.

"Katanya dia juga sayang padamu.." ucap Sungmin sambil menormalkan speakernya.

"Baiklah, aku kembali kerja dulu ya, jangan terlalu lelah ingat.." ujar Kyuhyun mengingatkan.

"Ne, sudah sana kembali bekerja.. Bye.."

"Yee, bye.."

.


.

"TING NONG"

"Hhng.." Sungmin menggeliat.

"TING NONG TING NONG.."

"Jam 11.19 pm. Siapa yang bertamu jam segini?" Sungmin pun dengan malas-malasan beranjak dari ranjangnya, dan berjalan menuju pintu kamar.

"TING NONG TING NONG" "Apa ada orang?!" teriak seseorang di luar pintu apartment.

Mendengar suara yang tidak ia kenal, Sungmin kembali masuk ke dalam kamarnya, dan mengambil sebuah wig dari lemari. Dengan tergesa-gesa ia memakai wig berwarna coklat muda yang panjang itu, dan berjalan menuju pintu apartment.

Sementara itu..

"Hufth, ini benar apartment mu Kyu? Kunci apartment-nya dimana?" tanya Youngwoon yang saat ini sedang kewalahan memapah Kyuhyun sekaligus merogoh-rogoh saku jas Kyuhyun.

"Pencet saja-hikg, belnya, ada-hikg seseorang di dal-hikg, dalam.." ucap Kyuhyun sesenggukan.

"TING NONG"

Young woon memencet bel sekali. Namun tak ada tanggapan.

"TING NONG TING NONG"

Kedua kalinya Youngwoon memencet bel.

Tetap tidak ada respon dari dalam.

"Hey Kyu, sepertinya tidak ada orang.." ujar Young woon pada Kyuhyun, yang nyawanya tinggal setengah.

"Hikg, aa..."

"Ya ya ya, baiklah, baiklah aku akan memencet bel-nya lagi.." potong Young woon, sebelum akhirnya, ia harus mendengar Kyuhyun berbicara tidak jelas lagi.

"TING NONG TING NONG" "Apa ada orang?!"

Kini Young woon tidak hanya memencet bel, ia juga sedikit berteriak.

"Ada su-Hikg.. Suamiku.. Di dal-Hikg laaam..." ucap Kyuhyun sambil melayang-layangkan telunjuknya ke arah pintu dengan tidak jelas.

"Suami? Dia benar-benar sudah mabuk.." gumam Young woon, lalu sekali lagi memencet bel apartment Kyuhyun.

'CKLEK' 'KRIEETT'

Seseorang membuka pintu apartment dari dalam dengan perlahan.

"A-Annyeong.." sapa Young woon.

"Oh? Kau.. Loh Kyuhyun?"

"Dia mabuk, jadi aku yang mengantarnya pulang sepertinya, dia minum terlalu banyak" ujar Youngwoon, seakan mengetahui apa-lagi yang ingin ditanyakan 'wanita' dihadapannya. Ya, harusnya sih 'pria'.

"Oh, kalau begitu, ayo masuk," Ya, memang, 'wanita' itu memang Sungmin. Dan Sungmin pun mempersilahkan Youngwoon masuk, sambil membantunya memapah Kyuhyun.

.


.

"Gamsahamnida, sudah mengantar Kyuhyun pulang" ucap Sungmin sambil sedikit membungkukkan badannya.

"Ne, cheonmaneyo, lagi pula sepertinya dia benar-benar sudah mabuk, bayangkan saja, dia bilang kau suami-nya ckckck, hahaha.." ujar Youngwoon, diakhiri dengan tawa garing.

Mendengar itu Sungmin langsung tersenyum getir.

"Oh ya, Minah-sshi kau hamil? Tapi kapan kalian menikah?" tanya Youngwoon tiba-tiba.

"..."

Sungmin bingung harus menjawab apa, usia kandungannya hampir menginjak 3 bulan, sedangkan dia baru menikah dengan Kyuhyun beberapa minggu lalu, dan sementara beberapa minggu sebelum menikah dengan Kyuhyun, ia baru mengakui bahwa dirinya adalah calon istri Kyuhyun.

Ia tidak mungkin bilang bahwa ia hamil di luar nikah, walau itu kenyataannya, tapi martabat Kyuhyun bisa hancur begitu saja kalau ada orang lain yang mengetahui-nya selain dirinya, Kyuhyun, dan duo kembar sejoli EunHae.

'Oh baby say good bye, oh jamsiman good bye..'

"Oh, Mian ibuku menelphone, boleh aku angkat telephone dulu?" tanya Young woon yang rupanya, handphone-nya berdering.

Sungmin mengangguk tanda meng-iyakan.

"Yeoboseyo? Ne Eomma.." Young woon mengangkat telephone-nya dan sedikit mengambil jarak dengan Sungmin.

Sementara Sungmin mendesah lega di belakang Youngwoon.

'Hah, kalau dia kembali, aku harus jawab apa?' batin Sungmin.

"Minah-sshi, sepertinya kita sambung ngobrol-ngobrolnya lain kali, aku harus kembali sekarang." ujar Young woon yang telah selesai dengan telephone-nya.

"Ne, hati-hati di jalan." ucap Sungmin lembut.

"Ye, selamat malam.." Young woon membelikkan badannya dan berjalan menuju lift.

"Selamat malam, sekali lagi Jeongmal Gamsahamnida.." ujar Sungmin sedikit mengencangkan suaranya.

Youngwoon menoleh kebelakang, lalu tersenyum dan menundukkan kepalanya sejenak, lalu masuk ke dalam lift.

Melihat kejadian ini, sejenak author memikirkan couple KangMin, namun harus ditepis jauh-jauh, karena tak berharap bahwa reader setia nan baik hati yang selalu komen setiap partnya ini, membunuh author imut tak banyak dosa ini karena telah memisahkan Sungmin, dengan Kyuhyun.

Sungmin menutup dan tak lupa mengunci pintu, mematikan lampu luar dan masuk ke kamar.

Diperhatikannya tubuh Kyuhyun yang tergeletak sembarangan di atas ranjang, Sungmin memandang kesal sang 'Istri' yang tak layak menyandang gelar 'Istri yang baik'.

Sungmin mendekati Kyuhyun yang nampaknya mulai tertidur nyenyak. Mumpung Sungmin lagi baik, ia pun rela melepaskan jas, dasi, gesper, sepatu dan kaus kaki Kyuhyun yang kemungkinan besar akan mengganggu nyenyaknya tidur sang hard worker ini.

"Ish! Bocah merepotkan!"

Selesai itu, Sungmin pun dengan malasnya merapikan letak tidur Kyuhyun, setelah merasa cukup pas dengan gaya tidur Kyuhyun yang ia betulkan, Sungmin pun merebahkan tubuhnya di samping Kyuhyun, dan tidur menyamping, membelakangi Kyuhyun.

Sungmin sudah menutup matanya, ia hendak membawa dirinya terbang ke dunia di alam bawah sadarnya, namun ia harus kembali jatuh ke dunia nyata, saat tepatnya sesuatu yang basah menempel dan bergerak di tengkuk dan lehernya.

Sungmin mulai merinding, ia menelan ludahnya dengan sulit, ia ingin sekali memanggil Kyuhyun, untuk memastikan, apa yang menempel pada lehernya saat ini, namun suaranya seakan tercekat di tenggorongkannya (atau kerongkongannya? #abaikan!).

Sungmin ingin berteriak sekencang-kencangnya memanggil nama sang 'Istri' saat, merasa leher dan tengkuknya terasa dihisap.

Tapi, ia gengsi mati-matian saat mengingat Kyuhyun meremehkannya, karena ia lebih penakut.

Sungmin mulai berani membuka matanya dan membalikkan badannya.

"K.. K. Hmmpph!" Sungmin membelalakan matanya lantaran terkejut.

Baru saja ia membalikkan badannya, sebuah benda lembut dan basah, menjamah bibirnya.

Sungmin tidak memberontak, karena ia tahu, yang sedang menciumnya kini tak lain dan tak bukan adalah Cho Kyuhyun, sang 'Istri' yang berbaring disampingnya.

Awalnya Sungmin tidak menolak, tapi lama kelamaan Sungmin mulai merasa risih, Kyuhyun pun memperdalam ciumannya, sementara tangan nakalnya tengah menyusup ke dalam kaus Sungmin.

Sungmin yang mulai merasa tidak nyaman, langsung memberontak di dalam pelukkan Kyuhyun, berusaha melepaskan dirinya dari Kyuhyun.

Beruntung Kyuhyun masih mabuk saat itu, dengan mudahnya Sungmin dapat melepaskan diri setelah mendorong tubuh Kyuhyun kuat-kuat.

"Yaiish!" Sungmin mendorong Kyuhyun tepat dibahunya.

Kyuhyun terdorong kebelakang, ia hampir terjatuh, untungnya, ia berhenti tepat di pinggir kasur. Kyuhyun pun menggeliat dan merapat ke tengah kasur.

Sayang sekali, ia tidak jadi terjatuh..

Sungmin memandang Kyuhyun kesal.

"Ish! Jadi ini, caranya yang membuat, aku bisa hamil! Ternyata itu kelakuannya di saat mabuk, pantas saja, aku bangun tanpa busana malam itu!" Sungmin mendengus kesal.

Melihat Kyuhyun yang sudah bisa tenang dalam tidurnya. Sungmin kembali merebahkan tubuhnya di samping Kyuhyun.

.

.

"Beritahu aku, siapa itu Kim Jungmo?" suara lemah seseorang mengejutkan Sungmin yang hampir menutup matanya.

Lagi-lagi Kyuhyun, Kyuhyun memeluk Sungmin dari belakang, lalu meletakkan dagunya di bahu Sungmin.

"K-Kyu? Kau, kau belum tidur?" tanya Sungmin terbata-bata karena masih agak terkejut.

"Sungminnie~ jawab aakuuu.." pinta Kyuhyun manja.

"Iih! Mulutmu bau alkohol! Ish, Sudah sana tidur saja! Kau masih mabuk.." Tukas Sungmin sambil melonggarkan pelukkan Kyuhyun terhadapnya.

Tapi, meski pun Kyuhyun mabuk, ia tidak mau melepaskan pelukkannya begitu saja, sebelum Sungmin menjawabnya.

"Siapa itu Kim Jungmo?" tanya Kyuhyun lagi, kini jauh lebih tegas, entah ia sudah sadar dari pengaruh alkohol, atau masih terbawa suasanya mabuknya, Who knows?

Sungmin terkesiap mendengar nada suara Kyuhyun, ia menelan ludahnya sulit, sementara jantungnya berdetak dengan kencang, lantaran takut, Kyuhyun berlaku macam-macam padanya.

"Di-Dia temanku, ya dia teman lamaku.." jawab Sungmin terbata-bata.

"Bohong!" Tukas Kyuhyun.

"A-Aku tidak-"

"Ayolaaahh~ katakan yang sejujurnyaa.." rajuk Kyuhyun tiba-tiba.

Sungmin yang kalimatnya barusan terpotong, mendadak bingung dengan perubahan sikap Kyuhyun barusan.

"(-_-) Dia masih mabuk ternyata.." gumam Sungmin, kemudian menghela napas lega.

"Aku sud... Eh?" Sungmin hendak menjawab Kyuhyun, namun, tiba-tiba Kyuhyun menarik tangannya dari pinggang Sungmin, kemudian menggeliat dan tidur membelakangi Sungmin.

"Bocah merepotkan!" Sungmin berdecak kesal, melihat Kyuhyun yang tingkahnya 'bermacam-macam' di saat mabuk. Sekarang, Kyuhyun tengah mendengkur dengan bantal yang semulanya kering dan empuk, kini menjadi basah dan lapuk, yang menjadi alas kepalanya.

Setelah itu Sungmin pun melanjutkan tidurnya dengan tenang.

.


.

"Hhngh.." Sungmin sedikit menggeliat, ia membuka matanya perlahan.

Pertama kali yang ia lihat saat nyawa-nya sudah kembali seutuhnya, adalah, di sebelah kanannya.

Tak ada objek yang ia cari di sana.

Ya, Cho Kyuhyun.

Siapa lagi?

Masa iya, dia mencari ku?

Come on...

Matanya yang dari tadi masih setengah terpejam, langsung terbuka seutuhnya ketika ia tidak mendapati Kyuhyun berada disampingnya.

Sungmin langsung membawa dirinya duduk di atas kasur, sambil menyenderkan punggungnya di kepala ranjang, matanya terus memandang ke samping kanannya, memikirkan jawaban, atas pertanyaan 'kemana Kyuhyun?', harusnya ia tak perlu memikirkan pertanyaan dan jawaban akan itu. Namun, otak nya loadingnya 'agak' lama ketika bangun tidur, membuatnya memikirkan hal yang tidak penting itu.

"Mencari ku?"

Mendengar suara dari sebelah kirinya, ia pun segera menoleh ke asal suara, namun betapa terkejutnya ia, saat mendapati wajah Kyuhyun hanya berjarak beberapa centi dari wajahnya.

'GLEK!'

"Hhaha, kau ini.. Aku sudah bangun dari subuh(?) tadi.." Kyuhyun mengacak pelan rambut hitam Sungmin lalu duduk di tepi kasur.

Sungmin hanya diam, wajahnya yang semula putih pucat, kini berubah menjadi merah merona.

"Pagi ini aku buatkan bubur wortel dan bayam, maaf tidak kubuatkan bubur labu kesukaan mu, labunya habis" ujar Kyuhyun, sambil memberikan semangkuk bubur hangat pada Sungmin.

Sungmin menyambut mangkuk itu dengan agak ragu, ia hendak menyuapkan sesendok bubur ke dalam mulutnya. Namun ia mengurungkan niatnya, karena menurutnya, benaknya menginginkan sesuatu yang lain.

"Kenapa? Kau tidak suka makan bubur selain bubur labu?" tanya Kyuhyun yang merasa bingung ketika Sungmin menurunkan kembali sendoknya.

Sungmin menggeleng.

"Lalu? Apa mau kusuapi?" tanya Kyuhyun lagi, kini dengan nada yang cukup menggoda.

Tingkah Kyuhyun yang seperti ini membuat Sungmin mengingat betapa mengerikannya Kyuhyun tadi malam, tapi...

Entah mengapa sepertinya...

Ia menyukai itu.

Sungmin tidak menggeleng atau pun mengangguk, ia hanya menundukkan kepalanya. Layaknya seorang gadis yang ingin dijodohkan dengan laki-laki yang membuatnya jatuh cinta pada pandangan yang pertama.

"Baiklah aku anggap itu berarti 'ya'.." Kyuhyun tersenyum lalu mengambil mangkuk bubur itu dari tangan Sungmin. Ia menyendokkan sesendok bubur dari mangkuk, lalu mengarahkannya tepat ke depan mulut Sungmin.

"Ayo, Aaaa.." Kyuhyun menuntun Sungmin untuk membuka mulutnya.

Sungmin membuka mulutnya dengan ragu, lalu memakan bubur yang disuapi Kyuhyun.

Sungmin memakan buburnya dengan lahap, tentunya dengan disuapi oleh Kyuhyun.

"Kyu.." panggil Sungmin.

"Hhngh?" jawab Kyuhyun sambil menyuapkan sesendok demi sesendok bubur untuk Sungmin.

"Kau boleh menganggapku istri mu, jika kau sedang bersama-sama dengan temanmu.." ucap Sungmin, sambil menyambut suapan dari Kyuhyun.

"Eh? Memang kalau di depan temanku, seharusnya begitu kan? Aku tidak mungkin bilang bahwa yang suami itu adalah kau di depan teman-temanku.."

"Tapi tadi malam kau bilang aku suami mu di depan Young woon!"

.

.

.

.

~tbc~

-Untold Story-

"AAAAA!" jerit Sungmin begitu mendengar bunyi gemuruh.

"Kyuhyun.. eodigaaa?" lirih Sungmin. Ia meringkuk di ujung sofa sambil menutup kedua telinga-nya dengan kedua tangan-nya.

"TING NONG" terdengar bunyi bel dari arah pintu.

Sungmin segera bangkit dari duduknya, dan sedikit berlari menuju pintu, berharap yang memencet bel adalah Kyuhyun.

Sungmin membuka pintu dengan cepat. "KYUHY..."

"Annyeong.. Sungmin-ah.."

Sungmin menatap tamunya dengan ekspresi wajah yang sulit diartikan.

"Kim Jungmo?"

"JLEGERRR!"

"AAA!" Sungmin memekik jambil menutup kedua telinganya, ia berjongkok di depan pintu, sementara Jungmo malah menatapnya bingung.

.


.

Sungmin menekuk kedua kakinya, sementara Jungmo masih menatap dirinya dengan senyum tipis.

"U-untuk apa kau ke sini?" tanya Sungmin terbata, namun dengan nada yang agak dingin.

"Untuk apa? ya untuk bertemu denganmu lah.. Aku merindukanmu Min." ucap Jungmo menatap Sungmin begitu intens.

"cih! lebih baik kau pergi." usir Sungmin.

.

"JLEGEERRR!"

"KYAAA!" pekik Sungmin lagi, ia membenamkan kepalanya di kedua lututnya yang ia tekuk

"Kau yakin, aku harus pergi sekarang?" tanya Jungmo dengan nada meremehkan.

"Kyuhyun.. eodiga? neol eodigayo?" gumam Sungmin.
.

"Kyuhyun?" beo Jungmo, ia rasa pertama kali baginya mendengar nama itu.

"Apa itu nama kekasihmu?" tanya Jungmo.

.

.

Sungmin tak menjawab, ia masih senantiasa membenamkan kepalanya, tubuhnya bergetar lagi setelah mendengar bunyi petir tadi.

'BRAAKKK' suara dobrakan pintu terdengar.

"Sungmin!"

Sungmin yang merasa terpanggil, langsung berlari dan memeluk erat, sosok yang mendobrak pintu itu.

Jungmo menatap sosok itu, 'Apa dia...?'

"Kyuu~" lirih Sungmin.

'Jadi benar dia orang yang bernama Kyuhyun?'
.

.

.

.

.

~to be continued~

maap pendek lagi -,-v

.

BUat saran dan koreksinya kemarin, makasih, akan aku pergunakan pada saatnya aku menulis lagi nanti :), oh ya buat nannaa, makasih banyak atas maksudnya untuk mengoreksi, tapi tolong dilihat lagi ya chapt 10-nya, aku sama sekali nggak bilang Sungmin nonton acara TV lho, yg aku bilang Sungmin nonton dvd dan yang dia tonton itu avatar, tapi makasih banget udah bermaksud mengoreksi :), buat TAMY11 ngetiknya nggak usah pake tanda seru bisa kali yaa :D, maaf nggak bisa diperpanjang lagi tuh per partnya, kalo ngga suka, nggak usah baca juga nggak apa-apa kok :)

.

thanks for reviewers di chapter sebelumnya :), makasih juga udah baca chapter ini :)

berhubung ane udah males ya bilang kalo FF-nya nggak bisa diperpanjang lagi, jadi terima nasib aja udah jadi readers, okeh?

.


.

Q: Apa konfliknya akan besar dan sampai membuat rumah tangga KyuMin terancam?
A: Besar kecilnya konflik ff ini, nanti biar readers sendiri yang ngukur yaa,, yg jelas kalo cuma gitu2 doang, hubungan KyuMin gak bakal retak kok :) *tuh ai kasih bocoran cikit, jadi jgn ketar ketir yah haha..*

Q: Apa author ga ada niatan buat ngubah dikit diksinya mungkin?
A: Nggak, hehe maap yah, hhe..

Q: Auhtor bikin FF ini pas umur 15? sekarang umurnya emang berapa?
A: sebenernya udah dibikin pas umur 14, tapi baru dipublish pas umurku 15, soalnya nunggu FF ku yg sebelumnya tamat di publish.. umurku sekarang 16, insyaAllah awal taun depan 17 #amin #gaadayangnanya hehe..

.


.

Buat yg kesel kenapa orang ke-tiganya Jungmo, gara2 Jungmo mulu yg di pake, atau karena Jungmo biasnya, maap yah,, Dini juga suka banget Jungmo kok, waktu aku pake Jungmo, masih belom banyak kok author yang masukin Jungmo sebagai orang ketiga diantara mereka, jadi jangan salahkan saya, waktu itu aku emang lagi suka-sukanya sama Jungmo, jadi aku pake cast-nya dia ._.

Udah deh basa-basinya, akhir kata, review please :)

.

Diniaulicious:

1st published for chapter 11: April 23th, 2011