Title : Love You Love Me

Pairing : KyuMin

Other Cast :

- Lee Hyukjae a.k.a Eunhyuk

- Lee Donghae

- Kim Jungmo

- Seo Joohyun

- For other chara, just find by your self

Warning : 1st M-Preg(Impossible thing). OOC, bahasa tidak sesuai EYD, Gaje, TYPOSSSS, WITHOUT EDITING, AND I'LL NEVER EDIT IT AGAIN, penggunaan kata-kata kasar, KEBACOTAN author di beberapa bagian, NO BASHING!

.

.

DON'T LIKE? DON'T READ, DON'T REVIEW, AND DON'T COMPLAIN PLEASE.

.

.

Happy Reading..^^..

.

.

.

.

.

'TING NONG'

'TING NONG TING NONG'

Suara bel, rupanya, cukup membuat Sungmin terbangun dari tidurnya.

Sungmin pun mulai beranjak dari ranjangnya, memakai wig asal-asalan, berjalan menuju pintu, dan membukakan pintu tersebut.

"Hai Sungmin.." sapa seseorang di depan pintu, begitu Sungmin membukakan pintu untuknya.

Mata Sungmin yang tadinya masih setengah terpejam, terbuka seutuhnya saat melihat tamu yang ia dapat siang ini.

"J.. Jungmo.."

.

.

_Part 24_

"Hai Min, sepertinya cukup lama kita tidak bertemu.." ujar Jungmo basa-basi.

"M-Mau apa kau k-ke sini?!" tanya Sungmin terbata-bata.

"Kau tidak mempersilahkan aku masuk dulu? Kau tahu, tidak sopan membiarkan tamu terlalu lama di luar.."

.


.

"Apa mau mu?" tanya Sungmin to the point, saat mereka sampai di ruang tengah.

"Hanya ingin berkunjung, tumben dua pengawalmu itu tidak ada? Biasanya mereka selalu menemanimu dimana pun dan kapanpun.."

"Bukan urusanmu!"

Sungmin memandang Jungmo penuh curiga, untuk apa dia ke sini lagi? Apa belum bosan dia mengganggu kehidupan Sungmin? Apa lagi rencananya?

"Bagaimana kandunganmu? Sudah berapa bulan usianya?" tanya Jungmo, yang hendak menyentuh perut Sungmin.

Namun dengan cepat, Sungmin mundur dari Jungmo, dan memeluk perutnya, seakan melindungi bayinya di dalam.

"Tidak ada yang perlu kau tahu! Dan Jangan sentuh!" ujar Sungmin dingin, dengan kata-kata yang penuh dengan penekanan.

"Hhh~, baiklah, jangan terlalu kaku, tenang saja, aku ke sini, tidak punya rencana apapun, aku sudah bilang bukan? Aku hanya ingin berkunjung, dan..." Jungmo menggantung kalimatnya, ia melihat Sungmin yang begitu protektive pada bayinya dihadapannya kini.

"Dan kau tidak perlu khawatir, walau di sini kita hanya sedang berdua, hmm, atau bertiga?, aku tidak akan mencelakakanmu, apalagi bayimu.." ujar Jungmo, sambil sesekali memandang ke perut Sungmin.

.

"Apa jadinya, jika ada seseorang berniat membunuhmu dan bayimu.." tanya Jungmo tiba-tiba.

"A-Apa maksudmu?!"

Jungmi terdiam sejenak, ia menatap lurus kedepan, dengan tatapan kosong.

"Huhh.. Sebenarnya tujuanku ke sini.. Hanya untuk mengingatkanmu, agar berhati-hati.." ucap Jungmo dengan nada pelan, namun Sungmin masih bisa mendengarnya dengan kelas.

"Berhati-hatilah Min.." gumam Jungmo.

"A-Aku tidak mengerti apa maksudmu! Apa yang kau bicarakan?!" ujar Sungmin tidak sabaran.

"Kau, apa kau mencintai Kyuhyun?" tanya Jungmo, lagi-lagi tiba-tiba, kini malah melenceng dari arah pembicaraan yang sebelumnya.

"Ap-Apa maksudmu bertanya seperti itu?! I-Itu tentu saja bukan urusanmu!"

Entah kenapa, dari tadi, Sungmin hanya mencoba mengelak dari pertanyaan Jungmo. Tak sanggup menjawab, atau tak mau menjawab, entahlah, Sungmin punya alasan tersendiri.

"Kau? Mencintainya?" tanya Jungmo sekali lagi.

Sungmin memutar bola matanya cemas.

"A-Aku.. So-Soal itu, aku..."

"Lalu, apa kau tahu perasaan Kyuhyun?" tanya Jungmo, sebelum Sungmin menyelesaikan kalimatnya.

"Eh?"

"Bagaimana jadinya, kalau Kyuhyun tidak mencintaimu?"

Sungmin terdiam mendengar pertanyaan terakhir Jungmo. Benar..

Bagaimana jika selama ini Kyuhyun tidak mencintainya? Kyuhyun juga tidak pernah bilang bahwa ia mencintai Sungmin bukan?

"Aku tidak pernah memaksanya mencintaiku.. Aku hanya meminta pertanggung jawabannya saja.." ujar Sungmin pelan.

"Jadi, kalau misalnya bayi itu tak pernah ada.. Kalian tidak akan bersama bukan?"

"Kau tidak memikirkan perasaannya yang butuh belaian wanita? Dia pria, dia butuh wanita, kecuali memang dasarnya dia Gay, tanpa wanita disampingnya, ia masih bisa hidup.. Tapi apa ia pernah bilang bahwa dia tidak pernah menyukai wanita?" tanya Jungmo sekali lagi.

Sungmin terlihat berpikir, sejenak terlintas diotaknya, Kyuhyun pun dulu pernah memiliki perasaan pada Seohyun, otomatis, dia menyukai wanita bukan? tapi tak lama tiba-tiba air mukanya berubah mengeras, ia menatap Jungmo dengan tajam.

"Setidaknya, kalaupun aku tidak bersamanya, aku tidak akan pernah mau bersamamu! Lagi pula! Bayi ini adalah tanggung jawabnya! Walau ini... Ini terjadi karena kecelakaan! Tapi tetap saja ini tanggung jawabnya! Dan dia harus menganggung jawab atas apa yang ia lakukan, mau yang ia sengaja ataupun tidak! Dan ini semua bukan urusanmu!" jelas Sungmin dengan mantap.

"Bukan urusanku? Jelas ini urusanku.. Karena aku menginginkanmu, jadi semua urusanmu, juga menjadi urusanku.." ujar Jungmo dengan begitu santai.

"Huffth, baiklah, hanya itu saja tujuanku kali ini berkunjung, karena urusanku sudah selesai, lebih baik aku pulang, dari pada kau lebih banyak bernostalgia nantinya denganku.." ujar Jungmo yang hanya dibalas cibiran oleh Sungmin.

Tak butuh waktu lama Jungmo keluar dari apartment Sungmin -yang sebenarnya milik Kyuhyun-.

Atmosfer ruangan seakan menjadi lebih mencair, Sungmin bersender di sofa sambil menerawang ke atas, memikirkan pertanyaan Jungmo sebelumnya.

"Bagaimana.. Jika Kyuhyun tidak mencintaiku? Sungguh, bagaimana?" gumam Sungmin.

Sungmin memikirkan pertanyaan tersebut terus menerus, memory-memory tentang kebersamaannya dengan Kyuhyun, mengingat Kyuhyun yang begitu perhatian dan seperti menyayanginya, Seakan meragukan pertanyaan tersebut, seperti pertanyaan bodoh saja yang sudah jelas pasti jawabannya tidak mungkin begitu, pasti Kyuhyun mencintainya. Tapi mengingat bahwa Kyuhyun juga tidak pernah mengungkapkan perasaannya yang sesungguhnya, di tambah lagi, dulu, Kyuhyun hanya mengajaknya untuk menikah tanpa ada pengungkapan perasaan dan sebagainya, malah seakan membenarkan pertanyaan tersebut.

"Molla... Asalkan bayiku memiliki ayahnya.. Itu sudah cukup.. Dan..." Sungmin menggantung gumamannya.

"Perasaannya...

Di sini bukan hanya dia yang mengorbankan perasaannya, tapi aku juga.. Lagi pula ini tanggung jawabnya! Jadi.. Harusnya ini sudah tidak jadi masalah! Sungmin! Stop berpikir macam-macam!" ujar Sungmin berusaha mensugesti dirinya sendiri.

Mungkin terdengar egois, tapi, apa benar Sungmin juga mengorbankan perasaannya? well, perasaan masing-masing hanya mereka dan Tuhan yang tahu.

.


.

"Minnie-ah, Gwaenchana?" tanya Kyuhyun saat melihat Sungmin dari tadi terus tidur membelakanginya.

"Hn, Ne.. Gwaenchana.." ucap Sungmin pelan, sambil terus menatap cemas lurus ke depan.

Perlahan Kyuhyun merebahkan dirinya di samping Sungmin, lalu memeluk Sungmin dari belakang.

"Kalau ada apa-apa, ceritakan lah, ingat.. Orang hamil tidak boleh banyak pikiran." ujar Kyuhyun sembari meletakkan kepalanya di bahu Sungmin.

"Araseo.." balas Sungmin.

Perlahan Sungmin membalikkan tubuhnya, dan membalas pelukkan Kyuhyun.

"Perasaanku, hanya.. Hanya sedang tidak enak saja.." tambah Sungmin.

"Enggh.."

Kyuhyun mengelus-ngelus rambut Sungmin, sejenak, lalu mengeluarkan kata-kata kembali.

"Oh ya, besok minggu, kau mau pergi jalan-jalan? Atau piknik?" tawar Kyuhyun.

"Eh jalan-jalan?" Sungmin mendongakkan kepalanya.

"Ne.. Kita juga bisa mengajak Eunhyuk dan Donghae.."

"Tapi... Eumm, memangnya kau tidak lelah?"

"Aniya.. Karena itu untukmu, aku rela mel..."

'Cup!'

Kyuhyun menghentikan kalimatnya, tepat saat Sungmin memberikan kecupan kilatnya.

"Besok jalan-jalan! Kita refreshing!" seru Sungmin sambil mengangkat tangannya, dan langsung mengalungkannya di leher Kyuhyun.

"Gomapta.." tambah Sungmin, sambil menatap mata Kyuhyun.

"N.. Ne..." jawab Kyuhyun agak sedikit terbata.

.


.

"Tidak ada Eunhyuk, jadi membosankan.." ujar Donghae sambil melangkah masuk ke mobil Kyuhyun.

"Tapi kalau ada Hyukjae, kalian bertengkar terus.." timpal Sungmin.

"Tapi kan tetap saja.." Donghae mendumel sambil memasang seatbelt-nya.

"Memang Eunhyuk kenapa tidak bisa ikut?" tanya Kyuhyun, mulai menyalakan gas mobilnya.

"Hari ini ia bekerja dari pagi.." jawab Donghae kecewa.

"Itu karena dia sering membolos beberapa hari kemarin.." tambah Sungmin.

"Oohh.." Kyuhyun hanya membalasnya dengan ber'oh' ria.

"Yasudah cepat berangkat, sebelum mood ku benar-benar memburuk!" titah Donghae.

"Oke! Kita berangkat!" seru Kyuhyun sambil menggas mobilnya.

"Han-gang River! I'm Coming!" seru Sungmin

.


.

"Huaa.. Udaranya menyegarkan sekalii.." seru Sungmin sambil memandangi betapa luasnya Sungai Han dihadapannya kini.

"Rasanya sudah lama sekali aku tidak ke sini, terakhir kali kapan ya?" gumam Sungmin.

"Saat kau memintaku mencarikan piranha di sini.." sahut Kyuhyun dari belakang.

"Eh? Jeongmalyo? Berarti baru beberapa bulan yang lalu dong.." Sungmin meletakkan jari telunjuk didagunya, layaknya detektif.

"Hei! Kalian! Ayo kita ke sana! Di sini terlalu ramai!" seru Donghae dari arah belakang.

"Ne!" balas Kyuhyun juga dengan suara yang agak tinggi.

"Kajja.." Kyuhyun menggenggam tangan Sungmin dan membawanya menuju tempat yang tadi di tunjuk Donghae.

"Ne.."

.


.

'Drrtt Drrrtt..'

Di saat Jungmo sedang sibuk-sibuknya memperhatikan lembaran-lembaran kertas yang berisi daftar perusahaan yang meminta bantuan kerja sama dari perusahaannya.

Tiba-tiba handphone-nya berbunyi. Tak ada keterangan nama di sana, tapi Jungmo juga tidak bisa menolak panggilan tersebut, siapa tahu itu penting? Ya mau tidak mau, Jungmo harus mengangkatnya.

"Yeoboseyo?"

"Yeoboseyo? Jungmo Oppa?" sahut seseorang di ujung telephone.

Jungmo sedikit tercekat mendengar suara tersebut, ia seperti mengenal suara itu, namun ia berusaha membuang pikirannya jauh-jauh, tentang si pemilik suara.

"N-Ne? Nuguseyo?" tanya Jungmo.

"Oppa? Kau tidak mengingat suaraku? This is me Yoona.." jawab seseorang yang berada di seberang sana itu, seseorang yang diketahui bernama Yoona.

'Yoona?!' batin Jungmo. Ia terdiam beberapa saat setelah mendengar nama tersebut.

"Oppa? Oppa, are you still there? Yeoboseyo? Oppa? " tanya Yoona karena tak ada tanggapan dari Jungmo.

"O-Oh ne Yoona, I'm here.. It's imposible to me to forget you.. So, H-How are you?" tanya Jungmo gugup, setelah mendapati suara tersebut benar suara yang ia kenal.

"Of course Fine.. Oppa, bogoshippeo.." balas Yoona.

"Eumm, ya, n-nado.."

"Oppa, I really want to meet you know, Bagaimana dengan cafe yang dulu? Aku tunggu di sana 30 menit lagi, How? can you?"

"Hmm, Yeah, aku rasa.. Ya aku bisa.."

.


.

"Oppaa! Jeongmal bogoshipoyoo~" seru Yoona, saat mendapati Jungmo telah lebih dulu datang dibanding dirinya.

"N-Ne.. Na-Nado. Bogoshipo.." jawab Jungmo terbata-bata, tepatnya saat Yoona tiba-tiba langsung memeluknya.

"Lima tahun meninggalkan Korea, rasanya banyak sekali yang berubah.. Cafe ini saja, interiornya sudah berubah seratus persen dari sebelumnya.." ujar Yoona sambil memperhatikan isi cafe yang memang benar-benar sudah berubah semenjak lima tahun yang lalu, ya kecuali nama cafe ini..

"Kau.. Kenapa kembali ke Korea?" tanya Jungmo tiba-tiba, sambil mengaduk-aduk vanilla latte-nya.

Senyuman Yoona hilang sejenak, namun ia kembali mencoba memasang senyumannya.

"Ya, karena aku merindukan Korea kan sud.."

"Bohong!" potong Jungmo sebelum Yoona menyelesaikan kalimatnya.

Yoona terdiam, menundukkan sedikit kepalanya, dan memutar bola matanya, menghindari tatapn Jungmo.

"Kau kembali ke Korea, bukan karena itu alasannya.. Benar bukan?" tanya Jungmo.

Yoona masih menghindari tatapan Jungmo.

"Apa alasanmu kembali ke Korea?" tanya Jungmo sekali lagi.

"Karena aku masih mencintaimu.. Karena aku... Aku tidak bisa melupakanmu Oppa.." jawab Yoona mulai berani menatap Jungmo.

Tapi Jungmo malah mengalihkan pandangannya dengan sinis.

"Tak bisa kah kita bersama lagi Oppa? Aku tahu, setidaknya masih ada sedikit rasa darimu untukku.." Yoona mulai menggenggam tangan

"Mian.." ujar Jungmo.

"Jika kita bisa bersama lagi.. Aku janji.. Aku janji tidak akan kembali ke Amerika.." tambah Yoona.

'Sreett'

Bukannya menjawab, Jungmo malah menarik tangannya yang tadi sempat digenggam Yoona.

"Mianhae.. Tapi perkiraanmu salah.. Aku sudah melupakanmu.."

"Tatap aku jika kau sedang berbicara padaku!"

"Mian.." Bukannya mengikuti apa kata Yoona, Jungmo malah beranjak dari kursinya, dan melangkah keluar dari cafe.

Meninggalkan Yoona yang masih termenung dikursinya.

"Oppa.."

.


.

"Waahh, udaranya sejuk sekalii.." seru seseorang, membuat Seohyun menolehkan kepalanya ke arah sumber suara.

Seohyun cukup terkejut melihat seorang 'wanita' hamil yang tengah berdiri di tepi sungai, dengan seorang pria, yang ia yakini adalah pria yang ia cintai, yang sedang memeluk 'wanita' itu dari belakang.

"Kyuhyun dan Min-Ah," gumam Seohyun pelan.

"Kenapa bisa kebetulan seperti ini.. Hah.. Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini!" ujar Sseo hyun sambil menyunggingkan senyuman liciknya.

Sementara itu..

"Waahh, udaranya sejuk sekalii.." seru Sungmin, sambil berdiri di tepi sungai, merentangkan tangannya ke samping.

"Hey, hati-hati.. Nanti kalau terjatuh bagaimana?" ujar Kyuhyun sambil memeluk Sungmin dari belakang.

"Ne araseo, lagi pula, kalau aku terjatuh, maka kau harus cepat-cepat menyelamatkan kami.."

"Kami?"

"Ne, aku... Dan bayi kita.." jawab Sungmin, sambil meletakkan tangannya di atas tangan Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum saat, Sungmin menyebut kata 'Bayi Kita', dulu biasanya ia hanya akan menyebutkan 'Bayiku', atau 'Anakku'.

"Kenapa kau tidak menyelamatkan dirimu sendiri?" tanya Kyuhyun.

"Karena aku tidak bisa berenang.."

"Lalu, kenapa harus aku yang menyelamatkanmu?"

"Karena aku, dan bayi kita adalah tanggung jawabmu!"

"Bagaimana, kalau aku tidak mau menyelamatkanmu?" tanya Kyuhyun memancing emosi Sungmin.

"Ya!" Sungmin membalikkan badannya dan menatap Kyuhyun dengan kesal.

"Lagi pula merepotkan jika harus menyelmatkan dua orang sekaligus.." ucapan Kyuhyun yang niatnya hanya berupa candaan, malah membuat Sungmin semakin kesal.

"Yaa! Menyebalkan!" seru Sungmin di depan hadapan Kyuhyun.

Ia hendak meninggalkan Kyuhyun, namun Kyuhyun segera menarik Sungmin ke dalam pelukkannya.

"Hey, aku kan cuma bercanda.. Mian.." ucap Kyuhyun sambil menyenderkan keningnya di kening Sungmin.

Tapi Sungmin malah mengalihkan pandangannya dan memanyunkan bibirnya, cemberut dengan imut.

"Ayolah, aku kan hanya bercanda.." ucap Kyuhyun sambil sedikit mencubit pipi kanan Sungmin.

"Aku mau memaafkanmu, tapi belikan itu.." Sungmin menunjuk ke arah Donghae yang dari tadi, diam, sambil menikmati ice cream triple scope-nya.

"Ice cream?"

"Ne.. Yang triple scope jugaa.." pinta Sungmin manja.

"Geurom.. Tunggu di sini ya.. Aku belikan dulu.."

"Ne, araseo.."

Sementara Kyuhyun mencarikan penjual ice cream yang sudah pergi untuk selama-lamanya(?). Oke salah.

Sementara Kyuhyun mencarikan penjual ice cream yang sudah pergi dari tempat awalnya, Donghae, hampir menghabiskan ice cream-nya, sementara Sungmin kembali bermain-main di tepi sungai, yang agak sepi.

"Sungmin! Aku cari toilet dulu ya! Kau tunggulah di sini.." seru Donghae setelah menghabiskan ice cream-nya.

"Ne.. Aracchi!" balas Sungmin setengah berteriak.

Tak lama setelah Donghae pergi, seseorang pun datang menghampiri Sungmin.

"Annyeong Min-Ah sshi.." sapa seseorang dari belakang.

"Annyeo-ng" balas Sungmin setelah mendapati Seohyun dibelakangnya, tersenyum tak berarti, tak bermakna, dan tak mungkin diungkapkan dengan kata-kata(?).

"Kau sendirian? Tidak bersama Kyuhyun?" tanya Seohyun ramah.. Heh?! Ramah?!

"Ahm, Kyuhyun sedang membelikan ice cream.. Dan aku masih bersama temanku.." jawab Sungmin yang sebenarnya agak ragu.

"Teman?"

"Ya, dia di toilet.."

"Ooh.."

Tidak terjadi dialog-dialog selanjutnya, sementara Sungmin sedikit mengeluh, karena Kyuhyun dan Donghae tak kunjung kembali.

"Apa kau tidak membenciku Min-Ah sshi?" tanya Seohyun tiba-tiba sambil memandangi betapa dalamnya, kedalaman sungai han itu, pastinya.

"Ke-Kenapa harus begitu?"

"Karena Kyuhyun pernah mencintaiku" Seohyun berjalan ke pinggir dermaga sambil sekali lagi ia berusaha melihat ke dasar Sungau han.

Sungmin terdiam sejenak. Mendengar Seohyun yang kemudian berbalik menatapnya.

"A.-Aniya, aku tidak membencimu.. Lagi pula, dia sudah bilang bahwa dia sudah tidak mencintaimu lagi.." ujar Sungmin setelah sekian lama terdiam.

"Kalau begitu, kita bisa kan? Mengobrol santai, seperti seorang teman? Jarak ini terlalu jauh untukku.." ujar Seohyun, sambil memperhatikan jarak antara dirinya dengan Sungmin yang tidak terlalu dekat, ia memandang Sungmin dengan tatapan penuh harap.

"Oh, hmm, ne.." Sungmin mulai berjalan, mendekati Seohyun, dan berdiri disebelahnya.

Seohyun tersenyum penuh arti melihat Sungmin sudah berdiri disampingnya.

"Kau tahu Min-Ah sshi?"

"Eh? Tahu apa?"

"Aku sangat membencimu.."

Ucapan Seohyun, membuat Sungmin membulatkan matanya, dan menatap Seohyun, yang kini tersenyum licik padanya.

"KYAAAAAAAAA!"

"BYURRR!"

"KYAAA! TOLONG! BLRRRPP!"

Seohyun mendorong Sungmin secara tiba-tiba sehingga Sungmin terjatuh ke sungai yang cukup dalam itu.

Sungmin berusaha meminta tolong, walau suaranya teredam oleh air.

Ingat!

Sungmin sedang hamil! Dan dia sama sekali tidak bisa berenang.

"Aku sangat membencimu! Ya! Kau dan bayi bodohmu itu! Karena kau dan dia, membuat Kyuhyun tidak ingin kembali padaku! Dan saatnya untuk aku kembali padanya! Selamat tinggal Nona Min-Ah! Hahahaha!" suara keji itu menggema dipinggiran sungai nan luas itu.

Tak peduli, seberapa Sungmin menjerit minta tolong, dan berusaha menyelamatkan diri.

Seohyun pergi begitu saja, meninggalkan Sungmin yang hampir kelelahan meminta tolong.

Sementara Sungmin benar-benar hampir tenggelam. Kyuhyun yang kebetulan tadi bertemu dengan Donghae baru kembali, sambil membawa sebuah ice cream.

'Sreet..'

Ice cream di tangan Kyuhyun, tanpa sengaja terjatuh ke tanah.

"Eh Kyuhyun wae?" tanya Donghae.

Tapi Kyuhyun langsung berlari sekencang mungkin, dan melompat ke sungai.

"SUNGMIN!"

.


.

[ICU]

Kyuhyun duduk di ruang tunggu dengan tatapan cemas, sambil memandang lurus ke depan.

Sementara Donghae datang membawakan handuk, dan menyelimutkannya di punggung Kyuhyun.

'CKLEK'

Pintu ICU, terbuka, seorang wanita dengan jas berwarna putih, lalu sebuah statoskop menggantung dilehernya.

"Suami pasien Cho Sungmin?" tanya Dokter itu.

Kyuhyun segera berdiri dan menghadap dokter tersebut.

"Ada yang harus saya bicarakan mengenai keadaan ehm.. 'Nyonya' Cho? dan.. juga bayinya. Bagaimaa kalau kita ke ruangan saya sekarang?" saran dokter wanita yang tak asing bagi Kyuhyun itu, Doktor Lee Min Byul.

Kyuhyun mengangguk, lalu menatap Donghae sejenak. Donghae tersenyum tipis seakan memberi izin. Setelahnya, Kyuhyun pun menghilang dari hadapannya.

.


.

"Eungh.." Sungmin sedikit menggeliat.

Ia sedikit memegang kepalanya yang terasa pening. Ia memandang ke sekeliling ruangan, namun tatapannya berhenti pada sosok yang mendampingi-nya kurang lebih 5 bulan ini.

"Kyuh.." lirih Sungmin.

Kyuhyun menatap Sungmin diiringi senyuman mirisnya.

"Ne. Minnie-ah?" jawab Kyuhyun dengan suara bergetar.

"Ak-Aku diman-ah.." tanya Sungmin terputus-putus.

"Kau di rumah sakit, kemarin kau tenggelam, dan pingsan.." jawab Kyuhyun pelan.

"Kemarin? Akkh.."

Sungmin kembali memegang kepalanya, dan memijitnya pelan. Kepalanya terasa sakit saat mencoba mengingat kejadian kemarin.

Sungmin sedikit menggerakkan tubuhnya, namun tiba-tiba perutnya merasakan perih yang teramat sangat.

"Awwsshh.." Sungmin memegang pinggangnya erat.

"Minnie, gwaenchana?" tanya Kyuhyun begitu khawatir.

"Ne. Gwaench-" Sungmin memotong kalimatnya, ia membulatkan matanya, dan meraba-raba perutnya.

Kini keadaan perutnya sudah tak seperti kemarin lagi.

Perutnya yang kemarin masih membuncit, kini kembali rata, seperti halnya 5 bulan yang lalu.

"Kyu! Dimana dia?!" tanya Sungmin gusar. Ia bagun dari tidurnya dan duduk di atas ranjang, sambil menatap kesekeliling, dan meraba-raba bagian perutnya.

"Min..."

"Kyu Dimana dia! Dimana diaa! Hiks.." jerit Sungmin, pipinya mulai dialiri iar mata dengan derasnya.

"Dimana diaaaa Kyuuuhh.. Dimanaa.. Hiks.. Dimaanaaa!" jerit Sungmin tidak karuan, ia meremas bagian perutnya, yang beberapa jam lalu baru selesai dijahit, ia tak peduli, akan darah yang mulai merembes dari perutnya dan mulai membasahi piyamanya.

Kyuhyun berusaha memenangkannya, dengan memeluk Sungmin dengan erat. Tak hanya Sungmin yang menangis, kini Kyuhyun pun juga menangis..

"Kyyuu.. Dimana bayiku.. Dimanaa... hiks.." lirih Sungmin, diiringi tangisan yang memilukan.

"Mian Min.. Mian..."

.

.

.

.

.

.

~To Be Continue~

4 chapter lagi tamat ya... huftth..

tapi aku mesti ngabarin kabar -yang mungkin- buruk buat kalian..

Kalo chapter 25 s/d tamat, nggak bisa aku publish dalam waktu dekat..

istilahnya aku kayak hiatus gitulah..

Karena untuk minggu depan aku bakal menjalani UTS, jadi aku nggak bakal ada waktu buat buka ffn.

jadi chapter berikutnya akan aku publish kemungkinan Jum'at malam minggu depan, atau kemungkinan hari Sabtunya.

.
Maap yaaah ceman-cemanss..

.


.

Q: Apa bakal ada sequelnya ntar?
A: Jangan berharap banyak ya nak -_-

Q: Umur Kyuhyun Sungmin disini berapa?
A: Sungmin 23-an kalo ga salah, Kyuhyun-nya aku lupa -_-,, kayaknya 22 deh..

Q: Kapan Sungmin dan Sungjin ketemu?
A: nanti, sabar yah..

Q: Endingnya Sungmin bakal tetep nyamar jadi cewek?
A: Jangan tanya2 ending aaahh~~

Q: Twitter sama Fb author apa?
A: diniaulicious. fb-nya lahaciaaaa..

Q: Sungjin itu aslinya adeknya Sungmin kan? sekarang dia jadi hyungnya?
A: iya, Sungjin aku alih umurkan #plakk

Q: Haehyuk gak bakal jadi couple ya?
A: Mollaaa~~

Q:Diniaulicious
1st published for chapter 22:
June 23rd, 2011

''author , yang diatas itu maksudnya apa? ''
A: Aku pertama kali mempublish chapter 22 di dunia maya itu tgl 23 Juni 2011.

Q: Apa author akan mem[ublish ff lain setelah ff ini?
A: Mungkin masih dengan ff lama ku, tapi kemungkinan besar nggak.

Q: Apa ada club yang buka dr pagi?
A: club kedok buka dari pagi kok! #plakkkkk,, harus adalah~ kan aku yang bikin #plakkbangetinijawaban

Q: Di couple Haehyuk, Apa Donghae bakal jadi uke? yang harusnya uke kan Eunhyuk..
A: Kata siapppeh? Mereka itu couple yang ke-seme-an dan ke-uke-annya seimbang. btw, siapa pun uke/semenya, aku lebih suka nyebut EunHae dari pada Haehyuk -_-"

Q: Heechul bakal muncul lagi nggak?
A: Nggak.

Q: Ringtone lagu Sungmin itu lagu apa dan lagunya siapa?
A: Listen to me by Super Junior Kyuhyun.

.


.

Okeh, sampai bertemu minggu depan yah,, contact untuk seminggu masih bisa via twitter..

akhir kata.. Review please :)

Diniaulicious
1st published for chapter 24: July 15th, 2011