So this is the Last Story of...
.
Title : Love You Love Me
Pairing : KyuMin
Other Cast :
- Cho Kwangmin
- Cho Youngmin
- Cho Hyunmin
- Lee Hyukjae a.k.a Eunhyuk
- Lee Donghae
- Lee Sungjin
- Lee Sora
- etc
Warning : M-Preg. OOC, bahasa tidak sesuai EYD, Gaje, TYPOSSSS, , penggunaan kata-kata kasar, KEBACOTAN author di beberapa bagian. Ga terima bash atau flame.
.
.
DON'T LIKE? DON'T READ, DON'T REVIEW, AND DON'T COMPLAIN PLEASE.
.
.
Happy Reading..^^..
.
.
.
.
.
"Kwangie, lihat itu adik kita." ujar Youngmin pelan sambil menunjuk ranjang sebuah bayi dari balik pembatas kaca antara ruang bayi dan lorong rumah sakit.
"Eodiga?" tanya Kwangmin sibuk mencari dimana adiknya yang baru saja dilahirnya beberapa jam yang lalu.
"Ssst! Jangan berisik, nanti adik kita bangun.." titah Youngmin seraya meletakkan telunjuknya dibibir.
"Allachii.. Tapi adik kita yang mana?"
"Yang ituuu, masa kau tidak lihat, yang ranjangnya warna merah muda!"
"Tapi disitu banyak yang lanjangnya melah muda! Tunggu dulu.. Kau bisa mengucapkan huluf 'L' (red: 'R') dengan benal?" ucap Kwangmin mengganti topik pembicaraan.
"L? Aku memang bisa mengucapkannya dari dulu"
"Bukan L yang itu! Tapi L yang sebelum alphabet S!"
"Eoh, maksudmu R ? Jinja? Aku tidak menyadarinya.. Eh tunggu dulu, Rrrrrrrrrrr..." Youngmin menggetarkan lidahnya mengucap sebuah huruf yang selama ini sulit untuk dilafalkan oleh kedua Cho junior ini.
"Wooh, neomu meotjyeo! Aku juga ingin bisa sepelti itu.." Kwangmin terlihat cukup iri melihat kembarannya mengalami perkembangan yang cukup pesat(?).
"Akan aku tunjukan pada Eomma dan Appa!" seru Youngmin semangat hendak meninggalkan Kwangmin disana.
"Ya chamkanmanyo! Tunjukkan dulu adik kita yang mana.." rengek Kwangmin.
"Oh iya!" Youngmin kembali mengambil tempat di sebelah Kwangmin.
"Tutuh, yang itu, tepat searah jam dua belas." tunjuk Youngmin seakan mengerti arah yang ia sebutkan tadi. -_-
"Eoh? Tapi tadi sepeltinya, sustelnya bobo'in adik kita di sana." Ya, jika kita masih membicarakan arah jam, yang ditunjuk Kwangmin adalah arah jam sepuluh.
"Ih! Yang di bawa susternya tadi bukan adik kita. Adik kita yang disana!"
"Tapi tadi sustel yang dali kamal Eomma bobo'in adiknya di sana!"
Ya.. Terjadi sedikit perdebatan diantara kedua bocah 5 tahun ini, sampai pada akhirnya, seorang suster keluar dari ruang bayi tersebut dan menghampiri bocah kembar ini.
"Hey, adik-adik kecil apa yang kalian lakukan disini?" sapa suster itu menghentikan kebacotan Cho twins ini.
"Eoh! Suster-suster! Adik kami yang itu kan?" ujar Youngmin tiba-tiba sambil menunjuk ranjang bayi yang ia sebutkan pada Kwangmin tadi.
"Bukan yang itu! Tapi yang sebelah kili kan ya sustel?" kini Kwangmin yang bersua.
Suster ini terlihat bingung menanggapi Youngmin dan Kwangmin. Siapa yang mereka tanyakan tadi? Adik mereka? Mereka anak siapa saja suster ini tidak tahu -_-.
"Eum.. Adik kalian baru dilahirkan hari ini?"
Youngmin dan Kwangmin mengangguk semangat.
"Kalau boleh suster tahu, Kalian dan adik kalian, anak dari siapa ya?"
"Anak Eomma dan Appa!" jawab YoungKwang kompak.
Ya, agak sweatdrop mendengar jawaban mereka, namun suster ini masih berusaha menjawab dengan sabarnya. "Maksud suster, siapa nama Appa dan Eomma kalian?"
"Cho Kyuhyun" jawab Youngmin.
"Cho Sungmin" tambah Kwangmin.
"Ooh, bayinya Tuan Cho ada tepat dihadapan kalian yang ranjangnya berwarna biru." jawab Suster tersebut menunjuk sebuah ranjang tepat dihadapan Youngmin dan Kwangmin, sebuah ranjang yang sama sekali tidak terpikirkan untuk menjadi bahan perdebatan antara kedua bocah manis ini.
Youngmin dan Kwangmin memandang kaku bayi yang ada di ranjang biru tersebut.
"Sudah ya adik-adik manis, suster tinggal dulu. Ingat ya, jangan berisik, nanti adik kalian bangun."
Sepeninggalnya suster itu. Youngmin dan Kwangmin saling berpandangan.
"Tadi katamu yang disana, yang lanjangnya melah muda!" ujar Kwangmin kesal.
"Tapi tadi kamu juga bilang suter yang dari kamar Eomma, bobo'in adik kita di sana!" balas Youngmin tak mau kalah.
"Tapi belalti kamu yang salah!"
"Kamu juga salah!"
"Kamu!"
"Kamu!"
"KAMUU!"
"KAMUUU!"
"Hey! Ssst! Lihat adik kalian, dia bergerak.. Woah, neomu kyeopta.." ucap seseorang kembali menghentikan perdebatan YoungKwang.
"Eoh Appa.." Ujat Youngmin melihat Kyuhyun dibelakang mereka.
"Appa, Eomma mana?" tanya Kwangmin.
"Eomma sedang tidur, Eomma masih butuh istirahat. Hey lihat adik kalian, dia bergerak-gerak.. Eoh uri aegi, neomu gwiyowo.." tatapan mata Kyuhyun tak lepas dari bayinya yang berseberangan dengannya, Eoh, seandainya ia diperbolehkan masuk, atau andai saja tak ada kaca pembatas ini, bayi mungil itu pasti sudah ada dipelukkannya.
"Ne.. Neomu kyeopta.. Eoh Appa, dia laki-laki atau perempuan?" tanya Youngmin.
"Laki-laki, lihat saja dia tampan seperti Appa.." ujar Kyuhyun menyombongkan diri.
"Kwangie juga tampan!" seru Kwangmin.
"Aku juga!" tambah Youngmin.
"Tentu saja, kaliankan juga anak Appa."
"Tapi aku maunya milip Eomma." ujar Kwangmin, Youngmin menganggukan kepalanya mengikuti jawaban Kwangmin.
"Yaish! Sudah perhatikan saja adik kalian!"
.
.
Setelah beberapa jam beristirahat, akhirnya, Sungmin mulai terbangun dan membuka matanya, begitu ia melihat ke sekeliling, sudah ada Sora dan Sungjin di sebelah kirinya masing-masing tengah menggendong seorang bayi.
"Omo.. Lihat Eomma-mu sudah bangun." ujar Sora sambil menggendong bayi KyuMin.
Sungmin tersenyum, ia mengulurkan tangannya untuk menyambut bayinya, dengan perlahan Sora meletakkan bayi KyuMin dipelukkan Sungmin.
"Tadi bayimu memerlukan ASI, jadi aku menyusuinya." ujar Sora, sambil mengambil bayi dari pelukkan Sungjin.
"Gomapta Noona, maaf aku jadi merepotkanmu."
"Kau ini. Aku kakakmu, sudah seharusnya aku membantu."
"Jatah susu Jongjin jadi berkurang.. Chagiya, kau harus minta maaf pada Jongjin hyung.." ujar Sungmin pada bayinya dan menunjuk bayi yang ada di pelukkan Sora.
"Aniya, Jongjin pasti tidak akan keberatan, ya kan Jin-ah?" kini Sora berbicara pada bayinya.
Sungmin tertawa melihat kekonyolan mereka sekarang. "Oh ya, Kyuhyun, Youngmin dan Kwangmin dimana?"
"Kyuhyun sedang menemani Youngmin ke toilet, sedangkan tadi Kwangmin tertidur dipelukkan Kyuhyun, jadi mau tidak mau ia harus menggendongnya." jawab Sungjin.
.
"Eommaaaa!" seru seorang anak sambil berlari dari pintu menuju ranjangnya.
"Oh, Youngie.. Jangan berisik, adikmu sedang tidur." ujar Sungmin.
"Eoh!" Youngmin menutup mulutnya dengan kedua tangannya, ia naik ke ranjang Sungmin dan memperhatikan adiknya.
"Kyeopta.." ucap Youngmin pelan.
'BLAM'
Terlihat Kyuhyun menutup pintu dengan perlahan, sambil menggendong Kwangmin di depan. Ia berjalan menuju Sungmin, dan mengecup kening Sungmin sekilas.
"Gwaenchana?" tanya Kyuhyun.
"Ne, gwaenchana.." jawab Sungmin sambil tersenyum.
Kwangmin sedikit menggeliat dan gendongan Kyuhyun. Tak lama ia mulai membuka mata dan melihat Sungmin sedang menggendong adik bayinya.
"Ah! Kwangie mau tulun, Kwangie mau lihat adik.." Kwangmin sedikit memberontak dalam gendongan Kyuhyun.
Kyuhyun menurunkan Kwangmin dan membiarkannya mencari posisi di sebelah Youngmin.
"Woh, jinja neomu kyeopta.." ujar Kwangmin sambil tersenyum lebar.
.
.
"Kyu, Ming, sepertinya kami harus segera pulang, jam besuk sudah hampir habis." Ujar Sungjin sambil mengambil tas tentengannya yang berisi keperluan anak keduanya, Jongjin.
"Ne, hati-hati, terima kasih sudah membantuku menjaga Sungmin. Terima Kasih banyak atas bantuanmu juga noona, maaf sepertinya kami akan sering merepotkanmu." ucap Kyuhyun.
"Ah, Gwaenchanayo~, kami pulang ya, dan ah ya, tadi aku sudah memerahkan ASI untuk bayi kalian, jika nanti ia memerlukannya." ujar Sora sambil menunjuk sebuah botol yang ada di lemari kaca, tempat penyimpanan... Ya apapun itu pokoknya tempat penyimpanan sesuatu.
"Terima kasih banyak Noona, aku sangat berhutang budi padamu." kini Sungmin yang bersua.
"Eih, jangan sungkan, oh ya datanglah ke rumah kapanpun kau memerlukan bantuan." lanjut Sora
"Oh ya, Youngmin, Kwangmin.. Ahjusshi, Ahjumma dan Jongjin pulang dulu ya.." ujar Sungjin pada Youngmin dan Kwangmin.
"Ne, ahjusshi, ahjumma.. Bye Bye Jongjinnie~" Youngmin dan Kwangmin melambaikan tangan pada Sora, Sungjin dan Jongjin yang berjalan keluar kamar Sungmin.
Ya, dari percakapan tadi bisa dilihat, bahwa Kyuhyun dan Sungmin memang meminta bantuan Sora untuk menyusui bayi mereka, berhubung Sora baru melahirkan anak keduanya tiga bulan yang lalu, jadi ia masih aktif memproduksi ASI. Berbeda dengan Youngmin dan Kwangmin, dulu mereka memperoleh ASI dari Yoona, Istri Jungmo. Untuk hal itu, Jungmo dan Yoonalah yang menawarkan bantuan, hitung-hitung permintaan maaf Jungmo atas semua kesalahannya dulu, bayi Yoona dan Jungmo terlahir prematur, dan untungnya Yoona sudah dapat memproduksi ASI, jadi di saat yang bersamaan ia dapat menyusui anaknya maupun Youngmin dan Kwangmin.
Okay, kembali ke kamar rawat Sungmin. Youngmin dan Kwangmin masih sibuk bernorak ria melihat adik mereka, dan Sungmin juga Kyuhyun hanya sedikit tertawa melihat kelakuan anak-anak mereka.
.
.
Setelah beberapa hari pemulihan di rumah sakit, Sungmin dan Bayinya akhirnya sudah diperbolehkan pulang. Kyuhyun menjemput Sungmin dan bayinya tepat setelah ia menjemput Youngmin dan Kwangmin setelah pulang sekolah.
"Eomma Appa!" panggil Youngmin membuka pembicaraan di mobil.
"Ne chagiya?" jawab Sungmin.
"Aku sudah bisa mengucapkan huruf 'R' dengan benar, coba dengarkan.. Rrrrrrrr.. Lancar bukaan?" pamer Youngmin.
"Wah, jagoan Appa keren sekali." puji Kyuhyun.
"Berarti Youngie sudah bisa bernyanyi dengan lancar dong?" tanya Sungmin.
"Geureomyo~ Nega jinja meotjyeo, ne?" ujar Youngmin narsis.
"Ne, jinja meotjyeo~" jawab Sungmin terkekeh mendengar ayahnya.
Sedangkan Kwangmin hanya memanyunkan bibirnya mendengar kembarannya yang lebih tua 6 menit itu menyombongkan diri.
"Appa, nama adik kita siapa? Kita kan tidak mungkin telus menelus manggil dia adik bayi.." ujar Kwangmin tiba-tiba mengalihkan pembicaraan.
"Oh iya, nanti Appa pikirkan namanya.." jawab Kyuhyun yang masih sibuk menyetir.
"Ya! Jadi kau belum memikirkan namanya? Kau ini bagaimana?! Aku kan sudah menyuruhmu mencarikan nama dari beberapa minggu yang lalu!" omel Sungmin.
"Mi.. Mianhae Minnie-yah, kau tahu kan aku sibuk mengurus kelahiran bayi kita, belum lagi keperluan Youngmin dan Kwangmin di sekolah, kepengurusan penjualan apartment kita yang lama juga belum selesai, dan lagi Proyek perusahaan kali ini cukup besar, aku harus banyak menyumbangkan ide untuk memperoleh investor yang lebih banyak.." jelas Kyuhyun panjang lebar.
Dan kalimat yang panjang itu hanya dibalas oleh dua buah kata oleh Sungmin dengan nada ketus.
"Tidak becus!"
Ya, sifat Sungmin yang memang tidak bisa dirubah bahkan setelah bertahun-tahun mereka bersama. Sifat ketus dan sinisnya.
.
.
"Minnie, Aku sudah memikirkan beberapa nama untuk bayi kita.." Ujar Kyuhyun sambil merebahkan diri di ranjang.
Sungmin yang tadinya sibuk menidurkan bayinya yang kini berada di antara mereka, mulai mengangkat kepalanya dan tersenyum semangat mendengar Kyuhyun.
"Jeongmal? Coba sebutkan nama-namanya." ucap Sungmin antusias.
"Cho Minho, Cho Taemin, Cho Jungmin, Cho Changmin, Cho Minseok, Cho Minyoung, Cho Minjae, Cho Minjung, Cho Jongmin.. Eottheokhae?"
"Kenapa setiap nama ada nama 'min'? Kau ini tidak kreatif atau bagaimana?" protes Sungmin mendengar semua nama usulan Kyuhyun.
"Tentu saja aku mengambilnya dari namamu."
"Kenapa hanya namaku? Kenapa tidak mencoba mengambilnya dari namamu? Kenapa tidak Cho Kyujong, Cho Hyunjoong, Cho Junghyun, Cho Jinkyu, atau apapun, kurasa itu bagus."
"Aniya, itu tidak akan cocok, ada Youngmin dan Kwangmin, kalau nama anak ketiga kita tidak ada 'min'-nya akan jadi aneh." sanggah Kyuhyun.
"Ya sudah, coba saja gabungkan antara namamu dan namaku." saran Sungmin.
.
.
"Oh iya, coba saja gabungkan dari nama kita.." tambah Sungmin menyadari kalimatnya barusan
"Hmm, misalnya jadi seperti..." Sungmin memikirkan nama yang cocok sejenak.
.
.
.
"Cho Hyunsung/Cho Kyumin" cetus Sungmin dan Kyuhyun berbarengan.
Keduanya bertatapan tak puas.
"Cho Hyunmin!" mereka berdua menyetuskan sebuah nama. Senyum kepuasan terpampang dari kedua wajah sejoli ini menyadari nama yang mereka usulkan sama.
Mmuuach!
Sungmin mengecup bibir Kyuhyun.
Chup!
Kini Sungmin mengecup kening bayinya.
"Hyunmin~ah.. Nama yang bagus bukan? Namamu adalah Cho Hyunmin chagiya.." bisik Sungmin pada Hyunmin, ia tersenyum manis dan kembali mengecup pipi Hyunmin.
Sementara Kyuhyun masih terpaku menerima kecupan tiba-tiba dari Sungmin, ya.. Dari dulu dia memang tidak pernah berubah~
.
.
"Noona, aku benar-benar berterima kasih padamu untuk 6 bulan ini, terima kasih karena telah membantuku menyusui Hyunmin, aku tidak tahu bagaimana aku harus membalas semuanya." Sungmin dan Kyuhyun membungkukkan badannya tepat dihadapan Sora.
Sora membimbing keduanya untuk berdiri tegak. "Yaish, apa yang kalian lakukan, sudahlah, ini bentuk balas budiku untukmu Min, karena berkat kedatanganmu dulu, Sungjin mau di operasi."
"Itu sudah seharusnya aku lakukan Noona.."
"Dan membantumu juga merupakan hal yang sudah seharusnya aku lakukan Min-ah" balas Sora.
Sungmin dan Sora saling melempar senyum.
"Jeongmal Gomawo Noona.." Sungmin memeluk Sora erat.
"Ne, Cheonmaneyo nae dongsaeng.." balas Sora sambil menepuk-nepuk pundak Sungmin.
"Ya! Ya! Sudah jangan terlalu lama memeluk istriku!" ujar Sungjin tiba-tiba menengah.
Sungmin dan Sora melepas pelukkannya, Sungmin menatap Sungjin dengan bosan.
"Ish kau mengganggu keharmonisan antara adik dan kakak ipar saja! Lagipula aku sudah punya Kyuhyun." tanggap Sungmin ketus, ia menggandeng tangan Kyuhyun erat.
"Yang boleh memeluk istriku hanya aku dan anak-anaku :P" jawab Sungjin kekanakan. Ia memeluk istrinya protektif.
Sora hanya tersenyum mendengar perdebatan kakak beradik yang dulu pernah tak akur ini.
"Ei, Sudahlah.. Hyung, Noona, hari sudah malam, kami permisi dulu, besok Kwangmin dan Youngmin masih harus sekolah, sekali lagi. Kami benar-benar berterima kasih Noona.." Kyuhyun berujar mengakhiri pertemuan mereka.
"Ne, ingat kalian tak perlu sungkan padaku.." ucap Sora.
Sungmin mulai menggendong Hyunmin yang tadi dia tidurkan di sofa besar di ruang tamu, sedangkan Kyuhyun menggendong kedua anak kembarnya yang tertidur setelah bermain seharian tadi di rumah Sungjin dan Sora.
.
"Kami pulang dulu Hyung Noona, sampaikan salam kami pada keponakan-keponakan kami." Ujar Sungmin.
"Ne, setelah ini sering-sering lah datang kemari." Sungjin berujar sambil melambai-lambaikan tangannya pada Kyuhyun dan Sungmin yang mulai masuk ke dalam mobil mereka.
"Pasti Hyung!"
.
.
'CKLEK'
"SURPRISE!"
"Ung~ Ung~ Ungaee~ Uweee~" suara tangisan bayi menyusul setelah sebuah suara keras yang terseru setelah Kyuhyun dan Sungmin membuka pintu rumah mereka.
"Ya! Hyukjae-ah! Anakku jadi terbangun kan!" Omel Sungmin sambil melirik tajam pada Eunhyuk yang tadi menyerukan suaranya dengan kencang.
"Cup cup cup.." Sungmin mendekap Hyunmin sambil menepuk-nepuk paha mungilnya.
"Y.. Ya!.. Mianhae.. Aku kan hanya sedang berusaha membuat surprise. Memangnya kalian tidak terkejut melihatku sudah kembali." Eunhyuk mempout-kan bibirnya -tidak- imut.
"Tapi, ini sudah malam Eunhyukkie, Kau kan bisa memberikan kami surprise besok pagi." Ujar Kyuhyun sambil memastikan Kwangmin dan Youngmin tidak terganggu tidurnya.
"Aish! Sudahlah.. Aku mau menidurkan Hyunmin lagi.." Sungmin berlalu dengan wajah kesal menuju kamarnya.
Eunhyuk menggerutu setelah Sungmin pergi dari hadapannya. "Tidak pengertian! Seharusnya dia bersikap baik pada orang hamil. Sabar ne Nae aegya.." Eunhyuk mengelus-elus perutnya yang-mulai-sedikit-membuncit. Okeh, bahasa mulai ancur.
"Eum.. Aku bawa Youngmin dan Kwangmin dulu ya ke kamar mereka.." Kyuhyun ikut berlalu sebelum mendengar respon Eunhyuk.
Eunhyuk melirik Kyuhyun yang sudah melewatinya dengan kesal.
"Cih! Kenapa mereka jadi menyebalkan!" Eunhyuk melangkah menuju ruang keluarga sambil mengehentak-hentakkan kakinya.
.
.
"Dimana Donghae?" tanya Kyuhyun setelah ia menghidangkan beberapa snack dan minuman untuk Eunhyuk.
"Sedang mencarikanku Paha kanan ayam kampung bakar saus strawberry, dengan irisan keju mozarella juga dengan taburan wijen dan abon sapi diatasnya" Ujar Eunhyuk santai, ia melirik minuman dan snack-snack dihadapannya bergantian.
"Eh? Memangnya ada yang seperti itu?"
"Ya, tentu saja harus ada!"
"Jadi, Kau benar-benar... Hamil?"
"Yaah.. Seperti yang kau lihat.. Akhir bulan ini memasuki bukan ke-empat." Eunhyuk meraih orange juice-nya dan mulai menenguknya.
'Sepertinya semua orang hamil memang menyeramkan kalau sedang ngidam.. Ku kira hanya Sungmin..' pikir Kyuhyun sambil manggut-manggut agak autis.
"Eum.. Aku kira, Donghae yang menjadi pihak 'istri'.." ujar Kyuhyun sambil memperagakan tanda kutip dengan kedua tangannya saat menyebut kata istri.
"Kalau kau mendengarnya, pasti akan terdengar menjijikan." Eunhyuk meletakkan gelasnya dan beralih pada toples-toples gue dihadapannya.
"Ya.. Yang aku tahu, kalian menikah gara-gara terjadi kecelakaan.. Ya hampir sama seperti aku dan Sungmin.. Aku hanya tidak menyangka kau yang akan hamil." Kyuhyun sedikit memelankan suaranya setelah kata 'kecelakaan'.
"Ya.. Tapi kalian beruntung melupakan kejadian itu. Sedangkan aku, kejadian itu masih terekam jelas diotakku.. Heuh.. Menggelikan, bagaimana bisa aku melakukannya dengan sesama pria.. Dengan Donghae pula, mungkin Tuhan memang memberikan kami kualat.." Eunhyuk memijit pelipisnya pelan.
"Sudahlah, jangan disesali, lama kelamaan kalian juga akan saling mencintai.. Eh tapi maksudmu dengan kualat, memangnya apa yang telah kalian lakukan sebelumnya?"
Eunhyuk tiba-tiba menyadari kalimatnya. Kualat yang dia maksud adalah, karena dulu dia dan Donghae yang menyebabkan Kyuhyun dan Sungmin dulu mengalami hal yang dinamakan 'kecelakaan' tersebut.
'Bisa mati aku kalau sampai Kyuhyun dan Sungmin mengetahuinya..' kata Eunhyuk membatin.
'TING NONG'
"Ah! Itu pasti Donghae.." Eunhyuk mengalihkan pembicaraan, dan segera menuju pintu rumah.
Tak beberapa lama Eunhyuk masuk ke ruang keluarga lagi dengan senyuman yang bertengger dibibirnya, sambil membawa sebuah kantung yang berisi sebungkus... Ya apapun itu jenis ayam yang Eunhyuk pesan tadi.
Tak lama Donghae menyusul dibelakang dengan raut wajah yang lelah.
Eunhyuk duduk kembali di sofa, sambil membuka bungkus itu di meja. Sedangkan Donghae langsung menjatuhkan badannya tepat di samping Eunhyuk.
Eunhyuk menatap ayamnya dengan mata yang berbinar, ia bangun dari duduknya dan melangkah menuju dapur, mungkin mengambil sendok dan garpu.
"Kau benar-benar mendapatkan ayam bakar itu?" tanya Kyuhyun pada Donghae.
Donghae mengangkat kepalanya malas, ia melirik Kyuhyun dengan mata setengah terpejam.
"Aku menghabiskan 4 jam penuh untuk membuat makanan gila itu benar-benar ada. Kau bayangkan saja, begitu sampai di bandara dia langsung memintanya.. Hah.. Akan seperti apa anakku nanti.. Kenapa ngidamnya menyeramkan sekali."
Ya.. Sebenarnya hari ini, Eunhyuk dan Donghae baru kembali dari Argentina.. Dua bulan yang lalu mereka memutuskan untuk menikah dan menetap beberapa bulan di sana.
Ya seperti yang terjadi dipercakapan tadi, Eunhyuk dan Donghae menikah, karena terjadi 'kecelakan' dan salah satu dari mereka mengandung. Kejadiannya hampir mirip dengan KyuMin, hanya saja, mereka terlibat 'kecelakaan' bukan karena mabuk, melainkan terjadi karena mereka sama-sama dibawah pengaruh obat perangsang. Kejadian itu terjadi juga karena kesalahan Donghae dalam mengantar minuman, atau ya kesalahan Eunhyuk dalam memberikan minuman untuk Donghae antarkan, yang jelas, saat mereka ingin merayakan kenaikan gaji mereka, mereka memutuskan untuk meminum beberapa gelas wine, namun, sepertinya tertukar dengan minuman pesanan seseorang. Ya memang tak lazim jika disana banyak orang meminta minuman pesanan mereka dicampur oleh obat-obat yang seperti itu. Namun, kesalahan itu cukup fatal bagi kedua pekerja Club itu.
Dan sekarang mereka baru kembali ke Seoul, mereka kembali juga karena Eunhyuk yang tiba-tiba ngebet ingin berfoto di bandara Incheon.
"Tapi aku rasa itu masih masuk dalam kategori ngidam yang 'normal', kau tidak akan sanggup jika saja Eunhyuk meminta Sayap burung dara panggang, yang ukurannya sebesar kaki Shindong-sshi, lalu sausnya terbuat dari sari apel, jus sirsak, lada dan tomat. Ditambah lagi, warna daging panggangnya harus berwarna ungu dan sausnya berwarna merah muda.."
Kyuhyun menyenderkan kepalanya di punggung sofa, setelah menjelaskan jenis makanan yang... Yang... Okeh lupakan.
"S.. Sungmin pernah ngidam yang seperti itu?" tanya Donghae tak percaya. hey! mana ada sayap burung dara panggang warna ungu yang sebesar kaki Shindong, dan... Shindong itu siapa? Pikir Donghae.
"Yang kuingat, itu adalah hal yang pertama kali ia idamkan saat mengandung Youngmin dan Kwangmin."
"K.. Kenapa Sungmin bisa sampai segila itu.. Kuharap ngidamnya Eunhyuk tidak sampai separah itu."
"Ya! Kalian membicarakanku?" seseorang menyahut dari belakang Donghae.
Terlihat Sungmin berkacak pinggang sambil melihat Donghae dan Kyuhyun secara bergantian.
"A.. Aniya.. Kyuhyun hanya bercerita tentang masa ngidammu dulu.." Sanggah Donghae dengan wajah agak panik.
"Ne Chagiya.. L-Lebih baik kau duduk dulu sini.." Kyuhyun menepuk-nepuk bagian sofa di sebelah kirinya.
"Kalian benar-benar tidak membicarakan yang aneh-aneh tentangku kan?" tanya Sungmin dengan tatapan mengintimidasi setelah ia duduk di samping Kyuhyun.
"Aniyeyo! Tadi Kyuhyun hanya bercerita pengalamannya semasa kau ngidam.. Katanya kau ngidamnya unik-unik, makanya Youngmin, Kwangmin dan Hyunmin sekarang menjadi anak yang sangat tampan.. Hehehe.." Ujar Donghae asal, dengan senyum nista(?)-nya.
"Jeongmalyo?" Sungmin masih menatap tak percaya pada kedua makhluk tampan itu.
"Ne Minnieya, kami tidak membicarakan yang aneh-aneh kok.." ucap Kyuhyun sambil mengelus-elus pucuk kepala Sungmin.
"Baiklah aku percaya.."
Sungmin menyenderkan kepalanya di bahu Kyuhyun. Donghae yang melihat itu hanya memutar bola matanya malas. 'Giliran Kyuhyun dia baru percaya. Cih!' cibir Donghae dalam hati.
Tiba-tiba Eunhyuk datang sambil membawa sebuah garpu, sendok dan pisau yang ujungnya terdapat bentuk gajah, mungkin ia lama karena mencari itu? Tapi darimana dia mendapatkan benda yang seperti itu? Sudahlah lupakan~
"Jal mogesseumnida!" ujar Eunhyuk dan mulai menyantap makanannya.
Eunhyuk melirik Donghae yang sedang malas-malasan di sampingnya. Ia memotong daging ayam tersebut, dan meletakkannya ke atas sendok, lalu menyodorkannya pada Donghae.
"Eh? Untukku? Aaaa~" Donghae tersenyum sumringah dan membuka mulutnya lebar-lebar.
Eunhyuk menarik sendoknya kembali, hal tersebut membuat Donghae cukup heran. "Wae?"
"Aku bermaksud memintamu menyuapiku. Bukannya aku mau menyuapimu." ujar Eunhyuk polos. Donghae merenggut mendengar jawaban Eunhyuk. Dengan kesal diambilnya sendok dari tangan Eunhyuk, dan mulai menyuapi Eunhyuk.
Eunhyuk mengunyah daging ayamnya, sambil tersenyum senang. "Mashisseoyo~"
"Donghae-ah, Hyukjae-ah.." Panggil Sungmin.
"Ne?" jawab Donghae dan Eunhyuk berbarengan.
"Sebenarnya tujuan kalian datang kemari itu apa sih? Aku tidak yakin jika kalian hanya ingin memberikan surprise, atau hanya karena kalian rindu pada kami." Sungmin melipat tangannya di dada.
"Ya! Sungmin-ah, kenapa kau berpikir seperti itu?! Kami inikan sahabatmu, seharusnya kau berpikir positif tentang kami.." ujar Eunhyuk sok bijak.
"Sudah katakan saja tujuan utama kalian, kami tidak akan marah." Sungmin menurunkan nada suaranya, hari ini Sungmin sudah terlalu lelah jika harus mengomentari 'kesokbijakan' Eunhyuk.
"Sebenarnya kami ingin menumpang disini untuk sementara, apartment kami masing-masing masih ditempati orang, kami harus menunggu sekitar satu-dua bulan, sebelum orang-orang itu mengosongi apartment kami. Eotthae? Bolehkah? Kumohon izinkan kami.." mohon Donghae, sesekali menyuapi Eunhyuk.
Sungmin dan Kyuhyun saling berpandangan satu sama lain, sebenarnya Sungmin ingin menolak. Namun berhubung ini rumah Kyuhyun, jadi ia tidak berhak memutuskan.
"Kamar tamunya ada di dekat tangga, kalian bisa pakai kamar itu." ujar Kyuhyun. Sungmin sedikit mempout-kan bibirnya mendengar jawaban Kyuhyun.
"Ah! Ne Min-ah, aku juga ingin meminjam beberapa pakaian mu saat kau hamil dulu, kau juga tidak membutuhkannya lagi kan? Kecuali jika kau ingin hammpphh.." Kalimat Eunhyuk terpotong saat Donghae memasukkan sesendok daging paha ayam.
"Ya! Suapi aku dengan benar!" bentak Eunhyuk pada Donghae.
"Makanya kau diam saja jangan banyak bertingkah! Kau tidak tahu aku ini sudah terlalu lelah mencari ayam bakar ini seharian!" balas Donghae dengan nada yang tak kalah tinggi.
"YA! Kenapa malah jadi kau yang marah padaku?! Aku ini sedang hamil! Kau tega memarahi orang hamil?! Kalau bayi diperutku ini terkejut bagaimana?! Kau tega menganggetkan anakmu sendiri HAH?! Dan kalau kau tidak mau menuruti ngidamku. Ya tidak usah dituruti! Biar anakmu lahir ileran!" Eunhyuk menghentakkan kakinya kesal. Ia berdiri dari sofa dan melenggang menuju kamar yang Kyuhyun beritahu tadi.
"Cih!" Donghae mendecih sebal, ia melempar sendok tadi ke atas piring.
Sungmin sedikit menghela napas. Sebenarnya ia juga kesal dengan tingkah Eunhyuk yang semena-mena. Tapi bagaimana pun, ia pernah merasakan bagaimana rasanya jadi orang hamil, bahkan ia lebih berpengalaman.
"Kau harusnya sudah tahu bahwa orang hamil akan bersikap lebih sensitif. Aku tidak menyalahkanmu, tapi mengalah sedikit tak akan jadi masalah bukan?" ujar Kyuhyun pada Donghae.
Donghae menatap Kyuhyun tak enak, ia tahu benar Kyuhyun sangat berpengalaman tentang ini, Sungmin sudah tiga kali mengandung, pasti 'cobaan' yang Kyuhyun hadapi jauh lebih berat dibanding yang ia hadapi sekarang. Sedikit berlebihan mungkin bagi narasi di atas, tapi sedikit mendramatisir tak apa bukan? :P
"Hyukjae memang pria, tapi saat dia hamil, ia akan lebih banyak bersikap seperti wanita. Jadi perlakukan dia seperti kau memperlakukan wanita, apalagi dia sedang hamil." kini Sungmin yang memberi nasihat. Sebenarnya Sungmin tak pernah menghadapi orang hamil sebelumnya, malah kebanyakan, orang yang menghadapinya saat hamil. Tapi ia tahu persis bagaimana sikapnya saat ia mengandung anak-anaknya dulu.
Donghae menghela napas berat. Kini ia merasa cukup bersalah, seharusnya ia bisa bersikap lebih dewasa, bagaimana pun juga sebentar lagi dia akan jadi Appa, sungguh ia merasa malu dengan Kyuhyun, Kyuhyun lebih muda darinya, namun tingkahnya dalam menghadapi orang hamil lebih dewasa.
"Kalian benar, aku.. Aku akan mencoba minta maaf pada Eunhyuk. Gomapta.." Donghae berdiri dan menyusul Eunhyuk ke kamar.
Setelah Donghae benar-benar meninggalkan ruang keluarga, Sungmin memeluk Kyuhyun dan menggelut dalam pelukkan Kyuhyun.
"Hari ini sungguh melelahkan.." ucap Sungmin dengan suara yang cukup lirih.
Kyuhyun tersenyum mendapati tingkah manja Sungmin. Ia cukup rindu dengan tingkah Sungmin yang seperti ini, pasalnya setelah Sungmin melahirkan, Sungmin lebih sering bersikap normal, sebagaimana kehidupannya sebagai namja biasa dulu, hanya saja hidup dan perhatiannya lebih tercurah karena kewajibannya sebagai seorang ibu. Bahkan ia tak ingat kepan terakhir kali ia bermesraan dengan Sungmin.
Kyuhyun mengecup pucuk kepala Sungmin. Diangkatnya dagu Sungmin, sehingga kedua wajah itu kini saling berhadapan. Kyuhyun mengecup seluruh inchi wajah Sungmin. Tepat terakhir ia ingin mengecup bibir Sungmin, tiba-tiba ia menghentikan tindakannya.
Sungmin mengerutkan dahinya dan mengerucutkan bibirnya saat Kyuhyun dengan sengaja tidak mencium bibirnya.
"Ayo kita tidur.." ujar Kyuhyun.
Sungmin hanya menganggukan kepalanya malas. Kyuhyun tersenyum dan sedikit terkekeh melihat ekspresi merenggut Sungmin.
Chu~
Kyuhyun menempelkan bibirnya diatas bibir Sungmin lama, tak lebih, hanya menempelkan.
Sungmin tersenyum sangat manis, setelah mereka melepas ciuman mereka. Kyuhyun bangkit sambil menggendong Sungmin dengan bergaya bridal. Sungmin mengalungkan tangannya di leher Kyuhyun. Kyuhyun membawa Sungmin ke kamar mereka, tanpa melepas pandangannya pada Sungmin, begitu pula sebaliknya.
.
.
"Sungmin-ah.."
"Ne?"
"Youngmin dan Kwangmin kapan pulang?" tanya Eunhyuk sambil mengganti channel televisi dengan bosan.
Sungmin melirik ke arah jam dinding. "Seharusnya sih jam segini sudah pulang, mungkin sedang diperjalanan." Sungmin kembali mengaduk-aduk sup-nya.
'CKLEK'
"Eommaa~~"
"Itu mereka.." ujar Sungmin setelah mendengar suara anak-anaknya dari arah pintu.
Panjang umur sekali bocah-bocah itu~
Eunhyuk dengan semangat, menuju ke ruang depan, menyambut kedua bocah Cho yang baru datang.
"Kwangieya~ Youngieya~" panggil Eunhyuk dengan nada yang menjijikan.
Youngmin dan Kwangmin yang tadinya berwajah senang, kini berwajah muram melihat Eunhyuk menyambut mereka.
"Hari ini temani ahjusshi bermain lagi ya?" pinta Eunhyuk.
Ya~ Agak absurd mendengar orang hamil di panggil paman. Tapi.. Ya sudahlah..
Youngmin dan Kwangmin menggelengkan kepala secara bersamaan setelah mendengar permintaan Eunhyuk. "Shireo!" ujar Youngmin.
Anak kembar ini sama-sama kapok menemani Eunhyuk bermain, bagaimana tidak? Anak-anak berumur 5 tahun ini sudah harus menanggung beban yang sangat berat. Mereka sering dipaksa melakukan apapun yang Eunhyuk pinta. Atau dengan kata lain, mereka sering dijadikan korban ngidam Eunhyuk selama satu minggu Eunhyuk dan Donghae tinggal disini. Sungmin yang dulu hamil Hyunmin saja tidak pernah menjadikan Kwangmin dan Youngmin korban. Kini malah Eunhyuk yang notabene-nya 'hanya' ahjusshi-nya tega mengorbankan keponakan-keponakannya.
Kyuhyun baru akan masuk ke rumah saat Kwangmin tiba-tiba melesat keluar rumah, tak lama Youngmin pun menyusul Kwangmin.
"Hey! Kalian mau kemana?" tanya Kyuhyun sedikit berteriak.
"Main ke lumah Minwoo!" jawab Kwangmin juga dengan berteriak. Setelah itu kedua bocah itu menuju ke sebuah rumah yang tak jauh dari rumah mereka.
Kyuhyun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah anak-anaknya, padahal mereka ganti baju saja belum.
Kyuhyun melangkah masuk ke dalam rumah, tepat dihadapannya masih ada Eunhyuk yang berdiri sambil bertolak pinggang, wajahnya terlihat kesal.
'Pantas saja' pikir Kyuhyun.
"Donghaeya eodisseo?" tanya Eunhyuk.
"Dia masih dikantor mengurus beberapa berkas dan jadwal meeting." jawab Kyuhyun.
Ya, setelah Eunhyuk dan Donghae kembali ke Korea, Donghae memang sudah tidak memiliki pekerjaan lagi, berhubung Kyuhyun membutuhkan seorang asisten baru, Donghae pun bekerja sebagai asisten Kyuhyun. Mengingat asisten lama Kyuhun -Jinki- kini sudah naik pangkat karena dipromosikan di perusahaan.
Eunhyuk melenggang masuk menuju meja makan, Sungmin sudah menyiapkan makan siang kali ini. Sementara Kyuhyun masuk ke dalam kamarnya dan mengambil beberapa berkas yang dibutuhkannya di kantor.
"Minnieya, Aku langsung kembali ke kantor lagi ya.." ujar Kyuhyun setelah mengambil berkas -berkasnya.
Sungmin menghampiri Kyuhyun, dan merapikan pakaiannya yang sudah sedikit berantakan.
"Kau tak makan siang di rumah dulu?"
"Ani, pekerjaanku menumpuk hari ini, nanti biar aku makan siang di kantor"
Sungmin mengantar Kyuhyun keluar rumah.
"Jangan telat makan ya.." ujar Sungmin mengingatkan.
"Ne.. Aku pergi dulu ya.."
Chup!
Kyuhyun dan Sungmin berbagi kecupan, sebelum akhirnya Kyuhyun kembali ke kantor.
.
.
Eunhyuk tak menghabiskan makan siangnya kali ini. Entah mengapa ia tak bernapsu.
"Sungmin.."
Sungmin yang kini sedang memberikan susu formula pada Hyunmin, menoleh ke arah Eunhyuk.
"Ne?"
"Apa di dekat sini ada toko buah, atau tukang jual buah-buahan?" tanya Eunhyuk tiba-tiba.
"Eum.. Kurasa di dekat supermarket ada, memangnya kau mau beli buah apa?"
"Semangka dan Lemon.."
"Kurasa di rumah ada, coba kau lihat di lemari es kecil yang ada di pojok dapur." ujar Sungmin sambil menunjuk lemari es yang ia maksud.
"Jinja?" Eunhyuk tersenyum penuh semangat dan langsung menuju tempat yang di tunjuk Sungmin.
Sungmin kembali menaruh perhatiannya pada Hyunmin. Terlihat Hyunmin sudah tidak mengemut dot di botol susunya.
"Hikg.."
"Eoh? anak Eomma cegukan rupanya.." Sungmin merubah posisi gendongannya pada Hyunmin, ia membawa Hyunmin meletakkan dagunya di bahu kiri Sungmin, agar Sungmin lebih leluasa menepuk-nepuk punggung bayinya.
'Puk puk puk'
Sungmin menepuk-nepuk punggung Hyunmin pelan dengan irama yang konstan, tak lama terdengar suara sendawa dari si bayi.
Sungmin menggelar karpet di ruang keluarga dan mengalas nya lagi dengan perlak dan alas tidur bayi. Ia mendudukkan Hyunmin di sana dan meletakkan bantal besar di punggung Hyunmin sebagai sandaran, bagaimanapun juga Hyunmin belum benar-benar bisa duduk tegak di usianya yang baru mau masuk tujuh bulan ini, terkadang tiba-tiba tubuhnya bisa jatuh sendiri kalau tidak ada sandaran.
Sungmin duduk di dekat Hyunmin dan sengaja menyebar mainan-mainan di sekitar Hyunmin. Hyunmin paling senang memainkan alat yang menimbulkan bunyi. Jika mainan yang ia pegang dapat berbunyi saat ia goyangkan, ia akan tertawa senang, dan itu merupakan hiburan tersendiri bagi Sungmin.
"Min, buah yang aku maksud tak ada di sana.." tiba-tiba Eunhyuk datang dan duduk di samping Sungmin.
"Jinjayo? Seingatku masih ada Semangka dan Lemon disana.." ujar Sungmin sambil mengingat ingat.
"Memang ada, tapi Semangka dan Lemon yang aku mau tidak ada disana.." Eunhyuk memainkan ujung kaosnya yang kebesaran itu.
"Eh? Memangnya kau ingin Semangka dan Lemon yang seperti apa?" Sungmin masih mengalihkan fokusnya pada tingkah Hyunmin.
"Aku ingin Semangka yang rasanya asam dan Lemon yang rasanya manis.." Jawab Eunhyuk. Pernyataannya kali ini baru sukses mengait perhatian Sungmin.
Sungmin memandang Eunhyuk sejenak. Ia merogoh kantung celananya dan mengeluarkan handphone dari sana, lalu menyodorkan handphone-nya pada Eunhyuk.
"Mwo? Yang aku inginkan Semangka dan Lemon, bukan ponsel, kalau ponsel aku sudah punya." ujar Eunhyuk sambil melihat handphone Sungmin dan Sungmin secara bergantian.
Sungmin menghela napas, ia mengetik sesuatu di handphone-nya, lalu meletakkan speaker handphone tersebut ditelinganya.
'Tuuuuut Tuuuut'
"Yoboseyo?" Sahut seseorang dari seberang sana.
Sungmin memandang Eunhyuk dan lagi-lagi menghela napas.
"Donghae-ah!"
.
.
Hari ini Keluarga Cho memutuskan untuk berbelanja di supermarket besar di pusat kota. Berhubung dua minggu lagi akhir bulan mereka membeli banyak keperluan rumah tangga dan bahan makanan untuk persediaan akhir bulan dan bulan depan, ya mengingat pula kepindahan Eunhyuk dan Donghae kemarin yang merampok banyak bahan makanan, sehingga sebelum mendekati akhir bulan bahan makanan Keluarga Cho sudah habis.
Terlihat disini, Youngmin dan Kwangmin yang paling bersemangat, mereka memasukan snack jenis apapun ke keranjang yang di dorong Kyuhyun. Sementara Youngmin dan Kwangmin 'bersenang-senang' di bagian snack. Sungmin terlihat sibuk memilah-milih produk bumbu makanan yang tak jauh dari sana. Hyunmin duduk di kereta bayinya dengan tenang di samping Sungmin, sambil bermain kerincingan.
'Bruk'
Tanpa sengaja Sungmin dan seorang wanita tua saling bertabrakan, membuat bungkus-bungkus bumbu makanan yang Sungmin ambil tadi terjatuh.
"Ah, mianhamnida, aku tidak sengaja.." ujar wanita tua itu. Ia membantu Sungmin memungut kembali bungkus -bungkus tersebut.
"Ne, gwaenchaseumnida Ahjumma.. Gamsahamnida sudah membantu." jawab Sungmin sambil memberi senyuman pada wanita tua itu.
Wanita tua itu memandang Sungmin sedikit terkejut. Ia kira orang dihadapannya ini adalah wanita, namun suaranya tak menunjukkan bahwa orang dihadapannya ini adalah wanita.
"Ahm, itu anakmu?" tanya wanita tua itu sambil menunjuk Hyunmin.
"Ah ye? Oh ne.. Dia anakku, namanya Hyunmin.." Sungmin membawa kereta bayi tersebut menghadap wanita tua itu. Hyunmin yang dari tadi sibuk bermain dengan kerincingannya, kini melihat wanita tua itu dengan mata bulatnya. Ia mengerjap-ngerjapkan matanya sesekali, lalu kembali fokus pada mainannya.
"Wajahnya mirip sekali denganmu.." ujar wanita tua itu sambil tersenyum.
"Ah ne? Gamsahamnida."
Kyuhyun dari tadi sibuk meladeni kelakukan kedua anaknya, tak lama ia sadar bahwa Istri dan anak bungsunya tidak berada disampingnya. Ia menoleh ke belakang dan melihat Sungmin dan bayinya sedang berada di barisan bumbu dapur, ia melihat Sungmin sedang berbincang dengan seorang wanita tua disana.
"Sungmin-ah!"
Sungmin yang merasa namanya di panggil, ia menoleh ke arah suara. Ya.. Kyuhyun yang memanggilnya.
Wanita tua itu juga melihat ke arah Kyuhyun. Kyuhyun dan Wanita tua itu sama-sama membelalakan matanya saat bertatap muka satu sama lain.
"Eomma.."
"Uri Kyuhyunie.. Kau kah itu?"
.
.
Kini mereka berenam duduk di sebuah Restaurant. Sejak tadi sampai dengan sekarang, belum ada yang angkat bicara. Sementara Youngmin dan Kwangmin sudah memulai makannya. Hyunmin sendiri sedang mengemut dan menggigit-gigit biskuitnya.
"Eo.. Eomma.. Ini Sungmin... Istriku.." ujar Kyuhyun terbata. Ia melirik Eomma-nya sekali-kali untuk melihat reaksi Eomma-nya.
Eomma Kyuhyun jujur sangat terkejut mengetahui anaknya menikahi seorang namja. Sekian lama tak bertemu, kini ia mendapati anaknya menikah dengan seorang pria? Ya.. Memang seharusnya ini menjadi hal yang mengejutkan.
Sungmin tak berani menatap Eomma Kyuhyun. Saat Kyuhyun memperkenalkan dirinya, jujur jantungnya berdegup sangat kencang. "Anyeongi hasimnikka Eommonim.." ujar Sungmin pelan.
"Dan, ini adalah anak-anak kami.." ujar Kyuhyun sambil menunjuk anak-anaknya.
"Youngmin, Kwangmin, beri salam pada halmonie.." bisik Kyuhyun pada kedua anaknya.
Youngmin dan Kwangmin memperbaiki duduknya. Mereka menundukkan kepalanya bersamaan. "Annyeongi hasimnikka halmonie."
"Cho Youngminnierago imnida" Youngmin memperkenalkan diri terlebih dahulu. Dan langsung disusul oleh perkenalan Kwangmin. "Cho Kwangminnielago imnida"
"Ahm, ini anak bungsu kami Cho Hyunmin." Kyuhyun memperkenalkan Hyunmin, bocah mungil itu masih sibuk mengemut biskuitnya.
Eomma Kyuhyun hanya berusaha meresponnya dengan senyuman. Sungguh, baik Kyuhyun maupun Eomma-nya, tak tahu bagaimana harus bersikap. Tak dapat dipungkiri, keduanya memang menyimpan rindu, namun rasanya begitu canggung mengingat bagaimana kondisi keduanya saat Kyuhyun meninggalkan rumahnya.
"Ehm.. Keluarga kalian terlihat sangat bahagia, jadi.. Kau.. Baik-baik saja kan?" tanya Eomma Kyuhyun begitu kaku.
"Ne.. Seperti yang Eomma lihat.. Aku baik-baik saja, dan aku bahagia bersama keluargaku.. Dan Eomma? Bagaimana kabar Eomma?" tanya Kyuhyun mulai berani menatap Eomma-nya. Tatapannya begitu sarat akan sebuah makna.
Eomma Kyuhyun tersenyum.
"Keadaan Eomma baik-baik saja. Eomma... Eomma sudah menikah lagi dengan mantan kekasih Eomma waktu kuliah."
"Jeongmalyo? Baguslah kalau kau sudah bisa membuka hatimu lagi Eomma.."
Seiring berjalannya waktu, obrolan antara Ibu dan Anak ini sudah mulai terasa nyaman. Sungmin tak berani berbicara banyak, ia hanya sesekali tersenyum saat Kyuhyun menceritakan tentang keluarganya.
'Drrtt drrrtt'
"Eoh? Ada panggilan.. Aku tinggal sebentar." Kyuhyun bangkit dari duduknya dan mencari tempat yang cukup sepi untuk menjawab telephone-nya.
"Jadi sudah berapa lama kalian menikah?" tanya Eomma Kyuhyun pada Sungmin ramah.
"Sudah sekitar 6 tahunan Eommonim.." jawab Sungmin.
Eomma Kyuhyun menganggukkan kepalanya. "Maaf tapi.. Kau benar-benar pria?" Jujur sebenarnya pertanyaan ini sangat mengganggu pikiran Eomma Kyuhyun.
Sungmin menundukkan kepalanya sejenak mendengar pertanyaan tersebut. Tak lama, ia menganggukkan kepalanya. "Ne.."
"Maaf, bukan maksudku bertanya seperti itu tapi-"
"Gwaenchaseumnida Eommonim.." Sungmin memotong ucapan Eomma Kyuhyun, memang tak sopan, tapi daripada Eomma Kyuhyun semakin merasa tak enak.
"Aku nyaris tak percaya bahwa kau itu pria.. Kau.. Sangat cantik.. Pantas saja Kyuhyun menikahimu.."
Sungmin hanya berusaha tersenyum malu saat Ibu mertuanya mengatakan dirinya cantik. "Gamsahamnida Eommonim." Ya sebenarnya jika saja yang berbicara bukan Ibu mertuanya, Sungmin tidak akan terima, ingat? Dia lebih suka dibilang tampan.
"Ahm, Anak kalian tampan-tampan sekali.." ujar Eomma Kyuhyun sambil menatap Youngmin, Kwangmin dan Hyunmin secara bergantian.
"Gamsahamnida Halmonie.." Youngmin dan Kwangmin tersenyum.
"Diantara kalian, siapa hyungnya?" tanya Eomma Kyuhyun pada kedua cucunya.
Youngmin mengangkat tangannya. "Kata Eomma Kwangmin lahir 6 menit setelah aku lahir."
"Jinjaro?"
Youngmin dan Kwangmin menganggukkan kepalanya semangat.
"Jadi si kembar ini anak pertama dan kedua kalian?" tanya Eomma Kyuhyun.
"Seharusnya kedua dan ketiga.. Kami, kehilangan anak pertama kami saat aku masih mengandungnya.." ujar Sungmin sambil menundukkan kepalanya. Terasa sulit jika bayang-bayang kenangan itu menghampiri pikirannya.
Eomma Kyuhyun cukup merasa tak enak saat mendengar jawaban Sungmin, tapi ada suatu hal yang sedang ia pikirkan. Pria dihadapannya ini benar-benar ajaib.. Bagaimana mungkin ada pria yang cantiknya melebihi wanita dan... Ia bisa hamil? Kenapa rasanya sungguh beruntung bisa bertemu pria se-ajaib ini? Ini yang sebenarnya dari tadi berkelut dipikirannya.
"Aku, turut berduka.. Mian, tak seharusnya aku bertanya.."
"Gwaenchaseumnida Eommonim, lagipula kami juga sudah merelakannya."
Eomma Kyuhyun tersenyum tak enak pada Sungmin.
"Kurasa Kyuhyun menikahi Istri yang tepat. Kau sangat cantik juga bersikap baik, Kyuhyun pasti beruntung menikah denganmu.." ujar Eomma Kyuhyun sambil menggenggam tangan Sungmin.
"Aniyeyo Eommonim.. Aku yang beruntung menikah dengan Kyuhyun.." ucap Sungmin meralat, ia sangat senang, ibu mertuanya dapat menerima dia dengan baik.
"Eum. Mian lama menunggu, ada sedikit panggilan dari atasan." Kyuhyun tiba-tiba datang dan kembali duduk dikursinya.
"Kyuhyunnie.. Sekarang kalian tinggal dimana?" tanya Eomma Kyuhyun.
"Masih di Seoul, tepatnya di Myeongdong, tak begitu jauh dari High Harriet.." jawab Kyuhyun. "Eomma? Eomma masih tinggal di rumah lama kah?"
"Aniyo.. Eomma tinggal di rumah suami Eomma. Di Gangnam, kapan-kapan mainlah ke rumah, bersama istri dan anak-anakmu." ujar Eomma Kyuhyun sambil memandang Sungmin, Youngmin, Kwangmin dan Hyunmin secara bergantian. Ia tersenyum memandang seluruh anggota keluarga anaknya.
"Pasti Eomma.."
.
.
Sungmin menghampiri Kyuhyun yang sedang duduk di ranjang, ia duduk di samping Kyuhyun dan menyenderkan kepalanya di bahu Kyuhyun.
"Anak-anak sudah tidur?" tanya Kyuhyun.
"Ne, mereka tidur lebih cepat dari biasanya.. Sepertinya mereka terlalu lelah berbelanja seharian.."
.
.
"Mian, tak pernah bercerita padamu sebelumnya.." sesal Kyuhyun, ia mengelus rambut hitam Sungmin.
"Gwaenchana."
"Uri Bumonim.. Mereka bercerai saat umurku 5 tahun. Mereka memutuskan untuk bercerai karena sudah tidak menemukan kecocokan satu sama lain, padahal aku tahu benar saat itu Eomma sangat mencintai Appa."
Sungmin mencoba menjadi pendengar yang baik saat Kyuhyun mulai bercerita.
"Beberapa tahun setelah perceraian Orang tuaku, Appa menikah dengan kekasih yang ia pacari setelah bercerai dengan Eomma. Sedangkan Eomma, ia bahkan belum bisa melupakan Appa.. Eomma berubah menjadi cukup protective padaku saat ia mendengar Appa akan mencoba untuk mengambil hak asuhku. Saat aku sudah beranjak menjadi remaja, Eomma sering kali menjodoh-jodohkan ku dengan anak dari temannya, ia ingin sekali aku memacari gadis-gadis pilihannya itu. Sampai suatu hari aku menyukai seorang gadis, gadis yang sebelumnya tidak pernah melihatku sedikitpun."
"Apa gadis itu Seohyun?" tanya Sungmin menengahi cerita.
"Ne.. Kau tahu? Dulu aku sangat menyukainya, bahkan bisa dikatakan dulu aku sangat mengejarnya." jawab Kyuhyun sambil sedikit menggoda Sungmin.
Sungmin memanyunkan bibirnya mendengar Kyuhyun, ia hendak mengangkat kepalanya dari bahu Kyuhyun. Namun, Kyuhyun malah memeluknya hingga kini Sungmin bersender pada dada Kyuhyun. Kyuhyun membawa dirinya dan Sungmin bersandar pada kepala ranjang, guna mempernyaman diri mereka.
"Tapi itukan dulu.." ujar Kyuhyun, ia mengelus lembut pipi bulat Sungmin, setelah itu dikecupnya sejenak.
"Arraseo.. Lalu setelah itu?" Sungmin menatap Kyuhyun, meminta suaminya menceritakan kembali masa lalunya.
"Setelah aku menyadari wanita itu tidak pernah melihatku, aku memutuskan untuk berhenti menyukai dan mencari perhatiannya. Aku tidak terlalu mengerti setelah lama aku menghindarinya, tiba-tiba malah dia yang balik mengejarku.."
"Tapi kau menolaknya kan?" Sungmin kembali menengahi cerita.
"Geurochi!"
Sungmin tersenyum puas mendengar jawaban Kyuhyun. "Ayo lanjut lagi ceritanya."
"Karena aku terus menolak-nya, dia malah mendekati Eomma-ku dan meminta Eomma menjodohkan kami."
"Lalu kalian bertunangan?" Sungmin terlihat tak sabaran mendengar cerita Kyuhyun.
Kyuhyun menggelengkan kepalanya sebelum melanjutkan ceritanya. "Pada hari dimana seharusnya kami bertunangan, aku kabur dari rumah. Itu terakhir kalinya aku bertemu dengan Eomma, sebelum aku bertemu lagi dengan Eomma tadi siang."
"Jinjjaro? Jadi kau kabur dari rumah? Woh! Kau pintar sekali! Keundae, bagaimana kau menghidupi dirimu setelah itu? Kau masih sangat belia kan?" Sungmin memberondong sejumlah pertanyaan, ia begitu antusias bertanya tentang masa lalu sang suami.
"Kau juga pergi dari rumah bukan? Kenapa kau jadi heboh sendiri mendengar ceritaku?" tanya Kyuhyun sambil terkekeh.
"Y.. Ya beda, aku kan pergi dari rumah, kalau kau kabur, sudah lanjut saja ceritanya, jangan membahasku!" Sungmin menggerutu sambil memainkan jarinya di dada Kyuhyun.
Hah~, dia begitu menggemaskan saat sedang bermanja-manja seperti ini. Pikir Kyuhyun.
"Hmm.. Awalnya aku hidup hanya dengan berbekal uang tabunganku yang aku kira tak seberapa, namun setelah aku memeriksa tabungan ku di bank. Jumlah rekening tabunganku ternyata tak sesedikit apa yang aku pikir. Uri Appa selalu mengirimkan uang ke rekeningku tiap bulannya. Lalu setelah Appa meninggal, aku mulai mencari pekerjaan, yaa demi menghidupi diriku sendiri, beruntungnya aku diterima kerja di perusahaan Shindong-sshi dan-"
"Dan akhirnya kau merebut pekerjaanku kan? Haish, sudah hampir 7 tahun aku hidup denganmu, tapi masih banyak yang tidak aku ketahui tentang dirimu.." ujar Sungmin sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Ya! Kenapa kau suka sekali menggunakan kata merebut? Aku kan juga tidak tahu, kalau waktu itu Shindong-sshi memecatmu hanya untuk mempekerjakanku"
"YA tapi itu kan berarti kau yang memmbbbpph!"
Sebelum Sungmin menyelesaikan kalimatnya, Kyuhyun membekap mulut Sungmin dengan tangannya. Kemudian membawa tubuh mereka berdua tidur di atas ranjang.
"Hmmpp!? Hmmbbpph!" Sungmin masih komat-kamit tak jelas dalam bekapan Kyuhyun.
"Sudahlah, aku tidak mau berdebat denganmu, kita tidur sekarang saja!" ujar Kyuhyun memerintah, ia memejamkan mata dan tangannya tetap membekap mulut Sungmin.
"HMMPPH!"
"Hey, tenanglah.. Kau tidak ingin tidur apa? Atau kau ingin kita membuat adik untuk Hyunmin?" tanya Kyuhyun dengan nada menggoda.
Sungmin membelalakan matanya mendengar godaan Kyuhyun. Tingkah menjijikan macam apa ini?, pikir Sungmin. Melihat Kyuhyun menatapnya aneh, dengan segera ia menoyor kepala Kyuhyun, ia membalikkan badannya memunggungi Kyuhyun dan pura-pura tidur.
Sedangkan Kyuhyun hanya terkekeh kecil melihat reaksi Sungmin mendengar gurauannya, sebelum akhirnya ikut tertidur.
.
.
.
~To Be Continue~
.
.
Last Story-nya akan di bagi jadi dua part, jadi silahkan menunggu part satunya.. hohoho..
Maaf kalo Last Story ini banyak yang mengecewakan kalian,, secara hampir dua tahun gue gak nulis, jadi maap banget kalo bahasanya jelek, kaku, idenya pasaran etc.
Sekali minta maaf banget kalo misalnya banyak yang kecewa fic ini /\
Setelah ini, yang pengen dilanjut mohon review-nya yaaa :)
.
Diniaulicious
Dini Auliya Zayyana Elf.
April, 23rd 2013.
