Title : Love You Love Me

Pairing : KyuMin

Other Cast :

- Lee Hyukjae a.k.a Eunhyuk

- Lee Donghae

- Kim Jungmo

- For other chara, just find by your self

Warning : 1st M-Preg(Impossible thing). OOC, bahasa tidak sesuai EYD, Gaje, Misstypo, WITHOUT EDITING, AND I'LL NEVER EDIT IT AGAIN, penggunaan kata-kata kasar, KEBACOTAN author di beberapa bagian, NO BASHING!

.

.

DON'T LIKE? DON'T READ, DON'T REVIEW, AND DON'T COMPLAIN PLEASE.

.

.

Happy Reading..^^..

.

.

.

'TING NONG TING NONG'

"Eh? Apa Kyuhyun kembali lagi?" gumam Sungmin yang menyangka pemencet bel itu, adalah Kyuhyun.

'TING NONG'

"Iya sebentar.." seru Sungmin dengan suara khas 'wanita'-nya.

'CKLEKK'

"K..Ky.."

Sungmin langsung menghentikan kalimatnya, setelah mendapati bahwa yang memencet bel itu bukan lah Kyuhyun, melainkan...

.

.

.

_Part 16_

Dua tante-tante (girang), yang dandanannya menor, lebih tampak seperti banci taman lawang, di tambah lagi, kaca mata hitam besar yang bertengger di masing-masing hidung tante-tante ini.

"Eungh, mencari seseorang?" tanya Sungmin pada dua tante-tante ini.

"Hhh~, jangan bercanda Min, kami hampir gila, gara-gara takut ketahuan oleh si Satpam perut gunung itu." ujar salah seorang dari tante-tante itu, suara 'berat'-nya yang khas, mudah dikenali oleh Sungmin.

"Hyukjae-ah?"

"Kau tidak mempersilahkan kami masuk?" tanya tante seorang lainnya, sambil membenarkan 'letak' rambut-nya yang agak berantakan.

"Donghae?"

"Ah, I-Iya, ayo masuk." tambah Sungmin, yang agak sweat drop melihat keadaan teman-temannya.

Donghae dan Eunhyuk langsung melepas wig-nya yang menyusahkan dan berantakan itu dari kepalanya, begitu pula dengan Sungmin yang tadi belum sempat mengganti dandannya. Sungmin langsung masuk ke kamar, dan mengganti pakaiannya, sementara Eunhyuk dan Donghae, mencuci make up mereka di kamar mandi.

.


.

"Fiuh, satpam itu merepotkan! Kalau saja ia tidak mengenali wajah kita, sudah kulepas dandanan ini sedari tadi!" keluh Eunhyuk setelah keluar dari kamar mandi.

"Lagian kan, kita sudah berjanji tidak akan membuat keributan di sini lagi, tapi kenapa dia masih tidak mengizinkan kita masuk, Satpam menyebalkan!" diikuti oleh keluhan Donghae, yang menyusul di belakang Eunhyuk.

Sungmin yang telah menyiapkan cemilan dan minuman di sofa, hanya bungkam mendengar celotehan, teman-temannya, yang tidak mengetahui apa-apa itu.

"Hei Min, tadi kau pegi kemana bersama Kyuhyun? Tadi sebelumnya aku ke sini, tapi kau tidak ada.." tanya Eunhyuk, sambil menyomot(?) sebuah kue kering dari atas meja.

"Oh, tadi aku ke kantor Kyuhyun, mengantarkan bekal, mian membuatmu bolak balik ke sini." ucap Sungmin sedikit merasa bersalah.

"Gwaenchana.." balas Donghae sambil memasukkan kue-kue kering itu ke dalam mulutnya.

'PLETAKK.'

"Awww!"

"Dia itu minta maaf padaku, kenapa kau yang menyahut!" seru Eunhyuk setelah menjitak kepala Donghae.

'PLETAKK'

"Aw! YA!"

"Aku kan juga ikut bolak balik! Wajar dong, kalau aku merasa dia juga minta maaf padaku!" balas Donghae tak mau kaah, setelah membalas sentuhan mesra Eunhyuk, dengan belaian yang tak kalah 'aduhai'.

"Hei Hei, sudah lah, aku minta maaf pada kalian berdua.." lerai Sungmin.

"Tuh kan weekk :P" Donghae mehrong pada Eunhyuk, sambil mengusap-usap bekas jitakan Eunhyuk yang masih terasa sakit.

Eunhyuk hanya memandang Donghae kesal, sambil ikut-ikutan mengusap-usap bekas sentuhan mesra Donghae dikepalanya.

"Hhh~ baiklah, aku bosan sekarang, lebih baik, apa yang kita lakukan?" Sungmin menanyakan pendapat pada kedua teman-nya ini.

"Ayo kita main!" seru Donghae.

"Eh? Mau apa?" tanya Sungmin.

"Bagaimana kalau hide and seek?!" sahut Eunhyuk.

Sungmin menggeleng, "Kalau itu, aku pasti menang, aku sudah hafal beetul isi seluk beluk apartment ini, jadi dimana pun kalian bersembunyi pasti ketemu."

"Truth or dare?" saran Donghae.

"Tidak! Nanti tantangannya aneh-aneh lagi! Kata Kyuhyun, aku tidak boleh terlalu lelah," tolak Sungmin.

"Aah! Kita main bekel(?)!" seru Eunhyuk, sambil mengangkat tangannya tinggi-tinggi.

"Permainan macam apa itu?" tanya Donghae tak mengerti.

"Masa kau tidak mengetahuinya?! Itu permainan menggunakan bola kecil, dan biji-biji bekel, kita melempar bola-nya, lalu, dengann cepat memungut biji-biji itu, sebelum bola-nya terjatuh." jelas Eunhyuk, Singkat, padat, dan tidak jelas.

Donghae hanya memiringkan kepalanya menatap kelangit-langit, sambil membayangkan penjelasan Eunhyuk barusan.

"Tidak tidak! Itu merepotkan, lagi pula tidak ada bola-bola kecil, atau biji biji bekal itu di sini.." tolak Sungmin mentah-mentah.

"Yang benar itu 'bekel'!" sahut Eunhyuk.

"What ever. :P" jawab Sungmin, mehrong.

"Kita main ibu-ibuan saja! Sungmin jadi ibu-nya yang sedang hamil, aku jadi anak laki-laki-nya, dan kau Eunhyuk, kau jadi anak perempuannya." ujar Donghae, seperti komando.

"Hei, kenapa harus aku yang jadi anak perempuan?!" protes Eunhyuk.

"Karena aku tidak mau menjadi anak perempuan, yang berarti peran itu, di dapatkan olehmu," ucap Donghae bikin kesel.

"Ya! Ya! Ya! Tidak! Memangnya, aku anak kecil berumur lima tahun apa?!" tolak Sungmin.

Donghae dan Eunhyuk memanyunkan bibirnya, semua tawaran permainan mereka, di tolak mentah-mentah oleh Sungmin.

"Sudahlah, kita nonton saja, banyak koleksi kaset dvd yang belim ku tonton, dan juga, banyak kaset dvd yang kalian tinggalkan di sini, tapi belum ku tonton, sudah ayo, ke ruang tengah." Sungmin bangkit perlahan dari sofa, dan beranjak menuju ruang tengah, di susul dengan Eunhyuk dan Donghae.

.


.

"Ehm, kita nonton yang ini saja!" sahut Donghae setelah memilah-milih koleksi kaset dvd yang di bongkar oleh mereka bertiga di ruang tengah.

"Ih, tidak mau! Itu pasti membosankan! Yang ini saja!" tolak Eunhyuk kemudian menunjukkan sebuah kaset yang ia temukan.

"Ya! Tidak! Apa-apaan itu?! Dari cover saja, gambar-nya sudah tidak bagus! Yang ini saja." seru Sungmin, sambil menunjukkan sebuah kaset lainnya.

"Min! Berapa umurmu?! Masa kau mau nonton kartun! Tidak tidak yang ini saja!" balas Donghae sambil tetap ngotot dengan kaset pilihannya.

"Eiit! Tidak bisaa! Pokoknya yang ini!" Eunhyuk pun tidak mau kalah.

"Hei, film yang kalian pilih itu tidak bermutu! lebih baik yang nonton yang ini!" Sungmin menunjuk-nunjuk kaset-nya dengan nafsu. Ngotot tetap mau yang ia pilih.

"Yang ini!"

"Aku bilang yang ini!"

"Apa-apaan jelas jelas yang harusnya di tonton yang ini!"

Begitulah, terjadi perdebatan, di antara mereka bertiga.

Entah sudah berapa jam mereka berdebat hanya karena masalah dvd apa yang ingin mereka tonton, tiba-tiba.

'TING NONG'

"Heish, mengganggu saja! Siapa lagi yang bertamu sore-sore begini?!" ucap Eunhyuk kesal, karena dari tadi kalah bacot, dari Sungmin dan Donghae.

"Biar aku yang buka pintu!" ujar Eunhyuk, entah mengapa, Sungmin yang punya rumah, tapi jadi dia yang napsu, -''

'TING NONG TING NONG'

"Iya sebentar!" sahut Eunhyuk.

"Tidak sabaran sekali!" umpat Eunhyuk. Kemudian langsung membuka pintu.

"Mencari siapa?!"

"Sudah lama tak bertemu Lee Hyuk Jae." ucap 'Sang tamu'.

"Kim Jungmo.."

.


.

"Siapa yang bertamu? Kenapa tidak di ajak masuk?" tanya Sungmin, begitu, Eunhyuk kembali.

Eunhyuk langsung duduk di samping Sungmin, sambil memasang ekspresi datar.

"Hei! Kau belum menjawabku!" tegur Suungmin.

"Jungmo.. Yang datang tadi Jungmo.." jawab Eunhyuk pelan, namun, masih terdengar jelas oleh Sungmin dan Donghae.

"Jungmo? Siapa dia?" tanya Donghae.

"Lalu, dia sekarang?" tanya Sungmin juga.

"Dia sudah pulang." jawab Eunhyuk.

"Kau mengusirnya?" tanya Sungmin lagi.

Eunhyuk terdiam sejenak. "Tentu saja! Mana mungkin aku membiarkan dia menggaggu acara nonton kita, sudah lah, ayo lanjutkan yang tadi, kita nonton yang ini.." ujar Eunhyuk, yang kelihatan sekali ceria-nya hanya dibuat-buat.

Tapi, entahlah, Donghae tidak menyadari-nya.

"Tidak! Kan sudah aku bilang yang ini!" seru Donghae.

"Ya! Itu membosankan yang ini saja!" bantah Eunhyuk.

'Aku yakin pasti ada yang disembunyikan Eunhyuk, tapi, apa hanya perasaan ku saja?' ucap Sungmin dalam hati.

.


.

"Minnie, aku pulang.."

"Aku mau nya yang ini!"

"Tidak bisa! Yang ini! Pokoknya yang ini!"

Terdengar keributan dari arah ruang tengah, Sungmin yang biasanya membalas salam Kyuhyun, kini tidak terdengar suara yang mengatakan 'Kau sudah pulang Kyu?', ya atau apa pun itu.

Kyuhyun yang bingung, dengan suara keributan itu pun, akhirnya, melepas sepatunya, dan langsung menuju ke ruang tengah.

Ada tiga makhluk manis dan tampan di sana, yang satu agak berisi dengan perut yang sedikit membuncit, yang satunya, tubuhnya lumayan proporsional, namun, tidak setinggi Kyuhyun, sedangkan yang satu lagi, agak kurus, tingginya kurang lebih sama dengan yang bertubuh proposional, atau mungkin lebih tinggi sedikit.

Mereka bertiga sibuk, berdebat, sambil memegang masing-masing sebuah kotak kaset dvd.

"Ehm, aku pulang.." Kyuhyun mengulang kalimatnya, sekali lagi.

Sungmin menoleh.

"Kyu!" Sungmin langsung mengambil kaset-kaset yang ada di tangan Eunhyuk dan Donghae, lalu memperlihatkannya kepada Kyuhyun, termasuk kaset pilihannya.

"Yang mana menurutmu film yang paling bagus?" tanya Sungmin penuh harap.

Kyuhyun menatap ketiga-nya dengan pandangan tidak nafsu.

"Eungh.." Kyuhyun kelihatan berfikir. Lalu Eunhyuk dan Donghae menghampiri Kyuhyun dan Sungmin, lalu menunjuk-nunjuk kaset dvd yang mereka pilih tadi.

"Pasti yang ini kan yang bagus? Ayolah, pasti kau pilih yang ini" saran Eunhyuk.

"Kau tidak lihat? Ini, ini yang paling bagus, kau pasti pilih ini kan?" kini Donghae mengeluarkan suara.

"Kyu, tapi aku lebih suka yang ini, kau pasti juga suka yang ini kan?" Sungmin menunjuk-nunjuk kaset yang ia pilih.

Kyuhyun hanya tersenyum getir, bingung diantara ketiganya. Bola matanya berputar-putar menghindari pandangan mereka bertiga, namun, langsung berhenti pada satu titik.

"Ah, aku lebih suka yang ini atau yang ini.." Kyuhyun mengambil dua buah kaset yang berserakan di dekat kaki-nya.

"Aku lebih suka film, peperangan, atau yang action.." ucap Kyuhyun.

Eunhyuk dan Donghae menundukkan kepalanya kecewa, pilihan mereka kalah, dengan selera Kyuhyun. Sungmin pun ikut menundukkan kepalanya dan memanyunkan bibirnya.

"Tapi aku kira, kau menyukai apa yang aku sukai.." lirih Sungmin.

Kyuhyun menoleh pada Sungmin. 'Gawat!' batin Kyuhyun.

"Kyu.." rajuk Sungmin sekali lagi.

"Eungh, tapi ku rasa diantara pilihan kalian bertiga aku lebih pilih yang ini.." Kyuhyun menunjuk kaset Sungmin.

"Karena menurutku, kalau yang ini, terlalu banyak adegan 17 tahun ke atas dan aku kurang suka itu, kurasa, Sungmin dan Donghae juga kurang menyukanya, lalu yang ini, ini sepertinya terlalu membuat penonton ikut terhanyut dalam cerita, dan membuat emosi meluap-luap, pasti sad ending, dan Sungmin sedang hamil, aku tidak mau ia terlalu banyak menangis." tutur Kyuhyun pada kaset Eunhyuk dan Donghae.

Sungmin tersenyum penuh kemenangan, sementara EunHae, menatap Sungmin dengan sinis. 'Dasar-Penjilat' kira-kira itu lah yang tergambarkan dari pandangan Eunhyuk dan Donghae pada Sungmin.

'weeekk :P' Sungmin hanya menjulurkan lidahnya, seakan meledek duo sejoli EunHae.

"Eh, Eunhyuk Donghae, kalian tidak bekerja?" tanya Kyuhyun tiba-tiba.

Eunhyuk dan Donghae melirik ke arah jam digital di atas lemari.

[07:04 PM]

Eunhyuk dan Donghae kemudian saling berpandangan selama beberapa detik.

Satu detik..

.

Dua detik..

.

Tiga detik..

.

"Uaaa! Kami Terlambat!" seru Eunhuk dan Donghae, kemudian langsung melesat keluar apartment KyuMin.

"Hei, Gomawo sudah menemaniku hari ini.." Sungmin sedikit mengencangkan suaranya agar di dengar oleh EunHae.

"Ayo Kita tonton yang ini!" seru Sungmin sambil memandang kasetnya. Namun..

'Sreet'

Kyuhyun mengambil kaset itu dari tangan Sungmin dengan lihai.

"Tidak malam ini, ini sudah jam tujuh, kau pasti belum makan, dan aku yakin kau belum mandi, waktumu untuk itu pasti tidak akan sedikit" ucap Kyuhyun.

"Tapi aku maunya nonton sekarang!" bantah Sungmin.

'SRREETT' dengan cepat, Kyuhyun langsung membawa Sungmin kedalam bopongannya.

"Kyu! Turunkan!"

Kyuhyun langsung membopong Sungmin menuju kamar mereka.*O.o*

Setelah Sampai di kamar, Kyuhyun melanjutkan langkahnya menuju kamar mandi, dan menurunkan Sungmin di sana.

"Mandi dulu, aku akan merapikan kaset-kaset dvd-mu dulu, dan menyiapkan makan malam.." ucap Kyuhyun sambil memberikan handuk pada Sungmin.

"Tapi aku—"

"Atau mau aku mandikan?" tanya Kyuhyun dengan nada menggoda.

Sungmin menggeleng dengan tegas.

"Haha, hanya bercanda, sudah mandilah.." Kyuhyun keluar dari kamar mandi dan membiarkan Sungmin mandi di dalam.

.


.

*flashback*

'TING NONG TING NONG'

"Iya sebentar!" sahut Eunhyuk.

"Tidak sabaran sekali!" umpat Eunhyuk. Kemudian langsung membuka pintu.

"Mencari siapa?!"

"Sudah lama tak bertemu Lee Hyuk Jae." ucap 'Sang tamu'.

"Kim Jungmo.."

"Hai, kau sedang di sini rupanya" ujar Jungmo.

"Jangan banyak basa-basi, untuk apa kau ke sini?!" tanya Eunhyuk sinis.

"Haha, kau tidak berubah Lee HyukJae, Aku ingin bertemu dengan Sungmin, dan aku yakin dia ada di dalam.."

"Ya, Sungmin memang di dalam, tapi dia sibuk, dia tidak ingin bertemu dengan siapa pun terlebih dahulu, apa lagi bertemu denganmu.." ucap Eunhyuk sambil tersenyum sinis.

"Benarkah? Dia yang tidak ingin bertemu denganku? Atau kau yang tak ingin dia bertemu denganku?"

"Maksudmu?"

"Ayolah Lee HyukJae, aku tahu, kau memiliki perasaan 'khusus' pada Sungmin, ya.. Itu dulu, tapi sekarang? Siapa yang tahu?"

"Cih! Aku tak butuh asumsimu, sekarang lebih baik kau pergi, sebelum aku mengusirmu secara kasar.."

Eunhyuk hendak menutup pintu apartment lagi, namun di tahan segera oleh Jungmo.

"Pikirkan baik-baik Lee HyukJae, kau masih memiliki perasaan itu, atau tidak" ucap Jungmo, kemudian benar-benar pergi dari hadapan Eunhyuk saat itu.

*flashback end*

"Hhh~" Eunhyuk menghela napas panjang

"Kenapa kata-katanya terus berputar di kepalaku.." gumam Eunhyuk, "Hahhh.." sekali lagi ia menghela napasnya.

"Ya! Eunhyuk-ah!"

Seseorang memecahkan lamunan Eunhyuk.

"Ya! Eunhyuk-ah! Banyak tamu di sana, cepat layani! Kau mau di pecat si Bos?!" ujar Donghae menyadarkan Eunhyuk, Donghae mengambil beberapa gelas vodka dan wesky dari rak.

"Cepat layani, kenapa kau masih di sini!" titah Donghae, yang kemudian, langsung pergi mengantarkan minuman ke bangku VVVIP.

"Ye," sahut Eunhyuk tak bersemangat.

"Kyu.. Kyuhyun.." Sungmin membangunkan Kyuhyun yang sedang tertidur disampingnya.

"Hnggh? Iya Min?" Kyuhyun mulai membuka matanya perlahan.

"Kyu, temani aku.." pinta Sungmin, yang ternyata telah siap dengan wig, dress dan mantelnya.

"Eh kemana? Ini sudah hampir jam dua belas malam Minnie.." ucap Kyuhyun, dengan berat mengangkat kepalanya, dan menyenderkan tubuhnya di kepala kasur.

"Ke mini market, ayo temani aku," pinta Sungmin sambil mengguncang-guncangkan tubuh Kyuhyun.

"Besok saja ya? Sudah terlalu malam.." ucap Kyuhyun sambil 'mengucek-ngucek' matanya dengan malas.

Sungmin mengerucutkan bibirnya, lalu beranjak dari kasur, dan pergi keluar kamar.

"Mau kemana Min?" tanya Kyuhyun.

"Sudah aku bilangkan sebelumnya?" ucap Sungmin dingin. Kemudian benar-benar keluar kamar.

'BLAMM' pintu tertutup dengan keras.

"Ke mini market? Sendirian?!" Kyuhyun langsung membuka mata seluruhnya begitu menyadari, Sungmin keluar sendirian.

Secepat mungkin ia menyambar mantel-nya di lemari, dan memakai sepatunya dengan cepat melihat Sungmin sudah tak berada diapartment-nya.

"Minnie!" panggil Kyuhyun, saat melihat Sungmin berjalan masuk ke dalam lift.

Sungmin membuang muka-nya saat melihat Kyuhyun mengejarnya.

'GREEPP'

Kyuhyun menahn pintu lift yang hampir tertutup. Lalu masuk ke dalam, dan mulai mengatur nafas.

"Hahh.. Hahh.." Kyuhyun mengatur napas-nya dengan susah payah.

Sungmin mulai khawatir melihat keadaan Kyuhyun, yang pernapasannya tak kujung stabil.

"Gwaenchana?" tanya Sungmin khawatir.

"Y-Ye, nan gwaenchanayo.." Jawab Kyuhyun masih agak terengah-engah.

"Kau yakin tidak apa-apa?" tanya Sungmin, memastikan, ia mulai mendekati Kyuhyun.

Sungmin menempelkan tangannya di pipi Kyuhyun. "Benar-benar tidak apa-apa?" tanya Sungmin semakin khawatir, ia memperhatikan wajah Kyuhyun yang agak pucat, sangat dekat.

Kyuhyun mulai mengangkat wajahnya, betapa terkejutnya ia, begitu mendapati wajah Sungmin hanya berjarak beberapa centi dari wajahnya.

Seketika itu juga, wajah pucat-nya berubah menjadi merah. Irama detak jantungnya berubah semakin kencang.

"Aku rasa aku kenapa-kenapa.." gumam Kyuhyun.

"Ne? Ah, lebih baik, kau kembali ke rumah, biar aku ke mini market sendiri." ujar Sungmin.

"Andwae! Kau gila membiarkan mu keluar malam-malam sendirian, dalam keadaan hamil, dan kau cantik!" tolak Kyuhyun.

"Hah? Aku cantik? Apa hubungannya?"

"Ya bisa gawat, kalau kau bertemu dengan pria-pria berhidung belang di luar sana!"

"Eeh? Eungh, baiklah, tapi kau sudah benar-benar tidak apa-apa?" tanya Sungmin kembali memastikan.

"Ya, sudah lebih baik," ucap Kyuhyun, sambil memainkan jari-jari Sungmin dipipi-nya.

.


.

"Eungh, yang ini, ini juga, lalu yang ini, yang ini juga!, terus yang ini, ehm, yang ini harus! Jangan lupa yang ini, dan yang ini yang ini yang ini!" Sungmin memasukkan ice cream-ice cream itu ke dalam ranjang yang ia bawa.

Entah sudah berapa macam dan bera rasa ice cream yang ia masukkan ke dalam ranjang.

"Sini aku bawakan," Kyuhyun mengambil ranjang itu dari tangan Sungmin. Sungmin nanya tersenyum kecil, lalu memilah milih ice cream lagi.

"Min, kau yakin ingin membeli semua ice cream ini?" tanya Kyuhyun yang sudah membawa dua buah ranjang berisi ice cream, sebuah ranjang yang sudah penuh, dan Satunya lagi hampir penuh.

"Ne, tenang saja, aku akan menggunakan uangku, untuk membeli-nya, aku tidak mau terlalu merepotkanmu.." ujar Sungmin sambil memperhatikan dua cup ice cream ditangannya. Memperhatikan kiranya mana yang akan ia pilih.

"Ani, bukan begitu, maksudku, kau mau membeli semua ice cream ini? Kita masih punya banyak di rumah.." ujar Kyuhyun.

"Ya, aku tahu, tapi, aku benar-benar ingin membeli ice cream-ice cream ini, entahlah, padahal aku sendiri sedang tidak mau makan ice cream, tiba-tiba saja, aku terbangun, lalu ingin membeli ice cream.." ucap Sungmin, lalu memasukkan kedua cup ice cream yang ia perhatikan tadi ke dalam ranjang.

"Eh? Ku rasa kau ngidam lagi.." ujar Kyuhyun.

Sungmin tersenyum simpul, "Ya, aku rasa juga seperti itu.."

Setelah puas memilah-milih ice cream—

Tidak, maksudnya, setelah puas memasukkan masing-masing satu jenis ice cream tersedia di sana ke dalam ranjangnya. Mereka pun segera membayarnya ke kasir. Ya tadinya, Sungmin berniat menggunakan uangnya, tapi Kyuhyun ngotot membayarkannya. Jadi Kyuhyun lah yang membayarkan ice cream-ice cream itu.

Kyuhyun dan Sungmin keluar dari mini market, tangan kanan Kyuhyun membawa ice cream-ice cream itu di kantong, sementara tangan kirinya merangkul pinggang Sungmin. Sementara Sungmin memakan se-cup ice cream blueberry dengan tenang.

"Kyuhyun.." panggil seseorang dari sebelah kanan.

Kyuhyun menoleh.

"Kau..."

.

.

.

.

.

~to be continued~

Sepertinya FF ini makin boring ya? reader-nya makin dikit T^T

Yaudalaya, capcyus aja, sama yg kmaren pertanyaannya blom kejawab di chapt ini.

.


.

Q: Pegawai yang ada di kantornya Kyuhyun itu belum tau ya kalo mereka udah nikah?
A: udah banyak yg tau kok, kan gara2 Kyuhyun pernah nerima tlp pas meeting.

Q: Apa cewek yg waktu itu ke kantor Kyuhyun, cewek yang bakal dijodohin sama Kyuhyun?
A: Siapa cewek itu bakal ada di next chapter, buat penjelasan lebihnya mungkin di chapter2 selanjut-lanjutanya.

Q: Apa KyuMin terlalu gengsi untuk mengatakan klo mereka saling mencintai?
A: Sebenernya disini, merekanya lebih ngerasain rasanya nyaman-nya aja satu sama lain, selama masing2 belom menuntut penjelasan ttg perasaan masing2 juga, paling gitu2 aja KyuMinnya.

Q: Authornya beneran lupa atau emang sengaja bikin penasaran sih?
A: Aku beneran lupaaa.. sumpadeh T^T

Q: Kira-kira Ortunya Kyuhyun bakal setuju sama Sungmin nggak?
A: Mungkin bakal aku jelasin kalo penyebab Kyuhyun nggak tinggal sama Ortunya udah nongol.

Q: Kira-kira bagaimana cara Jungmo merebut Sungmin? Disekap gitu?
A: Nggak disekap juga -_-''

Q: Cast2 baru nanti, bakal ada couple dari SJ nggak?
A: Seinget aku nggak kayaknya. -_-''

Q: EunHae/Haehyuk kapan bersatu?
A: kapan-kapaaan~ #plakk

Q: Apa selain Jungmo akan ada orang lainnya diantara KyuMin?
A: Let's waitin' for next chapter~~ hehehe..

.


.

Gak, usah pake letalete yah.. (bahasa dipertanyakan.)

Tolong review-nya aja yah...

Thanks..

Diniaulicious
1st published for 16th chapter: May 14th, 2011