Figure It Out
Cast:
Lee Sungmin
Cho Kyuhyun
Other...
.
.
.
Rate M
.
.
.
Warning:
OOC, GS, Typo(s)
.
.
.
Ini hanya FF, sebuah karya fiksi yang terlahir dari otak sederhana saya. Jangan bash cast yang saya pakai karena mereka tidak tahu apa-apa. Saya hanya pinjam nama saja. V cinta damai chingu ^_^
.
.
.
Kyumin is Real
.
.
.
Enjoy
.
.
Riuh tepuk tangan dan sorak yang saling bersahutan menggelora. Meneriaki juara baru untuk malam itu.
CHO KYUHYUN
CHO KYUHYUN
CHO KYUHYUN
Satu pemuda yang berada di tengah kerumunan itu tersenyum penuh arti menatap Kyuhyun yang sedang mengulurkan tangannya pada namja yang berhasil ia kalahkan Park Yoochun.
"Kau beruntung datang kemari m lam ini" kata teman pemuda itu.
"Kau benar" pemuda tidak mengalihkan pandangannya dari Kyuhyun. "Aku tidak sabar untuk kembali berhadapan dengannya" ujarnya dengan seringai yang terlukis di wajahnya.
.
.
.
.
Chapter 7
Tersenyum haru dengan air mata yang mengalir di pipinya. Perlahan Sungmin mengangkat tubuh kecil Sunghyun lalu menggendongnya. Akhirnya, keinginan untuk mendekap putranya tercapai. Ia berucap syukur pada Tuhan.
"Kyu~" Sungmin tidak bisa berkata apa-apa. Ia hanya menatap suaminya, menyampaikan betapa ia sangat bahagia karena Sunghyun sudah bisa keluar dari kotak kaca itu. Kyuhyun tersenyum. Sungmin memejamkan matanya ketika suaminya mengecup keningnya lama.
"Sungmin-ssi. Tidak inginkah anda memberi ASI untuk Sunghyun" ucap Dokter wanita itu.
"Ah ne.." ibu muda itu lalu membuka 3 kancing kemejanya. Mengeluarkan payudaranya dan mengarahkanya pada Sunghyun.
"Akh" cicit Sungmin sambil memejamkan sebelah matanya ketika merasakan sensasi geli ketika Sunghyun menghisap nipplenya.
"Apa sakit?" tanya Kyuhyun. Sungmin tersenyum sambil menggeleng. "Sedikit geli" jawabnya.
Senyum tidak lepas dari wajah kedua pasutri muda itu. Kyuhyun asik sekali mengelus pipi mulus putranya. Iseng ia mengelus pipi istrinya. "Eoh? Sama-sama mulus" ucapnya. Membuat Sungmin dan Dokter menggeleng kepalanya.
.
Sungmin mencium kening putranya lama. Hari sudah siang, dan dengan terpaksa ia harus kembali berpisah dengan Sunghyun. Karena masalah biaya yang belum terlunasi, Sunghyun belum bisa di bawa pulang. Putra Kyuhyun dan Sungmin, sekarang sudah di pindahkan ke ruang bayi.
"Sabar ya sayang. Umma dan Appa akan segera membawamu pulang" bisik Sungmin sembari mengusap pipi putranya.
Seperti yang Sungmin lakukan, Kyuhyun pun mencium kening putranya pindah ke kedua pipi mulus dan berakhir kebibir mungil Sunghyun. "Appa dan Umma pulang dulu ne. Saranghae" ucap Kyuhyun. Dengan berat hari Kyu Min meninggalkan ruang bayi.
"Mohon bantuannya. Saya titip Sunghyun" ujar Sungmin pada seorang suster yang berjaga. Ia membungkukkan tubuhnya dan suster itu pun sama.
"Kau akan langsung pergi ke tempat Changmin?" tanya Sungmin ketika mereka sudah sampai di halte dekat rumah sakit.
Kyuhyun mendekatkan wajahnya pada Sungmin. Menggesek-gesekan hidung banggirnya dengan milik sang istri. "Aku akan menelpon Eunhyuk dan Ryeowook untuk menemanimu dirumah" ujarnya.
Sungmin menggeleng. "Biar aku saja". Wanita itu mengecup pipi suaminya ketika sebuah bus berhenti. "Hati-hati" ujarnya sebelum masuk ke dalam bus.
.
.
.
Bugh
Bugh
Bugh
Kyuhyun dengan focus terus memukul Punching bag sekedar pemanasan untuk pertandingan nanti malam. Ia terkikik melihat ketiga sahabat idiotnya yang sedang bermain-main, kadang mereka akan kejar-kejaran seperti anak kecil saja. Jika pikir anak kecil. Bukan kah mereka anak kemarin sore yang baru akan menginjak umur 19 tahun. Dan untuk dirinya-Kyuhyun, ia malah sudah mempunyai seorang putra di usianya yang belum menginjak 20. Namja berkulit pucat itu tersenyum bangga dengan pemikirannya.
"Aiyyy. Benar kata orang jika orang gila itu selalu tersenyum sendiri" ucap Changmin sambil mendudukan dirinya di atas ring diikuti Yesung dan Donghae.
"Bagaimana keadaan Sunghyun?" tanya Donghae sembari menyender-nyenderkan tubuhnya di pagar pembatas ring yang mengendur elastis.
"Sunghyun sudah keluar dari inkubator. Ah! Aku sudah tidak sabar untuk membawanya pulang" seru Kyuhyun dengan wajah berbinar tanpa menghentikan pukulannya pada Puncing Bags.
"Sudah ku tawari bantuanku kau malah menolak. Dengan begitu kau lebih cepat untuk membawa putramu pulang tanpa harus babak belur mengikuti duel. Ck, aku jadi merasa kau tidak mengaggapku sebagai sahabat. Bantuan dari Yesung Hyung dan Donghae kau terima tapi bantuan dariku tidak" cerocos Changmin.
"Bukan begitu, aish sulit menjelaskannya pada orang bodoh seperti dirimu" kata Kyuhyun tidak berperasaan. Setelah tahu keadaan Kyuhyun, Changmin langsung mengeluarkan uanganya dan memberikan pada Kyuhyun. Asal tahu saja, uang yang Changmin berikan sangatlah banyak bisa langsung melunasi semua biaya-biaya semua pengobatan Sunghyun maupun Sungmin.
Kyuhyun tidak mau, ia menolak tapi Changmin kekeh. Dan pada akhirnya Kyuhyun hanya mencomot uang Changmin beberapa ribu won agar sahabatnya itu diam, tapi Changmin malah memberikannya beberapa puluh won untuknya.
"Kita memang pemuda mesum tapi aku tidak menyangka jika kau akan lebih dulu menikah di antara kita. Aku pikir orang bodoh itu yang akan menikah lebih dulu" Changmin menunjuk Donghae dengan dagunya.
"Sorry Tuan. Aku tidak mesum seperti kalian bertiga" sanggah Yesung tidak terima. Hey! Ia hanya pegang tangan, rangkul, pelukan, cium pipi, cium kening sudah.
"Belum" cibir Donghae.
"Sekali kau memberanikan diri mencium Ryeowook. Aku jamin, tak lama setelah itu kau akan berubah menjadi mesum" timpal Kyuhyun.
"Ingat. Cium bibir bukan cium pipi atau kening" ejek Donghae.
"Sialan" Yesung melempar sebotol air mineral pada Donghae. Membuat Kyuhyun dan Changmin tertawa.
"Lama tidak berjumpa Cho Kyuhyun" ujar seorang pemuda yang tiba-tiba menghampiri KyuHaeSungMin. Kyuhyun menatap wajah pemuda itu yang tersenyum miring padanya dengan datar.
"Lama tidak jumpa Xiah Junsu" Kyuhyun balas menyeringan pada pemuda itu.
.
.
"Eoni ada surat" Ryeowook memperlihatkan sebuah amplop putih yang baru saja diantar oleh petugas pos. Gadis kecil itu menghampiri Sungmin dan Eunhyuk yang tengah tiduran dengan kaki yang sama-sama di masukkan kebawah meja.
Sungmin bangun menerima amplop itu lalu membukanya. Ia tersenyum dan mengeluarkan sepucuk surat dan sebuah foto.
"Manis sekali" ucap Sungmin.
"Aku lihat" Sungmin menyerahkan foto itu pada Eunhyuk. "Sandeul" kata Ryeowook.
"Bacakan" titah Eunhyuk pada Sungmin.
Annyeong ^^
Apa kabar Noona? Aku harap Noona dan Hyung baik-baik saja disana. Bagaimana keadaan Sunghyunnie? Semoga dia juga makin sehat. Sandeul pun baik-baik saja disini.
Bagaimana menurut Noona dengan foto itu. Heheh~ Sandeul sengaja mencetaknya 2 buah. Untuk Noona dan Hyung satu dan Sandeul satu.
Sandeul merindukan Noona. Apa Noona merindukan Sandeul juga? Noona jangan bilang ya. Kadang Sandeul merindukan ocehan si cerewet yang selalu menceramahi Sandeul.
Noona aku sudah mendapatkan Umma dan Appa sekarang. Mereka sangat menyayangi Sandeul. Sandeul senang sekali. Umma Sandeul bilang rumah Noona tidak jauh dari rumah Sandeul sekarang. Nanti Sandeul akan minta Appa untuk mengantarkan kesana. Sandeul boleh mainkan?
PS: Sandeul menunggu balasan surat dari Noona. Sampaikan salam Sandeul untuk Hyung dan Sunghyunnie. Saranghae ^^
"Nado saranghae" jawab Sungmin walau tahu Sandeul tidak mendengarnya. "Sudah punya Appa dan Umma ya. Syukurlah aku ikut senang" gumam Sungmin.
"Sandeul tahu alamat rumah mu?" tanya Eunhyuk.
"Ya. Ketika menunggu Ny Kim Sandeul minta alamat rumahku. Ah! Aku senang mendengar dia punya keluarga yang baru" ujar Sungmin.
"Sandeul anak yang lucu. Semoga dengan keluarga barunya. Dia akan selalu bahagia" timpal Ryeowook.
.
.
"Aku baru melihatmu lagi kemarin" Junsu memulai pembicaraan.
Kyuhyun mengendikan bahunya. Ia menatap rivalnya, terakhir kalinya ia bertarung dengan Junsu sehari sebelum ia di bawa kerumah sakit karena tulang rusuknya patah. Siapa yang jadi pemanang? Kalian pasti bisa menebaknya.
"Kau terlihat.. berbeda" Junsu melihat tampilan Kyuhyun yang memang jauh dari kata wah ketika masih sekolah dulu. Anak buah suruhannya memberikannya info mengenai Kyuhyun. "Aku dengar kau sudah menikah" sambungnya.
"Dan aku sudah mempunyai seorang putra" jawab Kyuhyun. Junsu hanya manggut-manggut. "Aku rasa sudah cukup basa-basinya" ujar Kyuhyun.
Junsu tersenyum tipis, ia berdiri dan berjalan menghampiri Kyuhyun. Menepuk bahu rivalnya itu. "Besok kita akan bertarung. Dan berusahalah untuk tidak kalah malam ini" ucapnya lalu melenggang pergi.
Melihat Junsu yang sudah pergi. Changmin, Donghae dan Yesung menghampiri Kyuhyun. "Apa yang kalian bicarakan?" tanya Donghae penasaran.
"Dia menyemangatiku untuk duel malam ini" kata Kyuhyun.
"Bukan hanya itu kan?" tanya Yesung. Kyuhyun menganggukan kepalanya. "Apa katanya?" Changmin duduk di samping Kyuhyun.
"Mengajakku untuk berduel besok malam"
=Figure It Out=
Dengan tubuh yang sudah segar, Kyuhyun duduk di meja. Sungmin langsung menyiapkan sarapan pagi menjelang siang untuk suaminya.
"Menulis surat untuk siapa?" tanya Kyuhyun ketika melihat istrinya focus menulis. Ia mengambil selembar foto kemudian tersenyum kecil.
"Lucu bukan?" kata Sungmin. "Sandeul yang mengirimnya. Ini suratnya. Tulisannya sudah rapi walau umurnya masih 6 tahun" Sungmin menyodorkan sepucuk surat dari Sandeul pada Kyuhyun.
Namja berkulit pucat itu menyuapkan nasi sebelum membaca surat itu. Ia tersenyum kecil ketika mendapati kata 'cerewet' dari surat yang di tulis Sandeul.
"Sandeul sudah punya Appa dan Umma?" Kyuhyun menatap Sungmin. Wanita itu menganguk. "Joha. Dia pasti senang sekali" sambungnya.
"Kyu~"
"Hm.."
"Eumm.. tidak jadi" ucap Sungmin.
Kyuhyun mengerutkan keningnya melihat gelagat Sungmin yang cemas seketika. Wanita itu menyelesaikan surat yang ia tulis, memasukkannya keamplop.
"Selesaikan makanmu. Aku ingin segera bertemu Hyunnie" rengek Sungmin.
.
"Ada apa hm?" Kyuhyun menyelipkan helaian rambut Sungmin ke belakang telinga istrinya. Sedari pagi istrinya itu menampakkan raut cemas. Ia pikir jika mereka sudah menjenguk Sunghyun, Sungmin akan kembali seperti biasa. Tapi wanita itu malah tambah takut dan khawatir.
"Perasaanku tidak enak. Kau jangan pergi hari ini ya" Sungmin mencoba membujuk suaminya. Sungguh hatinya tidak tenang. Mereka sekarang sedang berjalan menuju rumah menggunakan bis.
"Kita perlu uang sedikit lagi untuk membawa Sunghyun pulang" Kyuhyun merangkul bahu istrinya. "Instingku mengatakan hari ini aku akan mendapatkan uang lebih banyak"
Sungmin menatap Kyuhyun penuh harap. Kyuhyun menghembuskan nafasnya, mencium kilat bibir istrinya tidak peduli di mana mereka berada sekarang. "Tidak akan terjadi apa-apa" ujar Kyuhyun menenangkan.
.
.
CHO KYUHYUN
CHO KYUHYUN
Seruan-seruan mengumandangkan nama pemuda yang menjadi juara bertahan. Mereka tidak sabar melihat aksi pemuda itu. Kyuhyun memiliki pukulan yang tepat dan cepat. Itu sebabnya pemuda itu masih menjadi juara bertahan.
Disisi kanan Kyuhyun sudah berdiri siap dan disisi kirinya seorang pemuda sebayanya juga sudah bersiap. Wasit menghampiri kedua pemuda itu, memberikan beberapa peraturan. Dan hitungan ketika pertandingan di mulai.
Junsu memulai pukulan yang bisa Kyuhyun hindari. Keduanya bertarung sangat sengit tak ada yang menyerah. Beberapa luka lebam dan darah menghiasi wajah kedua pemuda itu.
"Aku tidak akan kalah dan menyerah darimu" seru Junsu di tengah pertarungan.
"Coba saja jika kau bisa" tantang Kyuhyun.
Seakan tersulut emosi. Junsu melancarkan pukulan bertubi-tubi pada Kyuhyun. Pemuda berkulit pucat itu mengepakkan sayapnya menatap Junsu kasihan. Dari dulu sampai sekarang peringai rivalnya yang mudah emosi adalah kelemahan terbesar Junsu. Siapapun akan kehilangan focus jika sudah emosi dan itu memudahkan Kyuhyun untuk menumbangkan pemuda di hadapannya.
Sangat di sayangkan, jika Junsu bisa lebih mengendalikan emosinya mungin pertarungan ini akan lebih mengasyikan. Dengan beberpa pukulan Kyuhyun layangkan pada Junsu dan tepat sasaran. Perut, pinggang, pinggul yang Kyuhyun berikan.
Dua pukulan terakhir di tulang kering dan rahang, Kyuhyun membuat Junsu tersungkur dan tidak bisa berdiri.
Seruan menyeruakkan namanya kembali terdengar. Ia berbalik melihat pada kumpulan orang di hadapannya. Junsu menatap bengis punggung Kyuhyun.
Ia sungguh tidak terima. Selama ini ia memperbanyak latihan fisiknya hanya untuk melawan namja itu. Dan sekarang ia harus menerima kekalahannya lagi. Tidak bisa di percaya. Wasit menggengam tangan Kyuhyun dan mengacungkannya tinggi-tinggi menandakan pemuda berkulit pucat itu adalah sang pemenang.
Dengan sisa tenaganya, Junsu berdiri. Dengan tertatih ia meraih lengan Kyuhyun membuat berhadapannya dengannya dan..
Bugh...
.
.
.
Nyut
Sungmin memejamkan matanya ketika hatinya serasa di injak entah mengapa. Ia memanjatkan doa terus menerus sedari tadi dan perasaannya kian gelisah. Sungmin meraih ponselnya dan menekan dial speed yang langsung terhubung pada Kyuhyun.
Untuk sekian kalinya Sungmin menelan pahit karena tak ada jawaban dari suaminya. Rasa sesak di dadanya membuat air mata keluar dari pelupuk matanya begitu saja.
"Kyu~" lirih Sungmin.
.
.
.
Splash
Brugh
Semua teriakan terhenti ketika melihat bagaimana Kyuhyun sang juara bertahan ambruk dan sempat memuntahkan darah setalah mendapat pukulan telak di dada.
Kajadian itu terjadi sangat cepat hingga beberapa detik tak ada yang membuat gerakan dan suara sedikitpun melihat tubuh tinggi kurus Kyuhyun tengkurap tak sadarkan diri.
Bugh
"APA YANG KAU LAKUKAN BRENGSEK" maki Changmin yang langsung membogem wajah Junsu yang diam mematung. Sungguh Junsu sendiri tidak sadar dengan apa yang ia lakukan.
"MEDIS, KENAPA KALIAN DIAM SAJA" sekarang giliran Donghae yang berteriak.
Suasana berubah menjadi tegang melihat bagaimana tubuh Kyuhyun yang sedang di periksa oleh para medis.
"Siapkan Defibrillator Ekternal Otomatis (AED)" ujar ketua para medis itu pada assistennya.
"Apa yang terjadi. Apa dia akan baik-baik saja?" tanya Yesung khawatir.
"Teman kalian mengalami Commutio Cordis. Dia terkena pukulan tepat di dada hingga menyebabkan jantungnya berhenti beberapa detik dan mengeluarkan darah dari mulut" jelas orang itu.
Medis merobek baju Kyuhyun bagian depan hingga namja itu bertelanjang dada. Assisten mengelap keringat pada daerah dada Kyuhyun. Ketua medis mengeluarkan dua paddle dan menyuruh assistennya mengoleskan krim. Ia menempelkan paddle itu pada dada Kyuhyun. Setelah terdengar suara beep dalam monitor. Ketua menis itu menekan tompol yang berada di paddle membuat tubuh Kyuhyun terlonjak. Ia mengulang beberapa kali sampai ritme jantung Kyuhyun kembali normal.
Para medis bernafas lega. "Apa dia akan baik-baik saja?" tanya Donghae lagi yang di jawab anggukan oleh ketua medis.
"Sedikit saja terlambat. Teman kalian akan terbujur kaku. Kita harus memindahkannya" ketua medis itu menatap Changmin sebagai pemilik tempat. Pemuda itu menganggukan badannya.
Para assisten medis segera membawa tandu dan mengangkat Kyuhyun keluar dari arena ring tersebut. Changmin menatap bengis Junsu.
"Aku tidak percaya kau melakukan hal ini" desisnya.
=Figure It Out=
Nomor yang anda hubungi sedang tidak aktif ata-
Plip
Sungmin mendesah untuk sekian kalinya. Sudah beribu-ribu kali wanita itu mencoba menghubungi nomer Kyuhyun, Yesung dan Donghae dan jawaban yang di terima dari ketiga namja itu sama.
Ia melihat pada jam. Sudah jam 9 pagi dan suaminya belum menghubunginya. Sungmin menunggu Kyuhyun semalaman dan tak kunjung melihat namja itu. Terlihat lingkaran hitam di matanya yang sedikit bengkak.
"Kau dimana Kyu" Sungmin menenggelamkan wajahnya di kedua tangan yang ia lipat di atas meja. Kemudian terdengar isakan sesak dari wania itu.
Sungmin menghubungi Eunhyuk dan Ryeowook menanyakan apakah Donghae dan Yesung menghubungi mereka. Jawaban tidak memuaskan yang Sungmin dapatkan lagi.
"Aku tidak bisa seperti ini terus" Sungmin mengelap pipinya yang basah. Mengambil tas selempangannya kemudian keluar rumah.
.
"Hae bilang, dia menginap di rumah Yesung tadi malam" kata Ny Lee.
"Ah keurae. Kalau begitu aku permisi Ahjumma" Sungmin pamit, membungkukkan badannya sopan lalu melangkah pergi.
Ia sudah dari rumah Yesung, Ny Kim bilang jika putranya menginap di rumah Donghae. Dan Ny Lee bilang putranya yang menginap di rumah Yesung. Hah! Benar-benar bodoh memberi alasan yang berbeda.
"Tidak ada"Sungmin bergumam. "Tujuan terakhirku adalah kau Shim Changmin" ucap Sungmin.
.
Sungmin memastikan lagi tempat di hadapannya ini bila saja ia salah karena terakhir kali ia kesini tempat ini tidak sebesar sekarang. Bertanya pada orang cukup membenarkan jika ia tidak salah.
Dengan kikuk ia masuk ke dalam Mirotic Cafe. Ia tersenyum lega ketika ia melihat sebuah lift yang tidak berubah tempatnya sama sekali.
"Maaf Nona bisa perlihatkan kartu anggotanya"
.
.
Kyuhyun mengerejapkan matanya beberapa kali karena pandanganya menggabur dan pusing menyerang kepalnya. Dada terasa sakit dan ia sedikit kesusahan bernafas. Ia melihat tangan kirinya terpasang selang infus.
"Kau sudah sadar?" tanya Changmin.
Kyuhyun menolehkan kesamping melihat pada seorang pemuda yang lebih tinggi darinya. Kyuhyun hanya mengangukan kepalanya.
"Kau membuat kami khawatir" Kyuhyun menengok dan mendapati Donghae yang tidur di king size di sampingnya milik Changmin. Ruang namja pemilik Mirotic Cafe itu di lengkapi dengan satu kamar jika ia merasa lelah.
"Kau tahu tidurku tidak nyenyak karena ponsel kita bertiga terus berdering dengan penelpon yang sama" adu Yesung sambil mendudukan dirinya di kasur.
Kyuhyun melihat pada jendela yang masih tertutup tirai walau begitu ia bisa melihat bias-bias cahaya yang berebut untuk keluar. Sudah pagi rupanya.
"Sungmin" Kyuhyun terlonjak, istrinya pasti sangat mengkhawatirkanya. "Akh" Kyuhyun mencengkaram dadanya ketika ia merasa sakit dan berat karena tiba-tiba bangun.
"Tenanglah" Donghae menggengam bahu Kyuhyun dan membawa sahabatnya itu untuk bersandar di kelapa ranjang terlebih dahulu.
"Apa yang terjadi padaku?" tanya Kyuhyun. Yang ia ingat Junsu memukulnya lalu, gelap.
"Kau mengalami Cum-cum ah molla. Pokoknya jantungmu sempat berhenti ketika Junsu memukul dadamu" jelas Yesung mendapat tatapan tidak percaya dari Kyuhyun.
"Ah! Aku beruntung masih bisa hidup setalah mengalami itu" ucap Kyuhyun santai, yang ia tahu, banya orang yang tidak selamat karena serangan jantung mendadak.
"Yah! Kau beruntung. Aku tidak tahu harus berkata apa pada istrimu jika menemukan suaminya yang terbujuk kaku" cibir Donghae.
Pluk
"Aww" ringis Kyuhyun ketika Changmin melempar amplop yang isinya tebal sekali dan mengenai punggung tangannya yang di tancab jarum infus. "Gila" umpat Kyuhyun pada sahabatnya itu yang cengengesan.
Kyuhyun mengambil amplop itu dan membukanya. Ia menatap Changmin tidak percaya. "Kau tidak salah?" tanyanya memastikan.
"Hm. Ada seorang yang mengatakan jika duel kemarin adalah dua orang rival yang sudah bersaing lama. Jadilah mereka lebih antusias dan bertaruh gila-gilaan" Changmin melipat kedua tangannya di depan dada.
Tok tok tok
"Masuk" ucap Changmin.
Pintu terbuka, seorang pemuda membungkuk hormat. "Maaf Tuan, ada keributan di lantai bawah. Seorang gadis kecil merengek untuk memperbolehkannya masuk dan dia memukuli penjaga lift" ujarnya.
"Mworago?" Changmin berdiri dari duduknya.
"Gadis kecil?" cicit Donghae yang langsung beradu pandangan dengan Kyuhyun dan Yesung.
"Istriku" lirih Kyuhyun.
.
Kyuhyun tersenyum kaku pada seorang wanita yang di anggap gadis kecil yang sedang menatapnya tajam. Ketiga pemuda di belakang wanita itu tidak bersuara karena melihat aura kemarahan dari wanita itu yang menguak. Ketiga pemuda itu merasa tak tega melihat keadaan pemuda yang bertugas menjaga pintu lift yang wajahnya babak beluk karena wanita itu.
Jantung namja itu berpacu cepat ketika wanita itu berjalan mendekatinya. Wanita itu berdiri di si sampingnya. Mendengar suara isakan pelan. Kyuhyun mendongak, ia tersenyum melihat wajah cantik wanita itu basah karena air mata.
Kyuhyun mengulurkan tangan kanannya yang tertancap jarum infus, memegang tangan wanita itu dan membimbingnya untuk lebih dekat dengannya.
"Mianhae membuatmu khawatir" ujar Kyuhyun pelan.
Wanita itu merongrong bantal yang berada di samping Kyuhyun lalu memukul namja itu. Ia kesal karena namja yang berstatus suaminya itu sukses membuatnya khawatir setengah mati.
Yesung dan Donghae yang tidak tega melihat Kyuhyun meringis kesakitan karena pukulan istrinya perlahan mendekat. Mencoba melerai. "Sungmin-ah kau tidak lihat Kyuhyun kesaki-" ucapan Donghae terhenti ketika Sungmin menatapnya tajam.
Bugh
Donghae dan Yesung memejamkan matanya ketika sebuah bantal mengenai wajah mereka berdua.
"Lanjutkan saja" kata Changmin takut-takut.
Sungmin termenung ketika melihat Kyuhyun yang meringis sambil memegang dadanya. Wanita itu dengan lemas duduk di hadapan Kyuhyun sambil menutup matanya dengan satu tangan.
Kyuhyun memegang tangan yang mengalangi mata indah istrinya dan membawa Sungmin ke pelukan hangatnya. "Mianhae" lirih Kyuhyun.
Sungmin memeluk Kyuhyun erat menyerukan wajahnya pada leher suaminya dan terisak disana. Donghae, Yesung dan Changmin tersenyum kecil melihat interaksi pasangan suami istri itu dan sedikit iri.
"Aku tidak bisa tidur. Aku cemas, aku takut terjadi apa-apa padamu. Dan nyatanya betul bukan?" ucap Sungmin sambil menangis.
Kyuhyun melepas pelukannya. Mengusap air mata yang membasahi wajah cantik istrinya. Mengecup kening Sungmin lalu beraih mengecup bibir istrinya.
"Kita jemput Sunghyun?" ujar Kyuhyun sambil tersenyum.
.
Kyuhyun berjalan dengan di papah oleh Sungmin. Namja berkulit pucat itu menghentikan langkahnya ketika seorang pemuda seusianya berdiri di hadapannya.
"Kyuhyun-ah" ujarnya.
"Hm" jawab Kyuhyun singkat.
"Bisa kita bicara sebentar?" pintanya penuh harap.
"Tentu"
Tiga namja dan satu yeoja menatap lurus dua pemuda yang berada 7 meja dari mereka sembari menopang dagu masing-masing.
"Aku baru melihatnya. Siapa dia?" tanya Sungmin.
"Dia Xiah Junsu. Rival Kyuhyun, dia juga orang yang membuat Kyuhyun ambruk tadi malam" jelas Donghae.
"Jinja?" tanya Sungmin tidak percaya. "Tapi kenapa Kyu yang mendapat hadiahnya?"
"Karena memang suamimu yang menang. Junsu memukul dada Kyuhyun, hampir saja membuat suamimu itu terbujur kaku" Changmin membekap mulutnya karena kelepasan aish dasar mulutnya tidak bisa di control. Ia melirik Sungmin yang benar saja menatapnya tajam.
"Mwoya?" desis Sungmin.
"Tapi kita bersyukur, Kyuhyun tidak apa-apa sekarang bukan" Yesung mencoba mencairkan suasana. Changmin mengelus dadanya lega ketika melihat Sungmin yang tenang. Ia memberi jempol pada Yesung.
"Mianhae. Aku hampir membuatmu.." cicit Junsu.
"Tidak apa-apa" kata Kyuhyun.
"Aku benar-benar minta maaf Kyuhyun-ah"
"Dan aku sudah bilang tidak apa-apa ck" Kyuhyun tersenyum tipis pada Junsu. "Asal dengan satu syarat" lanjut Kyuhyun.
"Apa?"
"Kau harus mengantarku ke rumah sakit" ucap Kyuhyun.
"No problem" ujar Junsu.
"Sudah di putuskan. Kajja" Kyuhyun berdiri dan hendak melangkah.
"Kyuhyun-ah" panggil Junsu. Kyuhyun menoleh. "Terima kasih" sambungnya.
.
.
Sungmin menangis bahagia, ia berterima kasih pada Dokter dan suster yang telah menjaga Sunghyun selama Kyuhyun dan dirinya tidak berada di rumah sakit. Kyu Min juga tidak lupa berterima kasih pada pihak administrasi karena sudah memberi keringanan hari untuk melunasi semua biaya.
Sepanjang koridor banyak orang yang melihat pada mereka yang sangat berisik. Apalagi Changmin yang selalu merengek ingin menggendong Sunghyun yang langsung di beri penolakan oleh Kyuhyun.
"Tampannya" seru Changmin sambil mengelus wajah Sunghyun. Ia baru pertama kalinya melihat Sungmin dan Sunghyun hari ini.
"Tentu saja, lihat ayahnya saja tampan begini" Kyuhyun tersenyum bangga. Membuat HaeHyuk dan YeWook menggelengkan kepala.
"Ayo kita berfoto" pekik Eunhyuk.
Ryeowook mengatur posisi. Sungmin mengendong Sunghyun, sedikit mengangkat tubuh putranya hingga bisa terlihat sedangkan Kyuhyun merangkul bahunya duduk di bangku taman rumah sakit. Ryeowook dan Eunhyuk duduk di pinggir bangku taman lalu Donghae, Yesung berdiri di belakang kekasih mereka dengan Changmin yang berdiri di tengah.
Kyuhyun mengajak Jungsu untuk berfoto. Tapi ia menolak dan lebih memilih menjadi seorang fotografer saja.
"Siap ya. Aku hitung sampai tiga" kata Junsu.
Hana
Dul
Sit
"KIMCHI" seru mereka serempak sambil tersenyum lebar.
Jepret
Dan hasilnya memuaskan. Senyum lebar khas anak remaja, ceria dan bahagia tanpa beban yang membelenggu. Walau pada kenyataannya sangatlah berbeda.
.
.
Sungmin mengecup pipi Sunghyun sebelum membaringkan putranya di Box Bayi yang sekarang terpakai. Menyelimuti putranya.
"Ah! Dia kelelahan rupanya" seru Changmin melihat Kyuhyun yang sudah berbaring di kasur lipat dengan tenang. Sungmin tersenyum kecil lalu kembali bergabung dengan sahabat-sahabatnya.
"Hm. Tidak menyangka dia bisa sakit juga" kata Junsu.
"Itu karena pukulanmu juga" ucap Donghae membuat Junsu tertunduk menyesal.
"Yang terpenting dia sudah tidak apa-apa" Yesung tersenyum sambil merangkul Junsu.
Sungmin, Eunhyuk, dan Ryeowook hanya tersenyum kecil melihat tingkah 4 pemuda dihadapan mereka.
"Sudah malam. Kau juga butuh istirahat eonni" ujar Ryeowook.
Bergantian mereka berpamitan pada Sungmin. Wanita itu lalu merapikan meja kecil yang penuh dengan piring-piring kotor. Setelah selesai, ia mengunci pintu lalu duduk di samping suaminya.
Sungmin tersenyum. Ia mendongak melihat pada Sunghyun yang berada di box bayi lalu melihat pada wajah lelap suaminya. Membelai pelan wajah penuh memar itu. "Jongmal gomawo Kyunie. Saranghae" Sungmin menunduk mengecup bibir suaminya kemudian merebahkan tubuhnya di samping Kyuhyun.
Ia bersyukur pada Tuhan. Akhirnya Sunghyun sudah pulang dan bisa berkumpul dengannya dan Kyuhyun. Sungmin memeluk Kyuhyun lalu memejamkan matanya.
=Figure It Out=
Tak ada yang lebih membahagiakan dari melihat senyum manis istrinya. Beberapa kali pasangan muda itu akan berhenti ketika para tetangga menyetop paksa Kyu Min dan berebut melihat bagaimana rupa putra mereka.
Uang hasil duel dengan Junsu hanya terpakai setengah untuk pembayaran perawatan Sunghyun. Masih banyak bukan? Kyuhyun menyerahkan beberapa lembar pada YeHae dan Changim untuk menyicil uang yang telah mereka pinjamkan padanya. Ia malah mendapat pukulan dari ketiga sahabatnya itu.
'Kami sahabatmu bukan renternir' teriak Changmin yang merasa tersinggung mewakili dua sahabatnya. Sungguh mereka membantu tanpa pamrih dan tidak berharap Kyuhyun mengembalikan apa yang telah mereka berikan.
Lalu uangnya bagaimana?
Sungmin berencana membuat beberapa kue untuk para tetangga sebagai ucapan terima kasih atas bantuan untuknya dan Kyuhyun. Ia berencana uang sisanya untuk membayar pinjaman pada Shindong dan atasan Kyuhyun.
"Kau tidak perlu memikirkan pinjaman pada atasanku dan Shindong Hyung. Arasso"
Itulah yang Kyuhyun katakan ketika Sungmin mengatakan rencanannya. Namja itu menolak, ia sudah punya rencana sendiri yaitu membeli satu lemari kecil dan sebuah televisi. Untuk menemani istrinya karena Sungmin memutuskan berhenti menjadi pengajar musik, ia tidak bisa untuk meninggalkan Sunghyun.
Kyuhyun mengeratkan genggaman pada tangan Sungmin. Siapapun yang melihat pasti iri, kebahagiaan terpancar jelas dari paras mereka berdua. Sungmin membantu Kyuhyun untuk menggendong Sunghyun karena ia akan mencari beberapa bahan untuk membuat kue.
Sungmin tersenyum kecil ketika melihat Kyuhyun yang menggendong Sunghyun sambil duduk. Suaminya itu berceloteh ria seakan Sunghyun mengerti dengan ucapannya.
"Aigoo.. jagoan appa kepanasan eoh?" Kyuhyun membuka topi rajutan yang Sunghyun pakai. Pemuda itu dengan lembut mengusap kening dan kepala putranya yang berkeringat. Kyuhyun mencium bibir Sunghyun ketika bayinya itu tersenyum.
"Sudah selesai?" tanya Kyuhyun ketika Sungmin berdiri di hadapannya.
Sungmin menganguk. "Cha.. baby dengan Umma lagi" Sungmin membenarkan letak Baby Sling sebelum mengambil alih Sunghyun. Kyuhyun membayar belanjaan istrinya, membawa sekantong plastik besar yang berisi bahan kue.
"HYUNG, NOONA"
Kyu Min menoleh karena mendengar suara yang tidak asing bagi mereka. Dan benar saja, seorang anak kecil berlari ke arah Kyu Min di ikuti sepasang suami istri di belakangnya.
"Sandeul" seru Sungmin.
Sandeul tersenyum lebar. "Bagaimana kabar Hyung dan Noona?" tanyanya.
"Kami baik" Kyuhyun mengacak rambut Sandeul.
"AH! Sunghyunnie sudah sehat rupanya. Aku mau lihat" pekik Sandeul. Kyuhyun tersenyum lalu menggendong tubuh Sandeul. "Tampannya, seperti Sandeul, iyakan Noona" ujar Sandeul semangat.
"Eoh, kalian berdua memang tampan"
"Sunghyunnie tampan, Hyung tampan, Sandeul tidak" goda Kyuhyun.
"Lebih tampan Sandeul dari pada Hyung" balas Sandeul. Dua lelaki beda usia itu terus saja adu mulut membuat Sungmin tersenyum geli. Sandeul melihat pada dua orang di hadapanya. Sandeul bergerak minta di turunkan.
"Hyung, Noona perkenalkan. Ini Umma dan Appa Sandeul" Sandeul menggengam tangan Appa Ummanya.
Kyuhyun dan Sungmin tersenyum membalas uluran tangan dua orang itu. "Sandeul bercerita banyak tentang kalian. Perkenalkan namaku Nickhun dan ini istriku Victoria"
.
.
"Anak Appa sudah halum eumm" Kyuhyun mencium pipi Sunghyun gemas. Suara telivisi yang menyala terkalahkan oleh kicauan Kyuhyun. Sungmin tersenyum lalu melanjutkan membuat makan malam. Suaminya itu tambah banyak bicara dari sebelumnya.
Sungmin dan Kyuhyun berbicang dulu dengan Nickhun dan Victoria. Lalu menyempatkan berfoto bersama Sandeul seperti keinginan anak itu. Rumah Sandeul pun memang tidak jauh dari tempat mereka tinggal hanya membutuhkan waktu 15 menit dengan berjalan kaki. Kyu Min pamit ketika seorang kurir yang mengantarkan lemari dan televisi sudah berada di depan rumah.
"Eoh! Sunghyun halum, tapi Appa bau" goda Sungmin sambil memencet hidung bangirnya.
"Appa bau juga, Umma masih mau" balas Kyuhyun memeletkan lidahnya pada Sungmin yang menatapnya. Satu kecupan di bibir Kyuhyun daratkan pada Sunghyun sebelum melesat kekamar mandi.
.
.
Sungmin duduk bersandar pada dinding di atas kasur lipat, sembari menggendong Sunghyun yang sedang minum ASI. Sedangkan suaminya sedang menonton acara tv menjadikan pahanya sebagai bantal.
Sungmin mengulurkan tangan yang bebas untuk mengusap pucuk kepala suaminya. Ia kembali tersenyum. Sungguh tak ada yang lebih membahagiakan dari pada ini. Suami yang begitu tulus mencintai putra dan dirinya, Sunghyun yang sudah sehat dan dapat berkumpul bersama.
Tanpa melepas tatapan dari layar tv, Kyuhyun menggengam tangan Sungmin. Mencium telapak tangan istrinya lalu menangkupkan di pipinya tanpa melepaskan tangan Sungmin.
Tak ada pembicaraan sama sekali antara Kyuhyun dan Sungmin. Walau begitu mereka bisa merasakan kebahagian masing-masing. Kyu Min menikmati kebersamaan mereka dalam diam.
"Kyu~" Sungmin mengusap pipi suaminya yang mengantuk.
"Hm"
"Bangun dulu, aku akan menidurkan Hyunnie" ucap Sungmin.
Tanpa membuka matanya, Kyuhyun memindahkan kepalanya dari paha Sungmin ke bantal yang asli. Sungmin bangun dan dengan perlahan menidurkan Sunghyun.
Ia membawa segelas air dan mengeluarkan obat Kyuhyun. "Kyu~ kau belum minum obat" Sungmin menggoyangkan bahu suaminya.
"Kyu~" rengek Sungmin.
Dengan malas, Kyuhyun bangun menatap Sungmin dengan cemberut. Langsung saja ia meminum semua obatnya. Kyuhyun merampas salep untuk luka luar dari genggaman Sungmin lalu menyimpannya. Menarik tubuh istrinya untuk tidur. Antisipasi Sungmin berontak, Kyuhyun langsung memerangkap Sungmin dalam pelukannya.
"Kyu~ ck. Kalau tidak di pakai, luka mu kapan sembuhnya" ucap Sungmin.
"Nanti juga sembuh sendiri. Sekarang waktunya tidur" Kyuhyun mengeratkan pelukannya. "Aku bahagia sekali" gumamnya.
Sungmin tersenyum. "Nado. Kyu"
"Hm"
"Nyanyikan sebuah lagu" pinta Sungmin.
"Aku ngantuk sekali"
Sungmin berdecak sebal. "Kalau begitu cium aku" Kyuhyun membuka matanya.
Cup
"Sudah. Tutup matamu"
Wanita manis itu mengerucutkan bibirnya. "Itu kecupan. Aku bilang cium"
"Jangan menggodaku Min.."
"Wae? Aku menggoda suamiku sendiri" ujar Sungmin
"Kau benar. Tapi apa kau lupa jika suamimu ini adalah laki-laki bergairah besar"
"Eoh. Sangat tahu. Di goda sedikit sudah berdiri tegak"
"Maka dari itu. Menggoda suami tampanmu ini jika kau sudah bersih"
Kyuhyun masih ingat, terakhir kali Sungmin menggodanya, istrinya memang bertanggung jawab menenangkan sang 'adik' tapi jika hanya blow job tanpa merasakan ketatnya lubang istrinya. Bagaikan sayur tanpa garam. Sebentar, aku tidak suka sayur batin Kyuhyun.
"Aku sudah tidak berdarah lagi Kyunie" bisik Sungmin.
"Jinja?" tanya Kyuhyun antusias. Sungmin menganguk. Namja itu menghembuskan nafasnya, mengecup bibir Sungmin sebentar lalu kembali memeluk istrinya itu.
"Nanti saja. Saat ini aku hanya ingin memelukmu" ujar Kyuhyun sembari memejamkan matanya. Sungmin tersenyum. Ia bersyukur menjadi wanita yang sangat bahagia karena mendapatkan suami yang sangat mencintainya. Ia pun memejamkan matanya menyusul Kyuhyun kealam mimpi.
.
.
.
.
TBC
.
.
.
.
Halooo…. Chapter 7 is up…
Ah .. hati senang karena banyak di beranda Fbku bertebaran Kyumin Moment KYAAAA histeris.. ayolah lagi ga mood untk cuap-cuap.. langsung aja…
Jongmal gomawo :
Shywona489, AngeLeeteuk, Babyjoy, KyuMinElfcloud, Maximumelf, abilhikmah, HAEppy911, TifyTiffanyLee, imAlfera, yensianx, nova137, dewi k tubagus, babychoi137, dirakyu, 143 is 137, LLing137, Ega EXOkpopers, prfvckgyu, SEungyo, ayyu annisa 1, ratu kyuhae, D magda, ipechhpumpkins, Cho MeiHwa, Thania Lee, choi nurul, bunnyblack FLK 136, LiveLoveKyumin, Kyumin Town, mamamiaoZumi, rima ristina, danactebh, Pumpkins yellow, ChoLau137, cloudswan, minnie kyumin, snow drop 1272, emi mardi, fenigista99, riesty137, Minhyunni1318, chojin137, GaemGyu137, luh a sekarini, Yoldaspa, cho love 94, 137Line, 1004hoteuk, Lilin Sarang Kyumin, hyejeong342, intankyuhyunelf, Princess Kyumin137, aslidELF, Love Kyumin 137, ShinJiWoo920202, Kikyu Cho, LestariiSparkyuCoulds, shippo chan 7, movyssi, Gye0mindo, Guest, melee, Yaya saya, parkhyun, zaAra evilkyu, fuji, Kyumindudut, kyuminq, Aey raa kms, tarrraa, hyun lee, Lee'90, Guest, ouhji, sparkkyushi, Fety93, cywelf, parkhyun, so-e kwang, Shin, DIAHDEGA, gs, PaboGirl, hanna, anakyumin, keykyu, Guest martia elfishyekyuminhyuk, Santiyani febby
Mian, chapter kemarin ada yang belum kesebut.. aku ucapan makasih ne ^^ lalu bagaimana chapter sekarang?
SEE NEXT CHAPTER SARANGHAE ^^
