Figure It Out

Cast:

Lee Sungmin

Cho Kyuhyun

Other...

.

.

.

Rate M

.

.

.

Warning:

OOC, GS, Typo(s), little bit TeenRomance

Terdapat adegan dewasa. Jika tidak berkenan tolong skip saja! ^_^

.

.

.

Ini hanya FF, sebuah karya fiksi yang terlahir dari otak sederhana saya. Jangan bash cast yang saya pakai karena mereka tidak tahu apa-apa. Saya hanya pinjam nama saja. V cinta damai chingu ^_^

.

.

.

Kyumin is Real

.

.

.

Enjoy

.

.

.

Chapter 1

Dua yeoja itu saling melempar tatapan membunuh satu sama lain. Semua teman sekelas dua yeoja itu memutar bola matanya malas. Karena bukan kali ini saja kedua yeoja itu 'berdebat' yang pasti akan selalu di menengkan oleh yeoja yang sedang duduk santai di bangkunya.

"Bagaimanapun kau menatapku dengan deathglaremu. Aku tetap tidak akan mati kau tahu? Jadi percuma saja" ujar yeoja imut yang duduk di bangkunya dengan menumpangkan kaki, melipat kedua tangannya di depan dada.

"Kau jangan sombong Lee Sungmin. Di atas langit ada langit lagi. Kau pikir kau satu-satunya murid terpintar disini?" ucap yeoja berambut panjang sepunggung itu.

Sungmin yeoja imut itu menyunggingkan senyum miringnya. Membuat siapa saja yang melihat akan menjerit karena bukannya terlihat menyeramkan melainkan sangat terlihat manis.

"Jika 'terpintar disini' berarti satu sekolah. Aku mengakui bukan aku, posisi itu milik kekasihku. jika 'terpintar disini' di kelas ini. Yang pasti aku orangnya" ujar Sungmin yang sangat membuat yeoja di hadapannya tambah merasa ingin menyumpal mulutnya.

"Seo Joo Hyun, jangan hiraukan Sungmin, tidak ada gunanya. Lebih baik kau menikmati waktu istirahat ini dengan damai" ujar yeoja bergummy smile di samping Sungmin tanpa mengalihkan tatapannya dari ponselnya karena ia sedang asyik menonton video dance yang ia gemari.

Soo Joo Hyun atau lebih di kenal dengan nama Seohyun. Ia melirik pada yeoja di samping Sungmin. "Aku tidak bicara dengan mu Eunhyuk-ah. Cih! Dasar 'Saru' girl" ujarnya mengejek.

Eunhyuk yeoja bergummy smile itu, mempause videonya dan menatap lekat pada Seohyun. "Apa kau bilang? 'Saru' girl"desis Eunhyuk.

Brak!

Eunhyuk berdiri dengan penuh semangat hingga kursi yang ia duduki terjatuh. Yeoja itu hendak melangkah untuk bisa lebih dekat dengan Seohyun tapi sebuah tangan menggengamnya.

"Eonni. Sudah lah. Aku lapar, lebih baik kita kekantin saja" ujar Ryeowook yeoja mungil di belakang Eunhyuk.

Sungmin membalikkan badannya melihat pada sahabatnya. "Sstt.. Wookie-yah ini seru biarkan saja" bisik Sungmin.

"Eonni aku lapar" rengek Ryeowook.

"Wookie lepaskan tanganku. Agar aku menyelesaikan urusanku dengan nona tinggi ini. Jadi kita lebih cepat kekantin" Eunhyuk melirik Ryeowook. Gadis itu dengan terpaksa melepas genggamannya sambil mengembungkan pipinya.

"Apa? Aku tidak punya urusan denganmu" ujar Seohyun karena Eunhyuk menatapnya bengis dari tadi.

"Sejak kau bilang 'Saru' padaku. Kau pikir aku bodoh yang tidak tahu arti kata 'Saru' yang kau tunjukkan untukku" Eunhyuk memandang remeh Seohyun. "Cih! Seo Joo Hyun. Joo Hyun. Apa namamu benar Joo Hyun eoh? Joo Hyun. Anjingku saja dirumah yang bergender namja aku beri nama Joo Hyun"

Semua teman-teman sekelas yang mendengar ucapan Eunhyuk membekap mulutnya menahan tawa. Termasuk Sungmin dan Ryeowook.

"Ckckck.. Joo Hyun-ah... Ckckck Joo Hyun-ah, Joo Hyun-ah" kata Eunhyuk seakan ia sedang memanggil anjing kesayangannya.

"Kau pikir Seohyun seekor anjing?" ujar Sunny tidak terima jika sahabatnya di samakan dengan seekor anjing.

Eunhyuk dengan tampang innocent menunjuk Sunny. "Kau dengar sendiri. Bukan aku yang menyamakan mu dengan anjing"

"Tadi kau bilang nama anjingmu sama dengan nama Seohyun" sungut Sunny.

"Nama temanmu sama dengan nama anjingku" Eunhyuk menatap Seohyun. "Aku tidak bilang Joo Hyun temanmu seperti anjing. Apa kau mengerti ucapanku?"

Seluruh kelas tidak bisa menahan tawanya. Sungmin dan Ryeowook sampai memeluk perut mereka sendiri. Seohyun dan Sunny mengeratkan gigi karena menahan amarah.

"Tsk! Kalian yeoja yang menyebalkan, Kajja" kata Tiffany salah satu sahabat Seohyun dan Sunnyi yang sejak tadi diam.

"Seperti kalian tidak saja" timpal Ryeowook. Tiga yeoja itu mendelik tidak suka kemudian melangkah pergi keluar kelas.

"Eunhyuk-ah. Kata-katamu kali ini mantap sekali" puji seorang namja.

Eunhyuk tersenyum. "Terima kasih pujiannya ketua kelas"

Sungmin bangun merapikan seragamnya yang terlihat kusut. "Kajja kita kekantin" ujarnya.

"Yeyyy" seru Ryeowook. Yeoja itu kemudian menggandeng lengan Sungmin dan Eunhyuk. Ke tiga sahabat itu melenggang pergi menuju kantin. Senyum manis selalu terukir di wajah ketika yeoja itu.

"Annyeong Min Sunbae"

"Annyeng Wookie Sunbae"

"Annyeong Hyukie Sunbae"

Tak pelak seluruh siswa siswi yang berpapasan dengan tiga sahabat itu selalu menyapa. Entah Senior, Junior atau para staff guru.

Sungmin, Ryeowook dan Eunhyuk. Tiga serangkai itu memang primadona sekolah. Sungmin yang ahli bela diri, dan wajah yang imut membuat para namja bertekuk lutut padanya dia primadona utamanya. Ryeowook gadis mungil yang memiliki suara yang cempreng tapi jika sudah bernyanyi, siapapun akan meleleh mendengarnya. Dan Eunhyuk gadis yang memiliki tubuh lentur ketua ektrakulikuler dancing dan juara satu lomba dance tingkat nasional berturut-turut. Siapa yang tidak kenal mereka. jangan lupakan jika ketika yeoja itu juga memiliki otak yang encer.

Sudah rahasia umum jika tiga serangkai itu memiliki rival tiga sebangkai Seohyun, Sunny dan Tiffany. Mereka selalu bersaing satu sama lain. Walau beberapa kali sering berakhir dengan 'pertikaian' seperti tadi. Tidak mengurangi jumlah penggemar Sungmin, Ryeowook dan Eunhyuk. Seluruh penghuni sekolah segan pada tiga primadona itu karena Sungmin, Ryeowook dan Eunhyuk yeoja yang sopan santun. Tidak membanding-bandingkan orang. Siapa yang tidak suka dengan orang seperti mereka bertiga?

=Figure It Out=

Meja di pojok ruangan itu kini sudah penuh diduduki 5 remaja. Sungmin, Ryeowook, Eunhyuk, Donghae dan Yesung. Donghae yang notabennya kekasih Eunhyuk tengah menyuapi Eunhyuk dengan penuh cinta tidak jauh beda dengan Yesung dan Ryeowook. Hanya Sungmin yang sendiri tanpa pasangan.

"Sungmin-ah, Kapan Kyuhyun pulang?" tanya Donghae.

Sungmin mengendikan bahunya. "Tidak tahu tanya sendiri pada orangnya" jawab Sungmin jutek.

"Bukankah kau kekasihnya masa tidak tahu" ejek Yesung.

"Karena sahabat kalian itu tidak membalas pesan atau menelponku" ujar Sungmin kesal.

Sudah tiga hari Kyuhyun tidak menghubunginya. Sekedar membalas pesan pun tidak ada. Kyuhyun kekasihnya sedang mengikuti Olimpiade matematika tingkat internasional yang di adakan di negara tirai bambu. Mengingat itu Sungmin jadi kesal sendiri. Tidak tahu apa jika ia sangat merindukan kekasih jailnya itu.

"Jangan-jangan dia sedang sibuk dengan gadis-gadis China di sana? Bukankah mereka itu sexy sexy" Donghae berbinar mengatakannya.

"Aku juga tidak kalah sexy Oppa" bangga Ryeowook. Yesung tersenyum kemudian mengelus pucuk kepala Ryeowook.

Eunhyuk memandang mangnae di antara mereka dengan mengulum senyum. "Yah! Sexy dari mana? Dada rata pantat tepos" ejek Eunhyuk.

"Ish.. kau juga pantat tepos Eonni" balas Eunhyuk.

"Mwo.. pantatku berisi kok. Benarkan chagi" ujar Eunhyuk pada Donghae. "Eoh? Ne.. ne bukankah aku yang membuatnya berisi" kata Donghae tersenyum lebar. Eunhyuk hanya tersenyum sambil menundukan kepalanya malu.

"Yah! Kenapa kau bicara seperti itu?" cicit Eunhyuk. Donghae gemas, namja itu kemudian mencubit pelan kedua pipi kekasihnya.

"Pantat sexy dan montok hanya aku yang memiliki" Sungmin ikut nimbrung.

Ryeowook menganguk mensetujui. "Eonni beri aku tips membuat pantak montok dan sexy seperti milikmu" katanya antusias.

"Chagi aku cinta kamu apa adanya" ujar Yesung sambil memberi kecupan singkat di pipi kiri Ryeowook membuat yeoja mungil itu bersemu merah.

"Kalian membuatku iri.." lirih Sungmin. HaeHyuk dan YeWook menatap Sungmin prihatin. "Ah! Cho Kyuhyun cepat pulang" teriaknya yang membuat seisi kantin memandanganya.

Tidak tahukan Lee Sungmin. Dengan meneriakkan Cho Kyuhyun banyak hati namja patah hati sebelum mengatakan cintanya padamu. Ckck! Layu sebelum berkembang eoh.

.

.

Seorang yeoja tengah berjalan menuju gerbang sekolah. Yeoja itu, Sungmin menunduk kan kepalanya. Menendang kerikil yang menghalangi jalannya. Issh! Ia merutuki Yesung dan Donghae yang membawa Eunhyuk dan Ryeowook pergi setelah bel pulang sekolah untuk berkencan.

Besok weekend. Tak ada kabar dari sang kekasih. Otomatis ia akan tetap berada di rumah. Malas jika jalan-jalan atau liburan kalau tidak dengan Kyuhyun atau dengan sahabat-sahabatnya.

Dug!

Sungmin meringis sembari mengelus dahinya yang menumbruk suatu benda yang keras. Pasti benjol batin Sungmin. Yeoja imut itu mendongak ingin melihat benda apa yang mengenai jidatnya yang seksi.

Matanya membulat di ikuti senyum lebar setelahnya. Rambut coklat itu, mata onyx itu, hidung mancung itu, bibir sexy itu, wajah tampan itu.

"KYUNIE" pekik Sungmin. Yeoja itu langsung menubruk tubuh tinggi kekasihnya itu.

Cho Kyuhyun namja yang di panggil Kyunie itu membalas pelukan Sungmin kekasihnya. Ia ikut tertawa melihat sifat kekanak-kanakkan yeoja yang sudah dua tahun ini selalu mengisi hati dan pikirannya. Yeoja yang sanggup membuatnya gila.

"Kau merindukanku?"tanya Kyuhyun.

"Tentu" jawab Sungmin. "Kapan kau pulang?"

"Baru saja"

Kyuhyun tersenyum lembut. Ia mengulurkan tanganya untuk menyentuh dahi kekasihnya yang tampak memerah. "Akh.. pelan sakit..." rengek Sungmin.

"Eum.. Manja" Kyuhyun mengacak rambut Sungmin.

Yeoja itu menggerutu sebentar sambil merapikan rambutanya. "Apa merah?"

Kyuhyun menganguk. "Aish benda apa yang bertabrakan dengan dahi sexyku" omel Sungmin.

"INI.." teriak Kyuhyun sambil menunjukan sesuatu berwarna emas.

Namja itu menunjukan sebuah tropi yang panjangnya 50 cm. Ia pun memperlihatkan sebuah kalung dengan lempengan emas yang melingkar di lehernya.

Karena begitu merindukan kekasihnya, Sungmin jadi tidak memperhatikan jika Kyuhyun memakai kalung dengan bandul lempengan emas.

"Kyunie kau menang?" seru Sungmin. Senyum bangga memperlihatkan deretan gigi putih yang rapih Kyuhyun tunjukan pada Sungmin.

Untuk kedua kalinya yeoja itu memeluk Kyuhyun. "Selamat Kyunieku sayang"

Cup!

Sungmin mengecup pipi Kyuhyun membuat rona merah terlukis di wajah tampan namja tinggi itu. Ia masih belum membiasakan diri, padahal bukan kali pertamanya Sungmin mencium pipinya bahkan lebih. Karena Kyuhyun sendirilah yang sering mencium Sungmin terlebih dahulu.

"Igeo" Kyuhyun menepuk-nepuk bibirnya menyuruh Sungmin untuk mencium bibirnya juga. Bagian Sungmin sekarang merona.

Pletak!

"Ini masih di lingkungan sekolah. Tsk! Dasar anak muda zaman sekarang. Palli Kepala sekolah sudah menunggu kita" ujar Yunho Ssaem. Guru pembimbing matematika.

Kyuhyun menggerutu sembari mengusap kepala bagian belakangnya yang di tempeleng oleh Yunho Ssaem. Namja itu menggengam tangan kekasihnya.

"Aku akan menghadap Kepala Sekolah dulu. Setelah itu kita pulang" ujar Kyuhyun kemudian menarik Sungmin untuk mengikuti langkahnya. Menyusul Yunho Ssaem yang sudah terlebih dulu berjalan.

=Figure It Out=

Sungmin memastikan sekali lagi penampilannya di dapan cermin. Kemeja berwarna putih yang ia padu padankan dengan rok berlipat di atas lutut berwarna cream, sepatu flat berwarna sama dengan rok. Rambut panjang yang di urai. Wajah yang hanya memakai make up sederhana jangan lupa dengan bibir yang di poles dengan lipglos berwarna pink cerah.

Perfect!

Sungmin mangambil tas putih yang telah ia siapkan kemudian melangkah keluar kamar. Menyapa ibu dan ayahnya yang berada di ruang tengah.

"Appa, Umma aku berangkat ne" pamit Sungmin.

"Sebentar" tahan Kangin, Ayah Sungmin. "Yeobo lihat penampilan putrimu itu" ujarnya pada Istrinya Leeteuk.

"Apa yang salah memang-OMO" Leeteuk tidak melanjutkan ucapanya, malah berteriak melihat dua kancing kemeja yang Sungmin kenakan tidak terpasang dengan benar, atau mungkin sengaja?

"Yah! Kau ingin membuat Kyuhyun menerkam mu. Dua kancing mu belum terpasang Minnie-ah"

Sungmin memutar bola matanya malas. "Umma ini namanya style anak muda sekarang"

"Tapi tetap yang sopan. Palli kancingkan dengan benar" serobot Kangin. Dengan mengerucutkan bibirnya, Sungmin mengancingkan satu kancing kemejanya.

"Sudah. Aku pergi" dengan menghentak-hentakan kakinya. Yeoja imut itu keluar rumah.

"Aigoo. Aku takut mereka melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukan" ujar Leeteuk lirih.

Kangin merangkul bahu istrinya itu, membimbing kepala Leeteuk untuk bersandar di bahunya. "Doakan saja. Semoga mereka tidak melakukan yang dapat merugikan diri mereka sendiri"

.

.

Kyuhyun membawa Sungmin kepantai. Kekasihnya itu berlarian kesana kemari dengan bertelanjang kaki. Menikmati lembutnya pasir putih yang terhampar di pinggir laut.

"Ah menyenangkan sekali. Pasti tambah menyenangkan jika awan tidak mendung" sesal Sungmin. Padahal yeoja itu ingin sekali menikmati matahari terbenam.

"Walau begitu kau menikmatinya juga bukan"

Sungmin menoleh kebelakang. Namja tampan menggunakan kemeja berwarna biru langit. Yeoja itu tersenyum. "Kau benar"

Splash!

"Yah!"

"Hahaha..."

Dengan jailnya Sungmin mencipratkan air pada Kyuhyun. Ia tertawa, Kyuhyun yang ingin membalas perbuatan kekasihnya itu kemudian berusaha mencipratkan air juga. Sungmin menghindar. Kyuhyun tidak terima. Jadilah sepasang kekasih itu kejar-kejaran. Dengan tawa yang mengiringi langkah mereka.

Tes!

Tes!

Tes!

Kyuhyun mengandahkan kepalanya ketika tetes-tetes air membasahi kulitnya. "Hujan" gumamnya.

Ia menggengam tangan Sungmin kemudian membawa yeoja itu berlari menuju mobilnya yang terparkir cukup jauh. Hingga baju yang mereka kenakan basah semua.

Blam!

"Kyu kau punya handuk?" tanya Sungmin ketika mereka sudahberada di mobil.

"Di bagasi belakang. Mau ku ambilkan?" tawar Kyuhyun.

Sungmin menggeleng. "Tidak usah"

Suasana dalam mobil itu entah mengapa menjadi cangung. Sungmin yang membuat aktivitas sediri dengan mengelap kedua tangannya yang basah. Kyuhyun mengumpat dirinya sendiri karena matanya tidak bisa berkompromi. Ia selalu melirik Sungmin. Hell! Baju yang kekasihnya kenakan basah. Dan demi Tuhan! Kyuhyun bisa dengan jelas melihat bentuk dada Sungmin yang terbalut bra tercetak sangat sangat jelas.

"Kyu kau kenapa?"

Kyuhyun yang ketahuan mencuri pandang tersentak kaget. Ia berdehem kemudian memalingkan wajahnya ke kaca mobil.

"Gwenchana. Aish! Hujannya deras sekali" ujarnya pura-pura menyalahkan keadaan, bukankah kau juga senang gara-gara hujan kau bisa melihat bentuk dada Sungmin yang montok eum Cho Kyuhyun?

"Jadi kita terjebak disini?"

Kyuhyun menoleh mengulurkan tangannya menyibak rambut Sungmin dan menyelipkannya di belakang telinga. "Kenapa? Kau tidak mau terkurung denganku?"

"Eum. Aku terjebak hujan lebat di dalam mobil tanpa makanan" Sungmin mengerucutkan bibirnya. Yang membuat Kyuhyun sulit menelan ludahnya sendiri.

Entah bisikan dari mana. Perlahan Kyuhyun mendekatkan wajahnya pada Sungmin. Sedangkan yeoja itu yang tahu maksud kekasihnya hanya diam. Ia juga tidak bisa bohong jika dirinya merindukan bibir itu.

Perlahan. Perlahan dan plok!

Kedua bibir itu menyatu. Tidak puas hanya sekedar menempel. Kyuhyun memerintahkan tangannya untuk menyentuh tengkuk Sungmin. Menekan kepala kekasihnya. Bibirnya sudah bergerak. Mengulum bibir bawah Sungmin. Memagut dengan ganas. Sungmin pun tidak mau kalah. Yeoja itu ikut menggerakan bibirnya.

Kepala yang bergerak kekiri kekanan. Memperdalam ciuman panas mereka. Kyuhyun sudah berani menggigit bibir bawah Sungmin. Membuat yeoja itu berteriak tapi terendam karena Kyuhyun memasukan lidahnya. Saling membelit. Sungmin berusaha menyeimbangi lidah nakal kekasihnya. Sekali saja ia ingin menang jika sedang beradu lidah. Karena selama ini Kyuhyun yang selalu menjadi juara.

"Eunghh.. Kyu..." erang Sungmin ketika tangan kekasihnya bertengger di payudaranya. Meremas dengan lembut tak heran Sungmin mendesah.

"Eumm.. Ahh...mmhh..."

Kyuhyun menurunkan ciumannya keleher Sungmin. Mengecup dan menjilat kulit putih mulus Sungmin. Tangan terampilnya sedang berusaha membuka kancing baju Sungmin. hingga ia bisa melihat belahan dada yang terbungkus bra yang lumayan besar. Meremas dengan lembut kedua payudara Sungmin. membuat yeoja itu mengerang.

"Eunghh.. ahh.. Kyuuhh...ahh"

Jemarinya menari ke punggung Sungmin hingga menemukan pengait bra. Kyuhyun menghentikan cumbuannya di leher Sungmin. menyatukan dahinya dan dahi Sungmin. saling memejamkan mata berusaha meredamkan detak jantung keduanya yang berpacu cepat.

Kyuhyun membuka matanya memandang lurus pada foxy eyes kekasihnya. Ia bisa melihat dirinya sendiri di kedua mata Sungmin.

"Min..."lirih Kyuhyun.

Gairahnya sudah memuncak. Akal sehat sudah tak ada dalam otaknya. Hingga ia berani meminta izin pada Sungmin untuk melakukan lebih. Sungmin diam mencoba menstabilkan deru nafasnya. Yeoja itu menatap wajah kekasihnya yang berkeringat padahal keadaan di luar sedang hujan. Tapi kenapa disini panas sekali batin Sungmin.

Sungmin memejamkan matanya ketika tangan Kyuhyun yang berada di punggungnya mengusap lembut naik turun. Ia juga tidak bisa berpikir. Kenikmatan hanya itu. Hingga ia mantap mengangukan kepalanya.

Kyuhyun tersenyum kemudian langsung mempertemukan bibirnya kembali. Ia mulai melepas kait bra Sungmin. membuka sisa kancing baju Sungmin lalu melepas kemeja dan bra Sungmin hingga yeoja itu bertelanjang dada. Sungmin tidak mau kalah ia membantu Kyuhyun untuk membuka kemejanya juga. Sesekali Sungmin mengecup leher dan dada Kyuhyun membuat libido kekasihnya itu tambah memuncak.

Kyuhyun menurunkan kursi mobil yang Sungmin duduki. Mengangkat tubuh mungil kekasihnya ke kursi belakang. Dengan terburu-buru, Kyuhyun membuka rok yang Sungmin pakai dan celana dalamnya juga.

Kyuhyun memegang tengkuk Sungmin membuat yeoja itu melenguh karena ciumannya. Jemari Sungmin membuka ikat pinggang dan celana panjang yang Kyuhyun gunakan. Hingga keduanya sudah dalam keadaaan nexed sekarang.

"Ahh.. ahh...eummhh ahh.." Sungmin meremas rambut kecoklatan Kyuhyun ketika namja itu mengulum dan menyedot nipplenya. Meremas payudara dengan sebelah tangan. dan satu tangannya mengusap perut datar Sungmin. Turun lebih kebawah dan jemarinya langsung memainkan daerah kewanitaan Sungmin.

Memutar-mutar daerah itu. Jemarinya menemukan klit Sungmin yang menonjol dan sudah membengkak karena gairah. Ia gesek-gesakkan jemarinya sesekali mencubit gemas klit itu.

Kyuhyun mengangkat pinggul Sungmin. Mempertemukan alat kelamin Sungmin dengan wajahnya. Tanpa buang waktu Kyuhyun langsung melesatkan kepalanya.

"Ahh.. ahh.. Kyuhh.. ahhh"

Sungmin mendesah hebat ketika Kyuhyun mengulurkan lidahnya. Menjilat naik turun di vaginanya. Menggigit kecil klitorisnya membuat yeoja itu mengerang.

"Eunghh Kyuhh..." Sungmin menjambak rambut Kyuhyun melampiaskan kenikmatan yang ia rasakan karena ulah lidah nakalnya.

"Akkhh.. ahhh.. Kyuuhhh... ahhh ahhh..."

Sungmin memejamkan matanya rapat-rapat ketika Kyuhyun melesakkan lidahnya pada liang vaginannya. Belum pernah ia merasakan seperti ini.

"Kyuuhh.. akuu mauuhh.. ahhh... AHHH"

Kyuhyun terus menjilati vagina Sungmin dan meminum dengan rakus cairan milik kekasih montoknya itu. Sungmin terengah-engah. Ia benar-benar lemas. Itu klimaks pertamanya yang luar biasa.

Kyuhyun menyatukan bibirnya dengan Sungmin. memagut dengan kasar. tangannya mengocok juniornya yang sudah hard. Menggesek-gesekan dengan klit Sungmin.

"Apakah kau yakin?" tanya Kyuhyun ketika ia melepas pagutannya.

"Eum.. Aku milikmu" bisik Sungmin.

Kyuhyun mencium bibir Sungmin. lalu turun ke leher memberi sebuah kissmark yang tidak akan hilang dalam beberapa hari.

"Jambak aku, cakar aku, gigit aku. Pasti sakit. Ini yang pertama untuk kita" Sungmin menganguk. Asal tahu saja vaginannya sudah berkedut minta di isi.

"Eunghh..." Kyuhyun meringis ketika Sungmin menggigit bahu sedangkan jemari Sungmin mencakar punggungnya.

Ia terus memaju mundurkan juniornya. Sulit! Vagina Sungmin mencengram juniornya hingga sulit masuk. Tidak mau menunda lagi. Kyuhyun menghentakkan sekaligus hingga merobek selaput dara Sungmin. membuat cairan merah pekat itu mengalir dari liang surga itu.

"AKKHH" pekik Sungmin dan Kyuhyun bersamaan.

Sungmin merasa sakit luar biasa. Tubuhnya serasa terbelah dua. Kyuhyun juga merasa linu pada kejantanannya karena remasan liang Sungmin. mereka terengah padahal mereka belum bergerak.

"Aku sudah bukan perawan" gumam Sungmin.

"Aku juga sudah bukan perjaka"

Sungmin menyatukan bibirnya. Mengulum bibir Kyuhyun. Meminta akses pada kekasihnya itu untuk mengizinkan lidahnya untuk masuk gua hangat milik Kyuhyun. Kyuhyun mengerti ia membuka mulutnya dan menyambut lidah Sungmin yang membelit lidahnya.

"Eunghh.. Akhh..." Sungmin melepas cumbuannya kaget karena Kyuhyun memaju mundurkan juniornya. "Ahh.. pelann Kyu.. sakiitt..." cicit Sungmin.

"Hmm... ahhh.. sempitt Minnn...ahhh" desah Kyuhyun.

Perlahan, lalu makin cepat, semakin cepat, dan bertambah cepat. Kyuhyun mengenjot, membobol kewanitaan Sungmin.

"Ahhh... ahhh... yahhh.. oohhh.. ahhh ...Kyuuhhh.."

"Sstt... eungg..hhh... Minnn.. ahhh... shitt..."

Dari luar bisa terlihat bahwa mobil Audy hitam itu bergoyang karena pergerakan liar dua anak muda yang saling mencari kenikmatan.

Sungmin mengeratkan rangkulannya pada leher Kyuhyun ketika namja itu menghentak-hentakkan junior besarnya.

"Ahhh.. ahhh.. Ahhh.. Kyuuhhh.. akuuuhh.. akhhh terusss Kyuuhh.." rancau Sungmin.

"Mmhhhff.. ahhhh.. mhhhfff" Kyuhyun mendesah di tengah aktifitasnya mencium wajah Sungmin.

Kyuhyun menundukan kepalanya. Menjilat, menggigit dan menyedot kulit putih Sungmin. mulai dari leher, bahu dan dada Sungmin. ia terus membuat bercak merah keunguan disana. Kedua tanggannya meremas payudara Sungmin. menjepit dan menggesekkan nipple Sungmin dengan jemarinya.

Tak hanya Kyuhyun. Sungmin pun sesekali membuat tanda kepemilikannya di leher dan bahu Kyuhyun.

Baik Kyuhyun maupun Sungmin. mereka merasakan jika ada sesuatu dalam titik kenikmatan mereka serasa ingin keluar. Tanpa di minta Kyuhyun semakin mempercepat genjotannya.

"Ahhh.. ahhh.. owhh.. ahhhh ahhah ahhh... ahhh... fasterrr Kyuhh..."

"Denganhhnn senanggghhh hatiii.. ahhhh..."

Sreet

Blees

Sreet

Blees

Sreet

Blees

"Ahh.. ohh.. ahh.. ahhh..ahh.."

"Ahhh... Minnn.. eunghh.. ahhh..."

"AAAHHHHH..." desah panjang mereka berdua mengakhiri penyatuan tubuh mereka. Sungmin merasa hangat dan penuh di rahimnya karena sperma Kyuhyun.

Deru nafas dua anak muda itu saling bersahutan. Meraup rakus oksigen seakan tak akan ada lagi oksigen yang tersisa.

Kyuhyun mengecup wajah Sungmin bertubi-tubi. Sungmin tersenyum mendapat perlakuan Kyuhyun. mereka berpelukan merasakan sisa-sisa kenikmatan yang luar biasa.

Kyuhyun membelai wajah kekasihnya. "Saranghae.." ungkapnya.

Sungmin tersenyum. "Nado saranghae.."

Kemudian mereka kembali berciuman. Penuh kelembuatan dan terkesan manis.

=Figure It Out=

Sepanjang koridor yang biasanya ramai sekarang terlihat sangat lenggang. Tak ada seorang murid pun yang berkeliaran. Mereka semua tengah fokus mengerjakan soal. Ya! Ujian akhir sudah tiba.

Sungmin menguatkan dirinya untuk terus bertahan mengerjakan soal yang sedikit lagi terisi semua. Perutnya serasa di aduk dan ia merasa ingin muntah. Pandangannya sudah berkunang-kunang.

"Ssaem.." Sungmin mengankat tangannya. Membuat semua murid melihat padanya. "Sudah selesai. Bolah sekarang saya keluar?" tanya Sungmin.

"Silahkan" ujar Ssaem itu.

Eunhyuk dan Ryeowook melihat jika wajah Sungmin pucat. Dua yeoja itu pun langsung menyelesaikan ujian yang memang beberapa soal lagi yang harus di isi. Sungmin sudah keluar. Berlari terburu-buru ke toilet.

"Hoekk... huk.. hoekk..hahah!"

Sungmin menumpahkan semua isi perutnya. Ia berpegang pada pinggiran westafel. Membersihkan mulutnya dengan air. Perlahan tubuhnya merosot karena lemas. Ia meronggoh saku roknya kerena merasa ponselnya bergetar.

Dan benar saja Eunhyuk menelpon. Ia pun langsung menerima panggilan tersebut.

"Kau dimana?"

"Toilet"

"Arrasso. Aku dan Wookie akan kesana"

Plip

Sungmin memejamkan matanya sambil menyandarkan tubuhnya di tembok. Tak berniat mencari tempat duduk yang lebih bersih. Sekelebat bayangan ketika ia dan Kyuhyun bergumul sebulan yang lalu terlihat kembali. Sontak ia membuka matanya.

Tidak Mungkin kan?

Mereka melakukannya hanya sekali.

Sungmin mengelengkan kepalanya mencoba menghilangkan pikiran-pikiran yang memenuhi otaknya. Ia mendongak ketika mendengar suara pintu di buka.

"Sungmin/Eonni" seru Eunhyuk dan Ryeowook bersamaan kaget lebih tepatnya melihat Sungmin yang duduk di lantai. Wajahnya pucat dengan bulir-bulir keringat di kening.

Dua yeoja itu menghampiri Sungmin. Memposisikan tubuhnya berjongkok hingga bisa sejajar dengan Sungmin.

"Waegurae? Gwenchana?" tanya Eunhyuk khawatir. Sungmin tersenyum melihat raut cemas dari kedua sahabatnya itu. Kapan lagi bisa melihat wajah jelek mereka seperti sekarang batin Sungmin.

Ryeowook mengambil tissu yang memang sudah tersedia di westafel dan mengelap keringat di wajah Sungmin dengan sayang. "Eonni, kenapa kau malah senyum begitu. Aku khawatir" ujar Ryeowook.

"Aku tidak ap-" Sungmin membekap mulutnya ketika perutnya menjerit ingin mengeluarkan cairan kembali. Dengan susah payah dan di bantu dengan Eunhyuk dan Ryeowook, Sungmin berdiri.

"Hoek.. hoek.. huk huk..." Ryeowook mengusap pungung Sungmin sedangkan Eunhyuk memijat pelan tengkuk Sungmin.

"Apa kau punya penyakit Maag? Kenapa aku tidak tahu?" tanya Eunhyuk. Seingatnya Sungmin hanya memiliki riwayat sakit anemia. Tidak dengan Maag.

Sungmin menggeleng. "Aku juga tidak tahu. Perutku mual sekali"

"Mau ke UKS?" tanya Ryeowook.

Sungmin kembali menggeleng. "Kita kekantin saja. Aku ingin minum air hangat" ujarnya. Dengan memapah Sungmin. ketiga sahabat itu pun melangkah menuju kantin.

.

.

Kyuhyun melangkah kakinya gusar menuju kantin ketika menerima telpon dari Eunhyuk yang mengatakan Sungmin sakit.

Ia melihat tiga yeoja yang berada di pojok ruangan. Ia pun langsung menghampiri ketiga yeoja tersebut.

"Minn.. Gwenchana?" tanya Kyuhyun.

"Aku tidak apa-apa" Sungmin tersenyum.

Kyuhyun mengulurkan tangannya mengelus lembut pipi bulat kekasihnya. "Wajahmu pucat" gumam Kyuhyun.

"Gwenchana" Sungmin meyakinkan. "Eunhyuk-ah. Bisa kau ambilkan tas ku di kelas. Aku rasa aku ingin pulang saja" ucap Sungmin memandang Eunhyuk.

Eunhyuk menganguk. "Baiklah. Tunggu sebentar" yeoja bergummy smile itu pun melangkah keluar kantin. "Eonni Aku ikut" Kyuhyun tersenyum melihat Ryeowook yang mengikuti langkah Eunhyuk dengan gerutuan yeoja gummy smile itu.

Kyuhyun mengalihkan pandangannya dari Eunhyuk dan Ryeowok ketika merasa tangan dingin dan bergetar menyentuh tangannya. Namja itu menggengam tangan dingin itu lalu menatap penuh sayang pada si pemilik tangan.

"Kyu.."

"Hm.." jawab Kyuhyun. ia asyik mengelus pipi chubby milik Sungmin. ia ingin selai menggigit pipi itu hingga merah! Eits jangan samakan Kyuhyun dengan orang sadis ya. Ia hanya gemas.

Tangannya berhenti mengelus pipi chubby itu ketika melihat sebuah air yang mengalir membasahi pipi mulus itu.

"Hei kenapa menangis?" Kyuhyun mengusap lelehan air mata yang Sungmin keluarkan.

"Aku takut~" cicit Sungmin.

Kyuhyun mendekatkan dirinya. Ia merangkul bahu bergetar Sungmin. "Takut kenapa?" ujarnya pelan.

"Sebulan lalu, pantai, hujan deras. Lalu kita.." Kyuhyun diam. Ia mengerti maksud Sungmin. namja itu menangkupkan wajahnya di kedua pipi Sungmin. membuat wajah imut itu mendongak menatapnya.

"Apa kau..." Kyuhyun tidak melanjutkannya.

"Aku tidak tahu..." Sungmin menundukan wajahnya. Ia juga tidak yakin. Tapi jika di pikir lagi, ia belum mendapatkan menstruasi nya. Dan ia juga merasa perutnya selalu mual. Ia tidak tahu sungguh!

Kyuhyun hanya diam. Pikirannya berkecamuk mendengar pernyataan Sungmin. Ia menatap wajah kekasihnya yang sudah basah karena air mata. Jauh dalam pikirannya sebuah rencana yang ia susun setelah mendengar pengakuan Sungmin.

'Ya! Seharusnya memang begitu bukan?' batin Kyuhyun.

.

.

.

TBC

.

.

.

Huwahahah...

Chapter pertama sudah ada adegan this and that.

FF Baru. Idenya sudah mendekem di otak sekian lama baru bisa di tuangkan sekarang. FF pertama yang ber RATE M kekek... mian jika NC nya kurang wah! Gitu. Walau saya yadong #ah_ngaku_sendiri. Percayalah menuangkan sebuah ide menjadi tulisan itu susah... hmmm...

Maaf mengecewakan. Jika risih yang terkena tag tinggal bilang aja oke :D

Eotte?

Mind to review?