Title : Love You Love Me
Pairing : KyuMin
Other Cast :
- Lee Hyukjae a.k.a Eunhyuk
- Lee Donghae
- Kim Jungmo
- For other chara, just find by your self
Warning : 1st M-Preg(Impossible thing). OOC, bahasa tidak sesuai EYD, Gaje, Misstypo, WITHOUT EDITING, AND I'LL NEVER EDIT IT AGAIN, penggunaan kata-kata kasar, KEBACOTAN author di beberapa bagian, NO BASHING!
.
.
DON'T LIKE? DON'T READ, DON'T REVIEW, AND DON'T COMPLAIN PLEASE.
.
.
Happy Reading..^^..
.
.
.
"Baiklah Kyu, sekarang kau pakailah, setelah, kau memakainya, aku yakin, kau pesti berubah menjadi pria tampan.." ucap Sungmin sambil tersenyum puas.
"Apa harus?" tanya Kyuhyun setengah ikhlas.
"Ya, tidak sih, tapi aku benar-benar ingin melihatnya!" seru Sungmin, dengan terpaksa, Kyuhyun mengenakan topi, celemek, dan sepatu buluk itu.
"Kyu! Ayo berfoto!" Sungmin mengeluakan kamera handphone-nya, dan berfoto bersama Kyuhyun yang sedang dalam penampilan gembelnya.
.
.
myblacksmile: new ava, Take picture with candy's seller 1 minutes ago via twitter for i-phone
.
.
_Part 15_
"Haaaahhh.." Kyuhyun menghela nafas lega, sambil merebahkan dirinya di sofa.
Sementara Sungmin yang baru saja mengunci pintu langsung melenggang ke dapur.
Dengan malas Kyuhyun melepas sepatu buluk, yang masih melekat dikakinya. Tak lama Sungmin datang dengan sebaskom air hangat, dan sebuah handuk.
Sungmin duduk di samping Kyuhyun, lalu, memasukkan handuk itu kedalam air hangat, dan memerasnya. Lalu mengusapkan handuk itu, di wajah Kyuhyun yang kusam, karena terlalu banyak terkena debu.
"Aku bisa melakukannya sendiri.." ucap Kyuhyun lembut, sambil berusaha mengambil handuk itu dari tangan Sungmin. Namun di tepisnya tangan itu, oleh Sungmin.
"Aku saja yang melakukannya.. Mian hari ini merepotkanmu.." ucap Sungmin sambil terus mengusapkan handuk itu di wajah Kyuhyun, dan melepas topi robek yang tadi masih Kyuhyun kenakan.
"Gwaenchana.." ucap Kyuhyun dengan senyuman tulusnya.
"Hari ini kau jadi terlalu lelah karena ku.." ujar Sungmin setelah membersihkan wajah dan leher Kyuhyun, dari debu yang menempel.
"Karena itu untukmu, aku rela melakukan apapun.."
Chup!
Sungmin mengecup bibir Kyuhyun sekilas.
"Gomawo!" Sungmin memeluk Kyuhyun erat.
Sedangkan Kyuhyun, masih mematung, dengan aksi Sungmin yang mengejutkan tadi.
Ya walaupun sudah beberapa kali Sungmin melakukannya, tapi ya tetap saja...
Sukses membuat Kyuhyun tak berkutik.
.
.
"Kyuhyun.."
"Ne?"
"Menurutmu, aku lebih cocok jadi suami atau istri?" tanya Sungmin tiba-tiba.
Mendengarnya, Kyuhyun langsung merubah posisinya, menjadi tidur menyamping menghadap Sungmin, menopang kepalanya dengan tangan kanannya.
"Kenapa kau bertanya seperti itu? Kau maunya jadi suami kan?" tanya Kyuhyun, sambil merapikan rambut Sungmin yang berantakan.
Sungmin yang sedang berbaring telentang di samping kanan Kyuhyun, langsung mendongak menatap Kyuhyun.
"Habis, aku merasa lebih nyaman, jika kau mengenalkan diriku, sebagai Istrimu.. Tapi aku tidak suka jika aku yang menjadi Istri.." ucap Sungmin.
"Tidak suka?"
"Hmm, lebih tepatnya, aku takut, jika aku menjadi Istri, aku takut, tidak bisa menjadi Istri yang baik, Tapi, sekarang, dengan aku menjadi suami, tetap saja yang selalu berperan itu kau, kau pantas menjadi suami, juga istri, sedangkan aku, aku merasa tak nyaman jika menjadi suami yang seperti ini, tapi aku benar-benar merasa aneh jika di suruh menjadi Istri.." Sungmin menceritakan seluruh curahan hatinya, malam itu juga.
"Kalau kau tidak suka, jangan memaksa untuk melakukannya, lakukan apa yang kau mau, hmm, lagipula aku tahu perasaanmu, ya.. Lelaki mana yang suka jika, dianggap Istri.. " ucap Kyuhyun, sambil menyibak, poni-poni yang menutupi kening Sungmin.
"Jadi, kau juga tidak suka menjadi Istri?" tanya Sungmin.
"Jujur.. Aku tidak suka.." jawab Kyuhyun sambil menundukkan kepalanya, tidak berani menatap Sungmin.
Sungmin cukup kecewa dengan jawaban Kyuhyun, ia pikir, selama ini, Kyuhyun ikhlas berperan sebagai Istrinya, tapi ternyata, Kyuhyun sendiri juga tidak menyukai itu.
"Lalu, kalau kau tidak suka, kenapa kau mau menjadi Istri?! Kenapa kau mau mengalah?!" ucap Sungmin kesal.
"Sudah ku pernah katakan.. Karena itu untukmu, aku rela melakukan apapun.." jawab Kyuhyun, yang berani menatap Sungmin lagi.
Raut wajah kesal Sungmin, perlahan berubah melembut.
Sungmin langsung memeluk Kyuhyun dan...
Chu~
Sekali lagi, Sungmin menempelkan bibirnya, pada bibir Kyuhyun.
Dua kali!
Dua kali untuk hari ini..
Hari ini, Kyuhyun sudah dua kali dibuat mematung oleh bibir Sungmin.
Bagaimana bisa Sungmin menjadi se-agresif ini?
"Jangan mengatakannya lagi.." titah Sungmin, setelah melepaskan tautan bibirnya.
"Eh? N..ne?" Kyuhyun yang baru sadar langsung sedikit menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Jangan mengatakan, kau akan rela melakukan apapun asal itu untukku, atau aku akan menciummu lagi.." ucap Sungmin sambil menangkupkan telapak tangannya di pipi Kyuhyun.
"Kkk~, kalau begitu, aku harus sering-sering mengatakannya.." ujar Kyuhyun, sambil sedikit terkekeh.
Sungmin sedikit tertawa mendengarnya.
"Sudah ayo tidur, ingat kata Dokter, kau harus istirahat yang banyak" ucap Kyuhyun kemudian mengecup kening Sungmin.
Sungmin mengangguk, lalu kembali pada posisinya, dan mulai tertidur. Begitu juga dengan Kyuhyun.
.
.
"Baiklah, selesai.." Sungmin tersenyum puas begitu melihat bekal makanan buatannya.
"Tunggu dulu!" Sungmin merasa ada yang menjanggal pada karya-nya itu.
"Sepertinya, yang ini harus di keluarkan, hmm, yang ini juga.. Dan yang ini.." Sungmin mengeluarkan beberapa jenis makanan dari dalam kotak bekal itu.
"Kyuhyun tidak suka sayuran, jadi seperti ini, ini, dan ini.. Hmm..." Sungmin menata kembali kotak bekalnya, dan memberi beberapa sentuhan manis.
"Perfect.." gumam Sungmin, setelah mengeluarkan beberapa jenis sayuran dari dalam sana.
Sungmin langsung membungkus kotak bekal itu. Mempersiapkan diri, dengan dress ibu hamil, wig panjang berwarna coklat keemasan, dan jepitan kecil. Lalu memakai sebuah mantel yang agak tebal.
Sungmin keluar dari apartment dangan membawa kotak bekal buatannya tadi. Menyetop sebuah taksi, dan langsung menuju ke kantor Kyuhyun, ya, kantornya yang dulu.
"Tidak berubah..." gumam Sungmin setelah sampai di gedung kantor, tempat Kyuhyun bekerja.
Setelah berbasa-basi dengan resepsionis di sana, Sungmin langsung naik ke lantai 9 gedung itu, dan menuju ke ruang kerja Kyuhyun.
Tepat sebelum Sungmin masuk ke dalam ruang kerja Kyuhyun, seorang gadis keluar dari ruang kerja Kyuhyun.
Seorang gadis cantik, tinggi, berambut panjang. Dan memiliki wajah innocent. Ya Tuhan, aku benar-benar tidak ikhlas mengatakan, kalimat barusan.
Gadis itu tersenyum saat tatapannya bertemu dengan Sungmin. Sungmin juga membalas senyumannya walau agak bingung siapa wanita itu.
Sungmin pun mulai masuk ke dalam ruang kerja Kyuhyun.
"Sudah ku katakan keluarlah! Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi!" bentak Kyuhyun tiba-tiba.
Sungmin terkejut, baru saja, ia masuk, Kyuhyun sudah membentaknya, seperti ini. Padahal Kyuhyun belum pernah seperti ini sebelumnya.
"Kyu..." lirih Sungmin.
Kyuhyun yang tadinya duduk membelakangi pintu, pun memutar kursinya, dan menghadap pintu. Betapa terkejutnya ia, melihat Sungmin berdiri di sana, sambil menundukkan kepalanya.
"Minnie?" Kyuhyun langsung bangkit dari kursinya, dan beranjak mendekati Sungmin.
"Mianhae, bukan maksudku begitu.. Tadi itu..."
"Kau! Menyebalkan!" Sungmin langsung membalikkan badannya, dan hendak melenggang pergi dari sana.
Namun, tiba-tiba, Kyuhyun menahan Sungmin, dan memeluknya dari belakang.
"Ya!" Sungmin mendekap mulutnya sejenak begitu menyadari suara 'jantan'nya keluar ketika membentak Kyuhyun.
"Lepaskan! Ya! Cho Kyuhyun!" Sungmin sedikit memberontak sambil mengontrol suaranya.
"Tidak, dengarkan aku dulu!" Kyuhyun menahan Sungmin dalam pelukannya.
"Aku tidak mau! Lepaskan!" Sungmin menarik tangan Kyuhyun agar lepas dari tubuhnya.
Namun Kyuhyun malah membalik tubuh Sungmin, sehingga mereka berhadapan, Secara tiba-tiba, Kyuhyun membopong Sungmin.
"Kyuhyun turunkan! cepat!"
"Tidak sebelum kau mendengarkanku!" Kyuhyun membawa Sungmin masuk ke dalam ruangannya dengan susah payah, karena Sungmin terus memberontak.
Ya, mereka tak peduli berapa pasang mata yang telah memperhatikan mereka dengan tatapan aneh.
.
.
Kyuhyun menurunkan Sungmin secara pelan di sofa, lalu meletakkan kedua tangannya di sisi kanan dan kiri Sungmin, sehingga Sungmin tidak bisa kabur.
"Dengarkan dulu.." ucap Kyuhyun memelas.
"Tidak! Kau yang bilang tidak ada yang perlu dibicarakan lagi!" ujar Sungmin ketus, sambil membuang mukanya ke arah lain.
Ya hanya perumpamaan, jika benar-benar Sungmin membuang mukanya, makanya aku akan dengan senang hati memungutnya, kantongin, dan bawa pulang.
"Kau hanya salah paham Minnie.." ujar Kyuhyun, berusaha menjelaskan.
"Salah paham apanya?! Jelas-jelas tadi, kau mengatakannya padaku! TEPAT PADA SAAT AKU MASUUUK!" seru Sungmin pada kalimat terakhir, tepat di depan wajah Kyuhyun.
Sungmin memanyunkan bibirnya kesal.
Kyuhyun mengelus pipi Sungmin, membawa wajah dan pandangan Sungmin beralih padanya kembali.
"Mian, aku tidak sengaja, aku fikir yang tadi masuk ruangan ku itu bukan kamu, tapi orang lain, jadi yang aku maksud tadi berteriak itu, bukan untukmu.. Mian yah?" Kyuhyun mengelus pipi Sungmin lembut, sambil menatap mata kecilnya.
Sungmin menatap mata Kyuhyun, matanya menggembarkan kejujuran, dan ketulusan. Namun.
"Aku tidak percaya" Sungmin membuang mukanya, sambil tersenyum kecil.
Kyuhyun menemukan hal yang mencurigakan dari itu.
"Hei!, kau mempermainkanku ya?" Kyuhyun membawa wajah Sungmin melihatnya.
Sungmin mulai cekikikan, Kyuhyun tertawa, karena merasa dibodohi.
.
.
"Habis wajahmu menyebalkan waktu saat membentak tadi, lagi, siapa suruh membentakku.." ucap Sungmin setelah selasai bertertawa ria bersama Kyuhyun, karena aktingnya, yang tidak 100% berhasil.
"Kan sudah kubilang, aku tidak bermaksud membentakmu.." ucap Kyuhyun, sambil memainkan wig Sungmin, yang kini Sungmin sedang duduk di sebelah kirinya.
"Hmm, pasti kau mengira, aku itu gadis yang tadi itu ya?" tanya Sungmin sambil membuka kotak bekal yang ia bawa.
"Kau tahu dia?" tanya Kyuhyun balik, dengan agak sedikit terkejut.
"Aniya, hanya kebetulan, tadi aku datang, setelah dia keluar.." jawab Sungmin sambil menyuapkan sesendok nasi untuk Kyuhyun.
"Oh.. Hei, kau membuat ini sendiri?" Kyuhyun langsung mengalihkan arah pembicaraan mereka, dengan bekal bawaan Sungmin.
Sungmin mengangguk, sambil tersenyum, dan mengambil kan beberapa sendok nasi dengan lauk lagi, untuk Kyuhyun.
"Aku suka masakan buatanmu.." gumam Kyuhyun, namun, masih dapat di dengar oleh Sungmin dengan jelas.
Sungmin tersenyum kembali.
"Sayangnya, aku jarang makan masakkan buatanmu.." ucap Kyuhyun lagi.
Sungmin mengangkat alisnya. "Kalau begitu mulai besok, aku akan membuatkan bekal untukmu.."
"Jangan!" cegah Kyuhyun, tiba-tiba.
"Wae?"
"Kau berniat melakukannya setiap hari bukan?" tanya Kyuhyun memastikan.
Sungmin mengangguk.
"Kalau begitu! Jangan lakukan?!" titah Kyuhyun.
Sungmin merenggut. "Memangnya kenapa?!"
"Pokoknya jangan lakukan!" Kyuhyun sedikit meninggikan suaranya.
Sungmin curiga di buatnya, ia menatap Kyuhyun kesal. "Wae?! Apa sebenarnya, masakan ku itu tidak enak?! Apa tadi kau hanya berpura-pura?! Jadi sebenarnya kau tidak suka masakanku?!" Sungmin meninggikan suaranya pada kalimat-kalimat terakhir.
"Bu-Bukan begitu.." ucap Kyuhyun yang agak terkejut dengan perubahan sikap Sungmin yang selalu saja tiba-tiba.
"Ish! Kau memang benar-benar menyebalkan" Ujar Sungmin kesal, dan hendak beranjak dari sofa, namun untuk yang kesekian kalinya, Kyuhyun menahan tangan Sungmin, sehingga Sungmin jatuh terduduk lagi di atas sofa.
"Aku tidak ingin kau terlalu lelah, hanya dengan membuatkan makanan lalu mengantarkannya padaku.. Apa lagi setiap hari? Lebih baik jangan lakukan itu, dari pada kau terlalu lelah, mengerti!" ujar Kyuhyun dengan nada tegas, tepat di depan wajah Sungmin.
Sungmin sedikit membuang mukanya, masih sedikit kesal. Walau sebenarnya ia ingin menuruti perintah Kyuhyun.
"Hei, soal masakanmu, itu, rasanya sangat enak.." ucap Kyuhyun tiba-tiba.
Tetap tidak membuat Sungmin mengindahkannya.
"Aku tidak bohong, aku bersungguh-sungguh akan itu.." ujar Kyuhyun.
Sungmin masih tidak mau memandangnya.
"Aku tunggu lagi masakan buatanmu, hari minggu nanti.. Kalau sekarang-sekarang ini aku tidak ingin kau terlalu banyak beraktivitas, nanti bisa membuatmu terlalu lelah.." ucap Kyuhyun, sambil sesekali, membenarkan letak poni Sungmin.
"Kau boleh melakukannya setiap minggu, tapi jangan setiap hari.. Aku tidak ingin melihatmu kelelahan." ujar Kyuhyun.
Sungmin menundukkan kepalanya. Ia memanyunkan bibirnya dan menggembungkan pipinya.
Chup
Kyuhyun mengecup pipi kanan Sungmin, membuat Sungmin mengempeskan gembungan pipinya.
"Akan ku lanjutkan makannya, habis ini aku antar pulang ya?" tanya Kyuhyun, setelah mencium kedua pipi Sungmin.
Sungmin tidak menjawab, tidak mengangguk ataupun menggeleng, ia hanya berusaha membuat Kyuhyun, tidak menatap wajahnya, karena sekarang pipinya telah sukses dibuatnya merah merona.
"Nah, sudah sampai.." Kyuhyun menghentikan mobilnya, tepat di depan gedung apartment.
Tanpa basa-basi, Sungmin langsung membuka pintu mobilnya, dan keluar dari mobil.
'BUGH' pintu mobil Kyuhyun, tertutup dengan keras. Sungmin telah berjalan masuk ke dalam gedung apartment. Namun segera di susul oleh Kyuhyun.
"Kau masih marah?" tanya Kyuhyun sambil menahan tangan Sungmin.
Sungmin diam, tiba-tiba ia merasakan tangan Kyuhyun mulai melepas pergelangan tangannya, dan berpindah menuju pinggang, Kyuhyun memeluk Sungmin dari belakang secara perlahan, lalu mengelus perut Sungmin dengan penuh kasih sayang.
"Mian kalau aku salah bicara" ucap Kyuhyun sambil meletakkan dagunya di bahu Sungmin.
"Hhahhh~" Sungmin menhela napas panjang.
"Mollaso.." ucap Sungmin, ia membalikkan badannya, sehingga menghadap Kyuhyun.
"Kau tidak salah, Mungkin aku yang terlalu sensitif.." ujar Sungmin sambil menyusupkan tangannya di pinggang Kyuhyun, memeluknya erat.
"Gwaenchana.. Bagi orang hamil, sensitif itu wajar.." jawab Kyuhyun sambil mengelus kepala Sungmin.
"Tapi itu pasti merepotkanmu.."
"Karena itu untukmu, aku rela me..."
"Apa kau ingin aku menciummu di tempat umum?" potong Sungmin yang seakan tahu kalimat apa yang ingin Kyuhyun lontarkan.
Kyuhyun tersenyum kecil, kemudian mengecup kening Sungmin sekilas. Setelah itu, Kyuhyun sedikit menutup jarak di antara wajah mereka, ia mendekatkan wajahnya dengan wajah Sungmin. Sungmin mulai menutup matanya, diikuti oleh Kyuhyun tentunya.
Sangat dekat, sudah sangat dekat, dekat dekat, daaannn...
Chhh...
'Krusuk-krusuk(?)'
"Hei! Cepat kamera-nya, katamu ingin diabadikan?!." bisik seseorang.
"Tidak mau! Kamera-mu saja, nanti hapeku rusak lagi!" balas orang satunya dengan ikut berbisik.
"Yaish, aku juga tidak mau, nanti kameraku rusak juga.." balas orang pertama, agak mulai berisik.
Kyuhyun dan Sungmin kembali membuka mata mereka, menatap ke arah sekeliling, memastikan arah suara berisik itu.
"Setidaknya, kau belum pernah rusak sebelumnya.." lanjut orang kedua.
"Ish, yasudah pake kameraku!" bisik orang pertama agak kencang.
Orang pertama mulai mengambil handphone-nya dari sakunya, lalu mengarahkannya kepada objek yang ia maksud.
"Loh? Kemana mereka?" ucap orang pertama.
"Eunhyuk-ah! Ini salahmu! Karena kau tidak mau mengeluarkan hape terlebih dahulu, makanya, mereka pergi!" orang pertama menyalahkan orang kedua, yang ternyata adalah Eunhyuk.
"Mana kutahu! Kau saja yang terlalu lamban!" bela Eunhyuk, baiklah, Kalian pasti tahu, lawan bicara Eunhyuk sekarang.
"Jangan menyalahkanku! Jelas ini salahmu!"
"Ya! Donghae-ah! Harusnya kau sadar, yang terlalu lamban di sini kau! Jadi kau yang salah!"
"Ekhem.."
"Berisik! Jangan ganggu!" ujar Donghae pada orang yang berdehem itu.
"EKHEM!" orang itu sedikit mengencangkan dehemannya.
"Kau tidak lihat kami sedang bertengkar?! Pergilah jangan mengganggu." kini Eunhyuk yang bersuara.
"EKHEMMM!"
"Ya! Mau mu itu apa s..."
Seruan Eunhyuk dan Donghae, tehenti saat menoleh ke arah orang yang 'mengganggu' mereka sedari tadi itu.
"Selamat siang pak.." ucap Eunhyuk basa-basi.
"Ada yang bisa kami bantu pak?" tanya Donghae sok akrab.
Seorang satpam apartment, dengan tubuh tinggi besar, perut menggunung, dengan kumis tebal nan lebat yang bertengger di bawah hidungnya, Sukses membuat Eunhyuk dan Donghae 'tidak mampu berkata-kata'.
.
.
"Iyaaa.. Ampuun paaakk.." seru Donghae.
"Kami janji tidak akan mengganggu warga apartment di sini lagi paaakk.." tambah Eunhyuk.
Tapi satpam itu, tidak mengindahkannya, ia tetap tersenyum tenang, sambil berjalan keluar dari balik kumpulan tanaman hias di pojok gedung apartment, menuju pintu keluar gedung.
Dengan santainya, ia mengangkut, dua makhluk cungkring di masing-masing tangannya.
Eunhyuk, dan Donghae tidak hanya merasa tersiksa sekarang, dengan posisi, kerah belakang mereka yang di angkat 'Sang Satpam' sampai2 sangking tingginya mereka di angkat, kaki mereka pun tidak lagi menginjak tanah. Tapi mereka juga merasakan bagaimana menjadi rasanya orang 'terpandang', ya bayangkan, mereka dipandangi oleh tiap-tiap mata yang melewati atau dilewati mereka, tak terhitung berapa suara yang telah menertawakan mereka.
Sementara di sisi lain.
"Minnie, apa tidak terlalu keterlaluan?" tanya Kyuhyun memastikan, setelah melihat wajah Sungmin yang puas.
"Ehm, sebenarnya, aku merasa kasihan dengan mereka, tapi entah mengapa sebagian dari diriku menyukai pemandangan itu, batin ku merasa puas, rasanya sama seperti saat melihat-mu bermain ski dengan sepatu balet" jawab Sungmin polos.
'Jadi ngidamnya, terpuaskan dengan melihat pemandangan menyiksa seperti itu..' batin Kyuhyun, yang agak merasa seram dengan Sungmin sekarang.
"Ehm, Minnie, sudah ayo, naik ke atas, kembali ke apartment, setelah itu, aku ingin kembali kerja lagi." ujar Kyuhyun hati-hati sambil menggenggam tangan Sungmin.
"Oh? Ne, Kajja.." Sungmin pun mulai melangkah masuk ke dalam lift, seiringan dengan Kyuhyun.
"Banyak-banyaklah beristirahat ya." ucap Kyuhyun.
"Baby, jangan merepotkan eomma ya? Appa kerja dulu." ucap Kyuhyun sambil menyetarakan wajahnya dengan perut Sungmin.
"Aku kembali ke kantor ya.." Kyuhyun mengecup kening Sungmin. Setelah itu, kembali menuju kantornya, Sungmin pun melambaikan tangannya, dengan setengah tak ikhlas.
Ia kembali masuk, lalu mengunci pintu, namun setelah beberapa langkah masuk ke dalam, bel pintu berbunyi.
'TING NONG TING NONG'
"Eh? Apa Kyuhyun kembali lagi?" gumam Sungmin yang menyangka pemencet bel itu, adalah Kyuhyun.
'TING NONG'
"Iya sebentar.." seru Sungmin dengan suara khas 'wanita'-nya.
'CKLEKK'
"K..Ky.."
Sungmin langsung menghentikan kalimatnya, setelah mendapati bahwa yang memencet bel itu bukan lah Kyuhyun, melainkan...
.
.
.
.
.
.
~to be continued~
Nah dengan chapter ini, kalian pasti udah pada bisa nyimpulin perasaan KyuMin kayak gimana kan satu sama lain? aku kasih bocorannya nih ya, walau penggambaran perasaan KyuMin satu sama lain udah jelas, tapi mereka ngakunya masih lamaaaaa banget jadi nikmati aja keadaan yang seperti ini ya, hehehe..
.
.
Q: Sifat evil Kyuhyun beneran gak ada ya disini? munculin dong dikit!
A: yah, aku lupa ntar sifat evilnya nongol atau nggak.. -_-, udala~ nikamatin aja apa yg ada #plakk
Q: Sungmin bakalan cerita ke Kyuhyun gak tentang masa lalu Jungmo?
A: Akunya lupa T^T, tar aku baca lagi deh..
Q: bakal ada cast lain gak?
A: Ada dong :D
Q: Apa sebelum menghamili Heechul, Jungmo udah suka Sungmin duluan?
A: Belom, abis tragedi sama Heenim itu dia baru interest ke Sungmin.
Q: Kenapa sampe sekarang Kyuhyun belom bawa Sungmin ke ortunya?
A: Beberapa chapter lagi bakal ada sebab Kyuhyun nggak tinggal sama ortunya kok.. ceritanya di ceritakan oleh tokoh lain.
Q: kira-kira Jungmo akan ngerebut umin gak? Trus nanti ada gak konflik antara hubungan kyumin?
A: Jungmo bakal berusaha ngerebut Sungmin, tapi caranya dia itu berusaha bikin Sungminnya yg gak percaya sama Kyuhyun.. Konflik antara Hubungan KyuMin? yah, akunya lupa lagi, -_-'', pokoknya tunggu aja lanjutannya yah, hehehe..
Q: masalahnya berat ga sih ini!?
A: tergantung reader nanggepinnya gimana, masing reader kan pasti nanggepnnya beda2.
Q: Kira-kira nanti anaknya lahir atau Sungminnya keguguran ya?
A: astaga dragon.. -_-'', haduhduh, pokoknya tunggu ajalah ya.. palingan 2 minggu lagi atau lebih dikitlah, bakal tamat ini FF..
.
.
Adakah pertanyaan yg terlewat?
yah, intinya, akhir kata... review please..
Thanks.
Diniaulicious
1st published for chapter 15: May 14th, 2011
