Title : Love You Love Me
Pairing : KyuMin
Other Cast :
- Lee Hyukjae a.k.a Eunhyuk
- Lee Donghae
- Kim Jungmo
- For other chara, just find by your self
Warning : 1st M-Preg(Impossible thing). OOC, bahasa tidak sesuai EYD, Gaje, Misstypo, WITHOUT EDITING, AND I'LL NEVER EDIT IT AGAIN, penggunaan kata-kata kasar, KEBACOTAN author di beberapa bagian, NO BASHING!
.
.
DON'T LIKE? DON'T READ, DON'T REVIEW, AND DON'T COMPLAIN PLEASE.
.
.
Happy Reading..^^..
.
.
.
"Baiklah, apa yang ingin kau bicarakan, sampai-sampai hanya ingin bicara berdua denganku saja.." tanya Eunhyuk begitu memastikan tak ada orang lain di sana, selain ia dan Sungmin.
"Ehm, sebenarnya ini tentang..."
"Jangan bilang, kau hanya ingin bicara berdua denganku, karena sebenarnya,, kau itu menyukai ku dan tidak menyukai Kyuhyun, sehingga kau mau memintaku, untuk membantumu, agar, Kyuhyun mau menceraikanmu, dan pada akhirnya kau mau kita menikah, dan kita yang merawat bayi yang kau kandung?"
Part 14
"Jangan bilang, kau hanya ingin bicara berdua denganku, karena sebenarnya, kau itu menyukai ku dan tidak menyukai Kyuhyun, sehingga kau mau memintaku, untuk membantumu, agar, Kyuhyun mau menceraikanmu, dan pada akhirnya kau mau kita menikah, dan kita yang merawat bayi yang kau kandung?" cerocos Eunhyuk yang pemikirannya terlalu jauh, dengan memotong kalimat Sungmin.
"Ha? Hei! Aku..."
"Kalau untuk itu, aku harus berpikir dua kali dulu Min, mianhae, tapi... Apa yang harus ku katakan pada author nantinya? Aku tak ingin ia kecewa" okeh ada kesalahan pada dialog ini. Authorpun mereplay dialog Eunhyuk barusan.
"Kalau untuk itu, aku harus berpikir dua kali dulu Min, mianhae, tapi... Apa yang harus ku katakan pada keluarga ku nantinya? Aku tak ingin mereka kecewa" ucap Eunhyuk yang lagi-lagi memotong kalimat Sungmin.
"Tapi, Aku..."
"Mian Sungmin, aku rasa aku butuh sedikit waktu untuk ini, kumohon kita tidak bertemu untuk beberapa waktu dulu, aku harus memikirkannya secara matang-matang.." Eunhyuk sedikit membuang mukanya, dengan gaya yang berlebihan, agak terlalu sok keren, dan berasa paling tampan sedunia.
"Hyuk, Tapi..."
"Aku juga harus memikirkan masa depan kita nantinya, jika kita jadi bersama, lalu bagaimana nasib Kyuhyun? Kau yakin ia tak akan kecewa? Kumohon, aku tak ingin menyakiti salah satu temanku, hanya karena seseorang pilihannya malah memilih..."
"HYA! HYUKAJAE-AH!" bentak Sungmin yang hampir melemparkan gas elpiji 12 kilo yang ia temukan di pantry pada Eunhyuk.
"Haish! Tidak usah berteriak bisa kan?" Eunhyuk pun menepuk-nepuk telinga kirinya, yang menjadi sasaran Sungmin.
"Lagi pula, siapa yang bilang, kalau aku menyukaimu, dan aku ingin menceraikan Kyuhyun?! Ditambah lagi harus menikah dengan mu, dan merawat anakku bersama mu?! Hiyakkss.." Sungmin memeletkan lidahnya.
"Lalu? Kau mau membicarakan apa denganku?"
"Hhh~ ini.. Ini tentang Jungmo.." jawab Sungmin kembali lesu.
"Jungmo? Nuguya?"
.
"Nde?! Jungmo? Kim Jungmo?!"seru Eunhyuk dengan reaksi telatnya.
Sungmin mengangguk.
"Bu-Bukannya ia sudah pindah ke Aussie 3 tahun yang lalu?!" tanya Eunhyuk merasa tak percaya.
"Hhh~, ntahlah, mungkin ia memutuskan kembali ke Seoul, malah sekarang ia menjadi Client di perusahaan tempat Kyuhyun bekerja." jawab Sungmin.
"Client Kyuhyun?!"
"Itu juga aku baru tahu tadi.."
"Jadi.. Tentang Jungmo?"
"Aku belum tahu alasan ia kembali, tapi, tadi sepertinya, ia berusaha meretakkan hubunganku dengan Kyuhyun, ia sengaja membuatku memergoki Kyuhyun sedang makan di cafe bersama seorang wanita. Untung aku tidak bodoh, aku tahu, bahwa Kyuhyun tidak menginginkan itu, terlihat sekali dari raut wajah Kyuhyun yang terlihat risih."
"Hngh, sepertinya, ia masih mengejarmu.."
"Mengejarku? Dia memang lelaki bodoh! Mana mungkin aku mau hidup bersama lelaki bodoh, dan tak tahu rasa tanggung jawab sepertinya?!"
"Itu kan hanya pendapatku saja :P, jadi...
"Hh, aku hanya tidak ingin ia kembali ke kehidupanku.. Aku muak dengan sikapnya yang sok manis itu!"
"Jangankan kau, Aku baru mendengar namanya saja tadi langsung shock.."
"Aku takut, ia akan melakukan sesuatu padaku dan bayiku, atau pada hubungan ku dengan Kyuhyun.. Hanya karena dulu, aku sempat menolaknya.."
"Huh, Dia memang tidak pernah berubah! Sikapnya egois, tapi pengecut! Jadi.. apa yang bisa kubantu?"
"Eumh, aku hanya ingin kau bisa datang berkunjung ke apartmentku setiap harinya, selama Kyuhyun bekerja, sehingga aku mempunyai alasan untuk mengusirnya, jika ia datang ke rumah, saat Kyuhyun tidak ada.."
"Eh? Lalu pekerjaanku bagaimana?!"
"Hmm, pada hari biasa kan, kau bekerja jam tujuh malam, kau hanya perlu menemaniku sampai jam setengah tujuh, bagaimana?" tawar Sungmin.
"Hmm, apa aku akan mendapat sarapan dan makan siang, dan makan malam?" tanya Eunhyuk ngelunjak.
"Eh?! Ish! Baiklah!" ucap Sungmin.
"Eh? Sudah Ingin pulang?" Donghae menghampiri Kyuhyun dan Sungmin yang sepertinya hendak bersiap keluar dari Club.
"Ya, urusanku dengan Eunhyuk, sudah selesai.. Tapi mungkin lain kali aku harus berbicara padanya lagi.." ucap Sungmin disertai senyuman.
"Oh, ya baiklah, kalau begitu, hati-hati yah.. Lain kali kalau kembali ke sini lagi, jangan lupa bawakan oleh-oleh, misalnya seperti ice cream rasa vanilla yang ku minta tadi? Hhe.." ujar Dongahe, deisertai dengan cengiran khas-nya.
'PLETAK'
"Ish! Itu sih mau mu! Jangan dengarkan dia Min.." ujar Eunhyuk setelah menjitak kepala Donghae.
"Yaish! Itu menyakitkan bodoh!"
'PLETAK' Donghae membalas jitakkan Eunhyuk.
"Kau! Ish!" Eunhyuk hendak membalas Donghae lagi, namun, ia hentikan karena itu membuatnya menjadi pusat perhatian.
Donghae hanya memeletkan lidahnya, meledek Eunhyuk.
"Jangan dengarkan dia Min, bawakan yang rasa strawberry, jangan vanilla!"
DOENG~
Mendengar itu, author pun terjengkang kebelakang.
Sebenarnya, Kyuhyun dan Sungmin juga pengen ikutan, tapi, mengingat Sungmin yang sedang hamil, ia memaksakan diri untuk tidak ikut-ikutan terjengkang, sementara Kyuhyun...
Gengsi dong kalo cowok ganteng jatoh, di depan orang banyak.
Sedangkan Donghae, yang emang dasarnya rada Lola, hanya menggaruk-garukkan kepalanya tak mengerti.
"Hhh~, baiklah kalau begitu, kami permisi dulu, sudah terlalu sore.." ujar Kyuhyun formal.
"Oh, ya, baiklah, rajin-rajin berkunjung kemari ya.." ujar Eunhyuk sebelum akhirnya, Kyuhyun dan Sungmin pergi meninggalkan Club.
.
.
"Tadi apa saja yang kau bicarakan dengan Eunhyuk?" tanya Kyuhyun lembut, saat mereka berada di tengah-tengah perjalanan.
"Ah? Eumm, hanya mengenai masa lalu, dan, aku hanya meminta sedikt bantuan darinya.." jawab Sungmin, sambil melihat keluar jendela.
"Masa lalu? Apa... Hmm, apa termasuk ada Kim Jungmo di sana?" tanya Kyuhyun tiba-tiba,
Sungmin sempat terdiam, mendengar Kyuhyun mengucapkan nama Jungmo.
"Ya, setidaknya, memang ada namanya dalam pembicaraan kami" ucap Sungmin pelan.
"Jadi, Eunhyuk juga mengenal Jungmo ya.."
"Tidak hanya mengenal.." ucap Sungmin di sertai seringaian dinginnya.
"Bahkan ia tahu betul siapa Jungmo, Hyukjae, adalah orang yang paling tahu tentang apa saja yang pernah terjadi padaku dan Jungmo dulu.." jawab Sungmin, dengan senyuman dendam, namun rupanya Kyuhyun tak melihat senyuman itu.
"Ia paling tahu tentang apa saja yang pernah terjadi antara kau dan Jungmo?" gumam Kyuhyun, sambil berusaha memfokuskan jalannya, walau hatinya agak resah mendengar pernyataan 'Yang pernah terjadi antara Sungmin dan Jungmo'.
"Kyu, aku ingin tahu, kenapa saat kau mabuk, beberapa minggu yang lalu, tiba-tiba kau menanyakan tentang Jungmo padaku? Jelas-jelas, aku juga belum memberitahu siapa Jungmo kan malam itu?" tanya Sungmin tiba-tiba.
"Oh itu, sebenarnya, pada siang itu, aku baru mengetahui bahwa Client-ku adalah dirinya, dan aku merasa familiar dengan wajahnya, saat kuingat-ingat, ternyata ia adalah pria yang dulu sempat berkunjung ke rumah kita saat hujan." jawab Kyuhyun, sambil berusaha, menyembunyikan raut wajahnya yang sebenarnya ingin menunjukkan kekecewaan. Karena pernyataan tadi, yang masih berputar diotaknya.
"Hanya itu? Kau yakin, ia tidak mengatakan sesutau?" selidik Sungmin yang membuat Kyuhyun agak gugup.
*Flashback*
"Baiklah, meeting kali ini kita sudahi dulu,, terima kasih atas kerja sama-nya." ujar Kyuhyun sambil menyalami tangan Client-nya, begitu juga dengan Jinki.
"Ya, senang bisa bekerja sama dengan perusahaan ini.. Hmm, Cho Kyuhyun-sshi.. Kau punya waktu luang sebentar?" tanya Client tersebut.
Kyuhyun berfikir sejenak, mengingat apakah ia sibuk sekali hari ini, atau tidak.
"Hm, ya tentu saja.." jawab Kyuhyun.
"Jinki, kau duluan saja.." bisik Kyuhyun.
"Oh? Ye.." Jinki pun membungkukkan badannya pada Client mereka, lalu pulang ke kantor duluan.
Setelah Jinki keluar mereka pun melanjutkan 'perbincangan' yang dimaksud dengan sang Client.
"Baiklah, Cho Kyuhyun, sekarang kita berbicara sebagai sesama lelaki, bukan lagi sebagai rekan bisnis" ucap Client itu.
"Ye? Maksud anda?" tanya Kyuhyun tak mengerti.
"Kita berbicara sebagai sesama Lelaki yang sama-sama mencintai...
Lee Sungmin.."
"J-Jungmo-sshi!" ucap Kyuhyun terkejut.
"Aku tahu, Sungmin belum menjelaskan padamu, tentang siapa diriku.. Baiklah, kalau begitu aku yang akan menjelaskan siapa diriku padamu.. oh, sebelumnya, kau bisa duduk terlebih dahulu.." Jungmo mempersilahkan Kyuhyun untuk duduk, ia menatap Kyuhyun tajam, dengan senyum meremehkan, sementara Kyuhyun bingung harus mengatakan apa.
"Aku...
.
adalah kekasih dari Lee Sungmin.." ujar Jungmo yang membuat Kyuhyun membelalakan matanya tak percaya.
"Setidaknya itu akan menjadi nyata, jika, aku bisa merebutnya darimu.." tambah Jungmo, kini Kyuhyun menatapnya tak mengerti.
"Seandainya, Ia tidak hamil, mungkin ia sudah hidup bersama ku sekarang."
Bahkan saat itu, Jungmo tahu, bahwa Sungmin sedang hamil. Entah karena malam saat hujan waktu itu, atau, karena Jungmo menyewa mata-mata, untuk menyelidiki Sungmin. Tak ada yang tahu.
"Sungmin mengakui, bahwa anak yang dikandungnya adalah, anakmu, Mungkin, kalau ia tidak mengandung anakmu, ia pasti bahagia denganku sekarang, sayangnya, Sungmin lebih memilihmu, untuk membantunya merawat anaknya kelak" ucap Jungmo, sangat sulit di mengerti, namun, sepertinya Kyuhyun tahu maksud itu.
"Oh ya Cho Kyuhyun, apa kau pernah berfikir? Tentang anak yang dikandung Sungmin? Apakah ia, anak kandungmu atau tidak? pernahkah kau berfikir seperti itu?" tanya Jungmo. Kyuhyun yang sedari tadi memang sudah tidak dapat berkata-kata lagi, akhirnya angkat suara.
"Ya, jujur aku pernah berfikir seperti itu, sebelum aku menerimanya dikehidupanku, tapi sekarang, aku percaya padanya, apapun yang akan kau katakan, aku hanya akan tetap mempercayai kata-kata yang keluar dari mulut Sungmin. Karena aku—"
Kyuhyun mengehentikan kalimatnya sejenak, untuk menarik nafas. Mempersiapkan diri memastikan kaimat yang akan ia keluarkan.
.
.
"Ya. Karena aku, sudah terlanjur mencintainya!" ucap Kyuhyun mantap, ia menatap Jungmo, dengan seringaian di sudut bibirnya, lalu mengambil koper, dan beberapa map.
"Baiklah, Mianhae Jungmo-sshi, waktu luangku sudah habis, kita bisa berbicara lain waktu, Saya izin permisi terlebih dahulu." Kyuhyun sedikit membungkuk, lalu pergi keluar café, meninggalkan Jungmo yang memandangnya kesal, sambil tersenyum sinis.
*flashback end*
Kejadian yang sempat terlewat beberapa waktu yang lalu itu, kembali berputar di otak Kyuhyun.
"Kyuhyun? Kau belum menjawabku.." suara Sungmin, menghamburkan lamunan Kyuhyun.
"Ah? Iya, mian, tadi kau bertanya apa?" tanya Kyuhyun sambil sesekali memandang Sungmin.
"Hhh~ Ia tidak mengatakan hal lain, selain pekerjaan? Kalian tidak membicarakan tentangku kan?" tanya Sungmin agak khawatir dengan jawaban Kyuhyun.
"Eungh, ya, tidak.. Tidak ada.. Ia hanya bilang, bahwa ia mengenalmu, hanya itu.." dusta Kyuhyun. Sambil menatap lurus kedepan, memfokuskan jawabannya.
Sungmin tak bodoh.
Ia merasa curiga dengan jawaban Kyuhyun. Kyuhyun selalu menatap matanya, saat berbicara serius padanya, tapi ini berbeda. Kyuhyun lebih memlih menatap jalan raya yang ada di depan.
"Aawwhh!" erang Sungmin tiba-tiba.
"Eh? Sungminnie?! Kau kenapa?!" tanya Kyuhyun panik, karena mendengar Sungmin merintih.
"K-Kyu! Perutku... Aakkh! Perutku sak-iiitth.." rintih Sungmin sambil memeluk perutnya.
"Minnie?! Gwaenchana?! Kita ke Rumah Sakit sekarang!" Kyuhyun langsung membanting setirnya, dan memutar arah, menuju Rumah Sakit terdekat.
Setelah sampai, di rumah sakit, Kyuhyun langsung memarkirkan mobilnya sembarang arah, dan langsung menggendong Sungmin, masuk ke dalam Rumah Sakit.
"SUSTER! DOKTER!"
.
.
"Keadaan Nyonya Cho dan Bayi-nya, sampai saat ini, masih dalam keadaan baik, karena Nyonya saat ini, masih bisa dikatakan, dalam keadaan hamil muda, jadi, perlu istirahat yang cukup dan makanan yang bergizi, mungkin tadi terasa sedikit keram, karena Nyonya, terlalu banyak fikiran dan sedikit stress." Ucap Doktor Park In Young.
"Kau sedang banyak pikiran Minnie?" tanya Kyuhyun khawatir, pada Sungmin yang sekarang duduk disampingnya. Ya.. keadaan Sungmin, sudah jauh lebih membaik, setelah diperiksa Dokter tadi.
"Ingat usia kandungan Nyonya, masih menginjak 13 minggu, masih terbilang kandungan yang masih lemah, jadi jangan terlalu banyak beraktifitas, karena itu, akan sedikit mengganggu masa kehamilan anda" tambah Dokter Park.
Sungmin mengangguk.
"Dan, Tuan Cho, tolong jaga Istri anda baik-baik ya.. jangan sampai terjadi sesuatu pada Istri dan anak pertama anda.." ucap Dokter Park pada Kyuhyun.
"Baik Dok " Kyuhyun tersenyum menyahuti nasihat sang Dokter.
"Baiklah Dokter, kami permisi dulu.." ujar Kyuhyun setelah mendapatkan resep vitamin untuk Sungmin, dari dokter, dan setelah melunasi beberapa registrasinya, yang harus dibayar.
Dokter Park tersenyum.
Lalu Kyuhyun dan Sungmin pun segera kembali ke rumah mereka, setelah membeli vitamin dan susu ibu hamil yang harus Sungmin minum, demi kesehatannya dan bayinya.
.
.
"Kyuhyun aku mau itu.." pinta Sungmin tiba-tiba saat mereka sedang dalam perjalanan pulang. Ia menunjuk ke sebelah kiri mobil, di sana, banyak penjual makanan, dan kebetulan yang Sungmin tunjuk adalah penjual Gulali.
"Eh? Baiklah, aku beli sebentar ya?"
Sungmin mengangguk imut, Kyuhyun pun memarkirkan mobilnya di tempat yang aman, lalu keluar sebentar, utnuk membelikan apa yang Sungmin inginkan.
Tak lama, Kyuhyun kambali, dengan sebuah gulali besar, berwarna merah muda.
"Ini Gulalinya.." Kyuhyun memberikan gulali itu pada Sungmin.
Sungmin agak ragu menerima gulali itu.
"Eungh, Kyu, sebenarnya—"
"Ada apa Min?" tanya Kyuhyun lembut.
"Eumh, yang aku mau itu, bukan gulali ini." jawab Sungmin berusaha jujur.
"Eh? Lalu yang kau mau apa? Tadi kau menunjuk penjual gulali ini kan?"
"Iya, tapi yang kumau bukan gulalinya.." jawab Sungmin, sambil cemberut imut.
"Jadi? Kau mau apa?"
Sungmin kembali menunjuk, si penjual gulali.
"Aku mau, topi, celemek dan sepatu yang digunakan penjual itu.."
"Hah?"
Kyuhyun sweatdrop mendengarnya, rupanya, aksi ngidam Sungmin masih berlangsung sampai sekarang, termasuk, sikapnya yang berubah-ubah sedari tadi.
"Eungh, kita beli topi, celemek dan sepatu yang sama saja ya di toko lain? Pasti lebih bagus kan, jika kita beli yang baru?" tawar Kyuhyun.
Tapi kini Sungmin, sedang tidak dapat di rayu, Sungmin menggeleng pasti.
"Aku mau, yang di pakai penjual itu Kyu, sekarang!.." titah Sungmin, yang sudah meluncutkan senjata andalannya, yakni kata 'sekarang!'. Kalau Kyuhyun sudah mendengar kata itu dari mulut Sungmin, berarti, mau tidak mau, ia harus menurutinya, saat itu juga.
"Tapi, kalau, penjual itu, tidak mau memberikannya bagaimana?" tanya Kyuhyun.
"Aku tidak mau tahu! Yang jelas aku mau itu sekarang!"
Kyuhyun hendak keluar dari mobil namun Sungmin menahan-nya. Sejenak ia berharap Sungmin membatalkan permintaannya.
"Dompetmu mana? Berikan padaku." pinta Sungmin sambil mengadahkan tangannya di depan wajah Kyuhyun.
"D-Dompet? Untuk apa?" tanya Kyuhyun agak sedikit curiga.
"Cepat berikan saja!" titah Sungmin.
Kyuhyun segera mengambil dompet di saku celananya, dan memberikan dompet itu pada Sungmin.
"Ha~ jotta.. Sekarang cepat keluar. Aku mau topi, celemek dan sepatu itu." perintah Sungmin dengan ekspresi wajah, seolah dirinya adalah nyonya besar.
"T-Tapi.."
"Cepat!" titah Sungmin bernada final.
Dengan berat hati, Kyuhyun kembali meninggalkan mobil itu, dan mendekati si penjual gulali itu lagi.
Sungmin tersenyum senang, saat melihat Kyuhyun dicueki habis-habisan oleh si penjual, setelah mengutarakan permintaannya.
Tak lama kemudian, Sungmin tertawa saat melihat Kyuhyun harus melepas kedua sepatunya, jas, dan kemejanya. Lalu memberikan itu untuk si penjual gulali, setelah itu si penjual gulali, juga ikut melepas sepatunya, lalu celemek dan terakhir topi, lalu di tukarkan dengan sepatu, bermerek Kyuhyun, jas serta kemeja baru nan mahal.
Setelah mendapatkan apa yang ia inginkan, Kyuhyun kembali masuk ke dalam mobil dan memberikan, sepatu murahan yang buluk itu pada Sungmin, serta celemek kotor, dan topi yang sudah robek.
"Baiklah Kyu, sekarang kau pakailah, setelah, kau memakainya, aku yakin, kau pesti berubah menjadi pria tampan.." ucap Sungmin sambil tersenyum puas.
"Apa harus?" tanya Kyuhyun setengah ikhlas.
"Ya, tidak sih, tapi aku benar-benar ingin melihatnya!" seru Sungmin, dengan terpaksa, Kyuhyun mengenakan topi, celemek, dan sepatu buluk itu.
"Kyu! Ayo berfoto!" Sungmin mengeluakan kamera handphone-nya, dan berfoto bersama Kyuhyun yang sedang dalam penampilan gembelnya.
.
.
myblacksmile: new ava, Take picture with candy's seller 1 minutes ago via twitter for i-phone
.
.
.
.
.
~to be continued~
Waktu gue bikin ff ini, twitternya Sungmin masih yg onoh -_-, jadi jangan heran ya bacanyah..
Pertanyaanya cukup banyak yah, di chapter kemaren, tumben XD
.
.
Q: Sungmin memang gak suka sama Jungmo kan?
A: Nggak kok :D
Q: Apa Jungmo bakalan ngerebut Sungmin dari Kyuhyun?
A: Tergantung usaha Jungmo nantinya, hehehe..
Q: Author tumben updatenya lama kemarin?
A: Kemaren nunggu mood baikan dulu :D
Q: Apakah Sooyoung akan tetap jadi "wanita pengganggu" ?
A: Nggak kok, dia cuma nongol disitu doang, hehehehe..
Q: Kak, mau tanya, ini ceritanya happy end nggak?
A: Tergantung para readers ngambil sisi happy atau sad-nya di ending nanti, hehe #Oops
Q: Di chap ini kandungan Sungmin udah berapa?
A: 3 bulan lebih :)
Q: Di chapter kemarin author gak nongol di tengah2 cerita ya? kenapa? kok tumben?
A: masa sih? -_-, tapi di chapter ini aku ngeksis banyak tuh, hehe.. emang nggak di setiap chapter kayaknya aku nongol, dan kayaknya sih, aku kebanyakan nongol di chapter2 pertama aja, ending2 akunya juga nggak sering2 ngeksis. #kebanyakan'kayaknya'
Q: Haehyuk apa bakal jadi couple? apa akan ada Hanchul couple nantinya?
A: Buat Eunhae-nya, liat saja nanti, hehehe.. Hanchul nggak bakal nongol nanti, mereka cuma ada di flashback-nya Sungmin kemaren, buat terusannya mereka nggak bakal nongol.. maap yah -_-v
Q: Thor, nonton SMtown gak?
A: Nonton ^^,, di Youtube ntar -_-'' #bilangajenggak!
Q: Plis thor, minta fb-nya dong?
A: Lahaciaaa hhe
Q: Waktu liat profilnya author, di sana tertulis 'mantan penulis' yg merepublish karyanya, berarti author memang sudah nggak nulis cerita ya untuk saat2 ini? Apa memang sudah berhenti total buat nulis?
A: belom berhenti total kok, cuman emang lagi vacoom aja.. tapi sih, alamatnya aku nggak nulis lagi, mangkanya aku nulisnya 'mantan penulis',, yaahh doain aja lah ya semoga aku bisa nulis lagi, kesian otak ane, ide udah numpuk, tapi ngetiknya belom sempet, pas udah sempet.. kompi-nya kena penyakit baru -_-.
Q: Author kuliah dimana? umurnya berapa?
A: kayaknya udah pernah ada yang nanyain umur ane deh -_- paling ga demen deh pake nanya2 umur, #bilangajemalu.. Aku masih SMA, kelas 12.. Umurku... 16 th -_-.
.
.
And last.. Review please..
Thanks..
Diniaulicious
1st publish for chapter 14: May 2nd, 2011
