Figure It Out
Cast:
Lee Sungmin
Cho Kyuhyun
Other...
.
.
.
Rate M
.
.
.
Warning:
OOC, GS, Typo(s)
Terdapat adegan dewasa jika tidak berkenan skip saja
.
.
.
Ini hanya FF, sebuah karya fiksi yang terlahir dari otak sederhana saya. Jangan bash cast yang saya pakai karena mereka tidak tahu apa-apa. Saya hanya pinjam nama saja. V cinta damai chingu ^_^
.
.
.
Kyumin is Real
.
.
.
Enjoy
.
.
Tuk
Tuk
Tuk
"Ppa.. ppa..ppa.."
Tuk
Tuk
Tuk
"Ppa.. ppa..ppa.."
Greep
"Ppa..ppa.. haaa..haaa.." tawa bayi berumur 10 bulan itu lepas begitu saja ketika sang ayah membenamkan wajahnya pada perut bayi mungil itu.
"Baby nakal mengggangu Appa sedang tidur eoh" Kyuhyun menyentil hidung bangir putranya lalu kembali membenamkan wajahnya pada perut Sunghyun mengelitik dengan menggesekkan hidung yang tak kalah bangirnya dari sang putra, membuat bayi mungil itu tertawa.
Sunghyun memegang sebuah sendok makan entah dapat dari mana lalu menepuk-nepukkannya pada wajah tampan Appanya yang masih tertidur. Kyuhyun bohong ketika ia mengatakan jika Sunghyun menggangunya, namja yang genap 19 tahun 5 bulan lalu itu malah senang karena putranya berkembang sangat pesat.
Sunghyun sudah bisa duduk malah kerap kali baby mungil itu belajar berdiri dengan bertumpu pada meja, dinding atau apa saja yang ia jangkau. Gigi bayi itu pun sudah tumbuh 4 buah. Atas 2 bawah 2.
Namja itu mengedarkan pandangannya. Jam menunjukan pukul 6.02 pagi, ia tidak melihat sosok istrinya. Kyuhyun menggendong Sunghyun.
"Minnie chagi... neo odiga?" teriak Kyuhyun. Namja itu membuka pintu kamar mandi namun nihil.
"Kemana Umma, baby?" tanya Kyuhyun pada putranya.
"Mma..mma..mma.." Kyuhyun mengecup pipi Sunghyun gemas mendengar putranya yang sedang belajar bicara.
.
.
.
Chapter 8
Sungmin tersenyum kemudian mempercepat langkahnya ketika melihat Kyuhyun yang sedang membimbing Sunghyun untuk berjalan dengan memegang kedua tangan mungil putranya di depan rumah. Ia juga bisa melihat beberapa tetangga berhenti hanya untuk sekedar mencium pipi putranya.
"Aigoo... Sunghyunnie selamat pagi, sedang belajar jalan ya..ck tampannya" puji Kim Ahjumma yang kebetulan lewat.
Sunghyun tersenyum menampilkan dua gigi atasnya. Membuat wanita paruh baya itu memekik gemas.
"Aigoo..aigoo lucunya..." sahut Song Ahjumma yang sedang berjalan mendekat Ayah dan Anak itu.
"Semakin besar, wajah Sunghyunnie makin seperti Sungmin" ucap Kim Ahjumma sembari mencubit pipi gembul Sunghyun.
"Walau wajahnya mirip Sungmin tapi lihat Ahjumma" Kyuhyun mensejajarkan wajahnya di samping Sunghyun. "Mata Sunghyunnie sama dengan mataku benarkan Song Ahjumma?" Kyuhyun mencari sekutu. Song Ahjumma tersenyum sambil mengusap kepala Kyuhyun dan Sunghyun bergantian.
"Mma..mma...mma..." ucap Sunghyun ketika melihat sosok ibunya yang mendekat. Kyuhyun ikut melihat istrinya yang membawa sekantong plastik besar.
"Kau sudah dari pasar Sungmin-ah?" tanya Song Ahjumma.
Sungmin menyimpan kantong plastik yang ia bawa lalu menggendong Sunghyun. "Ne. Apa Ahjumma tahu Park Ahjusshi penjual daging dekat tempat parkir?" tanya Sungmin.
"Ne. Wae?" Kim Ahjumma dan Song Ahjumma bersamaa.
"Dia sedang mengadakan discount 25%. Lumayan bukan aku juga membelinya"
Kyuhyun yang tidak tertarik tentang pembicaraan istrinya dan kedua Ahjumma itu, ia lebih asik bermain ci luk ba dengan Sunghyun.
Tak berapa lama dua Ahjumma itu pamit untuk pergi ke pasar. Kyuhyun membawa kantong plastik mengikuti Sungmin dari belakang masuk kerumah.
"Kau membeli sayuran banyak sekali. Aku tidak suka" Kyuhyun membuka plastik itu dan melihat apa saja yang di beli istinya.
"Aku membelikannya untuk putraku bukan untuk suamiku" Sungmin mencium pipi Sunghyun. "Eum.. Hyunnie belum mandi, mandi sama Appa ne"
"Ppa..ppa..ppa" jawab Sunghyun.
Sungmin mendudukan Sunghyun di meja lalu membuka baju putranya sesekali ia mencium perut putranya itu. Kyuhyun tersenyum lebar ketika kegiatannya mengobrak-abrik belanjaan Sungmin, ia menemukan se'pak daging sapi.
"Kyu~" panggil Sungmin.
"Arra.." Kyuhyun langsung menyambar tubuh putranya mengangkat tinggi-tinggi. Sedangkan Sungmin geleng-geleng melihat bahan makanan yang berantakan ulah sang suami dan mulai memasak sarapan.
"Yuu.. yu.. yuu.."
"Ani..ani.. Appa.. Appa" kata Kyuhyun membenarkan.
"Ppa..ppa..ppa.."
Kyuhyun tersenyum lebar. "High five" telapak tangannya ia lebarkan di depan Sunghyun dan si balas tepukan oleh putranya itu. Sungmin tersenyum melihat interaksi Kyuhyun dan Sunghyun. Ah! Ia lupa jika putranya itu sedang belajar berbicara, ia dan Kyuhyun harus menelaah kata-kata mereka di depan Sunghyun.
=Figure It Out=
Langit biru sekarang sudah berubah menjadi hitam walau begitu, halaman rumah itu sudah di penuhi oleh anak muda dengan membawa kado di tangan masing-masing. Gadis bergummy smile selaku pemilik acara sejak tadi sibuk menyambut teman-temannya.
"Sungmin-ah" teriak Eunhyuk ketika melihat sepasang suami istri plus sahabatnya masuk kehalaman rumahnya.
Sungmin dan Kyuhyun tersenyum lalu berjalan menghampiri Eunhyun. "Aku mau bagian kue ulang tahunmu yang paling besar" ujar Kyuhyun.
"Uh jangan harap. Dari pada memberikannya padamu lebih baik untuk My Donghae" balas Eunhyuk.
Sungmin menyerahkan sebuah kado pada sahabatnya itu yang di terima dengan senyum lebar oleh Eunhyun. "Saengil Chukkae nae chingu" ucap Sungmin. Eunhyuk langsung memeluk Sungmin.
"Sebentar-sebentar aku ikut" seru Ryeowook setengah berlari yang sedang membawa Sunghyun dalam gendongannya lalu ikut dalam pelukan hangat Sungmin dan Eunhyuk.
Setelah semuanya berkumpul. Acara tiup lilin dan potong kue di mulai. Seperti acara ulang tahun lainnya, semua orang menyanyikan lagu khas ulang tahun. Sudah di tebak potongan bolu pertama yang mendapatkanya adalah Donghae. Lalu, Sungmin dan Ryeowook. Setelah itu ada yang menikmati hidangan sembari di temani oleh beberapa orang yang membawakan musik. Jika ada yang ingin menyumbangkan lagu pun boleh saja.
"Yah! Lama tak jumpa" Jungmo mendudukan dirinya di samping Kyuhyun. "Ah! Terakhir kita bertemu waktu prom night. Bagaimana kabarmu selama ini?" tanyanya.
"Eum, aku sangat baik. Kehidupanku penuh warna sekarang" Kyuhyun tersenyum.
"Aku sudah melihat putramu. Kalian mengurusnya dengan baik" salut Jungmo.
"Hm. Itu tidak mudah kau tahu" jawab Kyuhyun, ia jadi teringat bagaimana sakitnya ia melihat Sunghyun berada di kotak kaca dengan berbagai selang yang terpasang, bagaimana melihat Sungmin yang menutup matanya rapat setelah melahirkan dan usahanya mencari pinjaman untuk perawatan Sunghyun. Ah sungguh tidak mudah. Tapi ia bersyukur sekarang semuanya sudah lebih baik sangat baik malahan.
"YAH!"
Kyuhyun berjingjit kaget, ia sedang asyik melamun tapi sebuah tangan menepuk dan merangkul bahunya. Namja berkulit pucat itu berdecak sebal ketika menoleh dan melihat siapa pemilik tangan itu.
"Benarkan dugaanku. Aku pasti terlamat datang keacara ini" serunya.
"Memangnya aku peduli" ujar Kyuhyun ketus sambil melepas rangkulan sahabatnya itu.
Jungmo tampak berpikir melihat namja tinggi itu. "Aku rasa kita pernah bertemu tapi di mana ya?" ujar Jungmo.
"Lomba Dance tiga tahun lalu. Kau memotret kami, kau pajang di majalah sekolah dan buku kenangan. Namanya Shim Changmin" jelas Kyuhyun malas. Terdengar seruan Jungmo yang mengingat kejadian itu.
"Kyu, kau sudah tidak bekerja mengantar susu dan di tempak karaoke, bagaimana jika kau kerja di tempatku saja" ujar Changmin. Memang sudah 1 bulan Kyuhyun tidak bekerja mengantar susu dan di tempat karaoke.
"Terima kasih atas tawarannya tapi aku tidak mau" tolak Kyuhyun.
"Wae?"
"Simple. Kau tidak memenuhi klarifikasi menjadi atasanku" jawabnya angkuh.
"Wah! Mulutmu deabak" seru Changmin walau dalam hati ia patah hati karena Kyuhyun tidak menerima tawarannya. Punah harapannya, padahal ia sudah membayangkan jika ia menyuruh Kyuhyun ini, itu nyatanya mimpi hanya tinggal mimpi.
Jungmo dan Changmin lalu berbincang sesekali Kyuhyun ikut berkomentar ketika ucapan kedua pemuda itu melenceng yang di tanggapi dengan tatapan tak peduli. Poor Kyu.
Ada yang bertanya di mana Bunny dan Sunghyun?
Sungmin sedang berbincang dengan ibunya Eunhyuk. Membicarakan tentang perkembangan Sunghyun, apa saja yang boleh dan tidak boleh makanan untuk bayi berumur 10 bulan, dan masih banyak lagi. Mungkin untuk sebagian anak muda akan bosan mendengar orang tua yang berbicara, tapi Sungmin malah sangat senang. Ia seperti di beri nasehat oleh ibunya sendiri.
Sedangkan Sunghyun baby sudah seperti barang antik yang di pamerkan oleh Ryeowook pada temannya dan teman Eunhyuk. Tidak akan menyangkan jika Sunghyun yang lahir hanya memiliki berat badan kurang dari 1500 g sekarang bahkan tubuhnya gembul dengan pipi chubby. Ada yang mencubit, mencium dan memfoto apalagi di tambah siapa orang tua Sunghyun membuat baby mungil itu menjadi bintang. Karena angin malam tidak baik untuk kesehatan, Ryeowook dan Yesung membawa Sunghyun ke dalam rumah Eunhyuk.
.
.
.
"Sstt..." pelan-pelan Sungmin membaringkan Sunghyun di box baby.
Setelah mencium dan menyelimuti putranya, wanita itu memeriksa perlengkapan yang akan di bawa oleh Kyuhyun sekali lagi.
Restoran tempat suaminya bekerja memperluas usaha dengan membuka cabang di beberapa tempat. Kyuhyun dan Shindong di tugaskan selama 1 minggu membantu pembukaan restoran di Busan. Dua minggu lalu Kyuhyun di tugaskan di daegu. Itu juga alasan kenapa Kyuhyun keluar dari tempat karaoke dan mengantar susu. Kyuhyun bisa menghadiri acara ulang tahun Eunhyuk karena suaminya itu di beri libur sebelum berangkat besok pagi.
Ceklek
Pintu kamar mandi terbuka, Kyuhyun keluar dengan hanya menggunakan boxer. Ia berjongkok di samping istrinya yang sedang memasukkan baju-bajunya ke dalam ransel.
"Sayang.." panggil Kyuhyun.
"Hm..."
Kyuhyun menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Istrinya benar-benar tidak peka. Sudah di beri tahu bahwa ia akan ada perjalanan dinas (?) selama 1 minggu. Di beri kode panggilan sayang cuman di jawab dengan 'Hm', fantastik.
"Min sayang..." panggil Kyuhyun sekali lagi.
"Hm.. wae?" ucap Sungmin tanpa mengalihkan pandangannya. Dalam hati ia sudah bersorak mendengar rengekan suaminya itu. Ah! Sungmin mengenal Kyuhyun luar dalam asal tahu saja.
"Besok aku kan pergi ke Busan"
"Hm.."
"Satu minggu"
"Ne. Kau sudah bilang Kyunie. Ini lihat aku sedang membereskan perlengkapanmu untuk di sana" Sungmin tersenyum pada Kyuhyun.
Namja itu menghembuskan nafasnya kasar. "Honey, bunny, sweety lovely Cho Sungminnie"
"Hm wae lovely Kyunie ku~"
"Ck! Lihat aku kenapa? Dari tadi aku panggil cuman Hm, Hm, Hm" ucap Kyuhyun sebal.
Sungmin menghentikan aktifitasnya lalu menatap Kyuhyun intens tanpa berkedip. "Nah. Kau sebal bukan? Makanya jika di tanya atau apa, jawabnya jangan hanya Hm, Hm, atau Eoh" ujar Sungmin.
"Jangan lihat aku seperti itu, kedipakan matamu" Sungmin patuh dan mengedipkan matanya satu kali.
"Ck! Aku bilang jangan lihat aku seperti itu" Kyuhyun memalingkan wajahnya sambil cemberut.
Sungmin tersenyum puas. Ia rasa cukup menggoda sang suami yang sedang merajuk minta jatah. Sungmin menangkup wajah Kyuhyun membuat namja itu untuk melihatnya.
"Ada apa suamiku tercinta" Sungmin tersenyum manis.
Kyuhyun berdehem sebentar sebelum menjawab. "Kau tahu? Jika ponsel kehabisan batrei, harus di charger agar batreinya kembali penuh"
"Hm, lalu" Sungmin masih tersenyum manis. Ingin mendengarkan perkataan suaminya lagi.
"Ibarat ponsel aku pun seperti itu. Aku juga harus mendapatkan pasokan energi untuk satu minggu ke depan. Terus, emm.. bisa di bilang aku ponsel kamu chargernya"
"Aku tidak masalah disamakan dengan charger, kalau tidak ada charger ponsel tidak bisa hidup" ucap Sungmin.
"Tentu saja" seru Kyuhyun akhirnya, Sungmin mengerti juga.
"Keundae.."
"Eoh?"
"Kenapa kau mau di samakan dengan ponsel? Bukankah ponsel suka di pegang-pegang kan Kyunie?" Sungmin bertepuk tangan satu kali. "Ah.. kau kan memang suka di pegang oleh fans mu" lanjutnya.
Kyuhyun merasa ingin menangis dan berteriak sekarang juga. "Min~" lirih Kyuhyun.
Cup
"Aku bercanda. Geraikan kasurnya, aku mau mandi dulu" Sungmin mengecup bibir Kyuhyun kilat lalu berlalu menuju kamar mandi sambil menahan tawa melihat ekspresi suaminya.
Blam
Pintu kamar mandi tertutup meninggalkan seorang namja berkulit pucat dengan senyumannya yang lebar. "Menggeraikan kasur dan menunggu kau mandi. Tidak masalah" gumam Kyuhyun tersenyum mesum.
.
.
"AKHH.." pekik tertahan Sungmin ketika kejantanan suaminya berhasil mengenai g-spotnya. Sungmin memeluk erat leher suaminya ketika Kyuhyun membantu menaik turunkan pinggulnya. Posisi woman on top ini di gunakan Kyuhyun dan Sungmin untuk berlomba membuat tanda merah kepemilikan di leher dan bahu pasangan masing-masing.
"Mmm.. ahhh..ahhh" Sungmin berusaha mati-matian menahan desahannya walau musik clasik berputar. Hei! Kyu Min tidak mau Sunghyun mendengar desahan orang tuanya yang sedang bercinta. Tiap kali mereka akan melakukan hubungan intim, pasti mereka akan memutar lagu clasik dari ponsel Kyuhyun dan di letakkan dekat Sunghyun.
"Ohh.. ahh...ahh.. Kyuhh..."
"Akuu ohh.. inginn berteriakk ahhh.." Kyuhyun menahan suaranya agar tidak terlalu keras mendesah.
Sreet
Blees
Sreet
Blees
"Ahh.. ahh.. ahh.. ahhh.. Kyuuhh..ohh..ahhmmmff" Kyuhyun mencium bibir Sungmin. Saling menyesap bibir atas dan bawah masing-masing. Kyuhyun menjulurkan lidahnya yang di terima oleh Sungmin dengan membuka gua hangatnya dan menyapa sang daging tak bertulang suaminya.
Decakan saliva dan suara dua kulit beradu membuat gairah Sungmin dan Kyuhyun meningkat.
Kyuhyun membaringkan Sungmin tanpa menghentikan genjotan juniornya dan aktivitas bibirnya. Ia akan selalu gila jika sudah begini. Liang vagina istrinya mencengkramnya dengan kuat. Membuat linu tetapi nikmat tak terkira.
"Ahhh.. ohh.. ahh.. ahh... faster Kyuuu.. ohhh"
Kyuhyun menyimpan kedua kaki Sungmin di bahunya. Membuat juniornya lebih masuk ke dalam vagina istrinya. Ia menundukan tubuhnya dan meraup pucuk payudara Sungmin mengulumnya sesekali menggigit kecil.
"Ohh.. Minnn.. ahh...milikmuu membuatku gilaaa ahhh.. ohh" desah Kyuhyun, namja itu kembali meraup payudara Sungmin satunya.
Ceplak
Ceplak
Ceplak
Kyuhyun terus saja mengenjot lubang kenikmatan Sungmin hingga terdengar suara testisnya yang beradu dengan daerah kewanitaan istrinya.
Kyuhyun menegakkan tubuhnya. Menurunkan satu kaki Sungmin, memiringkan sedikit pinggul istrinya.
"Ohh..ahh..ahh...AHH..AHH.. KYUU...AHH...ohhh goddd.." pekik Sungmin ketika Kyuhyun menghentakkan juniornya hingga mengenai spot terdalamnya dan memaju mundurkan dengan cepat dan tepat. Terus dan terus mengenai spot itu membuatnya mengerang hebat.
"Oohh... likee itt eohh..ahhh..ahh..ahh.."
"Yess..yess..yess... ohh..ohhh..ahhh.." Sungmin mencengkrang bantal ketika menerima hujatan kejantanan Kyuhyun. Suaminya itu mencengram pantat dan pinggulnya, menekannya hingga junior Kyuhyun tertanam lebih dalam dan lebih dalam di vaginanya.
Sreet
Blees
Sreet
Blees
Sreet
Blees
"OHH..AHHH..AHHH.. Kyuuhh...owwhh shiiittt.. ohh..aahh" Sungmin semakin mencengram kuat pinggiran bantal. Ia merasa kejantanan suaminya semakin membesar dan berkedut maka dari itu, Kyuhyun menggenjotnya lebih cepat dari sebelumnya.
"Ahh..ahh.. Minn...ohhh..sebentaarr lagii.. ohh..."
"Ceppattt Kyuuu ahhh... ahhh.. akuu...lelaahhh...AHHH" pekik Sungmin ketika Kyuhyun menghentakan juniornya.
Kyuhyun terus menghentakkan kejantanannya. 3 hentakan, lalu kembali mengenjotnya dengan brutal. Membuat ia dan Sungmin mengerang.
"Ohh.. ahhh.. ahh..ahh..ahh.."
"AHHHH..." teriak panjang itu menandai pencapaian orgasme mereka. Kyuhyun menjatuhkan kepalanya di dada Sungmin. Deru nafas mereka saling bersahutan.
"Hahh..hahh" Sungmin mengusap pucuk kepala suaminya sayang. Sambil menikmati hangat rahimnya karena sperma Kyuhyun. Saking banyaknya hingga meluber keluar.
Kyu Min tersenyum ketika mendengar Sunghyun menangis. "Hyunnie pengertian pada orang tuanya" ucap Kyuhyun. Perlahan ia mencabut miliknya dari kewanitaan Sungmin.
Memakai boxsernya, menyelimuti tubuh nexed Sungmin lalu beranjak ke box bayi. "Sstt.. jagoan Appa lapar eoh.." Kyuhyun mencium pipi Sunghyun gemas. "Gomawo chagi. Kau tidak menggangu Appa dan Umma" ujarnya.
Kyuhyun merebahkan Sunghyun didekat dada Sungmin. Wanita itu menyampingkan tubuh lengketnya membuka selimut hingga kedua payudaranya kembali terlihat. Sudah terjalur, Sunghyun langsung tahu letak nipple Ibunya dan menyedotnya rakus.
Kyuhyun membaringkan tubuhnya di samping Sungmin. Menyangga kepalanya dengan satu tangan dan sikut sebagai tumpuannya. Ia meraih wajah istrinya dan langsung menyesap bibir shap M yang sudah membengkak itu. Tangannya di perintahkan untuk bertenger di payudara Sungmin yang bebas, sedikit meremasnya. Aigoo padahal baru saja ia merasakan klimaknya dan tangan jailnya kembali beraksi.
Grep
Kyu Min melepas pagutan mereka. "Aku tidak menggangu Appa dan sekarang Appa jangan menggangguku" Sungmin mewakili Sunghyun. Putranya itu menggengam jari Kyuhyun yang berada di dada Sungmin seakan berkata 'Sekarang giliranku'.
"Arraso.. arraso" Kyuhyun melepas tangannya lalu mengangkat selimut hingga menutupi payudara Sungmin yang tadi ia remas. "Kau senang sekarang eoh? Baby nakal" Kyuhyun mencium kening Sunghyun. Sungmin tersenyum sambil memejamkan matanya. Ia sangat lelah sungguh.
"Jalja.." gumam Kyuhyun mengecup kepala Sungmin.
"Jalja Appa" lirih Sungmin.
Tidak aneh jika baby Sunghyun kadang menggantikan Sungmin membangunkan Kyuhyun karena tengah malam Sunghyun akan terbangun minta jatah susu dari Sungmin lalu mereka akan tidur bertiga di kasur lipat seperti sekarang ini.
=Figure It Out=
"Ppa..ppa..ppa" Sunghyun menghentakkan kedua tanganya mengisyaratkan pada Sungmin untuk mendekatkan benda persegi panjang yang menampilkan wajah Ayahnya itu kepadanya.
"Kau merindukan Appa eoh? Baby Hyunnie" ujar Kyuhyun dari sembarang sana. Ia masih punya beberapa menit lagi sebelum istirahat makan siangnya habis.
"Ppa..ppa..ppa.."
"Bukan hanya Sunghyunnie yang merindukanmu aku juga. Kapan kau pulang? lama sekali" ujar Sungmin.
Kyuhyun tertawa, ah ia berterima kasih pada siapapun yang membuat video call ini hingga ia bisa melihat wajah imut Sungmin yang mengerucut. Sunghyun yang melihat Ibunya seperti itu meneruti dengan mengerucutkan bibirnya juga.
"Besok malam aku sudah berada di sampingmu" kata Kyuhyun. "Dan aku butuh pasokan energi dari chargerku lagi" tambahnya sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Kyuhyun MESUM" seru Sungmin.
"Summ..summ..summ.." ujar Sunghyun sambil memasukkan benda plastik itu pada mulutnya yang memang di sediakan untuk bayi yang sedang tumbuh gigi supaya tidak melukai gusinya.
Sungmin tersenyum menampakkan gigi kelincinya yang rapih ketika mendapati delikan tidak suka dari suaminya karena ucapanya tadi. "Heheh.. baby Hyunnie belum mengerti artinya kok"
"Tapi tetap saja Ba-"
"Kyuniesaranghaecepatpulangbye"
Plip
Ditempat Kyuhyun, namja itu menatap tak percaya pada ponselnya. Sungmin bicara tanpa spasi dan langsung menutup video call.
"Bersiaplah Bunny kau harus mendapat hukuman karena bicara sembarangan di depan Sunghyun" ujar namja itu, terlihat seringai yang lagi-lagi mesum terlukis diwajahnya.
.
.
Matahari kian pergi kebarat. Kyuhyun tersenyum berpamitan pulang bersama Shindong ke rumah sederhana yang di sediakan perusahaan untuk para karyawan tidak jauh dari restoran.
"Kyuhyun-ah?" panggil Shindong.
"Hm"
"Kau tahu kenapa kita berdua selalu di beri tugas untuk membantu restoran yang sedang opening?" tanyanya.
"Molla. Kau tahu sesuatu Hyung?"
Shindong menganguk mantap. "Tuan Ha selaku pengurus di restoran tempat kita bekerja mengirimkan nama kita pada Bos Choi untuk naik jabatan?"
"Jongmal?" seru Kyuhyun. "Naik jabatan maksudnya?"
"Begini, kau tahukan rencana Bos Choi yaitu membuka restoran di beberapa tempat" Kyuhyun menganguk antusias. "Nah. Karena itu Bos Choi mempercayakan Tuan Ha untuk mencari karyawan yang akan menjadi pengurus beberapa restoran baru ya seperti jabatan Tuan Ha"
"Dan Tuan Ha merekomensadikan kita?" tanya Kyuhyun. Shindong menganguk sembari tersenyum.
"Hahah... yes yes yes... ya Tuhan semoga Bos Choi menerima rekomendasian Tuan Ha"
"AMIEENNN" teriak Sindong dan Kyuhyun bersamaan. Tentu saja Kyuhyun berharap sangat, ia sudah tidak bekerja di tempat karaoke dan pengantar susu. Otomatis penghasilannya berkurang. Dan jika ia terpilih jadi pengurus restoran, keuangannya bisa terselamatkan bukan? tanpa harus mencari kerja di tempat lain lagi.
Kyuhyun menghembuskan nafasnya kasar. Sejak tadi ia merasa ada yang mengikutinya dan perasaannya itu benar.
"Hyung kau duluan saja" ujarnya.
"Eoh? Baiklah"
Setelah kepergian Shindong, Kyuhyun menghembuskan nafasnya sekali lagi, membalikkan badannya. Menghampiri sebuah mobil keluaran Hyundai berwarna merah yang dari tadi mengikuti, membuka pintu mobil itu lalu masuk.
Sang pengemudi terlonjak kaget. Ia melebarkan matanya tidak percaya Kyuhyun duduk disampingnya sekarang.
"Kau tinggal jalan lurus di persimpangan sana belok kiri" ujar Kyuhyun dingin.
"Ne.." jawabnya gugup. Ia pun langsung menjalankan mobilnya seperti yang di perintahkan Kyuhyun.
.
Jadilah disini dua anak manusia berbeda gender itu. Duduk di bangku taman bermain kecil sambil memperhatikan beberapa anak bermain.
"Kau bisa bicara sekarang Seohyun-ah" kata Kyuhyun.
Seohyun gadis itu menundukkan kepalanya. Merasa bingung harus memulai bicara dari mana padahal banyak yang ingin ia sampaikan pada pemuda yang duduk agak jauh darinya itu. Ia menautkan jemarinya sambil berpikir.
"Kau bingung?" tanya Kyuhyun. "Kalau begitu mulai dari kenapa kau berada disini" tawar Kyuhyun.
Gadis itu menarik nafasnya panjang. "Untuk melihatmu"
"Kenapa kau ingin melihatku?"
"Karena aku ingin mengatakan sesuatu"
"Dan itu adalah?" Kyuhyun menoleh memandang Seohyun.
Hening sebentar digantikan dengan hembusan angin. "Apa sudah tidak ada kesempatan lagi untukku?" kata Seohyun lirih.
Katakan ia gila. Itu benar, ia masih mengejar-ngejar namja yang berstatus seorang suami dan sudah mempunyai seorang putra. Ia kemari hanya karena tuntukan hatinya yang tidak tenang, merasa belum mendengar keputusan sang pemuda yang sudah ia sukai sejak tingkat 1 SMP.
"Aku sudah menikah" ujar Kyuhyun.
"Aku tidak peduli"
"Aku sudah mempunyai seorang putra"
"Aku tidak peduli"
"Aku sangat mencintai istri dan putraku"
Hening kembali menyelimuti. Sudah sejak tadi air mata Seohyun membasahi pipinya. Gadis manapun pasti sudah mengerti dengan ungkapan yang di lontarkan oleh Kyuhyun. Tapi bagi Seohyun itu belum cukup.
"Aku bisa menunggu sampai kau bisa mencintaik-"
"Seohyun-ah" potong Kyuhyun. Seohyun mendongak menatap Kyuhyun penuh harap. Namja itu menggeleng pelan. Kyuhyun berdiri, berjalan hingga ia berhadapan Seohyun yang masih tetap duduk.
Pluk
Kyuhyun menyentuh kepala gadis itu membuat Seohyun terisak. "Kau cantik, jika sikap mu lebih lembut sedikit dan membuka diri. Aku yakin banyak namja diluar sana yang menginginkanmu" ujarnya. "Dulu kau lembut dan baik hati. Setelah ini, aku ingin melihat Seohyun temanku yang seperti itu. Bukan Seohyun yang tergila-gila dan mengejar-ngejar lelaki yang sudah beristri. Arraso?"
Seohyun menganguk patuh. Kyuhyun mengusap rambut Seohyun pelan. "Bagus" gumamnya.
"Kyu~" lirih Seohyun.
"Hm" Kyuhyun menarik tangannya.
"Bolehkan aku memelukmu?" pinta Seohyun.
Kyuhyun diam berpikir atas permintaan gadis di hadapannya ini. Ia masih ingat ancaman istri tercinta. Namja itu menghembuskan nafasnya kemudian menganguk kecil. Kyuhyun membenarkan tindakannya kali ini. Satu pelukan dengan ancaman tidak mendapatkan jatah beberapa minggu atau ganguan Seohyun pada keluarga kecilnya dalam jangka waktu tidak di tentukan.
Setidaknya ia masih punya hati, tidak meninggalkan begitu saja seorang gadis yang sudah ia tolak cintanya. Ia punya seorang putra dan Kyuhyun tidak mau jika putranya mengalami penolakan yang menyakitkan. Ingat karma itu ada. Kyuhyun bergedig pelan ketika pikirannya sudah melambung kemana-mana. Ia berdoa semoga Sunghyun tidak mengalami hal seperti itu.
Seohyun tersenyum, ia berdiri lalu menghamburkan tubuhnya, menyenderkan kepalanya di dada bidang Kyuhyun. Satu pelukan sebagai ucapan perpisahan, merelakaan seseorang yang sudah berada di hatinya selama bertahun-tahun.
=Figure It Out=
"Mma..mma..mma..mma.." Sunghyun memukul pinggir troli yang ia naiki dengan benda plastik kesukaanya. Sungmin hanya tersenyum melihat tingkah menggemaskan putranya.
Nanti malam Kyuhyun pulang, ia berencana akan memasak hidangan spesial untuk suaminya jadilah Ibu muda itu membawa Sunghyun belanja ke supermaket. Sungmin tidak hanya berdua dengan Sunghyun sebenarnya, Ryeowook dan Eunhyuk juga ikut. Tapi kedua gadis itu sibuk memilih pakaian di lantai dua.
Beberapa bahan sudah Sungmin dapat, hanya tinggal daging. Hidup berdua dengan Kyuhyun, dan tahu bagaimana susahnya mencari uang. Membuat Sungmin tahu tempat mana saja yang mengadakan discount bahan makanan. Berhemat itu penting.
Sungmin mulai memilih daging yang masih segar sembari mengakumulasikan dengan uang yang harus ia keluarkan. Wanita itu tersenyum ketika sudah mendapatkan daging segar yang ia mau.
"Ah! Kita sudah mendapatkan daging untuk untuk Appamu cha kita pul-"
Seperdetik Sungmin termenung diam disusul dengan tubuhnya yang bergetar. "Sunghyun-ah odieseo?" lirihnya.
Sunghyun putranya tidak ada. Ani, tadi Sunghyun masih di troli duduk sambil memainkan mainannya. Sekarang putranya tidak ada. "Sunghyun-ah.." air mata keluar begitu saja. Hatinya sudah kacau. Bayi berumur 10 bulan tidak mungkin turun dengan sendirinya dari troli yang tingginya sepinggang orang dewasa.
"Chogiyo. Apa anda melihat putraku. Dia tadi duduk disini" Sungmin menunjuk troli tempat Sunghyun duduk pada seorang wanita paruh baya di sampingnya.
"Aniyo" jawabnya.
Sungmin terus menanyakan kepada setiap pengunjung di sekitar tempatnya mencari daging. Sungmin seperti orang gila yang tidak tahu harus berbuat apa selain bertanya pada orang. Beberapa orang menatap wanita berusia 19 tahun itu dengan iba.
"Maaf, apa putra mu memakai baju berwarna biru tua dengan tulisan I Love Mom di belakangnya?" tanya seseorang menghampiri Sungmin yang terisak.
"Ne.. apa anda melihatnya, Ahjumma?" kata Sungmin.
"Aku melihatnya di gendong oleh seorang pria menuju tempat parkir beberapa menit yang lalu" ujar Ahjumma itu.
"Ah. Terima kasih Ahjumma" Sungmin membungkuk, ia langsung berlari menuju tempat parkir.
Sungmin mengedarkan pandangannya mencari sosok yang di katakan oleh Ahjumma itu. "SUNGHYUN-AH" pekik Sungmin ketika ia melihat wajah putranya yang memang di gendong oleh seorang pria, sedang menangis.
"Andwea. AHJUSSHI BERHENTI" teriak Sungmin ketika melihat pria itu membuka pintu mobil hitam. "Tidak.. tidak.. tidak! ANDWAE AHJUSSHI KEMBALIKAN PUTRAKU" Sungmin berlari secepat yang ia bisa menuju mobil itu.
"SUNGHYUN-AH...ANDWAE.. AHJUSSHI... AHJUSSHI... SUNGHYUN-AH" Sungmin terus berteriak sambil mengejar mobil yang sudah berjalan membawa Sunghyun dan meninggalkannya.
Brug
Sungmin terduduk kasar. Melihat mobil itu hilang dari pandangannya. Air mata terus keluar dari pelupuk matanya. Ia terus memanggil nama putranya.
"Sunghyun-ah.. Cho Sunghyun hiks..hiks.."
Dua orang petugas menghampiri Sungmin yang terduduk setelah mendapatkan laporan dari para pengunjung.
.
.
Eunhyuk dan Ryeowook saling berpandangan khawatir. Sungmin terus berjalan mengedarkan pandanganya. Barang kali ia melihat mobil hitam yang di pakai oleh Ahjusshi yang membawa Sunghyun.
Pihak keamanan supermarket membantu pelaporan penculikan yang Sungmin alami kekantor polisi. Walau begitu, Sungmin masih mencoba mencari dengan usahanya sendiri. Ia sempat berpikir jika ini adalah pekerjaan Ayahnya. Tapi mana mungkin?
Dua fakta membuat Kangin tidak menjadi kandidat yang harus di curigai yaitu satu, Sungmin mengetahui mobil apa saja yang di miliki oleh Appanya. Dua, Ayahnya sama sekali tidak mempedulikannya dan tidak mau repot-repot berurusan dengan putri yang sudah mencoreng nama baiknya itu.
"Sungmin-ah" panggil Eunhyuk.
Sungmin tidak mendengar. Ia terus berjalan, matanya siaga melihat mobil-mobil yang melintas di jalan raya.
"Eonni" sekarang giliran Ryeowook. Gadis itu mencengram lengan Sungmin. "Eonni" panggilnya lagi.
"Aku harus mencari Sunghyun" gumam Sungmin.
"Sungmin-ah kita pulang. Ne" bujuk Eunhyuk.
"Aniyo. Sunghyun diluar sana... Hiks..hiks.." Sungmin tidak dapat menyeselaikan ucapannya. Ia berjongkok sambil terus bergumam nama Sunghyun.
Wanita itu mengeluarkan ponselnya yang terus bergetar. Ia makin terisak melihat nama id si penelpon. Ia menerima panggilan itu, perlahan mendekatkan ponselnya pada telinga.
"Kenapa lama sekali mengangkatnya. Ck! Tidak merindukanku? Satu jam setengah lagi aku sampai rumah" ujar Kyuhyun di sebrang sana.
"Kyu~" lirih Sungmin.
"Wae"
"Kyu~"
"Hm"
"Hiks...hiks...hiks..."
"Kenapa menangis? Min..?"
"Kyuu.. hiks..hiks.."Sungmin hanya menangis. Semakin lama tangisannya semakin keras tidak peduli orang-orang memandangnya kasihan.
Eunhyuk memijit pelipisnya. Ryeowook menggengam tangan Eunhyuk. Air matanya sudah berlinang. "Kita harus membawanya pulang" lirih Ryeowook.
.
.
"Minumlah" Eunhyuk menyodorkan segelas air hangat untuk Sungmin. Sahabatnya itu diam tidak meresponnya sama sekali. Yesung, Donghae dan Changmin sudah ada dirumah sempit itu.
Ceklek
Blam
Sungmin menatap sosok yang baru saja masuk rumah. Sosok itu memandangnya dengan tatapan yang sulit di artikan. Sungmin langsung berlari masuk kamar mandi dan menguncinya ketika sosok itu berjalan mendekat padanya. Sungmin takut Kyuhyun akan marah padanya.
"Apa sudah lapor polisi?" tanya Kyuhyun. Eunhyuk menganguk singkat. Kyuhyun menghumbuskan nafasnya. Cobaan apa lagi yang harus ia lewati. Ia akan terima jika harus di pukuli sampai babak belur. Tapi sekarang Sunghyun.
"Min buka pintunya" Kyuhyun menggedor-gedor pintu kamar mandi. Bukannya membuka pintu, ia malah mendengar tangisan Sungmin.
"Min aku bilang buka pintunya" kata Kyuhyun dengan nada yang agak tinggi.
"Kyu tenanglah" ujar Yesung.
Kyuhyun tidak mendengarkan. Namja berkulit pucat itu malah semakin kuat mengetuk pintu kamar mandi. "Cho Sungmin aku bilang buka pintunya atau aku akan mendobrak pintu ini" teriak Kyuhyun.
"Kyuhyun kau semakin membuat Sungmin ketakutan" kata Donghae. Eunhyuk dan Ryeowook tidak berani melarang Kyuhyun yang sedang emosi.
"Diamlah, aku hanya ingin mendengar penjelasannya" ujar Kyuhyun. "Sungmin sekali lagi buka pintunya" Kyuhyun menggigit bibirnya ketika tak ada ciri-ciri yang akan di buka.
"Lepaskan tanganku" desis Kyuhyun pada Changmin yang memegang lengannya ketika ia akan mengambil ancang-ancang untuk mendobrak pintu.
"Tenangkan pikiranmu" ucap Changmin.
"Pikiranku tenang. Jadi lepaskan tanganku" Kyuhyun mendelik tajam pada Changmin yang belum juga melepas tangannya. Kyuhyun menghentakkan tangannya dan langsung mendorong Changmin ketika tangannya sudah lepas. Membuat pemuda tinggi itu mundur beberapa langkah. Dan kesempatan itu Kyuhyun pakai untuk menendang pintu kamar mandi dengan keras hingga terbuka.
"KYUHYUN" pekik HaeSungMin melihat Kyuhyun masuk kedalam kamar mandi. Tiga pemuda itu plus dua orang gadis menghampiri pintu berjaga-jaga jika Kyuhyun lepas kendali.
Ryeowook membekap mulutnya melihat Sungmin yang ketakutan sambil bersimpuh. "Mianhae Kyu.. hiks...hiks.. maafkan aku..nae ttaemune hiks..nae ttaemune..hikss" Sungmin menggesek-gesekan kedua tangannya memohon maaf pada Kyuhyun. Dan lagi ia tidak bisa melanjutkan kata-katanya.
Kyuhyun seperti mengontrol emosinya. Ia mengandahkan kepalanya. "Maafkan aku..maafkan aku" gumam Sungmin.
Changmin kembali mencekal tangan Kyuhyun ketika melihat gerakan dari namja berkulit pucat itu. Kyuhyun mendelik lalu menghempaskan tangannya hingga terlepas dari cekalan Changmin.
Kyuhyun mendudukan Sungmin. Ia mengambil sesiuk air lalu mencuci tangan dan kaki Sungmin. Istrinya itu hanya diam. Kyuhyun mengambil sebuah handuk yang berada di kamar mandi. Mencelupkannya, memerasnya lalu membilaskannya pada wajah Sungmin pelan dan lembut. Setelah selesai, ia membimbing Sungmin untuk merangkul lehernya kemudian menggendong istrinya itu seperti koala, keluar kamar mandi.
"Minggir" kata Kyuhyun datar. Ke lima sahabatnya itu langsung menyingkir. Semuanya bernapas lega melihat tingkah Kyuhyun.
Namja berkulit pucat itu mendudukan Sungmin di meja. "Tolong ambilkan air hangat" ucap Kyuhyun. Eunhyuk langsung memberikan gelas yang akan ia berikan pada Sungmin tadi pada Kyuhyun. Sedikit paksaan Kyuhyun bisa melepas rangkulan Sungmin dan memberi istrinya itu minum. Hanya sedikit air itu masuk ke dalam tenggorokan Sungmin.
Istrinya itu langsung memeluk leher Kyuhyun lagi lebih erat kali ini. Kyuhyun melirik pada Changmin yang sedang melipat kedua tangannya di depan dada sembari bersender pada dinding.
"Pikiranku tenang" ujar Kyuhyun pada Changmin seakan menunjukan jika ia memang dalam keadaan kepala dingin.
Kyuhyun merutuk, sebegitu tidak percayakah orang-orang padanya menyangka jika ia kan bertindak kasar pada wanita yang sangat ia cintai. Cih! Bahkan bermimpi memukul Sungmin pun tidak pernah sama sekali.
Sejak tadi ia hanya ingin mendekap tubuh istrinya. Ia tahu bagaimana terguncangnya Sungmin atas insident penculikan Sunghyun.
=Figure It Out=
"Buka mulutmu. Aa" Kyuhyun membuka mulutnya mencoba membujuk Sungmin untuk membuka mulutnya. Istrinya itu belum makan apapun dari dua hari yang lalu.
Perkembangan terakhir dari polisi mengatakan jika pihak mereka sudah menyelidiki plat mobil pelaku tak terdaftar, kemungkinan terbesar pelaku memakai plat palsu. Dan tak ada informasi lagi, jawaban klise seperti 'kami akan terus menyelidiki kasus penculikan putra anda' yang Kyuhyun terima.
Kyuhyun mengelus pipi Sungmin. Wajah pucat, dua hari tidak makan, hampir tidak minum, tidur tidak tenang, mata merah dan sembab karena terus menangis.
"Sudah dua hari kau tidak makan" ucap Kyuhyun pelan.
"Sudah dua hari Sunghyunnie belum meminum ASI nya" ujar Sungmin serak dan tercekat menyampaikan isi hatinya. Air bening itu kembali keluar dari pelupuk matanya.
Kyuhyun membawa tubuh ringkih yang bergetar itu kedapam pelukannya. Menyerukan wajah pucat Sungmin pada dadanya sedangkan ia sendiri menyerukan pada leher istrinya.
"Jangan seperti ini. Aku mohon. Jangan seperti ini" lirih Kyuhyun bersamaan dengan satu garis lurus air yang keluar dari matanya.
.
.
Jika kau ingin mencari sesuatu yang hilang, mulailah dari tempat kau kehilangan sesuatu itu. Kyuhyun menggengam erat tangan Sungmin. Wanita itu mengajak Kyuhyun untuk pergi ke supermarket tempat ia kehilangan Sunghyun. Tubuhnya mungkin bersama dengan Kyuhyun saat ini tapi pikiran Sungmin entah kemana. Tak ada ekspresi atau emosi yang di perlihatkan di wajah Sungmin.
Kyu Min berhenti di tempat permainan anak, tempat pakaian bayi, penitipan anak. Dan sekarang Kyu Min kembali berhenti di sebuah spa anak. Sungmin terdiam sambil melihat satu persatu bayi yang ia lihat dari satu tempat ketempat lainnya.
Sungmin merangkul lengan Kyuhyun membuat namja itu melihatnya. "Sunghyun" gumam Sungmin.
"Apa?"
"Itu Sunghyun" tunjuk Sungmin, tapi yang Kyuhyun lihat hanya para pegawai yang memegang beberapa balita dan para orang tua yang sedang bercanda dengan putra putri mereka.
"Itu Sunghyun Kyu.. putra kita" seru Sungmin.
"Aku tidak melihatnya Min" ucap Kyuhyun mulai khawatir jika istrinya frustrasi.
"Demi Tuhan Cho Kyuhyun. Itu Sunghyun" pekik Sungmin. Wanita itu melepas rangkulannya lalu berlari masuk kedalam.
"Sungmin-ah" teriak Kyuhyun, mengejar istrinya.
.
.
.
TBC
Hai..hai… kembali dengan membawa Figure it Out chapter 8!
Gimana NC nya #plak ketahuan kalo yadong di tanya itunya dulu kekek~~ aku ga tahu itu NC masuk 17, 20, 21?
Terus keseluruhan chapter ini gimana?
Untuk update aku sudah bilang 3-4 hari jadi kalo sekarang update kemungkinan 3-4 hari kedepan aku publish lagi.. yang mengharapkan Sandeul di adopsi oleh KyuMin. Mian aku juga udah tulis setengah untuk itu tapi eh ga jadi deh. Untuk Victoria, jangan khawatir menggangu Kyumin, seohyun aja udah cukup he~~
Untuk Minho, Sandeul, Khuntoria dan lain-lain itu hanya sebagai cameo #wish berasa di film ah no ploblem…
oke
Aku mau ngucapan makasih buat chingudeul yang udah review chapter kemaren:
abilhikmah, AngeLeeteuk, Babyjoy, babychoi137, emi mardi, Shywona489, 137Line, Thania Lee, Pumpkins yellow, snow drop 1272, bunnyblack FLK 136, feby eby12, asdfghjkyu, chojin137, prfvckgyu, ayyu annisa 1, Lilin Sarang Kyumin, 143 is 137, choi nurul, nova137, HAEppy911, dirakyu, Maximumelf, Ega EXOkpopers, 1004hoteuk, cloudswan, Santiyani febby, danactebh, imAlfera, D magda, aslidELF, LiveLoveKyumin, Cho MeiHwa, thiafumings, rima ristina, Kyumin Town, dewi k tubagus, cho love 94, riakyuminshiper, LLing137, Yoldaspa, YaniJoy, kimteechul, Nany Malina1817, Love Kyumin 137, luh a sekarini, delimandriyani, minnie kyumin, ratu kyuhae, KyuMinElfcloud, TifyTiffanyLee, intan raykholiks, Minhyunni1318, indah elfii, GaemGyu137, Kikyu Cho, ShinJiWoo920202, may moon 581, sandrimayy88, shippo chan 7, Yaya saya, minnievil9ny tha, Cywelf, lovers, Guest martia elfishyekyuminhyuk, kyukyu, Aey raa kms, Lee'90, tarrrraaa, melee, Guest, dming, fuji, parkhyun, anakyumin, ouhji, Guest, Kyumindudut, minha, hanna, so-e kwang, DIAHDEGA, cho kyumin 1408, Guest, Guest, cho kyuminnie, keykyu, imSMl
dan ini beberapa chingudeul yang belum aku ucapkan terima kasih kemarin :
Theresia Lee, Guest, fariny, KMalways89, Guest, farla 23, stevani, Cho Min Hwa, nana455
mian ne, bukannya aku lupa kok jinja!
so.. ANNYEONG... SEE NEXT CHAPTER SARANGHAE ^^
Mind review again?
