Figure It Out

Cast:

Lee Sungmin

Cho Kyuhyun

Other...

.

.

.

Rate M

.

.

.

Warning:

OOC, GS, Typo(s)

.

.

.

Ini hanya FF, sebuah karya fiksi yang terlahir dari otak sederhana saya. Jangan bash cast yang saya pakai karena mereka tidak tahu apa-apa. Saya hanya pinjam nama saja. V cinta damai chingu ^_^

.

.

.

Kyumin is Real

.

.

.

Enjoy

.

.

Brugh

Hangeng melempar segepok uang won di hadapan putranya. Kyuhyun hanya memandang sakit, uang itu.

"Itu yang kau butuhkan? Ambillah! Tapi kau harus kembali kerumah ini sebagai Cho Kyuhyun putra tunggalku, yang berstatus pelajar bukan seorang suami" ujar Hangeng datar.

Kyuhyun menatap ayahnya tidak percaya. "Apa Appa tidak penasaran. Akan aku gunakan untuk apa uang itu?"

"Aku tidak peduli. Kau gunakan uang itu untuk apa" final Hangeng.

Tidak berhasil. Orang yang Kyuhyun jadikan pegangan, akhirnya menjatuhkanya dengan satu kali hempasan. Ini percuma dan sia-sia. Kyuhyun lupa jika Hangeng adalah orang yang teguh pada ucapannya sendiri.

Kyuhyun berdiri dari simpuhnya dengan lemah. Ia mengeluarkan dompet tipis hitam miliknya. Lalu mengeluarkan selembar foto yang ia cetak kemarin. Memberikannya pada Heechul.

"Cucu kalian. Cho Sunghyun" lirih Kyuhyun. Pemuda itu membungkukan tubuhnya sebelum melangkah pergi. Meninggalkan Heechul yang menangis hingga terisak sambil melihat foto Sunghyun.

.

.

.

Chapter 6

Detak jarum jam terdengar nyaring di ruang kecil itu, menemani pasutri muda yang tengah berbaring tertidur. Mereka masih membuka matanya tidak merasa kantuk sedikit pun padahal jam sudah menunjukan pukul 11 malam.

Sungmin tidur menyamping dengan Kyuhyun yang memeluknya dari belakang. Pikiran mereka masih mengawang entah kemana.

"Tadi aku menemui Appa" Sungmin membuka pembicaraan. Ia sudah berjanji dalam hati untuk menceritakan semua pada suaminya itu. Kyuhyun hanya berdehem.

"Kau tidak marah?" tanya Sungmin.

"Marah kenapa?" Kyuhyun balik bertanya.

"Karena menemui Appa" gumam Sungmin.

Kyuhyun menggeleng. "Mereka orang tuamu" namja itu mencium pucuk kepala istrinya. "Lalu apa yang kalian bicarakan?" lanjutnya.

Flashback on

"Kau sudah melahirkan?" tanya Leeteuk yang melihat perut Sungmin yang sudah rata. Padahal waktu bertemu di supermarket, perut putrinya masih membuncit.

"Ne Umma. Aku sudah melahirkan" Sungmin menatap Ibunya mengusap air mata yang mengalir di wajah sedikit keriput itu. "Cucu Umma laki-laki. Cho Sunghyun" Sungmin memberi tahu.

"Dia-"

"Berhenti bercerita dan katakan maksud kau datang kemari" Kangin memotong perkataan Sungmin dengan dingin.

Sungmin menatap ayahnya tidak percaya. Ayah yang selalu menyayanginya dan mengasihinya sekarang bahkan untuk menatapnya lama seakan tak sudi.

"Appa. Aku mohon pinjami aku uang" gumam Sungmin sambil menundukan wajahnya.

Kangin tersenyum mengejek. "Apa suamimu tidak mampu menafkahimu? Cih malang sekali! Kalian di selimuti hawa nafsu. Sekarang terima sendiri akibatnya" ujar Kangin.

Air mata mengalir membasahi pipinya. Sungmin sakit mendengar ayahnya menilai Kyuhyun seperti itu. Suaminya hebat, suaminya bertanggung jawab. Apa yang Kangin bilang tidak benar sama sekali.

"Appa~ bisakah Appa memafkan kami berdua?" tanya Sungmin memandang ayahnya.

"Tidak" tegas Kangin. Tak ada raut lembut di wajah ayahnya itu. "Kalian sudah membuatku kecewa luar biasa. Apalagi dirimu. Kau ku besarkan dengan kasih sayang dan cinta, kau aku banggakan tapi apa balasanmu padaku? Membuatku malu karena kelakuan bodohmu itu. Apa kau bisa bayangkan bagaimana kecewanya aku?"

Sungmin hanya bisa menunduk dan menangis. Sungguh tak pernah terpikir olehnya membuat kedua orang tuanya kecewa seperti ini. Ia akui ia bodoh, tolol dan apapun itu Sungmin terima.

"Aku akan memberi uang itu. Tapi ada syaratnya" Kangin menatap lekat wajah putrinya. "Kau dan putrmu tinggal disini dan tinggalkan suami mu itu"

Deg

"Appa~"

"Jangan khawatir aku akan menyayanginya dan mencintainya. Aku akan mendidiknya dan menjaganya agar tidak melakukan hal bodoh seperti dirimu" lanjut Kangin.

"Yeobo.." Leeteuk menggengam lengan suaminya.

"Diamlah" Kangin menatap Leeteuk tajam.

Namja paruh baya itu menatap putrinya. "Bagaimana?" sedak Kangin.

"Appa~" lirih Sungmin.

"Tidak usah buru-buru memberi jawaban. Kau bisa mendiskusikan terlebih dahulu dengan Cho Kyuhyun brengsek mu itu"

Flashback off

Sungmin tidak menceritakan semuanya pada Kyuhyun seperti Kangin yang memandang remeh suaminya. Wanita itu menoleh melihat Kyuhyun yang terdiam. Ia tidak bisa membaca maksud dari raut suaminya yang memandang kosong.

"Apa yang kau pikirkan?" tanya Sungmin.

Ia merasakan Kyuhyun mengeratkan pelukannya. Sungmin tercengang mendengar perkataan Kyuhyun setelahnya.

"Bagaimana jika kau terima saja syarat dari Appamu"

Deg

Sungmin meronta melepas pelukan Kyuhyun dengan susah payah. Setelah terlepas, ia bangun dan memandang Kyuhyun yang ikut mendudukan dirinya.

"Lalu meninggalkanmu?" Sungmin memastikan. Sedangkan Kyuhyun, entah lah. Namja itu berpikir lebih baik Sungmin yang meninggalkannya dari pada ia yang harus meninggalkan Sungmin.

"Are u give up?" tanya Sungmin. Kyuhyun diam. Namja itu membuang pandangannya ke sembarang arah. Sungmin gemas melihat sikap diam Kyuhyun. Ia mengambil bantal lalu memukul tubuh suaminya. Air mata langsung keluar begitu saja dari mata rubahnya.

"Kita sudah sejauh ini hiks.. dan sekarang kau ingin aku meninggalkanmu hiks?" seru Sungmin.

"Kenapa kau diam? Jawab aku" teriak Sungmin.

Tidak ada respon dari Kyuhyun. Namja itu masih diam. Sungmin melempar bantal itu ke sembarang arah lalu melanjutkan memukul bahu Kyuhyun dengan tangannya.

"Katakan sesuatu. Aku mohon katakan sesuatu Cho Kyuhyun" teriak Sungmin.

"Kita hiks sudah mengucapkan janji hiks sehidup semati di hadapan Tuhan. Susah atau senang hiks. Aku hiks hiks sudah memilihmu. Aku dan hiks Sunghyun membutuhkan mu" perlahan Sungmin menghentikan pukulannya. Sungmin menutup wajahnya dengan kedua tangan.

"Jangan pernah meminta aku untuk meninggalkanmu hiks. Aku mohon, kau jangan menyerah. Jebal" lirih Sungmin.

Greep

Kyuhyun memeluk istrinya yang terisak hebat. Ia menyerukkan kepalannya di leher Sungmin. Wajahnya basah tidak jauh seperti Sungmin. Ia merutuki diri sendiri kenapa ia sampai hati mengatakan hal seperti itu pada Sungmin.

"Maafkan aku" gumam Kyuhyun.

Sungmin membalas pelukan hangat suaminya. Ia bisa merasakan tubuh Kyuhyun bergetar sepertinya. "Bertahanlah. Setidaknya demi Sunghyun hiks.. aku mohon jangan menyerah"

"Maafkan aku. Maafkan aku" Sungmin melepas pelukan suaminya. Sungmin menangkup wajah Kyuhyun dengan kedua tangannya. Mendongakkan wajah tampan suaminya. Dengan kedua ibu jarinya, Sungmin menghapus air mata yang membasahi pipi Kyuhyun.

"Jangan pinta aku untuk meninggalkanmu" ucap Sungmin pelan.

Kyuhyun menggeleng. "Tidak akan lagi" ujarnya. Kyuhyun mengusap wajah Sungmin percis seperti apa yang Sungmin lakukan padanya. "Maafkan aku. Aku mencintaimu" lirih Kyuhyun.

"Aku mencintai Sunghyun" kata Sungmin sembari tersenyum.

Kyuhyun mengecup bibir istrinya kilat. "Aku mencintai Sunghyun"

"Dan aku mencintaimu" balas Sungmin. Wanita itu berlari kedekapan suaminya lagi. Ia tersenyum. Ia membuang nafas lega ketegangan di antara mereka sudah berakhir.

Bukankan sesuatu yang sudah Tuhan satukan tidak bisa di pisahkan oleh manusia. Dan Sungmin akan berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan keluarga kecilnya.

=Figure It Out=

Sungmin mengerjapkan matanya. Merasa terusik dengan suara-suara aneh di dapur yang ia hanya perlu menengok ke samping. Ia tersenyum melihat suaminya yang tengah sibuk entah sedang melakukan apa.

Sungmin mencoba bangun dengan perlahan, kepalanya terasa berat. Efek menangis semalam mungkin pikirnya.

"Pagi..." sapa Sungmin.

Kyuhyun membalikkan badannya, tersenyum melihat istrinya. "Pagi..."

"Kau sedang apa?" tanya Sungmin.

"Masak" jawab Kyuhyun sedikit ragu.

"Aku mau lihat"

"Jangan" Kyuhyun merentangkan tangannya. Sungmin mengerut. "Kau mandi saja, ya?" lanjut Kyuhyun.

Tidak mau menggangu suaminya lebih lama lagi. Ia bergegas mengambil baju lalu melesat masuk kamar mandi. Tak berapa lama Sungmin sudah rapi dengan bajunya. Sambil menyisir rambut Sungmin sesekali mendengar gerutuan Kyuhyun. Suaminya tampak sangat kerepotan.

"Apa sudah selesai?" tanya Sungmin lalu mendudukkan dirinya. Memasukkan kakinya ke kolong meja menunggu suaminya membuat sarapan pagi.

"Sudah" seru Kyuhyun. Ia langsung mengangkat sebuah panci kecil berwarna kuning lalu meletakkannya di meja. Namja itu melepas sarung tangan masaknya. Kyuhyun menyuruh istrinya untuk tetap diam ketika Sungmin hendak mengambil nasi. Namja itu langsung mengambil mangkuk, nasi dan sendok.

"Aww" pekik Kyuhyun. Karena terburu-buru tidak ingin membuat istrinya kelaparan. Ia hendak membuka tutup panci tapi tangannya mengenai pinggir panci itu yang masih panas.

"Hati-hati" kata Sungmin sambil mengelus tangan suaminya yang sedikit memerah. Kyuhyun hanya tersenyum lebar. Sungmin membuka tutup panci. Ia sempat terdiam melihat masakan apa di dalam panci itu.

Ani, ani, ani. Bukan ramen bukan! Panci itu berisi Miyeong Guk atau sup rumput laut. Dibuat dengan merendam rumput laut kering dalam air hingga lunak kemudian memasukkannya ke dalam air kaldu sapi atau ikan. Di bumbui dengan kecap, garam, minyak wijen dan bawang putih.

Yang membuat Sungmin terdiam adalah panci kecil itu penuh dengan air. Air sup itu hitam pekat, Sungmin rasa Kyuhyun terlalu banyak menuangkan kecap.

"Ini..."

"Sup rumput laut. Kata Kim ahjumma sup ini bagus untuk wanita yang sudah melahirkan dan menyusui" jelas Kyuhyun.

"Ah ne.." jawab Sungmin sangsi. Kyuhyun menyodorkan sebuah sendok pada Sungmin menyuruh istrinya itu untuk mencobanya.

Sungmin mulai menyendokkan sup itu, meniup sebentar lalu dengan ragu mencicipinya. Wanita itu membelakkan matanya.

"Wae?" tanya Kyuhyun khawatir. Apa sup nya tidak enak hingga Sungmin membelakkan matanya. "Apa supnya ti-"

"Sedap sekali" seru Sungmin. Kyuhyun melongo melihat istrinya kembali menyantap sup buatnya.

"Kau bohong?" Kyuhyun menatap Sungmin yang menggeleng. "Jujur saja aku tidak akan marah kok" walau begitu wajahnya tertekuk.

"Mau aku meminta tetangga lain mencobanya?" tantang Sungmin. Sungguh wanita itu tidak bohong. Ya walaupun tampilan sup Kyuhyun terlihat seperti air kopi hitam pekat tapi rasanya benar-benar enak. Bukankah kita tidak boleh melihat dari tampilannya saja.

Kyuhyun lalu mencicipi sup buatannya. "Eotte benarkan apa kataku" ujar Sungmin.

Kyuhyun manggut-manggut. "Ternyata aku bisa memasak juga" ucapnya bangga.

Sungmin tersenyum melihat suaminya yang makan dengan lahap. Walupun Kyuhyun makan hanya dengan air supnya saja tanpa memakai rumput lautnya karena tidak suka. Ia tidak pernah melihat Kyuhyun makan selahap itu seperti tidak di beri makan selama satu minggu.

"Kenapa denganmu hari ini?" tanya Sungmin. Kyuhyun mengangkat sebelah alisnya, tidak mengerti dengan ppertanyaan istrinya. "Tidak biasanya kau mau membuat sarapan dan berkutat di dapur" ujar Sungmin.

"Aku ingin saja, tidak boleh? Aku juga ingin sesekali membuat sarapan untuk istriku tercinta, itu juga tidak boleh?" ucap Kyuhyun sensi.

"Ani bukan seperti itu. Boleh-boleh saja. Hanya tidak biasa. Ck! Suami tercintaku sensitif sekali"

Sungmin tersenyum. Ia masih ingat kejadian tadi malam. Pertengkaran pertama mereka yang membuat mereka berdua menangis. Kyuhyun juga tidak mengungkit masalah pertengkaran tadi malam. Dengan tidak langsung Kyuhyun meminta untuk melupakan pertengkaran kemarin dan menganggapnya tidak pernah terjadi.

Setelah selesai sarapan. Dengan cekatan Kyuhyun membereskan piring-piring kotor dan langsung mencucinya. Jika pekerjaan satu ini, ia sudah terbiasa. Pekerjaannya di restoran bukan hanya sebagai pelayan. Sesekali ia juga selalu mencuci piring.

Ini masih pagi. Dan Sungmin sudah merasa bosan. Ia tidak di perbolehkan oleh Kyuhyun untuk cuci piring. Membersihkan rumah, sudah bersih lalu apa yang harus ia lakukan? Tidak ada.

Ia menatap punggung suaminya yang sedang mencuci piring. Wanita itu tersenyum penuh arti, di kepalanya seperti terdapat bola lampu yang menyala. Bukankah Kyuhyun pernah menghampirinya ketika ia sedang mencuci piring? Sungmin tersenyum jail.

Wanita itu bangun dari duduknya. Dengan mengendap-endap Sungmin mendekap pada Kyuhyun. Sungmin memeluk tubuh tinggi suaminya dari belakang membuat namja itu tersentak kaget karena Sungmin memeluk perut Kyuhyun dengan lembut dan menggoda.

"Min" ujar Kyuhyun tersedak.

Bagaimana tidak, istrinya mengelus perut datarnya dan Sungmin menggesek-gesekkan wajah mungilnya di punggungnya. Tingkah Sungmin seperti ini, seperti menggoda Kyuhyun untuk membalas perlakukan istrinya itu.

Sungmin tersenyum geli. Dengan jailnya, Sungmin mengelus perut Kyuhyun naik turun. Senyumnya semakin lebar ketika dengan sengaja ia mengelus makin kebawah. Sungmin bisa merasakan Kyuhyun terlonjak kaget ketika tangan nakalnya mengenai benda di tengah selangkaan suaminya.

Sedangkan Kyuhyun, namja itu buru-buru menyelesaikan pekerjaannya. Cho Sungmin kau berhasil menggoda singa yang tertidur. Dan jangan salahkan jika kau akan berakhir dengan ketidak berdayaan(?) nantinya.

Kyuhyun melepas pelukan Sungmin lalu berbalik menghadap istrinya yang menampilkan wajah innocent dengan mata yang mengeluarkan pancaran tak berdosa.

"What do u want eoh? My Naughty Rabbit" ucap Kyuhyun mengecup pucuk hidung Sungmin.

Entah mengapa, wanita itu tersenyum menggoda pada Kyuhyun. Kyuhyun memejamkan matanya ketika Sungmin merapatkan tubuh mereka. "Yours" bisik Sungmin.

Kyuhyun meremang mendengar suara seksi istrinya. Ia membuka matanya sekali lagi lalu langsung melahap bibir istrinya. Sungmin tersenyum senang. Suaminya itu baru di goda seperti itu saja sudah terpancing.

"Ahh..eummff..."

Sungmin menutup matanya kian rapat ketika Kyuhyun memperdalam ciumannya. Mereka berjalan tanpa melepas pagutan bibir mereka.

"Eunghh..." lenguh Sungmin ketika ia di pojokkan ke tembok oleh Kyuhyun. Tidak sakit memang.

Sungmin tidak mau kalah, ia membalas pagutan suaminya itu. Ia membalikkan keadaan hingga bagian Kyuhyun yang terapit oleh tembok dan dirinya.

"Ahh.. Kyuhh.." Sungmin memejamkan matanya ketika ciuman Kyuhyun beralih kelehernya. Mengecup tiap inci kulit putih mulus itu. Sungmin menjambak pelan rambut suaminya. Tubuh pasutri muda itu saling menempel tak ada ruang sedikit pun.

Kyuhyun membawa Sungmin dan mendorongnya hingga istrinya itu bersandar di lemari pakaian berbahan plastik. Jemarinya menelusup masuk ke dalam kaus yang di pakai Sungmin. Ia menyeringai dalam cumbuannya ketika jemarinya menemukan dua gundukan yang menjadi favoritnya setelah lubang surga istrinya.

"AHH" pekik Sungmin ketika Kyuhyun memijat pelan payudaranya. Kyuhyun menghentikan pijatannya ketika mendengar Sungmin serasa kesakitan.

"Kenapa?" tanya Kyuhyun heran.

"Sakit" cicit Sungmin. Wanita itu mengangkat kausnya dan melonggarkan bra yang di pakainya. "Lihat" tunjuk Sungmin.

"Kenapa jadi bengkak begini?" ucap Kyuhyun. Payudara istrinya memang makin besar karena produksi ASI tapi perasaan tidak sebesar ini.

"Ini karena ASI yang belum tersalurkan pada Hyunnie" gumam Sungmin sambil mengelus payudaranya. Kyuhyun menghembuskan nafasnya ketika melihat payudara istrinya yang besar tapi ia tidak tega jika ia harus meraup payudara itu.

"Apa aku harus menggantikan Hyunnie baby untuk menghisapnya sementara?" canda Kyuhyun.

Sungmin cemberut. Merasa sebal apakah suaminya itu tidak peka jika dirinya kesakitan. "Tidak lucu" cibir Sungmin.

Kyuhyun merangkul pinggang Sungmin. Mengecup pelan kedua bukit kembar itu. "Kyu~" rengek Sungmin.

"Aku hanya mengecupnya" ucap Kyuhyun lalu melanjutkan aktifitasnya.

Merasa bosan. Tangannya di perintahkan untuk mengelus punggung istrinya. Lalu turun mengelus pinggang ramping Sungmin.

"Kyuhhmmff... eunghh" rengekan Sungmin terhenti ketika Kyuhyun mencium bibirnya dan melesakkan lidah lihainya kedalam goa hangat milik Sungmin.

Tangan kanannya beralih menuju perut bawah Sungmin lalu ke daerah selangkaan istrinya. Kyuhyun mengerutkan keningnya, melepas pagutannya lalu menatap wajah istrinya yang merona malu.

"Ini kenapa tebal sekali" Kyuhyun berucap terbata. Sungmin menggenggam tangan Kyuhyun yang masih bertengger di daerah sensitifnya.

"Roti khusus perempuan. Aku baru saja melahirkan, sayang. Jadi darahnya masih ada" jelas Sungmin menahan senyum karena melihat wajah Kyuhyun yang melongo.

"Lalu ini bagaimana?" tunjuk Kyuhyun pada selangkaannya yang menyembul.

Sungmin tertawa renyah ia membalik kedudukan hingga Kyuhyun yang bersandar pada lemari. Wanita itu dengan terburu-buru membuka zipper jins yang Kyuhyun pakai lalu menurunkannya dengan boxer dan celana dalam suaminya. Dan terpangpang lah 'adik' Kyuhyun yang sudah menegang di hadapannya.

Sungmin sempat ragu ketika melihat junior Kyuhyun. Ini adalah kali pertamanya ia melakukan blow job.

"Tak ada yang langsung bisa sayang. Palli" ucap Kyuhyun tidak sabar.

Sungmin mengambil napas dalam-dalam sebelum memasukkan kejantanan hard itu pada mulutnya. Ia memaju mundurkan kepalanya. Tangan kanannya memijat junior Kyuhyun yang tidak masuk pada gua hangatnya dan satu tangannya ia gunakan untuk mengelus twin ball suaminya.

"Ohh.. eunghh.. " Kyuhyun memejamkan matanya rapat-rapat mendapat servis istrinya. Walaupun pertama kali tapi Sungmin sangat lihai memuaskannya. Ini lebih baik dari pada bersolo karir menurut Kyuhyun.

"Teruss sayanggg.. iyaah ohhh seperti ituuhh..." desah Kyuhyun.

Mulutnya sudah sangat pegal. Karena itu Sungmin mempercepat in out junior Kyuhyun ketika merasa kejantannan suaminya itu berkedut.

"Ohhh.. aahhh... ahhh...Minnn...sayangg..."

"Ahh.. ahhh... MINNIIIEEE AAHH" seru Kyuhyun ketika klimak menghampirinya.

Sungmin dengan blingsatan menelan semua sperma suaminya yang memenuhi mulutnya. Kyuhyun membantu Sungmin berdiri kemudian langsung memagut bibir istrinya itu.

Bruk

Satu kotak kardus yang tertata di pinggir lemari terjatuh karena tersenggol oleh Kyuhyun. Sungmin melepas ciumannya.

"Gomawo chagiya" ujar Kyuhyun tersenyum lebar lalu mengecup bibir Sungmin sekali lagi.

"Nakal" dengus Sungmin.

"Kau lebih nakal"

Kyuhyun duduk menyandar sembari memasukkan lagi sang 'adik' ke dalam celana dalamnya lalu membenarkan boxer dan celana jinsnya. Sungmin ikut duduk dan membereskan barang-barang yang berserakan.

Kyuhyun mengambil selembar kertas lalu tersenyum kecil melihat foto ukuran 3x4 yang terpasang di kertas itu. "Fotomu imut sekali disini" kata Kyuhyun sambil menyerahkan ijazah itu pada Sungmin.

"Istrimu ini memang imut" Sungmin memasukkan ijazahnya pada sebuah map.

Kardus itu berisi, map-map penting. Dari ijazah Kyuhyun dan dirinya, rapot, buku nikah, kartu keluarga dan akte kelahiran Sunghyun. Kyu Min, belum sempat untuk membeli sebuah lemari yang lebih besar untuk menyimpan barang-barang mereka.

Sungmin bersandar di samping Kyuhyun. Membuka satu persatu lembar buku kenangan sekolahnya. Sungmin dan Kyuhyun sesekali tertawa melihat foto siswa-siswi yang lain. Termasuk melihat foto HaeHyuk dan YeWook.

Di buku kenangan itu juga bukan hanya foto-foto para murid. Ada juga foto para guru, club-club, lalu kegiatan ekstrakulikuler, foto prom waktu itu, foto acara wisuda mines Kyu Min dan foto-foto perlombaan yang diikuti.

Kyuhyun menghentikan tangan Sungmin yang akan menyibak lembar selanjutnya. Ia pandangai foto dirinya dengan seorang pemuda seumurannya tengah tersenyum lebar.

Kyuhyun sangat ingat, foto itu diambil ketika ia dan Sungmin menemani Eunhyuk mengikuti perlombaan Dance waktu tingkat 2. Dan Eunhyuk memenangkan juara pertama dan mengalahkan sekolah dari pemuda yang ia rangkul. Jungmo mengabadikan foto itu dan di terbitkan di majalah sekolah. Kyuhyun tidak menyangka foto itu juga kembali di masukkan ke dalam buku kenangan. Ia berseru membuat tatapan heran dari Sungmin.

"Bodoh kenapa tidak terpikir dari dulu" pekik Kyuhyun.

"Wae?" tanya Sungmin.

Kyuhyun menangkup wajah istrinya lalu mengecup bibir shap M itu. "Doakan aku. Saranghae" ucap Kyuhyun. Namja itu lalu mengambil tasnya kemudian langsung melesat pergi.

Sungmin memperhatikan lebih teliti gerangan apa yang membuat suaminya itu bersemangat. Pandanganya terkunci pada sosok yang ia kenal.

"Shim Changmin" lirih Sungmin.

Changmin adalah sahabat Kyuhyun sewaktu SMP dan berpisah ketika mereka melanjutkan SMA. KyuHaeSung di sekolah yang sama dan Changmin di sekolah yang berbeda.

.

.

"Kau yakin?" tanya Yesung.

"100%" jawab Kyuhyun.

"Kita sudah lama tidak kemari" gumam Donghae.

Kyuhyun dan Yesung menganguk. "Kajja" ujar Kyuhyun. Ketiga pemuda itu lalu melangkah memasuki tempat itu. Mirotic Cafe.

Tempat itu seperti cafe pada umumnya. tapi akan berbeda jika sudah menaiki lift menuju lantai dua. Tak sembarang orang bisa masuk.

"Member card" ucap seorang pemuda penjaga pintu lift. Donghae dan Yesung menunjukkan milik mereka. "Member card kalian harus segera diperbarui" ujar pemuda itu dan mempersilahkan Donghae dan Yesung masuk kedalam lift. Maklum mereka sudah tidak pernah kemari sejak dua tahun lalu.

"Tunggu. Kau tidak bisa masuk kawan" tahan pemuda itu ketika Kyuhyun akan ikut masuk lift. "Kau tidak memiliki kartu anggota" ujarnya lagi.

Kyuhyun berdecih sebentar. "Hubungi Shim Changmin katakan jika GameKyu menunggunya di sini" ujarnya.

"Ck. Orang baru" dengus Donghae lalu keluar lift di ikuti Yesung.

"Dimana kartu anggotamu?" tanya Yesung pada Kyuhyun.

"Rumah" Yesung dan Donghae beroh ria. Mereka tahu rumah yang Kyuhyun maksud bukan rumah yang di tempati oleh Kyuhyun dan Sungmin sekarang.

Tak berapa lama setelah pemuda itu menghubungi atasannya. Pintu lift itu terbuka dan muncullah seorang namja yang sangat tinggi. Dengan tampang bodoh dan senyum yang lebar namja itu mendekati ketiga sosok yang sangat ia kenal.

"YAH" teriaknya tak ulung membuat para pengunjung menatapnya kaget.

Namja tinggi menjulang itu tidak peduli. Ia berlari menubruk tubuh Donghae dan Yesung. "Bagaimana kabar kalian?" serunya sambil melepaskan pelukannya pada Donghae dan Yesung.

"Kami baik" jawab Yesung dan Donghae.

Namja itu mengalihkan pandangannya pada Kyuhyun yang masih duduk di kursi. "Ahhh! Aku merindukanmu" namja itu memeluk leher Kyuhyun dari belakang.

Yesung dan Donghae terkikik geli melihat Kyuhyun yang risih di peluk seperti itu. "Shim Changmin lepaskan. Lihat orang-orang melihat kita. Tsk" dengus Kyuhyun. Bagaimana tidak pertama Kyuhyun dan Changmin terlihat seperti sepasang kekasih dan kedua Kyuhyun yang nampak seperti pihak perempuan di hubungan yang ya kalian tahu lah. Dan kalian pasti tahu juga jika Cho Kyuhyun itu adalah seorang PEJANTAN TANGGUH.

"Aku tidak percaya kau peduli dengan pandangan orang" cibir Changmin setelah melepas pelukannya.

"Kalau seperti tadi beda lagi urusannya" ucap Kyuhyun.

"Aku senang kalian berkunjung kemari, kira-kira sudah dua tahun belakangan kan?" Changmin mendudukan dirinya. Ia mengangkat tangannya dan seorang waiters menghampirinya. Ia memesan minuman untuk sahabat-sahabatnya. Tidak membutuhkan waktu yang lama minuman yang telah di pesan pun tiba.

Kyuhyun, Donghae, Yesung dan Changmin memang selalu menyempatkan waktu untuk berkumpul beberapa kali. Tapi untuk mengunjungi tempat ini memang sudah tidak dari 2 tahun lalu.

"Usahamu makin maju" kata Donghae karena ia melihat cafe sahabatnya ini lebih luas dari terakhir kali mereka kemari.

Changmin menganguk. "So. Bukan hanya sekedar mengunjung 'cafe'ku, kalian kemari benar kan? Ada apa?" tanyanya to the point. Memandang ketiga sahabatnya bergantian. Donghae dan Yesung menunjuk Kyuhyun dengan dagu mereka, mengatakan pada Changmin jika namja berkulit pucat itu yang akan menyampaikan maksud kedatangan mereka. Changmin menatap Kyuhyun intens.

"Aku kemari untuk..."

.

.

Sungmin tersenyum ketika melihat tangan kecil Sunghyun menggengam jari telunjuknya erat. Baby Sunghyun membuka matanya sesekali tersenyum . walau pandangannya masih buram tapi bayi itu bisa merasakan kehadiran ibunya.

"Aigoo... setiap hari pipinya semakin terlihat berisi" seru Ryeowook.

"Aku yakin Sunghyunnie akan segera ke luar dari kotak ini" ujar Eunhyuk.

"Benar sekali" kata seorang wanita berjas putih di belakang MinWookHyuk.

"Ah! Annyeong" sapa MinWookHyuk bersamaan.

Dokter wanita itu melangkah mendekati Sungmin. Dokter itu mulai memeriksa Sunghyun. Ia tersenyum pada Sungmin. "Seperti dugaanku. Besok putramu sudah bisa keluar dari inkubator" jelas Dokter itu.

"Syukurlah" seru WookHyuk. Dua gadis itu merangkul Sungmin yang menitikkan air mata.

"Aku harus menghubungi Kyuhyun" ujar Sungmin.

.

"Kenapa baru diangkat sekarang" ujar Sungmin marah.

"Mianhae. Aku tidak menderingkan ponselnya" kata Kyuhyun disebrang sana.

Sungmin menggigit bibirnya. "Kapan kau pulang?"

"Aku akan pulang larut. Tidurlah lebih dulu. Kau sudah makan?"

Sungmin menganguk walau ia tahu Kyuhyun tidak bisa melihatnya. "Sudah. Kau dimana?"

"Na..eum di tempat sahabatku"

"Shim Changmin, benar bukan?"

"Min..." lirih Kyuhyun.

"Kau kembali kesana?"

"Kita bicarakan lagi nant-"

"Kyu~"

"Cho Sungmin" Sungmin terdiam ketika Kyuhyun memotong ucapannya. "Aku mencintaimu dan Sunghyun. Doakan aku ne"

Plip

Sungmin memandang ponselnya sendu. Kyuhyun memutuskan panggilannya sepihak. Ia mengusap air matanya yang keluar. Menatap makan malam yang sudah terhidang di meja. Sungmin melirik pada jam dinding yang menunjukan pukul 8 malam. Memang Kyuhyun selalu pulang jam 11 malam karena bekerja. Tapi Sungmin yakin untuk malam ini suaminya akan pulang sangat larut. Sungmin mengepalkan kedua tangannya.

"Ya Tuhan tolong jaga Kyunie" lirihnya.

Tanpa di minta, Sungmin akan terus berdoa untuk keselamatan Kyuhyun dan Sunghyun.

.

.

"Kau sudah siap?" tanya Changmin.

Kyuhyun menganguk. Menitipkan ponselnya pada Donghae. "Tentu saja" jawab Kyuhyun mantap.

Kyuhyun, Changmin, Donghae dan Yesung keluar dari ruang besar Changmin. Suara bising dan banyaknya orang langsung menyuguhi mata. Di lantai dua Mirotic cafe adalah sebuah club. Jika kalian memikirkan tentang lantai dansa, penari erotis dan minuman keras disini tidak ada. Yang ada hanya sebuah ring tinju tempat para pemuda menunjukan kebolehan dan kekuatan mereka.

Para anak muda akan saling menjagokan petarung mereka. Setiap harinya akan selalu ada penantang yang maju dan mencoba mengalahkan juara bertahan. Jika membutuhkan uang yang banyak dan instan disini tempatnya. Yang harus di lakukan adalah cukup dengan kalahkan sang juara bertahan.

Jika kau berhasil mengalahkan juara bertahan. Uang berada di tangan, dan jika kau adalah juara bertahan dan tak ada penantang yang mengalahkanmu malam itu, uang pun kau dapat. Mudah bukan.

Kalian pasti tidak akan habis pikir bagaimana Shin Changmin yang usianya baru akan menginjak 19 tahun bisa membuat usaha seperti ini. Jika di ceritakan akan sangat panjang. Dan lagi para pemuda pemudi yang berada disini rata-rata berumur 15-25 tahun, sudah di katakan jika mereka adalah anak muda yang berkantong tebal. Tempat ini juga tidak bisa di masuki oleh orang dewasa, seperti para Ahjusshi atau Ahjumma. Club ini benar-benar di peruntungkan untuk ANAK MUDA SAJA.

Kyuhyun memperhatikan bagaimana sang juara bertahan mengalahkan para penantang satu persatu. Ia seakan melihat dirinya yang berdiri agung tanpa ada yang mengalahkannya. Saat itu ia hanya berpikir kesenangan dan tidak memperdulikan uang yang ia dapat. Dan sekarang ia akan berdiri lagi disana dengan keadaan yang berbeda. Dan ia membutuhkan uang itu.

"Dua tahun berlalu banyak orang-orang asing disini" ujar Yesung.

"Kau benar. Seperti penjaga di lift tadi yang tidak memperbolehkan Kyuhyun untuk bisa masuk" kata Changmin.

"Nostalgia eoh?" Donghae merangkul bahu Kyuhyun. Namja berkulit pucat iu tersenyum tipis.

Changmin menyuruh anak buahnya untuk mendaftarkan Kyuhyun. Donghae dan Yesung membantu memakaikan perban pada kedua tangan Kyuhyun.

Boxing atau bisa di sebut juga dengan tarung derajat. Jadi tak ada sarung tinju, tendangan di perbolehkan. Untuk kostum? Bebas. Dan para medis juga sudah stand by disini.

"Aku rasa dia lebih tua dari kita" ujar Kyuhyun.

Changmin menganguk. "Hm. Park Yoochun 22 tahun. Salah satu mahasiswa Seoul IT Polytechnic College. Tapi wajahmu lebih tua dari pada dia" kata Changmin sedikit mencibir sahabatnya itu.

"Sialan! Aku ini baby face tahu" Kyuhyun membela diri.

"Mhahah. Baby face dari mana?" Donghae ikut memojokkan sembari tertawa membuat namja berkulit pucat di hadapanya mendelik tidak suka.

"Aigoo... Uri Kyunie lucu juga" celetuk Yesung membuat Changmin dan Donghae tidak bisa menahan tawa karena melihat wajah tertekuk Kyuhyun.

Obrolan ke empat sahabat itu terhenti ketika seruan MC dan tepuk tangan penonton bergemuruh. Di ring sana, Park Yoochun mengangkat kedua tangannya dengan seorang pemuda yang tegeletak tidak sadarkan diri.

"Giliranku" kata Kyuhyun pelan.

Dan benar saja. Setelah para staf dan medis membawa pemuda yang tak sadarkan diri itu, MC memanggil namanya sebagai penantang selanjutnya.

Dengan menghembuskan nafasnya dan tepukan ringan di bahu oleh sahabat-sahabatnya, Kyuhyun melangkah dengan tegap. Suruan penonton kembali terdengar ketika Kyuhyun sudah berdiri di atas ring.

Ia manatap pemuda di hadapanya. Pemuda dengan beberapa memar di wajahnya yang penuh dengan peluh. Pemuda itu hanya memakai celana jins dan sebuah singlet dengan kedua telapak tangan yang terbungkus perban seperti Kyuhyun.

Pemuda itu tersenyum ramah pada Kyuhyun membuat namja berkulit pucat itu menyinggungkan senyum tipisnya. "Aku belum pernah melihatmu. Apa kau orang baru" ujar Yoochun.

"Bukan. Hanya orang lama yang mencoba peruntungannya kembali" ucap Kyuhyun.

"Ah keurae. Kalau begitu aku tidak akan melakukan pemanasan boleh kah" Yoochun mengulurkan tangannya.

"Tentu saja. Sunbae" Kyuhyun menjabat tangan pemuda yang lebih tua darinya.

Begitulah. Walaupun terkesan brandal tapi semua yang berada disini jiwa muda dengan semboyan SPORTY, FEAR AND FRIENDSHIP. Dalam ring, sporty dan fear. Diluar ring, tak pelak persahabatan yang terjalin. Ya dengan bumbu materi untuk siapapun yang terakhir berdiri di atas ring. Tak beda jauh dengan perlombaan antar kelas di sekolah untuk memperebutkan sebuah piala.

"Baiklah! Kalian pasti sudah mengetahui peraturannya. Dilarang menyerang alat vital, belakang kepala, leher, dada dan alat rumah tangga kalian. Mengerti" ucap wasit.

"Ne" jawab Kyuhyun dan Yoochun bersamaan.

"Kita mulai" wasit itu memulai aba-abanya. Hitungan ketiga sebuah suara terdengar tanda pertarungan di mulai dan para penonton berteriak menyerukan kedua petarung itu.

Kyuhyun dan Yoochun berputar-putar waspada mencoba mengamati lawan masing-masing. Yoochun melakukan serangan pertama sebagai pembukaan. Kedua pemuda itu saling melancarkan pukulan dan tendangan pada masing-masing lawan.

Kyuhyun pihak yang sering menerima serangan. Wajahnya yang pertama bersih sekarang di penuhi memar dan darah yang mengalir dari pelipisnya juga sudut bibirnya. Jangan anggap Kyuhyun remeh. Namja beristri itu juga sudah menorehkan pukulannya pada Yoochun

Kyuhyun merutuki diri sendiri karena ia hanya menghabiskan satu jam untuk pemanasan. Melenturkan tubuhnya yang sudah lama tidak di pakai perkelahi. Semua orang sudah pesimis dan banyak yang mengira jika Kyuhyun yang akan kalah karena melihat dari luka yang di dapatnya.

Tapi siapa yang bisa menebak jika belum melihat sampai akhir. Kyuhyun memang yang paling banyak mendapat pukulan. Tapi Yoochun lebih mendapat pukulan yang sangat tepat sasaran dari Kyuhyun.

Di menit 25, dengan pukulan telak. Yoochun terkapar dan tak bisa melepaskan diri dari kuncian Kyuhyun pada tubuhnya sampai wasit menyelesaikan hitungannya yang kesepuluh.

Sorak para penonton yang was-was kembali gaduh memenuhi lantai dua Mirotic cafe tersebut. Kyuhyun tersenyum tipis, ia mengulurkan tangannya. Membalas senyum itu, Yoochun menggengam tangan Kyuhyun yang bermaksud membantunya berdiri lalu merangkulkan tangannya di bahu pemuda yang baru ia lihat itu. Para penonton bersorak lebih keras melihat interaksi para petarung. Itulah yang mereka suka.

"Benar kata orang, jangan melihat dari cover. Aku tidak menyangka kau mengalahkanku walau badanmu itu kurus" ujar Yoochun tulus.

Kyuhyun tersenyum lebar. "Terima kasih atas pujiannya. Sunbae"

.

.

Sungmin bangun dari tidurannya. Ia melihat pada jam yang tertempel di dinding. Pukul 2 pagi. Kyuhyun belum pulang membuat wanita itu khawatir. Walau suaminya bilang untuk tidur terlebih dahulu tapi Sungmin benar-benar tidak bisa memejamkan matanya sedikit pun.

Ia hendak akan membaringkan lagi tubuhnya ketika seseorang mengetuk pintu. Dengan mimik muka ingin marah, Sungmin bergegas menuju pintu yang terkunci dan membukanya. Niatan amarah yang akan ia utarakan terendam ketika melihat kondisi suaminya yang penuh dengan memar.

Tidak bicara apapun dan hanya tersenyum. Kyuhyun mengecup bibir dan kening istrinya lalu masuk kedalam rumah. Sungmin menggigit bibir bawahnya lalu menutup pintu tidak lupa menguncinya kembali.

"Aku ingin makan" ujar Kyuhyun.

Sungmin melihat punggung suaminya yang masuk ke kamar mandi. Wanita itu menghembuskan nafasnya lalu mulai menghangatkan makanan untuk suaminya.

.

Sungmin dengan setia menatap intens suaminya yang tengah asik bergulat dengan makan malam yang sangat terlambat. Kyuhyun yang tahu tatapan tajam istrinya pura-pura tidak tahu dan namja itu lebih menyibukkan dirinya dengan makanan.

Kyuhyun berdiri dan meletakkan piring, gelas kotor yang sudah ia gunakan di tempat pencucian. Menggaruk tengkuknya yang tidak gatal lalu menghampiri istrinya.

"Min~"

"Hiks.. hiks.."

Kyuhyun tersenyum tipis melihat Sungmin yang menutup matanya dengan satu tangan. Mengusap bergantian kedua matanya yang sudah basah dengan punggung tangan. Seperti anak kecil batin Kyuhyun.

Tangisan Sungmin semakin keras ketika Kyuhyun memeluknya. Membuat wajah Sungmin tenggelam dalam dada pemuda itu.

"Aku tahu keadaanmu akan seperti ini jika pulang dari tempat Shim Changmin tiang listrik itu" ucap Sungmin sebal. "Aku tidak melarangmu untuk berkumpul dengan Changmin. Tapi aku tidak suka jika kau kembali bertarung disana. Lihatkan kau jadi seperti ini" cerocos Sungmin bersaing dengan isakannya.

Untuk pertama Sungmin tidak melarang kesukaan kekasihnya itu dan sempat beberapa kali Sungmin di ajak Kyuhyun untuk ikut ke tampat Changmin dan menyaksikan pertarungan Kyuhyun dengan pemuda lainnya.

Sampai Kyuhyun harus dirawat di rumah sakit karena dua tulang rusuk suaminya itu patah. Sejak saat itu Sungmin menentang keras Kyuhyun untuk kembali kesana 2 tahun lalu. Dan kini Kyuhyun kembali kesana.

"Sayang dengarkan aku dulu" Kyuhyun menangkup wajah istrinya dan membuat wanita itu mendongak melihatnya. Tapi Sungmin menghempaskannya. "Aku tidak mau" seru Sungmin.

Kyuhyun meraih tas nya dan mengeluarkan sebuah amplop hasil pertarungannya tadi. "Lihat ini" Kyuhyun mengeluarkan uang dari amplop itu lalu menyerahkannya pada Sungmin. "Sekali aku pergi kesana dan berduel. Aku bisa langsung membayar lunas biaya kamar"

"Tapi Kyu~"

"Chagi dengar.."Kyuhyun mengusap lelehan air yang membasahi pipi istrinya. Ia tahu kekhawatiran Sungmin padanya. "Aku berjanji padamu. Setelah aku bisa mengumpulkan uang untuk perawataan Sunghyun, aku akan berhenti. Ne"

"Kyu~"

Kyuhyun menggeleng ketika melihat Sungmin akan melayangkan protes. "Ini satu-satunya cara kita. Kau pilih mana? Mengizinkanku atau mengantarmu kepada orang tuamu"

Bugh

"Aww sakit" cicit Kyuhyun ketika Sungmin memukul tubuhnya yang pasti penuh memar.

"Kau jahat sekali mengatakan itu padaku" pekik Sungmin makin menangis parah. "Aku tidak mau. Kau sudah berjanji tidak akan mengatakan itu lagi" Sungmin kembali menutup kedua matanya dengan satu tangan.

Kyuhyun terkekeh geli melihatnya. "Karena itu, sampai aku berhasil mengumpulkan uang untuk Sunghyun. Aku janji" Kyuhyun menggenggam tangan Sungmin yang menutupi mata istrinya lalu mengecup kedua pipi Sungmin.

"Ne" ucap Kyuhyun meyakinkan.

Dengan wajah tertekuk dan cemberut di tambah bibir yang sedikit manyun Sungmin mengangukan kepalanya membuat Kyuhyun tersenyum lebar.

"Yah yah yahh.. appoooo" erang Kyuhyun ketika Sungmin dengan tiba-tiba menjewer kuping.

"Akh akh Min sayang" Kyuhyun menggengam tangan Sungmin yang sedang menjewer telinganya sambil mengikuti wanita itu berdiri dan menggiringnya ke kasur lipat.

"Tidur" titah wanita itu. Kyuhyun menganguk lalu langsung merebahkan tubuhnya tidak mau membuat istrinya lebih sadis lagi terhadapnya. Aigoo padahal beberapa menit yang lalu Sungmin masih menangis sampai terisak dan sekarang sudah berubah menjadi garang.

Sungmin menuangkan air hangat kedalam baskom kecil lalu mengambil handuk dan duduk di samping suaminya. "Buka bajumu" ujar Sungmin marah.

Dan Kyuhyun langsung membuka kaos bajunya. Terlihat gurat-gurat marah dan sedih bersamaan di wajah imut istrinya ketika melihat luka lebam di daerah perut pinggang dan punggung Kyuhyun.

"Ochhh.. jangan ditekan" pekik Kyuhyun ketika Sungmin mengompres lebamnya dengan sedikit (?) tekanan.

"Jangan protes" desis Sungmin.

Dan tengah malam menjelang pagi itu, benderang suara kesakitan Kyuhyun atas perawatan yang di berikan oleh istri tercinta.

.

.

.

TBC

.

.

Hal-lloh... chapter 6 is up..

FFn ga jadi di tutup ya! Syukur hah bisa bernafas lega... ^^ aku ga akan banyak omong. So langsung minta pendapatnya tentang chapter ini!

Terima kasih yang udah review chapter kemaren :

nova137, abilhikmah, Babyjoy, dirakyu, Shywona489, babychoi137, choi nurul, Cho Min Hwa, Lilin Sarang Kyumin, Santiyani febby, mamamiaoZumi, SEungyo, heppynez, feby eby12, LiveLoveKyumin, dewi k tubagus, danactebh, snow drop 1272, TifyTiffanyLee, D magda, imAlfera, ayyu annisa 1, onkey shipper04, AngeLeeteuk, cloudswan, ipechhpumpkins, Cho MeiHwa, emi mardi, Kikyu Cho, hyejeong342, MalaJaeWook, 143 is 137, Ega EXOkpopers, ChoLau137, intankyuhyunelf, KikyWP16, Princess Kyumin137, bunnyblack FLK 136, aslidELF, Yoldaspa, ShinJiWoo920202, 1004hoteuk, Aey raa kms, stevani, kyumin137, fanycho, Yaya saya, fuji, zaAra evilkyu, KMalways89, EvilBunny Cho, minnie kyumin, Lee'90, hyunyoung, Guest martia elfishyekyuminhyuk, Guest, Ekso, Kyumindudut, Q137, fariny, parkhyun, DIAHDEGA, hanna, melee, kyukyu, Fety93, gaembunny137, so-e kwang

SEE NEXT CHAPTER ANNYEONG SARANGHAE ^^