Title : Love You Love Me
Pairing : KyuMin
Other Cast :
- Lee Hyukjae a.k.a Eunhyuk
- Lee Donghae
- Kim Jungmo
- Seo Joohyun
- Lee Jinki
- Im Yoon Ah
Warning : 1st M-Preg(Impossible thing). OOC, bahasa tidak sesuai EYD, Gaje, TYPOSSSS, WITHOUT EDITING, AND I'LL NEVER EDIT IT AGAIN, penggunaan kata-kata kasar, KEBACOTAN author di beberapa bagian, NO BASHING!
.
.
DON'T LIKE? DON'T READ, DON'T REVIEW, AND DON'T COMPLAIN PLEASE.
.
.
Happy Reading..^^..
.
.
.
.
.
Kyuhyun mulai menggas mobilnya. Pandangannya fokus ke jalan. Berbeda dengan Sungmin yang dari tadi terus memandangi Kyuhyun.
"Kyu.." panggil Sungmin akhirnya, tepat pada saat lampu lalu lintas menunjukkan warna merah.
"Ne?" Kyuhyun tanpa menoleh.
"Kau dekat dengan Victoria?" tanya Sungmin sambil membuang muka ke arah jalanan.
"Tidak juga,, kami hanya berteman.." jawab Kyuhyun.
"Ku rasa, dia itu menyukaimu.."
_Part 26_
.
"Eh?" Sontak Kyuhyun langsung menolehkan kepalanya.
"Ya, dari gerak-geriknya sepertinya dia menyukaimu.." Sungmin ikut menolehkan kepalanya, dan mulai menatap Kyuhyun.
"Kau ini bicara apa sih, sudahlah tidak usah di bahas.."
"Kalian terlihat cocok tadi.."
"Sungmin!"
'TIIIN TIIIIN TIIIIN TIIIIIIIIINNNN' terdengar banyak bunyi klakson dari kendaraan belakang, rupanya lampu lalu lintas telah berubah kembali menjadi hijau.
Kyuhyun kembali menggas mobilnya. Kali ini kecepatan mereka agak bertambah.
"Kenapa kau tidak mencoba mendekatinya?" tanya Sungmin lagi.
Kyuhyun tidak menjawab, lagi-lagi ia menambah kecepatan mobilnya.
"Dia terlihat sangat tertarik padamu.. Kalau kau mendekatinya ia pasti akan menyukainya.." ujar Sungmin lagi.
Kyuhyun kembali tak berucap, ia malah menambah kecepatan mobilnya terus menerus.
"Aku yakin kalian pasti akan dekat dengan cepat.." tambah Sungmin.
Semakin banyak Sungmin mengeluarkan kalimat yang isinya tentang Kyuhyun dan Victoria, maka seiring dengan itu Kyuhyun semakin menambah kecepatan mobilnya.
"Kalian terlihat sangat serasi, percayalah padaku.." ucap Sungmin.
Kini kecepatan mobil Kyuhyun hampir mendekati kecepatan maksimum, sungguh ini sangat cepat!.
Sungmin mulai ketakutan.
"Kyuhyun! Pelankan mobilnya, kenapa cepat sekali?! YA! Neo Micheoseo?!" bentak Sungmin.
Dengan cepat Kyuhyun meminggirkan mobilnya, dan mengerem secara mendadak.
'CIIIIIIIITTTT' bunyi gesekkan ban mobil dan aspal terdengar begitu mengilukan.
'DUK!'
Kepala Sungmin sedikit terbentur, saat Kyuhyun mengerem mobil itu mendadak.
"Auwwwhh!" Sungmin memegangi kepalanya yang terbentur tadi.
"Kyuhyun!" bentak Sungmin kencang.
"SUNGMIN!" bentak Kyuhyun lebih kencang.
Sungmin terkejut mendengarnya.
Kyuhyun menatap Sungmin penuh amarah.
"Sudah kubilang jangan dibahas lagi! Berhenti membicarakan hal-hal bodoh! Sungguh aku sangat tidak menyukai semua kata-kata mu tadi!" bentak Kyuhyun.
Sungmin terlihat shock. Pertama kali seumur hidupnya, ia di bentak oleh Kyuhyun sampai seperti ini. Ia juga tak pernah melihat Kyuhyun semarah ini, apa lagi, ini semua karenanya.
"Araseo?!" tanya Kyuhyun tegas.
"N.. N.. Ne.." jawab Sungmin terbata-bata.
Kyuhyun mulai membawa mobilnya kembali ke tengah jalan, kini kecepatannya normal. Tak ada lagi perbincangan di antara mereka berdua.
Sungmin terlihat sedikit menyesal, sedangkan Kyuhyun...
Ekspresinya tak terbaca saat ini.
.
.
Kyuhyun membolak-balik berkas-berkas dan map yang ada dimeja, ia duduk di sofa ruang tamu, sambil sesekali menulis sesuatu di atas berkas-berkas tersebut.
Sekitar hampir 1 meter darinya. Sungmin duduk sambil sesekali mengganti channel TV. Wajahnya di tekuk, ia melirik ke arah Kyuhyun, sejak tadi siang, setelah sampai di rumah, tak ada sepatah kata pun yang diucapkan Kyuhyun untuknya.
Apa Kyuhyun benar-benar marah?
Sungmin mulai mempersempit jarak di antara mereka. Kini Sungmin duduk tepat di samping Kyuhyun.
"Mianhae.." ucap Sungmin.
Kyuhyun terlihat tidak merespon, ia tetap fokus pada map-map tersebut.
"Jeongmal mianhae.." tambah Sungmin.
Kyuhyun menghentikan aktifitasnya.
"Haahhh~" Kyuhyun menghela napas panjang. Dilepasnya pulpen yang sedari tadi ia pegang, lalu mulai menatap Sungmin.
"Aniya, seharusnya aku yang minta maaf, Mian tadi sudah membentakmu.." ujar Kyuhyun, sambil membelai lembut pipi Sungmin.
"Hnn, ne, tidak seharusnya aku mengatakan kalimat-kalimat itu.. Padahal kau sudah menyuruhku untuk tidak membahasnya.. Mianhae.." ucap Sungmin sambil menundukkan kepalanya.
Kyuhyun memeluk Sungmin perlahan, ia meletakkan kepalanya di bahu Sungmin, begitu pula sebaliknya.
"Hmm, ne, kita lupakan saja kejadian tadi ya? Anggap saja tidak pernah terjadi sebelumnya.." ucap Kyuhyun yang dijawab anggukan oleh Sungmin.
.
.
Sungmin menatap wajah Kyuhyun yang kini sudah tertidur disampingnya. Ia perhatikan dengan sangat lekuk-lekuk garis wajah yang tampan itu.
Semakin sering ia menatap wajah Kyuhyun, semakin sering pula kata-kata Jungmo berputar dikepalanya.
Jika begini pikiran negatif pasti mengisi kepala Sungmin.
'Kalau begini, apa lagi alasanku untuk tetap tinggal bersama Kyuhyun? Yang ada aku malah semakin merepotkannya..' pikir Sungmin.
Alasannya tinggal dan menikah dengan Kyuhyun dulu, adalah karena bayi mereka bukan? Tapi kini, apa lagi alasan mereka untuk tetap bersama.
Mereka masih sama-sama muda, jalan hidup mereka masih terlalu panjang.
'Kalau aku pergi sekarang, mungkin akan jauh lebih baik..' batin Sungmin.
Sungmin mengecup bibir Kyuhyun sekilas, lalu mulai menutup matanya perlahan. Mungkin tidurnya malam ini, tidak akan terasa tenang.
.
.
Pagi ini Jungmo berniat berkunjung ke apartment Kyuhyun dan Sungmin, untuk mengucapkan kalimat duka cita, dan ada beberapa hal yang ingin ia sampaikan pada Sungmin. Ya, mungkin kalimat untuk mempengaruhinya, agar Sungmin pergi dari Kyuhyun.
Ketika ia hendak memasukki mobilnya, di saat yang bersamaan, handphone-nya bergetar menandakan panggilan masuk.
Sebuah nomor yang familiar baginya. Ia ragu siapa yang menelphone-nya. Perlahan ia mulai mengangkat panggilan tersebut.
"Yeoboseyo?"
"Oppa, bisa kita bertemu sekarang?" tanya orang di seberang sana to the point.
Yang dugaan Jungmo memang benar, seseorang yang menelphone-nya kini, adalah Yoona.
"Mian Yoona aku..."
"Aku janji ini yang terakhir, jebal.." pinta Yoona.
Well, dia bilang ini yang terakhir.
"Baiklah.."
"Di cafe biasa jam 10, aku menunggu mu di sana.." ujar Yoona.
Sambungan terputus. Jam 10, berarti 30 menit lagi. Jungmo memutuskan langsung ke cafe tersebut sekarang. Dia tak ingin terlalu berbasa-basi.
Sekitar 10 menit sebelum jam 10, Jungmo telah sampai di cafe.
Setika ia masuk rupanya Yoona telah menunggu di sana.
Apa dia telah menunggu dari tadi.
Jungmo menggampiri Yoona yang sedari tadi menunduk dikursinya.
"Kau menunggu dari tadi?" tanya Jungmo. Sontak Yoona menghapus sesuatu dari wajahnya, dan mengangkat kepalanya.
"Kau datang lebih cepat Oppa.." ujar Yoona.
"Kau menangis?" tanya Jungmo, yang mengalihkan pembicaraan.
Hidung Yoona merah, dan matanya sembab, persis seperti orang habis menangis.
"A... Aniya.. Hanya tadi kemasukkan debu." jawab Yoona yang sepertinya berbohong.
Jungmo menatap Yoona penuh curiga, sungguh sebenarnya ia tak tega melihat seseorang yang pernah mengisi hatinya tersebut, menangis seperti tadi.
"Ada apa? Apa lagi yang mau kau sampaikan?" tanya Jungmo cukup dingin, ia berusaha mempertahankan sikap angkuh-nya di depan Yoona.
"Lusa aku kembali ke Amerika.." jawab Yoona.
Jungmo cukup terkesiap, ia menatap Yoona terkejut, namun sedetik kemudian ia kembali memasang ekspresi datarnya.
"Lalu urusannya denganku?" tanya Jungmo kembali dengan nada yang sama.
Yoona menatap Jungmo, mengharapkan sesuatu, berharap Jungmo akan mencegahnya, atau mengatakan sesuatu yang bisa membuatnya membatalkan rencana kembali ke Amerika, tapi rupanya, Jungmo seperti tidak peduli.
"Aniya, aku hanya ingin kau tahu.." jawab Yoona disertai senyuman miris, ia memalingkan wajahnya menatap lantai dengan kosong.
Jungmo sangat tidak menyukai senyuman itu, senyuman yang pernah ia berikan lima tahun lalu saat Yoona terakhir kali bertemu dengannya.
"Aku berangkat jam 9, hmm.. kalau bisa oppa.."
"Mian, aku tidak bisa, banyak pekerjaan di kantor.." ujar Jungmo seakan mengetahui kalimat yang akan Yoona keluarkan.
"Oh, ne.. Gwaenchana.." jawab Yoona kecewa.
"Mian, aku harus pergi sekarang.." ujar Jungmo sambil berdiri dari duduknya.
"Oh, hnn, ne, selamat tinggal Oppa.." balas Yoona.
Jungmo cukup tertegun, saat Yoona mengatakan kalimat 'selamat tinggal', namun ia langsung berpaling dan meninggalkan Yoona saat itu juga.
Yoona menundukkan kepalanya, ia mengambil handphone dari tasnya, lalu menelphone seseorang.
"Eomma.. Aku ambil ticket besok lusa.."
Jungmo membanting pintu mobilnya dengan kesal. Disandarkan kepalanya di stir mobilnya. Ia memejamkan matanya memikirkan kata-kata Yoona barusan.
Ia yakin ia tak salah dengar, bahwa Yoona akan kembali meninggalkannya lusa.
Hal ini cukup membuat Jungmo bingung dengan perasaanya sendiri. Di satu sisi, dia menginginkan Sungmin, tapi di sisi yang lain, ia masih mencintai Yoona.
Tapi hatinya sudah terlanjur hancur oleh Yoona, sementara langkahnya untuk membuat Kyuhyun dan Sungmin berpisah, agaknya tinggal sedikit lagi.
Jungmo melajukan mobilnya ke tempat yang dapat ia gunakan untuk sampailah dia di sebuah taman, yang cukup sepi.
Drrrttt Drrrttt.
Handphone Jungmo bergetar kali ini menandakan datangnya sms masuk.
'Oppa, kebarangkatanku di percepat, aku akan meninggalkan Korea tepat pukul 08:30, aku akan tetap menunggumu di bandara Incheon setengah jam sebelum keberangkatan..'
Kira-kira begitulah isi dari sms yang Jungmo terima. Ya tidak salah lagi itu adalah sms dari Yoona.
"Hhhh~" Jungmo mendesah dengan panjang, sambil merebahkan tubuhnya di atas rumput hijau, tepat dibawah pohon rindang.
.
.
Sungmin terlihat sedang membantu Kyuhyun mengerjakan pekerjaannya, dari pagi mereka sibuk membaca-baca berkas yang kemarin Kyuhyun bawa dari kantor. Ini adalah salah satu hal yang bisa Sungmin lakukan agar perhatiannya bisa terfokus pada suatu hal, dan tidak terus memikirkan soal bayi mereka.
Drrrrtt Drrttt..
Handphone Sungmin bergetar. Sungmin segera meraih Handphone-nya, dan membaca sms yang masuk.
##############
From: Lee Hyukjae
Min, aku tahu ini bukan saat yang tepat, tapi, Sungjin dilarikan ke rumah sakit sekarang. Kalau kau masih peduli pada kakak kandungmu, datanglah ke R.S St. Martha.
##############
Sungmin cukup terkejut membaca sms itu.
"Wae? Dari siapa?" tany Kyuhyun yang menyadari perubahan sikap Sungmin.
"Eh? Aniya, hanya dari operator.." jawab Sungmin kemudian kembali meletakkan handphone-nya dan kembali membantu Kyuhyun.
Awalnya Kyuhyun sedikit bingung, namun setelah itu ia kembali mengerjakan pekerjaannya.
Sungmin sedikit terpikirkan dengan sms Eunhyuk barusan, tapi, sungguh ini merupakan pertarungan batin baginya.
Sungmin tidur membelakangi Kyuhyun. Perhatiannya terfokus pada handphone-nya, ia membaca kembali sms yang Eunhyuk kirimkan tadi.
Hingga akhirnya ia memutuskan unutk membalasnya.
##############
To: Lee Hyukjae
Pastikan ia baik-baik saja, aku baru bisa datang dua hari lagi.
##############
Sungmin menunggu pesannya terkirim, setelah itu, ia membalikkan badannya menatap Kyuhyun yang telah terlelap disampingnya.
"Setidaknya sampai besok lusa.." gumam Sungmin, sebelum akhirnya ikut terlelap.
.
.
"Akhirnyaa selesai juga…" seru Kyuhyun sambil merebahkan dirinya ke atas karpet.
"Memangnya tidak apa-apa tidak bekerja di kantor seperti ini terus?" tanya Sungmin ikut merebahkan diri di samping Kyuhyun.
"Shindong-sshi pasti mengerti kok, lagi pula yang penting tugasku selesai, dan mungkin aku akan mulai bekerja di kantor lagi minggu depan." Jawab Kyuhyun.
"Ooh.."
_Hening_
Keduanya sama-sama menatap atap, tak ada yang tahu apa yang mereka pikirkan sekarang.
"Jam berapa ini?" tanya Sungimn memecah keheningan.
Kyuhyun melirik ke arah jam dinding.
"Jam 10.. masih lumayan pagi." Jawab Kyuhyun.
"Ayo kita jalan-jalan.." ajak Sungmin.
"Eh? Memangnya kau tidak lelah?" tanya Kyuhyun sambil menatap Sungmin yang sedari tadi menatapnya.
Sungmin pun membawa tubuhnya bangun. "Aniya, ayo kita ke taman bermain!" seru Sungmin ceria.
Kyuhyun ikut membangkitkan tubuhnya. "Kalau begitu AYO!"
Mereka pun bersiap, dan mengganti pakaian mereka. Sungmin terlihat senang pagi ini. Kyuhyun selalu tersenyum melihat tingkahnya, setidaknya Sungmin sudah kembali menjadi Sungmin yang dulu.
.
.
Kyuhyun melirik jam tangannya, hampir jam 11, tapi Sungmin belum keluar, tadi Sungmin memintanya untuk duluan dan menunggu di mobil. Tapi, hampir 30 menit Sungmin belum juga keluar. Kyuhyun menatap keluar jendela, berharap ada sesuatu yang bisa memusatkan pikirannya saat ini.
"Mian menunggu terlalu lama."
Kyuhyun menoleh, namun, seketika pandangannya langsung terkunci pada sosok dihadapannya.
"S.. Sungmin.."
"Ne?"
"K.. kenapa kau berpakaian seperti ini lagi?" tanya Kyuhyun agak terbata.
Sungmin melihat penampilannya.
Tidak ada yang salah.
Dress Pink, cardigan biru, wedges warna senada, wig coklat panjang, dan sedikit polesan make up diwajahnya. What's wrong?!
"Memang apanya yang salah?" tanya Sungmin.
"Hnn, ken.. kenapa kau berpenampilan seperti wanita lagi?" tanya Kyuhyun hati-hati.
Sungmin tersenyum.
"Aku tidak mungkin membiarkanmu terlihat berkencan dengan seorang pria, aku tidak mau kau terlihat aneh nanti.." jawab Sungmin.
Kyuhyun menatap Sungmin tak percaya. Namun tak lama ia tersenyum.
"Chup! Jadi merepotkanmu.." ujar Kyuhyun setelah mengecup kening Sungmin.
"Gwaenchana, seperti ini kan sudah biasa.." jawab Sungmin disertai senyuman.
"Kalau begitu, sekarang kita berangkat!"
"Ne! Ayo! Berangkaat!"
Seharian penuh mereka bersama, tak sedetikpun kaitan tangan mereka terlepas, salah satu hari yang sekiranya merupakan hari terindah bagi Kyuhyun dan juga Sungmin.
Banyak orang yang terdengar memuji mereka. Mereka hanya tersenyum jika salah satu dari pujian orang-orang itu terdengar di telinga mereka.
"Lihat,pasangan muda yang sangat mesra ya?" sahut wanita dari kejauhan.
"Iya mereka terlihat sangat serasi.." balas wanita lainnya.
Ya itulah salah satu dari pujian-pujian yang mereka dengar hari itu.
Segala jenis wahana mereka coba, dari yang adem ayem, yang kalem-kalem, sampai ke wahana yang menguji adrenalin.
Mereka semua lalui dengan tawa. Hingga malam tiba, mereka menunjuk kincir angin a.k.a biang lala sebagai wahana terakhir yang akan mereka naiki.
.
"Wah, pemandangan Seoul dari sini bagus sekali.." ujar Sungmin terkagum-kagum.
"Ne, mobil-mobil di sana terlihat kecil dari sini.." gumam Kyuhyun.
"Kyu! Lihat! itu gedung apartment kita!" seru Sungmin sambil menarik-narik baju Kyuhyun, dan menunjuk ke arah gedung besar, melalui jendela.
"Wah, iya, kira-kira kamar kita di lantai yang mana ya?" tanya Kyuhyun sambil menghitungi banyak lantai di gedung itu dari kejauhan.
"Aku yakin pasti yang itu," tunjuk Sungmin.
"Aniya, pasti dua di bawahnya.." elak Kyuhyun.
"Tidak! pasti yang itu aku yakin kok" balas Sungmin.
"Bukan, tadi aku sudah menghitungnya, yang itu kok.."
"Ih! Tidak mungkin!, itu terlalu dekat dengan lantai bawah, apartment kita dilantai 11"
"Ne arachi! Tapi aku benar benar yakin, perhitunganku tidak mungkin salah!"
"Ish pasti yang itu"
"Tidak mungkin Min, yang dua di bawahnya! Itu yang benar!"
"Yang itu!"
"Sudah kukatakan yang itu!"
"YA!" seru mereka berdua sambil berpandangan.
.
_Hening_
.
"Ku rasa, ini hal terbodoh yang kita lakukan hari ini.." ujar Kyuhyun, sambil menahan tawa.
"Ne, haha, untuk apa kita berdebat untuk hal tidak penting seperti ini.." balas Sungmin.
"Baiklah, tidak perlu dibahas lagi.." ujar Kyuhyun.
Sungmin mengangguk.
Kyuhyun meletakkan tangannya dipinggang Sungmin, dan merangkul Sungmin dari samping dengan erat.
"Sebentar lagi sampai di puncak.." ujar Kyuhyun.
"Ne.. Hmm, Kyu" panggil Sungmin.
"Ye?"
"Soal tadi aku masih yakin, kalau apartment kita itu, yang aku tunjuk tadi.." ujar Sungmin
"Min.. ( ¬_¬)" Kyuhyun melirik tajam ke arah Sungmin yang kini bersender di bahunya.
"Hehe, hanya bercanda.." balas Sungmin dengan cengirannya.
"Rasanya ingin sekali jika waktu bisa berhenti saat ini juga.." ujar Kyuhyun.
Sungmin mendongakkan kepalanya menatap Kyuhyun.
"Dimana hanya ada kita berdua, dimana kita jauh dari daratan, yang rasanya kita bisa lepas dari segala beban." tambah Kyuhyun.
"Juga dimana kita bisa selalu bersama" tambah Kyuhyun, untuk yang kesekian kalinya.
Mendengar kalimat terakhir, Sungmin tersenyum miris. Sesuatu mengganjal dihatinya.
'Pantaskah aku?' batin Sungmin.
Sungmin hanya berusaha menghangatkan diri dipelukkan Kyuhyun, selama kincir angin itu berputar.
.
.
"Ya! Kau ini kenapa?" tanya Kyuhyun pada Sungmin yang sedari tadi terus memeluknya, bahkan sampai saat mau mandi seperti ini.
"Gwaenchana.." jawab Sungmin. Malah semakin mengeratkan pelukkannya.
"Tapi aku mau mandi."
"Kalau begitu kita mandi bersama saja.."
Seketika wajah Kyuhyun berubah menjadi merah padam mendengar perkataan polos Sungmin.
.
.
"TOK TOK TOK"
"Kyuhyun! Mandinya yang cepat!" seru Sungmin di depan kamar mandi, sambil sesekali menggedor pintu kamar mandi.
"Neeee.." balas Kyuhyun dari dalam kamar mandi.
Namun tetap saja Kyuhyun tidak keluar-keluar.
Sungmin mengerucutkan bibirnya imut sambil melipat tangannya di dada.
Namun seketika senyumannya memudar mengingat kalimat terakhir Kyuhyun di kincir angin tadi.
"CKLEK.."
Pintu kamar mandi terbuka, Kyuhyun keluar dengan selembar handuk yang melilit dipinggangnya. Dan sebuah handuk kecil dikepalanya. Sesekali ia menggosokkan handuk kecil itu dirambutnya yang basah.
'Sreeett'
Sungmin langsung memeluk Kyuhyun dengan erat. Tidak peduli tubuh Kyuhyun yang masih sedikit basah.
"Hei, apa sih yang terjadi padamu?" tanya Kyuhyun.
Sungmin hanya menggeleng.
Ya.. anggap saja malam biasa seperti hari hujan.
Setelah memakai piyama dengan susah payah. Sekarang Kyuhyun dan Sungmin pun memutuskan untuk tidur.
Masih dengan posisi yang sama. Pelukkan Sungmin sama sekali tak terlepas. Kyuhyun yang kini sudah tertidur. Hanya mendengkur kecil, sambil memeluk Sungmin.
Sungmin bersusah payah menutup matanya. Pikirannya melayang kemana-mana. Agaknya cukup sulit untuk tidur malam ini.
"Cho Kyuhyun sepertinya, aku memang benar-benar sudah terlanjur mencintaimu.." ucap Sungmin pelan, tanpa membangunkan Kyuhyun.
"Tapi, kenapa aku harus terlambat menyadarinya?!" Gumam Sungmin, sambil menyenderkan kepalanya di dada Kyuhyun, dan mempererat pelukkannya.
Malam ini Sungmin lalui dengan tidur yang sangat membuatnya tidak tenang. Bersusah payah ia tidur, dan akhirnya ia mulai dapat menutup matanya.
.
.
.
.
.
.
~To Be Continued~
Sumpah part ini gapenting bet yah -_-,,
buat yang minta update sampe tamat, maaaaaappp banget, beneran deh gak bisa dikabulin, soalnya modem + laptop lagi cepet banget ngambek, jadi kudu gesit..
capcyus deh ke pertanyaan yah..
.
.
Q: Kapan Kyuhyun ngungkapin perasaannya?
A: next chap kayaknya..
Q: Apa KyuMin bakal cerai?
A: Nggak kok, mereka nggak cerai kayaknya..
Q: Author suka khuntoria?
A: BANGETBANGETBANGET XD
Q: Apa nanti ada nc?
A: there's no mature scene explanation for this fiction ._.
Q: Apa kematian Seo, nggak terlalu sadis?
A: sebenernya sadis, tapi gapapalah ya, namanya juga fiksi #plakk
Q: Kenapa tamat di ch 28? Author suka angka 28? Kenapa ga mau bikin sequel?
A: emang pas tamatnya di chap 28 -_-,, aku sukanya angka 9 XD, gamau bikin sequel karenaaaaaaa.. waktunya nggak ada, setelah FF ini aku gak nulis FF lagi, palingan juga cuma drable. abis waktu itu udah naik kelas 11, jadi tugas numpuk parah, begitu pula sekarang, apalagi sekarang kls 12 T^T
Q: akhirnya jungmoo balik lagi sama Yoona gak?
A: maunya? XD
Q: Jinki itu aslinya siapa?
A: Jinki itu kan Onew SHINee, masa gatau si -_-''
Q: KyuMin akan tetap bersama, atau akan hidup 'normal'?
A: Sungmin maunya normal tuh..
Q: Jungmo kok jahat banget di sini
A: weh, cowok antagonis itu keren lho~ #plakkkkkk
Q: Author biasnya siapa?
A: banyak XD, tapi kalo di SJ Sungmin Eunhyuk.. kalo boyband lain.. yaaaaa beda lagi XD
.
.
Hwah, kak Soona review juga, ayo dong ketemuan, tapi masalahnya kakak di Jakarta mana? -_-
.
btw ayo semangat 2 ch lagi tamat, review yaaa, lebih banyak lebih cepat,, #plakkk
huehehe, pokoknya review yaaa,
Thanks
Diniaulicious
1st published for chapter 26: August 7th, 2011
