Figure It Out

Cast:

Lee Sungmin

Cho Kyuhyun

Other...

.

.

.

Rate M

.

.

.

Warning:

OOC, GS, Typo(s)

.

.

.

Ini hanya FF, sebuah karya fiksi yang terlahir dari otak sederhana saya. Jangan bash cast yang saya pakai karena mereka tidak tahu apa-apa. Saya hanya pinjam nama saja. V cinta damai chingu ^_^

.

.

.

Kyumin is Real

.

.

.

Enjoy

.

.

.

Kyuhyun mempercepat larinya ketika di ujung lorong itu sahabat-sahabatnya tengah berbicara dengan Dokter wanita yang menjadi Dokter kandungan Sungmin.

"Bagaimana?" tanya Kyuhyun terengah karena terus berlari.

"Cho Kyuhyun-ssi" ujar Dokter itu.

"Bagaimana keadaan istri saya?" tanya Kyuhyun.

Dokter itu menghela nafasnya sebentar lalu menatap Kyuhyun. "Anda tahu bukan bagaimana keadaan kandungan istri anda" jeda sesaat. "Kami akan segera melakukan proses kelahiran" jelas Dokter itu.

"Tapi Dokter, Sungmin terlihat sangat lemah ketika kami membawanya kemari, apa bisa?" Kyuhyun melihat Eunhyuk. Bodohnya runtuk Kyuhyun dalam hati. Ia merasa menjadi manusia paling bodoh karena tidak mengetahui keadaan Sungmin terakhir kali. Separah itukah? Harusnya ia tidak pergi bekerja tadi.

"Harus. Sungmin-ssi harus kuat. Terlalu berbahaya jika lewat jalur oprasi. Kita mempertaruhkan dua nyawa" Dokter itu menatap Kyuhyun. "Lebih baik sekarang anda bersiap. Sungmin-ssi membutuhkan anda" lanjut Dokter itu.

.

.

.

Chapter 5

"Kyu~" Sungmin membuka matanya ketika ada yang memegang tangannya. Ia tersenyum tipis melihat orang yang ia tunggu dari tadi berada di sampingnya. Kyuhyun mengenakan baju berwarna hijau.

"Aku disini. Apa yang kau rasakan eum.." Kyuhyun mengelus pipi tirus Sungmin. Ia berusaha menahan air matanya yang berteriak ingin keluar.

"Sakit~" lirih Sungmin membuat hati Kyuhyun serasa tercambuk. "Kau harus kuat. Baby ingin keluar, dia tidak sabar untuk melihat wajah cantik dan tampan Umma Appanya" Sungmin menganguk sembari tersenyum lemah. Kyuhyun mengecup kening Sungmin lama.

"Semua sudah siap. Baiklah Sungmin-ssi anda bisa mendengar suara saya?" tanya Dokter itu.

"Ne saya bisa mendengar anda" jawab Sungmin pelan.

"Untung saja" Dokter itu tersenyum. "Mulut rahim Sungmin-ssi sudah bukaan ke-10. Kita akan memulainya" ujarnya pada 2 suster yang menjadi assistennya.

"Sungmin-ssi mengejan dengan memanfaatkan kontraksi anda" Sungmin menganguk.

Tak lama ia mengalami sakit luar biasa yang lama kelamaan makin terasa sangat sangat sakit. Sungmin mulai mengejan lalu berhenti sebentar kemudian mengejan kembali. Kyuhyun terus membisikkan kata cinta dan penyemangat untuk istrinya. Sungmin menguatkan genggaman tangganya pada Kyuhyun ketika rasa sakit menyerangnya.

"Sungmin-ssi tetaplah sadar. Sedikit lagi oke" ucap Dokter itu ketika melihat Sungmin sudah kelelahan. Tak di pungkiri Dokter itu pun khawatir. Satu kata 'pendarahan' selalu menghantui setiap calon ibu yang akan melahirkan. Calon ibu yang sehat saja bisa berkemungkinan mengalami itu, apalagi pasien mudanya ini, yang hamil di usia muda dan juga memiliki riwayat penyakit anemia.

Sungmin merasa sudah tidak sanggup lebih lama lagi. Ia mengumpulkan tenaga terakhirnya lalu mengejan. Akhirnya kepala bayinya sudah keluar, proses kelahiran lebih cepat dan mudah setelah itu.

Kyuhyun menangis bahagia ketika pertama kali melihat bayinya. Bayinya yang berkelamin laki-laki. "Sayang lihat. Itu baby kita" Kyuhyun membantu Sungmin untuk sedikit mengangkat tubuh bagian atas. Sungmin tersenyum.

"Kyu~ kenapa baby tidak menangis?" Kyuhyun diam ia baru menyadari jika bayinya tidak menangis seperti bayi-bayi lainnya. Kyuhyun menatap Dokter yang sedang memeriksa keadaan bayinya.

"Salah satu faktor bayi tidak menangis adalah kelahiran premature" jelas Dokter, ia lalu menyuruh untuk segera membersihkan bayi itu lalu memberikan perawatan intensif.

"Dokter" panggil salah satu suster. "Plasentanya sudah keluar, tapi Sungmin-ssi.."

Dokter itu segera menghampiri Sungmin dan melihat keadaan pasiennya itu. "Pendaharan.." gumam Dokter itu, hal yang ia khawatirkan terjadi, lalu ia segera bertindak.

Bersamaan dengan itu Kyuhyun merasa Sungmin makin beringsut dan melunglai di dekapannya. Sungmin menatap suaminya sebelum ia menutup matanya. Kyuhyun langsung berteriak memanggil nama istrinya yang tidak meresponnya sama sekali.

"Sungmin-ah.. jawab aku" Kyuhyun menggoyang-goyangkan tubuh istrinya. "Sayang buka matamu jebal.. Cho Sungmin" pekik Kyuhyun.

.

.

Kyuhyun menatap wanita yang telah berhasil melahirkan putranya itu dalam diam. Memperhatikan wajah damai Sungmin yang tertidur lelap dengan selang oksigen yang menancap di kedua hidung lancipnya. Tangan kirinya terpasang selang infus dan selang darah.

Padahal beberapa jam yang lalu, Sungmin masih baik-baik saja. Datang pada jam makan siang, makan berdua denganya seperti biasa. Sungmin masih berceloteh riang.

Kyuhyun berdiri, mencondongkan tubuhnya. Hingga ia bisa merasakan dingin di bibirnya yang bersentuhan dengan bibir Sungmin yang pucat.

"Eodiga?" tanya Donghae melihat Kyuhyun membuka pintu.

"Tolong jaga Sungmin sebentar. Aku akan melihat BabyKu dulu" kata Kyuhyun tersenyum tipis pada Eunhyuk dan Donghae lalu beranjak pergi. Sepasang kekasih itu menatap punggung Kyuhyun iba.

"Temanmu sakit apa anak muda?" tanya seorang nenek yang berada di ranjang sebelah Sungmin.

Eunhyuk menoleh. "Maaf jika kami menggangu Halmonie. Teman kami baru saja mengalami pendarahan hebat setelah melahirkan" ujar Eunhyuk. Karena keterbatasan biaya. Sungmin berada di satu ruangan, berisi 6 ranjang yang sudah di isi oleh pasien lainnya dengan gorden yang menjadi pembatas. Ranjang Sungmin berada di pojok dekat pintu.

HaeHyuk dan YeWook tidak leluasa untuk menemani Sungmin. Dan seperti biasa mereka akan bergiliran.

Nenek itu menganguk mengerti. "Aku merasa pernah melihat teman kalian dan suaminya itu. Tapi dimana?" nenek itu tampak berfikir.

'Mungkin di TV atau di koran' batin Eunhyuk dan Donghae. Wajar saja karena Sungmin dan Kyuhyun adalah anak dari penguasa, yang sering muncul di Tv atau surat kabar. Ya memang lebih banyak Kangin atau Hangeng yang sering berada di layar tv. 'Banyak orang yang bilang begitu' kata Kyuhyun maupun Sungmin ketika ada orang yang mengenali wajah mereka berdua.

.

.

"Sungmin-ssi mengalami Atonia uteri yaitu gangguan otot-otot rahim yang tidak berkontraksi (mengerut)dan berretraksi (memendek) sehingga tidak bisa menjepit dan menghentikan pendarahan. Selain itu Sungmin-ssi hamil di usia muda dan juga memiliki penyakit Anemia. Yang memperparahnya adalah stress yang Sungmin-ssi alami juga. Kita berdoa saja Anemia ini tidak menurun pada putra anda"

Setelah mendapat izin, Kyuhyun segera memakai baju sterill sebelum masuk keruangan bayi yang lahir prematur.

"Bayi anda lahir dalam keadaan prematur dengan berat badan kurang dari 1500 gram. Karena itu kami melakukan perawatan level 111. Kami akan mengecek kondisi bayi anda perjam untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan"

"Annyeong baby. Appa disini" Kyuhyun bersimpuh sehingga ia bisa sejajar dengan babynya. Kotak persegi panjang terbuat dari kaca dengan 4 lingkaran di masing-masing sisi menjadi penghalang Kyuhyun untuk merengkuh putranya dan memberikan beribu-ribu ciuman. Kyuhyun mengulurkan tangannya menyentuh tangan kecil putranya yang sama keadaannya dengan Sungmin, tidur terlelap.

Banyak alat-alat yang menempel pada putranya. Mulai dari alat pernapasan, alat yang di gunakan untuk memantau detak jantung dan alat lainnya yang Kyuhyun tidak tahu untuk apa.

Ia mengulurkan satu tangannya lagi untuk mengelus kepala jagoannya. Ia merasa menjadi laki-laki yang tak berguna. Tidak bisa melakukan apa-apa untuk istri dan putranya. Kyuhyun membiarkan saja air mata yang membasahi pipinya. Ia masih ingin menyentuh dan bersama putranya.

"Jagoan Appa harus kuat ne. Appa dan Umma mencintaimu. Cho Sunghyun" lirih Kyuhyun.

"Tuan Cho" ia mengeluarkan tangan yang mengusap kepala Sunghyun lalu mengusap air matanya. Ia menoleh pada seorang suster yang memanggilnya tadi.

"Ne"

"Pihak administrasi memanggil anda" ujar suster itu.

"Ah iya. Terima kasih" Kyuhyun menatap Sunghyun. Mengelus tangan kecil itu. "Appa pergi dulu" kata Kyuhyun. Ia berdiri lalu membungkukkan badannya sopan pada suster.

.

.

Kyuhyun merebahkan kepalanya di samping Sungmin, menumpukan dagunya di bahu istinya itu. Tangan kirinya menggengam tangan kanan Sungmin, meletakknya di perut bagian atas seperti setengah memeluk tubuh kurus istrinya.

Mengelus punggung tangan Sungmin dengan ibu jarinya. Tatapan matanya terlihat kosong dan pikirannya berkelana di percakapan ia dan pihak administrasi tadi.

Biaya persalinan, biaya kamar, perawatan Sungmin dan Sunghyun, obat-obatan memenuhi otaknya. Tabungannya dan Sungmin yang telah mereka kumpulkan selama ini hanya bisa menutupi biaya persalinan. Bagaimana Kyuhyun melunasi tunggakan yang lainnya. Ia harus segera melunasinya jika tidak dengan terpaksa. Perawatan Sungmin dan putranya harus di hentikan.

"Aku tidak sanggup. Aku merasa putus asa dan menyerah" Kyuhyun mengecup bahu Sungmin yang terlapisi baju rumah sakit. "Buka matamu sayang. Aku membutuhkanmu" lirih Kyuhyun.

Malam itu Kyuhyun tertidur dalam posisi duduk dengan tubuh bagian atas berbaring di ranjang. Sisa-sisa air mata menghiasi wajah kusutnya. Saking lelahnya, Kyuhyun tidak menyadari dua sosok yang berjalan mendekatinya. Dua sosok itu bergantian mengecup kening Kyuhyun dan Sungmin.

=Figure It Out=

Kyuhyun mengerjapkan matanya karena tepukan lembut di bahunya. Ia mengucek matanya, meregangkan tubuhnya. Otot leher dan pinggangnya terasa pegal bukan main. Setelah raganya terkumpul ia melihat ke samping. Dua orang gadis yang tersenyum padanya.

"Pagi.." sapa gadis bergummy smile.

"Eum.. pagi. Kapan kalian sampai?" tanya Kyuhyun.

"Baru saja. Donghae dan Yesung Oppa nanti menyusul" ujar Ryeowook sambil meletakkan buah-buahan yang ia bawa. "Pagi Eonni" sapanya pada Sungmin.

Kyuhyun terenyum tipis. "Dia belum sadar?" tanya Eunhyuk yang di jawab gelengan oleh Kyuhyun.

"Pagi.." sapa seorang suster. KyuWookHyuk tersenyum. "Saya akan memeriksa keadaan Sungmin-ssi sebentar" izin suster itu.

"Silahkan" kata Kyuhyun. Ia pun menyingkir dan bersandar pada tembok.

"Kyu, kami ingin melihat keponakan kami dulu ya" ucap Eunhyuk lalu beranjak pergi dengan Ryeowook karena mereka belum sempat menyapa putra Kyu Min tadi malam.

"Ah tunggu!" Ryeowook menoleh pada Kyuhyun. "Nama keponakan kami siapa?" tanyanya.

"Cho Sunghyun. Gagah bukan" puji Kyuhyun.

Ryeowook menganguk menyetujui. "Aku yakin Sunghyun lebih gagah darimu kelak" cibir Eunhyuk lalu melanjutkan langkahnya.

Kyuhyun kembali melihat istrinya yang sedang di periksa. "Biar saya yang membersihkan" ujar Kyuhyun ketika suster itu akan membersihkan tubuh Sungmin. Suster itu pun pamit.

Kyuhyun meremas handuk kemudian mulai mengusap wajah Sungmin dengan lembut dan telaten. Dahi, kedua kelopak mata, hidung, pipi, dagu dan terakhir bibir. ia mengecup sekilas bibir pucat istrinya itu.

Ia merasa ada yang memperhatikan. Ia menoleh kesamping. Kyuhyun tersenyum kaku melihat di hadapannya seorang anak laki-laki melihatnya penuh arti sambil tersenyum . Kyuhyun melanjutkan membersihkan Sungmin, leher, tangan dan kaki.

.

.

Kyuhyun mempercepat langkahnya ketika melihat Yesung dan Donghae menundukan tubuhnya pada Dokter. Jangan sampai sesuatu yang buruk terjadi pada Sungmin pikir Kyuhyun.

"Ah Kyu kau sudah datang?" Yesung tersenyum lebar.

"Hyung. Apa yang Dokter itu lakukan?" tanya Kyuhyun khawatir. Ia baru saja sebentar kerumahnya untuk mengambil baju ganti dan pergi ketempatnya bekerja untuk meminta izin tidak masuk beberapa hari. Donghae mengambil alih tas ransel Kyuhyun. Lalu mendorong namja yang berstatus Ayah itu sekarang, masuk ke ruang inap.

Kyuhyun diam mematung melihat wanita yang ia cintai tersenyum manis padanya. Ia tidak tahu kenapa tiba-tiba matanya terasa panas. Sungmin sudah sadar.

Sedikit berlari, Kyuhyun langsung memeluk Sungmin kedalam pelukannya. Mengucapkan beribu-ribu rasa syukur pada Sang Pencipta. Tidak ingin menggangu, HaeHyuk dan YeWook perlahan keluar dan meninggalkan Kyu Min.

Kyuhyun mengecup bibir Sungmin sekilas setelah melepas pelukannya. "Bagaimana keadaanmu sekarang? Ya Tuhan terima kasih. Aku sangat takut ketika kau menutup matamu waktu itu. Aku sangat takut jika aku tidak bisa melihatmu lagi. Ya Tuhan"

Sungmin tersenyum kemudian mengalungkan kedua tangannya ke leher Kyuhyun, sehingga tubuh mereka kembali menempel. Sungmin masih ingin memeluk suaminya. Kyuhyun membalas pelukan Sungmin.

"Kyu~"

"Hm.."

"Aku ingin melihat Baby"

.

.

Sungmin menangis melihat keadaan putranya. Ia mengulurkan tangannya menyentuh tangan kecil putranya.

"Baby, kau pasti kesakitan kan?" gumam Sungmin. "Maafkan Umma ne" isak Sungmin. Kyuhyun mengecup kening Sungmin.

"Sunghyun, nama baby kita?" Sungmin menatap Kyuhyun lekat. Namja itu tersenyum. "Ne, seperti keinginanmu" ucap Kyuhyun.

Kyuhyun masih ingat bagaimana antusiasnya Sungmin mencari nama untuk baby mereka. Kyuhyun mengusulkan beberapa nama, tapi Sungmin ingin namanya perpaduan dari nama Kyuhyun dan namanya.

Sungmin mengecup pipi Kyuhyun lalu menatap Sunghyun. Kyuhyun menoleh pada Sungmin, ketika mendengar istrinya itu menangis terisak.

"Hei, kau kenapa?" tanyanya.

Sungmin menghapus air matanya. "Aku merasa kasian pada uri Sunghyun. Di saat bayi yang lain mendapat kehangatan dari Nenek dan Kakek. Sunghyun tidak"

Bagaimana perasaan seorang ibu ketika melihat buah hatinya tergolek lemah. Sungmin ingin Sunghyun merasakan kehangatan dari kedua Nenek dan Kakeknya. Memberi kasih sayang berlimpah untuk sang cucu.

'Apa itu yang selalu kau pikirkan?" tanya Kyuhyun dalam hati. Ia ingin bertanya langsung kepada istrinya, memikirkan apa hingga Sungmin mengalami strees.

"Sunghyun punya kita. Lagian Sunghyun juga punya paman dan bibi yang menyayanginya" Kyuhyun menenangkan.

"Paman dan Bibi?"

Kyuhyun menganguk. "Yesung Samchon, Donghae Samchon, Eunhyuk Imo, Ryeowook Imo. Eotte? Mereka pantas bukan mendapat julukan itu" Kyuhyun tersenyum.

Sungmin tersenyum. "Eunhyuk pasti tidak terima mendapat gelas Imo"

"Apa kita harus menggantinya dengan Eunhyuk Halmonie?" canda Kyuhyun.

Sungmin terkiki pelan. Ia membelakkan matanya takjub ketika melihat Sunghyun mengulum bibirnya, tersenyum tipis seperti bayi itu suka mendengar suara Appa dan Ummanya.

"Kyu.." Sungmin menggoyangkan lengan Kyuhyun memberi tahu jika baru saja Sunghyun tersenyum.

"Aku tahu Min" Kyuhyun mengulurkan tangannya mengusap lembut kepala putranya. "Sunghyun ikut tersenyum. Karena itu kau juga harus tersenyum. Kau adalah menyemangat hidupku dan Sunghyun" ujar Kyuhyun menatap Sungmin yang sama menantapnya.

Sungmin memeluk suaminya erat. "Terima kasih karena kau sudah mempercayaiku untuk menjadi pendamping hidupmu. Aku beruntung menjadi istrimu" Kyuhyun merasa basah di sekitar bahu. Ia mengusap punggung Sungmin. "Aku akan kuat untuk kalian. Karena itu kau jangan menyerah Kyunie" Sungmin mengeratkan pelukannya.

'Disaat kau merasa putus asa dan menyerah. Lihatlah kebelakang, aku dan Sunghyun akan selalu ada disisimu' sambung Sungmin dalam hati.

Walau Sungmin tidak membuka matanya, tapi ia masih bisa mendengar dengan jelas. Curahaan hati Kyuhyun malam itu.

=Figure It Out=

Pagi kembali menyapa. Kyuhyun sedang menyuapi Sungmin bubur yang di sediakan pihak rumah sakit.

"Hambar, tidak ada rasanya" rengek Sungmin dengan puppy eyes mungkin dengan itu Kyuhyun bisa meloloskan untuk berhenti memberinya makanan tawar itu.

"Kau ingin rasa bubur ini lebih enak?" tanya Kyuhyun. Sungmin menganguk antusias.

"Bagaimana?"

"Makan dari mulutku" Kyuhyun tersenyum mesum. Sungmin cemberut.

"Uh Hyung ini mesum sekali" celetuk anak laki-laki yang langsung naik dan duduk di ranjang Sungmin.

'Mwoya? Apa anak kecil ini tahu arti ucapanku tadi?' batin Kyuhyun sambil menatap tajam pada anak kecil itu tapi tak mempan.

"Kau benar sekali Sandeul-ah" Sungmin tersenyum lalu mengusap pucuk kepala anak kecil itu.

Sandeul adalah anak kecil yang melihat Kyuhyun mencium Sungmin pagi itu. Beberapa hari dirawat, Sungmin dan Sandeul menjadi sangat akrab. Kyuhyun juga selalu tersenyum tanpa sadar, ia membayangkan jika nanti Sunghyun sudah besar, mereka akan menghabiskan waktu bersama.

Sandeul dirawat karena demam tinggi. Ia tinggal di panti asuhan dan hari ini anak kecil itu sudah di bolehkan pulang.

"Kau pulang hari ini" tanya Sungmin.

Sandeul tersenyum ceria. Anak kecil berumur 6 tahun itu, sangat menyayangi Kyu Min. Beberapa hari mengenal Sungmin dan Kyuhyun, membuat Sandeul merasa mempunyai seorang kakak. Sandeul merasa kasih sayang yang tulus dari kedua orang itu walau ia selalu bertengkar dengan Kyuhyun.

Sandeul menganguk. Tanpa melihat wajah Sungmin, karena ia tidak jamin untuk ia tidak menangis. "Ne Noona. Kata Ny Kim kemarin, dia akan menjemputku jam 10 nanti" kata Sandeul sedih karena harus berpisah dengan dua pasutri itu.

Kyuhyun mengusap kepala Sandeul lalu mengacak rambut anak kecil itu. "Kau sudah membereskan barang-barangmu?" tanya Kyuhyun, Sandeul menganguk.

Kyuhyun mengerutkan dahinya. Merasa tidak biasa dengan tingkah anak kecil satu itu yang biasanya selalu mengoceh. Ia menundukan kepalanya hingga sejajar dengan Sandeul, lalu memutar kepala anak lelaki itu untuk melihatnya.

"Kenapa kau diam sekali hari ini?" tanya Kyuhyun.

"Aku diam Hyung protes, aku banyak bicara Hyung marah. Sebenarnya apa mau mu eoh?" teriak Sandeul. Membuat beberapa orang pasien melihatnya. Kyuhyun menganguk minta maaf.

"Ya! Kenapa kau bicara seperti itu, aku kan cuma bertanya" Kyuhyun mencubit pipi Sandeul gemas.

Kyuhyun dan Sandeul menoleh kesamping pada seorang wanita yang terkikik geli pada mereka berdua. "Kenapa tertawa?" tanya Kyuhyun dan Sandeul.

"Kalian kompak sekali. Seperti Hyung dan dongsaeng" ucap Sungmin. Kyuhyun dan Sandeul langsung saling melempar deathglare mereka merasa tidak sudi dengan sebutan itu.

"Annyeong..." seru Eunhyuk dan Ryeowook yang masuk dan menghampiri Sungmin. "Eoh ada Sandeul juga. Annyeong" sapa Ryeowook. Sandeul tersenyum. Ia juga mengenal Ryeowook dan Eunhyuk.

"Donghae dan Yesung Hyung mana?" tanya Kyuhyun.

"Diluar.." jawab Eunhyuk.

"Kalau begitu aku keluar dulu" Kyuhyun mengecup kening Sungmin lalu keluar ruangan.

"Kenapa tidak masuk?" Kyuhyun melangkah mendekat pada dua sahabatnya yang duduk di bangku. Ia mendudukan dirinya di tengah-tengah Yesung dan Donghae.

"Ruangan Sungmin terlalu besar, kami tidak enak. Jadi lebih baik giliran saja setelah para dewi-dewi kami puas melihat istrimu" kata Donghae.

Kyuhyun tidak tersinggung dengan kata-kata Donghae yang mengatakan ruangan istrinya 'terlalu besar' yang berarti sebaliknya. Ia dan Yesung tersenyum.

"Bagaimana keadaan Sungmin?" tanya Yesung.

"Jauh lebih baik" kata Kyuhyun.

"Tuan Cho"panggil seorang suster.

Kyuhyun tahu apa yang akan di katakan oleh suster itu. "Ne aku mengerti" ujarnya. Kyuhyun berdiri dan hendak melangkah tapi terhenti ketika Donghae menarik saku celanannya dan memasukkan sesuatu.

Kyuhyun menoleh pada kedua sahabatnya yang tersenyum lebar. Ia mengulurkan tangannya mengerluarkan sesuatu yang Donghae masukan. Sebuah amplop berwarna coklat, persis seperti waktu itu.

"Kalian yang terbaik" Kyuhyun tersenyum tipis. Namja itu merangkul dua sahabatnya mengucapkan terima kasih dalam hati. Seakan sudah terikat batin, Yesung dan Donghae bisa mendengar ucapan terima kasih dari Kyuhyun.

"Kami tahu" seru Yesung dan Donghae bersamaan.

"Beri tahu aku bagaimana kalian mempunyai uang sebanyak ini?" tanya Kyuhyun.

"Menggantikan kerja tukang kebun Ibuku"-Yesung.

"Membuat kopi untuk karyawan di perusahaan Ayahku"-Donghae.

Kyuhyun mencebikkan bibirnya. "Kalian sangat lucu dan pintar. Tapi tetap kalian yang terbaik. Gomawo nae chingu"canda Kyuhyun menanggapi jawaban asal dua sahabatnya itu.

Cup

Cup

"YAH!" teriak Yesung dan Donghae karena Kyuhyun mencium pipi mereka.

"Ini rumah sakit bukan hutan" ujar Kyuhyun tersenyum lebar tanpa dosa.

Donghae dan Yesung mengelap pipi mereka. "Sana pergi" usir Donghae. Dengan langkah ringan Kyuhyun meninggalkan dua sahabatnya itu.

Yesung melihat punggung Kyuhyun sendu. "Kau yang terbaik Kyuhyun-ah" gumam Yesung. Ia benar-benar salut pada sahabatnya itu yang masih tetap bertahan dalam keadaan terjepit seperti ini.

Donghae menyenderkan tubuhnya. "Kita seperti membohonginya" lirihnya.

Yesung menganguk mensetujui. "Benar, kita tidak bisa memberikan lebih untuknya selain terus berada di sampingnya" ucap Yesung. "Dan aku yakin, Kyuhyun bisa merasakan jika niatan kita ini tulus" sambungnya.

.

.

"Kemana yang lain?" tanya Kyuhyun setelah masuk ke ruang Sungmin dan tidak melihat batang hidung sahabat-sahabatnya.

"Mereka ada kelas" jawab Sungmin. "Kyu lihat" Sungmin memperlihatkan dua buah ponsel yang sama dengan wajah berbinar. "Eunhyuk, Ryeowook, Donghae dan Yesung Oppa memberikan ini untuk kita. Hadiah kelahiran katanya" jelas Sungmin.

"Harusnya mereka memberi hadiah untuk Sunghyun" kata Kyuhyun sembari mendudukan dirinya di kursi. "Kau belum di jemput juga?" tanya Kyuhyun pada Sandeul yang bersandar di dada Sungmin.

"Hyung semangat sekali aku pergi" ucap Sandeul sebal.

"Aku cuman bertanya SAN-DEUL" Kyuhyun mengeja nama anak kecil itu. "Kenapa kau sensitif sekali" cibir Kyuhyun.

Sandeul mengendikan bahunya. Kyuhyun heran karena ia di acuhkan baik oleh Sungmin maupun Sandeul. "Apa yang kalian lihat sampai mengacuhkanku?" Kyuhyun kesal.

"Hyung berisik sekali" celetuk Sandeul membuat Kyuhyun mencebikkan bibirnya.

Namja itu lalu berdiri dan duduk diranjang samping Sungmin. "Ah! Foto siapa ini? Jelek sekali" seru Kyuhyun sambil menunjuk foto Sungmin dan Sandeul yang di ambil oleh Eunhyuk tadi.

"Aku tidak jelek. Dasar matamu sudah rabun, Ahjusshi" ujar Sandeul datar. Kyuhyun gemas ingin sekali menjitak anak kecil itu.

"Sunghyunnie~" lirih Sungmin melihat foto buah hatinya. Entah kapan Eunhyuk dan Ryeowook mengambil foto Sunghyun.

Sungmin ingin segera mendekap putranya itu. Tapi keadaan Sunghyun belum memungkinkan untuk keluar dari inkubator. Sungmin menoleh pada Kyuhyun ketika suaminya itu merangkul bahunya. Sungmin tersenyum pada Kyuhyun.

"Hallo.." sapa seorang wanita paruh baya pada Sungmin dan Kyuhyun. "Sudah berpamitannya?" tanya wanita itu yang Sungmin ketahui bernama Ny Kim, kepala panti asuhan di mana Sandeul tinggal.

Sandeul menganguk. Ia melihat Sungmin dan Kyuhyun yang tersenyum padanya. Anak kecil itu melihat pada Ny Kim.

"Ny Kim apa anda punya ponsel bercamera?" tanya Sandeul.

"Ne, Waeyo?" Ny Kim balik bertanya.

"Bisakah anda memfoto kami bertiga?" pinta Sandeul.

Ny Kim menatap Sungmin dan Kyuhyun meminta izin anak asuhnya itu. Sungmin dan Kyuhyun menganguk. Ny Kim lalu mengeluarkan ponselnya.

"Hana, dul, set"

Jepret

Ny Kim tersenyum melihat hasil bidikannya. Walaupun ia tidak memiliki pendidikan fotografi tapi hasilnya cukup bagus. Kyuhyun dan Sungmin tersenyum manis dengan Sandeul yang tersenyum lebar.

Sandeul memeluk Sungmin erat lalu mencium kedua pipi wanita itu. "Aku akan merindukanmu" kata Sungmin sembari mengecup bibir Sandeul.

"Aku juga" gumam Sandeul.

"Kau beruntung mendapat ciuman dari istriku" cibir Kyuhyun. Sandeul mengangkat alisnya menatap Kyuhyun remeh. Kyuhyun hanya menganga tak percaya.

"Kau tidak ingin memeluk dan menciumku?" tanya Kyuhyun ketika Sandeul turun dari ranjang.

"Tidak" jawab Sandeul cepat.

"Aish anak ini" Kyuhyun langsung mencium pipi Sandeul gemas.

"Ish.. aku harus segera mencuci pipiku ini" teriak Sandeul sambil mengusap pipinya yang di cium oleh Kyuhyun dengan lengan bajunya. Sungmin, Kyuhyun dan Ny Kim tersenyum melihat tingkah lucu Sandeul.

"Aku akan merindukannya sungguh" ujar Sungmin pelan selepas kepergian Sandeul.

"Aku juga" kata Kyuhyun.

Sungmin tersenyum lalu memberikan ponsel yang berwarna biru untuk Kyuhyun sedangkan miliknya berwarna pink cerah. "Igeo" ujar Sungmin. Kyuhyun menerimanya sambil tersenyum tipis.

Sungmin tahu ada sesuatu yang di pikirkan oleh Kyuhyun. Ia memeluk Kyuhyun dari samping suaminya itu. Merebahkan kepalanya di dada suaminya.

"Ada apa?" tanyanya. Tangan kiri Kyuhyun mengelus pucuk kepala Sungmin. "Ada apa?" desak Sungmin.

Kyuhyun menghela nafasnya lalu menceritakan pembicaraannya dengan pihak administrasi tadi. Kyuhyun memberi tahu Sungmin jika ia mendapat bantuan dana dari Yesung dan Donghae, uang itu cukup untuk membayar perawatan Sungmin. Dan besok dengan terpaksa Sungmin harus keluar dari rumah sakit walau pun keadaannya belum pulih benar.

"Mianhae" ujar Kyuhyun merasa bersalah. Sungmin mengelus punggung suaminya.

"Gwenchana, aku tidak apa-apa. Dengan begitu aku bisa membantumu mencari uang untuk pengobatan Sunghyun kan" Sungmin berkata sambil menahan air matanya ketika mengucapkan nama putranya. Satu yang membuat Sungmin sedih yaitu ia tidak bisa berada di samping Sunghyun.

Kyuhyun menggeleng lalu langsung berkata sebelum Sungmin melayangkan protesnya. "Apa kau menyayangiku?" tanya Kyuhyun.

Sungmin menganguk.

"Apa kau mencintaiku?" tanyanya lagi.

Dan Sungmin kembali menganguk.

Kyuhyun mencium bibir Sungmin. "Jika begitu turuti perkataanku. Kau harus istirahat, jika kau ingin membantuku. Sehatlah dulu arraso?"

Kyuhyun gemas melihat Sungmin yang menganguk imut. Ia lalu membawa wanita itu kedalam pelukannya.

=Figure It Out=

"Hari ini, kau mau kemana?" tanya Sungmin sambil menyiapkan makanan di meja. Mengambil nasi dan 'temannya' nasi, lalu menyerahkan pada Kyuhyun.

"Aku akan coba meminjam uang pada atasanku di restoran dan tempat karaoke sekalian meminta izin tidak masuk beberapa hari lagi" Kyuhyun hendak akan menyuapkan makanan pada Sungmin tapi istrinya menggeleng sambil tersenyum. "Waktu Sunghyun masih disini" Kyuhyun mengelus perut Sungmin yang sudah kembali rata. "Kau tidak bisa makan tanpa kusuapi. Oke fine" ujar Kyuhyun dengan nada kecewa yang di buat-buat.

Sungmin memincingkan matanya tersenyum pada suaminya yang makan sembari cemberut. "Appa marah eoh?" goda Sungmin. Kyuhyun diam lebih asik menatap makanan di hadapannya.

"Kyu Appa bbuing bbuing ~~" Sungmin menggerakkan kedua kepalan tangannya di dekat pipi sembari mengeluarkan tatapan penuh cinta. Kyuhyun melirik Sungmin dari sudut matanya, berdehem lalu melanjutkan makannya.

Sungmin menepuk-nepuk hidung bangirnya memikirkan cara lain. "Appa pepero~ pepero~" kata Sungmin manja dengan jari berbentuk V yang diletakkan di antara dahi dan pelipisnya. Kyuhyun harus bertahan.

Sungmin tidak menyerah ia memikirkan cara lain. Ah! Wanita itu tahu apa yang harus ia lakukan. Dan dijamani suaminya itu tidak akan menolak. "Kyu Appa~" panggil Sungmin.

"Kyu Appa~~" rengek Sungmin sambil menggoyang-goyangkan lengan suaminya.

"Waeyo Min" Kyuhyun meletakkan sumpit. Bangun mengambil tas. Sungmin mengekor di belakang.

Sungmin merengut kesal. Ia akan mengeluarkan godaan terakhirnya, jika tidak berhasil ia akan balik mengacuhkan suaminya itu. Siapa yang suka di acuhkan?

"Appa ppopo~" seru Sungmin.

Wanita itu tersenyum ketika melihat Kyuhyun yang akan keluar rumah tiba-tiba diam. Dan perlahan suaminya itu membalikkan badannya. Sungmin buru-buru saja mendekati suaminya.

"Appa ppopo~~" kata Sungmin lagi sambil mengerucutkan bibirnya.

Untuk satu ini Kyuhyun tidak bisa tahan. Namja itu menggaruk lehernya sambil menatap kesembarang arah. Malu eoh?

Kyuhyun dengan cepat mencium bibir mengerucut Sungmin sedikit mengulumnya sebentar sebagai bonus. "Istriku nakal sekali" Kyuhyun menyentil hidung Sungmin pelan setelah melepas ciumannya.

Sungmin tersenyum. "Hati-hati" ucap Sungmin.

Kyuhyun mencium kening Sungmin. "Kau harus istirahat. Awas kalau tidak"

"Siap bos" seru Sungmin sambil hormat.

"Aku pergi" pamit Kyuhyun.

.

.

"Akhirnya selesai juga" seru Sungmin.

Wanita itu mengelap dahinya yang basah karena keringat. Sungmin tidak ingin membantah apa kata suami tercinta untuk istirahat. Tapi keadaan rumah yang kotor membuat Sungmin gatal untuk membersihkannya. 5 hari rumahnya tidak di huni.

Ketika ia mencuci tangan. Ada yang mengetuk pintu rumahnya. Ia mengelap tangan basahnya pada belakang baju yang ia kenakan lalu cepat membuka pintu.

"Oh.. Annyeong haseyo" sapa Sungmin membungkukkan tubuhnya. "Ah untung aku baru saja membersihkan rumah. Silahkan masuk Ahjumma.." Sungmin mempersilahkan.

5 Ahjuma itu tersenyum pada Sungmin lalu masuk kerumah. "Mianhae. Aku tidak punya apa-apa unt-"

"Aish.. seperti pada siapa saja" potong salah satu Ahjumma.

Sungmin tersenyum. Ia menatap 5 Ahjumma itu bergantian. Kim Ahjumma, Ha Ahjumma, Park Ahjumma, Song Ahjumma dan Go Ahjumma adalah tetangga Sungmin. Kelima Ahjumma itu juga yang mempercayakan Sungmin untuk mengajar les pada putra-putri mereka.

"Sungmin-ah mianhae, kami belum sempat menjenguk mu dirumah sakit" kata Go Ahjumma.

"Gwenchana Ahjumma" ucap Sungmin.

"Kami tahu ketika Kyuhyun pulang untuk mengambil baju ganti. Katanya kau mengalami pendarahan dan putra kalian lahir prematur" Sungmin hanya tersenyum mendengar penjelasan Ha Ahjumma.

"Bagaimana keadaan putramu sekarang?" tanya Song Ahjumma.

"Sunghyun-"

"Ah nama putramu Sunghyun?" seru kelima Ahjumma itu.

"Ne. Sunghyun masih di rawat, dia masih harus di inkubator. Tapi keadaannya sudah mulai normal. Berat badannya juga sudah bertambah walau masih lemah" ucap Sungmin.

Park Ahjumma yang memang didekat Sungmin. Mengelus kepala wanita itu. Satu komplek mereka tinggal tahu cerita Sungmin dan Kyuhyun dengan jelas. Jangan salah berita mulut kemulut itu lebih cepat dari virus flu.

"Yang sabar nak" ucap Park Ahjumma.

"Ne terima kasih" mendapat perlakuan itu, Sungmin merasa berada di tengah-tengah keluarganya sekarang.

Kim Ahjumma menggengam tangan Sungmin, lalu menyerahkan sebuah amplop. "Ini dari kami dan tetangga lainnya. Mohon diterima" kata Kim Ahjumma.

"Ahjumma" Sungmin mengeluarkan air matanya begitu saja. Tidak menyangka banyak sekali orang-orang yang membantunya dan Kyuhyun. Sungmin mengucapkan beribu-ribu terima kasih. Ia memeluk kelima ahjumma itu. Tak kuasa melihat Sungmin menangis membuat kelima Ahjumma itu berkaca-kaca.

Memang benar kata orang. Dimanapun kita berada jika kita bersikap baik, pasti orang sekitar pun akan baik terhadap kita.

'Terima kasih Tuhan' ucap syukur Sungmin dalam hati.

.

.

Sungmin dan Kyuhyun menatap pihak administrasi penuh permohonan. Uang pemberian para tetangga mampu membayar biaya obat-obatan Sungmin dan Sunghyun. Lalu pihak admidistrasi bilang, Kyuhyun dan Sungmin harus segera melunasi biaya perawatan Sunghyun.

Pihak administrasi tidak biasa melakukan apa-apa. Mereka hanya mengikuti peraturan yang telah di buat. Atasan di restoran dan tempat karaoke tidak bisa memberi pinjaman banyak. Di tambah dengan pinjaman dari Shindong di gunakan untuk menutup biaya kamar Sungmin setengahnya.

Ah! Sisa biaya kamar Sungmin belum dan yang paling penting adalah biaya perawatan Sunghyun menelan nominal uang yang tidak sedikit.

Dengan lunglai Kyuhyun dan Sungmin menuju ruang Sunghyun dirawat. Mereka masih harus memakai baju steril untuk masuk keruangan itu. Sungmin menatap putranya sendu. Kemana lagi mereka harus mencari uang.

Makin lama Sungmin tidak sanggup melihat putranya. Ia langsung membenamkan wajahnya yang telah basah di dada bidang Kyuhyun.

"Apa yang harus kita lakukan Kyu hiks.." ucap Sungmin.

Kyuhyun sebisa mungkin menahan air matanya. Ia mengusap punggung bergetar Sungmin. "Ssttt... kita akan cari jalan keluarnya bersama-sama ne"

Setiap bayi sudah bisa mengenali suara Ibu dan Ayahnya sejak masih dalam kandungan. Mendengar tangisan Sungmin. Membuat Sunghyun sedikit membuka mata sipitnya. Kemudian baby itu menangis keras.

"Ya Tuhan. Sunghyun" pekik Sungmin. Tak sadar tangisannya semakin keras. Pertama kalinya ia mendengar suara putranya, Sunghyun menangis. "Kyu~ Sunghyun.. ne chagi, hiks hiks Umma dan Appa yeogiyo" lirih Sungmin.

Sungmin dan Kyuhyun langsung mengulurkan tangan mereka untuk menyentuh Sunghyun. Ucap syukur Sungmin dan Kyuhyun panjatkan.

"Baby ini Appa.." gumam Kyuhyun. Ia buru-buru mengusap air matanya yang akan mengalir.

Mendengar teriakan Sungmin, seorang suster yang berjaga langsung menghampiri Kyu Min. Ia masuk dan melihat Sunghyun yang menangis membuatnya bergegas memanggil Dokter.

"Baby.. ssttt...hiks.. Umma disini" Sungmin mencoba menenangkan Sunghyun. "Aku ingin memeluknya Kyu hiks.. Sungguh aku ingin memeluknya hiks... Sunghyun-ah~" lirih Sungmin. Betapa Sungmin ingin menggendong Sunghyun, mengelus punggung rapuh buah hatinya dan memberi putranya ASInya, membisikan kata-kata penenang untuk Sunghyun.

Kyuhyun mengecup kening Sungmin lama. "Percayalah aku juga ingin melakukan hal yang sama sepertimu" ujarnya.

Merasa aman, perlahan Sunghyun mulai tenang. Seulas senyum tersungging di wajah Sungmin dan Kyuhyun. Tak lama, Dokter dan suster datang lalu memeriksa keadaan Sunghyun.

.

.

Suasana sore hari membuat banyak orang-orang keluar untuk sekedar berjalan-jalan. Sungmin tersenyum dengan tatapan sayu melihat foto Sunghyun yang berada di ponselnya. Ia dan Kyuhyun sedang dalam perjalanan pulang dengan menggunakan bus.

"Kita akan mencari pinjaman kemana Kyu?" tanya Sungmin sambil menyenderkan kepalanya di bahu Kyuhyun. Namja itu pun menjatuhkan kepalanya di kepala Sungmin.

"Aku yang akan mencarinya. Kau istirahat saja dirumah" ujar Kyuhyun.

"Kyu~" rengek Sungmin kekeh.

"Kau mau mencari kemana?" tanya Kyuhyun yang mengerti arti rengekan istrinya itu.

Sungmin mengendikan bahunya. "Molla. Sedikit lagi dan kita akan bersama Sunghyun" Sungmin teringat kembali perkataan Dokter.

"Setiap harinya berat badan Sunghyun bertambah walau sedikit. Kondisi paru-puranya perlahan memulih. Jujur saja, aku sempat pesimis dengan putra kalian. Karena banyak bayi prematur yang tidak bisa bertahan. Jika seperti ini terus, Sunghyun akan segera keluar dari inkubator"

Sedikit lagi dan kondisi Sunghyun membaik. Sungmin sudah memikirkan ini sejak dari rumah sakit. Satu-satu orang yang bisa menolongnya saat ini dan Sungmin harus mencobanya. Demi Sunghyun.

"Min..Min"

"Eoh?" Sungmin tersentak kaget.

Kyuhyun tersenyum. Mengusap pucuk rambut istrinya. "Apa yang kau pikirkan?"

"Tidak ada" jawab Sungmin singkat.

Dipemberhentian bus, Sungmin dan Kyuhyun berpisah. Kyuhyun tetap melanjutkan perjalannya mencari pinjaman. Dan dengan alasan akan kerumah Eunhyuk yang memang dekat dari halte Sungmin turun. Ia minta maaf dalam hati karena membohongi suaminya. Sungmin berjanji malam nanti ia akan bercerita kemana ia pergi sekarang pada Kyuhyun.

Sungmin menaiki bus lagi. Hanya perlu waktu 15 menit akhirnya wanita itu sampai tujuan. Ia sedikit berjalan menyusuri komplek perumahan. Ia sangat hapal jalan ini. Jalan yang sejak kecil ia lalui.

Wanita itu berhenti di sebuah rumah. Ia menoleh kebelakang, ada satu pohon besar tampat Sungmin dan Kyuhyun bersembunyi jika dirinya rindu akan sosok Ibunya. Mengambil nafas lalu membuangnya guna mengumpulkan keberaniannya, ia melangkah memasuki pekarangan rumahnya.

Sungmin menekan bel yang berada di pinggir pintu. Tak berapa lama pintu putih itu terbuka, menampakkan sesosok wanita paruh baya yang menatapnya tak percaya.

"Umma" panggil Sungmin lirih.

Leeteuk langsung menerjang putrinya. Ia masih ingat kejadian di supermaket tempo hari. "Siapa yeobo" suara seorang pria paruh baya mengintrupsi kegiatan Leeteuk dan Sungmin.

Sungmin melihat pria paruh baya itu. "Appa" panggilnya.

.

.

"Jadi bagaimana kehidupanmu diluar sana? Mengasyikan bukan" ujar Hangeng dingin pada pemuda yang duduk dihadapannya sambil menundukan kepalanya.

"Hannie jangan begitu" Heechul mencoba membuat Hangeng untuk sedikit lembut pada pemuda itu. "Dia uri Kyunie. Kau tidak merindukan putra kita eoh?" sambungnya.

Kyuhyun sudah tidak tahu lagi meminta bantuan pada siapa. Yang terpikir dari pertama, adalah bantuan dari Ayahnya. Tapi beberapa hari kebelakang ia masih mencoba untuk mengatasinya sendiri. Demi Sunghyun, Kyuhyun rela mendapat celaan dari Ayahnya.

"Kau sudah membuktikan sendiri. Hidup di luar sana tidak mudah" Hangeng menatap Kyuhyun remeh. "Lalu, apa yang membuatmu kemari?" tanya Hangeng.

Kyuhyun mengeratkan kepalan tangannya. Ia berdiri lalu mendekat pada ayahnya. Hangeng dan Heechul diam memperhatikan apa yang akan Kyuhyun lakukan. Heechul membekap mulutnya menahan isakan yang akan keluar.

Putranya yang manja, putranya yang selalu seenaknya sendiri, selalu bertingkah onar dan jarang memperdulikan sekitar. Sekarang bersimpuh di hadapannya dengan air mata yang coba di sembunyikan tapi tetap saja mengalir membasahi pipi putranya.

"Appa aku mohon, pinjamkan aku uang. Jebal" gumam Kyuhyun. Dia tidak peduli Hangeng akan berpikir apa tentangnya. Lemah, memang Kyuhyun akui dirinya lemah. Seumur hidup baru sekarang Kyuhyun merasa sangat kecil di hadapan orang tuanya.

"Aku mohon, aku tidak tahu harus meminta bantuan pada siapa lagi selain padamu" ucap Kyuhyun menatap ayahnya penuh harap. "Appa~"

.

.

.

TBC

.

.

Annyeong ketemu lagi. Ini baru tiga hari kalau ga salah

Aku mau cerita sedikit nih. Satu hari update kemarin, di beranda FB heboh tentang SOPA pada tahu apa itu? Aku cari cari akhirnya dapet. Minta dukunganya dari kalian semua untuk sigh petitions yang isinya:

we petition the obama administration to:

Stop SOPA 2014.

Stop SOPA. SOPA stands for Stop Online Piracy Acts. In this case, all fanart will be deleted, all fan-pages, fanfics, fan made videos, etc. Please help stop SOPA.

Karena itu aku nge GALAU.. hey kemungkinan FFn bakal di tutup. Kalian ga mau kan itu sampe kejadian? Aku pribadi ga bisa jelasin deh bagaimana pentingnya FFn buat para reader dan para author.

Target dapet 100,00 sigh. Dari tanggal 17 sampe sekarang baru nyampe 74,056. Dan di tutup tanggal 19 lusa. Caranya kalian kunjungi www petitions dot whitehouse dot gov garing petition garing stop(-)sopa(-)2014 garing q0Vkk0Zr. Oke. Kalian harus buat account dulu baru bisa sigh. Aku harap kalian mendukungnya.

Untuk jaga-jaga alamat FB aku Poery Minry Kyumin elf kalian bisa kunjungi disana jika hal buruk terjadi dan semoga saja tidak AMIEEN… soalnya ini pernah kejadian dan sekarang ada lagi.

Beberapa balasan review kemaren :

so-e kwang : makasih buat pujiannya. Emang itu maksud aku dari FF ini. Buat requesnya aku udah pikirin, boleh lah tapi entar nunggu FF ini tamat dulu ya haha

kyumin1001 : Ne silahkan. Kalau itu jika Tuhan menghendaki

saraaaah : jawabanya ada di atas

Shywona489 : sebenarnya sih cuman para Appa aja yang rada 'susah' kalo para Umma mah gha tega

nova137 : permintaan di kabulkan . Hm.. aku ga suka ada pengkalah cinta Kyumin.. so.. kekek

bunnyblack FLK 136 : Yups. Ne itu air ketuban min. dan anak Kyumin udah nongol chapter sekarang. Untuk itu hmm.. maybe?

Maximumelf : iya udah ga sabar ketemu Appa Kyu ma Umma Min

prfvckgyu : ya. Tuntu aja, suami istri gitu loh yang satu itu RHS keke

snow drop 1272 : udah dan namanya adalah … ada di atas

KyuMinElfcloud : ga tahu tuh… para Appa masih pada kesel kayaknya. Ne ini udah di lanjut

emi mardi : makasih pujiannya. Ne ini udah di lanjut

ina karunia 1 : mau ngelahirin chingu. Hm kasih tahu ga ya keke

ipechhpumpkins : ne ini udah di lanjut

babychoi137 : iya sih kecepetan tapi ya tuntutan skenarionya seperti itu he~ ne ini udah di lanjut

littlecupcake noona: hm mungkin. Ne aku mewakilkan Kyumin berterima kasih atas doanya

ayyu annisa 1 : siap

143 is 137 : sabar belum saatnya. Ne emang heh #ngumpet di ketiak min takut Kangin oppa marah. Ne ini udah di lanjut

minnie kyumin : makasih udah ngertiin perjuangan aku untuk bisa update hiks T.T terharu. Karena itu permintaan di kabulkan

Babyjoy : ne. ini udah termasuk cepat kan tiga hari loh

Thania Lee : kasih tahu ga ya hah~~ ne maksih atas semangatnya

TifyTiffanyLee : RHS. Ga! Aku ga kuat harus tulis Hurt buat mereka segini udah cukup

Dirakyu : iya kandungan min masih 7 bulan

Lilin Sarang Kyumin : andwea jangan dong … ne ini udah di lanjut

danactebh : nanti ada waktunya. Ne ini udah dilanjut. Jika Tuhan menghendaki update cepet

dewi k tubagus : ya RHS. Ya semoga aja para Appa bisa luluh hatinya

imAlfera : hm sayang mereka belum harus bahagia T.T LOL

shippo chan 7 : hm. Para Appa pada keras kepala.

Cho MeiHwa : jawaban chingu ada di atas. Ne ini udah di lanjut

riakyuminshiper : Amiien.. aku juga berharap seperti itu.

Love Kyumin 137 : jinja? Hiks T.T LOL. Jawabannya udah ada di atas ya, mian aku masih harus nyiksa Kyumin eh!

Yoldaspa : belum saatnya Seo di musnahin chingu ada waktunya

riesty137 : RHS. Dua-duanya. Piece

SEungyo : kecewa pastinya. Hm gatahu tuh para Appa kenapa jadi keras kepala dan kejam ma anak-anak mereka sendiri.

Santiyani febby : semua jawaban chingu ada di atas. Nama asli POERY. Fb juga ada di atas

ChoLau137 : iya. Ne ini udah di lanjut

onkey shipper04 : hihi~~ begitulah mian membuat kyumin tersiksa T.T LOL

ShinJiWoo920202 : iya prematur. RHS

Kikyu Cho : ga ada yang bisa ngalahin cinta Kyu Min. masalah si Seo heh! Bukan apa-apa itu mah tiga hari udah bisa di sebut kilat kan

hyunkikyuminalwas4ever : ne ini udah di lanjut

abilhikmah : Amieen

cloudswan : emang hiks T.T LOL

Ega EXOkpopers : RHS. Ne ini udah di lanjut

intankyuhyunelf : benarkah ? makasih buat semangatnya

KikyWP16 : ne ini udah di lanjut

Cho Min Hwa : sipp

Minhyunni1318 : ne ini udah di lanjut. Nih aku punya tissunya LOL

Cywelf : ne ini udah di lanjut

Melee : itu RHS

AngeLeeteuk : RHS. Ga tahu, para Appa yang keras kepala. Tebakannya betul semua. Ne ini udah di lanjut

seo sae na : mian-mian maklum tuntutan skenario. Ne ini udah dilanjut. Yosh oke dah walau badai menghadang tetep harus update #ciah gombal nya kumat lol

Guest : sipppp

zaAra evilkyu : ya min mau ngelahirin. Kuliah kok cuman lagi ga ada jam kuliah waktu itu

PaboGirl : iya min mau ngelahirin., ne para Appa yang kejam tapi tidak dengan Appa Kyu hehe

Parkhyun : mungkin para ortu masih kecewa dan belum bisa nerima Kyu min. ne ini udah di lanjut

Kangsohwi : aku juga mau chingu punya sahabat kayak HaeHyuk dan YeWook. No! Kyu mah ga akan selingkuh di hatinya cuman ada min seorang

Kyumindudut : min mau ngelahirin. Aku juga pengen Kyu Min bahagian tapi entar aja deh

Yaya saya : ini udah di sebut update kilat kan

Kyukyu : um udah rampung dan sampe chap 10

Lee'90 :emang apa yang rame di fb chingu? Ne min ngelahirin prematur. Itu RHS

Guest martia elfishyekyuminhyuk: ne ne ini udah di lanjut

Aey raa kms : RHS

Gye0mindo : ga akan sad ending. Min itu punya riwayat anemia ceritanya gitu makasih semangatnya ini udah di lanjut

KMalways89 : RHS heheh

Ouhji : kita lihat saja kelanjutannya. Ne ga mungkin Kyu biarin Min berjuang sendiri

Hanna : Amiieeennn

ratu kyuhae : mungkin. Ne ini udah di lanjut

fariny : ne ini udah di lanjut

DIAHDEGA : OKE makasih

Ekso : RHS

Fety93 : ne ini udah dilanjut

1004hoteuk : ne ini udah di lanjut :)

A/N : aku putuskan update tiap 3 atau 4 hari.. nah sekarang kan hari senin.. jadi update lagi hari...?

Annyeong see next chapter. jangan lupa dukungannya buat SIgh petition oke... :)