Title : Love You Love Me

Pairing : KyuMin

Other Cast :

- Lee Hyukjae a.k.a Eunhyuk

- Lee Donghae

- For other chara, just find by your self

Warning : 1st M-Preg(Impossible thing). OOC, bahasa tidak sesuai EYD, Gaje, Misstypo, without editing, penggunaan kata-kata kasar, kebacotan author di beberapa bagian, NO BASHING!,, YOU DON'T LIKE? YOU MAY NOT READ THIS FF, AND GET OUT!

.

.

.

.

Happy Reading..^^..

.

.

.

"Kyu.." panggil Sungmin.

"hngh?" jawab Kyuhyun sambil menyuapkan sesendok demi sesendok bubur untuk Sungmin.

"Kau boleh menganggapku istri mu, jika kau sedang bersama-sama dengan temanmu.." ucap Sungmin, sambil menyambut suapan dari Kyuhyun.

"Eh? Memang kalau di depan temanku, seharusnya begitu kan? Aku tidak mungkin bilang bahwa yang suami itu adalah kau di depan teman-temanku.."

"Tapi tadi malam kau bilang aku suami mu di depan Young woon!"

_Part 12_

"Tapi tadi malam kau bilang aku suami mu di depan Young woon!" protes Sungmin.

"Eh? Kapan? Aku tidak mengingatnya.." Kyuhyun menarik kembali sendoknya, yang hampir masuk ke dalam mulut Sungmin.

Sungmin hendak memprotes lagi karena makanan yang hampir ia telan itu di tarik kembali.

"Kau sedang mabuk bodoh! Mana mungkin kau mengingatnya.." entah maksudnya mengejek atau menyindir, atau apapun itu, tanyakan saja pada Sungmin, -,-?

"Tapi memang kenyataannya yang suami itu kau kan? kau yang bilang sendiri aku mabuk tadi malam,, orang mabuk akan selalu berkata jujur, tapi ia tidak tahu apa yang ia katakan.." ujar Kyuhyun, ngeles!

'Tukang ngeles!' rutuk Sungmin dalam hati.

"Sudah, yang jelas sekarang habiskan dulu buburnya.." tambah Kyuhyun.

Sungmin hanya memajukan bibirnya yang seksehh *author banjir jigong* dan melanjutkan makannya. Namun setelah bubur itu akan habis beberapa sendok lagi. Sungmin melontarkan beberapa kalimat lagi.

"Kau juga menanyakan tentang Jungmo tadi malam"

Mendengar itu, Kyuhyun terdiam. Gerakan tangannya yang hendak menyendok sesendok bubur lagi, terhenti. Tatapannya menjadi kosong sejenak.

"Ehm, kita bicarakan nan...

"Dia temanku.. Ya, dia hanya teman lama ku.." jelas Sungmin yang memotong kalimat Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum tipis mendengarnya, ia pun mengangkat tangan kirinya dan mengatupkannya di pipi kanan Sungmin lalu mengelusnya lembut.

"Aku percaya padamu.." ujar Kyuhyun sambil tersenyum hangat.

Tentunya di balas dengan senyuman manis dari Sungmin.

"Ayo, habiskan buburnya,, tinggal beberapa sendok lagi.." ucap Kyuhyun, sambil mengarahkan sesendok bubur lagi ke mulut Sungmin.

Sungmin mengangguk pasti, dan memakan bubur suapan dari Kyuhyun.

.


.

'Drrtt Drrrtt..'

"Ehm, maaf bisa saya permisi sebentar, Isrti saya menelphone.." ujar Kyuhyun yang sebenarnya saat itu sedang berada di tengah-tengah rapat.

"Istri?" gumam beberapa rekan kerja Kyuhyun yan wanita, terlihat kekecewaan jelas terpancar di wajah masing-masing wanita itu.

"Hmm, baiklah, kami harap tidak terlalu lama.." ujar Seorang rekan kerja Kyuhyun yang mungkin tingkat jabatannya masih tidak jauh berbeda.

Kyuhyun mengangguk lalu, pergi keluar ruangan meeting, dan mengangkat telphone dari Sungmin.

"Yoboseyo?" Kyuhyun mengangkat panggilannya.

"Kyu?" panggil seseorang di seberang sana.

"Ya Minnie, ada apa?" tanya Kyuhyun.

"Kau sedang apa?" tanya Sungmin dengan nada suara yang cukup manja, Tumben :P.

"Aku sedang meeting, Kenapa? Kau perlu sesuatu?" tanya Kyuhyun yang nampaknya ingin mempercepat percakapannya.

"Meeting?"

Sementara saat itu juga..

"Aku sedang meeting, Kenapa? Kau perlu sesuatu?" tanya Kyuhyun dengan nada yang cukup terburu-buru.

"Meeting?" sahut Sungmin kecewa

'Kyuhyun sedang meeting? hhh~ Pasti aku mengganggunya, tapi.. Aku..' Sungmin tidak dapat lagi melanjutkan kata-katanya walau pun di dalam hati.

"Hhh~ Yasudah kalau begitu tidak jadi, kau lanjutkan saja meetingnya.." ucap Sungmin lesu.

Sementara di tempat Kyuhyun, ia merasa ada yang menjanggal dari nada suara Sungmin barusan, ia merasakan ada sedikit kekecewaan pada suara Sungmin.

"Minnie? Kau menginginkan sesuatu?" tanya Kyuhyun lembut.

"Eeungh, tidak jadi, kalau aku bilang sekarang nanti pasti mengganggu meeting mu.." jawab Sungmin pasrah.

'Aku yakin, pasti Sungmin sedang menginginkan sesuatu, sampai tumben sekali ia menelphone ku.. Apa yang ia inginkan penting sekali?, Hmm, kalau orang dulu bilang, ini yang namanya ngidam mungkin, dan kalau ngidam nggak diturutin bisa-bisa...' Kyuhyun menggelengkan kepalanya mengusir hal-hal aneh yang menghantui pikirannya.

"Katakan saja Min, tidak akan mengganggu.." ujar Kyuhyun.

"Tapi beneran nggak ganggu?" tanya Sungmin meyakinkan.

'Sebenarnya sih gangu, tapi, dari pada nggak diturutin, bisa-bisa anakku nanti...' Kyuhyun menggelengkan kepalanya untuk kesekian kalinya.

"Nggak, emang kamu lagi mau apa?" tanya Kyuhyun selembut mungkin.

"Aku.. Aku.. Aku mau pergi ke lantai paling atas menara namsan, sambil makan banana split dengan saus strawberry yang rasanya apel yang di jual di persimpangan jalan menuju Sungai Han, Sekarang!" jawab Sungmin polos.

"Menara namsan?" tanya Kyuhyun shock. Okelah soal menara namsan, tapi banana split? Di kata ada persimpangan jalan menuju Sungai Han? Author aja nggak tau dapet kata-kata itu dari mana, di tambah lagi ada gitu saus strawberry, tapi rasanya apel? plus kata 'Sekarang!' pula?!.

"Kyu? Kau masih di sana?" Tanya Sungmin. Yang membuar lamunan Kyuhyun bubar dan pulang ke rumah masing-masing(?).

"Ye? Ehm, Sungminnie, kau keberatan tidak, kalau ke menara namsan dan makan banana splitnya, di tunda 30 menit?" tanya Kyuhyun hati-hati.

Ia sudah mempersiapkan diri untuk, menerima panggilang 'mesra' serta lengkingan suara 'indah' saat ia meminta ngidam Sungmin di tunda.

"Eungh, ya sudah tidak apa-apa" jawab Sungmin.

Eh? Hanya itu?

"Benar tidak apa-apa?" tanya Kyuhyun meyakinkan.

"Ye, ya sudah, aku tunggu di rumah ya.." Sungmin mulai memutuskan panggilannya.

Kyuhyun masih terbengong-bengong, dengan tingkah Sungmin barusan, ya, tumben-tumbenan Sungmin baik, padahal biasanya salah dikit udah ngambek.

"Oh iya! 30 menit!" seru Kyuhyun, kemudian langdung mesuk kembali ke ruang meeting, dan menyelesaikan rapatnya.

Beruntung ia memiliki otak yang cerdas dan brilian, walau terburu-buru dan dalam waktu singkat, ia cukup memuaskan rekan-rekan kerja dan bisnisnya yang ada di dalam rapat.

Setelah meeting selesai, ia langsung melesat menuju ke apartment dengan mobilnya, padahal ia tahu betul, bahwa itu belum waktunya jam pulang kantoran. Tapi jika ia menjelaskan pada atasannya Shindong, Shindong pasti mengerti.

.


.

"Minnie... Aku pul..."

Seruan Kyuhyun terhenti saat mendapati Sungmin tengah tertidur pulas di atas sofa, setelah ia membuka pintu.

"Eh?"

Kyuhyun mendekati Sungmin di sofa, lalu memandangi wajah malaikatnya yang damai sejenak, menatap wajahnya dari dekat seakan, melepas penat yang megikutinya hari ini.

Setelah puas memandangi Sungmin, pandangnnya langsung beralih pada calon bayinya, yang mulai membesat di perut sang Ibunda.

"Hai baby, apa kau menjaga Eomma mu dengan baik hari ini? Mian yah Appa terlambat pulang, padahal Eomma mu sedang ingin pergi ke menara namsan, dan makan banana split, pasti itu keinginanmu juga.." gumam Kyuhyun, kemudian mengelus perut Sungmin dan mengecupnya sekilas.

"Hhngh.." Sungmin sedikit menggeliat. Kyuhyun tersenyum melihat tingkah Sungmin yang begitu imut. Ia mengelus rambut hitam Sungmin dengan sayang.

"Kau sudah pulang?" tanya Sungmin dengan lemah, ya layaknya orang yang baru bangun tidur.

"Mian aku terlambat.." ucap Kyuhyun sambil mengecup pucuk kepala Sungmin.

"Ya kau terlambat! Sangat terlambat!" ucap Sungmin ketus.

Kyuhyun hanya membalasnya dengan senyuman.

"Masih ingin ke menara namsan, sambil makan banana split dari Sungai Han itu?" tanya Kyuhyun lembut.

"Yang benar itu lantai paling atas menara namsan, sambil makan banana split dengan saus strawberry yang rasanya apel yang di jual di persimpangan jalan menuju Sungai Han" ralat Sungmin, sambil memainkan jari telunjuknya di depan wajah Kyuhyun.

"Ya, baiklah, apa pun itu.. Kalau ingin ke sana, ayo bersiaplah.." ujar Kyuhyun kembudian membantu Sungmin utnuk berdiri. Namun Sungmin menolak untuk berdiri dan tetap duduk di sofa.

"Tidak jadi.." ucap Sungmin.

"Eh? Tidak jadi? Kenapa? Apa karena aku terlalu lama?" tanya Kyuhyun, sedikit merasa bersalah.

Sungmin menggelengkan kepalanya.

"Lalu?"

"Setelah aku pikir-pikir, aku itu takut ketinggian, jadi aku tidak mungkin berani ke lantai atas menara namsan, lalu, banana split dengan saus strawberry rasa apel itu yang di jual di persimpangan jalan menuju Sungai Han itu, aku baru ingat, kata Hyukjae, saus strawberry nya tidak enak, dan kualitasnya kurang bagus.." jelas Sungmin.

Kyuhyun tercengan mendengar penjelasan Sungmin yang panjang lebar.

"Kualitas?" gumam Kyuhyun.

"Ye, apa pun makanan yang terbuat dari strawberry, Hyukjae pasti dapat mengenali mana yang terbuat dari strawberry yang bagus dan segar, dan mana yang terbuat dari strawberry yang kurang bagus kualitasnya.." jelas Sungmin polos.

Kyuhyun hanya tersenyum kecut.

"Berarti, sekarang kau sedang tidak ingin apa-apa?" tanya Kyuhyun.

"Hmm, tidak juga.." jawaban Sungmin membuat Kyuhyun terkulai lemas.

"Aku mau kau menggendongku sekarang.." ucap Sungmin.

"Eh? Hanya itu?" tanya Kyuhyun, yang hampir mengira bahwa Sungmin minta yang aneh-aneh.

Sungmin mengangguk.

Kyuhyun langsung mengangkat Sungmin dan menggendongnya bak tuan putri, ya lebih tepatnya membopongnya.

"Ya! Turunkan aku!" seru Sungmin.

"Wae? Tadi kau minta di gendong kan?" tanya Kyuhyun, yang belum menurunkan Sungmin.

"Iya, tapi aku tidak minta do gendong seperti ini!" seru Sungmin yang wajahnya mulai memerah.

"Lalu?"

Sungmin menunjuk ke punggung Kyuhyun, Kyuhyun yang mengerti langsung menggeleng tegas.

"Tidak! Nanti kalau bayi kita terjepit bagaimana?!" ujar Kyuhyun tegas.

Sungmin memanyunkan bibirnya. Ia hanya mengalungkan tangannya di leher Kyuhyun.

"Kau berat.." ujar Kyuhyun membuyarkan suasana.

"Itu bukan aku, tapi bayinya.." ujar Sungmin membela diri.

Tiba-tiba Kyuhyun menurunkan Sungmin perlahan.

"Wae?!" nampak Sungmin mulai protes. Lengannnya masih menggantung di leher Kyuhyun.

Kyuhyun mulai merapatkan jarak di antara mereka, Sungmin hanya bingung tak merspon.

Lalu Kyuhyun mulai mengangkat pinggang dan paha Sungmin, membuatnya menggendong Sungmin di depan.

Sungmin sedikit terkejut, matanya membulat sepenuhnya saat wajahnya kini mulai sejajar dengan Kyuhyun.

"Aku rasa mengendong seperti ini, akan lebih mudah.." ucap Kyuhyun sambil tersenyum manis.

Sungmin hanya memeluknya dan menyembunyikan kepanya di bahu Kyuhyun. Sudah beberapa kali, Kyuhyun membuatnya tersipu malu seperti sekarang ini. Entah apa namanya, tapi itu membuat Sungmin merasa nyaman.

Entah memang Sungmin yang ingin mengerjai Kyuhyun, atau memang keinginan bayinya, minggu-minggu ini, benar-benar membuat Kyuhyun kewalahan dengan segala macam keinginannya yang luar biasa 'hebatnya'.

Mulai dari Sungmin yang ingin melihat ikan piranha di Sungai Han, Anak kucing jantan dengan bulu berwarna merah muda, kecuali ekornya, harus berwarna hitam legam, dengan kumisnya yang berwarna hijau toska,, lalu ingin melihat Kyuhyun bermain ice skating dengan sepatu balerina.

Oh entahlah.. Mungkin sudah takdir.. Atau Dewi Fortuna yang sudah tidak memihak Kyuhyun lagi?

So Minggu-minggu ini merupakan minggu paling melelahkan...

.


.

"Huh, bosan.." keluh Sungmin, sambil menggonta-ganti chanel tv-nya, tiga kali per detik.

Sungmin pun menolehkan kepalanya dan mengerahkan pandangannya menuju telphone rumah di tepi sofa.

"Apa aku telphone Kyuhyun saja ya?" gumam Sungmin.

"Telephone aja deh.."

Sungmin hendak beranjak ke tepi sofa menuju meja telphone, tapi tepat setelah Sungmin mengangkat gagang telphone...

'TING NONG TING NONG'

"Eh?"

Sungmin pun menurunkan kembali gagang telphone-nya dan beranjak menuju pintu. Namun ia baru ingat satu hal...

"Oh iya! Wig-ku!" Sungmin langsung meluncur(?) ke kamarnya, mengambil wig asal, dan berusaha memakainya dengan rapi di depan kaca.

'TING NONG TING NONG'

"Iya, sebentar.." teriak Sungmin, dengan suara palsu-nya.

Merasa telah rapi, ia pun kembali menuju pintu apartment, dan membuka kan pintu untuk sang tamu.

"Silahkan ma..."

"Hai Sungmin, kau banyak berubah.."

"Jungmo..."

"Aku tidak tahu, sekarang kau lebih suka menjadi wanita.." ucap Jungmon setelah meminum coffee late yang disuguhkan Sungmin.

Sungmin hanya diam tak menanggapi.

"Apa karena bayimu?"

'DEG!'

Sungmin tersentak mendengarnya. Ya memang sepantasnya Jungmo tahu ia hamil, dari penampilan pun sudah memperlihatkan bahwa perutnya membuncit.

"Tapi aku tak menyangka orang sepertimu bisa hamil.." tambah Jungmo yang membuat emosi Sungmin memuncak.

"Cih! Mengapa tidak?! Ini sama seperti yang terjadi pada Heechul bukan? Hanya saja kekasih ku.. Lebih bertanggung jawab!" ucap Sungmin dengan nada menusuk.

Kalau di catur, ini namanya Skak Mat, entahlah tulisannya benar atau tidak, yang jelas kau tahu maksudnya.

Jungmo membuang mukanya, dan tidak berkata-kata lagi.

*flashback*

"Lelaki brengsek!" seru Sungmin.

'BBUGH!'

"Hiks.. Hiks.."

Seorang namja cantik lainnya duduk dipojokkan dan berusaha menahan isak tangis-nya, sementara Sungmin memukuli Jungmo dihadapannya.

Dan bodohnya, Jungmo sama sekali tidak melawan.

Setelah puas memukuli lelaki 'brengsek' dihadapannya. Sungmin beranjak menarik namja cantik temannya itu untuk menjauh.

"Ayo, Heechul, lupakan saja lelaki laknat itu, aku akan berusaha membantumu, untuk merawat'nya'.." ujar Sungmin, kemudian mengajak pergi namja cantik bernama Heechul itu.

Jungmo bagi Sungmin dulu adalah lelaki brengsek tidak bertanggung jawab, yang hanya bisa memainkan perasaan seseorang.

Heechul..

Sahabatnya, adalah salah satu korban Jungmo.

Heechul tidak hanya ditinggalkan dalam keadaan sakit, dan terluka, tapi juga dalam keadaan...

Hamil..

Makanya Sungmin tak heran saat mendengar berita bahwa pria bisa hamil, tapi yang berita itu sekarang adalah berasal darinya.

Jungmo, yang saat itu telah melakukan 'hal' bejat pada Heechul, tidak mau bertanggung jawab, dan malah meninggalkan Heechul.

Beruntung ada Sungmin yang mau membantu Heechul.

Hingga suatu hari, Heechul, bertemu dengan namja yang mau menerima dirinya, apa adanya.

Hankyung.

Pria yang telah lama, memendam perasaannya pada Heechul.

Ia menikahi Heechul, tepat saat usia kandungan Heechul memasuki 5 bulan.

Mungkin sekarang, mereka telah hidup bahagia dengan anak yang dikandung Heechul saat itu.

Sementara Jungmo, setelah mengetahui pernikahan itu, ia malah mengejar Sungmin.

Untung Sungmin tak bodoh! Jangankan mendekati Jungmo, melihat Jungmo saja, seakan alergi pada benda tertentu.

Setelah 5 tahun berlalu, Sungmin berusaha menenangkan perasaannya, hingga mungkin dulu, ia yang bertemu Jungmo akan menghajarnya habis-habisan, sekarang berusaha bersikap normal, walau hatinya masih merasa benci.

*flashback end*

"Aku pulang.." Kyuhyun datang, setelah Sungmin dan Jungmo, berdiam diri untuk beberapa lama.

"Oh sedang ada tam.."

"Apa kabar Cho Kyuhyun-sshi.."

"Kau.."

.


.

"Apa dia sering ke sini?" tanya Kyuhyun, setelah Sungmin keluar dari kamar mandi.

"Aniy, setelah terakhir saat hujan itu, ini yang pertama kali.." ujar Sungmin kemudian naik ke atas ranjang, dan duduk di sebelah Kyuhyun.

"Apa saja yang kalian lakukan tadi?" tanya Kyuhyun lagi, entah mengapa, ia merasa tidak nyaman melihat Sungmin bersama Jungmo.

Sungmin melirik ke arah Kyuhyun sekilas, lalu tersenyum kesal.

"Hanya membangkitkan kenangan masa lalu." ucap Sungmin dingin.

"Kenangan?" lirih Kyuhyun.

"Sudahlah, ayo tidur, aku sudah lelah.." ucap Sungmin kemudian menarik selimutnya, menutupi tubuhnya sampai ke leher, dan tidur membelakangi Kyuhyun.

"Baiklah, selamat tidur.." Kyuhyun mengecup pipi Sungmin sekilas, lalu ikut merebahkan diri di samping Sungmin, walau sebenarnya, batinnya sangat resah.

.

.

.

.

.

~to be continued~

Diniaulicious
1st published for chapter 12: April 23th, 2011