Title : The Eyes

Genre : Brothership

Rating : K

Cast : Cho Kyuhyun a.k.a Cho Kyuhyun
Lee Donghae a.k.a Cho Donghae
Park Jung Soo a.k.a Leeteuk, Choi Siwon

Disclaimer : All them belong to themselves and GOD.I own only the plot. Terinspirasi dari "Precious Eyes" milik IyELF eonni tapi untuk jalan cerita benar-benar berbeda :p

Warning : Typos, Geje ,Abal Don't like it? Don't read it please.

Summary : "T-takut…Kyunnie takut hyung. Hiks.." / "Apa ini berkaitan dengan Kyuhyunnie?" / ..Hae akan melindungi Kyunnie, walau nyawa taruhannya.. / DENGARKAN AKU BODOH!"

Lets enjoy it ^^

.

.

_The Eyes_

.

.

"Bagaimana, hyung?"

Kini Kyuhyun dan Donghae tengah berada di ruangan seorang dokter spesialis mata -Choi Siwon. Yang adalah dokter pribadi keluarga Cho, sehingga kyuhyun dan donghae terbiasa memanggilnya hyung. Kyuhyun sudah selesai menjalani beberapa pemeriksaan dan kini sedang menanti penjelasan dari Siwon euisa.

"Semua dalam keadaan baik. Setelah donor mata datang, operasi bisa dilakukan.", uisa mengukir senyum, memperlihatkan lesung pipt di kedua pipinya. "Sambil menunggu, Kyuhyun ah diharuskan istirahat sebelum operasi nanti. Hyung akan persiapkan kamar untuknya."

"Nde hyung, gomawo."

Senyum tak pernah hilang dari wajah Kyuhyun. Memperlihatkan betapa bahagianya ia sekarang.

.

.

.

-The Eyes_

.

.

.

Donghae menghampiri Kyuhyun yang saat ini tengah tersenyum manis di kasur ruang inap nya. Menatap lurus ke depan dengan tongkat yang sedaritadi dimainkannya.

"Ehem..."

Deheman pelan itu menginterupsi Kyuhyun dari lamunannya.

"Hyung!", pekik Kyuhyun girang.

"Hae hyung, Kyunnie sangat bahagia. Kau tahu? Selama ini aku sangatketakutan. Setiap aku membuka mata hanya kegelapan yang kutemui

"Aku merasa sendirian hyung. Aku selalu merindukan appa dan eomma.", Kyuhyun menghela napas, pikirannya melambung pada saat-saat dirinya harus berada dalam lubang kegelapan.

Wajah yang murung itu berubah menjadi lebih ceria.

"Tapi sebentar lagi aku bisa keluar dari lubang itu. Aku bisa bernyanyi dan bermain drama di acara perpisahan sekolah. Aku bisa memanggakan hyung. Aku juga bisa melihat wajah kekanakan hyung lagi.", Donghae merengut sementara Kyuhyun tertawa pelan.

Namun, Donghae kembali mengulum senyum. Tak bisa di pungkiri ia sangat bahagia mendengar cerita Kyuhyun.

"Ne ne ne. Simpan tenaga mu untuk nanti Kyuhyunnie. Jangan pikirkan apapa pun. Kau harus persiapkan diri untuk operasi nanti. Hyung harus pergi sebentar.", ujarnya sambil mencium kening Kyuhyun.

"Hyung mau kemana?"

Raut wajah kyuhyun berubah menjadi cemas. Kekhawatiran yang tadi hilang kini kembali muncul.

"Hyung tak akan lama. Bukankah hyung harus menemani mu operasi? Hyung janji akan kembali. Baik-baiklah Kyuhyunnie."

Donghae menggenggam tangan Kyuhyun seakan mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja. Dengan berat hati Kyuhyun pun menganggukkan kepala nya.

Hyung akan kembali, Kyu. Mianhae

.

_The Eyes_

.

Saat ini Donghae sedang berada dalam mobil nya di parfkiran Rumah Sakit. Ia tengah sibuk menghubungi seseorang rupanya.

"Yeobose-", belum sempat mengucapkan salam, Donghae sudah menghujani nya dengan kata-kata yang akan membuat tekingan berdengung.

"Hyung dengarkan aku. Aku mohon jaga Kyuhyun untuk ku. Aku sudah mengambil keputusan. Aku tak bisa menunggu lebih lama lagi."

"Hae-"

"Teukie hyung, kau harus membantu ku menjaga Kyuhyun hyung. Cuma kau yang kupercaya. Kau juga dekat dengan Kyuhyun."

"T-tung-"

"Sekarang kau datanglah ke Rumah Sakit Seoul. Temani Kyuhyun operasi."

"Mwo? Ya! apa yang kau katakan?"

"Jangan banyak tanya hyung. Tolong sampaikan permohonan maaf ku untuk Kyuhyun. Katakan pa-"

"DENGARKAN AKU BODOH!"

Nafas Leeteuk memburu setelah menghardik tidak? Tiba-tiba saja berbicara konyol dan tidak mau mendengarkanlawan bicaranya terlebih dahulu.

Donghae menangkupkan kedua tangannya di wajahnya,menyembunyikan tangis yang tak terbendung. Sementara earphone masih terpasang manis di kedua telinganya.

"Hae, dengarkan hyung." Suara Leeteuk melembut. Amarah yang sempat menguasainya tadi hilang tatkala mendengar isakan memilukan dari Donghae.

Donghae masih bergeming. Mencoba mengendalikan perasaan yang seakan menguras semua energi dan pikirannya.

Leeteuk sendiri hampir melupakan niat awalnya. Tadinya, Leeteuk ingin menghubungi Donghae untuk memberitahu kabar gembira. Namun, niatnya urung tersampaikan akibat serbuan kata-kata konyol dari mulut Donghae.

"Apakah Donghae sudah gila? Bodoh!" umpat nya dalamhati.

"Aishh!" Leeteuk berteriak frustasi menyadari ketololannya. Bagaimana ia hanya mengumpat dalam hati dan tak segera bersuara. Lihatlah Cho Donghae. Kau hampir menjatuhkan image Leeteuk sebagai 'Angels WithOut Wings' .

"Kau benar-benar. Aku ingin memberitahu kabar baikuntuk kalian."

Akhirnya, setelah bergelut dengan pikirannya,Leeteuk segera mengatakan tujuannya.

"Apa hyung? Aku harap itu kabar baik. Aku sedang sangat kalut saat ini, dan aku tidak punya banyak waktu untuk berpikir.

Donghae mulai mengangkat wajahnya. Suaranya masih terdengar parau dan lirih. Sementara itu, apa yang terjadi dengan Leeteuk?

Jika saja mereka menggunakan 3G calling, aku yakin Donghae akan sangat shock melihat Leeteuk tengah menjedotkan kepalanya ketembok. Poor Leeteuk.

"Aigooo. Kau bukan hanya bodoh Cho Donghae! Sekarangaku juga yakin telingamu sedikit bermasalah. Ahh bukan. Memang sedang bermasalah." Leeteuk kembali mengumpat dalam hati. Apakah suara ku seperti semut di dalam lubang?. Apakah aku harusberteriak dengan 3 oktaf 1 not nya Kyuhyun? Percayalah, aku tidak akan bisa bicara13 tahun setelahnya.

"CHO DONGHAEEEEEEEE!"

Donghae mencelos dan reflek melepas earphone yang masih menempel manis di telinganya. Di lihatnya dengan seksama earphone tak berdosa yang sempat terlempar karena ulah donghae.

"Syukurlah kau tak apa." Katanya bermonolog-ria.

Aigo Donghae! Bukan earphone yang saat ini harus kau khawatirkan. Tapi seseorang di ujung telepon yang sudah benar-benar melepas status malaikat tanpa sayapnya untuk saat ini. Dan itu semua karena diri mu. Dirimu, Cho Donghae.

"Bisakah kau tak berteriak, hyung? Aku tidak tuli. Cepat katakana ada apa. Aku harus segera pergi." Donghae kembali berkata dengan serius. Membuat umpatan yang akan keluar dari mulut Leeteuk kembali tertelan.

Leeteuk menarik nafas sejenak, "Hyung sudah mendapatdonor mata untuk Kyuhyun. Saat ini sedang dalam perjalanan. Hyung akan segerake Rumah Sakit dan membatalkan rencana gilamu."

"Hemm ne. Tentu saja aku harus mem- MWO? Donor mata?"

Sepertinya Donghae baru sadar dari pingsan nya. Matanyamembulat sempurna. Mulutnya juga sedikit menganga. Ckckc.

"Tunggu maksud hyung? Ahh benarkah? Ada donor matauntuk Kyu, hyung?" Tanya Donghae beruntun. Sungguh ini seperti mimpi saja baginya.

"Tentu saja. Sudahlah. Segeralah ke Rumah Sakit. Aku duluan. Dan… awas jika berani macam-macam. Jangan pernah panggil aku dengan sebutan hyung lagi, selamanya."

Leeteuk memutuskan sambungan secara sepihak. Ia sudah yakin jika Donghae tak akan membalas ucapannya. Sepertinya Donghae sudah tertular evilnya Kyuhyun. Dasar tak sopan.

.

.

.

_The Eyes_

.

.

.

Donghae mengendarai mobil dengan brutal. Dia inginsegera sampai di Rumah Sakit. Menghiraukan rambu lalu lintas dan kecepatan di atas rata-rata. Itu membahayakan, Donghae. Dengan kecepatan rata-rata saja kau bias membuat orang spot jantung.

"Sebentarlagi. Aku hampir sampai."

Dan akhirnya.

CKIIIIIIT!

PRANG!

"Kyuhyunnie! Gwaenchana?" Leeteuk segera berlari menghampiri Kyuhyun.

Wajah Kyuhyun yang memang pucat terlihat semakin pucat. Di tambah lagi dengan tubuhnya yang bergetar, membuat Leeteuk semakin cemas.

"Gwaenchana, Kyuhyunnie? Apa ada yang terluka?" Tanya Leeteuk khawatir karena Kyuhyun hanya membatu di tempat.

Dibawanya Kyuhyun pada sofa yang terdapat di kamarinapnya. Kyuhyun masih bergeming. Lidah nya seakan kelu untuk berucap. Kyuhyun meremas dada kirinya. Rasa sesak tiba-tiba muncul seiring degup jantungnya yang semakin memburu.

"Kyuhyun ah, ada apa dengan mu? Bicaralah sesuatu." Leeteuk benar-benar panik. Diremasnya tangan kyuhyun. Sementara tangan yang lain mengelus dada Kyuhyun, berharap sedikit mengurangi sakitnya.

"Hyung, Hae Hyung. Dimana Hae Hyung?" racau Kyuhyuntanpa memperdulikan kekhawatiran Leeteuk.

"Hae hyung sedang per-"

"Dimanan Hae hyung? Dimana si bodoh itu?! Hikss… aku mendengarnya. Semuanya! Rencana gila itu. Ugh!"

Pandangan Kyuhyun masih lurus ke arah lantai. Dari bola matanya yang digerakkan seakan mencari setitik cahaya walau Kyuhyun tahu benar itu hanya sia-sia, ia terlihat sangat gelisah. Bahkan liquid bening mulai turun membasahi pipinya.

"Aku sudah menghubunginya untuk segera ke rumah sakit, Kyu. Tak perlu cemas. Ssstt!" Ditariknya tubuh rapuh itu dalam pelukannya. Leeteuk dapat merasakan tubuh Kyuhyun yang bergetar hebat. Sejujurnya Leeteuk juga merasakan hal yang sama. Tapi yang ia tahu, orang buta lebih peka daripada orang normal pada umumnya, karena mereka menggunakan hati. Apalagi Kyuhyun dan Donghae adalah saudara kandung.

"Demi Tuhan Cho Donghae! Kau benar-benar bodoh! Lihat saja. Kuhajar kau jika kembali."

"Teukie hyung…."

Leeteuk sedikit terkejut saat Dokter Siwon tiba-tiba masuk dengan kepanikan yang luar biasa dari matanya. Dan tubuh Leeteuk menegang sempurna saat bibir yang terucap tanpa suara itu menyampaikan kabar tentang salah satu 'donsaeng-nya'

"Donghae….kecelakaan..."

Kyuhyun bukan orang bodoh. Ia bahkan terlalu pintar untuk tidak dapat mengetahui sesuatu yang tengah terjadi. Iapun menarik diri dari dekapan Leeteuk. Tangannya bergerak gelisah, menggapai-gapai udara di sekitarnya. "Apa yang terjadi?" saat tangan Kyuhyun berhasil meraih tangan Leeteuk yang dingin, ia segera meremasnya kuat-kuat. Seolah mengatakan betapa resahnya Kyuhyun saat ini.

Kedua orang yang dipanggil hyung itu masih bergeming. Seakan berkomunikasi lewat mata mereka. Dan pada akhirnya dokter siwon keluar setelah mengelus surai Kyuhyun saying, yang kini telah basah oleh keringat. Membiarkan Leeteuk untuk menjelaskan situasi yang terjadi.

"Hyung…" suara Kyuhyun terdengar lirih dan putus asa.

"Baiklah. Aku akan mencari tahu sendiri!"

Leeteuk kembali menarik Kyuhyun untuk duduk. Direngkuhnya lagi tubuh itu dalam pelukannya. Bersiap mengatakan hal yang terasa kelu di lidahnya.

"Kyu…hyungmu. Donghae….kecelakaan."

Dan saat itu juga waktu serasa berhenti. Otak Kyuhyun mendadak kosong. Tubuhnya kaku seketika. Ia bahkan tak mampu berucap walau hanya sepatah kata. Ini terlalu mengejutkan untuknya.

"Sekarang… ia sedang di ruang operasi." Lanjut Leetuk setelah menarik napas sejenak.

Operasi? Hyung bilang operasi? Seberapa parah keadaan hyungku? Bahkan kata-kata itu tak mampu keluar dari bibirku. Ingin sekali aku berteriak. Namun tenaga ini seakan lenyap begitu saja.

Leeteuk yang mendapat respon seperti itu hanya mampu menangis dan mengeratkan pelukannya. Ia yakin Kyuhyun sangat terpukul. Begitupun dengan didirnya.

"Hikss…hyung. Hae hyung…"

"Sssst! Kyuhyunnie…kita harus berdo'a untuk keselamatannya."

"Antar aku ke sana. Hae hyung…ruang operasi, Teukie hyung,…"

"Tapi…"

"Jebal…."

Akhirnya Leeteuk menyerah mendengar permohonan Kyuhyun yang sangat lirih dan hamper menyerupai bisikanitu. Sebenarnya dirinya sangat mengkhawatirkan keadaan Kyuhyun saat ini. Tapi apa mau dikata? Toh ia juga ingin tahu bagaimana keadaan dongsaengnya yang ceroboh itu.

Kyuhyun menanggalkan tongkatnya yang entah sejak kapan sudah tergeletak di dekat pembaringannya. Saat ini yang Kyuhyun butuhkan adalah sosok Leeteuk untuk dijadikannya pegangan. Dan Kyuhyun sangat berterimakasih untuk hal itu. Leeteuk adalah seseorang yang selalu ada untuk mereka. Menyayangi layaknya dongsaeng sendiri. Tak segan pula memarahi KyuHae jika melakukan sesuatu yang salah. Seorang malaikat tanpa sayap kebanggaan mereka.

.

.

The Eyes

.

.

"Kyuhyun ah."

"Aku tidak mau operasi!" Kata-kata dingin itu keluar dari bibir pucatKyuhyun.

Saat ini Kyuhyun dan Leeteuk tengah duduk di bangku dekat ruang operasi. Lampu masih berwarna merah, menandakan kegiatan di dalam masih berlangsung. Dan tiba-tiba dokter Siwon dating, memberitahu bahwa donor mata yang sudah dipersiapkan untuk Kyuhyun tak bias menunggu lebih lama. Tapi dengan lantang, Kyuhyun menolak untuk operasi. Apa anak ini sudah gila?

"Tapi Kyu, mata itu tak bisa menunggu lebih lama lagi. Aku takut jika terlalu lama, mata itu akan rusak dan kau tidak bis amenjalani operasi. Bukan hanya mata pendonor itu, tapi matamu juga. Kau tahu sendiri batas waktunya. Dan mendapat donor mata? Ini adalah satu-satunya kesempatanmu, Kyu."

Sedari tadi, Siwon sudah mencoba membujuk pasiennya yang keras kepala itu. Kyuhyun menolak operasi? Apakah Kyuhyun tidak ingin bias melihat lagi? Tentu saja masih. Hanya saja untuk saat ini ia ingin menemani kakaknya yang sedang kritis. Perasaan bersalah telah mengubur akal sehatnya dalam-dalam.

"Tapi Kyuhyun ah, kau tak punya banyak waktu. Sekarang atau tidak sama sekali."

Entah sudah berapa kali Siwon membujuk Kyuhyun. Entah berapa cara dokter lakukan, bahkan sudah tak terhitung dengan jari. Pasien yang satu ini benar-benar keras kepala.

Leeteuk yang baru kembali dari toilet telah mencuri dengar pembicaraan Kyuhyun dengan Siwon. Dengan senyum penuh arti, Leeteuk menghampiri mereka dan mengangguk pelan. Siwon-pun hanya bisa menghela napas, pasrah.

"Aku percaya padamu, hyung. Segera bawa dia ke ruanganku."

Setelah mengucapkan kalimat itu, siwon uisa bergegasmeninggalkan mereka. Membiarkan leeteuk menjinakkan harimau yang siapmencabik-cabik mangsa nya.

"Kau egois Kyu." suara dingin Leeteuk memecah keheningan yang sempat terjadi.

Kyuhyun tak merespon. Ia hanya sedikit menajamkan pendengarannya.

"Kau tidak mau di operasi, sama halnya kau tidak memikirkan perasaan donghae. Kau egois."

Leeteuk menimang kata-kata yang akan terlontar dari mulutnya untuk membuka pikiran kyuhyun yang sedang tersumbat.

"Aku memikirkan. Maka dari itu aku tidak mau dioperasi." Kukuh Kyuhyun.

"Itukah yang kau maksud memikirkan perasaan Donghae?Kemana perginya otak jenius Kyuhyun?"

"Ku bilang aku tidak mau!" kyuhyun sedikit berteriak frustrasi. "Ku mohon, hyung. Jangan paksa aku. Jika terjadi apa-apa pada Hae hyung, apalagi ini semua karena aku. Itu lebih menyakitkan daripada aku haru skehilangan penglihanku. Aku tak bisa memaafkan diri ku sendiri." Walau bagaimanapun Kyuhyun tak bisa membentak orang yang sudah ia anggap hyungnya sendiri.

Kyuhyun sudah lelah meyakinkan mereka. ia hanya ingin menunggui kakaknya. Tidakkah mereka mengerti?

"Kau pikir untuk apa Donghae melakuan ini semua, huh?!" leeteuk mengusap wajahnya frustasi. menghadapi Kyuhyun memang tak mudah. Butuh kesabaran ekstra, tentunya.

"Semua ini hanya untukmu, Kyuhyun, dongsaengnya. Apa kau mau menyia-nyiakan usahanya selama ini?" nada bicara leeteuk mulai melembut.

"Tolong pikirkan lagi kyu. semua ini bukan hanya demi diri mu. tapi juga donghae. kau tak mungkin pura-pura tidak tahu bahwa donghae juga sakit melihat keaadanmu. kau yang paling tahu dia sangat terluka"

Aku tahu hyung lebih menderita daripada aku. Tapi aku benci itu. Aku hanya ingin menemani hyung di sini. Jika sesuatu terjadi, aku bersumpah akan membenci diriku sendiri seumur hidup. Tapi, benarkah aku egois, hyung? Benarkah hyung akan semakin terluka? Aku menyayangimu, hyung. Sungguh!

TBC

Jeng jeng jeng

Ahaha

Gimana ?

Tambah gaje kan… khakha minta maaf untuk yang chapter 1 kemarin.

Terjadi kesalahan publish, sehingga prolog dan ch 1 terpisah. Kkk

Khakha juga ngga tahu kenapa bias double begitu publishnya :p

MIANHAEEE

Dan

Gomawo untuk yang udah faforite, follow, dan review FF gaje khakha

Jujur, khakha terharu bgt..jeongmal GOMAWO

#deepbow

Balasan review

gyu1315

mianhae chingu.. kemarin ada kesalahan publish :p

ini udah lanjut.. gomawo reviewnya :D

Rini11888

Emmm…sudah terjawabkah pertanyaan chingu? Mianhae, khakha gk bias asap.. tapi ini uda diusahakan cepet kok

Semoga chapter ini tidak mengecewakan..

Gomawo reviewnya :D

Desviana407

Sudah terjawabkah pertanyaan chingu? Kkkk

Semoga tidak mengecewakan..

Mianhae kemarin ada kesalahan publish.. khakha juga gk tau kenapa jadi berantakan gitu…kkkk

ini udah dilanjut

Gomawo reviewnya chingu :D

tinahudzaifah

OMG.. babykyu buta
aduh tragis bngt sih hidupnya untung masih ada donghae yg bisa jagain babykyu..
apa yg akan donghae lakukan?mendonorkan matanya kah?

Kan khakha suka bgt klo nyiksa babbykyu..kkkk

Sudah terjawabkah? Gomawo untuk reviewnya chingu :D

Okeee

The last, mind to review again ?