Suprising Walk

By D2L

Rate T

Genre: Crime/ Mystery

Sumarry: Terlalu banyak misteri yang ditutupi dari kami. Mulai dari kenapa kami semua dipaksa oleh orang tua kami untuk sekolah di sekolah itu. Terlalu banyak kejadian yang mengejutkan. Mulai dari kami dititipi sebuah aset yang sangat penting oleh orang-orang dari pemerintahan. Terlalu berbahaya. Mulai dari diri kami yang harus diincar oleh mafia-mafia yang menginginkan aset-aset itu. Itulah kehidupan mengejutkan kami.

Chapter 2(B): Rectification

.

Happy Reading

.

Bertatap muka secara langsung dengan orang itu lagi benar-benar membuat Sungmin tidak suka dan harus waspada setinggi mungkin. Orang itu tidak pernah bisa ditebak. Sungmin tidak pernah bisa menebak tindakan laki-laki itu yang terkesan sedikit esentrik, gila dan juga berbahaya. Yang paling penting, Sungmin tidak pernah bisa menebak apa yang dipikirkan oleh laki-laki yang paling diakui oleh semua mentor-mentor yang berasal dari militer dengan pangkat yang terhebat. Siapa lagi jika bukan Kim Jongwoon? Atau lebih dikenal dengan Jeremy atau Yesung.

Kini kedua orang itu tampak untuk melakukan sebuah pertemuan rahasia yang entah berada di gedung devisi berapa. Ruangan tempat mereka berada sekarang hanyalah terdiri dari dinding besi yang berkart dan penerangan yang sangat remang. Keduanya hampir tidak bisa melihat wajah masing-masing lawan bicara.

"Lama tidak bertemu Sungmin. Aku pikir aku tidak akan bertemu denganmu lagi disaat kau memutuskan untuk pindah devisi," ucap Yesung memulai pembicaraan.

"Lama tidak bertemu juga dan aku pikir kau sudah bertemu secara langsung dengannya," balas Sungmin.

"Siapa yang kau maksud?" tanya Yesung berpura-pura tidak tahu akan pernyataan Sungmin.

"Kau pasti mengerti benar apa yang kumaksud. Anak itu. Anak yang kita awasi selama ini dan baru saja bertemu denganmu secara tidak langsung kemarin," ucap Sungmin.

"Oh, yang kau maksud itu Cho Kyuhyun itu? Sekarang aku mengerti jalan pembicaran kita,' ucap Yesung dengan nada ceria. Entah apa maksudnya.

Walaupun Yesung kelihatan seperti orang yang sangat senang, Sungmin tidak yakin itu yang dirasakan laki-laki itu di dalamnya. Laki-laki esentrik itu terlalu pandai untuk menutupi semuanya.

Sungmin merasa kaku. Sampai-sampai mulutnya tidak tahu harus berkata apapun lagi dan Sungmin tersentak ketika mendapati perubahan mimik wajah Yesung yang drastis. Tiba-tiba saja wajah datar dan serius menghiasi wajah itu.

"Kau sengaja mengalah darinya, kan? Aku tahu bahwa anak itu bahkan lebih lemah darimu. Tapi kenapa kau mengalah? Kau bahkan menunjukkan sifat yang bukan dirimu. Orang emosional yang marah dan berniat membunuh karena iri akan kedudukan anak itu sebagai FBI? Kau berakting dengan sangat pandai seperti biasanya, ya?" tanya Yesung tiba-tiba.

"Kau tahu benar kenapa aku melakukannya," ungkap Sungmin dengan penuh kehati-hatian.

"Kau benar. Kau benar. Dan aku setuju 100% dengan tindakanmu. Kuharap kau terus melanjutkan akting itu, sampai kita mendapat perintah yang selanjutnya. kau mengerti?" ucap Yesung lagi-lagi dengan senyuman aneh.

"Tentu saja aku mengerti," balas Sungmin.

Yesung menepuk kedua tangannya. "Baiklah. Waktu bertemu kita sudah habis. Aku harap ketika kita bertemu lagi kau memberikan informasi yang memuaskan kembali," ucap Yesung.

"Berharap saja karena aku tidak janji, Jeremy," ucap Sungmin sedikit berani.

"Oh, kau benar. Tapi jangan mencoba berpikir untuk berkhianat atau kau akan tahu akibatnya, Vincent. Aku tidak akan segan-segan untuk membunuhmu," ucap Yesung dengan sebuah senyuman manis yang berbahaya.

Sungmin menelan ludahnya. Kali ini reaksi Sungmin hanyalah sebuah anggukan singkat.

"Ingatlah. Waktu kita sudah sangat singkat. Jadi tolong jangan meninggalkan satupun jejak dan jangan pernah melakukan satu kesalahanpun dari periode yang terakhir ini," peringat Yesung dengan nada berbahaya dan kemudian dia meninggalkan Sungmin yang masih berdiri dengan kaku di dalam ruangan itu.

Ya. Kali ini tidak ada satupun lecet dan kecerobohan yang boleh mengerogoti dirinya atau jika tidak nyawanya menjadi taruhannya.

.

.

.

Sungguh. Yang menjadi aneh akhir-akhir ini bukan hanya Heechul saja setelah insiden pembocoran informasi yang entah kenapa Heechul dengan cerobohnya memberitahukannya pada dirinya, tapi kali ini Kyuhyun bisa melihat ada yang aneh juga dengan Sungmin. Sebenarnya Sungmin terlihat normal saja, tapi ada yang membuatnya berpikir ada yang sedikit ganjal di dalam diri Sungmin itu, seperti ada-

Kyuhyun tersentak dan berhenti melamun ketika seseorang dengan keras menepuk bahu miliknya. "Kyuhyun!" seru orang itu dengan nada manis yang dibuat-buat dan langsung membuat Kyuhyun merinding dan menpis dengan kasar tangan orang itu.

Kini Kyuhyun berbalik dan menatap laki-laki itu dengan tatapan sinis. "Apa maumu, hah?"

"Kau sinis sekali. Tidak seperti biasanya," ucap Donghae dengan wajah kecewa yang kentara sekali dibuat-buat.

"Oh, tentu saja aku akan berlaku seperti itu pada orang yang membodohiku dengan mudah dengan wajah innocentnya," ucap Kyuhyun sinis.

Donghae tersenyum penuh arti. "Oh, jadi ternyata kau sudah tahu, ya? Kadang kedok seperti itu dibutuhkan agar aku terlihat tidak berbahaya dan diincari oleh mafia-mafia itulah. Aku akan disangka orang bodoh dan sangat lemah dan dianggap tidak memiliki salah satu aset itu."

"Ck, kau benar-benar orang yang pengecut," hina Kyuhyun.

"Oh, memang. Tapi lebih tepatnya aku orang egois yang hanya ingin nyawa ini selamat," balas Donghae tenang.

Kyuhyun mendecak kesal mendengar penuturan Donghae.

"Kau terlihat tidak seperti biasa," ucap Donghae mengalihkan pembicaraan.

"Apa maksudmu?" ucap Kyuhyun sinis.

"Kau seperti berada di moodmu yang terjelek. Tiba-tiba saja marah-marah dan meledak-ledak padahal sebelumnya kau orang yang tenang dan selalu memprosesnya dengan pikiran yang dingin," ucap Donghae.

Kyuhyun menarik napas panjang sebentar. Emosinya sudah mulai terkontrol dengan paksaan darinya setelah sadar akan hal tersebut. "Kau benar. Aku tidak seperti yang biasanya. Sepertinya aku menjadi aneh seperti kedua orang lainnya."

"Yang kau maksud Heechul dan juga Sungmin? Ya. Aku juga bisa merasakannya," balas Donghae.

Keduanya kini menatap kearah salah satu orang yang mereka bicarakan yang ada di tempat kejadian yang tidak jauh dari mereka. Sungmin kini berada di salah satu ruang pelatihan pribadi, dirinya sedang berlatih menembak dengan robot canggih yang menjadi lawannya, sedangkan Donghae dan Kyuhyun sedang berada di ruang puluhan ruang pelatihan pribadi untuk beristirahat sejenak.

Sungmin sedikit kesal karena kini pelurunya sudah habis dari kedua pistol yang dipegangnya sedangkan robot yang ada di depannya ini benar-benar kelihatan belum lecet dan rusak sama sekali. Sungmin membuang kedua pistolnya begitu saja ke lantai dan kini dia memasang kuda-kuda dan menatap dengan intens robot yang ada di depannya. Sepertinya Sungmin berniat untuk melawan robot itu dengan seni bela diri yang sudah dipelajarinya.

Sungmin menutup kedua matanya sejenak dan menarik napas dengan cepat. Kedua matanya kembali terbuka lagi dan dengan gerakan yang sangat cepat dia berlari dan langsung tiba-tiba sudah berada di belakang dari robot itu. Menendangnya dengan tenaga sangat kuat dan kemudian dia memukulnya dengan bergantian dengan kedua tangannya dengan tenaga dalam yang kuat. Semua teknik bela diri yang pernah dipelajarinya kini dikeluarkannya semua untuk melawan robot itu tanpa senjata.

Hanya dengan tangan kosong saja dia hampir bisa merusak tubuh robot yang sangat kuat itu dan hampir saja dia kelewat batas. Tapi kemudian dia sadara akan sesuatu. Ketika robot yang sudah rusak setengah itu melayangkan sebuah pukulan terpatah-patah yang jelas-jelas dapat dihindari dengan mudah tapi malah pukulan itu yang justru mengenai Sungmin dan membuat Sungmin terlempar cukup jauh dan menghantam lantai dengan cukup keras.

'Kau harus tahu kedudukanmu sekarang, Sungmin,' peringatnya pada dirinya sendiri. Dia seperti lebih takut akan sesuatu daripada merasakan sekujur tubuhnya yang sakit.

'Dia mengawasimu. Tidak. Mereka mengawasimu dan kau jangan sampai salah langkah lagi,' batinnya lagi.

Kyuhyun yang sedari tadi yang memperhatikan tampaknya tidak percaya akan apa yang dilihatnya. Jelas-jelas Sungmin hampir bisa merusakkan robot kokoh itu yang artinya Sungmin sama sekali tidak lemah, tapi dalam perkelahian mereka yang sebelumnya, laki-laki masni itu jauh tampak lebih lemah dari yang dilihatnya sekarang dan lagi Kyuhyun tahu benar Sungmin bisa merusak robot itu segera mungkin dengan belanya yang mencengangkan tapi ada yang membuatnya sengaja menerima serangan itu.

'Dia sengaja melakukannya! Padahal jelas-jelas dia bisa menghindarinya dengan mudah! Tapi kenapa?' batin Kyuhyun.

Kyuhyun bisa melihat beberapa orang yang masuk ke dalam ruang pelatihan milik Sungmin. Bawahan para mentor-mentor yang akan muncul ketika para siswa terluka dan memerlukan bantuan medis. Kini Kyuhyun bisa melihat bawahan-bawahan yang berpakian serba hitam itu dan juga memakai masker full satu wajah tampak membawa Sungmin dengan sebuah tandu.

Kedua bawahan itu perlahan membawa Sungmin keluar dari ruang pelatihan itu dan membawanya untuk dirawat di ruang medis yang tidak seorangpun tahu bahkan para siswa yang sudah pernah dirawat di sana.

Kyuhyun mengerutkan keningnya saat secara tidak sengaja dia bertatapan muka dengan bawahan itu dan Kyuhyun bisa melihat sedikit wajah yang tertampang dibalik masker yang sebgaian transparan itu dan betapa kagetnya ketika dia melihat itu adalah wajah Jeremy, anak didik yang paling diagung-agungkan.

'Kenapa dia ada di sini? Jelas-jelas dia bukan anak devisi ini dan sebagai para medis devisi ini?' Sungguh. Kini Kyuhyun benar-benar dibuat bingung dan memikirkan banyak pertanyaan lainnya.

Kyuhyun kembali mengamati pengawas yang satunya dan betapa kagetnya dia kembali mendapati wajah yang sama sekali tidak asing baginya. Spencer. Rambut pirang yang sedikit kelihatan dari masker itu membuat Kyuhyun yakin benar bahwa itu sungguh adalah Spencer.

Astaga. Mereka berdua benar-benar bukan dari devisi ini dan bukan berasal dari devisi yang sama tapi kenapa bisa berada di sini dan lagi berdua?

Apapun itu mereka semua jelas-jelas memiliki hubungan satu sama lain. Entah itu hubungan apa yang sudah terjalin sebelum keempatnya masuk sekolah ini atau baru terjalin beberapa waktu ini dengan entah cara apa.

Kyuhyun yakin kedua orang itu sudah tahu bahwa identitas mereka sudah diketahui oleh dirinya. Kyuhyun bisa melihat seringai yang diukir oleh bibir Jeremy sebelum mereka benar-benar pergi dari sana dan Kyuhyun tidak akan membiarkan mereka pergi tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi di sini.

Tanpa mempedulikan Donghae atau sekedar pamit, kyuhyun langsung berlari ke arah jalan ketiga orang itu tadi lewati. Kini dengan berhati-hati Kyuhyun mengikuti mereka dari belakang.

"Dia mengikuti kita. Apa tidak masalah?" tanay Eunhyuk.

"Tidak masalah. Mungkin akan lebih menarik lagi," ucap Yesung.

Kyuhyun tertinggal beberapa langkah dari mereka dan tahu-tahu ketiga orang itu sudah hilang dari pandangannya. Dirinya berjalan menuju tempat terakhir kali dia melihat ketiga orang itu dan dia mendapati ada sebuah pintu baja yang ganjal yang berbentuk lingkaran. Design pintu baja itu miirp dengan pintu pada brankas besar di bank.

Dengan bodohnya Kyuhyun meraba-raba pintu itu. Mau diapalagi? Kyuhyun sama sekali tidak menemukan sebuah mesin pembuka pintu baja bodoh ini dan karena tindakannya yang bodoh juga secara tidak sengaja dia menekan sebuah tombol tersembunyi yang ada di pintu baja itu. Tombol itu parahnya bukan mengaktifkan pembukaan pintu baja itu, tapi malah mengaktifkan perangkap yang ada.

Sebuah pintu yang berada di atasnya terbuka membentuk sebuah lubang persegi yang besar dan dari lubang itu tiba-tiba saja muncul kurungan besi yang mengurungnya dan tertancap dengan keras pada lantai yang ditapakainya agar Kyuhyun sama sekali tidak bisa menggeser kurungan itu dan melarikan diriny. Kejadian yang lebih parahnya lagi, lantai tempat dia berdiri tiba-tiba saja membentuk sebuah pintu lainnya, lubang yang berbentuk persegi yang sama besarnya dengan kurungan itu.

Dan yang Kyuhyun lakukan hanya bisa berteriak sekeras-keras mungkin seperti orang gila saat dirinya terjun bebas bersama dengan kurungan besi itu.

.

.

.

Kyuhyun akhirnya tersadar. Insiden beberapa waktu lalu cukup membuatnya syok dengan tidak elit lalu pingsan di dalam kurungan besi itu dan ketika Kyuhyun membuka matanya, dia sadar bahwa dia sudah tidak ada lagi di kurungan besi itu, malah sekarang dia sedang duduk di sebuah kursi dengan badannya yang terikat. Kyuhyun sama sekali tidak bisa lepas karena ikatan tu merupakan pengekang yang terbuat dari besi. Dia bergerak sedikit saja mungkit kulitnya akan tergores besi itu dan terluka.

"Halo, Tuan penguntit," ucap Yesung dengan senyuman dan melambai-lambaikan tangan kanannya ke arah Kyuhyun.

"Apa yang mau kau lakukan terhadapku?" tanya Kyuhyun sinis.

"Tidak ada. Hanya sedang mengerjai seorang penyusup sepertimu, mungkin?"

Kyuhyun langsung mendecak kesal.

"Kalian itu sebenarnya siapa?"

Yesung tersenyum penuh arti mendengar perkataan Kyuhyun. "Kami sama sepertimu. Anak didik sekolah ini yang dilatih untuk memiliki ketangguhan di dalam dunia kriminal."

"Tapi kalian jelas-jelas seperti menyembunyikan sesuatu. Bahkan kalian menyembunyikan bahwa kalian saling mengenal satu sama lain dan bisa pergi dari devisi masing-masing dengan mudahnya," ucap Kyuhyun. "Aku tanya sekali lagi kalian?"

"Kami adalah orang-orang terpilih dari yang terpilih. Intinya kami yang terhebat dan sudah tidak perlu dilatih lagi. Para pengawas memberikan kami kebebasan untuk melakukan apapun yang kami kehendaki dan bahkan membentuk organisasi ini," jelas Sungmin yang tba-tiba muncul.

Kyuhyun mengerutkan keningnya. "Organisasi? Organisasi apa maksudmu?"

"Sebuah organisasi yang tentunya rahasia dan kau tidak boleh mengetahuinya. Kau bukan salah satu dari kami ingat?" ucap Yesung.

Sekali lagi Kyuhyun mendecak kesal.

"Lalu kalau kalian memang yang terhebat bahkan lebih hebat dariku, kenapa kau Lee Sungmin bisa dengan mudahnya kukalahkan? Itu yang kau sebut lebih hebat dariku? tanya Kyuhyun sinis.

"Satu-satunya alasan kenapa kami sering kali terlihat lebih lemah dari yang lainnya adalah supaya kami tidak menarik perhatian kriminal itu karena kriminal-kriminal itu percaya bahwa yang terkuatlah yang dititipi aset dan maaf saja kami memang menjadikanmu kambing hitam. Aku sengaja terlihat kalah darimu agar kau dilihat sebagai yang terkuat dan kaulah yang akan diincar. Aku akan bebas dari pandangan dan kejaran kriminal itu," ucap Sungmin seraya sedikit menyeringai.

"Jadi jangan merasa dirimu yang paling hebat. Banyak yang lebih darimu tapi mereka menutupinya. Ya karena mereka miliki alasan yang sama denganku. Tentu saja karena kami berada di bawah satu organisasi pengandali yang sama," lanjutnya lagi.

Kyuhyun sudah tahu akan hal itu, tapi dia berusaha untuk memasang wajah kaget.

"Sebetulnya aku ingin memulangkanmu sekarang, tapi ada yang ingin kubicarakan sebentar denganmu," ucap Yesung.

"Oh, memangnya apa, hah?" ucap Kyuhyun sinis.

"Soal aset dan kriminal yang mengejar kita."

Terasa sekali ada jeda setelah perkataan Yesung.

"Tentu saja barang-barang penting yang dititipkan para senat pada kita, kan? Kalau alasannya dititipkan pada kita aku sama sekali tidak tahu. Dan untuk para kriminal itu, mereka mengejarnya karena aset itu berharga mahal, kan?" jawab Kyuhyun.

"Akan kuberi kau nilai yang paling rendah atas jawabanmu akan pertanyaanku itu," ucap Yesung.

"Apa maksudmu? Itu memang kenyataan yang sebenarnya, kan? Kita dititipi barang-barang mewah. Aku tahu kau dititipi sebuah berlian yang harganya selangit. Lalu Sungmin dititipi-"

Yesung memotong perkataannya. "Apa kau pikir kriminal itu membahayakan nyawa mereka hanya untuk barang-barang mewah yang bisa dengan mudah mereka dapatkan di luar sana? Mereka bisa mendapatkan aset-aset itu tidak harus dari kita, kan? Kau yakin itu definisimu yang paling tepat akan aset yang dititipkan pada kita? Barang yang membuat kita harus mendapati pelatihan seperti ini, diasingkan di bawah tanah agar tidak bisa dijangkau dan diincar para mafia itu?"

Ucapan Yesung seakan mendesak akan sesuatu. Sesuatu yang tidak bisa dipikirkan Kyuhyun oleh otak jeniusnya sekarang.

"Kupikir kau sama dengan yang lainnya. kau masih terlalu dini untuk mengetahui wujud aset itu yang sebenarnya Kyuhyun. Aku hanya akan mengatakan satu hint padamu bahwa apa yang diberi tahu para senat itu padamu hanyalah sebuah kamuflase belaka. Apa yang kau ketahui itu adalah kebohongan dan kau sama saja dengan mereka yang pemula yang sama sekali tidak tahu dengan wujud aset itu yang sebenarnya."

.

.

.

Kini Kyuhyun dan Sungmin sudah berada di luar dari ruangan itu.

"Jadi kalian itu sebetulnya lebih berpengalaman dari apa yang kalian tunjukkan, ya?" tanya Kyuhyun.

"Ya semacam itu," balas Sungmin.

"Jadi kemampuannya, maksudku kemampuan Jeremy yang sekarang juga hanya pura-pura?"

"Tidak. Dia bukan tipe orang yang pengecut dan egois seperti kami. Dia lebih suka menantang dan mencari maut itu sendiri."

"kenapa?"

"Alasannya dia tidak menjadi FBI walaupun ditawari bahkan kerap kali dipaksa beberapa kali karena dia tipe orang yang benar-benar bebas. Dia tidak pernah terkekang dan dia akan melakukan apapun yang hanya disukainya. Dia bisa tiba-tiba menjadi orang yang sangat baik dan juga membela kebenaran, tapi ketika dia sudah bosan dengan semua itu, maka dia akan menjadi orang jahat yang benar-benar berbahaya dan kau tidak akan pernah mau dia menjadi dan berada di sisi hitam karena jika dia memang menjadi seperti itu, entahlah kekacauan apa yang akan dibuat dari otaknya yang jenius dan sedikit eror itu," jelas Sungmin dan kemudian kehenigan kembali lagi mencekam mereka.

Well, itu alasan yang tidak masuk akal atau masuk akal?

Dan pembicaraan ini benar-benar omong kosong untuk mengisi keheningan yang ada di antara mereka.

.

.

.

Mereka pikir mereka masing aman sampai sekarang, tapi mereka salah. Para mafia itu sudah mulai bergerak. Tepatnya mereka mulai mencari cara untuk menembus masuk ke dalam gedung bawah tanah itu. Saat ini mereka cukup terang-terangan untuk melakukan penyerangan. Di atas, tepatnya di gedung sekolah yang terlihat di permukaan, mereka melakukan serangan –serangan yang tidak terkendali dan juga sadis. Dengan mudahnya mereka membunuh para penjaga-penjaga yang disebar di atas.

"Apa ini penjagaan untuk aset itu? Kenapa lemah sekali? Apa kau yakin aset itu ada di sini?" tanya salah satu dari mafia itu dengan nada kesal.

"Aku yakin aset itu ada di sini. Apa kau meragukan kemampuanku, Andrew?" ucap mafia yang satunya dengan nada kesal.

"Aku hanya berusaha mendapatkan keyakinan, Bryan. Tidak perlu sampai kesal seperti itu, kan?" ucap Andrew.

"Ya, terserahlah. Kita harus segera membereskan semua ini dan beruaha mencapai ruang kepala sekolah. Mungkin saja kita bisa menemukan sela untuk menyusup ke gedung bawah tanah sekolah ini dan segera menemukan aset itu."

.

.

.

TBC

.

.

.

Balasan review :

kyufit0327 : Makasih! Ini sduah dilanjtut. Smoga menyukainya =D

Quemala Maknae Line's : Ya. Utk bbrp kategori Yesung yang paling kuat. Ya. Donghae seharusnya devisi 2 dan Sungmin seharusnya devisi 3. utk Heechul alasannya menunggu chpt depan. Couple utk saat ini tdk ada, mungkin akan byk skinship sepanjang chpt berlalu =)

futari chan : Terima kasih chingu! *hug* .menjadi lemah bukan selamanya memang lemah . Terkadang dibuthkan untuk sebuah kamuflasekan? Apalagi untuk mengecoh musuh-musuhmu :3

FiWonKyu0201 : makasih Yang mengangumkan bukan Cuma Kyu kok. yang lainnya juga . hanya tinggal tunggu giliran saja XD

melsparkyu : Ya. perlahan tokoh lainnya juga dapat giliran untuk beraksi hehe..di sini sudah diberi tahu kenapa dia tidak jd FBI. Alasan yang aneh. Well, soal aset masih menunggu utk chpt selanjutnya. XD

pandagame : Tidak semuanya memegang aset soalnya ada yang berperang jadi mafia * nunjuk dua orang di atas*Bukan ank thor kok karena mmg dia di sini pemeran utama :3 tapi yang lain ttp dapat porsi untuk muncul walau tidak sebanyak Kyu. Ada alasan besar kenapa Kyu terusloh yang disorot hehe…

blackautum24 : Makasih *hug* Iya. Jeremy itu Yesung. hehe.. mmg itu salah satu alasan sih dia jd yang terkuat. Kepribadiannya yang unik dan tampangnya berantakan cukup cocok untuk itu hehe.. ini sudah dilanjut. Smoga menyukainya =)

A/N: Terima kasih sudah membaca :3