Summary :
Terjadi saat Sena dan kawan-kawan mulai memasuki Universitas Enma. Bagaimana jika ternyata adik perempuan sang Komandan Setan juga masuk Universitas Enma ?

Disclaimer :
Semua tokoh - tokoh dalam fanfic ini kecuali tokoh buatan saya merupakan kepunyaan dari Inagaki-san dan Murata-san. Saya hanya sekedar meminjam nama...

A/N : Cerita ini dimulai setelah pertandingan antara Enma dengan Koigahama berakhir.


Chapter 7 : I Just Haven't Met You Yet

Jumonji menikmati perjalanan ini. Terlalu menikmati malah. Kimiko benar-benar enak sekali diajak ngobrol. Topik pembicaraan mereka seakan-akan tidak ada habisnya. Mulai dari American Football (dia manajer tim American Football, kan? Tentu saja dia tahu banyak tentang American Football), politik, berita terbaru, gosip (Kuroki dan Togano pasti tak akan percaya aku, Kazuki Jumonji, bergosip), sampai hal remeh-temeh seperti hobi, makanan kesukaan, bahkan lagu favorit. Canda tawa terkadang terlontar antara mereka. Pembicaraan mereka terasa seperti air yang mengalir saja. Terlalu puitis untuk seorang Kazuki Jumonji, tapi itulah kebenarannya. Dia sungguh-sungguh menikmati setiap momennya bersama Kimiko. Tentu saja momen itu tidak disia-siakannya. Jumonji menyadari, setiap kali Kimiko berbicara ada binar-binar kecil menari di matanya. Membuat dia semakin terhanyut dalam pandangannya. Dan dia, dengan senang hati, membiarkan dirinya hanyut begitu saja.

Tapi toh pada akhirnya, keduanya pun lelah. Setelah memakan bento mereka masing-masing (ada penjual bento di kereta), gejala alamiah yang paling sering muncul tiba. Mengantuk. Jumonji sendiri sudah setengah mengantuk. Lalu tiba-tiba dia merasakan beban di pundaknya. Tampaknya Kimiko sudah tidur lebih dulu darinya dan tidurnya itu pulas sekali. Jumonji bingung. Dia dihadapkan pada dua pilihan, membangunkan Kimiko atau membiarkannya tertidur di pundaknya. Dia tidak keberatan jika Kimiko tertidur di pundaknya. Sama sekali tidak. Malah lebih mengharapkan. Tapi membiarkannya tertidur dengan posisi seperti ini seakan-akan mengundang masalah. Yang pertama tentu saja Suzuna. Mereka berdua bakalan jadi bahan gosip terbesar kedua sesudah Hiruma-Mamori. Yang kedua adalah Hiruma. Semanis apapun dia, tetap saja hal itu tak mengubah fakta bahwa kakaknya terkenal dengan julukan Komandan Setan. Dia tahu, dan pernah jadi korban, dari ancaman Hiruma. Pelajaran yang didapat setelah mengenal Hiruma cukup lama adalah, jangan pernah mendapat sisi gelap Hiruma. Dan yang ketiga dan terakhir adalah Agon. Dia sadar, sumber tatapan seram yang selama ini tertuju padanya berasa dari Agon. Suatu pertanda bukan Jumonji saja yang tertarik pada Kimiko. Yah, meskipun keadaan sama sekali tidak berpihak kepadanya, Jumonji tetap menikmati waktunya. Desah lembut teratur terdengar disampingnya. Seperti irama tertentu. Akhirnya, Jumonji pun membiarkan dirinya jatuh tertidur juga.

Suara berisik Monta-lah yang berhasil membangunkannya. "Lihat! Itu Gunung Kabuto disana!", seru Monta menunjuk jendelanya. Dengan enggan Jumonji membuka matanya, membiarkan cahaya matahari menusuk matanya. Perlahan tapi pasti, matanya mulai terbuka lebar. Munculah di hadapannya hamparan pemandangan gunung yang mengaggumkan.

"Hei, Kimiko. Bangun", kata Jumonji menggoyangkan pelan Kimiko. Masih tetap tertidur. "Bangun, Kimiko", panggil Jumonji lagi. Kali ini dengan goyangan yang lebih keras. Tampaknya usahanya kali ini lebih berbuah hasil. Kimiko membuka matanya sebentar, bergumam " 'Ma menit lagi", dan... Jatuh tertidur. Lagi. Oke. Ralat. Buah keberhasilannya pasti kecil sekali atau malah masam. Satu hal lagi yang baru dipelajarinya dari Kimiko. Dia adalah seorang heavy sleeper kelas berat. Jumonji mendesah. Membangunkan Kimiko tidak semudah yang dikira rupanya. Terdengar suara langkah kaki mendekatinya.

"Hiruma?", panggil Jumonji. Dia tidak bisa menebak ekspresi macam apa yang Hiruma rasakan. Bukan karena tanpa emosi, justru karena terlalu banyak emosi. Seperti campuran ingin marah (Kimiko adiknya, ingat?), geli (posisi mereka sekarang, ingat Jumonji) dan senyuman seringai khasnya (bagaimana tidak? Dia berhasil mendapat bahan ancaman untuk 2 orang sekaligus). Satu hal yang jelas, dia merasa akan mendapat masalah setelah hal ini selesai.

"Cheesecake", kata Hiruma datar. Jumonji memandanginya penuh tanya. "Kuajarkan kata kuncinya. Cheesecake. Bisikkan kata itu maka pasti saat itu juga dia langsung bangun", jelas Hiruma. Wow. Dia pasti pecinta fanatik berat cheesecake jika sampai sebegitunya. "Akan kupraktekkan. Lihat baik-baik"

Hiruma mendekatkan kepalanya ke telinga Kimiko. Terdengar suara bisikkan pelan dari mulutnya. Telinga Jumonji tidak bisa menangkap pesan itu, tapi pasti pesannya adalah "Cheesecake". Karena tepat saat Hiruma membisikkannya Kimiko langsung bangun. Hanya untuk terbentur dengan kursi di depannya.

"Aduh!", seru Kimiko mengusap-usap kepalanya. Tampaknya benturan itu (lebih dari) cukup untuk membuatnya sadar dari tidurnya.

"You-nii? Jumonji? Apa yang─" Sadar apa yang terjadi sebelumnya, seketika pipinya langsung merah padam. Rasanya kalau bisa pingsan, dia lebih memilih untuk pingsan saja. Bayangkan saja, dia jatuh tertidur di pundak orang yang baru dikenalnya tadi pagi. Oh, my. Belum lagi dia harus dibangunkan kakakkya dengan kata ajaib itu. Belum pernah rasanya dia semalu itu.

"Go-gomenasai, Jumonji. Aku ti-tidak benar-benar berencana untuk... Maksudku, aku tidak... ", kata Kimiko berusaha merangkai kata. Hiruma yang susah payah menahan tawanya sama sekali tidak membantu keadaan. Memperburuk malah iya. Rasanya ingin sekali dia membekap mulut Hiruma. Sungguh.

"Ja-Jangan terlalu dipikirkan. Aku tidak keberatan sama sekali, kok. Lagipula kau tidak terlalu berat", kata Jumonji berusaha untuk membuat suaranya tenang. Tapi rona kemerahan tetap muncul saja di pipinya. Membuat pipinya terasa panas. Sial, pikir Jumonji.

Ada kilat kecil di mata Hiruma. Geli. Dan terhibur. Situasi yang ada dihadapannya ini hampir tak beda jauh dengan situasi di telenovela atau sinetron-sinetron. Dan yang lebih membuatnya semakin terhibur lagi adalah fakta bahwa ini adalah Kimiko, adiknya. Dia senang, betul, tapi dia dan Jumonji sama-sama tahu bahwa dia tidak akan membiarkan hal ini begitu saja. Sayangnya, Hiruma harus menghentikan pikirannya untuk sementara waktu karena kereta sudah tibu di tempat tujuannya, kota Nishinomiya.


"Hoam...", kuap Mizumachi. Tidak diperlukan seorang genius untuk mengetahui Mizumachi masih mengantuk. Dibutuhkan usaha seorang Monta, Sena, dan Kotaro untuk menyeret Mizumachi hanya untuk keluar kereta. Meskipun sikapnya seperti biasa, Monta menyadari bahwa Sena lebih diam dari biasanya dan Kimiko dan Jumonji saling tidak berpandangan satu sama lain dengan rona merah di kedua pipi mereka. Yah, bukannya Monta tidak tahu apa yang terjadi di kereta. Mereka berdua duduk tepat di belakangnya.

Setelah keluar dari stasiun, entah bagaimana caranya, sudah ada bus yang menunggu kedatangan mereka. Kimiko sama sekali tidak menyebut tentang bus dan tidak ada satu pun anggota tim Saikyoudai yang tahu tentang ini. Kecuali satu. Hiruma. Dengan cara yang tak bisa dijelaskan, Hiruma berhasil menyewa bus-bus ini selama training camp. Meskipun tampaknya sang sopir lebih dari rela untuk memberikan busnya itu hanya untuk tidak bertemu dengan Hiruma. Permintaan yang hampir mustahil. Perjalanan dari stasiun menuju penginapan mereka dengan bus memakan waktu kira-kira sejam. Penginapan yang bernama Iyato-ya itu cukup besar, walaupun usia bangunannya sudah cukup tua. Resik, bersih, dan nyaman. Dan sama seperti kasus bus tadi, tampaknya pemilik penginapan yang sekarang juga menjadi korban Hiruma.

"Selamat siang. Selamat datang di penginapan kami. Anda Tuan Hiruma, betul?", tanya penjaga pintu. Hiruma mengangguk. Penjaga pintu itu memberi hormat sebelum membukakan pintu. Ketika pintu terbuka hampir seluruh anggota kedua tim terperangah. Karpet merah terhampar di lantai. Confetti bertebaran di udara. Baru saja masuk, tiba-tiba sudah ada banyak wanita menghampiri mereka untuk mengalungkan bunga. Mereka benar-benar tertegun. Kejadian ini terjadi begitu cepat dan membingungkan. Ketika sambutan itu selesai, muncul di hadapan mereka seorang bapak paruh-baya yang membungkuk hormat pada Hiruma. Badannya agak gemetaran.

"Se-selamat datang. Se-semoga kalian menikmati penginapan di sini", kata bapak itu gugup.

"Kerja bagus, Yamamoto-san. Aku harap kami bisa meminta bantuan Anda lagi jika ingin menginap di sini", kata Hiruma dengan santainya. Bapak itu, atau Yamamoto, langsung pucat pasi mendengar Hiruma. Pelajaran utama. Jangan pernah macam-macam dengan setan, terutama setan yang satu ini. Hiruma bukan hanya menyewa (itu pun kalau bisa dikatakan menyewa) beberapa kamar penginapan ini, tapi dia menyewa seluruh penginapan ini. Pak Yamamoto yang malang. Karena sudah cukup lelah, mereka langsung membagi kamar tidur.

Setelah berunding cukup lama, inilah hasil pembagian kamar tersebut. Mamori sekamar dengan Suzuna dan Kimiko sekamar dengan Karin. Yamato sekamar dengan Taka. Sena bersama dengan Monta dan Riku. Kotaro bersama dengan Mizumachi. Agon sekamar dengan Unsui (yang membuat keduanya terganggu). Akaba satu kamar dengan Ikkyu. Dan yang terakhir Kurita sekamar dengan Banba dan Jumonji (Kurita langsung memeluk Banba dan Jumonji dengan eratnya). Hiruma? Dia dengan seenaknya tidak berbagi kamar dengan siapapun(yang membuat Agon sangat kesal).

Hari sudah cukup malam saat itu. Maka, semuanya pun sepakat untuk mengakhiri hari itu dan beristirahat di kamar masing-masing.

End of Chapter 7


Author's Note :
So, this it! The chapter 7 of The Story of EnSai ala Lady of Gray. That's basically their first night in Nishinomiya. Judul chapter kali ini terinspirasi dari judul lagu Michael Buble "Haven't Met You Yet". A really good song. Dan liriknya agak sedikit mirip dengan situasi Jumonji (kayaknya). Sedikit berita buruk, mungkin update chapter berikutnya nggak secepat yang sekarang. I'm still trying figure it out for the next chapter. Anyway, meskipun gua tahu cerita ini masih belum selesai, tapi gua nekat mem-publish cerita baru. "Pandora's Box" di fandom Naruto dengan pairing-nya GaaSaku! Nekat kan, namanya.

Bagaimana pun juga, REVIEW! Untuk The Story of EnSai dan mungkin untuk Pandora's Box! Onegai~

P.S. :
Untuk Anonymous-san,
Makasih karena sudah menjadi reviewer tetap! (Dan dengan sedihnya harus diakui adalah satu-satunya reviewer *jleb) And for your faithfulness, here! A virtual blueberry cheesecake for you! Review Anda sangat berharga sekali. Arigatou-ne, Anonymous-san *wink

Lady of Gray