Suprising Walk

By D2L

Rate T

Genre: Crime/ Mystery

Sumarry: Terlalu banyak misteri yang ditutupi dari kami. Mulai dari kenapa kami semua dipaksa oleh orang tua kami untuk sekolah di sekolah itu. Terlalu banyak kejadian yang mengejutkan. Mulai dari kami dititipi sebuah aset yang sangat penting oleh orang-orang dari pemerintahan. Terlalu berbahaya. Mulai dari diri kami yang harus diincar oleh mafia-mafia yang mengiginkan aset-aset itu. Itulah kehidupan mengejutkan kami.

Chapter 1(C): Premeditation

.

.

.

Happy Reading

.

.

.

Satu-satunya hal yang harus dilakukan seorang pengejar agar bisa membuat seorang pencari keluar dari arena pelatihan ini adalah dengan menembak salah satu bagian dari salah satu pencari yang dimana salah satu bagian dari pencari itu ditanamkan sebuah chip secara ilegal entah bagaimana caranya oleh para pembina di sini. Itu memang hal yang melanggar privasi setiap anak murid yang dididik di sini, tapi jika kau terjun untuk menyelesaikan misimu saja nanti kau akan banyak dan tidak bisa menghindari cara ilegal atau mungkin cara kotor untuk menemukan dan menangkap musuhmu nanti.

Chip yang ditanamkan itu bertugas untuk mengirim sinyal keberadaan secara akurat dari mana dan ke mana para murid-murid itu akan berkeliaran, berusah payah untuk mencari kotak hitam yang tersembunyi di sebuah ruangan yang sangat berbahaya. Untuk mengeluarkan chip itu dan menyatakan murid itu mati dalam pelatihan sesi ini yaitu dengan menembakknya tentu saja. Sadis dan sakit, tapi itulah salah satu tujuan pelatihan kali ini. Mereka akan diajarkan secara langsung bagaimana kejamnya dunia yang tidak akan segan-segan melukai bahkan membunuh mereka terutama musuh bebuyutan mereka para mafia-mafia yang sadis dan licik itu.

Tidak mudah untuk mengetahui letak dimana chip itu berada karena setiap chip yang ditanamkan pada salah satu tubuh bagian murid itu tidak diberitahukan kepada sang pengejar dan setiap letaknya berbeda pada setiap muridnya. Sang pengejar di sini tidak mempunyai tugas yang mudah. Mereka tidak hanya dituntut untuk mengejar secara membabi buta. Segalanya harus penuh dengan perhitungan dan kedetilan. Ditambah lagi sang pengejar tidak bisa menembak sembarangan ke arah sang pencari. Sang pengejar hanya diberikan satu kesempatan untuk menembak ke arah sang pencari dan itu halnya harus pas mengenai titik dan letak bagian tubuh yang didalamnya tertanamkan sebuah chip.

Tentu saja itu merupakan hal yang sulit. Kau hanya diberikan satu kali menembak dan kau tidak diberitahu dimana tempat chip itu berada untuk itu selain kau menjadi pengejar di sini, sebenarnya kau juga berugas sebagai pencari atau lebih tepatnya sebagai sang pelacak. Kau harus bisa melacak sebuah amplop berwarna hitam yang disebar di seluruh gedung bawah tanah ini. Tapi tidak semudah itu kau bisa menemukan amlop itu, tapi bisa juga dibilang lebih gampang dari pada para pencari yang bertugas untuk mencari sebuah kotak hitam yang terletak di ruangan yang penuh dengan keamanan tinggi.

Amplop hitam itu tidak berada di ruangan, tapi berada di luar hanya saja terletak dicelah-celah, entah besi, saluran air, atau apapun itu yang berada di luar ruangan dan kemungkinan berada di beberapa titik gang kecil, koridor, saluran air dan udara. Lebih mudah dari tugas sang pencari, kan? Sang pengejar atau sang pelacak hanya perlu mencari amplop itu di tempat yang sulit tapi tidak berbahaya untuk nyawa mereka, hanya saja kendalanya yang membuatnya lebih sulit dari apa yang dikerjakan sang pencari adalah, amplop yang disebar totalnya bukan hanya sembilan amplop, total dari sang pencari. Jumlahnya ratusan dan dari ratusan yang disebar itu hanya adalah sembilan yang asli yang berisikan nama murid dan juga letak chip itu berada. Tidak semudah sang pencari yang hanya mencari kotak hitam yang jumlahnya hanya satu, kan? Dan tidak ada yang palsunya?

Ada empat pengejar pada masing-masing empat kelompok yang dibuat di sini dan yang hampir menyelesaikan tugasnya tentu saja siapa lagi kalau bukan sang pengejar yang bernama Lee Sungmin? Dia dengan mudah menemukan amplop asli yang tersebar di gedung bawah tanah devisi A ini tempat kelompoknya, sang pencari ditugaskan untuk mencari kotak hitam itu. Setiap kelompok memang diletakkan pada gedung bawah tanah yang berbeda devisi, jadi mereka tidak akan bisa saling berpapasan dan menganggu jalannya pelatihan setiap kelompok masing-masing.

Sungmin berhasil menyisakan tiga pencari dari kelompoknya dan itu termasuk Kyuhyun di dalamnya. Sungmin sudah berhasil menemukan amplop hitam milik dua orang lainnya yang tersisa dan tinggal menunggu waktu saja jika Sungmin berpapasan dengan kedua orang amatir itu dan membuat mereka out dari pelatihan ini, tapi sayangnya untuk saat ini Sungmin tidak berminat untuk mencari keberadaan kedua orang itu dan membuatnya out. Kini Sungmin lebih fokus untuk kembali mencari amplop hitam yang asli yang berisikan data tentang Kyuhyun. Yang paling menjadi utamanya memang Kyuhyun, sebab Kyuhyun orang yang hampir sepadan dengannya, kan?

Sungmin menghelah napas. Rupanya Heechul tidak membiarkannya menang dalam taruhan itu dengan mudah. Susah sekali untuk mendapatkan amplop hitam asli untuk mendapatkan dimana letak chip itu berada. Kini Sungmin sedang berjalan-jalan di koridor gedung bawah tanah ini tingkat ke dua dan secara tidak sengaja matanya menangkap Kyuhyun dengan penampilannya yang sangat berantakan. Jelas saja. Dia baru saja melawan lempengan-lempengan besi yang sangat gila itu yang terus saja menembakinya dengan ratusan laser.

Sungmin yang melihat Kyuhyun langsung saja mengambil ancang-ancang untuk langsung menyerang Kyuhyun. Dia tidak peduli lagi dengan peraturan yang ada ketika dimana dia hanya bisa menyerang sang pencari ketika dia sudah menemukan amplop hitam yang berisikan data mengenai keberadaan chip itu. Dia ingin langsung menghabisi Kyuhyun tanpa mengetahui data itu yang artinya dia akan menyerang Kyuhyun tanpa ampun, brutal yang benar-benar menyalahi aturan dan bisa saja Kyuhyun terluka berat atau bahkan menuju ke ambang kematian. Kini tujuannya menjadi melenceng dari yang seharusnya.

Sungmin langsung menyediakan dua buah pistol di kedua tangannya dan dia langsung berlari ke arah Kyuhyun. Sungmin bahkan tidak berpikir untuk menyembunyikan keberadaannya bagi Kyuhyun. Dia menyerang Kyuhyun dengan sangat terang-terangan dengan suara langkah kakinya yang berlari yang terdengar sangat jelas bahkan bergaung yang kini terdengar di telinga Kyuhyun walaupun jarak mereka masih cukup jauh satu sama lain.

Kyuhyun yang tadinya hendak untuk duduk sebentar di atas lantai, ketika mendengar suara langkahan kaki milik Sungmin, kepalanya langsung berbalik ke belakang dan betapa kagetnya ketika dia mendapati Sungmin yang berlari ke arahnya dengan kecepatan tinggi. Kyuhyun langsung segera berdiri dan berusaha untuk melupakan rasa sakit dan juga rasa lelahnya. Dia dengan cepat berusaha untuk menyelamatkan diri dari Sungmin dengan berlari secepat mungkin, tapi rupanya Sungmin yang masih segar bugar diuntungkan. Kini mereka sudah berlari dengan seimbang. Sungmin sudah berada di samping Kyuhyun dan mengarahkan kedua senjatanya ke arah Kyuhyun. Sungmin mulai menarik pelatuk kedua pistol miliknya dan peluru-peluru itu mulai tertembakkan ke arah Kyuhyun. Kyuhyun semakin mempercepat larinya untuk menghindari peluru-peluru itu. Di sisi lain dia juga mulai menembak dengan pistol yang ada di kedua tangannya, berusaha untuk melencengkan peluru yang terarah ke arahnya dan juga membalas tembakan Sungmin.

Sungmin tidak sebodoh itu hanya membuang-buang pelurunya pada Kyuhyun yang tentunya bisa dengan mudah mengelaknya. Dia sengaja mengalihkan perhatian Kyuhyun disaat dia menunggu sabuk jangkar miliknya akan bergerak secara otomatis setelah 15 detik dia mensetnya. Di detik yang terakhir, jangkar itu terlepas dari sabuk milik Sungmin dan langsung terarah ke arah Kyuhyun. kyuhyun yang melihat hal itu langsung terkejut. Dia ingin menghindari tetapi tidak sempat. tubuhnya di dorong sangat keras oleh jangkar yang datang itu dan bajunya dicengkram dengan sangat kuat. Dirinya terhantam ke penghalang jalan, tapi gaya lempar dirinya terlalu kuat sehingga penghalang jalan itu rusak dan dirinya langsung terjun bebas ke bawah. Kyuhyun bergerak cepat untuk menekan salah satu tombol pada sabuk miliknya dan jangkar miliknya keluar dan untungnya langsung tercengkram pada salah satu besi penghalang yang entah berada di lantai berapa. Kyuhyun menekan kembali salah satu tomobol yang ada dan jangkar miliknya mulai menarik diri, semakin memperpendek dirinya dan membawa Kyuhyun semakin dekat dengan dinding penghalang itu.

Ketika dirinya sudah berdiri di atas besi dinding penghalang itu, secara tidak sengaja Kyuhyun melihat ke arah atas dan dirinya melihat ada sebuah mesin kecil yang tertempel di dinding atas itu. Dengan cepat Kyuhyun menembak jangkar milik Sungmin yang mencengkramnya dan kemudian dia berlompat ke lantai dan langsung menembak ke arah samping dari mesin yang tertempel di atas itu membuatnya terlepas dan Kyuhyun langsung mengambilnya.

Mesin itu adalah sebuah navigator kecil yang menampakkan secara keseluruhan peta dari gedung devisi A ini dan hanya ada sebuah titik merah yang ada di dalam peta itu yang langsung membuat Kyuhyun sadar bahwa navigator itu memberitahukannya di mana keberadaan kotak hitam yang menjadi misinya. Kyuhyun langsung berlari dan mengikuti arah-arah dari peta itu. Dia berharap ini adalah peta yang asli dan bukan bohongan yang membuatnya terkecoh dan masuk ke dalam sebuah jebakan lainnya.

Sungmin yang masih berada di lantai atas mengikuti jejak Kyuhyun dengan menaiki salah satu lift yang ada dan segera turun ke lantai tempat Kyuhyun berada. Secara tak sengaja Sungmin mengarahkan kepalanya untuk menoleh ke arah dinding atas dari lift itu dan Sungmin menemukan sebuah amplop hitam yang tertempel di atas dinding itu. Hampir mirip dengan apa yang dialami Kyuhyun tetapi tempatnya berbeda sedikit. Ketika menemukan amplop hitam itu, dirinya dengan cepat membukanya dan ternyata amplop itu berisi tentang data Kyuhyun. Hanya cukup sebentar saja membacanya, dia langsung membuangnya begitu saja. Ketika pintu lift sudah terbuka, Sungmin langsung berlari dan dia menemukan Kyuhyun yang berada cukup jauh darinya.

Mata Sungmin terbelak ketika melihat ke arah mesin navigasi yang sebelumnya tidak dipunyai oleh Kyuhyun. Mesin navigasi itu akan menuntun Kyuhyun untuk sampai ke ruangan tempat kotak hitam itu akan berada. Dia segera mempercepat larinya, tapi kali ini Kyuhyun tidak membuat aksi kejar Sungmin terhadap dirinya menjadi mudah. Beberapa dari tempat yang tadi sudah dilalui oleh Kyuhyun sudah dipasanginya dengan bom-bom kecil dan betapa senangnya ketika dia melihat Sungmin yang sudah masuk ke dalam jebakan miliknya. Dia segera memencet sebuah tombol yang ada di jam tangannya dan secara perlahan bom itu mulai aktif dan meledak, meruntuhkan lantai atas dan juga lantai bahwa dan bahkan menutup jalan untuk ke arah Kyuhyun.

Ketika melihat situasi yang menguntungkannya, Kyuhyun semakin mempercepat dirinya berlari dan kini dia sudah berada di depan ruangan tempat titik merah pada mesin navigatornya ada. Pintu ruangan itu dipertahankan dengan beberapa kode dan Kyuhyun tidak mempunyainya, tapi itu tidak memberikan kendala baginya. Dia segera mengeluarkan sebuah kartu yang kemudian digesekkannya pada mesin kode yang ada di samping pintu besi ruangan itu. Dengan sendirinya nomor-nomor yang ada di sana bergerak dan memasukkan kode yang asli. Pintu besi itu segera terbuka dan isi dari ruangan itu segera kelihatan. Ruangan itu sangat simpel. Tidak ada apa-apa di dalamnya kecuali sebuah kotak yang terbuat dari kaca yang berada di lantai tengah ruangan itu dan di dalam kotak kaca itu ada kotak hitam yang merupakan misi dari pelatihan ini.

Kyuhyun tidak langsung melangkah karena dia tahu ruangan ini pasti tidak mungkin kosong melompong tanpa penjagaan seperti ini, pasti ada sesuatu yang tidak terlihat mata. Kyuhyun mengambil sebuah kaca mata hitam dari tasnya dan dia menkan salah satu tombol yang ada di sana dan kemudian dari kaca mata hitam itu dia dapat melihat banyaknya laser-laser yang ada di ruangan ini dan ketika dia menyentuh laser kasat mata itu pastinya akan mengaktifkan mesin keamanan yang ada di sini. Kyuhyun dengan berhati-hati membuat tubuhnya melewati laser-laser itu. Cukup lama tubuhnya berliuk-liuk untuk menghindari laser yang disebar secara acak itu dan akhirnya dia bisa sampai di daerah yang sama sekali tidak ada laser yang dipasangkan di sana yaitu beberapa meter dari kotak kaca itu. Kyuhyun segera membuka kotak kaca itu dan mengambil kotak hitam yang ada di dalamnya, tetapi ketika dia melakukan hal itu tiba-tiba saja alarm yang ada di dalam ruangan itu berbunti dengan sangat keras. Laser-laser kasat mata itu tiba-tiba hilang dan tergantikan dengan dinding yang berbalik dan menampilkan mesin penembak yang otomatis yang jumlahnya sangat banyak.

Kyuhyun yang melihat hal itu dengan cepat memasukkan kotak hitam yang sudah di dapatkannya ke dalam saku celananya dan segera berlari sebelum mesin penembak itu benar-benar aktif. Merupakan sebuah keberuntungan Kyuhyun bisa tepat keluar dari sana sebelum mesin penembak itu benar-benar aktif. Kyuhyun segera berlari ke arah mesin pengkode dan menarik kartu penghacknya dan pintu besi yang tadinya terbuka itu dengan cepat menutup dan tidak memperlihatkan isi dari ruangan yang mengerikan itu. Kyuhyun dengan napas yang ngos-ngosan langsung terjatuh terduduk. Selama beberapa detik dia mengatur napasnya dan ketika sudah mulai teratur, Kyuhyun mengambil kembali kotak hitam yang tadi disimpannya di saku celananya dan kemudian membukanya.

Betapa terkejutnya Kyuhyun ketika melihat isi dari kotak hitam itu. Sebatang emas ada di dalam kotak hitam itu, tapi untuk apa? Dan Kyuhyun berusaha untuk memikirkan kemungkinan dan maksud dari batangan emas itu. Beberapa detik kemudian setelah dia berhasil mendapatkan kotak hitam itu, sebuah pengumuman akan keberhasilannya diumumkan dan bergaung di gedung bawah tanah devisi A ini.

Dan Kyuhyun berhasil untuk memenangkan pelatihan kali ini dan Sungmin kalah dalam pelatihan kali ini beserta taruhan yang diajukannya menjadi angus. Dirinya tidak bisa menjatuhkan Kyuhyun dari jabatannya yang ada di FBI dan menggantikan jabatan yang kosong itu dengan dirinya. Akh, dasar orang yang benar-benar keras kepala.

.

.

.

Sungmin tampaknya masih belum puas untuk membuktikan bahwa dirinyalah yang seharusnya menang melawan Kyuhyun dan memenangi taruhan yang dibuatnya antara dirinya dan juga Heechul. Sekali lagi dia mengajukan keinginannya dan lagi-lagi heran Heechul yang merupakan mentor yang galak itu menyetujuinya dengan mudah kembali dan kini mereka semua diiring ke sebuah ruangan khusus pelatihan tempat di mana sebuah ruangan yang terdiri dari dinding kokoh dan sebuah kaca yang berada di salah satu dinding ruang pelatihan itu dimana ruang pelatihan itu dikhususkan bagi orang yang ingin berlawanan satu lawan satu dalam pelatihan kali ini.

Yang lainnya menunggu di luar dan mereka bisa melihat apa yang akan dilakukan dua orang yang nantinya akan saling berlawanan melalui kaca yang ada di salah satu dinding yang anti peluru dan kokoh yang tidak akan membahayakan para murid ketika menonton oleh aksi berbahaya, saling tembak oleh kedua orang yang akan saling bertarung satu sama lain yang tidak lain dan tidak bukan adalah pasangan yang paling kuat dan juga fenomenal, Cho Kyuhyun dan juga Lee Sungmin.

"Aku berharap kau tidak mengurangi kemampuanmu yang sebenarnya. Lawan aku dengan sungguh-sungguh. Jika perlu kau membayangkanku sebagai musuhmu dan kau tidak akan segan-segan untuk membunuhku. Kau sebaiknya melakukan hal itu karena aku juga akan melakukan hal yang sama," ucap Sungmin dengan nada dan tatapan sinis.

Kyuhyun menghembuskan napasnya secara perlahan. "Baiklah kalau kau yang meminta hal itu. Aku tidak akan menahan kemampuanku yang sebenarnya lagi," ucap Kyuhyun kini dengan sebuah seringai.

"Kita buktikan siapa yang memang terbaik di sini," balas Sungmin dengan senyuman licik.

"Tunggu. Jangan katakan mereka serius menggunakan senjata asli?" seru Donghae saat melihat Kyuhyun yang mengeluarkan dua buah pistol dari saku celananya sedangkan Sungmin mengambil dua buah bilah pisau kecil dimana dia menekan sebuah tombol di sana dan pisau kecil itu berubah menjadi dua buah pedang.

Heechul tidak sanggup untuk tidak menahan seringai yang ingin dibuat oleh bibirnya saat melihat dari kaca penghalang tempat mereka semua berdiri sekarang dengan Kyuhyun yang kini sedang menembakkan peluru ke arah Sungmin yang langsung dilesetkan oleh Sungmin dengan tebasan dari kedua pedangnya. "Seharusnya pelatihan yang kuberikan pada kalian seperti cara mereka melakukan latihan sekarang, tapi sayangnya kalian kalah memulai start oleh sebab itu aku meringankan level pelatihannya."

Mendengar perkataan Heechul para murid yang lainnya saling memandang satu sama lain lalu kembali memandang ke arah ruangan tempat pelatihan Kyuhyun dan juga Sungmin. Mereka tidak sanggup untuk berkata-kata. Mata mereka terlalu dibuat takjub oleh aksi kedua orang itu.

"Kalian lihat saja. Inilah kekejaman asli dunia ini yang akan segera kalian hadapi sebentar lagi." Seringai Heechul semakin lebar, semakin lebar setiap detiknya ketika dia melihat benda kecil yang mulai mengelinding ke arah Sungmin tanpa laki-laki itu sadari.

"Kenapa berhenti menembak? Pelurumu sudah habis? Kau sudah merasa akan kalah denganku?" tanya Sungmin dengan senyuman mencemohkan.

Kyuhyun menundukkan kepalanya, tapi kemudian dia mengangkat kembali dan tertawa aneh. "Yang benar saja. Permainan ini baru dimulai tahu," ucap Kyuhyun masih dengan tawa aneh yang membuat Sungmin mengerutkan keningnya, tapi kemudian dia sadar ketika dia merasakan ada sesuatu yang mengenai sepatu miliknya. Perlahan Sungmin menggerakkan kepalanya menoleh ke bawah dan mendapati bola-bola besi kecil berserakan disekitar kakinya.

Sungmin segera berlari dengan cepat menghindari bola-bola besi kecil itu. Jika orang biasa yang melihatnya mungkin mereka akan mengira itu hanyalah bom asap, tapi Sungmin sudah pernah melihat benda itu sebelumnya dan itu adalah bom-bom yang frekuensi ledaknya tidak terlalu besar. Mirip seperti ledakan petasan kecil tapi lebih kuat lagi. Kau bisa menebakkan bagaimana jika bola-bola besi itu meledak dan mengenai kakimu dan bagian tubuhmu yang lainnya?

Orang-orang yang diluar yang sedari tadi mengamati Kyuhyun dan juga Sungmin sama sekali tidak bisa menyangka bahwa kedua orang itu menyerang tidak main-main. Mereka seperti musuh yang memang seharusnya saling melenyapkan satu sama lain padahal ini adalah sebuah pelatihan dan mereka adalah kawan, tapi mereka berlaku sangat berkebalikan dari semua itu.

"Musuh kalian juga tidak akan segan-segan melakukan hal yang sama. Kan sudah kubilang bahwa jika kalian tidak kuat dan serius dalam pelatihan ini kalian bisa mati, kan? Bukan hanya musuh kalian yang akan membunuh kalian, jika perlu aku yang akan melakukannya untuk mengeleminasi yang lemah di sini," jelas Heechul tanpa mengurangi seringai yang sedari tadi sepertinya semakin lebar saja.

Tanpa ada habisnya kedua orang itu terus saja saling menyerang dan menghindari serangan satu sama lain. Seperti benar-benar mereka itu memiliki tenaga yang banyak sekali untuk bertarung selama berjam-jam.

"Rupanya mereka sudah selesai," ucap Heechul.

Sekali lagi Kyuhyun yang menang dan Sungmin terkapar di lantai dengan luka tembakan yang lumayan dalam dan be

"Dunia ini kejam tidak seperti imajinasi kalian, tidak seperti dunia dongeng yang selalu saja ada yang menolong kalian ketika seseorang hendak mengambil nyawa kalian,"

"Ya, begitulah dan ini baru awal dari semuanya."

.

.

.

Sungmin tampaknya secara perlahan sudah berhenti untuk memusuhi Kyuhyun karena dua sudah dua kali dikalahkan oleh Kyuhyun dan itu artinya memang dia tidak berhasil masuk ke ruang lingkup FBI

Herannya mereka mulai membuka pembicaraan yang sangat sensitif, berbahaya dan juga rahasia.

"Kau tahu para mafia itu mengincar kita bukan hanya karena mereka memiliki dendam akan orang tua kita yang berhasil menjebloskan mereka atau teman-teman mereka, kan?" tanya Sungmin.

"Ya, aku tahu. Aset itu yang membuat kita dikejar dan harus mendapat pelatihan bela diri secepat mungkin," balas Kyuhyun.

"Kau benar. Aku selalu berpikir kenapa aset yang segitu berbahayanya dipercayakan pada kita yang tidak tahu apa-apa oleh pemerintah? Apa karena mereka takut mereka yang akan mati ketika memegang aset itu," ucap Sungmin.

"Mungkin itu salah satu alasannya, tapi itu adalah aset yang paling berharga sekaligus berbahaya. Kenapa mereka mau menyerahkannya pada kita yang lemah di mana aset itu bisa direbut dengan mudah? Kenapa tidak memberikannya pada mereka yang ada di kemiliteran negara?" tanya Kyuhyun.

"Kupikir itu pertanyaan yang sampai sekarang tidak bisa kutemukan jawabannya," jawab Sungmin.

.

.

.

Kyuhyun dan juga Sungmin terkaget ketika diri mereka tiba-tiba saja dikerubungi oleh teman-teman mereka yang lainnya dan salah satu dari merek maju dan mengucapkan sesuatu yang membuat tubuh keduanya menjadi mengejang karena tidak percaya rahasia itu akan terungkap begitu cepat.

"Maaf, tapi aku tidak sengaja mendengar pembicaraan kalian kemarin mengenai sebuah aset yang sangat penting yang dititipkan pada kami secara rahasia," ucap salah satu dari mereka.

"Nah, sekarang jelaskan aset yang kalian maksud yang membuat kami harus mengalami pelatihan ini untuk melindungi nyawa kami sekaligus aset itu dari tangan mafia yang kini gencar sekali memburu kita semua," lanjutnya kembali.

Semuanya memandang Kyuhyun dan juga Sungmin dengan tatapan sinis. Apa yang akan mereka lakukan? Memberitahukannya sebelum waktu yang ditentukan atau mereka akan dianggap sebagai pengkhianat yang berusaha untuk mengambil keuntungan dengan mengetahui rahasia itu secara pribadi?

.

.

.

TO BE CONTINUE

.

.

.

Balasan review ~

melsparkyu : Makasih buat pujian dan juga semangatnya!~~~*hug* Hahaha… saya bukan salah satu anggota FBI tp berharap suatu hari mungkin? khekhe *plakk* Ini karena aku sering nonton sj kok film yg bergender seperti ini dan jg novel2nya hehe… Ini sudah dilanjutkan! Smoga menyukainya dan memuaskan ~~

Quemala Maknae L : Bisa-bisa saja kok. Kadang sesama teman saja ada konflik, kan? Taruhannya sudah dijelaskan di atas kok. Haha… ndk juga. Mereka berdua saling menyerang satu sama lain dichpt ini. Makasih buat semangatnya! Ini sudah dilanjut! Smoga menyukainya! :D

Guest : Makasih! Smoga menyukainya!~

futari chan : Terima kasih atas sarannya! apa di sini masih ada kalimat yang rancu lagi? OwO? Ini sudah dilanjut! Smoga menyukainya~~

BunnyKyunnie : makasih! Ini sudah dilanjut dan semoga menyukainya! :D

Mirukia : Ini sudah dilanjut! Smoga menyukainya~~

A/N: Terima kasih sudah membaca!~