Suprising Walk
By D2L
Rate T
Genre: Crime/ Mystery
Sumarry: Terlalu banyak misteri yang ditutupi dari kami. Mulai dari kenapa kami semua dipaksa oleh orang tua kami untuk sekolah di sekolah itu. Terlalu banyak kejadian yang mengejutkan. Mulai dari kami dititipi sebuah aset yang sangat penting oleh orang-orang dari pemerintahan. Terlalu berbahaya. Mulai dari diri kami yang harus diincar oleh mafia-mafia yang menginginkan aset-aset itu. Itulah kehidupan mengejutkan kami.
Chapter 2(A): Rectification
.
Happy Reading
.
Aset. Kata itu secara tidak sengaja keluar dari mulut mereka berdua, tapi sepertinya kedua orang itu, Sungmin dan juga Kyuhyun sama sekali tidak berminat untuk membicarakan hal itu untuk kedua kalinya lagi. Apalagi di depan teman-teman mereka yang sama sekali belum memiliki mindset dan mental seperti yang dimiliki oleh mereka.
"Kalau kalian memang ingin tahu apa aset yang kami bicarakan, sebelum itu, kalian harus mempersiapkan diri dulu untuk bisa mengalahkan kami berdua untuk membuka mulut kami menceritakan tentang aset itu," ucap Sungmin dengan nada angkuh.
"Kenapa kau tidak mau memberitahu kami? Apa kalian sengaja supaya hanya kalian yang bisa selamat dan kami mati? Kalian sengaja, kan?" hina salah seorang dari siswa-siswa yang berkumpul itu.
"Apa aku tidak salah dengar? Yang kami lakukan justru sebaliknya, makanya kalian harus mengucapkan rasa terima kasih yang besar pada kami. Kalian belum memiliki mental yang kuat untuk mengetahui wujud asli aset itu sebenarnya. Melihat kami saling bertarung dan membunuh saja beberapa dari kalian sudah pingsan. Apalagi mendengar tentang aset itu? Kalian jangan bercanda. Yang ada kalian malah langsung membunuh diri kalian sendiri," ucap Sungmin dengan menghina kembali.
Wajah murid-murid lainnya langsung mengeras mendengar penghinaan dari Sungmin.
Sedari tadi Kyuhyun sama sekali tidak berminat untuk ikut dalam adu mulut yang tidak berguna ini, tapi dia juga tidak ingin terlibat terlalu lama. Dia langsung saja meninggalkan tempat itu. Tidak peduli dengan Sungmin yang tampaknya masih betah saja untuk melayani kumpulan anak-anak yang masih amatir itu.
Kyuhyun berjalan melewati begitu saja para murid lainnya yang tampak tertarik dengan kerumunan tempat Sungmin berada dan sepertinya ruang tengah lantai delapan ini sebentar lagi akan penuh dengan orang sedangkan ruangan lainnya akan menjadi kosong melompong, dan rupanya hal itu dimanfaatkan oleh Kyuhyun untuk pergi dari gedung devisi 1 yang terdiri dari empat sub devisi lagi yaitu A, B, C, dan D yang sebelumnya digunakan mereka untuk pelatihan sang pencari dan pengejar. Dia yakin ada gedung devisi lainnya yang menampung kelas lain yang seangkatan dengannya maupun yang berada di atasnya.
Kyuhyun berjalan ke arah lift yang terdekat darinya. Dia menekan tombol lift dengan acak seperti tidak berminat akan lantai berapa yang akan diinjakkinya karena memang dia tidak berkeinginan untuk menginjakkan kakinya di lantai devisi ini, dia sedang mencari jalan untuk menuju devisi lain.
Kyuhyun mengeluarkan pistol dari saku celana miliknya. Dia mengarahkan pistol itu ke arah atas lift tersebut dan menembaki pintu besi kecil yang ada di atas. Pintu besi kecil itu terlepas dari tempatnya setelah beberapa kali tembakan. Kyuhyun memasukkan kembali pistol miliknya ke dalam saku celananya dan lalu dengan segera dia melompat tinggi dengan kedua kakinya. Kedua tangannya langsung menangkap pinggir dari lubang berbentuk kotak itu yang tadinya tertutupi oleh pintu besi kecil tersebut.
Kini Kyuhyun mengangkat dirinya dan tiba di bagian atas lift tersebut dan dia bisa melihat jalur lorong yang selama ini selalu dilalui lift itu. Kyuhyun melompatkan dirinya ke arah kanan dari lorong lift itu dan tangannya memegang erat pada sebatang besi yang menonjol keluar dibandingkan yang lainnya. kini kakinya melayang di udara ketika lift miliknya terus turun ke arah bawah dan meninggalkannya yang menggelantung di udara.
Kyuhyun melirik ke arah kirinya dan juga bagian atas. Matanya tertuju pada dinding besi lorong lift ini yang salah satunya berlubang membentuk seperti sebuah terowongan ke arah entah kemana yang terletak agak jauh di atas tempat dirinya bergelantungan sekarang.
Kyuhyun menggelantung dengan satu tangan kanannya sedangkan tangan kirinya bergerak pada sabuk yang dikenakannya. Ditekannya salah satu tombol dan kemudian jangkat besi melesat keluar dari sana dan dengan tepat menuju ke mulut dari terowongan itu yang kemungkinan adalah saluran udara yang beruhubangan dengan lorong dari lift ini.
Kyuhyun melepaskan tangannya dan besi tuas yang ada di sabuk celanannya mualai bergerak untuk mendekkan jarak antara Kyuhyun dan juga saluran udara itu. Tak menunggu lama Kyuhyun sudah berada di depan mulut dari saluran udara itu. Sabuk miliknya kembali menjadi sabuk yang biasa. Kyuhyun kemudian mengeluarkan mesin navigasi dari balik jaket miliknya yang didapatkannya secara cuma-cuma sebelumnya untuk mencari keberadaan kotak hitam dalam pelatihan itu.
Dengan kemampuan miliknya, Kyuhyun dengan mudah merubah kegunan dari mesin navigasi itu. Dia merubahnya untuk mengetahui secara penuh letak-letak dari gedung-gedung yang dibagun di bawah tanah ini, dan betapa kagetnya Kyuhyun ketika mengetahui peta tersebut. gedung yang dibagun dibawah tanah ini bahkan lebih besar dan luas dari gedung sekolahnya yang ada di atas permukaan tanah. Ada titik merah di layar digitas mesin navigas itu yang menunjukkan letaknya berada sekarang sedangkan peta itu juga dilengkapi dengan berbagai keterangan misalnya di bangunan devisi berapa dan sub devisi berapa Kyuhyun berada dan juga bagunan letak devisi lainnya.
Kyuhyun menyeringai ketika ternyata tidak salah dirinya ke sini. Saluran udara ini benar-benar dekat dengan gedung devisi lainnya. Besi yang menghalangi saluran udara ini, hanya dengan menerobos dindingnya saja, dia sudah bisa langsung berpindah ke gedung devisi lainnya. Total devisi yang ada adalah lima devisi dan devisi yang bertepatan berada di samping dengan dirinya sekarang adalah devisi yang terakhir yaitu devisi yang ke lima.
Kyuhyun sudah tidak terlalu membutuhkan lagi mesin navigas miliknya. Dia kembalik memasukkannya ke dalam balik jaketnya dan beralih untuk mengambil pena laser dari segera mengarahkan pena laser itu ke arah dinidng yang ada di samping kirinya. Dia segera menekan tombol merah yang ada di pena laser itu dan kemudian laser keluar dari ujung pena itu. Kyuhyun memutarkan penanya untuk membuat laser itu melelehkan dinding itu berbentuk sebuah lingkaran. Ketika sudah selesai, Kyuhyun memasukkan pena laser itu kembali ke balik jaket yang dikenakannya.
Kaki kanan Kyuhyun dengan keras menendang ke arah lingkaran itu berbentuk dan kemudian dinding itu roboh seketika dan terjatuh ke arah lantai yang berada di kawasan gedung devisi ke lima.
Lingkaran itu sudah dibuat Kyuhyun dengan penuh perhitungan. Jadi tentu saja lingkaran itu muat untuk tubuhnya dan kemudian Kyuhyun melarikan diri menuju gedung devisi lain melalui lubang yang baru saja dibuatnya di dalam saluran udara yang terdapat di dinding dari lorong lift.
Dengan kedua kakinya Kyuhyun mendarat dengan sempurna, tapi siapa kira ternyata dia mendarat di sebuah ruang pelatihan yang fasilitasnya jauh lebih bagus dan tinggi dari pada yang ada di devisi miliknya dan juga mesin tembak otomatis yang ada di ruang pelatihan ini sedang menyala dan itu artinya ada seseorang selain dirinya di sini.
"Kupikir hari ini hanya aku saja yang akan menggunakan ruang pelatihan ini," ucap orang itu menatap Kyuhyun. Dia kemudian memencet sebuah remote dan mesin penembak otomatis itu berhenti beroperasi, tapi laki-laki itu sama sekali tidak memasukkan kedua pistol yang dipegangnya sedari tadi.
"Kau siapa? Aku tidak pernah melihatmu. Kau penyusup yang sedang ramai dibicarakan itu, ya?" tanya laki-laki itu dengan nada sinis. Tanpa segan dia langsung menembak ke arah Kyuhyun. Untungnya Kyuhyun juga adalah orang yang terlatih sehingga refleks untuk menghindari peluru itu sangat bagus.
Kyuhyun meneguk ludahnya. Dia sudah sering mendapati orang dengan tipe seperti laki-laki ini, tapi entah kenapa ada aura yang dikeluarkan orang itu yang terkesan lebih berbahaya dari semua anggota FBI yang pernah ditemuinya dan juga mafia-mafia yang pernah dilawannya. Kyuhyun tidak mengenal orang itu, tapi dia juga tidak berkeinginan untuk mengetahui siapa orang itu dan juga mengungkap identitasnya. Bisa gawat jika orang itu melaporkan dirinya pada Heechul.
"Kau mafia licik yang dikirim untuk membunuh kami dan mengambli aset-aset itu dari tangan kami?" tanya orang itu sekali lagi.
Kali ini laki-laki berambut hitam jabrik itu menyerang Kyuhyun bukan dengan kedua pistol yang ada di tangannya, melainkan dengan senjata tembak otomatis yang ada di ruangan ini. Kyuhyun langsung siap dengan kedua pistol di tangannya juga. Dia membalas menembak peluru yang terlontarkan ke arahnya dan membuat peluru yang datang itu meleset dengan saling membuatnya bertabrakan dengan peluru yang ditembakkan dari pistol miliknya.
Kyuhyun cukup dirugikan karena dia sama sekali tidak membawa persediaan peluru yang banyak sedangkan mesin peluru otomatis itu tentu saja mempunyai peluru yang sangat banyak untuk terus menyerang. Tidak menunggu lama kedua pistol miliknya sudah kosong akan peluru.
Tak disangka ketika mengetahui bahwa peluru milik Kyuhyun habis, laki-laki itu malah menghentikan mesin penembak otomatis yang ada di ruangan ini. Selain itu laki-laki itu juga melemparkan remote itu dengan sembarangan dan kemudian dia mengambil dua pistol yang sedari tadi terdiam di saku celananya. Sepertinya kali ini laki-laki itu ingin berlawanan langsung dengan Kyuhyun.
"Aku bukan orang yang seperti yang kau katakan tadi," ucap Kyuhyun.
"Mana ada penjahat yang mau mengungkap jati dirinya? Kau pikir aku orang yang bisa dengan gampang kau bohongi?" tanya laki-laki itu dengan nada sinis.
Kyuhyun diam dan laki-laki kembali berbicara. "Kalau kau memang bukan kriminal itu, lalu kau siapa? Kenapa kau bisa ada di sini dengan cara ilegal seperti itu?"
Kyuhyun sepertinya terlalu lama berpikir untuk menjawab pertanyaan laki-laki itu. Laki-laki itu langsung bergerak untuk menyerang Kyuhyun terlebih dahulu. Dia sudah tidak tahan dengan basa-basi yang tidak berguna ini.
Mereka terus saling menyerang dengan tangan kosong. Yang satunya menendang dan satunya menghindari dengan gesit. Satunya mulai memukul dan yang satunya meloncat tinggi untuk menghindari pukulan tersebut.
Laki-laki berambut jabrik hitam itu dan Kyuhyun bisa dibilang kini sudah kehabisan napas dan tenaga mereka. Keduanya cukup tangguh dan sederajat dalam hal bela diri seperti ini.
Sepertinya laki-laki berambut jabrik hitam itu kali ini mulai melakukan hal yang licik. Di balik jaketnya tersembunyi bom asap kecil dan dua pistol yang masih terisi penuh. Dijatuhkannya bom itu dari jaketnya dan kemudian asap putih itu dengan cepat menyebar. Kyuhyun terkaget dan dia menjadi tidak bisa konsen akan gerakan kaki yang dihasilkan oleh laki-laki itu.
Kyuhyun lemah, tapi dia masih tetap bersiaga. Ketika sebuah peluru meleset ke arahnya. dalam beberapa sentimeter saja Kyuhyun langsung menyadarinya dan membengkokkan badannya ke arah belakang untuk menghindari peluru yang meleset beberapa senti di atas dari perut miliknya. Tapi Kyuhyun sama sekali tidak mengantipasi serangan lainnya.
Laki-laki itu melesi tanpa suara ke balakang Kyuhyun dan kemudian melayangkan sebuah tendangan yang sangat keras. Kyuhyun tanpa sempat menahan tendangan itu dan langsung terlempar jauh menghantam dinidng dengan keras.
Tapi kemudian tanpa sengaja sebatang emas yang didapatkannya dari pelatihan yang pertama terlempar jauh ke lantai dari balik jaket miliknya. Ketika melihat batang emas itu, laki-laki berambut jabrik hitam itu langsung menurunkan kedua senjatanya dan terkesan kaget. Dia berjalan untuk memungut batang emas itu sedangkan Kyuhyun kini sedang meringis karena tubuhnya semua terasa sakit setelah menghantam tembok dengan sangat keras.
Laki-laki berambut jabrik hitam itu tampak melihat dengan detail batang emas yang terlihat biasa itu. Seakan masih belum yakin dengan presepsi akan batang emas itu, dia kembali meletakkan batang emas itu di lantai yang diambilnya. Dia mengutak-atik jamnya dan kemudian dia mengarahkannya ke arah batang emas itu. Sinar berwarna biru keluar dari jam tangannya dan tampak mengscan permukaan batang emas itu.
Laki-laki itu menunjukkan raut wajah yang sulit untuk diekspresikan, tapi kemudian dia yakin batang emas itu asli digunakan oleh anak-anak yang mengalami pelatihan baik itu mulai dari angkatan pertama, kedua dan ketiga.
"Cho Kyuhyun. Aku yakin seharusnya kau bukan berada id devisi ini sebagai anak pelatihan dari angkatan yang pertama." Kyuhyun terkaget setengah mati ketika laki-laki itu langsung tahu identitasnya hanya dengan mengscan batang emas yang di dapatnya dari pelatihan sebelumnya. Memangnya apa identitas asli dan tujuan batang emas itu diberikan padanya?
"Tenang saja. Aku tidak akan melaporkan penyusupanmu kembali. Aku akan pergi sekarang dan kau juga sebaiknya begitu. Apa kau tidak tahu kalau kehilanganmu yang lama di devisamu akan menimbulkan kecurigaan dan membuat mentormu marah?" Dan kemudian setelah berkata demikian, laki-laki itu pergi secara sepihak dari ruang pelatihan itu meninggalkan Kyuhyun seorang diri dengan rasa sakit pada sekujur tubuhnya yang terasa seperti remuk.
"Hari yang menyebalkan. Sungguh hari yang menyebalkan," gerutu Kyuhyun.
.
.
.
Tanpa terduga, kini laki-laki itu Yesung mengeluarkan sebuah kristal swarosvki dari berankas hitam itu yang dimana ukurannya tidak terlalu besar dan juga keci, tapi yang pasti lebih besar dari biji kelerang yang berukuran besar. Kristal Swarosvki yang berwarna merah menyala dengan tipe Padparadscha.
"Aku penasaran sekali dengan aset yang kau milik. Kira-kira siapa dari kita yang memiliki aset yang asli, ya? Aku penasaran sekali dan mudah-mudahan saja benar-benar orang yang bermutu untuk menjaganya dari para kriminal-kriminal itu," ucap laki-laki itu, Kim Jongwoon dengan sebuah senyuman akh, sebuah seringai yang benar-benar akan membuat merinding melihatnya.
.
.
.
Kyuhyun mengerutkan keningnya. Sesuatu sekali Heechul sama sekali tidak sadar bahwa dia pergi hampir kurang lebih tiga jam. Atau mungkin Heechul sudah mengetahui kehilangannya itu, tapi tumben sekali laki-laki sadis itu tidak akan langsung memarahinya apalagi menganggapnya seperti tidak pernah terjadi. Bahkan kini Kyuhyun bisa melihat bahwa Heechul sedang dalam moodnya yang terbaik dari raut wajah yang ditujunkannya. Entah apapun itu, laki-laki sadis itu berubah menjadi seperti orang lain dan Kyuhyun berharap dia bisa mengorek sedikit informasi mengenai devisa lain dengan bertanya pada Heechul yang berkepribadian baik sekarang.
"Apa aku boleh tahu siapa-siapa saja yang ada diangkatan paling atas?" tanya Kyuhyun dengan nada yang penuh kehati-hatian. Dia terus mengamati perubahan pada mimik wajah Heechul agar bisa mencegah laki-laki itu marah dan kemudian melimpahkannya padanya.
Dengan tidak terduga heechul menjawabnya dan lagi-lagi dengan raut wajah ceria yang masih belum berubah."Oh, mereka dilatih oleh Jordan dan kau tahu, ada yang berbakat sekali di sana. Code namenya Jeremy. Aku tidak tahu kenapa Jordan tidak ingin memberitahuku nama aslinya, tapi sepertinya mereka berdua, Jordan dan juga Jeremy tidak suka nama asli mereka disebarkan dan dipanggil oleh orang asing."
Mendengar penjelasan Kyuhyun benar-benar membuat Kyuhyun mengerutkan kening. Apa yang ditanyakannya seharusnya tidak boleh dibocorkan begitu saja kerena Kyuhyun tahu itu termasuk top secret karena setia devisi tidak diperkenankan untuk saling mengetahui kondisi masing-masing apalagi berhubungan satu sama lain, tapi Heechul sebagai pengawas di sini sudah melanggar aturan dengan memberitahukannya pada Kyuhyun.
Ini sebuah pelanggaran, tapi Kyuhyun tidak berpikir untuk berhenti terus mengorek informasi dari Heechul yang jarang sekali menjadi seorang yang pembocor rahasia.
"Bagaimana dengan angkatan kedua?" tanya Kyuhyun lagi.
"Kelas dua diajar oleh Matthew. Anak didik yang paling dibanggakannya Spencer, tapi kupikir dia pasti anak yang lembek tidak sehebat Jeremy dilihat dari pelatihnya yang juga payah," jawab Hechull seraya tertawa meremhekan.
"Kau tahu anak itu," ucap Heechul tiba-tiba seraya menunjuk ke arah seorang laki-laki yang berdiri tak jauh dari mereka berdua.
Kyuhyun mengerutkan keningnya."Memangnya kenapa dengan Donghae?"
"Aiden. Aiden Lee. Dia seharusnya berada di kelas dua dan mendapat peringkat platinum student dan bukan Spencer yang mendapatkannya," jelas Heechul.
"Heh?!" seru Kyuhyun kaget.
"Dia? Yang kau maksud beneran dia?" tiba-tiba suara lainnya ikut dengan seenaknya di dalam pembicaraan ini. Orang itu tak lain adalah Lee Sungmin.
"Dan Vincent, kau seharusnya jadi golden student di kelas tiga. Kenapa bisa kau malah terlempar ke kelas satu?" tanya Heechul tiba-tiba pada Sungmin yang juga tiba-tiba berada di sini tanpa sebab.
"Aku tidak mau kecurigaan mafia itu terhadapku ada di sekolah ini terungkap, jadi aku memalsukan umurku. Setidaknya ketika mereka mencoba untuk mencariku di kelas tiga mereka tidak akan menemukanku," jawab Sungmin.
"Tunggu, tadi kau bilang jika Sungmin ada di kelas tiga dia akan mendapat peringkat golden student. Kenapa bukan platinum?" tanya Kyuhyun dengan raut wajah kebingungan.
"Karena Jeremy yang terhebat. Aku bahkan tidak percaya saat melihat pelatihannya, dia seperti monster berdarah dingin jika sudah memegang senjata di tangannya," "Akh, dan aku bingung kenapa orang seperti itu tidak direkrut menjadi anggota FBI dan malah kau yang mendapatkannya. Itu aneh. Padahal kau jelas jauh di bawahnya. Jelas jauh dibawahnya," jelas Heechul.
"Apa cuma kelas kami saja yang mendapatkan pelatihan seperti ini dari semua kelas yang sama dengan angkatan kami?" tanya Sungmin.
"Ada dua kelas yang dipilih. Kelas milikmu, 10-G dan juga 10-B," jawab Heechul.
"Siapa yang terhebat di sana yang setidaknya memungkinkan untuk mendapatkan platinum student atau golden student?"kini Kyuhyun bertanya.
"Untuk saat ini belum ada. Perkembangan mereka lebih lambat dari kita," jawab Heechul.
"Apa kelas dua dan juga tiga sama seperti kami kelas satu yang terpilih dua kelas?" tanya Sungmin.
"Tidak. Kelas dua dan juga tiga hanya dipilih satu kelas. Dan itupun merupakan penggabungan dari kelas satu yang terhebat yang kemudian akan menjadi murid didik kelas dua, dan lalu dari kelas dua yang terbaik yang akan masuk ke kelas tiga," jawab Heechul.
"Aku tebak, kelas tiga itu pasti kurang dari 20 orang," ucap Kyuhyun.
"Kau benar karena sistem seleksi itu. Hanya yang terbaik saja yang masih bertahan sampai ke kelas khusus ini di kelas tiga," ucap Heechul menyetujui.
"Akh, kelas satu yang lainnya siapa yang membina mereka?" tanya Sungmin, tapi Heechul tidak menjawab. Dia sepertinya akhirnya sadar suadh terlalu banyak membocorkan informasi yang seharusnya tidak boleh diberitahukan pada anak-anak pelatihan yang ada di sini.
Heechul tanpa menjawab pertanyaan Sungmin pergi begitu saja meninggalkan Sungmin yang kebingungan. Sedangkan Kyuhyun tidak terlalu memperdulikannya. Kini dia sibuk dengan pikirannya sendiri.
'Jadi orang itu yang bernama Jeremy? Aku harus berhati-hati dengannya. Sepertinya dia memang sebuas yang kemarin. Bahkan mentor sinting ini mengakui bakatnya. Tapi apa dia akan memberitahu mentornya bahwa aku pernah menyusup ke gedung devisi miliknya, ya? Aku harap tidak. Jika ya, maka aku dalam maslaah yang sangat besar. Aku tidak bisa membayangkan hukuman apa yang akan diberikan padaku oleh mentor sinting ini,' batin Kyuhyun miris.
TBC
Balasan review :
coi leo goo : Maaf tidak bisa update cepat. Ini benar-benar update terlambat. Tapi semoga chingu masih bersedia dan menikmati chpt ini TTwTT
Mirukia : Tepatnya hampir semua karakter yang ada di sini mempunyai sesuatu yang rahasia yang hanya diketahui oleh diri mereka sendiri memang. Ada beberapa yang tahu dan orang itu adalah orang-orang yang juga punya aset yang penasaran dengan wujud aset lainnya yang dimiliki orang lain selain mereka. Ini sudah dilanjut. maaf sekali terlambat update TT^TT
melsparkyu : KyuMIn memang ditakdirkan untuk bersatu wkwk… *plakk* Hanya kebetulan saja bisa mendeskripisikannya. kadang-kadang saya juga kesulitan untuk mendeskripsikan bagian actionnya. rasanya masih beda jauh dan kurang keren dibandingkan novel dan film action aslinya huhu…
Quemala Maknae Line's : Aset adalah barang-barang mewah yang diberikan pada siswa-siswa terpilih untuk sebuah alasan dan dari semua aset yang ada hanya ada satu yang asli dan itulah yang dikejar oleh beberapa kelompok mafia :3 Makasih buat semangatnya TTwTT ini sudah dilanjut. Semoga cukup memuaskan.
ehm : Makasih sudah suka sama ficku. Smoga yang kali ini cukup menghibur :3
futari chan : untuk beberapa saat kedepan mereka akan menjadi kawan hehe… ini sudah dilanjut. Maaf update lama. Smoga ini cukup memuaskan TtuTT
pandagame : Maaf pendeskirpsiannya terlalu rumit dan berbelit2 TT-TT. Untuk beberapa waktu kedepan mereka jadi teman. maaf tidak bisa update asap. Tapi semoga ini masih chingu tunggu
Bunny Kyunnie : Iya. Untuk kali ini dan beberapa waktu kedepan mereka akan jadi teman, tapi entahlah untuk selebihnya nanti hehe… Maaf tidak bisa update cepat TT_TT. Smoga ini masih bisa menghibur
A/N : terima kasih bagi yang sudah membaca terutama yang sudah mereview! Sy benar-benar senang dan tanpa kalian fic ini tdk akan bisa ttp lanjut. Smoga fic ini cukup. Akan diusahakan jauh lebih cepat utk chpt depan dan juga lebih entertaiment hehe… sampai jumpa di chpt depan *muah*
