Title : Love You Love Me

Pairing : KyuMin

Other Cast :

- Lee Hyukjae a.k.a Eunhyuk

- Lee Donghae

- Kim Jungmo

- Seo Joohyun

- For other chara, just find by your self

Warning : 1st M-Preg(Impossible thing). OOC, bahasa tidak sesuai EYD, Gaje, TYPOSSSS, WITHOUT EDITING, AND I'LL NEVER EDIT IT AGAIN, penggunaan kata-kata kasar, KEBACOTAN author di beberapa bagian, NO BASHING!

.

.

DON'T LIKE? DON'T READ, DON'T REVIEW, AND DON'T COMPLAIN PLEASE.

.

.

Happy Reading..^^..

.

.

.

.

'TOK TOK TOK'

"Eh? Masuk.." ujar Kyuhyun setelah mendengar ketukan di pintu ruang kerjanya.

'CKLEK..'

"J-Jinki-ah.. Ada apa lagi kemari?" tanya Kyuhyun gugup, begitu mendapati Jinki kembali ke ruangannya.

Jinki tidak menghiraukannya, ia berjalan mendekat ke arah Sungmin. Lalu menunjuk Sungmin dengan jari telunjuk kananya.

"Kau...

Benar-benar Lee Sungmin kan?!"

.

.

.

_Part 23_

.

"Kumohon! Jangan beritahu siapa-siapa tentang ini.." mohon Kyuhyun, sambil mengatupkan tangannya di atas kepala, lalu sedikit membungkuk di depan Jinki.

"Ya! Apa yang kau lakukan! Tidak usah seperti ini.. Aku juga tidak akan sebodoh itu, membeberkan rahasia ini.." ujar Jinki.

"Jeongmalyo?" tanya Sungmin.

"Neee..."

"Uaaa.. Gomawo!" seru Kyuhyun dan Sungmin, langsung memeluk Jinki dengan erat.

"Hya! Lepaskan! Kalian membuatku sesak!"

.


.

"Mwo? Jadi kalian tidak tahun persis bagaimana kalian..." Jinki menghentikan kaimatnya, ia mengangkat kedua tangannya, lalu membentuk huruf V, dan menggerakkannya, membentuk tanda kutip.

"Kan sudah kubilang, kami mabuk! Jadi tidak ada yang aku ingat, apa yang terjadi malam itu, kenapa aku bisa di kamar itu pun, aku juga tidak tahu.. Kalau dia sih..." Sungmin menggantung kalimatnya lalu menatap Kyuhyun penuh selidik.

"Mwo? Aku juga tidak ingat apa-apa.. Jangan menatapku seperti itu.." ujar Kyuhyun sambil mengalihkan pandangannya.

Jinki memanyunkan bibirnya, lalu meletakkan kedua tangannya di balik kepalanya, bersandar di sofa.

"Huh, tidak seru.. Padahal kan aku mau tau bagaimana melakukannya, dan apa yang kalian rasakan.." ujar Jinki, entah kelewat polos atau apa pun itu, What ever lah..

Sungmin dan Kyuhyun hanya memalingkan wajah masing-masing yang sudah merah padam.

"Setelah kalian menikah, kalian pernah tidak 'melakukannya' lagi?" tanya Jinki sedikit berbisik.

Buat apa coba? Toh tidak akan yang mendengar mereka bertiga di sini.

"Eh? Uung... Kami pernhhh.. Hhmmpp!" Ucapan Sungmin tertelan kembali saat Kyuhyun membungkam bibirnya dengan tangannya.

"Le-Lebih baik kau kembali bekerja, lalu serahkan laporan keuangan bulan ini padaku, sebelum diserahkan pada direktur.. Oke! Jadi lebih baik kau keluar.." Kyuhyun mendorong tubuh Jinki keluar dari ruangannya.

"Ya! Cho Kyuhyun! Aku kan belum selesai bert..."

'BLAMM'

Pintu itu tertutup tepat dihadapan Jinki.

Jinki mendengus kesal, karena diperlakukan semena-mena(?) oleh Kyuhyun.

Ia pun memutuskan kembali untuk kembali ke mejanya, dan...

Entah apa pun itu, ia mengerjakan sesuatu di sana. -,-

.


.

"Hufftthh.." untuk kesekian kalinya, Kyuhyun menghela napas lega, setelah mengeluarkan Jinki dari ruangannya.

Kyuhyun menatap Sungmin, begitu pula sebaliknya.

Entah mengapa suasana menjadi agak canggung dan kaku..

"Ahmm, kau membawakan bekal kan tadi?" tanya Kyuhyun berusaha mencairkan suasana.

"Oh! Ne.." Sungmin mengambil sesuatu dari balik punggungnya, meletakkan di atas meja, dan memanggil Kyuhyun untuk mendekat.

"Aku buatkan salad buah.. Aku tahu kau tidak suka sayur, jadi aku bawakan buah-buahan.." ucap Sungmin, sambil membuka kotak bekal yang ia bawa.

"Kau masih suka buah-buahan kan?" tanya Sungmin, pada Kyuhyun yang kini sudah duduk disampingnya.

Kyuhyun mengangguk, sambil tersenyum, lalu mengangkat kotak bekal itu, dan mulai memakan salad buatan Sungmin.

"Enak.." gumam Kyuhyun.

"Jeongmalyo?" tanya Sungmin.

"Ne.. Ayo buka mulutmu.. Aaaa.."

Kyuhyun menyuapkan sesendok salad buah itu pada Sungmin. Dan dengan senang hati Sungmin menerimanya.

.


.

"Dasar! Aku kan belum selesai bicara" keluh Jinki, di depan ruangan Kyuhyun.

"Tapi.. Aku benar-benar tidak menyangka.." Jinki mulai melangkahkan kaki-nya ke meja-nya.

"Mereka malah benar-benar mengaku.." Jinki duduk di kursi-nya dan menyalakan kembali komputernya.

"Padahalkan tadi, aku hanya asal menebak, dengan modal nekat.."

*Flashback*

"Pasti ada yang tidak beres.." gumam Jinki sambil membuka komputernya, dan membuka aplikasi mozilla firefox, untuk membrowsing sesuatu.

"Transeksual yang mengalami kehamilan" gumam Jinki, sambil mengetikkan kalimat yang ia gumamkan ke dalam kolom searching.

Tapi setelah membrowsing beberapa kali.. Bukannya hasil yang ia inginkan.. Malah dengan menuliskan kalimat tersebut, yang ia dapat, adalah cara operasi transeksual, nama-nama orang yang melakukan operasi transeksual, atau malah kebanyakan cerita-cerita fiksi yang bertema homoseksual.

"Hah! Tidak berguna!" omel Jinki, sambil meng-off-kan komputernya.

"Tapi! Kenapa wanita itu mirip Sungmin?! Huaa! Aku penasaran!" seru Jinki sambil mengacak-acak rambutnya, tidak peduli berapa banyak karyawan/wati yang memperhatikannya.

"Hah! Kita coba saja!" ujar Jinki sambil melangkahkan kembali kakinya ke ruang kerja Kyuhyun.

'TOK TOK TOK'

"Eh? Masuk.." setelah mendapat ijin masuk, Jinki pun mulai membuka knop pintu tersebut.

'CKLEK..'

"J.. Jinki-ah.. Ada apa lagi kemari?" tanya Kyuhyun gugup, tepat saat Jinki kembali masuk ke ruangannya.

Jinki tidak menghiraukannya, ia berjalan mendekat ke arah Sungmin. Meneliti dengan tepat wajah yang benar-benar telah ia hafal itu. Lalu menunjuk Sungmin dengan jari telunjuk kananya.

"Kau...

Benar-benar Lee Sungmin kan?!" tebakkan asal Jinki yang sebenarnya, ia yakini jawabannya salah, tapi...

Sungmin terdiam, tidak menjawab, ia malah menundukkan kepalanya.

Sementara Kyuhyun dibelakangnya menatap Jinki dengan terkejut.

"K-Kau, kau sudahlah! Jangan kebanyakan melantur.. Lebih baik kau..."

"Biarkan saja Kyu, toh dia juga sudah tahu.. Tidak perlu mengelak lagi.." potong Sungmin, sebelum Kyuhyun selesai mengusir Jinki.

Tapi reaksi dan ekspresi Jinki menunjukkan seberapa terkejutnya ia, setelah mendengar jawaban Sungmin..

Itu berarti benar bukan?

*flashback off*

"Hhh~ tapi bagaimana bisa pria hamil?" gumam Jinki, sambil membuka kembali aplikasi mozilla-nya.

"Baiklah.." Jinki mulai meletakkan jari-jarinya di atas keyboard, dan mengetikkan sesuatu.

"Male Pregnancy"

.


.

"Bodoh! Cepat pergi dari sini, dan Jangan harapkan imbalan apapun!" bentak Jungmo pada Jungsoo, yang baru saja 'mencurahkan' segala isi hatinya pada Jungmo, mengenai kegagalannya di kantor Kyuhyun tadi.

Jungsoo yang ketakutan tidak setengah mati itu pun lari terbirit-birit setelah mendapat usiran 'halus' dari Jungmo.

"Percuma saja, rencana membuat Kyuhyun tidak mempercayai bahwa anak yang dikandung Min-Ah itu bukan anak kandungnya, tidak akan berhasil! Lebih baik jalan kan rencana yang sempat tertunda kemarin!" ujar Seohyun sinis, sambil sedikit memanas-manasi Jungmo.

"SHUT UP! Ocehanmu tidak akan membantu!" bentak Jungmo, kini pada Seohyun.

Seohyun sedikit terkesiap mendengar bentakkan Jungmo untuk yang kesekian kalinya.

"Sudah cukup! Aku bosan mendengar seluruh perintahmu! Menjalankan seluruh rencana busukmu yang selalu saja gagal! Ingat! Rencana untuk menggugurkan anak Min-Ah itu, merupakan rencana mu juga! Tapi kau malah membatalkannya.. Sebenarnya apa sih yang ada dipikiranmu!" untuk pertama kalinya, Seohyun membalas bentakan Jungmo, dengan segala uneg-unegnya.

"Dengar ya! Anak yang di kandung Sungmin, bisa kujadikan kunci agar aku bisa mendapatkan Sungmin.. JADI KAU CUKUP MENDENGARKANKU, KALAU KAU INGIN MENDAPATKAN PEMUDA CHO SIALAN ITU!" teriakan Jungmo ini, sebenarnya bisa saja mengundang beberapa perhatian dari karyawan dikantornya, kalau mereka tidak berada di ruang kerjanya yang kedap suara.

"Aku bosan mendengar segala perintah bodoh mu itu! Tak ada gunanya juga aku mendengar seluruh rencana gagalmu itu! Baiklah, mulai dari sekarang, aku akan menjalankan semua rencanaku saja, aku akan bunuh mereka! Dengan tanganku sendiri! Kita selesaikan urusan masing-masing, dan JANGAN HARAP AKU MAU BEKERJA SAMA DENGANMU LAGI!" balas Seohyun yang diikuti dengan bentakan serupa.

Seohyun mengambil tasnya, dan keluar dari ruangan Jungmo.

"AAAARRGHH! WANITA JALANG!" Jungmo berteriak sekencang-kencangnya setelah Seohyun keluar dari ruangannya.

.

'Sungmin, Sungmin, Sungmin.. Apa sih yang ia bicarakan.. Siapa Sungmin?! Jelas-jelas nama istri Kyuhyun itu Min-Ah.. Kenapa jadi Sungmin?' pikir Seohyun sambil berjalan menuju mobilnya yang ia parkir di parkiran kantor Jungmo.

"Lupakan! Aku tidak peduli! Yang jelas aku harus mendapatkan Kyuhyun, dengan caraku sendiri.." ujar Seohyun, kemudian menjalankan mobilnya -entah kemana-.

.


.

"Ayolah Sungmin, Aaaa.."

"Aniy.."

Sungmin menggeleng saat Kyuhyun hendak menyuapkan bubur labu-nya.

Padahal 10 menit lagi Kyuhyun sudah harus berangkat bekerja, tapi Sungmin belum melahap sesendok pun bubur yang Kyuhyun berikan.

"Aku harus berangkat 10 menit lagi, kumohon habiskan buburmu ya?"

Sungmin tetap menggeleng, dan hanya memasang ekspresi cemberutnya.

Oh My God! How cute he is..

"Wae Minnie? Aku bisa terlambat..."

"Uunggh.. Tidak bisa kah, kau di rumah hari iniiii saja.." pinta Sungmin sambil memainkan ujung dasi milik Kyuhyun.

"Hhhh~" Kyuhyun menghela napas berat.

"Wae? Tidak bisa?" tanya Sungmin, seratus persen benar.

"Mian, untuk hari ini benar-benar tidak bisa.." jawab Kyuhyun dengan nada kecewa.

"Kalau begitu, biarkan aku ikut ke kantor mu lagi.." pinta Sungmin, untuk yang kesekian kalinya.

"Minnie.. Sudah hampir seminggu, kau ke kantorku terus, dan kau tahu, jam pulang kantor itu malam, apa lagi minggu-minggu ini, aku sedang lembur.. Ayolah.. Aku tidak ingin kau terlalu lelah, belum lagi, setiap pulang, kau mampir dulu ke tempat-tempat yang aneh.."

"Tempat jajanan pinggir jalan itu tidak aneh!" seru Sungmin.

"Tapi tempat itu tidak bersih Min, ayolah, uruti perintahku, ini demi kau dan bayi kita Min.." pinta Kyuhyun sambil menggenggam kedua tangan Sungmin erat.

Namun sedetik kemudian, Sungmin langsung menghempaskan tangannya.

"Terserah! Sudah sana pergi ke kantor! Urusi semua kertas-kertas menyebalkan itu!" ujar Sungmin kesal, sambil beranjak dari atas ranjang dan langsung masuk ke dalam kamar mandi.

'BLAMM'

Pintu kamar mandi tertutup cukup keras.

"Minnie.."

.


.

Pukul 09:00 pm, Kyuhyun baru kembali dari kantornya. Sumpah demi apa pun, ia merasa tidak enak dengan Sungmin yang dengan terpaksa harus ia tinggal di rumah dalam keadaan ngambek parah.

Ia bingung cara apa lagi yang harus ia gunakan untuk membuat Sungmin memaafkannya.

Liburan? Jalan-jalan?

Oh God C'mon.. Hari ini Jum'at, besok Sabtu, dan lusa Minggu..

Menunggu hari Minggu masih 2 hari lagi.. Ia tak mungkin kuat dicuekki habis-habisan oleh Sungmin walau hanya 1 menit.

Okay, mungkin dulu bisa..

Tapi sekarang?

Ia sudah terlanjur jatuh untuk Sungmin.. Mau jadi apa hidupnya tanpa Sungmin?

Ekhem.. Okay, berlebihan..

Kembali ke cerita..

Kyuhyun melangkahkan kakinya masuk ke dalam apartmentnya.

"M-Minnie.. Aku pulang.." ucap Kyuhyun ragu.

Tak ada suara, apa lagi sahutan.

"Pasti masih marah.." tebak Kyuhyun.

Kyuhyun melangkah melewati ruang tamu untuk menuju ke arah dapur, guna mencari Sungmin.

Setelah memastikan tak ada Sungmin di sana, Kyuhyun pun akhirnya masuk ke dalam kamar.

Baiklah, Sungmin tak ada di kamar, di kamar mandi pun tak ada..

Sungmin memang tidak sedang berada di rumah ini, Kyuhyun sempat panik dan bingung mencari dimana Sungmin, sebelum akhirnya, ia menemukan notes di atas meja samping ranjang.

.

Aku pergi! Jangan cari!

-Ming-

.

Begitu tulisan yang tertera di sana..

Tapi tak sampai lima detik kemudian..

Drrtt.. Drrt...

#################

From: Lee Hyukjae

Apartment High Rise, Lt. 3, No. 135..

Kumohon cepat datang ke sini! Aku bisa mati karena istrimu!

#################

Pesan yang baru saja Kyuhyun baca itu, membuatnya tanpa basa-basi langsung meraih kunci mobil yang sempat ia letakkan di meja.

"AAAAAAAAAAAAARRRRRGGGGGHHHHH !"teriak Eunhyuk merdu, saat Sungmin mencabut lakban besar berwarna hitam dari kakinya.

Sungmin tersenyum penuh kemenangan saat mendapati lakban yang baru saja ia cabut, ditempeli dengan 'rambut-rambut halus' yang sehelai demi helainya jatuh ke lantai perlahan-lahan.

Sungmin memandang tajam ke arah kaki yang berada di sebelah kaki Eunhyuk, lalu tersenyum licik, sambil memainkan jari-nya menyentuh ujung lakban.

"ANDWAEEEEEE!" jerit Donghae nggak ketulungan.

"YA! Belum!" seru Sungmin, saat tangannya belum secenti pun menyentuh lakban itu.

"Oh belo... AAAAAAAAAAAAAARRRRRGGGGHHHH!" sebelum Donghae melanjutkan kalimatnya, dengan sangat disayangkan ia harus memotong kalimatnya dengan alunan merdu lagu 'classic' yang keluar dari pita suaranya.

Bagaikan senyuman joker, itulah perumpamaan yang tepat untuk menggambarkan ekspresi Sungmin sekarang.

"TING NING TING NONG TING NONG"

Terdengar bunyi bel yang sedikit tergesa-gesa agaknya. Mendengar itu, Donghae dan Eunhyuk saling berpandangan dan tersenyum penuh makna.

Mereka berdua pun mengatupkan tangannya, dan menatap ke langit-langit apartment.

"Thanks God.." ucap mereka pelan, secara bersamaan.

Sedetik kemudian, mereka berdua langsung berlari, dan berebutan untuk membuka gagang pintu mereka.

"Ya!" Sungmin memandang kesal kedua temannya yang berlari-lari mengejar keselamatan.

"Eunhyuk-ah! Sungmin ada di sini?!" tanya Kyuhyun tiba-tiba, saat Eunhyuk dan Donghae membukakan pintu untuknya.

Bukannya menjawab, Eunhyuk dan Donghae malah menatap Kyuhyun, dengan senyum kebahagiaan.

"Akhirnya kau datang jugaaa.." seru Eunhyuk, sambil memeluk Kyuhyun erat.

"Dewi penyelamatkuuu.." ujar Donghae yang juga menghambur kepelukkan Kyuhyun.

"Dewi?"gumam Kyuhyun tak mengerti.

"Ya! Kalian ini bicara apa?! Dimana Sungmin?!" tanya Kyuhyun, setelah sadar, dijadikan guling oleh dua makhluk tampan yang memeluknya.

Sontak Eunhyuk dan Donghae langsung melepas pelukkannya, lalu menunjuk Sungmin dengan telunjuk mereka, lalu menatap Kyuhyun, dengan pandangan mengiba yang sok imut.

Mungkin kini mereka seperti anak kecil yang mengadu kepada ibunya, karena telah dijahili, kemudian menunjuk anak lainnya yang telah menjahili-nya.

Oh God.. How dramatic this fiction.. #plakk

Sungmin membuang mukanya dengan ekspresi kesal.

Tapi Kyuhyun, tak mau berbasa-basi ria di sini, secara tiba-tiba ia langsung mengangkat Sungmin, dan membopongnya keluar dari apartment Eunhyuk.

"Ya! Turunkan aku!" Sungmin berusaha memberontak dengan memukul-mukul dada Kyuhyun, dan menggerak-gerakkan kakinya dengan cepat.

Kyuhyun agak risih dibuatnya.

"Cepat turun kan aku!" teriak Sungmin yang seharusnya sangat mengganggu penghuni apartment.

"Ya! Sudah kubilang! Cepat turunkan akk.. hmmph..." Belum selesai Sungmin dengan kalimatnya. Kyuhyun sudah membungkamnya dengan bibirnya.

Selang beberapa detik, Kyuhyun pun melepas tautan bibirnya, pada Sungmin yang tiba-tiba terdiam.

"Sudah selesai memberontaknya? Kita selesaikan masalahnya di rumah, okay?"

Sungmin mengangguk, lalu menyembunyikan wajahnya di dada Kyuhyun. Sementara Kyuhyun tetap membopongnya, sampai ke mobil dan pulang, ke apartment mereka.

Setelah sampai di gedung apartment mereka, tepatnya di bagian parkir.

Kyuhyun turun dari mobilnya, dan kembali membopong Sungmin masuk ke dalam apartment-nya.

"Ish! Aku bisa jalan sendiri!" geram Sungmin, sambil memberontak minta turun. Tapi Kyuhyun tetap menghiraukannya, ia berjalan dengan santai, tak peduli ocehan Sungmin, atau orang-orang yang memperhatikan mereka.

Setelah sampai di apartment, Kyuhyun langsung membawa Sungmin ke kamar.

Dengan perlahan, Kyuhyun menurunkan Sungmin di atas ranjang, dengan posisi tiduran, setelah itu, Kyuhyun langsung merebahkan dirinya di samping Sungmin.

'SREET'

Dengan cepat, Kyuhyun memeluk Sungmin, di atas ranjangnya

"Ya! Lepas! Lepaskan!" Sungmin sedikit memberontak, sambil memukul dada Kyuhyun, tapi yang ada Kyuhyun malah mempererat pelukannya.

"Lepas!"

"Sssstt! Tenanglah.. Aku lelah.. Hari ini aku mendapat banyak pekerjaan, jadi tenanglah, aku ingin tidur.." ucap Kyuhyun sambil meletakkan dagunya di atas kepala Sungmin.

"Tapi aku..."

"Sssstt!" Kyuhyun meletakkan jari telunjuknya dipermukaan bibir Sungmin.

Sungmin menahan kalimatnya. Sesaat kemudian, Kyuhyun memindahkan jari-jari tangannya itu ke tengkuk Sungmin, lalu sedikit mengangkat kepala Sungmin, agar menatapnya.

Pandangan Sungmin terkunci oleh tatapan mata Kyuhyun.

Perlahan Kyuhyun mulai mendekatkan wajahnya dengan wajah Sungmin.

'DEG DEG DEG'

Detak jantung Sungmin bertambah, seiring dengan semakin rapatnya jarak antara wajahnya dengan Kyuhyun. Dengan ragu Sungmin mulai menutup matanya. Tak sampai dua detik kemudian...

Chu~

"Eh?" Sungmin membuka matanya, tepat setelah Kyuhyun mengecup keningnya.

Pikiran Sungmin sudah entah kemana, saat terakhir ia memejamkan matanya tadi, ia pikir Kyuhyun akan menciumnya di...

Baiklah, Sungmin, please jangan terlalu banyak berharap, Bukankah Kyuhyun juga tadi sempat menciummu, saat kembali dari apartment Eunhyuk?

"Selamat tidur.." ucap Kyuhyun sembari mengeratkan pelukkannya.

"Hnn.."

Perlahan Sungmin memindahkan tangannya ke punggung Kyuhyun, lalu meletakkan kepalanya di dada Kyuhyun dengan ragu, serta mulai menutup matanya.

.


.

"Hmm.. Hoaahmm.." Sungmin mulai membuka matanya.

Ia sedikit memerjapkan matanya berulang kali, sampai nyawanya telah benar-benar terkumpul.

Orang pertama yang dilihatnya tentu saja, seseorang masih memeluknya kini.

Cho Kyuhyun.

Sungmin tersenyum memandangi wajah Kyuhyun, yang masih tertidur.

"Morning.." bisik Sungmin lembut, sembari mengecup bibir Kyuhyun sekilas.

Kyuhyun menggeliat, matanya terbuka secara perlahan, ia menyipitkan matanya memperhatikan keadaan sekitar, yang masih buram dimatanya.

"Ehm, Minnie.. Kau sudah bangun.." ujar Kyuhyun, saat melihat wajah yang 'istri' di pelukkannya.

"Ne.." jawab Sungmin singkat, sembari tersenyum manis.

"Ahh, jam berapa ini? Aku harus menyiapkan sarapan untukmu dan pergi kerja.." ucap Kyuhyun lemah, dan hendak beranjak dari ranjang.

"Masih satu jam lagi sebelum jam setengah tujuh.. Temani aku tidur dulu.." pinta Sungmin sambil menarik Kyuhyun kembali ke posisi semula.

Kyuhyun pun kembali ke posisi sebelumnya, dengan Sungmin yang memelukmya erat.

Kyuhyun meletakkan tangannya di kepala dan punggung Sungmin, lalu mengelusnya lembut.

"Sudah tidak marah?" tanya Kyuhyun.

"Hmm, ne.. Mian.." jawab Sungmin.

"Mian?"

"Mianhae, kemarin aku terlalu kekanak-kanakkan dan egois, harusnya aku mengerti, kalau kau saat ini, sedang sibuk-sibuknya" ujar Sungmin sambil memainkan kancing kemeja Kyuhyun, yang kemarin belum sempat ia ganti.

"Hmm, ne gwaenchana, mian juga kemarin aku meninggalkanmu di rumah, padahal harusnya aku membuatmu tenang dulu.." balas Kyuhyun, sambil memindahkan tangan kanannya ke pipi Sungmin, lalu mengelusnya lembut.

"Hmm, Ne.."

.


.

"Aku berangkat.. Kalau ada apa-apa jangan lupa telephone.." ujar Kyuhyun kemudian melangkah keluar apartmentnya.

"Ne!" balas Sungmin dengan suara yang -sedikit- kencang.

"Hanadulset geudaega utjyo sumi meojeul geotman gatjyo

Geudae misoreul damaseo maeil sarangiran yorihajyo yeongwonhi

I love you (Love you) Love you

Love you (Love you) Love you yeah"

Handphone Sungmin berdering dari arah kamar. Setelah menutup pintu, Sungmin berjalan menuju kamar, dan mengangkat panggilannya.

"Yeoboseyo?"

"Yeoboseyo, Min?" sahut seseorang di seberang sana.

"Ne, wae Hyukjae-ah?"

"Hari ini aku dan Donghae, kerja di club dari pagi, jadi kami tidak ke rumah mu.." ujar Eunhyuk.

"Loh? Wae~?!" tanya Sungmin tidak terima.

"Karena kami kemaren bolos, dam kau tahu itu karena siapa hah?!"

Sungmin mengerucutkan bibirnya mendengar jawaban Eunhyuk.

"Ne, Mian.." jawab Sungmin.

"Yasudah, aku ingin kembali bekerja dulu, sampai nanti.. Bye.."

"Ne, annyeong.."

Sungmin pun mengakhiri panggilan untuknya, dilemparnya handphone itu ke atas ranjang, begitu juga dengan tubuhnya yang ia rebahkan ke atas ranjang.

"Huh.. Sendirian lagi.. Apa yang harus aku lakukan."

Termenung, lama-lama membuat rasa kantuk Sungmin kembali muncul, entah beberapa kali ia menguap, sampai akhirnya ia tertidur kembali.

'TING NONG'

'TING NONG TING NONG'

Suara bel, rupanya, cukup membuat Sungmin terbangun dari tidurnya.

Sungmin pun mulai beranjak dari ranjangnya, memakai wig asal-asalan, berjalan menuju pintu, dan membukakan pintu tersebut.

"Hai Sungmin.." sapa seseorang di depan pintu, begitu Sungmin membukakan pintu untuknya.

Mata Sungmin yang tadinya masih setengah terpejam, terbuka seutuhnya saat melihat tamu yang ia dapat siang ini.

"J.. Jungmo.."

.

.

.

.

.

.

~To Be Continue~