Suprising Walk

By D2L

Rate T

Genre: Crime/ Mystery

Sumarry: Terlalu banyak misteri yang ditutupi dari kami. Mulai dari kenapa kami semua dipaksa oleh orang tua kami untuk sekolah di sekolah itu. Terlalu banyak kejadian yang mengejutkan. Mulai dari kami dititipi sebuah aset yang sangat penting oleh orang-orang dari pemerintahan. Terlalu berbahaya. Mulai dari diri kami yang harus diincar oleh mafia-mafia yang menginginkan aset-aset itu. Itulah kehidupan mengejutkan kami.

Chapter 2(C): Rectification

.

Happy Reading

.

Mereka datang tanpa terduga. Tentu saja. Mereka seorang profesional. Mereka melakukan semuanya sangat detil dan juga rapi. Tidak ada yang bisa membongkar identitas mereka apalagi menangkap mereka dan kini mereka datang untuk merebut suatu aset berharga yang bahkan bisa mempengaruhi seluruh dunia.

.

.

.

Kini semuanya berbeda di mata Kyuhyun. Atmosfer yang ada di sini sungguh berubah dan yang dilihatnya di depan ini bukanlah lagi sekumpulan anak-anak ingusan yang berteriak dan menagis ketakutan saat memegang senjata. Mereka menjadi lebih serius dan handal dalam menggunakan senjata api itu dan menurut Kyuhyun ini cukup ganjal.

Mereka memang sudah berada di sini kurang lebih sebulan, tapi bagi mereka yang belum pernah memegang senjata dan melihat secara dekat hal-hal seperti ini, kata singkatnya seorang pemula pastinya akan sangat susah untuk menguasai teknik senjata api itu dan juga terbiasa akannya.

Ada yang terjadi di belakangnya dan Kyuhyun tahu itu dan sekaligus dia juga tidak tahu apa yang tepatnya terjadi di luar penglihatannya. Tapi untuk saat ini Kyuhyun akan berpura-pura untuk tidak mengetahuinya dan melakukan hal yang biasa dilakukannya. Berusaha untuk terlihat tidak terpengaruh dengan suasana baru ini. Andai saja dia bisa.

"Kau merasa ada yang berubah, kan?" tanya Donghae. Orang itu suka sekali muncul tiba-tiba dari belakang Kyuhyun.

Kyuhyun kini membalikkan badannya dan menatap Donghae dengan tatapan sinis.

"Ya. Kenapa kau ada di sini? Memangnya kau akan menjelaskan apa yang sedang terjadi di sini?" ucap Kyuhyun sarkastik.

"Aku memang bisa menjelaskannya, tapi sayangnya aku dilarang keras untuk mengatakannya," ucap Donghae dengan senyuman penuh arti.

Baru saja Kyuhyun ingin membuka mulutnya untuk protes, Donghae tampak menyadarinya dan memotongnya dengan cepat. "Lucid Dream. Kau tahu, kan? Sebuah mimpi yang terlihat terlalu nyata dan bahkan ketika kau tertipu akan mimpi itu kau tidak akan memiliki kesempatan untuk bangun lagi ke dunia nyata."

Kyuhyun mengerutkan keningnya. "Ya aku tahu. Memangnya apa hubungannya dengan semua ini?"

"Lihat saja nanti. Tapi yang pasti kau harus berpikir baik-baik tentang mimpi itu karena itu akan sangat membantumu loh. Akan sangat membantu apa yang terjadi pada dirimu yang sama sekali tidak kau ketahui," ucap Donghae. "Yang berubah bukanlah sekitarmu, tapi kaulah yang tidak berubah sehingga menganggap sekitarmulah yang berubah."

"Aku berbaik hati padamu untuk memberitahukan hal yang dilarang loh," ucapnnya kembali sebelum meninggalkan Kyuhyun yang masih menerka-nerka apa maksud ucapannya.

Saat dirinya sudah jauh dari Kyuhyun dirinya mulai berbisik untuk dirinya sendiri."Lagipula simulasi ini memamg harus segera berhenti karena mafia itu bahkan sudah bergerak di atas kita."

Tanpa terduga setelah Donghae mengtakan hal seperti itu, tubuhnya perlahan menghilang seperti perbagian seperti sebuah hologram. Dirinya mulai menghilang dari kaki naik terus sampai keberadaannya sama sekali tidak ada lagi dan tidak bisa terdeteksi.

Dari tempat Donghae menghilang itu tiba-tiba muncul sesook yang lainnya lagi. Cara munculnya persis seperti cara menghilangnya Donghae. Yang muncul dari sana adalah Sungmin dengan wajah datar dan juga kedua pistol pada tangannya. Bukan hanya dirinya saja yang muncul dengan cara aneh dari sana, tapi juga Kim Heechul. Ya, Kim Heechul mentor dari devisi ini.

"Kupikir ini hari terakhir pelatihannya," ucap Sungmin.

"Kalau begitu dirinya harus diberikan pelatihan yang sesungguhnya."

.

.

.

"Jangan bergerak atau kau akan mati." Kyuhyun tersentak mendengar perkataan itu. Dia kenal suara siapa itu. Suara seorang Lee Sungmin.

Kyuhyun masih belum membuka matanya, tapi tangannya bergerak secara perlahan ke bawah bantal kepalanya untuk mengambil sebuah pistol yang disembunyikanya. Ketika dia sudah mendapatkannya dia langsung bergerak cepat untuk menyibak selimut miliknya sehingga menghantam Sungmin dan menutupi pandangan laki-laki itu. Kyuhyun bergerak secara perlahan turun dari tempat tidur miliknya seraya terus mengarahkan pistol miliknya ke arah Sungmin yang masih tertutupi oleh selimut miliknya.

Kyuhyun melihat ada pergerakan dibalik selimut itu. Kyuhyun menebak bahwa sebentar lagi Sungmin akan balas menembaknya walaupun masih ada di dalam selimut itu. Kyuhyun segera menarik pelatuk pistol miliknya tapi betapa kagetnya sama sekali tidak ada peluru yang ada di sana padahal Sungmin sudah mulai menembak ke arahnya.

Dengan cepat Kyuhyun segera menghindari kedua peluru yang tertembak ke arahnya dan setelah cukup beruntung tidak tertembak, Kyuhyun segera berlari ke arah pintu kamarnya. Segera dibukanya pintu itu dan berlari keluar dari kamarnya. Tapi sayangnya di luar ada seseorang yang menahannya. Sebuah gergaji otomatis dipegang oleh kedua tangannya. Parahnya gergaji itu sekarang aktif. Tanpa sengaja Kyuhyun melangkah ke belakang dengan sendirinya saat melihat Eunhyuk yang menyeringai dengan gergaji itu di kedua tangannya.

Saat Kyuhyun terus saja mundur ke belakang, punggungnya langsung menabrak kedua mulut pistol Sungmin yang sudah tertodong ke arahnya. Mau tidak mau Kyuhyun mulai merasakan dirinya sangat terdesak apalagi tidak ada satupun senjata yang dipegangnya sampai sekarang. Kyuhyun melirik kecil dan teliti ke arah sekitarnya. Tepat di sampingnya Kyuhyun mendapati sebuah lemari meja kecil yang di atasnya ada beberapa pisau makan. Mungkin senjata ini tidak seberapa dengan milik Sungmin dan Eunhyuk, tapi dia bisa menggunakannya sebentar untuk sekedar pertahanan diri untuk lari dari pandangan kedua orang itu sementara sampai dia mendapatkan senjata yang sebenarnya.

Badannya bergerak cepat untuk menuju meja kecil itu. Tangannya dengan cepat mengambil dua pisau dan berlari menjauh dari sana ketika dirinya melihat refleksi Eunhyuk dari sebuah kaca yang tampak di belakangnya dan hendak meneyrangnya dengan gergaji yang ada di tangannya. Gergaji milik Eunhyuk dengan sukses menghantam dan memotong meja kecil itu. Andai saja Kyuhyun terlambat sedikit, mungkin dirinya yang akan dipotong oleh gergaji milik Eunhyuk.

Kyuhyun segera berlari memutari kamar miliknya. Dirinya menaiki tempat tidur miliknya dan menendang bantal terdekat ke arah Sungmin dengan keras. Peluru yang ditembakkan Sungmin langsung terhalangi dan tersarang oleh bantal yang ditendang Kyuhyun. Ketika perhatian Sungmin terhalangi oleh bantal itu dan dia tidak bisa melihat Kyuhyun, Kyuhyun menggunakan kesempatan itu untuk segera berlari melewati Sungmin dan juga Eunhyuk yang masih sibuk untuk menarik kembali gergaji miliknya dari meja kecil itu. Dirinya tanpa terduga bisa keluar kembali dari kamar miliknya dan meninggalkan kedua orang gila itu.

Yang dipikirkannya sekarang adalah terus lari dan kakinya tidak akan berhenti sebelum benar-benar jauh dari keberadaan Sungmin dan juga Eunhyuk.

Dirinya segera berlari menuju tempat penyimpanan senjata terdeka. Kini Kyuhyun berada di sebuah pintu besi yang sangat besar. Tangan kanannya segera mengambil sebuah kartu dari balik saku celananya. Segera digesekkannya kartu itu pada sebuah mesin di samping pintu besi itu. Pintu besi itu langsung terbuka dan Kyuhyun tidak membuang waktu. Dia langsung masuk ke dalam ruang menyimpanan senjata itu dan secepat dia masuk, secepat pintu besi itu kembali tertutup lagi. Ketika dia sudah berada di dalam secara otomatis lampu yang ada di ruang penyimpanan ini langsung menyala dan dinding yang tampaknya polos itu langsung terbalik dan menampakkan puluhan rak yag dipenuhi oleh berbagai senjata.

Baru saja Kyuhyun berhasil memasukkan beberapa senjata miliknya ke dalam sebuah tas ransel hitam yang kini menjadi miliknya, lantai tempatnya berdiri tiba-tiba saja terbelah menjadi dua dan mau tidak mau Kyuhyun langsung terjatuh ke dalam sana.

Kyuhyun segera memakai tas ransel miliknya dan mengikatnya dengan keras pada tubuhnya. Kini tangan kanannya bergerak cepat untuk menekan sebuah tombol pada sabuk celananya. Untung saja jangkar itu keluar dari sabuk celananya dengan akurat dan juga cepat dan menghantam salah satu besi yang ada di sana. Kyuhyun tidak bisa membyangkan jika dia terlambat sebentar saja. DI bawahnya ada sebuah kolam yang sangat besar dan parahnya kolam itu berisikan hewan karnivora. Hiu. Ini mungkin salah satu kerjaan mentor gila itu.

Dirinya mulai memanjat sendiri tali jangkar miliknya. Ketika sudah setengahnya, Kyuhyun mulai menggerakkan dirinya maju dan mundur di udara. Saat dekat ke arah pintu ruang aneh ini, Kyuhyun menakan salah satu tombol yang ada di sabuk celananya lagi dan jangkar yang baru keluar lagi dari sabuknya dan tersangkut pada pegangan pintu yang berada cukup jauh dari tempatnya bergelantungan sekarang.

Kedua jari tangan kananya bergerak denngan cepat untuk menkan kedua tombol pada sabuk celananya itu. Yang membuatnya menggelantung, talinya langsung terlepas dan yang tersambung ke pintu langsung tertarik dengan cepat yang tentu saja juga ikut menarik Kyuhyun bersamanya. Ketika tali itu sudah habis, Kyuhyun tentunya sudah sampai di daratan yang ada. ya, dengan menghamtam sangat keras pintu itu.

"Sial. Sakit sekali," gerutu Kyuhyun. Mungkin untuk beberapa saat dia akan duduk di lantai itu, berisitrahat dan memandang kolam renang yang menyimpan peliharaan hiu milik Heechul. Mungkin dia akan melakukannya jika saja dirinya sekarang tidak terkepung oleh orang-orang yang berpakaian militer yang berwarna serba hitam dan juga bertopeng gas. Topeng itu memilki kaca transparan yang membuat Kyuhyun bisa mengintim sedikit siapa yang ada di balik topeng itu. Beberapa orang dikenalnya. Mereka tidak lain adalah teman-temannya yang berasal dari devisi ini.

Dirinya diam. Perlahan Kyuhyun mengangkat kedua tangannya seperti orang yang menyerah. Tapi ada yang aneh. Kedua tangannya terkepal. Tentu saja karena dia berusaha untuk menyembunyikan bom asap yang sebelumnya dengan cepat diambilnya dari sela-sela tas ransel miliknya. Ketika orang-orang teralihkan perhatiannya, Kyuhyun langsung mendorong pintu kaca itu dan melarikan diri dari sana secepat mungkin lagi.

Kyuhyun menyeringat sesaat dia keluar dari ruangan kolam renang itu. Kini Kyuhyun seperti beraad di sebuah tempat parkir bawah tanah. Kyuhyun dengan cepat memilih salah satu mobil yang terdekat. Dirinya mengeluarkan pistol dari saku celananya dan menembak kaca jendela itu hingga pecah. Kemudian tangannya masuk dan menarik tuas pengunci. Tanpa membuang waktu lagi Kyuhyun segera masuk ke dalam mobil itu dan langsung menancap gas saat dia melihat orang-orang berpakaian hitam itu sudah mulai mendekat ke arahnya bahkan sudah mulai menembakkinya.

Kyuhyun segera mengarahkan mobilnya menuju tanjakan yang kiranya menuju tempat parkir yang lebih atas lagi, tapi sayangnya prediksi itu salah. Kini Kyuhyun melewati sebuah terowongan. Kyuhyun semakin menancap gas ketika dinding besi penutup terowongan itu mulai turun satu persatu. Mungkin sekitar empat embok berhasil dilewatinya tapi saat tembok terakhir ingin dilewatinya, tampaknya itu cukup mustahil karena tembok itu sudah turun hampir setengahnya, tapi Kyuhyun tetap saja berani dan terus menancap gas mobilnya.

Keberuntungan cukup berpihak pada Kyuhyun saat itu. Setengah mobilnya berhasil melewati tembok besi itu, tapi sebagiannya lagi tidak, jadinya mobilnya harus terpotong menjadi dua dibelah oleh tembok yang sudah turun sepenuhnya itu. Beruntung Kyuhyun berada dibagian kemudi depan jadinya dia tidak terlindas oleh tembok besi itu.

Betapa kagetnya Kyuhyun ketika dia mendapati dirinya saat ini benar-benar tidak berada lagi di bawah tanah atau bagian manapun dari sekolah miliknya. Kini Kyuhyun berada di sebuah jalan raya yang sangat besar dan tidak ada seorangpun yang panik atau curiga saat melihat Kyuhyun dengan mobilnya yang tinggal setengah yang terjepit oleh pintu tembok besi yang ada di belakangnya.

Ruang bawah tanah itu hanya mencakup wilayah sekolah saja, tidak mungkin menjakup hampir sampai seluruh kota, tapi nyatanya kini kenapa dia bisa dengan mudahnya berada di atas dan juga jalan raya seperti ini?

Kyuhyun segera membuka mobilnya dan turun dari sana. Dirinya memandang tidak percaya pemandangan ini. Begitu gampangnya dia bisa keluar dari gedung bawah tanah itu. Bukannya berarti para kriminal itu bisa dengan mudah masuk juga? Padahal katanya gedung bawah tanah itu dipenuhi oleh teknologi dan keamanan tinggi yang membuat kriminal itu susah untuk menembusnya, tapi sepertinya itu Cuma sebuah omong kosong belaka?

Saat itu Kyuhyun sudah berada di ujung jalanan. Dirinya menunggu lampu jalanan berubah menjadi merah agar dia bisa menyebrang ke jalan yang satunya. Lampu jalanan itu mulai berubah menjadi warna merah dan orang-orang yang ada di sekitarnya mulai menyebrangi jalan itu dan tentu saja juga dirinya, tapi kakinya berhenti saat melihat sebuah truk yang sangat besar yang terus saja melaju dengan kecepatan tinggi ke arah dirinya dan juga orang-orang pejalan kaki itu.

Pengemudi truk besar itu tampaknya sudah terlalu lambat untuk menghentikan laju truk miliknya dan dengan mengerikan menabrak puluhan pejalan kaki itu. Kyuyhyun yang menyaksikan kejadian mengerikan itu tepat di depan matanya hanya bisa terdiam dan ketakutan, berbeda dengan yang lainnya yang sudah berteriak histeris. Beberapa waktu berselang akan tabrakan itu, hujan perlahan turun seperti berduka akan kejadian tersebut, tapi anehnya yang turun bukanlah hujan darah melainkan hujan sewarna erah dadrah yang sama dengan genangan para korban tabrakan mengerikan itu.

Kyuhyun menyaksikan semuanya dalam diam.

Apa yang sebetulnya terjadi di sini? Ini benar-benar tidak masuk akal dan juga mengerikan.

.

.

.

Laboratorium itu padat sekali dengan para ilmuan dan juga orang-orang cerdas lainnya yang mondar-mandir sedari tadi dengan papan dokument dan juga jas putih mereka yang sangat identik. Tampaknya saat ini mereka sedang mengalami sesuatu yang gawat dengan salah satu proyek mereka. terlihat dari gerakan mereka yang panik dan juga ekspresinya.

Beberapa dari mereka yang hebat dan juga yang paling dipercayai untuk sebuah proyek yang sangat besar dan juga berbahaya memasuki sebuah ruangan khusus yang paling khusus dari antara semua ruangan yang ada di labroatorium itu. Tampak sudah ada dua orang lainnya yang ada terlebih dahulu di dalam ruangan itu.

Mereka semua yang kini berada di dalam laboratorium itu berjumlah enam orang dan keenam orang itu mengelingiginya sebuah meja panjang dan di atas meja orang itu ada seseorang familiar yang terbaring di atas sana. Banyak sekali peralatan medis yang melekat di badannya dan juga beberapa peralatan aneh yang tersambung ke beberapa mesin yang ada di ruangan ini.

Orang yang terbaring di atas meja besi itu ternyata dalah Kyuhyun. Ya, Cho Kyuhyun yang entah kenapa dia bisa berada di meja itu bahkan terlihat sudah lama berada terus di dalam ruang laboratorium itu dan terus diamati oleh para orang-orang berbaju putih itu. Lalu bukannya saat ini seharusnya Kyuhhyun berada di sebuah jalan raya besar dengan sebuah kecelakaan yang mengerikan? Atau berada di sebuah gedung bawah tanah tempatnya berlatih? Ini semua sungguh membingungkan.

Ternyata salah satu ilmuan itu adalah Lee Sungmin. Ini salah satu fakta aneh lagi. Bukan hanya Sungmin saja yang wajahnya familiar di sini, tapi ada juga Minho, Eunhyuk, Shindong, Hangeng, Donghae yang seharusnya merupakan anak yang dilaih dan juga seorang mentor pada pelatihan gedung bawah tanah itu, tapi nyatanya mereka berada di sini sebagai seorang ilmuan yang jenius.

Hangeng tampak menekan sebuah tombol yang ada di sisi ujung kiri dari meja besi yang menempatkan Kyuhyun. Dari sisi lain meja yang ditiduri oleh Kyuhyun tiba-tiba saja muncul sebuah hologram yang menampakkan sebuah gambar atau mungkin sebuah siaran?

Hologram itu menyangkan sesuatu yang aneh, yaitu dimana kyuhyun yang berada di sebuah jalan raya yang besar dan juga kecelakaan maut yang mematikan banyak orang itu. Bagaimana mungkin Kyuhyun bisa melakukan hal itu atau berada di sebuah tempat lain ketika dirinya berbaring di sebuah meja perawatan?

"Kita harus cepat membangunkannya." Semuanya memandang serius ke arah Sungmin yang mengatakan hal tersebut.

"Sebelum para mafia itu dengan mudahnya mencuri aset itu dari dalam tubuhnya," lanjutnya lagi.

"Lukanya bahkan belum sembuh dan kau mau mengatakan yang sebenarnya padanya? Yang benar saja! Dia akan segera terluka lebih parah atau bahkan mati. Ini belum saatnya membangungkannya dan menyuruhnya untuk berhadapan dengan para mafia itu," sergah Shindong.

"Kita harus memberitahunya sekarang. Kau pikir diwaktu yang singkat dan berbahaya ini kau masih tidak mau memberitahunya? Dia berhak karena ini benar-benar menyangkut dirinya, nyawanya dan juga nyawa kita semua," ucap Sungmin dengan tegas.

"Aku akan memberitahukannya walaupun kalian semua tidak setuju akan hal itu," ucap Sungmin dan kemudian dia berjalan ke sebuah mesin berbentuk tabung besar yang transparan. sebelum masuk ke dalam mesin itu, dia menekan beberapa tombol yang sepertinya mengaktifkan fungsi dari mesin tabung besar itu dan kemudian Sungmin masuk ke dalamnya. Pintu mesin itu tertutup, asap perhalan muncul di dalam mesin tabung itu.

Beberapa menit kemudian asap itu perlahan menghilang, tapi tampak tidak ada apa-apa yang terjadi pada Sungmin, kecuali tampaknya dia kehilangan kesadarannya untuk saat ini.

Ada yang aneh karena kini hologram yang menampilkan keadaan Kyuhyun di jalan raya itu beserta kecelakaannya juga kini menampakkan Sungmin yang perlahan berjalan menuju Kyuhyun dan mereka tampak membicarakan sesuatu. sesuatu yang serius yang membuat mereka perlahan naik ke dalam mobil Sungmin yang entah kenapa bisa ada di sana dan menuju sebuah daerah yang terpencil.

.

.

.

Cause the aset isn't some luxury things that you can find or make it

Cause the aset is some precious thin g that exist in living one

That's way we must protect it

Once they got it, that's mean they gonna kill the one that have the aset inside of his body

Once they got it, all human life will be responsible for

.

.

.

Sungmin muncul begitu saja di jalan raya itu. Dia muncul tiba-tiba seperti sebelumnya seperti kemunculan sebuah hologram. Sungmin mengarahkan tangannya ke arah kanan dan perlahan muncul sebuah mobil jip secara tiba-tiba. Tempatnya muncul saat ini tidak terlalu jauh dengan keberadaan Kyuhyun saat ini. Sungmin perlahan berjalan menuju Kyuhyun. Awalnya Kyuhyun sama sekali tidak mengetahuinya keberadaannya karena tampaknya laki-laki berambut coklat ikal itu masih terpaku dengan kecelakaan maut yang ada di depannya.

Sungmin berjalan perlahan dan berhenti saat dirinya membelakangi punggung milik Khyuhyun. Tangan kanannya mengarah ke arah pundak Kyuhyun dan kemudian menepuknya membuat tubuh Kyuhyun langsung tersentak dan berbalik dengan refleks.

"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Sungmin dengan wajah polos.

Kyuhyun mengerutkan keningnya. "Seharusnya aku yang menanyakan hal itu padamu." Well, memang seharusnya Kyuhyun yang berkata seperti demikian.

"Mungkin kau benar," ucap Sungmin kecil.

"Kenapa kau ada di sini dan apa-apaan dengan semua ini?" tanya Kyuhyun sinis.

Perlahan Sungmin menyingung sebuah senyuman. "Itulah kenapa aku bisa berada di sini, tapi sebelum aku memberitahumu yang sebenarnya, kita perlu tempat yang benar-benar sepi. Tempat dimana percakapan kita tidak bisa disabotase dan juga diusik."

Sungmin menuntun Kyuhyun untuk mengikutinya berjalan menuju mobil jip miliknya. Sungmin segera mengambil tempat bagian kemudi dan Kyuhyun duduk tepat di sampingnya. Sungmin langsung mengaktifkan mesin miliknya dan segera mengendarainya sebelum ada seseorang yang menyadari kepergian mereka dari tempat kecelakaan ini.

Cukup lama mereka terus berada di dalam mobil itu. Sungmin terus saja mengendarainya dan membalapnya seperti ada yang mengejar mereka.

"Mungkin di sini sudah cukup aman," ucap Sungmin. dia perlahan melambatkan laju mobilnya dan akhirnya berhenti di depan sebuah rumah yang tampak tidak perpenghuni. Kini kedua orang itu tampaknya berada jauh dari pusat kota Seoul. Hampir keluar dari Seoul mungkin.

"Cukup aman?" Sekali lagi nada tanya Kyuhyun terkesan sinis.

"Sebaiknya kita cepat turun sebelum ada orang yang akan menemukan kita," ucap Sungmin tidak peduli dengan pertanyaan itu.

Setelah mengunci mobil miliknya, Sungmin menuntun Kyuhhyun untuk masuk ke dalam rumah itu. Pintunya tidak terkunci jadi mereka langsung masuk saja dan untungnya sepertinya aliran di rumah itu masih belum terputus walaupun sudah tidak berpenghuni.

Sungmin berjalan menuju lantai paling atas dan memasuki salah satu ruangan dengan random lalu menyalakan lampu ruangan itu.

Walaupun berdebu, tapi Sungmin tepat saja mendudukan dirinya di pinggir tempat tidur yang ada. debu mulai bertebaran dari tempatnya. Kyuhyun juga sama saja, dia memilih untuk duduk di salah satu sofa yang dekat dengan Sungmin.

"Kau ingin aku memulainya dari mana?" tanya Sungmin.

"Apa aku bisa mengutarkannya? Aku bahkan tidak mengerti semua ini dimulai dari mana dan apa yang sedang terjadi," jawab Kyuhyun sinis.

"Kau benar. Sepertinya bakal merepotkan karena aku harus menjelaskannya dari awal sekali," balas Sungmin.

"Kalau kau tidak ingin menjelaskannya tidak perlu saja. Kau membuatku jengkel dengan perkataanmu yang membuatku tampak seperti aku memaksamu untuk menjelaskannya," balas Kyuhyun.

Sungmin mengangkat kedua bahunya."Well, memang kelihatan seperti itu, tapi aku memang terpaksa harus memberitahumu sekarang apapun resiko dan reaksimu nanti karena ini bukan Cuma menyangkut keselamatan kita saja, tapi semua orang."

'Semua orang? Keselamatan semua orang? Apa maksudnya?' batin Kyuhyun.

"Apapun yang aku katakan kau harus mempercayai kebenarannya karena memang itulah yang benar-benar terjadi dan kau tidak boleh menginterupsi selama aku berbicara, mengerti?"

Kyuhyun hanya mengangguk singkat saat Sungmin mengutarkan persyaratan itu.

"Apa yang kau lihat sekarang ini bukan sebuah kenyataan. Ini hanyalah sebuah simulasi yang di rancang untukmu, tapi sayangnya ini bukanlah sebuah simulasi nyata yang dilakukan oleh tubuhmu. Ini sebuah seperti adalah simulasi yang hanya terjadi di dalam pikiranmu sedangkan tubuhmu di saat ini sedang berbaring di salah satu laboratorium milik kami yang tiga bulan yang lalu mengalami luka yang sangar parah tapi sekarang sudah mulai membaik seiring perawatan yan kami lakukan padamu," jelas Sungmin.

"Apa maksudmu? Jadi ini semua tidak nyata? ini hanya seperti sebuah mimpiku saja?" Kyuhyun terlihat mulai kalut.

"Lucid Dream. Kau tahu, kan? Sebuah mimpi yang terlihat terlalu nyata dan bahkan ketika kau tertipu akan mimpi itu kau tidak akan memiliki kesempatan untuk bangun lagi ke dunia nyata."

Tiba-tiba saja ucapan Donghae yang terdahulu terbesit di dalam pikirannya.

'Bahkan Donghae juga tahu? Jadi ini mimpiku?' batin Kyuhyun.

"Apa-apaan ini! Jadi selama ini aku dijadikan percobaan kalian? Dan lagi kau bilang tadi bahwa aku terluka berat, kan? Pasti kau yang melakukan hal itu padaku!" serbu Kyuhyun.

"Memang sebuah percobaan kami untukmu, tapi tentu saja itu untuk kepentinganmu semata dan yang membuatmu terluka adalah para mafia yang menginginkan aset itu," ucap Sungmin.

"Hah? Kau bilang percobaan itu untuk kepentinganku? Yang benar saja! Dan lagi kenapa kau menyebutkan mafia-mafia yang sama dengan yang ada di dunia palsu ini? Tentu saja mereka tidak nyatakan? mereka semua hanya sebuah ilusi dari simulasi yang kalian buat! Jangan coba-coba membodohiku Lee Sungmin," balas Kyuhyun.

"Kau salah. Semua simulasi ini berdasarkan akan kenyataan yang ada. Semua ini nyata. Pelatihan itu, para mafia itu, dan juga aset yang disebutkan. Kecelakaan yang melibatkanmu dengan mafia itu tiga bulan yang lalu membuat tubuhmu hampir semuanya rusak parah, kau sekarat saat itu, tapi kami berhasil menemukanmu dan kemudian bersusah payah untuk menyembuhkanmu. Selama kau koma tentu saja kau tertinggal jauh dengan teman-temanmu yang seangkatan dalam pelatihan itu dan kemampuanmu tentu saja juga masih jauh di bawah mafia itu dilihat dari bagaimana mereka membuatmu sekarat. kau tidak akan mungkin bisa membunuh mereka dengan kemampuanmu yang masih segitu padahal kau juga tidak bisa berlatih sama sekali dengan keadaan tubuhmu yang terluka itu maka kami memutuskan untuk memberimu pengetahuan akan bertarung melalui sebuah simulasi ini," jelas Sungmin.

"Lalu kenapa mereka menyerangku bahkan berniat membunuhku? Bukannya yang mereka kejar hanyalah sebuah aset itu? dari semua aset yang ada hanya ada satu aset yang asli. Apa aku yang memegang aset itu?" tanya Kyuhyun.

"kau salah. Semua aset, benda-benda mahal yang berikan oleh para petinggi itu bukan yang asli. Yang kau pegang bukanlah sebuah aset hanyalah benda-benda mahal yang mengecoh saja," ucap Sungmin.

"Kaulah asetnya Kyuhyun. Para mafia itu mengincar sesuatu yang ada di dalam tubuhmu."

.

.

.

TBC

.

.

.

A/N: Well, tentu saja porsi Kyuhyun dideskripsikan dan diangungkan di sini lebih banyak, jauh lebih banyak dari tokoh lainnya karena dia itu adalah asetnya. Jadi… ya… dia memang tokoh yang paling utama dan paling penting untuk dideskripsikan Jadi maaf jika tokoh kesukaan kalian yang lainnya akan kurang mendapat porsi di sini.

Dan maaf sekali jika fic ini semakin jadi aneh dan membuat pusing TTwTT

Terima kasih sudah membaca bahkan bersedia mereview! XD Maaf tidak bisa membalasnya kali ini, tapi aku sungguh senang dengan semua review kalian! Makasih banyak ! XDD