Figure It Out

Cast:

Lee Sungmin

Cho Kyuhyun

Other...

.

.

.

Rate M

.

.

.

Warning:

OOC, GS, Typo(s), little bit TeenRomance

Terdapat adegan dewasa. Jika tidak berkenan tolong skip saja! ^_^

.

.

.

Ini hanya FF, sebuah karya fiksi yang terlahir dari otak sederhana saya. Jangan bash cast yang saya pakai karena mereka tidak tahu apa-apa. Saya hanya pinjam nama saja. V cinta damai chingu ^_^

.

.

.

Kyumin is Real

.

.

.

Enjoy

.

.

.

"Dua garis" gumam seorang yeoja manis.

Tiba-tiba lutut yang menjadi tumpuan yeoja manis itu untuk berdiri menjadi lemas, yeoja itu pun merosot dan terduduk di lantai kamar mandi yang dingin. Air mata sudah jatuh membasahi pipi chubby nya. Suara isakan yang memilukan keluar dari bibir plum miliknya.

Semakin lama tangisan yeoja manis itu semakin keras, pikirannya sudah jauh entah kemana. Memikirkan bagaimana ia harus menghadapi semuanya? Menghadapi masa depannya. Sebuah alat pendeteksi kehamilan yang telah ia gunakan menunjukan dua garis merah, yang artinya dia positif sedang mengandung.

"hiks.. hiks.. a a aku hamil.." lirih yeoja manis itu bermolog sendiri.

Disatu sisi ia bahagia karena ia tengah mengandung benih dari orang yang ia cintai. Tapi disisi lain ia pun sedih, bingung ia harus berkata apa pada keluarganya?

"Kyu~ ottoke?"

.

.

.

Chapter 2

Sungmin mengigit kuku jarinya, sesekali melirik ke gerbang sekolah. Berharap sang kekasih cepat memperlihatkan batang hidungnya sekarang. Sungmin bernafas lega ketika melihat mobil Audy hitam yang sangat ia hapal. Berlari kecil Sungmin mendekati mobil itu.

Blam!

"Min. Kau mengagetkanku" ujar Kyuhyun ketika tiba-tiba ada yang masuk mobilnya tanpa ia ketahui.

"Kyu~ ak.. aku sudah mengetesnya" aku Sungmin gugup.

Kyuhyun diam, ia menatap Sungmin. terlihat jejak air mata yang mengering di pipi chubby kekasihnya. Mata foxy itu sembab dan memerah.

"Hasilnya?" Kyuhyun penasaran.

Sungmin menggigit bibir bawahnya. Ia meronggoh saku seragamnya dan mengeluarkan sebungkus tespack yang isinya sudah Sungmin gunakan. Kyuhyun menerima benda itu menatap Sungmin sekali lagi sebelum mengeluarkan benda berbentuk seperti pena tapi tipis.

Dua garis batin Kyuhyun.

Untuk sesaat suasana menjadi hening. Kyuhyun tersadar ketika mendengar isakan. Ia menoleh dan benar saja. Sungmin menutup wajahnya. Tubuhnya bergetar.

TEETT TEETT TEETT

"Bel masuk. Kajja" ujar Kyuhyun.

Sungmin menatap tubuh tegap itu yang keluar mobil. Apa? Hanya seperti ini?

Tuk tuk tuk

Sungmin menoleh dan mendapati Kyuhyun yang menunduk sambil mengetuk kaca mobil. Yeoja itu mengusap air matanya kemudian keluar.

"Kajja.." Kyuhyun menggengam tangan Sungmin.

"Kyu.." Sungmin mencengkram tangan Kyuhyun yang akan menariknya. Namja itu menoleh, kemudian tersenyum.

Greep!

"Kau pikir aku namja brengsek yang akan meninggalkan mu begitu? Aku akan bertanggung jawab" kata Kyuhyun sambil mengeratkan pelukannya. "Saranghae"

Sungmin kembali menangis. "Nado saranghae"

Kyuhyun melepas pelukannya mengusap air mata yang sudah keluar membasahi pipi Sungmin. "Kita akan cari jalan keluarnya bersama. Jangan khawatir. Sekarang kita masuk kelas dulu sebelum guru pengawas mendahului kita" kata Kyuhyun lalu menarik Sungmin untuk mengikutinya.

.

.

Eunhyuk POV

Wajahnya pucat. Sudah dua hari ini Sungmin nampak murung. Apakah dia sakit? Tapi jika pun dia sakit. Sungmin akan selalu tampak ceria. Tidak seperti sekarang. Aku khawatir. Apa dia sedang bertengkar dengan Kyuhyun? Jika di tanya, dia hanya tersenyum lalu berkata 'Gwencanha'. Sebenarnya apa yang terjadi padanya?

Eunhyuk POV end

.

.

"Waktu sudah habis. Silahkan kumpulkan kedepan" ujar Yunho Ssaem yang kebetulan menjadi pengawas ujian di kelas Sungmin.

Jika kemarin Sungmin selesai sebelum yang lainnya. Sekarang yeoja itu tampak kesusahan mengerjakan soal.

"Eonni. Kau sudah selesai?" tanya Ryeowook yang hendak mengumpulkan soal ke depan. Sungmin menganguk. "Eum. Sekalian" Sungmin tersenyum sembari menyerahkan soal ujiannya pada Ryeowook.

Sungmin menatap keluar jendela. Ia terus memikirkan Kyuhyun. Apa yang tengah Kyuhyun pikirkan untuk masalah ini?

Dengan sadar Sungmin mengelus perutnya yang masih datar. Disini, apa benar disini, di perut ini ada kehidupan? Calon bayinya dan Kyuhyun.

Sungmin tersentak ketika sebuah tangan menepuk pundaknya pelan. Ia menoleh dan menadapati Eunhyuk yang tersenyum padanya.

"Mau kekantin?" tanya Eunhyuk. "Perut karet itu ingin makan katanya" tunjuk Eunhyuk pada Ryeowook yang sudah di pintu kelas dengan dagunya. Sungmin tersenyum, mengangukan kepalanya kemudian berdiri dan mengikuti langkah Eunhyuk.

Perutnya kembali terasa melilit. Pandangannya pun tak focus. Sebelum mencapai pintu Sungmin sudah tumbang tak sadarkan diri. Seluruh kelas kaget melihat seorang Lee Sungmin yang terkenal selalu menjaga badannya tetap bugar sekarang tergeletak pingsan.

Yunho Ssaem yang memang sedang membereskan lembar soal. Langsung mengangkat Sungmin dan membawanya ke UKS. Sebelum itu Yunho Ssaem menyuruh Eunhyuk untuk membawa lembar soal yang sudah terkumpul ke ruang guru.

Dengan tangan gemetar, Ryeowook menghubungi Kyuhyun, memberitahu namja itu jika Sungmin pingsan dan sekarang tengah di bawa ke UKS.

.

.

Sungmin POV

Aku membuka mataku perlahan. Seketika itu bias-bias cahaya langsung menyapa retina mataku. Menyentuh kepalaku yang terasa pusing.

"Sungmin, kau sudah sadar?"

Aku memfocuskan pandanganku dan melihat Eunhyuk disampingku menatap khawatir. "Eum.. gwenchana" jawab ku seadanya.

Eunhyuk membantuku untuk duduk bersandar di kepala ranjang. Ah! Aku berada di UKS rupanya. Apa aku pingsan tadi. Aku melihat Ryeowook duduk di ranjang lain. Memunggungiku dan Eunhyuk.

"Wookie-ya kau kenapa?" tanyaku padanya.

Aku melihat Ryeowook tersentak. Aku kaget ketika ia membalikkan badannya. Kenapa ia menangis?

"Kau yang kenapa?" Ryeowook balik bertanya padaku.

"Memangnya aku kenapa?"

Aku menoleh pada Eunhyuk. Kenapa? Kenapa dengan wajah mereka berdua. Ryeowook melangkah dan langsung menubrukkan tubuhnya, memelukku dengan erat sambil terisak.

"YA! Kalian kenapa?" tanyaku bingung.

"Kami tahu semuanya" ujar Eunhyuk.

Tahu? Apa yang mereka ketahui? Aku diam menunggu Eunhyuk melanjutkan ucapannya.

Ryeowook melepas pelukannya kemudian menatap ku lekat. Menggenggam tanganku. "Kau hamil Eonni" ujarnya.

Jder!

"Dari mana kalian tahu?"tanyaku.

"Kau pingsan. Yunho Ssaem membawamu kemari. Jaejeong Eonni memeriksamu dan ia bilang kau tengah..." Eunhyuk menghentikan penjelasannya.

Aku tersenyum getir. "Jadi kalian sudah tahu semuanya. Baguslah aku tidak harus memberitahukannya pada kalian. Karena kalian tahu sendiri"

"Bukan hanya kami"

Aku menatap tidak mengerti pada Eunhyuk. "Maksudmu?" tanyaku.

"Ada seorang fansmu yang diam-diam menguping. Dan dia menyebarluaskan berita kau hamil. Seluruh murid dan staf guru tahu" Ryeowook menjelaskan.

Aku diam. Seluruh sekolah mengetahuinya. Tinggal menunggu waktu sampai pihak sekolah memberitahu keadaanku pada Ibu dan Ayahku. Ya tuhan aku harus bagaimana. Kyu eottoke?

Benar.

"Kyuhyun dimana?" tanyaku pada Eunhyuk dan Ryeowook. Mereka berdua saling berpandangan membuatku cemas. "Eunhyuk-ah, Wookie-yah. Kyuhyun odiesoyo?"

"Kyuhyun sedang menghadap Kepala Sekolah"

Deg!

Aku menutup wajahku dengan kedua tanganku. Menangis sejadi-jadinya. Ya Tuhan kenapa semuanya jadi begini?

Sungmin POV end

.

.

Ceklek!

Ketiga sahabat itu menoleh ketika mendengar pintu di buka. Kyuhyun masuk ke ruang UKS, tersenyum pada sosok yeoja yang berada di atas ranjang. Yang menatapnya sedih dengan air mata yang membasahi pipi chubby nya.

Eunhyuk dan Ryeowook mengerti. Dan tanpa di suruh kedua yeoja itu keluar ruangan. Kyuhyun melangkah mendekat pada Sungmin. Mengusap bekas air mata itu.

Di tatap lembut seperti itu, Sungmin tidak kuat. Ia langsung menghambur ke dalam pelukan Kyuhyun yang hangat. Namja itu membalas pelukan Sungmin. Mengusap punggung bergetar kekasihnya agar lebih tenang.

"Mereka sudah tahu" adu Sungmin di tengah isakannya. Siapa lagi tempat mengadu baginya selain pada Tuhan. Tentu saja pada namja yang sedang memeluknya sekarang.

"Eum.. arra" jawab Kyuhyun singkat.

"Apa yang di katakan Kepala Sekolah padamu?"

"Kau ingin mendengarnya?" goda Kyuhyun. Sungmin memukul punggung Kyuhyun pelan. Bisa-bisannya namja itu menggodanya di saat seperti ini.

Flashback On

"Anak muda zaman sekarang paling pintar membuat para orang tua pusing" pria paruh baya itu menatap Kyuhyun yang tengah berdiri di depannya dengan tajam. "Bagaimana kau bertanggung jawab atas perbuatanmu itu CHO KYUHYUN" teriaknya kesal.

Kyuhyun diam. Tidak ingin menyela tetua di sekolahnya itu. "Kau sudah merugikan dirimu sendiri dengan kekasihmu. Aish!" Kepala sekolah tampak menghembuskan nafasnya kasar.

"Drop Out" ucapnya telak.

Kyuhyun yang sejak tadi diam menatap balik orang tua yang seenaknya saja menurutnya. "Sonsengnim. Maaf sebelumnya tapi bisakah hukuman Drop Out itu di urungkan"

"Kau tahu peraturan sekolah ini Kyuhyun-ah" ujar Kepala sekolah.

"Sonsengnim. Saya mohon. Biarkan saya dan Sungmin menyelesaikan ujian akhir kami. Tolong, saya mohon pada anda. Setidaknya kami masih bisa mendapatkan Ijazah untuk menopang kehidupan kami kedepanya"

"Jika kau tahu akibatnya akan seperti ini. Kenapa kau dan Lee Sungmin melakukannya?" ucapnya lagi.

"Biarkan saja. Hitung-hitung membalas apa yang Kyuhyun dan Sungmin berikan pada sekolah ini" celetuk Yunho Ssaem.

"Tidak semudah itu Yunho-ssi. Bagaimana kata staf guru dan murid lainnya"

Kyuhyun dan Sungmin adalah salah satu murid yang menyumbang paling panyak tropi dan sebagainya yang membuat sekolah ini lebih di kenal.

"Aku yakin mereka tidak keberatan. Ujian berakhir 2 hari lagi. Setelah itu selesai" putus Yunho Ssaem.

Kepala sekolah tampak berpikir. Murid di hadapannya dengan kekasihnya adalah tingkat tiga yang dimana sedang melaksanakan ujian akhir. Kenapa anak muda jaman sekarang selalu membuat dirinya susah, pikir kepala sekolah itu. "Hah! 2 hari dan semuanya selesai" ucap Kepala sekolah mengalah.

Kyuhyun tersenyum menatap Yunho Ssaaem menuh arti. Ia membungkukkan badannya pada Kepala sekolah dan Yunho Ssaem sebelum melangkah pergi.

Flashback Off

"Jadi kita masih bisa ikut ujian?" tanya Sungmin.

Kyuhyun menganguk. "Mungkin ada beberapa murid yang tidak senang dengan keputusan istimewa itu. Aku harap kau bisa tahan dengan ocehan mereka. Apa lagi tiga sebangkai rival mu itu" goda Kyuhyun.

Sungmin tersenyum. Ia memegang tangan Kyuhyun. "Lalu Appa dan Umma bagaimana?" tanya Sungmin gusar.

Kyuhyun membawa tubuh itu ke dalam dekapannya. "Kita hadapi sama-sama ne" ujar Kyuhyun.

=Figure It Out=

Bugh!

Bugh!

Bugh!

"Appa hantikan" teriak Sungmin.

Kangin tidak mendengarkan teriakan Sungmin. Namja paruh baya itu terus memukul Kyuhyun membabi buta. Siang tadi ketika Leeteuk membereskan kamar Sungmin. Istrinya itu menemukan testpack di kamar mandi putrinya. Tak lama setelah itu Kangin mendapat telpon dari sekolah yang memberitahu keadaan Sungmin.

"Aku sudah percaya padamu Cho Kyuhyun. Tapi kau malah menyalahgunakan kepercayaan yang sudah aku berikan padamu" teriak Kangin.

Bugh!

Bugh!

Siapa yang bisa menerima jika putrinya hamil di luar nikah. Sungmin dan Kyuhyun baru menginjak usia 18 tahun tapi sudah melakukan hubungan intim yang harusnya mereka lakukan setelah menikah kelak.

Kyuhyun bisa saja menghindar. Tapi namja itu membiarkan tubuhnya menjadi sasaran kemarahan calon mertuanya itu.

"Ahjusshi tolong dengarkan aku dulu" ujar Kyuhyun susah payah menahan nyeri di sekujur tubuhnya.

"Appa.. Appa.. aku mohon berhenti.. hiks..hiks.." Sungmin memegang kaki Kangin memohon pada Ayahnya untuk berhenti memukul Kyuhyun.

"Lepas" Kangin menghentakkan kakinya. Namja paruh baya itu melangkah pergi ke lantai dua.

Sungmin langsung menghampiri Kyuhyun yang terduduk di lantai. Tangannya bergetar, ketika melihat luka memar di wajah Kyuhyun belum di sekujur tubuhnya Sungmin yakin itu. "Maafkan Appa Kyu~" lirih Sungmin sambil mengelap darah yang mengalir di hidung Kyuhyun dengan jas sekolahnya.

Setelah dari sekolah Kyuhyun dan Sungmin langsung menemui Kangin dan Leeteuk. Itu sebabnya baik Kyuhyun maupun Sungmin masih memakai seragam sekolah.

Kyuhyun menghentikan tangan Sungmin yang mengusap darah dari hidungnya. "Jas seragammu jadi kotor" ujarnya. Sungmin menundukan kepalanya sambil terisak.

"Minnie-yah pakai ini sayang" Leeteuk datang dengan sekotak P3K. Ia menyerahkan kapas yang sudah di baluri oleh alkohol.

Belum sempat kapas itu mengenai wajah Kyuhyun. Kangin sudah dulu mencengram kerah seragamnya membawa Kyuhyun untuk berdiri kemudian menyeret pemuda itu keluar rumah.

Sungmin dan Leeteuk mengikuti dari belakang. Leeteuk memeluk tubuh putrinya ketika Kangin mencengkram tangan Sungmin. "Aniya yeobo. Andwae. Kita bisa bicarakan baik-baik" Leeteuk berusaha menenangkan Kangin.

Kangin menggeleng. Melepaskan paksa pelukan Leeteuk pada Sungmin dan menyeret putri tunggalnya seperti menyeret Kyuhyun tadi. Mendorong Sungmin keluar rumah. Untung Kyuhyun cepat menangkap tubuh Sungmin sebelum yeoja itu jatuh di teras. Sungmin sedang hamil ingat!

"Kau juga! Pergi dari rumah. Appa kecewa padamu Minnie-yah" ujar Kangin. "Mulai sekarang. Jangan pernah kau menginjakkan kakimu lagi disini"

Namja paruh baya itu, membawa Leeteuk untuk masuk. Sungmin menggeleng, yeoja itu mengedor-gedor pintu memohon agar sang Ayah membuka pindu dan memaafkannya.

Dok dok dok

"Appa.. buka pintunya hiks.. Appa Mianhae" teriak Sungmin.

Ceklek!

"Appa-"

Brugh!

Kangin melemar koper coklat milik Sungmin yang berisi baju. Tak lupa namja paruh baya itu melempar tas sekolah Sungmin dan Kyuhyun yang tertinggal.

Blam!

Kangin menutup kembali pintu rumahnya. Sungmin diam mematung hanya air mata yang terus keluar dari pelupuk matanya. Sebuah tangan yang menggengam tangannya membuat Sungmin mendongak dan melihat wajah yang penuh memar tersenyum kecil padanya.

"Kajja.." lirih Kyuhyun.

Kyuhyun memeluk tubuh Sungmin. Mengeratkannya, bohong jika ia tidak gentar. Hatinya sakit melihat Sungmin yang menagis pilu di dekapannya. Tanpa Sungmin ketahui, setetes air mata mengalir membasahi pipi yang penuh memar itu.

.

.

Plak!

Setetes darah mengalir dari sudut bibir Kyuhyun yang memang sudah memar itu. Sungmin mencengkram ujung rok nya. Walaupun ia tidak melihat karena menunduk, tapi ia yakin Hangeng Ahjusshi, ayah Kyuhyun menampar putranya itu. Saking kerasnya hingga Sungmin bisa mendengar suara dari dua kulit yang saling beradu.

"Bereskan pakaianmu dan pergi dari sini" ujar Hangeng final.

"Appa tolong. Malam ini saja, biarkan aku dan Sungmin tidur disini" mohon Kyuhyun.

"Dimana otak pintar kalian berada ketika akan melakukan 'itu' eoh?" bentak Hangeng.

"Hannie tenanglah" Heechul merangkul pundak Sungmin yang bergetar dan membawa kedalam pelukannya.

"Bagaimana aku bisa tenang!" Hangeng menatap Kyuhyun dan Sungmin bergantian. "Cho Kyuhyun, bereskan pakaianmu. Tinggalkan ponsel, kunci mobil dan kartu kreditmu lalu pergi" putus Hangeng.

Namja paruh baya itu menghentikan langkahnya kemudian berbalik menatap istrinya yang sedang memeluk Sungmin. "Kau jangan coba-coba mengizinkan mereka untuk tinggal disini. Atau sekedar membantu. Mereka harus mempertanggung jawabkan perbuatan yang mereka lakukan sendiri. Aku serius Chullie-ah" ancam Hangeng.

Heechul menatap sendu punggung suaminya yang melangkah pergi masuk kekamar. Ia mengeratkan pelukannya pada Sungmin.

.

.

Kyuhyun berterima kasih pada koper coklat milik Sungmin yang memang besar hingga beberapa potong pakaiannya bisa masuk. Heechul melangkah, duduk di samping putra tunggalnya.

Kyuhyun memandang wajah cantik Ibunya. "Umma mianhae. Aku membuatmu kecewa" ujar Kyuhyun menyesal.

Heechul mengusap lembut wajah tampan putranya yang penuh memar. Wanita paruh baya itu menggengam tangan Kyuhyun, mengecupnya sekilas kemudian meletakkan sebuah amplop berwarna coklat pada tangan putranya itu.

"Umma" Kyuhyun tahu apa isi amplop itu. Sangat tahu.

"Umma tidak bisa membujuk Appamu. Umma hanya bisa memberikan ini. Pakailah dengan bijak ne" ujar Heechul sambil terisak.

Kyuhyun langsung berlari kedekapan Ibunya. Saat itu ia melepaskan semuanya. "Mianhae hiks... maafkan aku Umma"

Heechul mengusap punggung Kyuhyun. "Sudah calon Appa jangan menangis" Heechul melepas pelukannya. Mengusap air mata yang membasahi pipi Kyuhyun. "Jaga menantu dan cucu Umma ne"

Kyuhyun mengangguk. "Pasti"

.

.

Dengan saling berpegangan tangan. Kyuhyun dan Sungmin menusuri jalanan kota. Kyuhyun mengeratkan genggamannya sedangkan tangan satunya ia gunakan untuk menyeret koper milik Sungmin. Dengan masih mengenakan seragam sekolah keduanya terus berjalan tanpa arah. Mereka berhenti di halte bus. Orang-orang tampak saling berbisik melihat keadaan Sungmin dan Kyuhyun.

Kyuhyun tampak tak peduli beda dengan Sungmin yang sesekali mencuri pandang pada orang yang membicarakan mereka. Yeoja itu memeluk lengan kekasihnya dan menyandarkan kepalanya di bahu Kyuhyun.

"Kita akan kemana?"-Sungmin.

"Kita akan makan dimana?"-Kyuhyun.

Sungmin mendongak menatap Kyuhyun begitu pun sebaliknya. Kyuhyun mengulurkan tangannya menyentuh wajah Sungmin kemudian mengecup kilat kening yeoja itu.

"Lebih baik kita cari tempat makan dulu. Aku yakin baby sudah berteriak ingin makan" canda Kyuhyun.

Sungmin menatap lurus pada manik kelam kekasihnya. Kyuhyun menepati perkataannya. Namja itu bertanggung jawab. Menemui Ayahnya dan mengakui kesalahan yang telah mereka perbuat. Menerima semua pelakuan Ayahnya.

Apa yang harus ia lakukan untuk Kyuhyun?

Sungmin tersenyum manis pada Kyuhyun memberi jawaban atas ajakan namja itu untuk mencari tempat untuk mengisi perut.

Ya! Sungmin tahu sekarang.

Ia hanya harus mempercayakan semuanya pada Kyuhyun. Mendukung dan menyemangati namja yang sangat ia cintainya itu. Ya, begitu seharusnya bukan.

=Figure It Out=

"Cih! Aku tidak menyangka Kepala Sekolah memberi hak istimewa membiarkan siswi yang sudah jelas hamil untuk mengikuti ujian akhir" cibir Seohyun.

Ketiga sebangkai itu melipat tangan di dada. Memandang Sungmin dengan penuh rasa jijik yang membuat mereka ingin muntah.

Sungmin memutar bola matanya malas. Ia tidak berniat membalas cibiran pedas itu, yang memang sebuah faktanya.

"Wae? Kau iri? Aku tidak yakin jika kau hamil seperti Sungmin Eonni. Kepala sekolah masih mengizinkanmu untuk mengikuti ujian" Seohyun mendelik pada Ryeowook tidak suka.

"Diam kau kurus" seru Sunny.

"Cih! Dasar bibir do'er" celetuk Ryeowook. Jangan pikir yeoja mungil itu akan kalah. Sunny mengangkat tangannya seakan ingin memukul Ryeowook. "Apa?" sungut Ryeowook. Sunny membuang mukanya.

Seohyun mengebrak meja Sungmin. "Gara-gara ulahmu. Wajah Kyuhyun memar. Jika ingin hancur, hancurlah sendiri jangan bawa orang lain"

"Lalu kau mau apa?" tanya Sungmin sembari menopang dagunya.

"Tsk. Masih bisa sombong. Aku tidak habis pikir" celetuh Tiffany.

"Maka dari itu. Jangan berpikir. Sana kalian menghalangi pemandangan saja" usir Eunhyuk.

Dengan mengibaskan rambut, tiga sebangkai itu melenggang pergi membuat Eunhyuk, Ryeowook dan teman yang masih berada di kelas bergidig jijik.

.

.

"MWO?"

Kyuhyun menutup kedua telinga Sungmin dengan tangannya ketika ke empat sahabat mereka berteriak histeris. Sedangkan HaeHyuk dan YeWook menatap horor pada Kyumin.

"Jadi wajahmu babak belur seperti itu, gara-gara Kangin Ahjusshi?"-Donghae.

"Lalu kemarin kalian tidur dimana?"-Yesung.

"Motel"-Kyuhyun.

"NE?" pekik HaeHyuk dan YeWook bersamaan.

"Bisa tidak kalian jangan berteriak. Babyku nanti tergangu karena suara kalian" dengus Kyuhyun sambil mengusap perut rata Sungmin.

HaeHyuk dan YeWook yang melihat tingkah Kyuhyun tersenyum. "Ternyata kau sudah dewasa Kyuhyun-ah" kata Eunhyuk.

Donghae menyenggol lengan kekasihnya. "Tentu saja. Buktinya dia akan menjadi seorang Appa" celetuk Donghae yang membuat wajah KyuMin bersemu merah. Ryeowook yang menepuk-nepuk pipinya sedangkan Eunhyuk mengipas wajahnya dengan tangan mendengar penuturan seorang Lee Donghae.

Sebenarnya ucapan Donghae lebih ke- Jika Kyuhyun belum dewasa, mana mungkin ia bisa menanam benih spermanya di rahim Sungmin.

Itulah yang membuat Kyumin dan HyukWook salting.

"Lalu bagaimana? Tidak mungkin kalian tetap tinggal di motel kan?" tanya Yesung.

"Aku dan Kyuhyun berencana akan menyewa sebuah rumah. Nanti pulang sekolah kami akan mencarinya" ujar Sungmin menatap wajah ke empat sahabatnya.

"Aku ikut"-Eunhyuk.

"Nado"-Ryeowook

Jadilah sepulang sekolah KyuMin, HaeHyuk dan YeWook berpencar menjari sebuah rumah. Menjelang sore KyuMin mendapatkan sebuah rumah sederhana lima blok dari Myongdong. Sebuah ruangan tanpa sekat, sebuah kamar mandi, dan dapur (bayanginnya rumah Song Yi Kyung: 49 days).

"Apa ini tidak terlalu kecil?" tanya Ryeowook pada Sungmin.

Sungmin tersenyum. "Tidak ini sudah cukup. Jangan khawatir aku bukan putri manja yang harus tidur di kamar yang mewah" gurau Sungmin mencairkan suasana.

"Baiklah rumah sudah ada. Tinggal besok di bersihkan. Satu malam lagi tidur di motel" Kyuhyun merangkul pundak Sungmin. "Yeobo, aku lapar" rengek Kyuhyun dengan mengeluarkan puppy eyesnya.

Eunhyuk dan Ryeowook menjulurkan lidahnya seakan ingin muntah. Donghae menggeleng. "Kyuhyun-ah. Hentikan. Tidak imut sedikit pun" cibirnya. Kyuhyun mencebikkan bibirnya.

"Aku ingin jajangmyeon" manja Sungmin.

"Dikabulkan" seru Kyuhyun.

.

.

Jarum jam di motel itu terus berdetak membuat Sungmin menengok kesamping tepat pada sosok namja yang sedang berbaring memunggunginya.

"Kyu.." panggil Sungmin.

"Hm.." jawab Kyuhyun tanpa membalikkan badannya.

"Issh.. balikkan badanmu" kata Sungmin sambil menarik lengan Kyuhyun membuat namja itu membalikkan badannya. "Buka matamu" kesal Sungmin karena Kyuhyun menutup matanya.

Kyuhyun langsung membuka matanya tidak mau membuat Sungmin lebih kesal lagi. "Hm.. aku sudah membuka mataku"

"Aku ingin ice cream" cicit Sungmin.

Kyuhyun mengangkat sedikit kepalanya untuk melihat jam dinding. "Ini sudah jam 11 malam Min chagi hanny bunny sweety beauty. Besok saja ya" bujuk Kyuhyun. Ia tidak mau jika Sungmin sakit perut nantinya.

Sungmin langsung merengut tidak suka. Yeoja itu bangun dari tidurnya menatap Kyuhyun dengan puppy eyes. Kyuhyun memejamkan matanya. "Arraso.. arraso"

Sungmin tersenyum lebar. Yeoja itu turun dari ranjang, membuka kopernya dan mengambil jaket Kyuhyun. Memakaikannya pada sang kekasih. Sungmin tidak mau Kyuhyun sakit karena angin malam.

"Aku saja yang beli. Kau tunggu disini ya" ujar Kyuhyun yang melihat Sungmin memakai sweternya. Kyuhyun menggaruk kepalanya yang tidak gatal ketika Sungmin mengembungkan pipinya tidak terima jika ia di suruh menunggu di motel sendirian.

Dan pada akhirnya. "Kajja.. " pasrah Kyuhyun.

.

Entah mengapa melihat Sungmin memakan satu cup kecil ice cream membuat Kyuhyun menjadi lapar. Namja itu pun membeli ramyun dan menyeduhnya di mini market, yang memang di sediakan tempat duduk dan air untuk pengunjung jika ingin langsung memakan ramyun.

"Aaa..." Sungmin membuka mulutnya. Kyuhyun menyuapkan ramyun yang sudah ia tiup. Setelah memakan sesuap ramyum Sungmin lalu menyuapkan sesendok ice cream. Mau melarang bagaimana? Bawaan baby mungkin pikir Kyuhyun.

"Mau buat satu ramyun lagi?" tawar Kyuhyun. Sungmin menggeleng seperti anak kecil dengan sendok ice cream masih berada di mulut. Ah! Benar-benar imut.

Rasa laparnya langsung hilang padahal Kyuhyun baru memakan 2 suap. Kyuhyun kembali menyuapi Sungmin sampai ramyunnya habis.

.

Sungmin mengayunkan tangannya yang saling bertaut dengan tangan Kyuhyun. Tidak tahukan jika kekasihmu Cho Kyuhyun susah hanya untuk meneguk air liurnya sendiri. Sungmin sedang focus menjilati ice cream berbentuk kerucut. Fantasi liar Kyuhyun berkembang, bagaimana jika ice cream itu adalah kejantanannya yang Sungmin jilat.

Kyuhyun menepuk-nepuk kepalanya berusaha menghilangkan pikiran-pikiran yang dapat membuatnya terangsang. Kyuhyun menggigit bibir bawahnya ketika ia melirik Sungmin yang sedang menggigit ujung kerucut ice cream itu dan menyedotnya sehingga ice cream yang berada di atas menjadi turun. Kyuhyun membayangkan bagaimana jika juniornya yang di hisap seperti itu.

Kyuhyun mencebikkan bibirnya ketika ia merasa daerah selangkaannya menyembul. Tidak peduli dengan tatapan heran Sungmin. Kyuhyun langsung membawa Sungmin menuju motel yang tidak jauh lagi.

"Habiskan ice creamnya" kata Kyuhyun ketika mereka sudah berada di kamar motel. Tanpa banyak protes Sungmin langsung menghabiskan ice creamnya yang memang tinggal beberapa gigit lagi.

Kyuhyun menggiring Sungmin ke kamar mandi. Mencuci tangan dan kaki yeoja itu. Lalu menggiring Sungmin ke ranjang. Menyelimuti yeoja itu.

"Kau mau kemana?" Sungmin memegang tangan Kyuhyun ketika namja itu akan beranjak dari ranjang.

"Perutku sakit" bohong Kyuhyun. Tentu saja ia akan menyelesaikan urusannya dengan sang junior di bawah sana. Ia tidak mau mengambil resiko dengan menerkam Sungmin. Ini sudah larut dan besok mereka masih harus ikut ujian.

Sungmin memainkan telunjuknya di tangan Kyuhyun. Ya Lee Sungmin, kekasihmu sudah tersiksa kau tahu?

"Kyu.. cium aku"

"Hm..?" Ya tuhan! Kyuhyun sudah hard dan Sungmin meminta Kyuhyun untuk menciumnya.

"Morning kiss kan di pagi hari. Sekarang sudah malam jadi nigh-"

Ucapan Sungmin terputus ketika Kyuhyun membekap mulutnya dan langsung melesatkan lidah namja itu kedalam mulutnya. Sungmin memejamkan matanya dan melenguh ketika Kyuhyun mulai mengekplorasi gua hangat miliknya.

"Eungh.." Sungmin mengalungkan lengannya. Tangan Kyuhyun sudah meremas dada Sungmin dari luar baju. Pelan dan konstan cukup membuat Sungmin mengerang.

"Eungh.. mmffhh.. haha.. mmmhhff ahh Kyuummffhh..."

Kyuhyun menggerakkan kepalanya kekiri kekanan memperdalam ciuman itu. Saling mengulum bibir atas dan bibir bawah Sungmin bergantian.

Cup!

Ciuman kening yang Kyuhyun daratkan mengakhiri ciuman panjang mereka. Kyuhyun bisa melihat dengan jelas rona merah di wajah kekasihnya itu. Ia mencium kedua kelopak mata Sungmin.

"Jalja" ucapnya. Sambil membenarkan selimut yang berada di atas perut Sungmin. Perasaan Kyuhyun sudah menyelimuti Sungmin sampai leher.

"Kyu" panggil Sungmin ketika Kyuhyun beranjak dari ranjang.

"Apa?"

"Siram klosetnya yang banyak ya sampai bersih. Aku tidur duluan" ujar Sungmin innocent.

"Hm.." dehem Kyuhyun. Melenggang pergi menuju kamar mandi. Menidurkan sang 'adik' terlebih dahulu. Sebelum ia menyusul Sungmin ke alam mimpi.

=Figure It Out=

Sungmin mengedarkan pandangannya. Melihat tiap sudut ruang kelasnya. Yeoja itu berdiri dan melangkah menuju jendela kelas. Pemandangan sekolah langsung menyambutnya. Seluruh siswa yang berbondong-bondong menuju gerbang untuk pulang. Sesuai perjanjian. Sungmin dan Kyuhyun di izinkan untuk menyelesaikan ujian akhir. Dan hari ini ujian sudah selesai dan berarti. mereka tidak berurusan dengan sekolah. Mungkin satu kali lagi untuk mengambil ijazah.

"Eonni"

Sungmin membalikkan badannya dan tersenyum mendapat Ryeowook dan Eunhyuk yang berdiri di ambang pintu kelas.

"Kyuhyun dan yang lainnya sudah menunggu" kata Eunhyuk.

Sungmin menganguk dan melangkah menghampiri kedua sahabatnya. "Kajja.." ajak Sungmin. 5 langkah Sungmin berjalan. Ada seorang namja yang memanggilnya.

"Sungmin-ah"

Sungmin menoleh. "Ah! Ketua Kelas ada apa?" tanyanya.

"Ya! Jangan panggil aku seperti itu" ujar namja itu.

"Eum kalau begitu. Ketua Osis?" goda Ryeowook.

"Apa lagi itu. Kenapa kalian susah sekali untuk memanggil namaku saja" ucap Ketua Kelas tidak suka.

Ryeowook dan Sungmin tersenyum. "Baiklah-baiklah. Jungmo-yah" kata Eunhyuk.

Namja bernama Jungmo itu tersenyum. Ia mengeluarkan sebuah kartu dan menyerahkannya pada Sungmin.

"Ini.." kata Sungmin tidak percaya.

"Murid tingkat 3 menyuruhku untuk memberikan undangan itu untukmu dan Kyuhyun. Kalian tamu istimewa. Jadi datanglah minggu depan" Jungmo tersenyum.

Setelah mendengar berita Sungmin dan Kyuhyun. Perwakilan murid tingkat 3 tiap kelas mengajaknya untuk rapat. Isinya adalah membicarakan tentang acara prom yang akan dilaksanakan dan mengundang Sungmin dan Kyuhyun sebagai tamu istimewa.

Asal tahu saja pengagum Sungmin dan Kyuhyun disekolah ini setara jumlahnya. Fakta jika Sungmin hamil tidak menyurutkan niat mereka.

"Sebuah kartu undangan untuk prom night minggu depan. Wah untukku" Ryeowook mengandahkan kedua tangannya.

"Untuk kalian berdua nanti saja menyusul" kata Jungmo. "Sudah ya. Sungmin-ah jangan lupa minggu depan datangnya" ucap Jungmo sambil melangkah pergi.

"Terima kasih Jungmo-ya" teriak Sungmin.

.

.

"Aish kemana para yeoja yang mampu membuat kita menunggu lama di sini" gerutu Donghae.

Sudah sejak 20 menit yang lalu Kyuhyun, Yesung dan Donghae menunggu para putri pujaan hati mereka di pintu gerbang. Kyuhyun berdiri dengan melipat kedua tangannya, Yesung dan Donghae yang berjongkok sambil bersandar ke tembok.

"Ya! Ya ya ya" Yesung menepuk-nepuk paha Kyuhyun.

"Apa?" tanya Kyuhyun.

"Solider. Solider. Jongkok kenapa?" ujar Yesung. Kyuhyun memalingkan mukanya tidak peduli.

Yesung mengirim pesan pada Donghae lewat tatapan matanya. Setelah pesan itu di terima Donghae. Kedua namja itu langsung menarik tangan Kyuhyun yang memang berada di tengah-tengah mereka untuk berjongkok. Dengan sedikit kesusuhan Yesung dan Donghae berhasil mendudukan Kyuhyun. Membuat namja itu menggerutu tidak jelas.

Pluk!

Kyuhyun menatap tangannya yang memegang sebuah amplop yang Yesung berikan padanya. "Apa ini?" tanya Kyuhyun.

"Amplop" jawab Donghae. Ya ampun Lee Donghae. Anak kecil juga tahu yang di tangan Kyuhyun itu sebuah amplop.

Yesung merangkul bahu Kyuhyun. Dan di ikuti oleh Donghae setelahnya. "Tidak banyak. Cukup untuk membeli cat, wallpaper dinding dan beberapa perabotan" Yesung membalas tatapan Kyuhyun yang memandangnya dari tadi. "Uang yang kau punya. Simpan saja untuk keperluan yang lain" sambungnya.

"Ish bahaya. Sini aku masukkan" Donghae mengambil amplop di tangan Kyuhyun. Membuat namja berkulit pucat itu menghadap Yesung. Membuka resleting tas Kyuhyun dan memasukkan amplop itu kedalam.

"Thank Buddy" gantian Kyuhyun yang merangkul Yesung dan Donghae. Ia bersyukur memiliki sahabat seperti dua orang idiot ini. Kyuhyun tidak membantah, ia memang membutuhkan tambahan uang.

"Sungmin-ah, Wookie-ah apa kalian punya uang koin?"

Kyuhyun, Yesung dan Donghae mengalihkan pandangannya ketika mendengar celetukan yang tak asing lagi.

"Kau pikir kekasihmu pengemis apa? Kau tega chagi" kata Donghae dengan mengembungkan pipinya. Eunhyuk mengangkat kedua bahunya. Ryeowook dan Sungmin tersenyum kecil.

Ketiga namja itu berdiri dan menepuk-nepuk celana mereka. "Lama sekali" ucap Kyuhyun.

"Yang penting kami sudah datang" Sungmin memeluk lengan Kyuhyun.

"Baiklah kalau begitu. Kajja" seru Yesung. Namja itu menggengam tangan Ryeowook kemudian berjalan terlebih dahulu. Disusul Donghae dan Eunhyuk lalu Kyuhyun dan Sungmin.

.

.

"Selamat makan"

Ke enam anak muda itu langsung menyantap makanan sederhana buatan Sungmin yang terhidang di meja kecil berbentuk bundar. Walau pun Sungmin di besarkan di keluarga konglomerat, tapi yeoja itu tidak risih jika harus berkutat dengan dapur. Menurutnya itu memang harus tiap yeoja kuasai. Dan keahliannya itu terbukti berguna sekarang.

"WAH! Lihatlah hasil renovasi kita. Ciyahhh deabak" seru Donghae dengan mulut penuh makanan.

Ruangan sederhana itu sudah berubah lebih berwarna dengan cat dan wallpaper berwarna pink dan biru. Perabotan lain juga sudah ada, kasur lipat, selimut, lemari pakaian kecil bahan pelastik, cermin dan meja. Dapur juga sudah di isi dengan beberapa piring, mangkuk, dan gelas. Penggorengan dan lain-lain yang berhubungan dengan dapur.

"Eonni" panggil Ryeowook.

"Hm..?" Sungmin memandang Ryeowook heran. Wajah yeoja mungil itu memerah entah apa yang di pikirkannya. "Apa Wookie?" tanya Sungmin lagi.

"Itu.." Ryeowook memandang Kyuhyun dan Sungmin bergantian.

"Sebenarnya kau ingin mengatakan apa?" ujar Eunhyuk penasaran.

"Itu.. kalian kan tinggal bersama. Eum.. Eonni jugu sudah..." Ryeowook melanjutkan ucapanya dengan gerakan kedua tangan membuat setengah lingkaran dari dada sampai pusar.

Semua yang berada disana mengerti dengan bahasa tubuh Ryeowook. Sungmin diam tidak tahu harus menjawab apa.

Brak!

Semua terlonjak kaget ketika Kyuhyun mengembrak meja. Ryeowook sudah bersembunyi di balik punggung Yesung merasa jika Kyuhyun tersingung dengan ucapannya.

"Kyuhyun-ah mianhae. Bukan maksu-"

"Ssstt" Kyuhyun memotong ucapan Ryeowook.

"Kyu..aku.." kata Ryeowook terbata-bata.

"Wookie aku akan menyampaikan sesuatu" ujar Kyuhyun kesal.

"Keurae.. tapi ma-"

"Wookie-ya" pekik Eunhyuk karena yeoja mungil itu menyela ucapan Kyuhyun.

"Chagimmmff" tanpa memberi kesempatan Eunhyuk membekap mulut Donghae yang akan bersuara. Jika banyak yang berbicara kapan Kyuhyun menyampaikan ucapannya.

"Silahkan lanjutkan" putus Yesung seperti seorang hakim.

Kyuhyun melirik Sungmin lalu memegang tangan yeoja itu. Sungmin tersenyum, ia juga penasaran dengan apa yang akan Kyuhyun sampaikan.

"Ehem... Besok, jam 9. Gereja MIRACLE. Kalian semua harus datang" ujar Kyuhyun tersenyum lebar.

.

.

.

TBC

.

.

.

Hayo-hayo mau ngapain noh? Cung siapa yang mau datang kekek...

Makasih banyak buat temen-temen yang udah kasih reviewnya di chapter pertama. Aku ga nyangka bakal dapet respon yang sangat membuat hati sumringah.

Nah! Rencana Kyu tuh mau seperti itu. Dirinya akan tanggung jawab, Kyu juga bilang di bukan namja brengsek yang main tunggal tinggal heheh dan lebih penting Kyu cinta ma Min...

Trus keadaan rumah Kyumin tuh kayak di film 49 days pada tahu kan?

Buwat daerah rumah Kyumin yang katanya 5 blok deket Myeongdong tuh ngarang banget. Karena Q tidak tahu dan belum sempat jalan-jalan ma Bang Kyu nya eh? #getok_ma_Mommy_Bunny

Other cast seperti HaeHyuk, YeWook, tiga sebangkai, Jungmo, HanChul, KangTuek cuman nyempal-nyempil dikit. Aku focusnya ma Kyumin.

Seperti biasa, MENERIMA KRITIK DAN SARAN yang membangun (^_^)

Makasih yang udah Fav dan Folow

Dan buwat:

littlecupcake noona, keytakaoru, Kim Ae Rin, Dmagda, Lilin Sarang Kyumin, onkey shipper04, 1307, Kyuminsimple0713, Ai Rin Lee, dewiktubagus, Thania Lee, miramanovidora, TifyTiffanyLee, kyumin pu, nurichan4, shflynie, abilhikmah, SEungyo, LiveLoveKyumin, kimpichiadjah, lisnana1, cloudswan, bebek, Love Kyumin 137, ShinJiWoo920202, Kikyu Cho, KimRyeona19, Cho MeiHwa, PaboGirl, linn, yukiLee, nova137, winecouple, Gye0mindo, AoAoAoAoKM, zaAra evilkyu, parkhyun, DIAHDEGA, babychoi137, Park Heeni, ouhji, Lee'90, IU, beebee ming, minani, 1004hoteuk, mutiaratupi, endahkyumin137, Princess Kyumin137, ratu kyuhae, fariny, riesty137, Guestmartia elfishyekyuminhyuk, hanna, kyukyu

JONGMAL GOMAWO…

Mind review again? #bbuing_bbuing