Suprising Walk
By D2L
Rate T
Genre: Crime/ Mystery
Sumarry: Terlalu banyak misteri yang ditutupi dari kami. Mulai dari kenapa kami semua dipaksa oleh orang tua kami untuk sekolah di sekolah itu. Terlalu banyak kejadian yang mengejutkan. Mulai dari kami dititipi sebuah aset yang sangat penting oleh orang-orang dari pemerintahan. Terlalu berbahaya. Mulai dari diri kami yang harus diincar oleh mafia-mafia yang mengiginkan aset-aset itu. Itulah kehidupan mengejutkan kami.
Chapter 1(B): Premeditation
.
.
.
Happy Reading
.
.
.
Kyuhyun yang mendengar suara bel langsung menuju ke ruang makan. Ketika dirinya masuk ke dalam yang belum datang ternyata hanyalah dirinya dan juga mentor mereka Heechul. Beberapa orang memandang tidak suka ke arah Kyuhyun. Pertama karena mereka cukup iri dengan kemampuan Kyuhyun dan dia juga dipuji-puji oleh mentor gila itu Heechul dan yang kedua yang berasal dari orang yang kelaparan merasa Kyuhyun sangat menyebalkan karena dengan dia datang terlambat artinya makanan yang akan tersajikan juga akan datang terlambat pula.
Kyuhyun sama sekali tidak mempedulikan berbagai tatapan dengan berbagai maksud yang ditujukan padanya. Dengan santai dia menuju salah satu kursi pada meja yang berukuran panjang ini yang membuat kurang lebih 40 orang. Setelah dia duduk, sontak saja pintu yang tadinya tertutup kini terbuka dan menampakkan makanan yang dibawa. Dan anehnya yang membawa troli-troli makanan itu bukan manusia melainkan robot-robot. Ada beberapa yang merasa kagum dengan fasilitas di sini. Ada juga yang kelihatannya ketakutan karena masih juga tidak terbiasa.
Robot-robot itu dengan lincah meletakkan hidangan makanan di meja makan. Setelah semuanya sudah menyelesaikan tugas mereka, mereka langsung kembali mendorong troli-troli makanan yang sudah kosong itu kembali masuk ke pintu yang tadi. Bersamaan dengan robot-robot itu masuk ke pintu-pintu kecil itu, pintu utama kembali terbuka dan kini menampakkan Heechul dengan wajah sangarnya masuk ke dalam. Suasana yang tadinya tidak tegang kini menjadi sangat tegang. Beberapa siswa yang tadinya masih berbincang dengan teman di sampingnya kini langsung terdiam. Mereka memandang Heechul dengan wajah horor. Tapi minus itu Kyuhyun dan juga Sungmin. Mereka tampak biasa saja. Ketika yang lainnya berhenti menyentuh makanan mereka, kedua orang itu tampak menikmatinya dengan santai.
Heechul berjalan menuju satu kursi yang tersisa. Yang paling ujung dan hanya berdiri sendiri. Kursi yang biasanya diisi oleh raja atau orang yang kedudukannya tinggi. Ketika Heechul mulai memakan santapannya, siswa yang lain tampak menghelah napas legah dan mulai menikmati santapan mereka kembali.
Kesantaian yang ada di ruangan ini hanya berlangsung beberapa detik saja setelah Heechul duduk. Interior ruang makan yang tadinya klasik ini seperti ruang makan orang-orang eropa jaman dulu kini berubah menjadi ruang makan yang lebih modern bisa juga dikatakan interiornya berubah total seperti sama dengan kelas mereka yang sebelumnya.
Dinding ruang makan itu tiba-tiba saja terbalik dengan sendirinya dan menampakkan rak-rak besi yang penuh dengan senjata. Selain itu lampu kuning yang menjadi penerangan ruang makan ini kini berubah menjadi lampu neon yang berwarna biru terang. Dari pada menyebutnya ruang makan kini ruangan itu lebih mirip dengan ruang senjata atau mungkin kau bisa mengatakan laboratorium. Tak hanya itu, tiba-tiba saja lantai yang terbuat dari keramik itu tergentikan oleh kaca tipis dimana dibawah kaca itu terdapat sebuah kolam. Pantulan dari air itu sungguh cantik, tapi sayangnya kecantikan itu harus digantikan dengan sesuatu yang cukup menakutkan. Ternyata di bawah kolam kaca itu yang hidup di sana ada dua pasang hiu.
Kyuhyun berusaha untuk tidak tertawa ketika melihat wajah temannya yang sangat ketakutan.
'Hahaha… mereka pasti kaget sekali dengan semua ini. Tentu saja. Mereka tidak pernah melihat hobi dan juga kebiasan aneh Heechul sebelumnya yang suka sekali untuk berada di tempat eksentrik seperti ini,' batin Kyuhyun.
Ketika dirinya sudah menyelesaikan makanannya, dia langsung beranjak berdiri dan menuju ke rak-rak besi yang ada di sana. Kyuhyun yakin bahwa Heechul memberikan kesempatan kedua bagi mereka yang tidak bersenjata sama sekali, yang terlalu bodoh diawal yang tidak melaksanakan perintahnya untuk mengambil senjata yang ada di kelas itu dengan memunculkan rak besi penuh senjata itu di ruang makan ini.
Walaupun Kyuhyun sudah bersenjata, tetapi senjata yang diambilnya masih terbilang sedikit. Waktu satu menit terlalu cepat untuk mengambil senjata yang benar-benar berguna dan dalam jumlah yang banyak. Apalagi kita sekarang tidak tahu apakah senjata yang diambil itu akan selamanya kau pakai sampai kau lulus atau mungkin tiap bulannya Heechul akan memberikan pasokan senjata baru. Jadi untuk jaga-jaga saja Kyuhyun mengambil banyak. Bagaimana jika senjatanya habis dan Heechul sama sekali tidak memberikan pasokan lagi? Nyawanya bisa terancam langsung dalam pelatihan ini.
Banyak dari siswa yang lain yang melihat Kyuhyun melakukan hal itu juga turut melakukannya. Kini mereka sudah mulai lebih beradaptasi dan tampaknya jiwa kompetisi mereka untuk tetap bertahan hidup dipelatihan ini sudah mulai muncul. Sebagaimana mereka tahu bahwa Kyuhyunlah yang paling berpengalaman di sini jadinya tidak salahkan jika pada langkah awal ini untuk sementara mereka mengikuti apa yang dilakukan Kyuhyun untuk keselamatan jiwa mereka sendiri juga nantinya.
Kyuhyun yang sibuk untuk memilih senjata dan memasukkannya ke dalam balik jaketnya dan juga kedua saku celana miliknya sedikit terkaget saat merasakan mulut sebuah pistol yang menekan sisi pinggang kanannya. Kyuhyun bisa merasakan ada seseorang yang ada di belakang pungungnyalah yang melakukan hal itu.
"Dari mana kau bisa tahu codenameku, Cho Kyuhyun," ucap orang itu yang tak lain adalah Lee Sungmin dengan nada berat.
"Ayolah. Kita ada di sini. Di sekolah khusus ini. Kau pasti sudah tahu pula bagaimana aku bisa mengetahui codename itu dan aku yakin kau juga pasti sudah tahu dirinya beserta dengan codenameku, Vincent," ucap Kyuhyun dengan seringai.
"Aku tidak menyangka orang dengan codename yang bernama Marcus itu adalah anak ingusan sepertimu. Aku heran kenapa aku bisa tidak lulus dalam tes seleksi menjadi anggota FBI itu sedangkan kau bisa lolos," ucap Sungmin tajam. "Oh, apa kau bisa lulus karena appamu salah satu orang yang menempati kursi terhormat di FBI jadi kau bisa masuk ke sana dengan kemampuanmu yang pas-pasan itu?" hina Sungmin.
Hinaan Sungmin tentu saja langsung membuat Kyuhyun naik darah. Hey, dia menjadi FBI itu atas usaha kerasnya sendiri dan tidak main curang!
"Aku masih lebih baik daripada kau yang menipu publik. Orang dengan sifat sepertimu adalah orang yang paling kubenci. Diluar kelihatan seperti tidak tahu menahu tentang pelatihan ini, tapi ternyata di dalamnya kau tahu sekali dan kau bahkan sudah terjun sepertiku tapi kau berpurah-purah bodoh. Kau seorang pembohong sejati, ya?" balas Kyuhyun.
Sungmin hampir saja mungkin menarik pelatuk pistol miliknya jika sebuah suara tidak menginterupnya.
"Aku sudah bilang bahwa hari pertama ini kalian akan beristirahat total. Jika kalian ingin bertarung satu sama lain tunggulah hari esok. Mau kalian mulai saling membunuh satu sama lain juga aku tidak akan peduli, tapi selama kalian ada di sini kalian harus mematuhi ucapan dan juga jadwal yang sudah kukatakan pada kalian," ucap Heechul tajam.
Dengan mendengar perkataan Heechul dan arah pandang Heechul yang ke arah Sungmin dan juga Kyuhyun, siswa yang lainnya sontak saja juga memandang ke arah Sungmin dan juga Kyuhyun. Sungmin yang risih dengan tatapan dan juga ucapan Heechul memasukkan pistolnya ke saku celananya dan meninggalkan ruangan itu tanpa perkata apapun, sedangkan Kyuhyun masih saja berada di sana. Dia bersikap biasa walaupun tatapan dari siswa-siswa itu masih saja belum lepas darinya.
Bahkan di dunia mereka yang sebetulnya sejenis yang sebetulnya seharusnya mereka merupakan kawan saja mereka berkompetisi dan sering kali itu bukanlah kompetisi yang sehat dan berusaha untuk menjatuhkan dengan cara yang hampir sama ketika para musuh mereka, para mafia itu berusaha untuk menjatuhkan mereka. Keirian terhadap sesama mereka membutakan segalanya.
.
.
.
Ketika Kyuhyun terbangun dari tidurnya dan ketika dia menoleh ke arah tempat tidur yang satunya, dia sama sekali tidak menemukan partnernya sekamar dengan dirinya. Siapa lagi jika bukan seorang yang bernama Lee Sungmin? Tapi dia malah menemukan tiga orang yang penuh dengan keributan itu di dalam kamarnya yang tenang yang tidak lain dan tidak bukan adalah Minho, Donghae dan juga Henry.
"Bangun sekarang! Kau janji akan melatih kami dan kau tidak melakukannya kemarin! Bagaimana dengan nasib kita hari ini, Kyuhyun! Hari ini kita akan mulai pelatihan padahal kami semua sama sekali tidak punya pengalamanan!" seru Henry sangat keras tepat di telinga kirinya yang langsung membuat Kyuhyun bangkit dari tempat tidurnya dan berlari masuk ke dalam kamar mandi meninggalkan ketiga orang itu begitu saja.
"Sial. Pagi-pagi begini malah mendapat gangguan yang luar biasa!" maki Kyuhyun seraya memegang telinga kirinya yang terasa sakit dan juga berdengung.
Kyuhyun menghelah napas. Dia hendak membuka bajunya untuk mandi, tapi tiba-tiba saja dia melihat hal yang ganjal pada kaca yang ada di atas wastafel kamar mandi itu. Kyuhyun berjalan menuju ke sana dan dia menemukan bahwa kaca itu sudah menjelma menjadi seperti pemancar siaran atau sebuah televisi. Bahkan sepertinya kaca itu juga merupakan layar touch screen.
Awalnya yang tampil di layar itu hanyalah sebuah visual amplop, tapi meudian Kyuhyun menyentuh amplop itu dan kemudian amlop itu pecah menjadi menjadi 10 kartu dengan keterangan kecil dan juga sebuah foto pada masing-masing kartu.
"Mereka tidak membiarkanku bersenang-senang," ucap Kyuhyun ketika mengetahui dirinya di dalam pelatihan ini, dirinya bukan seorang pemburu dan malah menjadi salang satu yang dikejar yang harus menuntaskan sebuah misi yaitu menemukan sebuah kotak hitam yang disembunyikan oleh Heechul dan mereka harus menyarinya di dalam gedung bawah tanah yang bertingkat kurang lebih 10 tingkat, ditambah lagi ruangan pada tiap tingkat sangat banyak dan Kyuhyun yakin bahwa heechul meberikan pengamanan yang tinggi pada semua ruangan agar orang terkecoh dan tidak bisa dengan mudah menemukan ruangan manakah yang menyimpan kotak hitam itu.
Kyuhyun sedikit senang atau bahkan dia mulai memperlihatkan seringainya ketika melihat nama Sungmin dan ternyata dialah yang menjadi pemburu untuk mengeleminasi semua para pencari. mana ditambah lagi Heechul memperbolehkan semua para peserta untuk menggunakan senjata. Mereka diperbolehkan untuk saling menyerang, menembak, melukai satu sama lain untuk mempertahankan diri agar tidak tereleminasi karena jika mereka tereleminasi hukuman yang sangat berat menunggu mereka di depan mata.
Kyuhyun mendengar suara keributan di luar. Sepertinya tiga orang itu juga sudah diberitahukan mengenai perihal pelatihan di hari pertama ini. kyuhyun sedikit legah karena dia tidak satu kelompok dalam pelatihan ini dengan ketiga orang ribut itu. Total dari siswa kelas ini adalah 40 orang jadinya ada 4 kelompok dibagi dengan peserta imbang yang berjumlah 10 orang. Sungmin seharusnya lebih banyak probalitas untuk berada di kelompok lain dibandingkan dengan kelompok yang ditempatinya saat ini, tapi pasti Heechul sengaja karena ketika Sungmin melihatnya, anak itu pasti akan menyerang tiada ampun. Dia tidak akan berbelas kasihan pada sesamanya apalagi itu Kyuhyun, Heechul mengincar hal itu.
Kaca itu kemudian kembali seperti semula dan Kyuhyun hanya menyempatkan dirinya untuk menyikat gigi dan juga mencuci mukanya. Toh, dia yakin dipagi-pagi ini pasti bukan hanya dirinya yang melakukan hal itu. Pasti banyak karena tugas ini terlalu pagi dan juga mendadak untuk seorang pemula lainnya.
Kyuhyun sedikit tersentak ketika seseorang membuka pintu kamar mandi itu dan dia menemukan Sungmin dengan wajah datar menatapnya. Laki-laki itu kini berpakaian serba hitam, kaos hitam polos dan juga jaket hitam bersama dengan celana jeans dan berwarna hitam, di punggungnya juga tak lupa tas ransel hitam yang kelihatannya sangat penuh dengan senjata-senjata cadangan. Kini kyuhyun juga menatapnya dengan tatapan tajam.
"Kupikir pelatihan kita belum mulai sebelum kita semua berkumpul di ruang pertemuan," ucap Kyuhyun.
"Apa salahnya aku masuk ke dalam kamarku sendiri? Bukan berarti aku memburumu sekarang, kan? Atau kau sudah lupa jika ini juga kamarku dan bukan milikmu seorang?" balas Sungmin.
Kini Kyuhyun hanya diam saja. Dia berjalan melewati Sungmin tanpa mengatakan apa-apa. Dia lebih memilih untuk kini berganti baju dan menganggap Sungmin tidak selesai memakai baju putih yang bergaris biru tua, dia juga memakai jaket berwarna hitam, jeans berwarna biru tua dan sepatu berwarna putih. Tak lupa dia juga mengambil ransel hitam yang sudah diisikannya dengan senjata sama seperti milik Sungmin.
Kyuhyun berjalan keluar tanpa mempedulikan Sungmin yang masih di dalam dan menatap punggunya dengan tatapan tajam. Ketika Kyuhyun sudah keluar dari kamar itu, Sungmin tiba-tiba saja menyeringai tidak jelas. Akh, itu pasti ada hubungannya dengan taruhan yang baru saja dibuatnya dengan Heechul beberapa jam yang lalu.
.
.
.
Kini mereka semua berkumpul di ruang pertemuan, tapi setiap ruang pertemuan hanya akan ditempati oleh satu kelompok saja jadinya ada empat ruang pertemuan besar yang digunakan kali ini. Mereka di dalam pertemuan itu diberikan pengarahan singkat. Menurut Kyuhyun semua itu sama sekali tidak berguna. Mereka kan sudah diberitahu dengan pemberitahuan visual itu. Kenapa harus mengulangnya lagi dengan diucapkan oleh manusia? Semuanya sama saja dan itu membuat Kyuhyun menguap bosan.
Ketika pemberitahuan itu selesai disampaikan, mereka semua para pencari bahkan oleh seorang pengejar berbaris di sebuah pintu yang mereka pilih yang saling berjejer. Semuanya tampak memasang aba-aba untuk berlari masuk ke dalam pintu itu dan ketika mendengar suara tembakan mereka dengan cepat berlari masuk ke pintu tersebut.
Ketika kyuhyun masuk ke dalam pintu tersebut, baru awal saja dia sudah diberikan oleh kesulitan. Rupanya pintu yang diberikan padanya hanya berjalan beberapa meter dari pintu tersebut dan kemudian yang didapatinya adalah sebuah tembok penghalah. Jalan buntu. Tidak ada jalan sama sekali. Well itu kelihatannya dan Kyuhyun yakin itu. Dia tidak akan panik karena dia tahu ada pintu yang tersembunyi jika saja ruangan yang sepanjang tiga meter ini dan setinggi empat meter ini perlahan tidak menyempit. Bukan hanya itu saja, perlahan tekanan oksigen yang ada di ruang tertutup ini dengan sengaja dikurangi dan membuat Kyuhyun mulai merasa sesak napas.
Pikiran rasional milik Kyuhyun mulai berkurang, tai dia masih bisa berpikir dan menganalisa tempat ini. Sebelum dirinya masuk ke dalam pintu ini ada pintu lainnya yang terletak di samping pintu miliknya yang saling berjejer, jadi setiap pintu itu pasti juga mempunyai ruangan jadi pintu keluar dari ruang gelap ini tidak mungkin berada di sebelah kiri dan juga kanan. Hanya ada dua kemungkinan yaitu bagian bawah atau bagian atas, tapi tidak mungkin juga bagian atas karena dinding atas itu perlahan menekan ke bawah. Satu-satunya bagian yang tidak bergerak sendiri dan mulai menyempitkan bagian bahwa ini adalah lantai yang diinjaknya yaitu bagian bawah.
Kyuhyun menendang-nendang lantai itu, tapi tampaknya pintu itu sudah dikunci dengan sengaja dengan kuat. Dengan tidak sabaran Kyuhyun meletakkan tas ransel hitam miliknya ke atas lantai lalu mengambil sebuah pistol. Diarahkannya pistol itu ke arah lantai tersebut dan ketika dia menekan pelatuknya bukan peluru yang keluar dari sana melainkan laser. Kyuhyun perlahan membuatnya menjadi melingkar dan dari lingkaran yang terbentuk Kyuhyun menendangnya sangat keras dan kemudian lantai itu hancur secara tidak rapi tetapi mirip dengan lingkaran yang tadinya dibuatnya.
Kyuhyun dengan cepat menutup tasnya dan memakainya. Dia langsung loncat ke bawah. Tepat ketika Kyuhyun melompat turun ke bawah, atap itu langsung ambruk seketika dan menghantam lantai ruang gelap itu. Debu dari hantaman itu sedikit mengenai Kyuhyun yang sudah berada di ruang bawah.
Kyuhyun mulai berdiri ketika dia sudah menghirup banyak-banyak oksigen yang tadi tidak didapatkannya dalam ruang gelap tertutup itu. Kyuhyun sontak menutup matannya sejenak ketika tempat yang tidak kalah gelapnya dari ruang sebelumnya tiba-tiba saja menyala menjadi terang benderang. Ketika sudah mulai beradaptasi, Kyuhyun membuka kelopak matanya dan betapa kagetnya ketika dirinya sekarang berada di ruangan yang serba putih. Disetiap dindingnya terdapat sebuah lempengan besi aneh yang berjumlah sangaat banyak. Kyuhyun meneguk ludah ketika melihat lempengan besi itu dan dia mengambil lagi satu senjata laser sama seperti sebelumnya dan mengenggamnya dengan erat dikedua tangannya.
Dalam hitungannya sendiri, Kyuhyun langsung berlari ke arah pintu besi yang tepat berada beberapa meter di depannya, dan tepat juga saat salah satu kakinya mulai bergerak untuk berlari, lempengan-lempengan besi itu perlahan mengeluarkan jutaan tembakan laser dari lubang yang ada di tengah mereka. Dengan brutal mereka menyerang Kyuhyun. Kyuhyun berusaha untuk menghindari tembakan laser yang menuju ke arahnya dengan membalas dengan menebak balik laser juga dari kedua senjata laser miliknya untuk memantulkan tembakan laser yang berasal dari mesin laser lempengan-lempengan besi itu, tapi jumlah mesin itu dan total tembakannya terlalu banyak. Kyuhyun tidak sempat menghindari beberapa dari mereka dan ada yang mengenai badannya sampai menimbulkan luka yang cukup dalam. Beberapa kali Kyuhyun menggunakan tas miliknya untuk menghindari serangan laser itu, tapi sebagai imbasnya, tasnya menjadi sobek dan beberapa senjatanya terceceran di lantai.
Ketika Kyuhyun secara tidak sengaja melihat ke arah senjatanya yang tergeletak di lantai, dia sadar bahwa lantai itu terbuat dari bahan semacam kaca yang bisa untuk memantulkan keberadaan laser-laser itu. Kyuhyun menggunakan senjata laser yang dimilikinya untuk membuat celah pada lantai itu dan kemudian dia mengangkat beberapa potong dari lantai itu yang sudah dibelahnya dengan menggunakan senjata miliknya. Seperti sadar bahwa Kyuhyun memerlukan waktu untuk membuat potongan-potongan lantai itu berada di setiap tubuhnya, lempengan besi itu berhenti menembakkan. Sepertinya yang mengendalikan laser-laser itu sendiri adalah Heechul yang sedari tadi memonitorinya.
Kyuhyun tanpa ragu menyobek beberapa bagian dari jaket miliknya menjadi kain kecil yang kemudian digunnakannya sebagai penyangga potongan lantai-lantai itu agar bisa berada disekujur tubuhnya. Kini dikedua tangan Kyuhyun tetap tersedia dua senjata laser untuk tetap saja berjaga-jaga. Dalam hitungan beberapa detik kemudian, laser-laser itu kembali ditembakkan. Kyuhyun rupanya bisa dengan mudah membuat tubuhnya bergerak dengan sangat lincah membuat laser-laser itu dengan tersengaja mengenai potongan-potongan lantai yang tertempel di tubuhnya dan kemudian laser itu terpantulkan dan menyerang mesin laser lainnya yang ada di dinding dan merusak beberapa dari mereka. Jelas Kyuhyun bisa melakukannya. Dia sudah melakukan banyak pelatihan untuk membuat tubuhnya selalu bergerak refleks, sistematis, penuh perhitungan dan juga selalu siaga dengan apa yang akan menyerangnya walaupun itu adalah hal kecil dan tidak bisa dengan jelas terlihat dengan mata.
Rencana Kyuhyun sukses. Lebih dari setengah mesin penembak laser itu rusak dan yang lainnya yang masih bagus berhenti untuk menembak. Mungkin terlihat sangat mustahil seseorang bisa menghindari tembakan laser yang berjumlah puluhan bahkan ratusan itu tanpa kehilangan nyawanya atau terluka berat. Memang Kyuhyun mengalami luka yang cukup dalam, tapi itu masih setidaknya normal jika kau membayangkan yang melakukan hal menghindari laser itu adalah orang yang sangat amatiran.
Ujian yang diberikan oleh Heechul tampaknya belum selesai. Dinding yang penuh dengan lempengan besi itu perlahan berputar dengan sendirinya dan dari balik dinding yang terputar itu muncul banyak sekali robot yang ukuran yang bermacam-macam. Ada yang kecil kurang lebih hanya sampai sebatas betis Kyuhyun, ada yang sama tinggi dari Kyuhyun dan juga ada yang lebih besar darinya dan jumlah mereka tidak sedikit.
Kyuhyun tampak ternganga sedikit. Heechul tidak man-main ketika mengatakan orang itu ingin mengetesnya apakah dia masih sama seperti dulu atau sudah lebih hebat dari dirinya yang dulu. Kedua tangannya dan kakinya terasa sangat berat ketika potongan lantai yang diikatnya itu masih ada di sana. Kyuhyun jadi tidak bisa bergerak bebas untuk berlari dan juga menyerang robot-robot itu dengan mudah.
"Gila. Pasti hanya aku yang mendapatkan level pengamanan yang tinggi seperti ini," maki Kyuhyun.
Kyuhyun terus menyerang robot-robot itu dengan menggunakan laser miliknya utnuk memotngg, memanaskan, melehkan robot-robot itu sampai tidak bisa bergerak lagi, tapi senjata laser miliknya sudah hampir sampai pada limitnya. Tenaga dari senjata laser itu sudah hampir habis dan mustahil Kyuhyun melawan robot-robot itu dengan mengggunakan senjata peluru biasa. Kyuhhyun sempat melirik ke arah senjata-senjatanya yang tadinya keluar dari tasnya dan berserakan di lantai. Ada lima buah geranat di sana. Kyuhyun segera membuang satu senjata lasernya ke lantai begitu saja dan dia berlari ke arah geranat-geranat itu.
Para robot-robot itu tampak tahu dengan apa yang disiasati Kyuhyun dan berusaha untuk mengahalangnya, tapi sayangnya Kyuhyun bergerak dengan cepat. Ditariknya tuas penahan pada geranat itu dan kemudian dia melepaskannya dan melemparkan geranat itu ke arah gerombolan robot-robot itu. Kyuhyun kemudian dengan cepat berlari ke arah pintu besi yang ada tepat di depannya dan langsung mengarahkan senjata lasernya ke arah sana dan menembakkannya menyebabkan sebuah lubang tercipta di pintu besi itu. Kyuhyun langsung membuang senjata lasernya yang sudah habis. Dia terus saja berlari tanpa mempedulikan beberapa senjata yang kembali tercecerkan dari dalam tas yang ada di punggungnya yang tadinya beberapa terobek.
Akhirnya dengan perjuangan keras Kyuhyun berhasil keluar dari ruangan yang penuh dengan laser mematikan dan robot-robot berbahaya itu. Kalau begini caranya bagaimana dia bisa tahu, melacak bahkan masuk ke dalam ruangan dan mempertahankan hidupnya untuk mencari satu kotak hitam itu dengan pengamanan tinggi yang khusus hanya diberikan padanya? Heechul tidak main-main dengan ucapannya sebelumnya untuk mengetesnya apakah dia sudah jauh berkembang dari dirinya yang dulu dua tahun yang lalu.
Kyuhyun berhenti berlari sejenak ketika dia mendengarkan sebuah pengumuman yang berasal dari mkirophone yang jumlahnya ratusan dan terletak di seluruh penjuru gedung bawah tanah ini.
Satu persatu nama dari teman-temannya yang sekelompok mulai disebutkan telah dibantai satu persatu. Mereka out dari pelatihan ini. Total dari mereka yang masih bisa bertahan dari kejaran pengejar kini kurang dari setengah mereka. Hanya tiga orang. Kyuhyun mulai berpikir. Kira-kira apa yang membuat mereka bisa disebut out dari pelatihan ini? Apa yang diperbuat pengejar untuk membuat para pencari bisa out dari peran mereka di pelatihan ini?
Apapun itu dengan jumlah pencari yang tinggal tiga orang dan masih belum bisa mendapatkan satu kotak hitam itu, itu artinya pengejar akan semakin dekat keberadaannya untuk mengincarnya. Ketika Lee Sungmin sudah berhadapan dengannya, anak itu pasti akan mengeluarkan kemampuan aslinya pada Kyuhyun, jauh dari yang diperlihatkannya pada pencari lainnya.
.
.
.
TO BE CONTINUE
.
.
.
A/N: Terima kasih sudah membaca bahkan mereview! Maaf jika ceritanya tidak memuaskan(_ _lll)
