Summary :
Terjadi saat Sena dan teman-teman mulai memasuki Universitas Enma. Bagaimana jika ternyata adik perempuan sang Komandan Setan juga masuk Universitas Enma?
Disclaimer :
Semua tokoh - tokoh dalam fanfic ini kecuali tokoh buatan saya merupakan kepunyaan dari Inagaki-san dan Murata-san. Saya hanya sekedar meminjam nama...
A/N : Cerita ini dimulai setelah pertandingan antara Enma dengan Koigahama berakhir.
Chapter 2 : Who's That New Girl ?
"Latihan paginya kita sudahi dulu saja!", teriak Unsui. Semua pemain tim Enma Fires, tim American Football dari Universitas Enma, duduk di kursi pemain kecapekan.
"Latihan tadi benar-benar menguras tenaga MAX!", kata Monta setelah puas menghabiskan air di botolnya.
"Yaah... Latihan ini memang cukup menguras tenaga sih, tapi masih belum sekeras latihan dari Kak Hiruma dan Clifford", kata Sena.
"Memangnya dulu sama Hiruma latihannya disuruh apa?", tanya Mizumachi. Seketika, seluruh pemain Enma yang mantan pemain tim Deimon langsung pucat pasi.
"Aku salah ngomong ya?", tanya Mizumachi menunjuk dirinya sendiri, heran dengan reaksi beberapa temannya.
"Aku jadi penasaran dengan latihan yang mereka jalani…", kata Riku.
"Semuanya ! Bantu membereskan alat-alat!", teriak Unsui yang berada di lapangan.
"Baik !", kata seluruh anggota tim serempak.
Semua anggota tim pun sedang sibuk membereskan peralatan mereka. "Tim kita belum punya manajer ya...", pikir Sena. Ya, sampai saat ini tim Enma memang masih belum mempunyai manajer.
"Hoi ! Monta ! Lemparkan bolanya kepadaku!", kata Riku menunjuk bola dekat Monta.
"Oh ini... Kulempar ya!", Monta bersiap-siap melempar. "Satu… Dua… Tiga !"
"Eh! Tunggu dulu Monta!", teriak Sena memperingatkan yang sayangnya, telat.
Bola itu sudah terlanjur dilempar dan mengetahui Monta, bola tersebut pasti salah sasaran. Benar saja... Alih-alih ke arah Riku, bola tersebut malah mengenai seorang cewek. Bola itu hampir mengenai kepalanya kalau saja dia tidak menghindar. Tapi meskipun berhasil menghindar, bola itu berhasil menjatuhkan tas bawaannya.
"Tolong lemparkan bolanya kesini dong!", teriak Monta ke cewek itu.
"Eh? Seharusnya kau membantunya dulu membereskan barang-barangnya dulu tahu!", omel Riku.
"Lempar ke mana?", tanya cewek itu. Monta melambaikan tangannya secara berlebihan sebagai jawabannya. Cewek itu pun mulai melempar ke arah Monta...
"Cara memegang bolanya! Dia seperti sudah terbiasa pass...", pikir Sena. Dan bolanya pun sudah terlempar...
"Nice pass MAX! Arigato!", kata Monta yang menangkap bola tersebut. Cewek itu menganguk kecil dan berjalan pergi.
"Eh, tunggu dulu!", teriak Kurita. Cewek itu pun menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Kurita.
"Kamu tertarik dengan American Football? Football itu menarik lho! Apalagi dengan passmu itu...", tanya Kurita dengan mata berbinar-binarnya.
"Ngg... Tapi Kak Kurita, posisi quaterback kan sudah diisi oleh Kak Unsui...", kata Sena menghampiri Kurita.
"Kalau begitu, kamu jadi manajer saja! Kebetulan posisi manajer masih kosong sampai saat ini!", kata Kurita.
"Apaaa?", teriak seluruh anggota tim Enma kecuali Kurita dan Unsui.
"Ngg... Anu... Itu−Eh?", cewek itu tak sempat menyelesaikan perkataannya karena...
"Ayo sini... Kau akan kuajak ke ruang klub kami...", ajak (baca: seret) Kurita.
"Kak Kurita semakin mirip Hiruma...", kata Sena, yang hanya bisa geleng-geleng kepala.
"Tapi cewek itu lumayan manis juga, iya kan Sena?", kata Monta menyenggol Sena.
"Pagi! Ada apa nih? Kelihatannya pagi-pagi sudah seru?", tanya seorang cewek mungil yang tiba-tiba saja muncul dengan sepatu roda.
"Suzuna! Oh I-Ini... Kak Kurita menemukan calon manajer baru", jawab Sena gugup.
"Ooh yaa? Ada dimana dia sekarang?", tanya Suzuna antusias.
"Ada di ruang klub", jawab Sena singkat. Suzuna langsung pergi ke ruang klub, penasaran dengan calon manajer baru itu. Pintu ruang klub pun terbuka... Di dalamnya ada Kurita yang sedang sibuk menyiapkan teh dan kue dan cewek yang (dengan enggan diakui Suzuna) memang cukup manis. Penampilannya sederhana. Rambut hitamnya yang agak panjang dibiarkan tergerai. Matanya hijau. Tapi meskipun baru pertama kali bertemu... Suzuna merasa sudah tidak asing lagi dengan sosoknya.
"Aah! Itu Suzuna datang! Suzuna itu Kapten Cheerleader tim kami...", jelas Kurita kepada cewek misterius itu. Sementara itu yang dijelaskan hanya menganguk-anguk saja.
"Oh ya! Ngomong-ngomong namamu siapa?", tanya Kurita penasaran.
"Ng... Itu... Na-Nama saya Kimiko Hiruma", kata cewek yang ternyata bernama Kimiko itu.
"Oh namamu itu Kimiko Hiru−Hiruma?", teriak Kurita kaget. Bukan hanya Kurita yang kaget, seluruh anggota tim Enma juga sama kagetnya dengan Kurita.
"Hi-Hiruma? Me-memangnya a-ada hubungan apa dengan Kak Hiruma?", tanya Sena, walau dalam hati takut mendengar jawabannya.
"Aku adiknya", jawab Kimiko dengan wajah polos.
"Apaaa?", teriak semua anggota tim.
"Memangnya Kak Hiruma punya adik ya?", tanya Monta.
"Entahlah... Selama ini dia tidak pernah bercerita tentang keluarganya", kata Sena yang ada di sebelah Monta.
"Tu-Tunggu dulu. Kalian semua kenal dengan kakak?", tanya Kimiko memastikan.
"Begitulah… Dia dulunya kakak seniorku", jawab Sena.
"Aku dan Musashi sudah berjanji dengannya akan ke Rice Bowl!", kata Kurita.
"Oooh… Ternyata begitu…", kata Kimiko. "Jadi ini ya teman-teman Kakak...", pikir Kimiko.
"Jadi bagaimana, Kimiko-chan? Mau jadi manajer kami?", tanya Suzuna dengan riang.
"Itu…", Kimiko berpikir keras, lalu mendapati semua pandangan anggota tim Enma ke arahnya. "Ck! Dari dulu aku paling tidak tahan dengan ini…", pikir Kimiko.
"Baiklah", kata Kimiko akhirnya. "Aku mau jadi manajer".
"Benarkah? Horeee!", teriak Kurita gembira.
Di tengah semua kegembiraan itu, Unsui berjalan menghampiri Kimiko.
"Nih, jadwal latihan dan anggota. Sekarang kau sudah resmi menjadi manajer tim kami", kata Unsui menyerahkan beberapa kertas ke Kimiko.
"A-Arigato…", kata Kimiko. Sebenarnya, dia masih ingin menambahkan nama pada perkataannya, tapi sayangnya dia masih belum mengenal nama-nama anggota tim kecuali Kurita dan Suzuna.
"Unsui Kongo. Tapi panggil saja Unsui", kata Unsui yang tampaknya bisa menebak pikiran Kimiko. Tangannya pun diulurkan untuk berkenalan.
"Aah… Salam kenal Unsui-san", kata Kimiko membalas uluran tangan Unsui. "Mulai sekarang, mohon kerja samanya…"
Setelah itu, Kimiko pun diperkenalkan satu per satu dengan anggota tim lainnya. Mulai dari Sena, Monta, Riku, Kotaro, dan Mizumachi. Kimiko juga diperkenalkan dengan anggota tim defense. Ada Tora yang bertugas di defensive line, ada juga Natsu yang bertugas sebagi cornerback, lalu Nero yang bertugas sebagai line backer, Kamasugi, Tsugeru, dan masih banyak lagi.
"Kau berutang banyak padaku, Kakak Bodoh!", pikir Kimiko dalam hati.
Dan, dengan berakhirnya hari ini, Kimiko Hiruma resmi menjadi manajer tim Enma Fires.
End of Chapter 2
Author's Note : Yaap! Kali ini saya update Chapter 2! Baru dapat 1 review sih... Tapi udah senang kok... :) Makasih atas reviewnya! Saya coba cari di internet, dan ternyata katanya Suzuna yang jadi manajer... Tapi dalam cerita ini, Suzuna kubuat jadi Kapten Cheerleader saja deh... Masih memohon review dari para pembaca... :3
Ngomong-ngomong, saya baru ngeh kalo ada yang review cerita saya satu lagi... Arigato juga buat reviewnya!
Balasan review :
Peri Hitam : Honto arigato buat sarannya! Kali ini penulisannya sudah diperbaiki lhoo... Nih, udah update Chapter 2! Jadi, jangan diancem AK-47 lagi ya... =.="
Thanks for reading!
