Title : Love You Love Me

Pairing : KyuMin

Other Cast :

- Lee Hyukjae a.k.a Eunhyuk

- Lee Donghae

- Kim Jungmo

- Seo Joohyun

- For other chara, just find by your self

Warning : 1st M-Preg(Impossible thing). OOC, bahasa tidak sesuai EYD, Gaje, TYPOSSSS, WITHOUT EDITING, AND I'LL NEVER EDIT IT AGAIN, penggunaan kata-kata kasar, KEBACOTAN author di beberapa bagian, NO BASHING!

.

.

DON'T LIKE? DON'T READ, DON'T REVIEW, AND DON'T COMPLAIN PLEASE.

.

.

Happy Reading..^^..

.

.

.

.

Crocket-crocket terakhir, tiba-tiba Kyuhyun teringat akan perkataan Jungmo tentang Perasaan Eunhyuk pada Sungmin.

"Eungh, Eunhyuk-ah.." panggil Kyuhyun.

"Ye?"

"Aku tak bermaksud menyinggungmu, tapi... Apa kau memiliki perasaan tersendiri terhadap Sungmin?" tanya Kyuhyun hati-hati.

"Maksudmu?" tanya Eunhyuk bermaksud memastikan apa yang sudah menyeruak kedalam pikirannya tentang pertanyaan Kyuhyun barusan.

"Apa kau memiliki perasaan yang Khusus terhadap Sungmin?"

_Part 19_

"Ngeeeeh? Kenapa kau bisa berfikir seperti itu?" tanya Eunhyuk.

"Aku, tak bermaksud memikirkannya, tapi.. Kau kan lama kenal dengan Sungmin, apa kau tidak memiliki perasaan khusus?" tanya Kyuhyun kembali.

Eunhyuk terdiam sejenak.

"Aku memang menyayanginya."

'DEG!'

Jantung Kyuhyun seakan dihantam bebatuan saat mendengar kalimat itu keluar dari mulut Eunhyuk.

"Karena dia saudara sepupuku.." lanjut Eunhyuk.

...

-hening-

"S.. Saudara sepupu?" tanya Kyuhyun sweatdrop.

Eunhyuk mengangguk.

"Ya, walaupun kami tidak memiliki hubungan darah apa pun, tapi, mana mungkin aku perasaan khusus pada makhluk manja, menyebalkan, egois, semaunya sendiri dan berlebihan seperti dia.." jawab Eunhyuk santai.

'Benar sekali' batin Kyuhyun.

*Sungmin: huaatchimm..*

"Ehm, begitu ya.." ujar Kyuhyun seadanya, sambil tersenyum getir, mengingat hal yang dikatakan Eunhyuk juga benar apa adanya.

"Dari dulu kami memang terlihat dekat, selebih itu kami teman dari kecil pula, banyak orang mengira hubungan kami lebih dari apa yang sebenarnya terjadi, aku juga pernah dengan terang-terangan di sekolah mengungkapkan rasa 'sayang' -Eunhyuk mendelik- rasa sayangku padanya"

"Terang-terangan? K-kenapa kau melakukan itu?"

"Aku kalah taruhan, -_-', jadi aku harus mempermalukan diriku sendiri.. hhh~ itu pengalaman paling menggelikan di sepanjang masa SMA ku.." Cerita Eunhyuk sambil sedikit merinding.

Kyuhyun masih sedikit menatapnya bingung, walau sebenarnya ia juga sudah mulai mengerti.

"Dan kau tahu, Kim Jungmo masih beranggapan kalau aku dan Sungmin dahulu memiliki hubungan khusus. Gara-gara itu aku jadi kebanyakan berpikir.. Oh God, kalau dia sampai menyebar luaskan itu semua, bisa hancur image-ku didepan gadis-gadis cantik." Eunhyuk begitu mendramatisir, sampa tak sadar bicaranya mulai keluar jalur.

Sementara Kyuhyun semakin bingung disini. Jadi ceritanya Eunhyuk curhat gituh?

"Oh ya, kau tidak perlu khawatir, lagi pula aku yakin aku masih normal.. Kalau aku gay pun, aku tidak mau bersamanya, dia sama sekali bukan tipe-ku.." lanjut Eunhyuk, sambil memperhatikan sebuah photo yang di pajang Kyuhyun dimejanya. Photo pernikahan Kyuhyun dengan Sungmin.

"Eh? Aku pikir selama ini, kau 'bersama' donghae.." ujar Kyuhyun.

"Hwhat?! Oh my god, please lah, aku juga tidak mungkin bersama makhluk merepotkan, parasit, sok keren, dan berasa paling tampan sedunia itu.." ujar Donghae, yang membuat Elfish ingin membunuh author seketika itu juga.

*Donghae. huattchhiiimmm..*

_Other side_

"Ya! Donghae-ah! Tutup mulutmu! Virusmu bisa tertular padaku.." ujar Sungmin sambil menutup hidung dan mulutnya dengan tangan kanannya.

"Hei, aku tertular virusmu tadi!" balas Donghae.

Okeh, back to the first side.

"Eungh, ya.." jawab Kyuhyun, -lagi lagi- seadanya. Ia hanya mendengar curhatan Eunhyuk mengenai uneg-unegnya, tentang kedua 'sahabat sejati' nya.

Ya, yang awalnya hanya berupa pertanyaan kecil tentang perasaan, kini beralih ke sesi curhat.

.


.

"Minnie, aku pulang.."

"Hello world, I'm back"

Dua buah suara beruntun terdengar dari pintu apartment KyuMin. Suara pertama mengalun indah, dan yang kedua... Indah juga lah... Tapi apa bahasa yang ia gunakan benar? -_-''

Sungmin langsung menoleh, ada Kyuhyun yang sedang melepas sepatunya, dan Eunhyuk yang berdiri di belakang Kyuhyun.

"Kyu? Kau pulang cepat?" tanya Sungmin sambil menghampiri Kyuhyun, yang baru selesai melepas sepatu.

"Ne, pekerjaan hari ini, sudah selesai semua, jadi aku izin pulang duluan, sekalian mengantar Eunhyuk." jawab Kyuhyun sambil menunjuk Eunhyuk.

Yang ditunjuk hanya mengangkat tangan kanannya, dan membentuk huruf V dengan telunjuk dan jari tengahnya.

"Hehehe.." kekehan terdengar dari mulur Eunhyuk.

"Kau, kenapa lama sekali? Apa selama itu kau menunggu Kyuhyun makan?" tanya Sungmin ketus pada Eunhyuk.

"Ya, begitulah, tadi Kyuhyun makan sangat lama, benar bukan?" jawab Eunhyuk kemudian beralih menatap Kyuhyun.

"Ne, tadi kami juga banyak bercerita, jadi aku makannya agak lama, mian yah.." Kyuhyun mengelus pucuk kepala Sungmin.

Sungmin mengangguk tanda memaafkan.

"Oh ya, hei, baby, jagoanku, apa hari ini kau merepotkan eomma mu?" Kyuhyun berlutut di depan Sungmin lalu mensejajarkan wajahnya dengan perut Sungmin, terakhir mengecup perut Sungmin dengan lembut.

"Bagaimana keadaannya hari ini?" tanya Kyuhyun sambil mendongak menatap Sungmin.

"Hmm, sangat baik seperti biasa, hanya sepertinya ia bertambah berat.." jawab Sungmin.

"Hei hei hei, sudah, bermesraannya lanjutkan nanti, aku tidak bawa handphone, jadi tidak bisa diabadikan, mesra-mesraannya nanti saja saat aku sudah bawa kamera atau handphone.." Eunhyuk yang sedari tadi diam, mulai mengangkat suaranya.

"By the way dimana Donghae?" tanya Eunhyuk, yang baru menyadari bahwa Donghae tidak datang bersama Sungmin.

"Hei, Min, bagaimana menghapus ini?!" tiba-tiba suara orang, memecahkan pertanyaan Eunhyuk.

Ya, Panjang umur..

Donghae datang menghampiri mereka bertiga yang masih berdiri di dekat pintu, dengan membawa kapas dan facial lotion.

Eunhyuk terpaku melihat Donghae.

Donghae datang dengan gaun berwarna biru muda yang melekat di tubuhnya, wig berwarna hitam legam panjang yang terpasang rapi dikepalanya, lalu make up diwajahnya yang tidak terlalu tebal, namun membuatnya sangat manis.

Jauh berbeda dengan dandanannya beberapa hari yang lalu, yang tampak seperti banci lenong taman lawang, kini ia terlihat lebih fresh, dan cantik, tak kalah dari Sungmin, dan gadis-gadis seantro jagad raya bumi nan lebar dan bulat ini(?).

"Ya?! Kenapa kau baru kembali?! Gara-gara kau, aku harus mengalami penderitaan ini sendirian!" seru Donghae pada Eunhyuk.

Eunhyuk masih tak bergeming menatap Donghae.

Satu detik..

Dua detik..

Tiga detik..

Empat detik..

Lima jam kemudian. #plakkk,, nggak deng canda..

Lima detik..

"HUAHAHAHAHAHAHAHHA! HUAAKAKKAKAKAK! Sungmin! Dapat tante-tante girang dari mana kau?!" tawa Eunhyuk meledak saat melihat Donghae, didandani layaknya wanita oleh Sungmin.

"HUAKAKAKAKAKAK! HUAKKHH OHOOKKH OHHOKKH.." tawa Eunhyuk tersendat saat sebuah high heels melayang bebas, dan mendarat tepat di dalam mulut Eunhyuk.

Sementara pasangan sepatu itu masih terpasang di kaki 'indah' milik Donghae.

"Diam kau?! Berani menertawakanku lagi, akan ku pasang foto ini di club, lalu akan ku copy, dan akan kubagikan ke seluruh pelanggan." Donghae tersenyum licik, sambil menyodorkan sebuah photo ke depan wajah Eunhyuk.

Sebuah photo dimana Eunhyuk sedang memakai seragam SNSD di MV OH!, foto yang diambil beberapa waktu lalu, saat Sungmin sedang ngidam, di sana ia sedang berpose seksi, Membaringkan tubuhnya di atas meja, lalu bergaya eksotis berasa di pantai, dengan tangan kanannya yang menopang kepalanya, lalu bibirnya yang sengaja dimanyunkan dan telunjuk tangan kirinya, yang terletak di bibir seksinya.

Bahkan Sungmin yang mengupload photo-photo aib Eunhyuk ke facebook dan twitter, tidak memiliki photo aib dari segala aib yang kini berada di tangan Donghae.

Seketika itu juga Eunhyuk bungkam. Ia membelalakan matanya memandang photo itu. Sementara Kyuhyun yang tak sengaja melihatnya, kini sedang berusaha mati-matian agar tidak tertawa terbahak-bahak melihat photo itu.

Dan Sungmin sendiri sudah ketawa ketiwi gaje, sambil nangis-nangis sangking 'manis'-nya pose Eunhyuk pada photo itu yang membuat perutnya terkocok habis-habisan, seandainya ia tidak hamil mungkin ia sudah ketawa guling-guling gelinding ke sana kemari, gara-gara melihat photo itu.

"Berikan foto itu!" Eunhyuk berusaha mengambil photo itu dari tangan Donghae, namun, dengan cepat, Donghae menarik tangannya, dan memasukkan photo itu ke dalam pakaian dalamnya*?* Okeh ini aneh, ralat ajah.

Donghae menarik tangannya, dan memasukkan photo itu ke dalam saku celananya, di balik, gaun yang panjang dan menjuntai ke bawah itu.

"Sebaiknya, mulai sekarang, jangan macam-macam padaku Lee Hyukjae.." ujar Donghae sambil tersenyum nista-eh?, maksudnya sambil tersenyum licik.

Eunhyuk hanya dapat menatap Donghae dengan kesal, dan memberi tatapan seakan mengatakan 'Awas!-tunggu-saja-pembalasanku!'.

"Hey, sudah Sungmin bantu aku membersihkan make up menyebalkan ini dulu!"Donghae pun menarik Sungmin, kembali ke kamar.

Sementara Kyuhyun yang sudah mampu mengendalikan emosi(?)-nya, hanya menepuk bahu Eunhyuk beberapa kali, lalu berlalu dari hadapan Eunhyuk.

.


.

"Huaah, segar sekali.." desah Kyuhyun setelah keluar dari kamar mandi. Ia sudah rapi dengan piyama berwarna biru torquise, dan dengan sebuah handuk yang ia gunakan untuk mengeringkan rambutnya.

"Ne? Jeongmalyo? (...) Oh, ya baiklah.. (...) hmm,, ya, bye.." Sungmin menutup panggilannya.

"Menelphone seseorang?" tanya Kyuhyun sambil duduk di samping Sungmin.

"Ditelephone, hhh~, Hyukjae bilang dia dan Donghae tidak bisa datang besok.." ujar Sungmin sedikit kecewa.

"Eh? Wae?"

"Mereka lembur sampai besok, perintah dari Boss mereka, katanya, itu karena mereka sering datang terlambat.."

"Eh? Di club juga ada jadwal dan jamnya? Seperti perkantoran saja, -_-"

"Ya begitulah, Oh ya, tadi di kantor kau bercerita tentang apa saja dengan Hyukjae?" tanya Sungmin mengganti topik pembicaraan karena sebelumnya telah selesai.

"Ah? Ehm, tentang..." Kyuhyun seketika gagap saat mengingat isi curhatan Eunhyuk tentang Sungmin dan Donghae, menceritakan betapa menyebalkan dan mengerikannya mereka ketika marah, full cerita, full curhat, dan full HaeMin.

Kyuhyun memutar kedua bola matanya ke segala arah mencari alasan tentang pertanyaan Sungmin.

"Ahm, tentang.. ehmm, tentang, dia itu saudara sepupu-mu?" ujar Kyuhyun.

"Hanya itu?"

"Y.. Yeah.."

"Oh.."

"Jadi benar dia saudara sepupumu?" tanya Kyuhyun mengalihkan pembicaraan.

"Hmm, masih bisa dibilang seperti itu.. Karena noona-nya, menikah, dengan... Dengan hyungku.." jawab Sungmin, terdengar berat saat menyebut hyung-nya.

Kyuhyun melihat sesuatu dari pancaran mata Sungmin, saat menyebut Hyung-nya, entah apa pun itu, ia yakin, pasti Sungmin tidak ingin membahasnya.

"Huh, sudahlah, hari sudah malam, kita tidur sekarang?"

Sungmin mengangguk. Ia mengangkat kakinya ke atas ranjang, lalu menutupi tubuhnya sampai leher dengan selimut. Kemudian, Kyuhyun berjalan, ke sisi ranjang yang lainnya, dan merebahkan diri di samping Sungmin.

"Good nite baby, tidur nyenyaklah di sana.. Chup!" Kyuhyun mengecup ringan perut Sungmin.

"Selamat tidur, mimpi indah" ucap Kyuhyun, kemudian berniat mengecup kening Sungmin, namun...

Chu~

Sungmin menarik tengkuk Kyuhyun sehingga sasaran kecupan itu beralih ke bibir mungilnya.

"Ne, Selamat tidur juga.." Ucap Sungmin setelah melepas bibirnya.

"N.. Ne.." jawab Kyuhyun terbata-bata, dengan wajah yang merah merona.

.


.

Siang itu, Kyuhyun yang merasa bosan, saat menunggu jadwal meeting-nya, memutuskan untuk membuka handphone dan dompetnya.

Dihandphone-nya, banyak sekali photo Sungmin, yang ia ambil saat Sungmin masih tertidur di pagi hari. Lalu di dompetnya terdapat sebuah photo yang ia 'pungut' dari tas Sungmin saat ia dan Sungmin berfoto di photobox tepatnya, di taman kota. Photo di mana, ia dan Sungmin, tengah *Ekhem* berciuman. *ciyyeee,, suit suit prikitiew*

Saat memperhatikan photo, itu, entah mengapa membuat Kyuhyun selalu tersenyum senang, apa lagi saat mengingat hari yang menyenangkan itu.

"Wah, jadi ini istrimu, cantik sekali, di sini kalian terlihat -ekhem- sangat mesra.." tiba-tiba seseorang mengambil dompet Kyuhyun dari belakang, dan memperhatikan photo didompetnya, sambil berkomentar.

"Jinki-ah! Kembalikan!" seru Kyuhyun sambil berusaha merebut dompat miliknya dari tangan Jinki.

"Eiitts, tidak semudah itu, lagi pula, siapa suruh, melamun sambil tersenyum mesum seperti itu, sampai-sampai aku masuk ruanganmu pun, kau tidak menyadarinya." ujar Jinki, sambil mengelak dari serangan Kyuhyun.

"Pertama! Aku tidak melamun! Kedua! Aku tidak tersenyum mesum! Ketiga! Aku tidak menyadari kau masuk ruanganku, karena kau tidak mengetuk pintu terlebih dahulu! Dan yang keempat! Kembalikan dompetku!" Kyuhyun kembali mencoba mengambil dompetnya dari tangan Jinki.

Beruntung Kyuhyun tinggi, karena setelah berdiri, dompetnya, dapat ia ambil dengan mudah dari tangan Jinki.

"Tapi, benar-benar misteri bagi seluruh karyawan di sini, terutama bagi karyawati di sini, sebenarnya, kapan kau menikah?" tanya Jinki, sambil memegangi dagunya imut seperti seorang detektive.

"Kapan pun semauku! Sekarang, untuk apa kau kemari?" tanya Kyuhyun to the point.

"Oh, ya, Tadi dari pihak Client menelphone katanya, Meetingnya tidak jadi di kantor, ia mau mengadakan meeting-nya sambil makan siang, di Cafe Lunch & Coffee. Dan sepertinya waktu perjalanan ke Cafe itu tidak sebentar, jadi aku ingin menyarankan, agar kita ke sana secepatnya.." ujar Jinki sambil merapikan dasi dan rambutnya di depan cermin yang tersedia dia ruangan Kyuhyun.

"Ayo kita berangkat sekarang!" seru Jinki.

.


.

"Sudah datang.." ucap Jungmo, sambil berjabat tangan dengan Kyuhyun dan Jinki.

"Hei, Kyuhyun, ini kan gadis yang sering mengunjungimu di kantor.." bisik Jinki pada Kyuhyun.

Kyuhyun tidak menjawab ia haya memandang sinis ke arah yeoja yang di tunjuk Jinki, yeoja yang kini duduk di samping Jungmo.

"Oh ya, Kyuhyun-sshi dan Jinki-sshi, perkenalkan, ini Seo Joo Hyun, sekretaris baru saya, dia yang akan membantu kita dalam meeting-meeting selanjutnya.." ujar Jungmo sambil memperkenalkan yeoja disampingnya Seo Hyun.

"Annyeong Joo Hyun-sshi" sapa Jinki polos.

"Panggil saja Seohyun.." ujar Seohyun sambil tersenyum ala kadarnya(?).

"Oh, Ye.." balas Jinki.

"Baiklah, kita mulai meeting hari ini.." ujar Jungmo bijak(?).

"Ddrrt.. Ddrrrt.."

"Permisi, saya angkat telphone sebentar.." Jungmo undur diri dalam rapat sejenak, untuk mengangkat 'telphone'.

Tak lama Jungmo pun kembali.

"Hmm, sepertinya, saya harus meninggalkan rapat hari ini sekarang, ada telphone penting dari kantor, tidak apa-apa kah jika untuk meeting hari ini, saya digantikan oleh sekretaris saya?" tanya Jungmo meminta pendapat pada Kyuhyun dan Jinki.

"Oh, hmm, ya Baiklah jika memang sepenting itu." jawab Kyuhyun setengah ikhlas. Mendengar rapatnya hanya akan dilanjutkkan bersama Seohyun, untung masih ada Jinki.

"Ye, Gamsahamnida"

Jungmo pun segera pergi dari hadapan mereka bertiga. Senyuman misterius tersungging dibibirnya saat ia tengah berlenggang keluar cafe.

Di luar cafe, Jungmo langsung mengambil tempat yang aman, untuk mengamati mereka dari luar.

Ia segera membuka handphone-nya, dan meng-set-nya, menjadi private number, setelah itu, mengirim pesan kepada seseorang.

#############

To: Lee Sungmin

Datang ke Cafe Lunch & Coffee sekarang! Penting!

#############

-Message sent-

Jungmo tersenyum licik saat ia yakin, saat ini pesan itu telah di baca oleh Sungmin.

"Jika aku tidak bisa memiliki-nya, maka tidak akan ada yang bisa!"

"Ddrrrt.. Ddrrrrtt.." Sungmin yang tengah bereksperimen dengan ice cream-ice creamnya di dapur pun, terpaksa meninggalkan 'adonan' ice cream itu, untuk membaca sms yang tengah di terima oleh handphone-nya.

"Datang ke Cafe Lunch & Coffee sekarang? Penting? Dari siapa?" gumam Sungmin.

Rupanya rasa penasaran Sungmin sungguh tinggi, ia pun memasukkan hasil eksperimennya tadi ke dalam refrigerator (read: kulkas) -sebuah mangkuk dengan beberapa macam campuran ice cream didalamnya, di aduk-aduk sampai mencair, lalu di tambah beberapa jenis makanan manis-, lalu melesat ke kamarnya, untuk berdandan, menjadi seorang wanita. Tak lupa mantel tebal kesayangannya yeng berguna menyamarkan perut-nya. Ia pun segera keluar dari apartment, dan menuju ke Cafe yang jaraknya tak jauh dari gedung apartment.

"Jalan sekarang!" titah Jungmo pada seorang pelayan yang tengah membawa jus alpukat di atas nampannya.

Pelayang itu mengangguk dan mulai berjalan ke arah meja Kyuhyun, Jinki, dan Seohyun.

Setelah sampai di meja mereka...

"BYUURRR"

"Jeongmal Jeosunghamnida tuan, aku tidak sengaja.." seru pelayan itu, setelah menumpahkan jus alpukat itu ke jas dan celana Jinki.

"Yaissh.. Ck!"

"Jeosunghamnida, aku benar-benar tidak sengaja.." ujar Pelayan itu, dengan akting yang meyakinkan.

"Ish, yasudahlah, sudah terjadi, sekarang cepat pergilah.." usir Jinki pada pelayan itu.

"Kyuhyun, dan Seohyun-sshi, permisi aku ke toilet dulu.."

"Ta.. Tapi.."

Sebelum Kyuhyun menyelesaikan kalimatnya, Jinki sudah melenggang menuju toilet untuk membersihkan noda di jas dan celananya.

Seohyun tersenyum penuh arti saat Jinki meninggalkan mereka berdua.

Sementara Jungmo, ia harus melaksanakan satu tugas lagi, untuk rencana awal mereka, rencana yang sempat gagal karena ke-tidak- bodohannya Sungmin.

Jungmo kembali memerintah seorang pelayan, untuk pergi ke toilet, mengunci pintu toilet, dimana ada Jinki seorang diri di sana.

Setelah pelayan itu dan pelayang yang bertugas menumpahkan jus alpukat ke jas dan celana Jinki kembali ke hadapan Jungmo, Jungmo pun memberikan masing-masing sebuah amplop coklat yang berisi beberapa lembar uang 100.000 won, ya intinya cukup banyak.

Kembali pada Kyuhyun Seohyun, Kyuhyun nampak canggung dan tak nyaman bersama Seohyun.

"Kenapa Kyuhyun? Kau tak suka kehadiranku di sini?" tanya Seohyun sok dramatis.

"Tak perlu aku jawab pun, kau sudah tahu jawabannya." jawab Kyuhyun dingin.

Seohyun menunduk.

"Kyuhyun, kumohon, kembalilah padaku.. Aku yakin, kita pasti masih bisa bersama" Seohyun memohon, dengan mengeluarkan setitik atau dua titik air mata buaya-nya.

"Jangan bermimpi! Ingat, aku sudah beristri, dan sebentar lagi aku akan mempunyai seorang anak, Kau bahkan sudah mengenal istriku"

"Kyuhyun, aku tahu, pasti di hatimu yang paling dalam, kau masih memiliki perasaan yang sama dengan ku.. hiks, Aku mohon Kyuhyun, kembalilah padaku, kau-hiks, kau bisa menceraikan istrimu, setelah ia melahirkan." ujar Seohyun. Yang dihadiahi tamparan keras dari Kyuhyun.

'PLAAKK!'

"AKU TIDAK PERNAH MENCERAIKAN ISTRIKU! ATAU PUN MENINGGALKANNYA! CAMKAN BAIK-BAIK!" ujar Kyuhyun, setelah menampar Seohyun.

Kyuhyun pun berdiri dan hendak berlalu dari hadapan Seohyun, namun dengan cepat Seohyun menarik tangan Kyuhyun dan memeluk Kyuhyun erat.

"Aku janji, ini yang terakhir.." ujar Seohyun sebelum Kyuhyun, memaksanya untuk melepas pelukkannya.

Kyuhyun hanya diam tak merespon.

"Kumohon Kyuhyun, ini yang terakhir.. Benar-benar yang terakhir.." ucap Seohyun berharap balasan dari Kyuhyun.

Mendengar kata 'terakhir', dengan ragu, ia mengangkat tangannya dan meletakkannya di punggung Seohyun.

Terdengar isakkan dari mulut Seohyun, namun di balik itu, ia tersenyum licik.

Pada saat yang bersamaan, sebuah taksi berhenti di depan cafe.

Seorang 'wanita' keluar dan masuk ke dalam cafe.

"Tak ada apa-apa di cafe ini, apanya yang penting?" gumam Sungmin, saat memasuki cafe Lunch & Coffee.

Ia menatap ke sekeliling cafe. Lalu tatapannya berhenti pada sebuah pasangan yang tengah berpelukkan.

"Apa.. Apa itu Kyuhyun?" lirih Sungmin.

Tak dapat dipungkiri, yang ia lihat memang Kyuhyun, Sungmin ingin melihat keterpaksaan di sana, keterpaksaan yang ia lihat sama seperti yang ia lihat saat Kyuhyun sedang di goda Sooyoung dulu.. Namun, yang ia lihat Kyuhyun memeluk seorang wanita yang ia kenali sebagai teman Kyuhyun, dengan ikhlas.

Sungmin memang melihat-nya dari belakang, ia hanya bisa melihat wajah Seohyun di balik bahu Kyuhyun, ia tersenyum senang, walau sebenarnya dia sana, Seohyun sengaja mengeluarkan suara isak tangis kecil yang tidak terdengar dari tempat Sungmin.

'Ke.. Kenapa Kyuhyun memeluk wanita itu.. Kyuhyun bilang, wanita itu hanya teman lamanya.. Tapi kenapa mereka berpelukkan seperti itu di tempat umum?' lirih Sungmin dalam hati.

Perasaannya ingin mempercayai Kyuhyun, namun, apa yang ia lihat saat ini...

Sungguh membuat hatinya kacau.. Perasaan yang sangat sulit untuk mempercayai Kyuhyun..

Air mata Sungmin, turun dari pelupuk mata kirinya, dengan cepat ia menghapusnya, dan segera pergi keluar cafe. Menyetop sebuah taksi, dan pergi ke mana pun yang ia mau.

Di sisi lain, Seorang namja tampan, tengah tersenyum puas melihat reaksi Sungmin, di awal rencana-nya.

"Ini baru permulaan Lee Sungmin.."

.

.

.

.

.

~To be continued~