Title : Love You Love Me
Pairing : KyuMin
Other Cast :
- Lee Hyukjae a.k.a Eunhyuk
- Lee Donghae
- Kim Jungmo
- Seo Joohyun
- Lee Jinki
- Im Yoon Ah
Warning : 1st M-Preg(Impossible thing). OOC, bahasa tidak sesuai EYD, Gaje, TYPOSSSS, WITHOUT EDITING, AND I'LL NEVER EDIT IT AGAIN, penggunaan kata-kata kasar, KEBACOTAN author di beberapa bagian, NO BASHING!
.
.
DON'T LIKE? DON'T READ, DON'T REVIEW, AND DON'T COMPLAIN PLEASE.
.
.
Happy Reading..^^..
.
.
.
.
.
"Min..."
"Kyu Dimana dia! Dimana diaa! Hiks.." jerit Sungmin, pipinya mulai dialiri iar mata dengan derasnya.
"Dimana diaaaa Kyuuuhh.. Dimanaa.. Hiks.. Dimaanaaa!" jerit Sungmin tidak karuan, ia meremas bagian perutnya, yang beberapa jam lalu baru selesai dijahit.
Kyuhyun berusaha memenangkannya, dengan memeluk Sungmin dengan erat. Tak hanya Sungmin yang menangis, kini Kyuhyun pun juga menangis..
"Kyyuu.. Dimana bayiku.. Dimanaa... hiks.." lirih Sungmin, diiringi tangisan yang memilukan.
"Mian Min.. Mian..."
.
.
.
_Part 25_
.
.
.
Sungmin termenung di pinggir ranjang, sambil menatap keluar jendela dengan tatapan kosong. Wajahnya pucat, sangat pucat.
Melihat itu, Kyuhyun hanya dapat menatapnya nanar. Setiap melihat Sungmin seperti ini, Kyuhyun kembali teringat saat Dokter Lee memberitahukan kabar buruk itu.
Dimana, Dokter Lee mulai menjelaskan, dengan paru-paru Sungmin yang penuh dengan air, kekurangan oksigen, bayi mereka yang juga ikut kekurangan oksigen, pada saat pertukaran oksigen dan sari makanan. Hingga akhirnya Sungmin tidak sadarkan diri karena kekurangan oksigen, dan sampai bayi mereka yang tidak dapat diselamatkan.
Begitu miris mengingatnya, apa lagi, saat Kyuhyun harus cepat-cepat menandatangani surat operasi pengambilan janin yang kini tak hidup lagi.
Kyuhyun membuka dompetnya, mengambil sebuah foto yang didominasi dengan warna hitam dan putih. Ia teringat beberapa waktu lalu saat ia menemani Sungmin, menemui dokter kandungannya. Dokter Lee Min Byul.. Remember?
.
~ Flashback ~
.
"Ah. Cho-sshi."
Mendengar dokter Lee memanggilnya, Kyuhyun menolehkan kepalanya.
"Ada yang perlu saya bicarakan."
Kyuhyun berpikir sejenak, ia melirik Sungmin dan Dokter Lee secara bergantian.
"Eum, Min, kau bisa ke mobil duluan. Tidak apakah aku tinggal sebentar?" Tanya Kyuhyun pada Sungmin dengan nada Lembut.
Sungmin hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum tipis. Sungmin mulai melangkah keluar Dokter Lee, sementara Kyuhyun kembali duduk di kursi yang bersebrangan dengan kursi Dokter Lee.
.
"Ada apa dok?" tanya Kyuhyun pada Dokter Lee.
Dokter Lee tersenyum sejenak, lalu membuka map yang ada di mejanya, terselip sebuah foto disana. Diambilnya foto tersebut dan diserahkannya pada Kyuhyun.
"Ini..."
"Ini foto hasil USG yang saya ambil tadi.." ujar Dokter Lee, sebelum Kyuhyun melontarkan pertanyaannya.
Kyuhyun memperhatikan foto itu sambil merekahkan senyum dibibirnya. Pertama kali ia melihat bayinya. Tapi terlintas sebuah pertanyaan diotaknya.
"Tapi, kenapa anda tidak memberikannya pada Sungmin?" tanya Kyuhyun.
"Awalnya Sungmin-sshi menolak untuk diambil hasil USG-nya, ia pun menolak melihat perkembangan bayinya, katanya ia hanya ingin melihat bayinya ketika bayinya telah lahir nanti, namun foto tersebut sudah terlanjur saya ambil. Saya pikir dari pada sia-sia lebih baik, foto ini saya berikan kepada anda, mungkin foto ini bisa anda berikan pada Sungmin-sshi setelah ia melahirkan, dan tentunya foto ini bisa menjadi kenang-kenangan" jawab dan jelas Dokter Lee.
Kyuhyun tersenyum dan menganggukkan kepalanya mendengar jawaban Dokter Lee.
.
.
~ Flashback off ~
.
Perlahan Kyuhyun berjalan mendekati Sungmin, duduk disampingnya, dan mengelus lembut helaian rambut Sungmin.
"Minnie, kau tidak makan?" tanya Kyuhyun ramah.
Sungmin sedikit bergeming, ia menggelengkan kepalanya pelan.
Kyuhyun menatap Sungmin miris, tak pernah ia memikirkan atau sekedar mengkhayalkan, bahwa kenyataannya akan menjadi seperti ini.
Dengan gerakkan lamban, Kyuhyun menarik tangan kanan Sungmin, lalu meletakkan foto tadi, di atas telapak tangan Sungmin.
Sungmin sedikit menolehkan kepalanya, ditatap lembaran tebal yang ada di tangannya kini.
"Setidaknya, hanya ini yang aku punya, agar aku dapat tetap mengingatnya.." ujar Kyuhyun.
Sungmin menggigit bibir bawahnya, tubuhnya bergetar, dan matanya mulai memerah saat menatap foto itu, tak lama setetes air mata jatuh dari pelupuk mata kiri Sungmin.
"Aku ingin melupakan kejadian ini, tapi tidak dengan dirinya.." tambah Kyuhyun, sambil menatap foto yang berada di tangan Sungmin kini.
"Hiks.." Sungmin benar-benar sudah tidak dapat menahan tangisnya.
Kyuhyun merapatkan jarak diantara dirinya dengan Sungmin, lalu mulai merangkul bahu Sungmin, dan membiarkan Sungmin bersandar dibahunya.
.
.
"TAP TAP TAP TAP TAP" seorang namja berlari ke arah seseorang yang tengah menunggu di sebuah kursi.
"Donghae-ah!" seru Eunhyuk, si namja yang tadi berlari, dengan cepat dia berhenti dihadapan Donghae.
"Eunhyuk-ah.."
"Bagaimana keadaan Sungmin?!" tanya Eunhyuk antusias.
Donghae menundukkan kepalanya, dan menatap miris ke arah lantai.
"Ya! Bagaimana keadaan Sungmin?!" desak Eunhyuk sambil mengguncang-guncangkan bahu Donghae.
"Sungmin dia baik-baik saja, mungkin hanya akan sedikit mengalami trauma.." jawab Donghae pelan.
Eunhyuk menghela napas lega, ia melepaskan tangannya dari bahu Donghae.
"Syukurlah..."
"Tapi.."
Eunhyuk kembali menolehkan kepalanya ke arah Donghae.
"Tidak dengan bayinya.."
"Maksudmu?!" tanya Eunhyuk shock.
"Sungmin.. Dia..."
"Apa yang terjadi padanya dan bayinya?!" tanya Eunhyuk begitu memaksa.
"Sungmin kehilangan bayinya, dia... Keguguran." jawab Donghae dengan tempo lambat.
Eunhyuk yang mendengarnya, langsung menatap lurus dengan kosong. Terlalu shock? Ya.. Maybe..
.
Sementara di sudut lainnya, seorang yeoja yang tengah menuping pembicaraan mereka tersenyum senang, mendengar berita mengejutkan ini.
"Sungmin? Itukah nama aslinya? nama konyol macam apa itu?" gumam Seohyun sambil tersenyum meremehkan.
Namun, tak dipikirkannya lagi hal yang tak penting baginya itu, segera ia keluar dari rumah sakit, dan menelphone seseorang.
"Yeoboseyo?" sahut orang di seberang sana.
Gadis ini tersenyum mendengar sahutan dari ujung telephone.
"Yeoboseyo? Jungmo-sshi? Masih ingat padaku? Aku partner lamamu.." ujarnya dengan sebuah seringaian yang menghiasi wajahnya.
"Seohyun? Cepat katakan apa tujuanmu, aku tidak ingin berlama-lama mendengar suaramu" ujar Jungmo dengan dinginnya.
Seohyun sedikit memutar bola matanya.
"Aku membawa kabar yang membahagiakan, tentang Kyuhyun dan Istrinya.." ujar Seohyun sambil berjalan menuju tempat dimana mobilnya diparkirkan.
"Katakan dengan cepat!" titah Jungmo.
"Mereka kehilangan BAYI mereka.." jawab Seohyun penuh penekanan. Ia tersenyum sinis, sambil perlahan menginjak gasnya.
"Bagaimana pendapatmu?" tambah Seohyun.
"..." tak ada jawaban dari Jungmo.
"Hello? Jungmo-sshi, kau masih di sana? Ayolah, ini kabar yang sungguh menggembirakan.." ucap Seohyun sambil memutar stirnya.
"Ye? Geurae.. Neomu neomu joha.. Kalau boleh tahu, kau sedang berada dimana?" tanya Jungmo tiba-tiba dengan suara yang cukup ramah.
Seohyun sedikit bergidik mendengar perubahan nada suara Jungmo, namun ia anggap suatu kewajaran.
"Oh, aku baru saja pulang dari Rumah sakit St. Marcellus, aku mendapat kabar bahagia ini, dari sana juga tentunya.." jawab Seohyun santai.
"Well, itu dekat dengan taman kota, bagaimana dengan bertemu di sana? Aku akan mentraktirmu atas keberhasilanmu.." ujar Jungmo teramat sangat ramah.
"Eh? Jeongmal? Baiklah, aku tunggu kau di sana, Sampai nanti" ujar Seohyun, kemudian memutar balik stirnya.
"Ne, Selamat tinggal.." balas Jungmo.
Seohyun mengakhiri panggilannya, dan meletakkan handphone-nya sembarang di jok sebelah kanannya.
Sementara di sisi lain,
Jungmo baru saja menutup telephone-nya. Senyuman palsu-nya seketika menyurut.
Kembali ia membuka handphone-nya, dan mencari sederet nama anak-anak buahnya, dan sekali memencet tombol call untuk menghubungi mereka.
"Bunuh wanita bernama Seo Joo Hyun, ia menunggu di taman kota, fotonya akan segera ku kirim." ujar Jungmo tanpa basa basi.
Kembali ia mengotak-atik handphone-nya, mengirim sebuah foto kepada seseorang yang baru ia hubungi.
Setelah pengiriman sukses, ia tersenyum puas, karena rencana kecilnya ini sudah dapat dipastikan tidak akan gagal.
.
.
Seohyun menunggu Jungmo di bangku taman. Setengah jam ia menunggu, namun tak ada tanda-tanda akan adanya kedatangan Jungmo.
Ia melirik jam tangannya dengan kesal.
"Jadi tidak sih?!" keluh Seohyun.
Tak lama kemudian, seseorang menepuk bahunya dari belakang.
Senyuman kecil mengembang di sudut bibirnya.
"Ku pikir kau tid... Hmmmpp!"
Kata-katanya terpotong tepat saat seseorang membungkam mulut dan hidungnya dengan sapu tangan yang telah dituangi obat bius.
Tak butuh waktu lama kesadaran Seohyun hilang, beberapa orang datang, dan membantu membawa Seohyun ke dalam sebuah mobil.
Ya, Tak salah.. Mereka lah orang-orang suruhan Jungmo.
.
.
Sungmin sudah diizinkan pulang oleh Dokternya. Meski kondisi fisiknya telah sepenuhnya membaik, tapi kondisi batin atau rohani-nya tak ada yang berubah.
Kini setiap hari di rumah ia hanya termenung, sambil menggenggam sebuah foto yang pernah Kyuhyun berikan sebelumnya.
Hampir setiap hari.. Oopss.. Bukan hampir! Tapi memang Setiap hari!
Setiap hari Eunhyuk dan Donghae datang untuk sekedar menghibur Sungmin, membantu Kyuhyun agar Sungmin setidaknya mau melupakan kegalauannya itu. Tapi tingkah bodoh atau pun konyol mereka yang biasanya mengundang tawa.. Kini hanya dianggap angin lalu oleh Sungmin. Jangankan diperhatikan, dilirik pun saja tidak.
Setiap saat Kyuhyun, Donghae maupun Eunhyuk mengingatkan, bahwa tak hanya dirinya yang bersedih saat ini, masih ada yang lain yang juga merasakan hal yang sama. Tapi Sungmin tetap saja menghiraukan tanggapan mereka.
Entah berapa kali Kyuhyun, Donghae, Eunhyuk mencoba meminta Sungmin menjelaskan apa yang sebenarnya telah terjadi.
Tapi sekali lagi..
Sungmin hanya membalasnya dengan ekspresi datar dan mulut terkunci.
.
.
Kyuhyun baru saja kembali dari supermarket.. Segera ia memasuki kamarnya, dan mengganti pakaiannya menjadi serba hitam.
Ditatapnya Sungmin sebentar yang masih duduk di atas ranjang sambil memeluk boneka beruang besar. Kyuhyun menghampiri Sungmin, lalu mengecup kening Sungmin.
"Aku mendapat kabar kalau Seohyun meninggal, aku dengar ia ditemukan gantung diri dikamarnya, hari ini adalah hari pemakamannya. Aku berniat untuk datang, kau mau ikut?" tawar Kyuhyun, yang sebenarnya sudah ia ketahui jawabannya.
Hmm.. Ya pasti dihiraukan lagi..
Tapi di sisi Sungmin, di sisi yang tidak diketahui Kyuhyun, Sungmin sedikit tersenyum mendengar berita itu. Senyuman yang tidak dapat dilihat Kyuhyun saat itu.
Cukup lama Kyuhyun menunggu jawaban Sungmin, akhirnya ia mengambil keputusan sendiri atas diamnya Sungmin.
"Baiklah, aku pergi ke pemakamannya dulu ya.. Chup!" sekali lagi Kyuhyun mengecup kening Sungmin.
Kyuhyun membalikkan badannya berniat meninggalkan kamar, tapi langkahnya terhenti saat suara Sungmin membuatnya kembali membalikkan badannya.
"Aku ikut.. Aku mau ikut.." jawab Sungmin, sambil menatap Kyuhyun begitu intens.
Kyuhyun sedikit terperangah. Namun sedetik kemudian, ia tersenyum dan mengangguk.
.
.
Sungmin berdiri berdampingan dengan Kyuhyun di samping makam Seohyun. Banyak sekali orang-orang menangis di sana, tak salah lagi, pasti mereka beberapa dari keluarga Seohyun.
Kyuhyun memandang batu nisan itu penuh rasa kasihan.
Ya kasihan, bukan sedih, entah mengapa ia merasa cukup lega atas kepergian Seohyun, walau sebenarnya ia tahu itu tidak baik, tapi tetap saja, ia tidak dapat membohongi perasaannya sendiri.
Tak jauh berbeda dengan Sungmin.
Sungmin menundukkan kepalanya, bola matanya menatap tajam batu nisan berwarna gelap itu.
Ia terlalu senang membaca tulisan itu berkali-kali.
'Rest In Place
Seo Joo Hyun'
Ia tersenyum puas setelah berkali-kali membaca tulisan yang tak akan pernah berubah itu.
Rasanya puas ketika seseorang yang membuat ia kehilangan salah seorang yang dicintainya, membayar semua rasa dendamnya dengan nyawanya juga.
Kematian dengan kematian.
Tak bisa dipungkiri, Sungmin senang akan kenyataan yang sedang berada dihapannya kini.
Seketika ia mengingat perkataan Jungmo, tentang bagaimana ia harus berhati-hati, akan kehamilannya.
Apa Jungmo telah mengetahui rencana ini sebelumnya? Apa Jungmo juga ikut campur atas kecelakaan yang di sengaja ini? Kalau iya, Kenapa ia harus memperingati Sungmin sebelumnya?
Sekelebat pertanyaan-pertanyaan mulai mengusik pikiran Sungmin.
Dari kejauhan, seorang pria tampan dengan pakaian yang juga serba hitam memandang ke titik yang sama, ia tersenyum penuh kemenangan saat rencana kecilnya berjalan sesuai keinginannya.
Namun sedikit pandangannya bergeser, pada seorang pria yang tengah menunduk. Pria yang sangat ia ketahui, meski dari jarak yang cukup jauh ini.
Penampilannya jauh berbeda dari saat terakhir mereka bertemu.
Terakhir pria itu masih dengan pakaian wanita, wig panjang berwarna kecoklatan, dan perut yang membuncit.
Sekarang?
Ia kembali, ke sosoknya yang dulu, rambut pendek, pakaian yang jelas digunakan oleh pria, dan perutnya yang rata.
Seorang lainnya menepuk bahu pria yang memandang dari kejauhan ini dengan pelan.
"Jungmo-sshi" panggil seseorang itu, pria yang dipanggil Jungmo menengok.
Jungmo tersenyum. Lalu mengeluarkan sebuah amplop tebal berwarna coklat dari sakunya, dan memberikan amplop itu kepada orang itu.
"Tak salah aku menghubungimu.." ujar Jungmo.
Orang itu tersenyum, lalu pergi dari hadapan Jungmo.
Bunuh diri-nya Seohyun... Wait.. Bunuh diri? Well, lebih tepatnya, pembunuhan berencana ini, sepertinya terlalu mudah untuk dijalankan.
Sebenarnya, Jungmo mampu melakukannya sendiri..
Membius Seohyun, membuatnya kehabisan napas saat pingsan sampai benar-benar mati, lalu menggantungnya di kamar pribadi wanita itu, seakan-akan kematiannya disebabkan karena bunuh diri.
Jungmo dapat melakukan itu sendiri dengan mudah, hanya saja...
Terlalu menjijikan baginya menyentuh wanita yang telah menghancurkan rencananya ini.
Yaa.. Mau tidak mau ia harus 'meminta tolong' pada orang lain.
Jungmo pergi dari sana, sebelum orang lain melihatnya. Ia butuh waktu sendiri untuk merencanakan planning selanjutnya.
.
.
Setelah pulang dari pemakaman, Kyuhyun yang kebetulan meninggalkan banyak pekerjaan di kantor, memutuskan untuk mampir ke kantor sebentar bersama Sungmin, ia bermaksud mengambil pekerjaan-pekerjaannya yang tertunda beberapa hari kemarin, dan mengerjakannya di rumah.
"Aku hanya sebentar, kau tunggu di sini ya?" tanya Kyuhyun setelah melepas seatbelt-nya, dan hendak keluar dari mobil.
"Ani.." Sungmin menahan tangan Kyuhyun.
"Aku ikut.." pinta Sungmin, dengan suara pelan.
Kyuhyun terlihat melepas pegangan tangan Sungmin, lalu keluar dari mobil.
Namun ia berputar, dan membukakan pintu untuk Sungmin.
"Kajja.." ajak Kyuhyun, sambil menyambut tangan Sungmin.
Kyuhyun menggandeng tangan Sungmin, dan mengajaknya menuju ruangannya. Beberapa karyawan lama yang mungkin mengenal Sungmin, memberikan sedikit senyuman, walau agak bingung kenapa sejak lama Sungmin tidak terlihat, agak berbada memang dengan warna rambutnya yang sekarang hitam, kini ia terlihat bersama Kyuhyun, orang yang terakhir membuatnya kesal karena telah membuatnya di pecat oleh Direktur di sini, malah kini mereka bergandengan tangan.
Ya kira-kira itu lah pemikiran mereka saat melihat Sungmin berjalan berdampingan dengan Kyuhyun.
Sungmin hanya membalas senyuman mereka dengan senyuman kecil, satu per satu. Sampai pada tiba-tiba...
"Cho Kyuhyun-sshi.." panggil seorang yeoja dari arah belakang.
Sontak Sungmin dan Kyuhyun menoleh.
"Oh, ne Victoria-sshi.." jawab Kyuhyun.
Yeoja yang bernama Victoria itu mendekat ke arah Kyuhyun dan Sungmin.
"Oh Sungmin-sshi, tumben kau ke sini," ujar Victoria yang memang mengenal Sungmin, saat Sungmin masih bekerja di sini.
Victoria melirik ke arah tangan Kyuhyun yang menggandeng erat tangan Sungmin.
"Kalian pergi bersama? Sungmin-sshi, Ku pikir kau membenci Cho Kyuhyun-sshi.." ucap Victoria pada Sungmin.
Sungmin tidak menjawab ia hanya membuang mukanya, nampaknya Sungmin kurang menyukai wanita ini.
"Oh ya Cho Kyuhyun-sshi, aku dengar istrimu keguguran ya?" ujar Victoria tiba-tiba menggandeng tangan Kyuhyun, yang secara tidak langdung melepaskan gandengan Kyuhyun dengan Sungmin.
"Sayang sekali, aku turut berduka ya.." ujar Victoria, tanpa ada rasa iba dari nada suaranya.
Sungmin menatap mereka berdua dari belakang. Terlihat Kyuhyun sedang berusaha melepaskan diri dari Victoria, Kyuhyun terlihat sekali-kali menoleh ke arah Sungmin, saat dengan sengaja Victoria menggandeng tangannya dan mengajaknya berjalan menuju ruangan kerja Kyuhyun.
Sungmin menundukkan kepalanya, kata-demi kata yang pernah dikeluarkan Jungmo tiba-tiba berputar diotaknya.
'Bagaimana jika bayi itu tak ada?'
'Jika bayi itu tidak ada, akan kah kau dan Kyuhyun masih akan tetap bersama?'
'Apa kau tidak memikirkan perasaan Kyuhyun yang butuh belaian wanita?'
Seketika itu juga Sungmin meremas perutnya, seandainya ia tidak ceroboh saat itu, seandainya ia tidak bodoh mau mendekati wanita itu, seandainya Kyuhyun datang lebih cepat waktu itu, seandainya dulu ia tidak pernah menolak diajarkan berenang..
Pasti jadinya tidak akan seperti ini.
Sungmin menatap miris perutnya yang sudah rata kembali.
"Semoga bayi kalian yang tidak sempat lahir itu, kembali mendapatkan tempatnya di sisi-Nya" ujar Victoria tanpa memperdulikan perasaan Kyuhyun yang sangat tidak nyaman dengan nada suaranya.
"Ya, Gamsahamnida, karena telah ikut mendoakan bayi kami.. Aku permisi dulu" ujar Kyuhyun sambil menarik tangannya paksa dari gandengan Victoria.
Kyuhyun berbalik arah dan menghampiri Sungmin lagi. Sementara Victoria hanya menatapnya dengan kesal.
Ya, maaf Vic, usaha pdkt-mu sepertinya tidak akan pernah berjalan lancar..
"Minnie, gwaenchana?" tanya Kyuhyun sambil menepuk bahu Sungmin, ia khawatir melihat Sungmin memegangi perutnya.
Sungmin mendongakkan kepalanya, lalu tersenyum kecut. "Ne gwaenchana.."
"Mian, tadi Victoria yang menarikku, sekarang ayo kita ke ruanganku.." Kyuhyun kembali mengaitkan jari-jari tangannya dengan jari-jari tangan Sungmin. Lalu kembali berjalan berdampingan seperti tadi
.
.
Kyuhyun dan Sungmin keluar dari ruangan Kyuhyun setelah, ia mengambil berkas-berkas dan map-map dari ruangannya, namun tiba-tiba...
'GREEPP'
"Sungmiiiinn, aku turut berduka.." seorang namja tiba-tiba memeluk Sungmin, berucap dengan lirih.
Sungmin berusaha terbiasa dengan situasi ini.
"Ne, Gomawo Jinki-ah.." jawab Sungmin sambil membalas pelukkan si namja, Lee Jinki.
Jinki melepas pelukkannya, dan kini beralih pada Kyuhyun.
Setelah juga melepaskan pelukkannya dengan Kyuhyun, Jinki menundukkan kepalanya.
"Aku tidak mengira bisa jadi seperti ini, padahal aku kan baru mengetahuinya.." lirih Jinki.
"Gwaenchana, mungkin memang sudah takdirnya seperti ini.." ujar Sungmin berusaha tabah.
Kyuhyun memandang Sungmin begitu miris, ia tahu pasti sulit mengeluarkan kata-kata itu,
Jinki memegang kedua bahu Sungmin lalu menatap mata Sungmin begitu serius.
"Ne, gwaenchana.. Kalian juga tidak perlu khawatir. Aku yakin! Sungmin kau pasti bisa mengandung lagi!" ujar Jinki begitu polos.
Kyuhyun dan Sungmin bergidik mendengar kalimat-kalimat itu keluar dari mulut Jinki.
Keduanya saling membuang muka, setelah Jinki mengeluarkan kalimat tersebut.
Namun dengan cepat, Sungmin sadar, ia melepaskan kedua tangan Jinki dari bahunya secara perlahan.
"Itu tidak mungkin Jinki-ah.." ujar Sungmin.
Sontak Jinki menatap Sungmin, dengan tatapan bertanya. Kyuhyun pun juga ikut menatap Sungmin takut-takut.
"Aku tidak ingin hamil lagi, aku ingin kembali menjadi pria pada umumnya.." jawab Sungmin pelan, sambil sedikit melirik Kyuhyun.
Nyatanya Kyuhyun dan Jinki cukup kecewa dengan pernyataan Sungmin barusan.
"Oh iya, aku lupa kalau kau adalah pria.." ucap Jinki pelan.
"Kalau begitu, setelah ini, kalian..." Jinki terlihat bingung melanjutkan kalimatnya.
"Entahlah.." ujar Sungmin tiba-tiba.
"Kami tidak tahu, setelah ini akan bagaimana.." kata-kata Sungmin seakan ia telah mengetahui maksud pertanyaan Jinki.
Kyuhyun kembali membuang mukanya ke arah lain. Sungguh, sebenarnya ia tak berhak berharap lebih.
.
.
Kyuhyun mulai menggas mobilnya. Pandangannya fokus ke jalan. Berbeda dengan Sungmin yang dari tadi terus memandangi Kyuhyun.
"Kyu.." panggil Sungmin akhirnya, tepat pada saat lampu lalu lintas menunjukkan warna merah.
"Ne?" Kyuhyun tanpa menoleh.
"Kau dekat dengan Victoria?" tanya Sungmin sambil membuang muka ke arah jalanan.
"Tidak juga, kami hanya berteman.." jawab Kyuhyun.
"Ku rasa, dia itu menyukaimu.."
.
.
.
.
.
.
~To Be Continued~
.
UTS-nya syudah kelaaarr~~~
Aku balik nih bawa chapter 25,, buat yang minta langsung update sampe tamat, maaf yah, aku gak bisa mengabulkannya.. #plakks, berapa chapterpun yg aku publish, yang penting dilanjutkan? dari pada nggak.. huehehe..
Okay deh, kita langsuung ke pertanyaan aja yaaah :D
.
.
Q: Apa Kyuhyun tau kalo Seohyun yang mencelakakan Sungmin?
A: Nggak tau dan gak akan pernah tau.
Q: Apa Sungmin bakal bales dendam ke Seohyun?
A: Nggak, kan Seohyunnya sudah menghilang~
Q: Apa Sungmin bakal tetep sama Kyuhyun nantinya?
A: Menurut L ?
Q: Yoona sam Jungmo punya hubungan apa?
A: Mereka adalah mantan kekasih~
Q: Apa Jungmo udah jadi baik?
A: Ya belom lah -_-
Q: Author, cuma sampe chapter 28? gak ada sequel gitu?
A: nggak ada sequel-sequelan! -_-
Q: Apa endingnya bakal sad?
A: maybe yes, may be no~
Q: Apa Sungmin bakal hamil lagi?
A: ya kalo mereka melakukan 'sesuatu' lagi, mungkin Ming bisa hamil lagi.
Q: Authornya suka Eunhae? berarti yang Eunhyuk jadi seme?
A: Ya nggak juga, aku suka siapapun uke seme-nya, tapi aku lebih suka nyebutnya Eunhae.
Q: Author, katanya bayi Min, gak bakal di apa-apain? T^T
A: Kan aku bilangnya yang gak bakal ngapa-ngapain bayinya itu Jungmo, kalo Seohyunnya kan beda lagi :P
.
.
Ada yang terlewat? atau mungkin yang prtanyaannya nggak aku jawab itu, udah pernah aku jawab sebelumnya.
Btw, rada bete juga kalo inget aku pake Victoria disini, sumpah bete.. abisnya sekarang akunya udah suka banget f(x), aku suka semua membernya, mana aku suka bangetbangetbanget sama Khuntoria, eh di FF ini aku malah pake Vict buat jadi cewek gatel.. T^T, pengen ganti tapi aku takutnya ntar ada yang kelewatan.
Oh ya remember ya, boleh benci tindakan, sikap, atau sifat seseorang, tapi jangan benci sama orangnya yaa :D
Yah, karena ini udah diupdate, jadi di review ya.. :D
Thanks
Diniaulicious
1st published for chapter 25 : August 7th, 2011
