Qtalita

.

.

.

Wonkyu Enjoy it

.

.

Setelah melewati proses argument yang sangat alot ,akhirnya appa mengizinkanku untuk ikut Siwon ke korea,dengan syarat menutup jati diriku dan menjaga diri agar tak satupun orang salah mengenaliku sebagai junghyun...

"kyunnie.." Siwon muncul dari balik pintu kamar hotel,aku berbalik sebentar dan tersenyum

"apa kau benar2 ke korea hanya untuk berlibur dan menenangkan diri.?" Ia menyelidik,aku terhenti mengemasi pakaian,menghela nafas

"apa kau menyadarinya.?" Aku kembali sibuk tanpa berbalik,ia duduk dihadapanku,membuat tempat tidur dengan busa empuk ini mengempes..

"jauh sebelum kau memiliki pemikiran seperti itu.." jawabnya

"kau merencanakan sesuatu.?" Tanyanya,aku memang tak bisa menyembunyikan apapun darinya,aku tertawa renyah..

"menurutmu,bukankah hal lucu jika aku kembali bersekolah.?" Aku mengerling,selama aku di new York,aku hanya menjalani home schooling.

"sekolah.?" Ia mengernyitkan dahinya..aku mengangguk

"memakai seragam yg sama,belajar bersama,bermain.." aku menggumam pelan

"kau.." Siwon menerka

"kau tidak berencana menjadi sosok Junghyun kan.?" Bola matanya membulat,aku terdiam..lalu..

"daebak.! Kau memberikanku ide.." aku menjentikkan jari dihadapannya

"ide.? Bukankah itu memang rencana awalmu kan.?" Ia menatapku tanpa ekspresi,mimikku berubah

"kau sudah tahu.." pelanku,ia mendengus..

"kau sangat..." ucapannya terhenti

"aniya..lakukanlah apapun yang kau mau" Siwon menggeleng lalu berdiri melangkah ingin meninggalkanku

"kau tidak tahu..alasan..mengapa aku seperti ini" derap kaki siwon terhenti tanpa berbalik

"aku merasa banyak kejanggalan dari kematian junghyun" aku menunduk

"kau tidak merasakan..isyarat bathin yg junghyun kirimkan padaku sehari sebelum ia ditemukan.." aku berbalik,siwon pun demikian..mata kami bertatapan

"ia memintaku menolongnya..ia menggenggam lenganku sangat erat..hingga nyata ataupun ilusi,pada saat aku terbangun..lenganku memerah,ada cetakan genggaman tangan disana..hingga kini,aku masih merasakannya.." panjangku menggulung lengan blazerku dan menunjukkan tanda memerah dilenganku yg nyaris memudar..Siwon tampak tak percaya

"ini memang mustahil untuk kau percaya,,namun,apa ada alasan ilmiah mengenai ini.?" Aku mengerling

"mungkin saja kau terkantuk saat kau terlelap" siwon menghampiriku,memegang lenganku,meremasnya..

"aku tidak merasakan sakit sama sekali..kau tak usah berusaha seperti itu" jelasku,mulutnya terbungkam..

"miracle.? Kau dan junghyun.." ia terduduk disampingku,aku menggeleng tak tahu..

"sebaiknya aku jujur.." siwon menggenggam jemariku..

"pada saat jenazah junghyun dipindahkan dari lokasi ia ditemukan..aku menemukan ini dalam genggaman junghyun.." siwon meraih sesuatu dari saku celananya,dan meletakkannya dalam genggamanku,sebuah bandul berbentuk setengah lingkaran..

"bulan sabit.?" Aku memperhatikan bandul yang terbuat dari batu magnet itu..

"aniya..bulan sabit tidak melingkar seperti ini..ini adalah potongan dari 1 lingkaran penuh.." siwon menggeleng,..

"kau benar.." aku mengangguk..

"lalu apa ini ada hubungannya dengan kematian junghyun.?" Aku mengernyitkan dahi memperhatikan benda itu dihadapanku,

"mungkin saja" siwon mengaitkan ujung bandul aneh itu dengan tali rantai kecil dan mengenakannya di lenganku,

"entah ini benar atau tidak..entah benda ini junghyun gunakan sebagi apa..namun yang pasti sekarang kau adalah junghyun dan aku hanya bisa membantumu memasuki dunianya.." siwon menyentuh pipiku,aku tersenyum

"gomawa siwonnieee" aku memeluknya..

"kau harus berjanji menjaga dirimu..kau dongsaengku.." ucapan siwon membuatku terhenyak namun kembali tersenyum..

"ne..hyung" ucapku..

"lalu langkah awal kau akan kemana.?" siwon melepas pelukannya,aku berfikir sejenak..

"eomma..aku akan menemui eomma.." tegasku,siwon mengangguk..

…..

Hari pertamaku sebagai Cho Junghyun dimulai, aku terdiam menatap rumah kecil dihadapanku dengan teras mungil yang bersih,aku mengerling pada Siwon yang berdiri disampingku.

"apa kau siap.?" Tanyanya untuk kesekian kalinya,aku mengangguk,Siwon memencet bel berkali-kali,aku menelan ludah.

Ibu, ini adalah pertama kalinya aku akan bertemu dengannya setelah berpisah puluhan tahun,peluhku menetes,aku sedikit cemas dan gugup.

"sebentar" sebuah suara terdengar dari balik gerbang,aku semakin cemas,kugenggam jemari Siwon erat

"gwencanayo?" Siwon berbisik,aku mengangguk

Perlahan pintu gerbang terbuka dan..

"Junghyun?" Seorang wanita paruh baya,menatapku seolah tak percaya,lalu sontak memelukku,

"kau darimana saja.? Ibu mengkhawatirkanmu" ucapnya berkali-kali,aku hanya diam.

"ahjumma.." SIwon angkat bicara atas kebekuan diantara kami,ibu melepas pelukannya

"annyonghaseyo Choi Siwon imnida,dokter yang menangani Junghyun selama ini" Siwon membungkuk

"yee,waeyo? kau adalah dokter? Seorang dokter yg menangani JUnghyun? Junghyun kenapa?" Ibu tak kuasa menahan rasa cemasnya

"ne,saat Junghyun berada di paris,dia mengalami kecelakaan dan sebagian memorinya hilang" Siwon menjelaskan singkat

"omo,kau pasti mengalami masa2 sulit,kajja,,kajja,,ayo masuklah" ibu membelai pipiku,aku tak bereaksi,Ibu mempersilahkan kami masuk..

"oia,tunggu sebentar ne" ibu beranjak kearah terdiam

"yak, Kyuhyun-ah,kau kenapa? Sepertinya kau bereaksi diluar rencana kita,kau terlalu dingin" Siwon berbisik,aku menatapnya

"dia bukan ibuku" jawabku pelan,Siwon tertawa

"kau bisa saja bilang begitu,kau sudah lama tidak bertemu dengannya,mungkin saja kau hanya sedikit lupa sosok ibumu" Siwon memutar pandangannya kesekeliling rumah

"itu,fotomu dan ibumu,Ah maksudku foto Junghyun dan ibumu" lanjutnya menunjuk sebuah gambar dimeja sudut ruangan,aku mengintip lalu menggeleng

"walaupun kami terpisah lama,namun aku tahu ibuku siapa, dan orang itu bukanlah ibuku" gumamku melirik ibu yang tengah berjalan kearah kami dengan bermacam minuman

"tidak usah repot-repot ahjumma" Siwon menyapa,ibu menggeleng

"Gwencana, anggap saja ini adalah ucapan terima kasihku padamu,karena telah merawat Junghyun dengan baik" ucap ibu duduk disampingku,aku hanya .

….

"jadi ini kamarmu? Ah kamar Junghyun" Siwon melirik kearahku,aku mengangkat bahu memasuki ruangan kecil namun sangat nyaman

"mungkin" ucapku dengan bibir pout,Siwon tertawa melihat reaksiku

"Yakk, kau ini Junghyun bukan Kyuhyun,kau harus bertingkah seperti Junghyun" cibirnya mengacak rambutku

"kau harus ingat,Junghyun hanya hilang ingatan,tapi tingkah lakunya tak berubah" lanjutnya duduk di sofa dekat jendela,aku melangkah mendekati laci disisi ranjang dengan ukiran kayu klasik.

Aku menarik laci pertama,kosong. Laci keduapun seperti itu. Aku berdiri mengamati sekitar ruangan

"kau mencari apa.?" Siwon menatapku,

"eoh.? Aku mencari sesuatu yg bisa membuatku menjadi Junghyun" aku melangkah mengitari ruangan,sesekali berjongkok dan berjinjit,mencoba mencari sesuatu dibawah bahkan diatas lemari ataupun rak kecil.

"sesuatu.?" Siwon mengangkat alisnya sebelah..

"Sebuah catatan atau apa saja" ucapku singkat

"Catatan? Sejak kapan kau tahu Junghyun memiliki Catatan?"

"bukankah seharusnya seorang remaja,apalagi seperti Junghyun yang memiliki kamar seperti ini juga memiliki Catatan? Lagipula sejak kecil, Junghyun selalu menuliskan hal menarik di buku sakunya." Jawabku,Siwon terlihat kebingungan..

"Odhiga?" bathinku

Aku nyaris menyerah saat kakiku menendang sesuatu dibawah ranjang,aku menoleh kebawah,mataku membulat saat kutemukan sebuah kotak biru tua dengan debu diatasnya..

"waeyo.?" Siwon duduk disampingku yang memegang kotak

"ini jawabannya.." ucapku memperlihatkan sebuah buku kecil dengan pena hitam disisinya yang terlilit pita putih..

Siwon Nampak serius membaca lembar demi lembar buku harian Junghyun,sesekali ia tertawa bahkan terkadang mata pekatnya terlihat berkaca,sesekali pula dengusan nafasnya berat..

Buukk

Siwon menutup buku kecil itu, ia telah selesai membaca, tentu saja dengan cara skip dan skip.

"kehidupan Junghyun sangat berwarna.." bisiknya

"ceritakan padaku, apa yang harus aku lakukan.?" Pintaku, Siwon menarik nafas..

"kau benar, ahjumma tadi bukanlah ibumu,dia adalah sahabat ibumu,ibumu telah meninggal 4 tahun Setelah kalian berpisah"

Aku terhenyak

"Gwencana? apa kau masih mau mendengarkan.?" Siwon menggenggam bahuku,aku mengangguk

"Junghyun tumbuh dengan sangat manja,ia memiliki Hyung, Kim Heechul, anak dari ahjumma tadi,umur kalian berbeda 3 tahun, ia sangat cerewet, terkadang kalian saling mencakar.." Siwon tertawa,aku menunduk

"Junghyun bersekolah di SM HIGH SCHOOL.." aku tergelak dan sontak menatap Siwon saat ia menyebutkan nama sekolah Junghyun,

"SM.?" ucapku terbata,Siwon mengangguk

"sepertinya Junghyun ahli dalam Dance"

"tapi aku tidak.." suaraku cemas,

"aku sama sekali bukan Dancer yang baik.." bisikku

"arasso.." Siwon mengangguk

"aku sudah menyiapkan ide lain untukmu, bagaimana dengan tulang yang rusak saat kecelakaan.?" Siwon memberi ide,

"lanjutkan saja ceritamu dulu.." potongku

"Junghyun bukan ahli dalam pelajaran exact,dia hanya bisa Dance" Siwon tersenyum padaku

"Uh oh..! ledakan fikiran.." lanjutnya

"oh iya,satu lagi Junghyun memiliki seorang namjachingu,bernama Changmin"

"Changmin?" Aku bertanya

"Ne, Kau mengenalnya.?"

"Dia sahabat kami saat kami kecil dulu" aku tertawa kecil,tak menyangka Junghyun akan menyukai bocah dengan pipi chubby itu, bocah yang selalu mengejeknya saat terjatuh,bocah yang selalu ikut saat tamasya bersama keluarga, bocah yang sebenarnya sangat lucu namun menyebalkan

"arasso..kau sudah siap.?"

"ne.." aku menganggup tegas..

Hari pertamaku sebagai Junghyun dimulai..

TBC..

Hhhh.. sebenarnya ini ff remake, dulu ini Cuma catatan kecil di laptop,

Dulu qai suka banget sama yang namanya coret-coret bikin cerpen ataupun naskah novel, dan ini salah satunya, sisa qai edit-edit dan voila jadilah ff wonkyu hahahahahaha, jadi maaf aja kalau tiba-tiba muncul nama aneh yang keselip yeee..

Thanks udah baca and review..

Luph