Figure It Out

Cast:

Lee Sungmin

Cho Kyuhyun

Other...

.

.

.

Rate M

.

.

.

Warning:

OOC, GS, Typo(s)

Terdapat adegan dewasa. Jika tidak berkenan tolong skip saja! ^_^

.

.

.

Ini hanya FF, sebuah karya fiksi yang terlahir dari otak sederhana saya. Jangan bash cast yang saya pakai karena mereka tidak tahu apa-apa. Saya hanya pinjam nama saja. V cinta damai chingu ^_^

.

.

.

Kyumin is Real

.

.

.

Enjoy

.

.

.

Kyuhyun mengerjapkan matanya melihat pada jam dinding, karena ia tergangung dengan suara kertas yang di sobek sedari tadi. Kyuhyun mengubah posisi tidurnya menjadi menyamping, melingkarkan tangannya di perut rata istrinya yang duduk membelakanginya.

"Ini tengah malam. Malah hampir pagi. Tidurlah" ujar Kyuhyun.

Bukannya mendengar ucapan suaminya, Sungmin menepuk-nepuk bahu Kyuhyun untuk bangun. "Kyu bangun. Lihat ini" dengan malas Kyuhyun melihat pada bertumpuk-tumpuk kotak yang berbentuk kubus dan persegi panjang di hadapan Sungmin yang hampir memenuhi ruang rumah sempitnya itu.

"Sebentar lagi ne" Sungmin membujuk Kyuhyun dengan mengecup singkat bibir suaminya itu, dan kembali kegiatannya sedari tadi membuka bertumpuk-tumpuk kado hadiah dari sahabat-sahabatnya di Sweet Pumkin club dan Sparkyu-penggemar Kyuhyun yang hampir separuh dari murid di tempat mereka menuntut ilmu.

"Jika begini kita tidak perlu pusing untuk membeli perlengkapan baby kan Kyu" Sungmin menoleh dan tersenyum tipis melihat Kyuhyun yang kembali terlelap tidur sembari memeluk perutnya.

Sebelum pulang dari acara prom, Choi Minho dan ketua Sparku Sulli, menemui Sungmin dan Kyuhyun. Mengatakan jika mereka mempunyai hadiah atas pernikahan KyuMin. Jangan tanya bagaimana mereka tahu tentang pernikahan Kyu Min.

Minho mengatakan jika hadiahnya sudah berada di rumah mereka-Kyumin. Sungmin dan Kyuhyun kaget ketika seorang ahjusshi mengatakan akan di taruh di mana 5 kardus besar dan satu box bayi yang terbuat dari kayu kualitas terbaik yang berada di mobil pick up ketika mereka baru sampai.

Kyu Min pulang jam 23.05 dan sekarang sudah jam 01.17 karena saking banyaknya hingga Sungmin belum selesai membuka kado itu. Kebanyakan isi kado itu baju-baju bayi dari usia 0 sampai 1 tahun yang flexibel. Bisa di pakai oleh bayi perempuan maupun laki-laki. Ada juga perlengkapan alat makan, mandi, mainan, Baby Sling, sepatu, topi dan banyak lagi.

Sungmin sangat berterima kasih dan bersyukur setidaknya ia dan Kyuhyun tinggal mempersiapkan biaya untuk persalinan.

.

.

Chapter 4

Kandungan Sungmin sudah memasuki usia 7 bulan, wanita itu memasukkan satu kotak bekal makan siang pada tas Kyuhyun. Hari ini Kyuhyun akan mengikuti ujian. Kyuhyun mendaftar menjadi salah satu mahasiswa di universitas Kyunghee. Namja itu akan datang ke kampus satu minggu sekali dan sekedar mengumpulkan tugas, tes atau ujian. Kyuhyun menawari Sungmin untuk kuliah terlebih dahulu tapi istrinya menolak. Berdalih jika dirinya tidak sejenius Kyuhyun walaupun kenyataannya Sungmin menduduki peringkat ke dua seluruh sekolah bukan kelas, dan bisa di tebak sendiri siapa yang di peringat pertama.

Daftar pekerjaan Kyuhyun pun bertambah. Yang tadinya hanya bekerja di restoran sekarang bertambah bekerja di tempat kareoke, jika di restoran shif pagi maka malamnya di karaoke dan begitu pun sebaliknya, lalu pengantar susu dan koran di pagi buta. Kyuhyun akan mengambil Off pada hari senin di 2 tempatnya bekerja-resto&karaoke. Kenapa tidak akhir pekan? Aku pikir kalian pintar untuk menebak kenapa pada akhir pekan karyawan tidak di perbolehkan libur.

Sedangkan Sungmin yang memang punya keahlian luar biasa dalam bidang musik melamar menjadi guru pengajar. Dan ia sudah mempunyai kelas gitar seperti yang ia bayangkan, 2 kali dalam seminggu selama 2 jam. Sungmin juga menjadi guru les untuk SD dan SMP di sekitar rumahnya. Walaupun upahnya tidak terlalu besar, karena waktu pertemuan kelas dan keadaan Sungmin yang hamil, tapi ampuh untuk membunuh waktu senggang menunggu Kyuhyun pulang.

Ceklek

Pintu kamar mandi terbuka. Kyuhyun langsung mematut dirinya pada cermin. Terlihat bulir-bulir air berjatuhan dari ujung rambut namja itu.

Sungmin mendekat pada Kyuhyun mengambil alih sisir yang Kyuhyun pegang. Kemudian wanita itu membenarkan tatanan rambut suaminya.

"Jika seperti ini aku terlihat cupu" protes Kyuhyun karena Sungmin menata rambutnya menjadi belah dua di tengah. Sungmin merungut sebal ketika Kyuhyun membenarkan kembali rambut basahnya, wanita itu mengambil handuk yang tersampir di leher Kyuhyun.

"Cih! Namja tidak sensitif. Apa dia tidak tahu? tampil cupu saja dia sudah keren. Tampil biasa, tampan tak terkira. Aku tahu kau menikmati menjadi perhatian gadis-gadis di luar sana" gerutu Sungmin pelan sambil melangkah pergi ke kamar mandi menyimpan handuk.

Kyuhyun yang mendengar gerutuan istrinya tersenyum simpul. Namja itu menghampiri Sungmin di kamar mandi. "Nanti sore kita akan pergi kemana?" Kyuhyun mengecup pipi Sungmin. Wanita itu diam, mengelap bekas ciuman Kyuhyun di pipinya dan berjalan keluar kamar mandi.

Sungmin mengambil nasi goreng ke dalam piring dan menyerahkannya pada suaminya yang sudah duduk di sampingnya. Kyuhyun mengecup bibir istrinya. "Jangan marah begitu" Kyuhyun menyentil hidung Sungmin. "Kau tega membuat suamimu terlihat jelek di hadapan orang-orang?"

Sungmin menggeleng. Ia juga tidak tahu kenapa ia menjadi sensitif seperti ini. "Aku tidak marah. Hanya sedikit kesal kenapa wajahmu mau di bagaimana pun tetap saja tampan"

"Eyy.. kau menggoda suamimu eoh?" Sungmin tersenyum manis pada Kyuhyun.

Sungmin membuka mulutnya dan Kyuhyun langsung menyuapkan sesendok nasi goreng menu sarapan kali ini. Waktu makan Kyuhyun berarti waktu makan Sungmin juga. Karena Sungmin akan makan jika suaminya yang menyuapi.

"Wajahmu pucat sayang" Kyuhyun mengelus pipi tirus istrinya.

Ia masih ingat ketika usia kehamilan Sungmin 4 bulan waktu itu istrinya mimisan hebat. Dokter mengatakan memang jika wanita hamil kadang mengalami pendaharan seperti gusi berdarah dan itu wajar. Tapi beda dengan Sungmin. Riwayat penyakit anemia yang membuat daya tahan tubuh Sungmin menurun dan kehamilan di usia muda. Sejak itu Kyuhyun sering mewanti-wanti Sungmin untuk berhati-hati.

Kyuhyun pernah mengatakan pada Sungmin untuk berhenti sementara dari kelas gitar nya tapi Sungmin bersikeras tidak mau. Kyuhyun takut terjadi apa-apa pada Sungmin dan calon Baby mereka.

Suapan terakhir berhasil masuk kedalam lambung Sungmin. Wanita itu mengambil air untuk suaminya.

"Kyu aku ingin melihat Umma" kata Sungmin menatap Kyuhyun penuh harap.

Selama beberapa bulan kebelakang tak ada perkembangan antara hubungan Kyu Min dan orang tua mereka. Menemui baik-baik yang di dapat pengusiran kembali oleh KangTeuk dan HanChul. Dan jika rindu melanda, Kyu Min akan kembali bersembunyi dan memperhatikan orang tua mereka dari jarak jauh.

"Baiklah. Setelah itu kita pergi cek up lalu jalan-jalan?"

Sungmin menganguk. Suara ketukan pintu terdengar dan tak lama pelaku pengetukan itu menyembulkan kepalanya. "Morninggg..." seru gadis bergummy smile itu.

"Pagi Hyukie" Eunhyuk tersenyum. Berjalan masuk, meletakkan sekantong plastis berisi sayuran penambah zat besi pesanan Sungmin. Wanita berbadan dua itu lalu menyambar kantung plastik itu dan mulai memengeluarkan sayuran yang masih segar.

"Aku sudah datang Tuan Cho. Jadi silahkan jika anda akan pergi" ucap Eunhyuk formal.

Sungmin mengambil tas Kyuhyun dan memberikannya pada suami tampannya itu. "Cha.. Appa fighting. Isi soalnya dengan benar" Sungmin menyemangati. Kyuhyun membungkukan badannya mencium perut buncit Sungmin. Lalu mencium bibir pink istrinya.

"Aku pergi" pamit Kyuhyun. Sungmin melambai tangannya.

Sejak Kyuhyun mengatakan keadaan Sungmin. Eunhyuk dan Ryeowook bergantian menjaga Sungmin. Siapa saja yang tidak ada jam kuliah pasti akan selalu kemari untuk menemani Sungmin. Ia dan yang lainnya-Rye, Hae, Sung tidak merasa ter- bebani.

.

.

Kyuhyun merapikan buku-bukanya lalu memasukkannya ke dalam tas. Ia menghembuskan nafasnya jengah ketika sepasang tangan lentik berusaha membantunya.

"Aku bisa sendiri" dengus Kyuhyun.

"Biar aku bantu" ujar gadis itu kekeh.

"Seohyun-ah, kau tidak dengar Kyuhyun mengatakan jika dia bisa sendiri" cibir Yesung dari bangku belakang Kyuhyun.

"Urus saja urusanmu" balas Seohyun.

"Yah! Kau seorang gadis tapi mulutmu tidak sopan sekali" kini giliran Donghae membuka suara yang duduk di atas meja Yesung.

Kyuhyun, Donghae dan Yesung memang satu fakultas bisnis dan menegement. Kyuhyun akan meminjam catatan kedua sahabatnya untuk di pelajari dirumah. Ingat jika Kyuhyun pergi kekampus satu minggu sekali.

Kyuhyun masuk menjadi mahasiswa Kyunghee karena jarak dari rumah dan tempatnya bekerja dekat. Ia tidak menyangka jika di tempat kuliah ini, ia akan bertemu dengan gadis yang sangat ingin ia hindari.

"Aku tidak bicara denganmu" Seohyun menatap Donghae tidak suka. Donghae mengendikan bahunya tidak peduli.

"Ternyata kau pantang menyerah juga Seohyun-ah" ujar Ryeowook yang tiba-tiba sudah masuk ke dalam kelas kekasihnya.

"Chagi..." Yesung melambai tangannya menyuruh Ryeowook mendekat. Gadis kecil itu menyenggol bahu Seohyun ketika ia melangkah mendekat pada kekasihnya.

"Kyuhyun-ah bisakah kita bicara sebentar?" Seohyun memegang lengan Kyuhyun.

Kyuhyun melepas tangan lentik itu. "Jika kau ingin bicara. Katakan saja disini" kata Kyuhyun malas.

Sejak Seohyun tahu jika Kyuhyun masuk universitas yang sama dengannya. Betapa girangnya ia, Gadis itu rajin mendekati Kyuhyun di kampus. Seohyun juga sering berkunjung ke restoran dan tempat karaoke hanya untuk mencari perhatian Kyuhyun. Ia benar-benar menggilai namja populer itu. Tapi naas Kyuhyun tidak menghiraukannya. HaeHyuk, RyeoWook dan mahasisawa lainnya turut berduka cita.

Seohyun diam. Selalu seperti itu, Kyuhyun tidak pernah menganggapnya ada. Dia sudah berusaha untuk membuat namja itu menjadi miliknya tapi kenapa sulit sekali.

"Kau tidak jadi bicara?" Kyuhyun menatap Seohyun. "Baiklah aku pergi" Kyuhyun hendak melangkah.

"Kenapa kau selalu mengacuhkanku" teriak Seohyun. Semua orang diam. Mereka cukup tertarik dengan adegan live seperti ini termasuk YeWook dan Donghae. Dan pada akhirnya mereka akan memenjatkan doa untuk kebahagian Seohyun karena mendapat penolakan lagi dari Kyuhyun.

"Aku lebih baik dan sehat dari istri penyakitanmu itu" lanjutnya.

YeWook dan Donghae membelakkan matanya mendengar penuturan gadis tinggi itu. Ryewook sudah akan maju dan menampar Seohyun tapi lengannya di tahan oleh Yesung. Semua orang tahu jika Kyuhyun sudah menikah dan istrinya sedang hamil. Walaupun Kyuhyun jarang ke kampus. Namja itu di takdirkan untuk selalu menjadi Prince dimanapun ia berada.

Kyuhyun membalikkan badannya terlihat rahangnya yang mengeras. "Apa yang kau katakan? Jangan harap aku akan memilihmu"

"Dan jangan berharap aku akan melepasmu. Aku akan menjadikanmu milikku" Seohyun tidak gentar. Ia memandang balik Kyuhyun.

Kyuhyun menggeleng prihatin. "Terserah. Tapi aku akan mengingatkanmu jika keinginanmu itu tidak akan pernah terjadi" Kyuhyun berbalik kembali melanjutkan langkahnya.

Seohyun kesal karena Kyuhyun lagi-lagi meninggalkanya. Gadis itu berlari kearah Kyuhyun, mencengkram lengan namja itu lalu membalikkannya.

Cup

Semua mata termasuk Kyuhyun membelak kaget. Seohyun memegang kepala Kyuhyun kuat, gadis itu mencium bibir Kyuhyun kasar. Kyuhyun yang tersadar dari kegetnya langsung berusaha melepaskan diri dari Seohyun yang sedang mengerjai bibirnya.

"APA YANG KAU LAKUKAN" teriak Kyuhyun marah ketika sudah lepas dari Seohyun sambil mengelap bibirnya yang basah.

Seohyun tersenyum tanpa dosa. "Apa kau menikmatinya?" ujarnya manja.

"Lebih baik kau periksakan kejiwaanmu itu" Kyuhyun lalu melenggang keluar kelas.

Plak

Seohyun menatap tajam pada Ryeowook yang menamparnya. Ia memegang pipinya yang terasa sangat-sangat panas.

"Murahan" desis Ryeowook.

Seohyun tersenyum mengejek. "Sahabat penyakitanmu lebih murahan dariku. Dengan mudah ia menyerahkan keperawanannya sebelum menikah" ujar Seohyun tepat sasaran hingga Ryeowook tidak bisa membalas ucapan Seohyun.

"Kenapa diam?" tanya Seohyun.

Ryeowook akui, ia juga tidak membenarkan kelakuan Sungmin dan Kyuhyun yang melakukan hubungan suami istri sebelum menikah. Tapi ia juga tidak terima jika ada yang mencela Sungmin seperti itu. Ia sudah menganggap Sungmin seperti saudaranya sendiri.

"Setidaknya Sungmin tidak di tinggalkan oleh laki-laki yang ia cintai" ujar Donghae sembari melangkah keluar kelas menyusul Kyuhyun. sekarang giliran Seohyun yang terdiam.

"Lebih baik kau mencari lelaki lain. Jangan sia-siakan waktumu" nasehat Yesung. Namja itu menggengam tangan kekasihnya lalu melangkah keluar.

.

.

"Sungmin-ah" panggil Eunhyuk.

"Hm"

Eunhyuk menopang dagunya melihat pada sahabatnya yang sibuk membersihkan gitar Donghae yang diambil alih oleh Sungmin. Dengan catatan Sungmin harus menjaga kebersihan gitar kesayangan kekasihnya itu. Dan, itu tidak masalah bagi Sungmin.

"Minta pada Kyuhyun untuk membelikanmu ponsel" ujar Eunhyuk.

"Untuk apa?" tanya Sungmin.

Eunhyuk cemberut. "Untuk berkomunikasi. Lepas dari sekolah kenapa kau jadi bodoh eoh"gadis itu menjatuhkan kepalanya di meja. "Kadang aku dan Ryeowook selalu merindukan saat-saat kita bercerita melalui telpon pada malam hari"

Sungmin menghentikan sebentar pekerjaannya, Eunhyuk tidak menyadari jika Sungmin sedang melihatnya sendu. Ia juga merindukan dimana mereka bercerita dan bergosip hingga tengah malam.

"Ponsel masalah gampang. Aku dan Kyuhyun sedang giat-giatnya menabung untuk biaya persalinan. Kau tahukan keadaanku?" ucap Sungmin.

Eunhyuk menumpukan dagunya di kedua tangan yang ia lipat. "Kau putri dari seorang pengusaha. Tapi kenapa hidupmu seperti ini" gumam Eunyuk.

Sungmin tersenyum. "Hidup seperti apa maksudmu? Aku menikmatinya" Sungmin meletakkan gitar di pojok ruangan.

"Bohong. Dari 100%, berapa persen kau menikmati hidup seperti ini?"

"95%" jawab Sungmin tersenyum lebar.

Eunhyuk berdecak sebal mendengar jawaban Sungmin. Mana ada orang yang menikmati hidup susah.

Ceklek

Sungmin tersenyum melihat sosok yang membuka pintu adalah suaminya. "Kyu kau sudah pulmmmffffhhh..."

Ucapan Sungmin terpotong karena Kyuhyun dengan tiba-tiba langsung menerjang bibirnya. Mengekplorasi bibir yang sudah beribu-ribu kali saling bertubrukan dengan bibirnya.

Eunhyuk membelakkan matanya melihat sepasang suami istri yang sedang berciuman di hadapannya. Ciuman panas lagi. Eunhyuk melihat ke arah pintu yang terbuka. Ada Yesung, Donghae dan Ryeowook yang menampilkan ekpresi sepertinya.

"Eunghh.. Kyuhh.. mmmffhh..." Sungmin berusaha menghentikan tingkah suaminya yang malah semakin ganas melahap bibirnya. Hei! Sahabat-sahabatnya ada di sini. Eunhyuk berdiri dan mendekat pada Kyu Min.

Pletak

"Aww.." Kyuhyun meringis sakit pada kepalanya yang mendapat jitakan keras dari Eunhyuk.

"Kau tidak lihat istrimu kehabisan nafas eoh?" seru Eunhyuk.

Donghae langsung menghampiri kekasihnya dan membawa menjauh dari Kyu Min. "Chagi cha kita pergi" Donghae menarik lengan Eunhyuk.

"Wae?" protes Eunhyuk tidak terima.

"Nanti aku jelaskan" ujar Ryeowook.

"Kami pergi dulu. Annyeong Sungmin-ah" pamit Yesung dan yang lainnya.

Sungmin mengambil nafas dengan rakus sambil mengelus perut buncitnya. Ia menatap wajah Kyuhyun yang terlihat sangat kesal dan sebal. Sungmin mengulurkan tangannya menyentuh wajah kusut suaminya. Membuat Kyuhyun untuk melihatnya.

"Ada apa" tanya Sungmin pelan.

Greep

Kyuhyun memeluk Sungmin erat. "Seohyun menciumku" gumam Kyuhyun seperti anak kecil yang mengadu pada Ibunya. Baik atau buruk Kyuhyun dan Sungmin selalu mengatakan apapun. Kejujuran menjadi pondasi pasangan suami-istri muda itu.

Sungmin melepas pelukan suaminya. Ia tahu gadis bernama Seohyun itu menggilai suaminya. Eunhyuk dan Ryeowook selalu menceritakaan tingkah polah gadis tinggi itu. Kyuhyun juga memberitahunya jika suaminya itu di buat risih karena Seohyun selalu datang ke tempatnya bekerja.

"SeoUbi itu menciummu dimana?" Sungmin mengerut kesal. Kyuhyun menundukan kepalanya. Ia mengarahkan telunjuknya pada bibir .

"MWOYA" teriak Sungmin.

Ingin rasanya Sungmin pergi menemui Seohyun. Dasar! Gadis itu berani-beraninya mencium suami orang. Heran kenapa gadis secantik Seohyun yang jika mau tinggal memilih laki-laki manapun bisa ia dapatnya. Malah ia mengejar-ngejar suami orang.

"Eottoke?" tanya Kyuhyun takut-takut jika istrinya marah besar.

"Kenapa kau tidak menolaknya. Menghindar gitu"

"Aku kaget. Dia tiba-tiba menciumku ketika aku sedang berjalan. Aku langsung menghempaskannya" Kyuhyun membela diri ya memang seperti itu bukan.

"Kemari" titah Sungmin. Walaupun tak rela mau bagaimana lagi, sudah terjadi. Kyuhyun tersenyum lalu mendekatkan wajahnya. Pembersihan di mulai. Kalau tadi hanya pemanasan.

Cup

Sungmin langsung meraup penuh bibir suaminya. Mengulurkan lidahnya menjilati bibir Kyuhyun dari ujung ke ujung tak ada yang terlewat. Kyuhyun mengarahkan tangannya pada tengkuk istrinya, menekan untuk lebih memperdalam ciuman panas mereka.

Kyuhyun berjingit kegat ketika Sungmin menggigit bibir bawahnya. Ia bisa merasakan perih di bibirnya. Sungmin tersenyum puas di sela ciumannya. Wanita berbadan dua itu mengulum bibir bawah suaminya yang ia gigit, menghisap sedikit darah yang keluar.

"Hahh.. hah.." Sungmin tersenyum menang. Ia menjilati bibirnya sensual. "Kau berdarah Kyunie" ucap Sungmin meraba bibir Kyuhyun yang sedikit sobek.

"Memangnya aku wanita 'berdarah'" Kyuhyun berengut mendengar perkataan istrinya.

Sungmin terkekeh. "Mian aku salah bicara. Maksudku bibirmu berdarah Kyunie sang pejantan tangguh" ujar Sungmin dengan embel-embel dan sedikit mendesah.

Kyuhyun meremang mendengar desahan istrinya. "Kyunie mau kemana?" tanya Sungmin melihat Kyuhyun beranjak dari duduknya.

Ceklek

Kyuhyun membalikkan badannya setelah mengunci pintu. "Kau sudah membuatku turn on sayang. Kau harus bertanggung jawab"

"Ini masih siang"

"Memangnya kenapa? Aku rasa acara jalan-jalan kita cencel ok"

Untuk awal kehamilan, KyuMin memang rutin melakukan hubungan badan 1 minggu sekali. Tapi setelah dokter mengatakan keadaan Sungmin, mereka sudah jarang melakukan rutinitas itu. Terhitung 1 bulan sekali.

Kyuhyun membantu Sungmin berdiri. Wanita itu menahan tangan Kyuhyun yang akan membuka kancing drees hamilnya. Sungmin menatap Kyuhyun menggoda. "Pelan-pelan" cicit Sungmin.

Kyuhyun tersenyum. Namja itu sudah membuka drees terusan Sungmin hingga istrinya itu hanya memaka bra dan celana dalam. Ia kembali menyatukan bibirnya. Cumbuannya turun keleher Sungmin. Menjilat, menggigit dan menghisap membuat leher itu penuh dengan tanda berwarna merah.

"Eunghh... ahh..." Sungmin memejamkan matanya dalam ketika Kyuhyun meremas pelan payudaranya yang menegang dan berisi karena produksi air susu.

"Mmmmff... sssttt..." Kyuhyun menggeram ketika ia mencium tengkuk Sungmin, istrinya itu memakai kesempatan mengulum cuping telinganya.

Jemari Kyuhyun tanpa kesusahan berhasil membuka kaitan bra Sungmin lalu melepasnya. Sungmin menjambak rambut Kyuhyun ketika ciuman suaminya turun ke kedua payudaranya. Kembali membuat tanda kemerahan di sana.

"Ahh... ahhh... Kyuu... teruuusss hisssaappp ahhh..." desah Sungmin ketika Kyuhyun menyedot nipple kecoklatannya hingga sedikit ASI tertelan olehnya. Kyuhyun beralih menghisap nipple satunya dengan rakus. Satu tangan Kyuhyun turunkan mengelus perut buncit Sungmin tanpa menghentikan kegiatannya menyusu.

Jemari Kyuhyun yang mengelus perut Sungmin berhasil masuk ke dalam underwear yang isrinya pakai. Mengelus naik turun belahan kewanitaan Sungmin hingga ia menemukan tonjoan kecil di sana. Ia menekan tonjolan itu lalu menggoyangkannya kekiri kekanan membuat Sungmin mendesah hebat.

Kyuhyun bersimpuh hingga ia berhadapan dengan perut buncit Sungmin. Ia mencium seluruh kulit yang membesar itu. Kedua tangannya berusaha membuka celana dalam Sungmin hingga wanita itu full naxed sekarang. Tangan Kyuhyun beralih meremas bokong padat Sungmin.

"Kyuuhh... ahh.. aku tiddakk kuaat berdirii lagiii..." ujar Sungmin berantakan.

Kyuhyun membimbing Sungmin untuk merebah di meja bundar yang biasa di gunakan untuk makan. Bagian bawah tubuh Sungmin menjuntai. Kyuhyun memegang paha Sungmin lalu melebarkannya.

Kewanitaan Sungmin sudah basah. Kyuhyun meletakkan kedua kaki Sungmin di bahunya hingga terlihat kepalanya terjepit.

"Kyuhh.. ahhh.." Sungmin tidak sabar karena Kyuhyun belum juga menservis kewanitaannya.

"Sabar sayang.." Kyuhyun menyeringai melihat wajah istrinya yang sangat horny. Ia mengendus kewanitaan Sungmin mengembuskan nafas panasnya membuat Sungmin menjerit tidak tahan.

"Ahhhh... uhhh.. ahhh... ahhh... oohhh.. ahhh... iyahhh...sssttt" pekik Sungmin ketika Kyuhyun mulai menjilat bibir vaginanya dan tonjolan kecil membuat birahi Sungmin meningkat.

"Ahh... ohh.. ohhh Kyuhh..."

Kyuhyun menusuk-nusuk lubang vagina Sungmin. Sesekali lidahnya menjilat bagian atas vaginannya lalu kembali menusuk tajam lubang vaginannya.

"Ahh.. Ahh.. KYUUUHHH" Sungmin melengkungkan punggungnya ketika orgasme mendatanginya. Sungmin terengah, ia mengernyit nikmat ketika dengan lembut Kyuhyun menjilat membersihkan kewanitaannya dari cairan bening yang keluar.

Kyuhyun membersihkan bibirnya menggunakan punggung tangannya. Menatap penuh gairah pada Sungmin yang sedang mengambil nafas dengan mulut yang terbuka.

Namja tinggi itu langsung membuka baju dan celana yang masih melekat di tubuhnya. Kyuhyun sudah telanjang bulat sekarang. Ia mencondongkan tubuhnya. Menyusupkan lidahnya pada mulut Sungmin.

"Saranghae.." ucap Kyuhyun lalu namja itu memagut bibir bengkak milik istrinya.

Tangan kanannya memegang juniornya yang sudah keras. Memijit naik turun lalu mengarahkan pada liang vagina Sungmin yang sudah melebar. Sungmin dan Kyuhyun sama-sama mengerutkan kening ketika proses pemasukan kedua genital mereka. Dengan hati-hati dan perlahan, akhirnya penis besar, panjang nan keras itu telah masuk sepenuhnya.

"Eughh... ahh..." leunguhan pelan keluar dari mulut Sungmin ketika Kyuhyun mulai menggerakkan pinggulnya.

"Ohh... ahhh.. Kyuuhhh... bisaa tidakk lebihh ohhh cepaatttahhh" pinta Sungmin sembari menggerakkan pinggulnya pelan.

Kyuhyun terkekeh. "Adaaa Babbbyy disini Minnn~ sayanggg aahh.." Kyuhyun mengusap perut buncit Sungmin lalu mencium bertubi-tubi seluruh permukaan perut istrinya. Kyuhyun cukup sadar untuk tidak mempercepat gerakannya.

"Tapiii... ohh... ahhh ahhh.. sediikitt lebbih ceepaat jeebaall OHHH..." pekik Sungmin ketika Kyuhyun dengan tiba-tiba merubah posisi menjadi menyamping. Itu membuat kejantanan suaminya lebih dalam masuk di liangnya.

Kyuhyun menaikkan sebelah kaki Sungmin."Ohh.. Minn... ahh" desah Kyuhyun. Namja itu meningkatkan kecepatan menggenjotnya sedikit.

Jika pada umumnya wanita yang sedang hamil akan lebih cepat untuk orgasme. Beda dengan Sungmin, wanita itu memerlukan waktu yang lama untuk mencapai klimaks. Sudah 20 menit Kyu Min bergumul.

Kini posisi Sungmin tengah menungging dengan tumpuan lutut dan tangannya. Satu tangan Kyuhyun memainkan payudara dan nipple Sungmin sedangkan satunya lagi ia perintahkan untuk mengerjai klit istrinya agar cepat mendekati orgasme.

"Ohh.. ahhh... Kyuuhhh.. ssshhh... eummm..."

"Ahh... shiittt... ahhhh" maki Kyuhyun yang merasa semakin ia menggenjot maka juniornya semakin diremas oleh kewanitaan Sungmin.

Sungmin mencengkram pinggiran meja ketika sodokan demi sodokan suaminya dan rangsangan di payudara dan kewanitaannya membuat orgasmenya hampir dekat.

"Kyuhhh... kyuhhh... ahhh... ahhh..."

"Neee chhaggiii... ohhh... ahhhh...ahh..."

"Ahh... ahhh... ohhh... eeunggg... eummm... ohh...ooohhhh...AHHHH" Sungmin klimaks. Ia sudah benar-benar lelah tapi Kyuhyun belum menghentikan genjotannya.

"Sebenntarr... sayyannggg.. ohhh..." Kyuhyun menggerang frustrasi. Tenaga terakhirnya, Sungmin mengeratkan otot kewanitaannya.

"Ahh... ahhh.. AHHHH" Kyuhyun memejamkan matanya ketika spermanya keluar dengan deras. Namja itu memelankan gerakannya perlahan lalu berhenti.

Dalam masih keadaan menyatu. Kyuhyun memegang pinggang istrinya. Menuntun untuk bersandar di dadanya. Mereka terengah dengan wajah yang semerah tomat.

"Aku lelah sekali" gumam Sungmin.

Kyuhyun tersenyum tipis. Ia membelai wajah Sungmin, menghapus keringat yang membasahi paras cantik istrinya. Kyuhyun mengecup pelipis Sungmin.

"Kyu.."

"Hm" jawab Kyuhyun singkat. Ia sedang menikmati aroma strawbery yang menguar dari rambut Sungmin.

"Awas saja jika aku mendengar baik darimu atau Eunhyuk, Ryeowook, Donghae dan Yesung Oppa kalau kau berpelukan atau berciuman dengan wanita lain" Sungmin menolah menatap wajah suaminya dengan tampang datar. "Tak ada jatah untukmu" sambungnya.

"Mereka yang menciumku bukan aku" Kyuhyun mencoba bernego dengan istrinya. Hei! Dia sudah menolak semua gadis-gadis di luar sana. Memang ada yang merangkul atau memuluknya itu masih wajar bukan, dan ia akan meminta dengan sopan pada para penggemarnya untuk melepas pelukan atau rangkulannya. Kecuali perbuatan Seohyun yang menciumnya, itu sudah kelewatan.

Sungmin menggeleng. "Sengaja atau tidak, tetap saja tidak ada jatah"

"Min chagi~" ragu Kyuhyun.

"Baiklah aku beri keringan. Tidak sengaja 2 Minggu, sengaja 4 Minggu untuk rangkulan"

"Ne?" Kyuhyun tidak percaya.

"Tidak sengaja 4 Minggu, sengaja 8 Minggu untuk pelukan"

"MWO! Tidak bisa seperti itu" protes Kyuhyun tidak terima.

"Terakhir 12 Minggu. Sengaja atau tidak untuk ciuman"

"SHIREOOOOO" teriak Kyuhyun. "Jika begitu 'adikku' bisa tumpul sayang" Kyuhyun meminta keringanan. Ia bergedig ngeri jika itu terjadi eh! bukan hanya tumpul tapi bisa sampai karatan oh no.

"Kau tidak mau kan?" tanya Sungmin lembut. Kyuhyun menganguk patuh. Sungmin mengecup bibir suaminya. "Maka dari itu, jangan sampai tubuhmu terjamah oleh gadis-gadis di luar sana"

"Aku jamin. Ini yang terakhir kalinya" janji Kyuhyun.

Sungmin tersenyum. "Kyunie saranghae"

"Nado saranghae chagiya". Mereka kembali berciuman pelan dan lembut. Bersiaplah para gadis, karena mulai saat ini kalian hanya bisa menyapa Prince Kyu tanpa melakukan skinship sama sekali. Kyuhyun tidak mempermasalahkan kehilangan fansgirlnya dari pada harus kehilangan jatah dari istri tercinta.

Sebentar! Tapi ada fansgirl yang suka membantunya dan Sungmin eotte? Ah! Kyuhyun tahu, ia harus selektif menerima fansgirl. Dengan syarat utama menghargai danmengerti jika dirinya adalah seorang namja yang sudah beristri. Bukankah seorang fans seperti itu? Eoh lupa bukan fans, melainkan para sahabat di SparKyu.

=Figure It Out=

Kyuhyun mengecup kening Sungmin. Ia mengelus pipi pucat istrinya yang sudah 3 hari ini demam. Kyuhyun merasa enggan untuk pergi bekerja dan meninggalkan istrinya. Nafsu makan Sungmin menurun dan kemarin istrinya mimisan lagi.

"Sebentar lagi Eunhyuk dan Ryeowook juga datang. Jangan khawatir" ujar Sungmin yang tahu arti tatapan mata suaminya.

"Apa aku tidak usah bekerja saja?" tanya Kyuhyun meminta pendapat istrinya. Sungmin menggelang tidak setuju. Kyuhyun menghembuskan nafasnya kemudian mencium kening Sungmin sekali lagi.

"Suruh Eunhyuk atau Ryeowook menghadapku jika kau butuh apa-apa ne" Sungmin menganguk. "Aku berangkat"

.

.

Suasana restoran itu sangat padat oleh para pengunjung. Maklum saja sekarang sudah masuk jam makan siang. Kyuhyun tersenyum, jika sudah seperti ini tinggal menunggu bagiannya untuk dapat beristirahat dan menyambut sang pujaan hati.

Namja berkulit pucat itu mondar-mandir dari mencatat pesanan pelanggan. Tak jarang banyak mahasiswi yang berkunjung kesana hanya sekedar melihat paras rupawan namja beristri itu.

Kring

Bunyi lonceng yang menandakan pintu yang dibuka. Ada yang datang ada juga yang pulang.

"Kyuhyun-ah, meja 10 belum memsan. Aku akan ke belakang dulu menyimpan pesanan pelanggang yang lain" ujar Onew. Namja berkulit pucat itu hanya mengacungkan jempolnya dan langsung menuju meja yang di tunjukan.

"Selamat siang, mau pesa-" Kyuhyun menghentikan ucapanya ketika meja nomer sepuluh itu di duduki oleh 4 orang pria dewasa. Ia terpaku pada salah satu dari 4 orang itu yang sangat ia kenal. Sama dengan Kyuhyun, orang berkulit kecoklatan itu tertegun dengan apa yang ia lihat.

"Oh? Bukankah kau Kyuhyun? Hangeng-ah, aku tidak salah bukan? Dia putramu?" ujar seorang pria berposter tubuh kurus pada patner bisnisnya. Hangeng hanya tersenyum tipis.

"Kenapa putra dari penguasa sukses bekerja di tempat ini?" tanya pria tambun di antara mereka. Kyuhyun hanya diam.

Hangeng berdiri di samping Kyuhyun, namja remaja itu menoleh menatap jemari tangan yang merangkul bahunya sesekali menepuknya. Melirik pria yang ia panggil ayah itu dengan ekor matanya.

"Kenapa ada yang salah? Putraku ingin mandiri dan membuktikan padaku jika ia bias tanpa campur tangan dari Appanya ini" Hangeng menepuk dadanya seakan mengatakan jika ia bangga dengan putranya itu.

Tapi berbeda dari yang Kyuhyun tangkap akan kata-kata bangga itu dari Hangeng. Cengkraman di bahunya mengerat, Hangeng menepuk bahunya sedikit keras lalu kembali duduk. Teman-teman bisnis Hangeng hanya mengangguk kepala mereka setuju dengan jawaban Hangeng.

.

Splash

Kyuhyun menatap pantulan wajahnya di cermin. Kedua tangannya terkepal, entah mengapa hatinya sakit mendengar pujian bangga dari sahabat-sahabat ayahnya itu.

Seburuk itukah ia sampai Ayahnya sendiri mengejeknya seperti itu?

Ia bukan namja bodoh yang tidak bisa mengerti arti kata yang terselubung yang di utarakan Hangeng.

"Sebegitu brengseknya kah aku hingga Appa sangat membenciku?" lirihnya.

.

.

Setelah makan siang bersama Kyuhyun. Sungmin mengajak Eunhyuk dan Ryeowook untuk pergi ke supermarket untuk membeli beberapa bahan makanan yang sudah mulai habis. Sebelum itu Sungmin mengantar Eunhyuk dan Ryeowook berbelanja. Ia hanya duduk manis sambil menunggu kedua sahabatnya selesai. Sungmin melihat jam yang berada disana.

Sudah sore dan sebentar lagi Kyuhyun selesai bekerja di restoran. Tak terasa menemani dua sahabatnya berbelanja memakan banyak waktu.

Setelah membayar belanjaan, ketiga sahabat itu pun meninggalkan toko pakaian, berjalan perlahan menyusuri gedung besar itu. Sungmin menghentikan langkahnya ketika pandangannya melihat dua sosok yang sangat ia rindukan yang akan memasuki sebuah restoran di hadapannya.

Sepertinya dua sosok itu tidak menyadari jika ada yang memperhatikan mereka. Eunhyuk dan Ryeowook mengikuti arah pandang Sungmin yang terdiam di tempat.

Ryeowook dan Eunhyuk mendekat pada Sungmin. Mereka menggengam tangan Sungmin membuat wanita berbadan dua itu tersadar dari lamunannya.

"Aku akan menghampiri mereka" ucap Sungmin.

"Tapi eonni.."

Sungmin mengeratkan pegangan di kedua tangannya. Menatap Eunhyuk dan Ryeowook bergantian. "Aku merindukan mereka" cicit Sungmin.

Ia selalu saja melihat dari jauh Leeteuk dan Kangin. Dan sekarang kedua orang tuanya ada di hadapannya. Ia ingin sekali memeluk kedua orang tuanya itu. Mungkin inilah saatnya.

Eunhyuk dan Ryeowook tidak bisa mencegah Sungmin. Bukan karena apa-apa mereka hanya khawatir. Sungmin tersenyum kepada dua sahabatnya lalu melangkah kakinya.

"Appa~ Umma~" panggil Sungmin setelah ia berada di belakang dua sosok orang tuanya.

Kangin dan Leeteuk diam ketika mendengar suara dari arah belakang. Leeteuk langsung mencengram dadanya yang terasa sakit. Itu suara Sungmin putrinya. Suara yang memanggilnya dengan bergetar. Kangin yang tahu pertahanan istrinya mulai memudar, pria paruh baya itu menggeratkan genggaman tangannya.

"Appa~ Umma" panggil Sungmin ketika Leeteuk dan Kangin melangkah tanpa menghiraukannya. Sungmin mengernyit sakit di perutnya yang tiba-tiba menyerang, memaksa untuk berlari menghadang jalan kedua orang tuanya.

"Umma~" Sungmin menerjang Leeteuk sambil menangis. Menyampaikan betapa ia sangat merindukan Ibunya itu. "Hiks.. hiks.. mianhae.. hiks Bogoshippo" lirih Sungmin.

Sungguh Leeteuk tidak kuat. Ia membalas pelukan putrinya. Menyelimuti tubuh ringkih Sungmin kedalam dekapan hangatnya. "Nado bogoshippo chagiya" ucap Leeteuk mencium pucuk kepala Sungmin membuat wanita berbadan dua itu menangis sejadi-jadinya.

Leeteuk bisa merasakan perut putrinya yang sudah membuncit menyentuh perutnya. Ia melepas pelukannya mengusap wajah pucat Sungmin. Mengecup kening putrinya yang terasa panas.

"Kau demam sayang" kata Leeteuk mengusap air mata yang membasahi Sungmin. Leeteuk menyentuh perut buncit putrinya. Disini ada calon cucunya.

Sungmin mengalihkan pandangannya pada sosok tinggi di sebelah Ibunya. "Appa.." lirih Sungmin. Ia handak memeluk tubuh ayahnya tapi Kangin lebih dulu memundurkan tubuhnya.

"Siapa yang kau sebut Appa, Nona?" ujar Kangin dingin.

Deg

Kangin belum bisa memaafkannya. Ayahnya itu terlihat malas untuk memandangnya. "Appa~ ini aku Sungmin, SungminnieMu. Putri Appa"

"Maaf Nona, tapi saya tidak mempunyai seorang putri"

Deg

Eunhyuk membalikkan badannya tidak sanggup melihat lebih lama lagi Sungmin dengan orang tuanya. Terlalu menyedihkan. Sedangkan Ryeowook sudah sesenggukkan.

Kangin menatap Leeteuk yang balas menatapnya. Ia menggengam tangan istrinya. "Kajja. Lebih baik kita cari tempat yang lain" Kangin menyeret Leeteuk untuk meninggalkan Sungmin.

"Yeobo~" Leeteuk berusaha melepaskan genggaman suaminya tapi nihil. Ia melihat pada Sungmin yang mengikutinya dari belakang. "Umma" panggil Sungmin menangis.

"Maaf Nona bisakah kau tidak mengikuti kami" kata Kangin.

Sungmin langsung menghentikan langkahnya. "Appa~" lirih Sungmin melihat punggung Ibu dan ayahnya yang perlahan menjauh.

Greep

Eunhyuk dan Ryeowook langsung memeluk Sungmin. Ketiga sahabat itu menangis, mereka tidak memeperdulikan orang-orang yang melihat mereka.

"Kami ada disini" gumam Eunhyuk.

.

Eunhyuk membuka pintu belakang mobilnya lalu membantu Sungmin untuk duduk di sana bersama Ryeowook. Keadaan sahabatnya benar-benar memprihatinkan. Suhu tubuh Sungmin makin tinggi, wajahnya semakin pucat dan keringat yang mengucur deras.

Gadis bergummy smile itu sedikit berlari untuk sampai di sisi mobil. Ia mulai menyalakan mesin mobilnya.

"Jangan katakan apapun pada Kyuhyun apa yang tadi terjadi" kata Sungmin pelan. Tak ada yang menjawab pertanyaan itu, Sungmin tahu sahabat-sahabatnya itu mengerti dan pasti tidak akan mengatakan apapun pada suaminya.

Lampu merah menyala, Eunhyuk menghentikan laju mobilnya. Ia menoleh kebelakang melihat keadaan sahabatnya yang terkulai lemas lalu kembali melihat kedepan.

Ryeowook senan tiasa mengusap wajah Sungmin tanpa melepas ganggaman tangannya. Sungmin mengerutkan dahinya menahan sakit.

"Eonni.." Ryeowook semakin khawatir melihat Sungmin yang meringis kesakitan. "Waegeurae?" tanyanya.

"AKKHHH..." jerit Sungmin.

"Kenapa?" tanya Eunhyuk yang kaget mendengar teriakkan Sungmin.

Eunhyuk dan Ryeowook pucat pasi melihat air bercampur darah keluar dari kewanitaan Sungmin merembas mengalir membasahi kaki sahabatnya itu.

"Sungmin-ah/Eonni" pekik Eunhyuk dan Ryeowook bersamaan.

TIIT TIIT TIITTT TIIITT

"YA TUHAN!" teriak Eunhyuk, ia langsung menjalankan mobilnya. Ternyata lampu hijau sudah menyala. "Wookie-yah hubungi Kyuhyun"

"Ne. Eonni bertahanlah" dengan bergetar Ryeowook mengeluarkan ponselnya, tangannya tidak lepas menggengam tangan Sungmin.

"Kyu~~ hiks" ringis Sungmin memejamkan matanya.

.

.

Prang

"Aish!" Kyuhyun berjongkok lalu membersihkan pecahan gelas yang tak sengaja tersenggol olehnya. Pikirannya terus tertuju pada Sungmin.

"Jika bekerja itu yang ikhlas" cibir seorang pria tambun sambil melipat kedua tangannya di depan dada.

Kyuhyun mendongak lalu tersenyum lebar. "Aku bekerja dengan ikhlas kok Sunbae. Tapi akhir-akhir ini aku sering memikirkan sesuatu" katanya pada pria gembul di hadapannya.

"Memangnya apa yang sedang kau pikirkan"

"Naik gaji" cengir Kyuhyun.

"Aku juga ingin naik gaji, bodoh" ujar pria itu.

"Kyuhyun-ah ada telpon untukmu" panggil salah satu rekan kerjanya.

"Eoh sebentar" ujar Kyuhyun. Ia lalu keluar dapur membuang sampah dan pecahan gelas.

"Sana biar aku yang selesaikan" kata Pria tambun itu mengambil alih pekerjaan Kyuhyun yang akan menyimpan piring dan gelas yang sudah di cuci. "Sana. Barangkali penting. Lagian ini sudah waktunya kau pulang bukan?" ujarnya.

Kyuhyun tersenyum, pria di hadapannya ini memang baik. "Gomawo Shindong Hyung.." kata Kyuhyun lalu melesat keluar dapur untuk menerima telpon.

"Yeoboseo"

.

.

Sepasang manik itu sedari tadi mempehatikan suasana restoran di hadapannya dalam mobilnya. Hanya untuk melihat seorang laki-laki muda yang sangat ia cintai yang bekerja di restoran itu. Ia disini sudah dari satu jam yang lalu.

"Seharusnya jam segini sudah waktunya pulang bukan?" gumamnya.

Tak berapa lama. Ia melihat seorang laki-laki yang ia tunggu keluar dari pintu samping dengan baju kasualnya. Ia mengernyit menyadari raut cemas di wajah pemuda itu.

"Kau mau kemana Kyu? Apa yang kau khawatirkan?" tanyanya entah pada siapa ketika melihat pemuda itu berlari menuju halte yang tak jauh dari restoran.

.

.

.

TBC

.

.

.

Annyeong chingudeul~

Huwah telat satu hari. Adakah yang percaya jika q katakana telat update gara-gara hujan gede? Apa hubungannya hujan ma update? Jawabannya karena aku harus ke warnet buat update #wajah_innocent #plak_abaikan.

Eotte? Eotte? Eotte? Menurut kalian ceritanya memaksa ga? Baru tadi pertama perut Sungmin masih rata. Setelah tulisan Chapter Min udah hamil 7 bulan dan eh.. pas akhir Min kenapa ya? #bisa_tebak? He.

So.. how?

Next chapter q akan nyatumin jawaban dari review chingudeul. Bagi ingin bertanya silahkan di buka mulai sekarang. Q akan jawab sebisa mungkin :D

Untuk jawaban chingudeul tentang pertanyaan seputar bayangan Kyu Min di FF yang bergendre teen, aku lihat ada yang sama dan ada yang berbeda. Walau begitu kita tetap satu HIDUP KMS lah….

Terakhir..

MAKASIH BANGET buat yang udah ngereview chapter kemarin :

Dmagda, nova137, Thania Lee, babychoi137, Shywona489, Maximumelf, cloudswan, riesty137, paprikapumpkin, ipechhpumpkins, KikyWP16, onkey shipper04, 143 is 137, Ega EXOkpopers, riakyuminshiper, SSungMine, Yoldaspa, KyuMinElfcloud, LiveLoveKyumin, Babyjoy, Kikyu Cho, Lilin Sarang Kyumin, TifyTiffanyLee, ChoLau137, Kim Ae Rin, saraaaah, danactebh, abilhikmah, Princess Kyumin137, minnie kyumin, ShinJiWoo920202, kimpichiadjah, Love Kyumin 137, dewiktubagus, Santiyanifebby, Minhyunni1318, bunnyblackFLK136, chonaira, SEungyo, Cywelf, AoAoAoAoKM, ExotiCessiElf, 1004hoteuk, kyukyu, Guest, zaAra evilkyu, AngeLeeteuk, Gye0mindo, parkhyun, nuralrasyid, kyumindudut, babykyumin, pinkpink, joyyyyyy, hanna, melee, beebee ming, stevani, ratu kyuhae, KMalways89, PaboGirl, minnievil9ny tha, Lee'90, Guest-martia elfishyekyuminhyuk, fariny, Cho Min Hwa, parurung, endahkyumin137, minglove, Aey raa kms, kyokms26

oke! See next chapter ne jangan lupa review bye~