Title : Love You Love Me

Pairing : KyuMin

Other Cast :

- Lee Hyukjae a.k.a Eunhyuk

- Lee Donghae

- Kim Jungmo

- Seo Joohyun

- For other chara, just find by your self

Warning : 1st M-Preg(Impossible thing). OOC, bahasa tidak sesuai EYD, Gaje, TYPO, WITHOUT EDITING, AND I'LL NEVER EDIT IT AGAIN, penggunaan kata-kata kasar, KEBACOTAN author di beberapa bagian, NO BASHING!

.

.

DON'T LIKE? DON'T READ, DON'T REVIEW, AND DON'T COMPLAIN PLEASE.

.

.

Happy Reading..^^..

.

.

.

.

Tak ada yang bisa ia lakukan saat menunggu Kyuhyun bangun, selain memandangi wajah tampan dihadapannya.

"Kira-kira, apa yang Kyuhyun lakukan ya, setiap menungguku bangun tidur.." gumam Sungmin.

Ia memainkan jarinya, di wajah Kyuhyun, berjalan, mengikuti lekuk wajah Kyuhyun.

Namun tiba-tiba, jari Sungmin berhenti tepat di bibir Kyuhyun.

GLEK!

Sungmin menelan ludahnya, perlahan ia mendekatkan wajahnya dengan Kyuhyun, dekat-dekat-dekat, dan akhirnya…

_Part 18_

Ia menarik jari-nya dengan cepat, dan menjauhkan wajahnya kembali.

'Sungmin! Apa yang kau pikirkan?!' batin Sungmin menjerit stres. #tampolinauthor

Sudah lebih 15 menit Sungmin menunggu Kyuhyun bangun, sudah terasa lama bagi Sungmin yang paling benci kebosanan.

"Kyuhyun, ayo bangun, aku bosan.." Sungmin sekali lagi mengguncangkan tubuh Kyuhyun.

Berkali-kali ia berusaha membangunkan Kyuhyun, tetapi tak ada hasilnya. Ia tidur seperti mayat :P

Singmin memperhatikan wajah tidur Kyuhyun dengan seksama.

'Tampan' pikirnya.

Sekali lagi ia mendekatkan wajahnya dengan Kyuhyun.

Chup!

Kecupan manis berlangsung begitu saja. Ia bosan menunggu Kyuhyun bangun, hanya dengan memandangi wajahnya, apalagi setiap tatapannya berhenti di bibir Kyuhyun, jantungnya selalu saja berdegup begitu kencangnya. Tak tanggung-tanggung, dari pada ia terus-menerus membiarkan jantungnya hampir melompat keluar dari rongga dada kirinya. Ia langsung mengecup bibir Kyuhyun dengan cepat.

Setidaknya setelah itu, perasaan Sungmin menjadi lebih tenang, perlahan detak jantungnya kembali normal.

"Eengh.." Kyuhyun menggeliat, ia membuka matanya perlahan.

"Sungmin?" ucap Kyuhyun pelan, begitu mendapati wajah Sungmin berada tepat dihadapannya.

"Hei, bangun Putri Tidur, sudah siang.." ucap Sungmin, setelah dapat mengendalikan irama detak jantungnya dengan baik.

"Putri Tidur?" gumam Kyuhyun.

Sungmin mulai beranjak dari tepi kasur, dan menuju keluar kamar.

"Hei, cepat mandi.. Aku akan menghangatkan sarapannya.." ujar Sungmin, dan langsung keluar kamar.

Sedangkan Kyuhyun masih duduk di atas kasur, dengan memasang tampang blo'onnya. #gelindinginauthor

"Kenapa aku di bilang putri tidur?" gumam Kyuhyun.

.


.

"Aku masih ngantuk, kenapa kau membangunkanku?" ujar Kyuhyun sambil meletakkan dagunya di bahu Sungmin, lalu menyelipkan tangannya di pinggang Sungmin, dari belakang.

"Aku bosan tahu, kalau kau tidur, itu sama saja, aku merasa sendirian." jawab Sungmin sambil menganduk-aduk, saus pancake-nya. Sedangkan pancake-nya sendiri, sedang Sungmin hangatkan di oven, karena tadi sempat mendingin.

"Kalau begitu, kau ikut tidur saja, ayo kita tidur lagi.." Kyuhyun mengajak Sungmin untukk kembali ke kamar, tetapi Sungmin menolak.

"Kyu, aku sedang membuat sarapan.." selesai dengan sausnya, ia menuangkan saus itu, ke sebuah teko kecil.

Sungmin membalikkan badannya menghadap Kyuhyun.

"Kau sudah mandi?" tanya Sungmin.

Kyuhyun mengangguk. Tapi, wajahnya masih kusut, walaupun terlihat lebih segar.

Sungmin mengalungkan lengannya di leher Kyuhyun.

"Cuci muka mu lagi sana, supaya lebih segar, bayi kita tidak mau mempunyai Appa yang pemalas.." ucap Sungmin sambil menempelkan keningnya di kening Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum kecil, lalu mengangguk. Ia melepaskan pelukkannya, dan beranjak menuju kamar mandi, untuk mencuci muka-nya kembali.

Sungmin tersenyum melihat tingkah Kyuhyun. Ia kembali pada persiapan sarapannya.

Sungmin meletakkan satu teko saus pancake itu di atas meja, lalu mengeluarkan pancake itu dari oven, dan ikut meletakkannya di atas meja.

.


.

"Kyu, apa kau masih mengantuk?" tanya Sungmin setelah membersihkan sisa-sisa sarapan mereka.

"Aniya, hmm, tapi kalau kau mau tidur, aku akan senang hati menemani.." jawab Kyuhyun cengengesan.

Sungmin menggeleng.

"Ayo kita jalan-jalan!"

.


.

Cafe La Monta

.

"Jadi kau sempat hampir ditunangkan dengan Kyuhyun?" tanya Jungmo pada Seohyun.

Seohyun mengangguk.

"Dulu, Kyuhyun yang mengejarku.. Tapi aku terus menolaknya.." ujar Seohyun, sambil menyeruput milk shake nanas(?)-nya.

"Oh ya? Cho Kyuhyun mengejarmu? Aku tak yakin.." ujar Jungmo sambil tersenyum meremehkan.

"Ya, tapi, keadaan berputar, di saat Kyuhyun mulai menjauhiku, karena aku menolak cinta-nya terua menerus, di saat itulah, aku sadar, bahwa aku benar-benar membutuhkannya" ujar Seohyun, menceritakan segala unek-uneknya.

"Dramatis sekali.." ejek Jungmo.

"Aku sempat menyusun rencana pertunangan dengan Cho Ahjumma, Ibu dari Kyuhyun, tapi nyata-nya, Kyuhyun melarikan diri dari rumah, di malam pertunangan kami, dan sampai sekarang, ia belum juga pulang.." Seohyun mengakhiri ceritanya.

"Cerita yang mengharukan.." ujar Jungmo setelah menghabiskan kopi-nya.

"Waiters, Choco Coffe-nya satu lagi.." pesan Jungmo pada pelayan yang lewat.

"Sekarang, kau yang bercerita, kenapa kau begitu menginginkan Cho Min-Ah?" tanya Seohyun.

"Cho Min-Ah? Haha.." Jungmi tertawa mendengar nama itu.

"Wae?! Tak ada yang lucu di sini! Cepat, aku sudah menceritakan kisah ku! Sekarang giliranmu!" ujar Seohyun kesal.

"Tak ada perjanjian sebelumnya bukan? kau bercerita, dan aku tak berjanji untuk ikut menceritakan kisah ku juga bukan?"

"Kau?! Ish!" Seohyung hampir saja menumpahkan milk shake-nya itu ke wajah tampan Jungmo.

"Sekarang yang jelas, kau menginginkan Kyuhyun, dan Aku menginginkan... Eungh.. Min-Ah.." ujar Jungmo tak bermaksud membongkar siapa Min-Ah yang sebenarnya di depan Seohyun.

"Bukankah kita bisa bekerja sama." tambah Jungmo, setelah Choco Coffee-nya sampai di meja-nya.

"Apa segitu, Kau begitu menginginkan Min-Ah? Kau sangat mencintainya?" tanya Seohyun.

"Mencintainya? Huh, ya mencintainya, sangat, aku sangat mencintainya, cinta karena sebuah alasan.." jawab Jungmo.

"Alasan? Huh, kau tidak benar-benar mencintainya.." ujar Seohyun.

"Ya, memang aku tidak pernah mencintainya, tapi, aku tidak akan membiarkan orang lain memiliki-nya. Dia hanya harus menjadi milikku" ujar Jungmo.

Terobsesi? Ya, dia memang terobsesi pada Sungmin, perasaan ingin memiliki-nya, tapi tak ada rasa cinta di sana.

Sekelebat ingatan tentang Sungmin, saat Sungmin memukulnya, hanya demi membela Heechul, berputar di otaknya sekilas.

Ingatannya, tentang bagaimana ia berjanji, akan membuat Sungmin menjadi miliknya. Hanya karena pukulan itu. Bagaimana ia dipermalukan oleh Sungmin didepan banyak orang. Cara Sungmin menolaknya dengan kasar, ia benar-benar telah berjanji akan memiliki Sungmin. Untuk dendamnya.

"Jika aku tidak bisa memiliki-nya, maka tidak akan ada yang bisa.." ucap Jungmo.

Seohyun hanya memandang Jungmo dengan tatapan yang sulit diterjemahkan. Sedikit kecemasan karena telah setuju bekerja sama dengannya.

Oh ya jangan tanya kenapa mereka bisa bertemu. Ingat? Jungmo bukan orang biasa.

.


.

"Ayo ke sana!" seru Sungmin sambil mengajak Kyuhyun masuk ke dalam box, photobox.

"Ayo berfoto" ajak Sungmin. Kyuhyun hanya tersenyum mengikuti langkah Sungmin.

Sungmin dan Kyuhyun masuk ke dalam box yang agak sempit itu.

Beberapa kali foto, hasilnya nampak sangat bagus, mereka kelihatan begitu mesra, mulai dari berangkulan, berpelukkan, lalu Sungmin yang mencium pipi Kyuhyun, dan begitu juga sebaliknya, hingga, empat kali foto terakhir...

"Kyu.." panggil Sungmin.

Kyuhyun menengok. "Ne?"

Chu~

Sungmin menarik tengkuk Kyuhyun dan menempelkan bibirnya di bibir Kyuhyun. Kyuhyun terbelalak dibuatnya.

'Ckrek'

Sungmin melepas ciumannya. "Tutup matamu.." ucap Sungmin pelan.

Kyuhyun mulai menutup matanya, Sungmin pun kembali menciumnya, Sungmin agak berjinjit, karena tinggi Kyuhyun, yang agak sulit digapainya.

'Ckrek'

Kyuhyun berusaha membalas ciuman itu dengan baik. Ia memeluk Sungmin dengan erat, seakan tak ingin melepasnya.

'Ckrek'

Sesekali berbagi senyuman, saat ciuman itu berubah menjadi lebih panas.

'Ckrek'

"Silahkan mengambil foto anda" hingga sebuah suara dari speaker yang ada di dalam box itu, membuat mereka melepas ciumannya.

"Ayo.." ajak Sungmin.

Sungmin keluar duluan, dari box itu, ia mengembil foto-foto mereka di mesin cetak yang terletak di luar box.

Sementara Kyuhyun masih tersenyum sambil memegangi bibirnya. Jarang sekali Sungmin ingin memberikan ciuman panas untuknya, biasanya hanya sebuah kecupan-kecupan manis. Baginya, hari ini akan menjadi hari yang paling menyenangkan.

.


.

"Karena wig ini, aku jadi tidak terlihat tampan.." ucap Sungmin sambil memandangi hasil-hasil photo tadi.

"Tapi, setidaknya kau jadi terlihat cantik." ujar Kyuhyun disampingnya.

Sungmin hanya mengerucutkan bibirnya.

"Hei, Kyu, ayo ke sana.." tiba-tiba saja pandangan Sungmin jatuh, pada sebuah toko frame.

Kyuhyun pun hanya mengikuti Sungmin dari belakang.

"Wah, lucu-lucu.." gumam Sungmin sambil melihat frame-frame yang memiliki bentuk-bentuk lucu.

"Kita mau membeli frame?" tanya Kyuhyun, sambil ikut memperhatikan frame-frame dihadapannya.

"Ne, untuk foto kita tadi.." jawab Sungmin.

"Kau mau memajangnya?!"

"Yeah, Why not.."

Sungmin memperhatikan frame-frame tersebut, bentuknya unik-unik dan juga manis.

Pandangan Sungmin berhenti pada sebuah frame berwarna ungu soft, hiasan bintang-bintang kecil dan bulan sabit, di ujung bingkai, terdapat chibi bayi kecil yang sedang tertidur.

Tapi bukan itu yang menarik perhatian Sungmin, yang menarik perhatiannya adalah, gambar yang terpasang pada frame itu.

Foto seorang bayi yang sangat manis, dan imut. Sulit membayangkan? Bayangkan saja bayi yang ada di film Baby and Me.

Sungmin mengambil frame itu, dan memperhatikan foto bayi di sana.

"Kau suka frame yang itu?" tanya Kyuhyun.

"Ah? Ye?" Sungmin yang sempat melamun sejenak, langsung tersadar begitu mendengar suara Kyuhyun.

"Kau suka frame yang itu?" ulang Kyuhyun.

"Eung, ku rasa, tapi, aku lebih menyukai foto ini.." ucap Sungmin.

Kyuhyun mendekati Sungmin, dan memperhatikan foto itu.

"Bayi yang sangat manis.." ucap Kyuhyun.

"Ya, sangat manis, kira-kira, nanti bayi kita akan seperti apa ya Kyu.." gumam Sungmin.

Kyuhyun memeluk Sungmin dari belakang, mengelus pelan perut Sungmin yang sedikit membuncit.

"Yang pasti, dia akan lebih manis dan lebih imut dari bayi di foto ini.." jawab Kyuhyun.

"Ya, itu pasti.." ujar Sungmin sambil menggenggam tangan Kyuhyun.

"Nanti, wajahnya, akan mirip dengan wajahmu.. Tingkahnya akan manja dan penakut sepertimu.." ujar Kyuhyun setengah bercanda.

"Ya, dia juga akan memiliki warna rambut hitam pekat, dan sifatnya menyebalkan, sama sepertimu.." balas Sungmin.

"Tapi, ia akan menjadi anak termanis yang pernah ada, sama sepertimu.." tambah Kyuhyun, sambil mengeratkan pelukannya.

"Dia juga akan menjadi anak paling baik, dan pengertian sepertimu.." ujar Sungmin, lalu membalikkan badannya dan memeluk Kyuhyun dengan erat.

"Aku tidak sabar menunggunya.." lanjut Sungmin.

"Yeah, me too.."

.


.

"Kyu, fotonya kenapa hanya ada tujuh? Tadi kita foto kan delapan kali." ujar Sungmin yang sedang menaruh photo-photo itu ke dalam frame yang baru ia beli.

"Kau yakin hanya ada tujuh? Mungkin terselip?" ujar Kyuhyun.

"Tadi aku sudah memeriksanya di dalam tas ku, benar-benar cuma ada tujuh.." ucap Sungmin sambil merogoh-rogoh isi tasnya.

"Mungkin terjatuh?"

"Hhh~ ya kurasa begitu.." ucap Sungmin kecewa.

"Hei, sudahlah, yang hilangkan hanya satu.." ujar Kyuhyun sambil mengelus pucuk kepala Sungmin.

Sungmin mengangguk, lalu mulai menata kembali foto-foto itu di dalam frame.

Sedangkan Kyuhyun merapatkan kembali dompetnya di dalam saku celananya.

Ya, photo itu tidaklah hilang, melainkan berada di tangan Kyuhyun. Dan kini terpampang rapi didompetnya.

.


.

"Kyu.." panggil Sungmin.

"Kau belum tidur?" tanya Kyuhyun.

"Apa operasi sesar itu rasanya sakit?" tanya Sungmin tak menghiraukan pertanyaan Kyuhyun.

"Eh? Kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu?" tanya Kyuhyun, lagi.

"Aku hanya bertanya, lagi pula,, kalau nanti aku melahirkan,, aku kan tidak bisa melahirkan dengan cara normal.." Sungmin mengutarakan masalah yang membebani pikirannya malam ini.

"Rasa-nya pasti tidak akan sakit.." ujar Kyuhyun sambil meletakkan kedua tangannya di pipi Kyuhyun.

"Kau tahu dari mana? Kau kan juga belum pernah merasakannya.." perlahan Sungmin menurunkan tangan Kyuhyun dari pipinya.

'SREET'

Kyuhyun mendekatkan dirinya, dan memeluk Sungmin dengan erat.

"Karena aku, tidak akan membiarkan para dokter itu menyakitimu.." jawab Kyuhyun, sambil mengencup bahu dan leher Sungmin.

"Ngh.." Sungmin menyembunyikan kepalanya di bahu Kyuhyun. Wajah-nya kini tengah merah merona.

"Sudahlah, sekarang tidur, sudah terlalu malam, untuk memikirkan sesuatu.." ujar Kyuhyun. Ia dapat merasakan Sungmin mengangguk dalam pelukannya.

.


.

Seperti biasa, setelah Kyuhyun berangkat bekerja, Eunhyuk dan Donghae datang berkunjung, menemani Sungmin dirumah, melakukan apa pun yang ia inginkan.

Semenjak ada EunHae di rumah, tak jarang mereka menjadi pelampiasan ngidam Sungmin, mulai dari Sungmin yang ingin melihat Eunhyuk memakai seragam SNSD OH!, sambil menari balet. Dan Juga mau memakan pancake buatan Donghae yang terdiri dari 29 lapis, 7 macam toping, dan harus berbentuk seperti menara pisa.

Alhasil, pada hari pelampiasan itu juga, Eunhyuk mengalami lecet-lecet pada jempol dan jari-jari kakinya, Tulang kaki-nya agak bergeser, dan pegal luar biasa, lalu ia juga harus mengalami rasa malu yang cukup besar, karena Sungmin meng-upload, fotonya yang sedang menari balet dengan seragam SNSD OH!, ke twitter dan Facebook. *tega banget gue sama laki sendiri*

Sedangkan Donghae, lengan kanannya di perban karena mengalami sedikit luka bakar, akibat terkena teflon yang cukup panas, di tambah lagi, kantong-nya yang kering, karena harus membeli bahan-bahan pembuatan pancake itu, tak terhitung berapa banyaknya tepung terigu, telur, gula, dan bahan lainnya yang ia gunakan, karena, pembuatan ulang pancake itu terus-terusan, dikarenakan Sungmin yang comel, membuat Donghae terus gagal memasak, atau Sungmin yang protes terus gara-gara bentuk pancake-nya tak berbentuk menara pisa.

Poor EunHae..

Entahlah, dua beban itu, masih tak seberapa dengan beban yang di tanggung Kyuhyun dulu.

"Eungh, Susu-nya habis.." gumam Sungmin, saat jadwal minum susu-nya tiba.

"Hei, Susu yang harus ku minum habis, di antara kalian siapa yang ingin membelikannya?" tanya Sungmin pada EunHae di ruang TV, mereka berdua mengangkat tangannya.

"Aku!" seru mereka berdua.

"Hei! Aku duluan yang angkat tangan!" seru Eunhyuk.

"Tidak, aku duluan!"

"Aku!"

"Aku!"

"Hei hei hei! Kalian ini kenapa?! Sudah Donghae saja yang membelikannya.." ujar Sungmin sambil memberikan catatan merek susu ibu hamil-nya, dan uang belanja untuk Donghae.

Donghae tersenyum penuh kemenangan.

Sementara eunhyuk menatap Sungmin seakan memberi tatapan yang mengatakan 'Tidak-Adil-!', dan Sungmin hanya membalasnya dengan tatapan bingung.

"Jaga Sungmin dengan baik ya," Donghae menepuk bahu Eunhyuk, lalu pergi ke super market untuk membeli susu tersebut.

Sungmin hanya mengangkat bahu, lalu kembali ke dapur. Eunhyuk hanya memanyunkan bibirnya, dan menonton TV lagi.

"Hei, dari pada kau berdiam diri di sana, cepat bantu aku memasak.." ujar Sungmin pada Eunhyuk.

"Ye, Eomma.." canda Eunhyuk, ia mematikan(?) TV, dan berjalan menuju dapur.

"Kau memasak apa?" tanya Eunhyuk.

"Crocket." jawab Sungmin.

"Memangnya kau bisa masak?" tanya Eunhyuk meremehkan.

"Ya! kau tidak tahu aku tinggal seorang diri berapa lama? tentu aku bisa masak lah! kalau tidak bisa masa iya seumur hidup aku harus memesan makanan, dan menghabiskan uang.." ujar Sungmin rada curhat.

"Ya, what ever lah~, tapi kau tidak usah repot-repot begitu memasakkan crocket untuk tamu-mu yang tampan ini." ujar Eunhyuk sambil berusaha mengambil sebuah crocket yang sudah matang.

"Ini, untuk Kyuhyun tahu! Singkirkan tanganmu!" jelas Sungmin sambil menepis tangan Eunhyuk.

"Untuk Kyuhyun? Tapi Kyuhyun kan pulangnya masih nanti malam.."

"Siapa bilang ini untuk nanti malam? ini untuk bekalnya tahu :P"

"Bekal?! Kau mau mengantarkannya ke sana?! Oh Em Gee Sungmin, kata Kyuhyun, kau itu tidak boleh lelah, kalau kau mengantarkan bekal itu ke kantor, bisa-bisa kau kena omel lagi, aku tahu Kyuhyun ngomel-nya nggak seberapa, tapi harusnya kau menuruti apa kata suami, wait, waktu itu kau bilang dia istrinya ya? Okeh what ever, harusnya kau itu mengingat dan menguruti apa kata ayah dari bayimu itu, kalau tidak begitu kau mana bisa menjadi ibu, dan istri yang baik, eh? Yang istri tadi Kyuhyun kan? Berarti kau suami, wait, kan aku sudah bilang kau tidak cocok menjadi suami, apa kau masih ngotot untuk menjadi suami? Ayolah Sungmin, harusnya kau merasa kasihan padanya, jelas dia yang menghamili mu, berarti dia yang suami, lagi pula adanya kan Suami yang menghamili istri, mana ada istri yang menghamili suami? Aku saran kan kau berpikir dua kali Sungmin, soalnya, Aww!"

Sungmin menggetok kepala Eunhyuk dengan gas elpiji 12 kilo-nya, oke lebay.

Sungmin menggetok kepala Eunhyuk dengan spatula yang ia pegang, sukses membuat Eunhyuk menghentikan cerocosannya yang panjang lebar, ngalor ngidul, dari sabang sampai merauke, dari tanah abang sampai ke rawa bangke(?).

"Kau itu bicara apa sih?! Aku memang membuat bekal untuknya, tapi, yang mengantarkannya itu kau, bukan aku.." ujar Sungmin sambil menggoreng kembali Crocket-creocket-nya.

"Tapi nggak usah pake getok bisa kalee.." ucap Eunhyuk gahoel(?).

Selesai menggoreng, dan mentiriskan Crocket-nya, Sungmin menata Crocket tersebut di dalam kotak bekal.

"Kau niat sekali membuat bekal untuk Kyuhyun, kau sangat mencintai-nya ya?" tanya Eunhyuk tak bermaksud minta jawaban.

Namun pertanyaan tersebut, cukup membuat Sungmin terkesiap, ia menghentikan gerakkannya sejenak.

'Mencintainya? Apa aku mencintainya? Apa aku sudah mulai jatuh untuknya?' ujar Sungmin dalam hati.

"Hei kau kenapa?" tegur Eunhyuk.

"Eh, Ye? Ah, aniyeyo,, gwaenchana.." Sungmin menata kembali Crocketnya di dalam kotak bekal.

"Hei, kenapa hiasannya hanya daging dan sosis? Kau tidak menggunakan, tomat atau seledri? Warnanya kan bagus.." tanya Eunhyuk sambil mencomot sosis goreng yang Sungmin letakkan di piring, ya sengaja untuk cemilan(?).

"Kyuhyun tidak suka sayuran, kalau aku memasukkan semua itu, pasti bekalnya tidak habis.." ujar Sungmin.

Eunhyuk hanya mengangguk mengerti. Setelah bekalnya telah benar-benar siap, Eunhyuk pun mengantar kan bekal itu ke kantor Kyuhyun, dengan sebuah pesan dari Sungmin "Jangan pulang sebelum Kyuhyun menghabiskan bekalnya" membuat Eunhyuk tersenyum lebar. Berarti ia mempunyai alasan untuk berlama-lama, ya karena ia takut menjadi pelampiasan ngidamnya Sungmin 'lagi'.

Tak lama setelah Eunhyuk pergi, Donghae pun datang. Dan yaa, mudah-mudahan tidak terjadi sesuatu yang mencemaskan padanya.

.


.

"TOK TOK TOK"

"Masuk.." ucap seseorang dari dalam ruangan.

"Oh, Eunhyuk-ah, tumben kemari.." ujar Kyuhyun saat mengetahui tamu-nya adalah Eunhyuk.

"Ya, Sungmin memintaku, mengantarkan bekal untukmu.." ujar Eunhyuk sambil memberikan kotak bekal pada Kyuhyun.

"Ruanganmu, besar juga ya.." ujar Eunhyuk sambil memperhatikan ruang kerja Kyuhyun.

Kyuhyun hanya tersenyum.

"Sudahku katakan dia tidak perlu repot-repot, tapi dia terus melakukannya, dasar.." ucap Kyuhyun sambil membuka kotak bekal itu.

Kyuhyun melahap sebuah Crocket dengan nikmat.

"Apa rasanya enak?" tanya Eunhyuk.

Kyuhyun mengangguk, "Ingin mencoba-nya?" tawar Kyuhyun.

Eunhyuk tersenyum sumringah, namun, tiba-tiba pesan Sungmin yang lainnya berputar si otaknya.

"Jangan coba-coba sentuh Crocket ini, 'sedikit pun' karena ini HANYA UNTUK KYUHYUN!"

"Hhh~ tidak jadi.." ujar Eunhyuk kecewa, ia masih harus menjalankan amanah(?) dari Sungmin.

"Eh?" Kyuhyun hanya memandang Eunhyuk bingung, lalu kembali melanjutkan makannya.

Crocket-crocket terakhir, tiba-tiba Kyuhyun teringat akan perkataan Jungmo tentang Perasaan Eunhyuk pada Sungmin.

"Eungh, Eunhyuk-ah.." panggil Kyuhyun.

"Ye?"

"Aku tak bermaksud menyinggungmu, tapi... Apa kau memiliki perasaan tersendiri terhadap Sungmin?" tanya Kyuhyun hati-hati.

"Maksudmu?" tanya Eunhyuk bermaksud memastikan apa yang sudah menyeruak kedalam pikirannya tentang pertanyaan Kyuhyun barusan.

"Apa kau memiliki perasaan yang Khusus terhadap Sungmin?"

.

.

.

.

.

~To be continued~