Figure It Out

Cast:

Lee Sungmin

Cho Kyuhyun

Other...

.

.

.

Rate M

.

.

.

Warning:

OOC, GS, Typo(s)

.

.

.

Ini hanya FF, sebuah karya fiksi yang terlahir dari otak sederhana saya. Jangan bash cast yang saya pakai karena mereka tidak tahu apa-apa. Saya hanya pinjam nama saja. V cinta damai chingu ^_^

.

.

.

Kyumin is Real

.

.

.

Enjoy

.

.

Sungmin menerobos masuk kesebuah ruangan dimana salah satu pegawai yang membawa Sunghyun menurutnya, di ikuti Kyuhyun dari belakang.

"Sunghyun-ah" seru Sungmin. Kyuhyun termenung tidak percaya. Benar. Itu Sunghyun putranya, Ya Tuhan.

"Kembalikan putraku" teriak Sungmin pada pegawai itu. Pegawai itu langsung menyerahkan Sunghyun pada Sungmin. Sungmin langsung mendekap tubuh putranya itu sambil menangis.

Kyuhyun yang tersadar dari keterkujutannya berjalan mendekat pada Sungmin dan Sunghyun. Membawa dua orang yang ia cintai kedalam pelukannya.

"Mma..mma..mma..." bayi 10 bulan itu tertawa ketika melihat sang Ayah yang sudah tidak bertemu dengannya lebih dari seminggu.

"Terima kasih Tuhan" lirih Kyuhyun.

"Baby Hyunnie kajja kita pul-" seruan itu terhenti.

Sungmin dan Kyuhyun langsung melihat sosok ani, dua sosok yang terkejut melihat mereka berdua.

"Umma" panggil Kyu Min pada Ibu mereka. Benar, Kyuhyun maupun Sungmin masih mengenali sosok yang telah melahirkan mereka. Leeteuk dan Heechul masih terdiam tidak bisa berkata apa-apa.

"Kenapa berdiri saja"

"Cepat bawa Sunghyunnie dan kita pulang"

Dua sosok lagi kembali datang, dua sosok itu belum tahu situasi apa yang di hadapi oleh para istri mereka.

"Appa" dan lagi Kyu Min memanggil ayah mereka bersamaan.

Kangin dan Hangeng membeku. Mereka tahu suara siapa yang memanggil mereka tadi. Perlahan dua pria paruh baya itu melempar pandangannya pada dua sosok anak muda berbeda gender yang memanggil mereka.

"Apa yang terjadi sebenarnya" gumam Sungmin.

.

.

.

A/N :

Masih ingatkah dengan chapter-chapter sebelumnya? Semoga saja. Kalau ga yakin masih ingat, mending baca lagi dari awal kekek~ just kidding chingudeul ^^

.

.

Chapter 9

Side Story KangTeuk dan HanCul

.

Rumah mewah atau bisa di sebut Mension keluarga Cho itu, terlihat tenang jika di lihat dari luar tapi berbeda dengan keadaan di dalam rumah itu.

Bugh

Bugh

Bugh

"Kau berani sekali membuat Kyuhyun babak belur seperti itu hiks.. kau jahat Kangin-ah" seru Heechul sembari terus memberi pukulan pada Kangin dengan bantal sofa.

"Chullie-yah mianhae, aku terbawa emosi ketika melihat Kyuhyun. Sungguh, aku hanya tidak habis fikir Kyuhyun dan Sungmin melakukan 'itu'" Kangin membela diri.

"Tapi tetap saja. Kau menghajar Kyuhyun habis-habisan. Aku membencimu" pekik Heechul sambil menangis. Wanita energik itu mendelik pada suaminya yang duduk di sebelah Kangin. "Neo.." tunjuknya.

Bugh

Bugh

Bugh

"Kau juga tega menampar Kyuhyun. Hingga bibirnya robek. Kalian benar-benar tega pada anakku" Heechul menangkup wajahnya dengan kedua tangan.

Leeteuk yang sedari diam saja berjalan menghampiri Heechul, membimbing sahabatnya itu untuk duduk di sofa.

Sebenarnya Leeteuk dan Kangin sudah berada di kediaman Cho, sebelum Kyuhyun dan Sungmin sampai. KangTeuk keluar dari persembunyiannya di kamar tamu yang memang berhadapan dengan ruang tamu. Setelah Kyu Min keluar rumah, ke empat orang dewasa itu mulai berkumpul dan mencari jalan keluar atas permasalahan yang di buat oleh anak mereka.

Melihat perasaan cinta dari Kyu Min, membuat Kangin dan Hangeng berencana mengikat anak mereka untuk bertunangan, menunggu hingga Kyuhyun telah mapan dan ketika itu datang, akan segera di adakan pernikahan.

Rencana hanya tinggal rencana. Sungmin telah hamil terlebih dahulu. Hingga satu keputusan yang di tentang mati-matian oleh Leeteuk dan Heechul atas saran suami mereka. Yaitu, melepas Kyuhyun dan Sungmin untuk hidup diluar sana. Terlalu kejam untuk melepas anak mereka yang baru saja menginjak usia 18 tahun.

"Dengan begitu kita bisa melihat bagaimana caranya Kyuhyun bertanggung jawab pada Sungmin" kata Hangeng.

"Tapi Kyuhyun sudah membuktikan dengan berbicara pada kita. Apa itu belum cukup juga?" Heechul menatap suaminya tidak percaya. Bagaimana bisa Hangeng melakukan itu pada putranya sendiri.

"Aku khawatir mereka tidak bisa bertahan, hidup di luar sana tanpa kita. Bagaimanapun mereka masih anak kecil" Leeteuk menambahkan. Sungguh kadang Sungmin masih harus di bangunkan untuk bangun tidur.

"Anak kecil tidak mungkin melakukan apa yang di lakukan oleh orang dewasa terlebih lagi yang harusnya di lakukan oleh sepasang suami istri" celetuk Kangin. Ia masih belum menerima kelakukan Kyuhyun pada putrinya, walau Sungmin juga ikut andil.

Hangeng berjalan dan duduk di samping istrinya. Menggenggam tangan kecil Heechul. "Kyuhyun dan Sungmin harus merasakan akibat dari perbuatan mereka" Hangeng menangkup wajah Heechul membuat wanita itu memandangnya. "Kita tidak sepenuhnya melepaskan mereka " ujar Hangeng meminta pengertian pada istrinya. Tak ada respon dari Heechul, Hangeng beranggapan wanita itu mengerti. Ia menegakkan tubuhnya, mengecup lama kening istrinya.

=Figure It Out=

"Ah Annyeong haseyo" Kyuhyun dan Sungmin membungkukan badannya pada seorang Ahjusshi di hadapan mereka.

"Ah Ye, Annyeong haseyo" ujar Ahjusshi itu.

"Maaf Ahjusshi kami melihat selebaran ini di kedai depan. Apa benar Ahjusshi menyewakan rumah?" kata Kyuhyun.

"Betul sekali. Wae? Apa kalian bermaksud untuk menyewa rumah ku?" tanya Ahjusshi itu.

"Kami memang sedang mencari rumah. Bisakah kami melihat rumah Ahjusshi?" ucap Sungmin.

"Ikut aku" ujar Ahjusshi itu.

Kyuhyun dan Sungmin saling melempar senyum lalu melangkah mengikuti Ahjusshi itu. Sepasang kekasih itu mulai memperhatikan keadaan rumah. Merasa nyaman, Kyuhyun mulai berbincang dengan Ahjusshi pemilik rumah untuk membicarakan soal biaya sewa dan lain-lain.

.

"Apa ini tidak terlalu kecil?" tanya Ryeowook pada Sungmin.

Sungmin tersenyum. "Tidak ini sudah cukup. Jangan khawatir aku bukan putri manja yang harus tidur di kamar yang mewah" gurau Sungmin mencairkan suasana.

"Baiklah rumah sudah ada. Tinggal besok di bersihkan. Satu malam lagi tidur di motel" Kyuhyun merangkul pundak Sungmin. "Yeobo, aku lapar" rengek Kyuhyun dengan mengeluarkan puppy eyesnya.

Eunhyuk dan Ryeowook menjulurkan lidahnya seakan ingin muntah. Donghae menggeleng. "Kyuhyun-ah. Hentikan. Tidak imut sedikit pun" cibirnya. Kyuhyun mencebikkan bibirnya.

"Aku ingin jajangmyeon" manja Sungmin.

"Dikabulkan" seru Kyuhyun.

Dua pasang suami istri itu menatap enam anak muda yang masih mengenakan seragam sekolah keluar dari sebuah rumah kecil, dari balik kaca mobil. 4 orang dewasa itu tersenyum kecil melihat keenam remaja yang saling melempar candaan dan tertawa.

"Mereka hanya anak remaja yang begitu polos" ujar Leeteuk sembari menyenderkan kepalanya di dada bidang Kangin yang memang mereka berdua duduk di kursi belakang.

Hangeng menyuruh suruhannya untuk mencari sebuah rumah sewaan. Pria berkulit tan itu sempat geleng-geleng mendengar usulan istrinya untuk mencarikan sebuah apartemen untuk Kyuhyun dan Sungmin. Ia kembali memberi pengertian pada istrinya.

Dan dengan sengaja orang kepercayaannya membuat brosur dan menempelkannya hingga Kyu Min yang sedang berjalan melihat brosur itu.

.

.

.

Yesung dan Donghae saling berpandangan. Terlalu bingung untuk bicara apa, mereka takut salah bicara di hadapan empat orang dewasa di hadapan mereka berdua.

Setelah mengantar kekasih mereka pulang, dua pemuda itu berencana mengambil uang tabungan mereka di bank yang tidak banyak. Sahabatnya sedang membutuhkan uang saat ini. Baik Yesung dan Donghae ikhlas seikhlasnya memberikan uang yang susah payah mereka tabung. Hei! Mereka masih kelas 3 SMA belum mendapat penghasilan, walaupun mereka dari keluarga kaya-tapi tak sekaya Kyuhyun. Tapi jika masalah uang kedua orang tua mereka terlalu sensitif. Jadilah mereka hanya punya uang saku pas-pasan.

Setelah mengambil uang, dua sahabat itu kaget ada dua orang pria berpakaian hitam. Jadilah Yesung dan Donghae duduk di hadapan KangTeuk dan HanCul sekarang.

"Jangan tegang begitu" ujar Leeteuk. Melihat Ibu Sungmin yang tersenyum, Yesung dan Donghae menghela nafas lega.

"Maaf membuat kalian kaget karena kelakuan Ahjusshi" Hangeng ikut tersenyum.

"Maksud Ahjusshi dan Ahjumma menyuruh kami kemari untuk apa?" Yesung berkata hati-hati.

Heechul berdiri dan duduk di samping Donghae. Menggenggam tangan pemuda itu lalu menaruh sebuah amplop. Yesung dan Donghae menatap Heechul tidak mengerti.

"Kami titip uang ini untuk Kyuhyun" ujarnya.

"Kenapa tidak Ahjumma dan Ahjusshi saja yang memberikan ini pada Kyuhyun" kata Yesung. Sebenarnya ia ingin mengetahui kenapa KangTeuk dan HanChul tega mengusir KyuMin dari rumah. Namun niat itu ia urungkan.

Melihat wajah dua sahabat putranya yang bingung dan ingin bertanya membuat KangTeuk dan HanCul menceritakan semua rencana mereka pada dua pemuda itu. Mereka yakin, sahabat putranya itu tidak akan membocorkan rahasia mereka. Yesung dan Donghae mengalami perang batin setelah mendengar maksud orang tua sahabatnya itu. Sama saja mereka-YeHae berbohong dan membodohi Kyuhyun dan Sungmin.

Dua pemuda itu juga tidak bisa menolok melihat Leeteuk dan Heechul yang sampai memohon pada mereka berdua.

"Lalu uang ini kita apakan?" tanya Donghae setelah mereka keluar dari kediaman Cho.

Yesung menatap uang di tangan Donghae. Uang yang sengaja mereka ambil dari bank. "Kita serahkan pada Ryeowook dan Eunhyuk untuk membeli beberapa potong pakaian. Aku yakin Kyuhyun dan Sungmin hanya membawa baju seadanya ketika keluar dari rumah" yang di setujui oleh anggukan Donghae.

=Figure It Out=

"Saya Cho Kyuhyun, di hadapan Tuhan, menerima engkau Lee Sungmin, sebagai istri yang sah dan satu-satunya mulai saat ini dan seterusnya"

"Saya Lee Sungmin, di hadapan Tuhan, menerima engkau Cho Kyuhyun, sebagai suami yang sah dan satu-satunya mulai saat ini dan seterusnya"

"Atas nama Tuhan, kalian sudah resmi menjadi sepasang suami istri. Sesuatu yang sudah di satukan oleh Tuhan tidak bisa terpisahkan oleh manusia. Silahkan sematkan cincin kawin sebagai tanda pernikahan kalian"

Kyuhyun berhadapan dengan Sungmin. Ryeowook melangkah mendekat pada Kyu Min. Kyuhyun mengambil cincin di kotak yang Ryeowook pegang, menggapai tangan Sungmin. "Aku berjanji akan selalu mencintaimu sampai aku berhenti bernapas" ujar Kyuhyun setelah itu ia menyematkan cincin pada jari manis Sungmin.

Sungmin menatap sendu cincin yang melingkar di jarinya. Ia mendongak melihat Kyuhyun dan tersenyum. Wanita itu menghapus air matanya lalu mengambil cincin. "Aku juga berjanji akan selalu mencintaimu sampai aku menutup mata, meninggalkan dunia ini" Sungmin memakaikan cincin itu pada jari manis Kyuhyun

Namja berkulit pucat itu menyentuh wajah istrinya. Mendekatkan wajahnya hingga bibirnya bersentuhan dengan bibir Sungmin. Menempelkannya lama, ia bisa merasakan lelahan air mata yang menyentuh pipinya. Sungmin masih memejamkan matanya ketika Kyuhyun melepas bibirnya. Ia terisak ketika namja yang sudah berstatus suaminya itu membawa tubuhnya kedalam dekapan hangatnya.

Leeteuk dan Heechul berusaha keras agar isakan mereka tidak terdengar. Heechul masih ingat ketika ia bergurau dan mengatakan pada putranya untuk menjodohkannya dengan anak teman Hangeng. Kyuhyun bilang 'Aku menikah hanya satu kali dan itu dengan Lee Sungminku tercinta jadi Umma jangan coba-coba menjodohkanku dengan gadis lain'. Demi apapun Leeteuk dan Heechul tidak menginginkan pernikahan anak mereka seperti ini

Hangeng dan Kangin kompak membawa wanita yang mereka cintai kedalam pulukan hangat. Berusaha menenangkan istri mereka jangan sampai persembunyian di tempat 'pengakuan dosa' ini sampai terbongkar.

.

Pluk

Leeteuk tidak kaget dengan tangan yang menyentuh pundaknya itu. Ia sangat tahu tangan yang selalu merengkuhnya selama ini. Ia masih melihat sosok putri dan menantunya dari lantai dua.

"Minnie merindukanku hingga ia berdiri di pohon itu dan melihatku dari jauh hiks.. hiks.. sampai kapan kita seperti ini Yeobo?"

Kangin memeluk tubuh ringkih istrinya. "Maafkan aku yang keras kepala ini. Sungguh aku hanya ingin memberi mereka pelajaran hidup untuk diri mereka sendiri" ujar Kangin sembari menumpukan dagunya di bahu Leeteuk.

"Aku ingin memeluknya" lirih Leeteuk. Doa-doa ia panjatkan ketika Sungmin dan Kyuhyun melenggang pergi.

"Begitu juga aku" gumam Kangin.

=Figure It Out=

"Mohon bantuannya" Heechul menggengam kedua tangan gadis di hadapannya itu.

"Ah bukan masalah besar Ahjumma. Aku yang harus berterima kasih karena Ahjumma mempercayaiku untuk menitipkan box bayi ini" ujar gadis yang bernama Sulli ketua SparKyu para menggemar Kyuhyun.

Seorang Ibu akan selalu tahu apa saja yang berhubungan dengan anaknya. Masalah putranya yang terkenal pun Heechul mengetahuinya.

Gadis bernama Sulli itu sebenarnya penasaran dengan satu hal sama dengan apa yang di pikirkan Yesung dan Donghae waktu itu. Menanyakan kenapa Heechul dan Hangeng mengusir Kyuhyun. Tapi gadis itu tahu batas, itu pasti masalah internal yang orang sepertinya tidak berhak untuk masuk.

Heechul dan Leeteuk tahu aktivitas Sparku dan Sweet Pumkins yang mengidolakan anak mereka. Hingga informasi rencana memberi hadiah atas pernikahaan Kyu Min pun tahu. Dan moment itu di pakai oleh TeukChul untuk memberi hadiah untuk bakal calon cucu mereka.

.

Layar pipih itu menampilkan dua sosok anak muda berbeda gender yang sedang berdansa. "Mereka serasi sekali, bukan begitu Teuk-ah" ujar Heechul melihat Kyuhyun dan Sungmin yang sedang berdansa di acara prom night.

"Hm. Aku tidak menyangka teman seangkatan mereka, masih menerima Kyuhyun dan Sungmin setelah satu murid menyebarkan tentang kehamilan Sungmin" balas Leeteuk.

Selain video, banyak juga foto-foto Kyu Min yang berada di meja itu. Hangeng dan Kangin sudah menyuruh orang kepercayaan mereka untuk mengamati Kyu Min 24 jam. Sejak dari pengusiran hingga sekarang sampai waktu yang tidak di tentukan. Berjaga dan melaporkan apa saja tentang Kyuhyun dan Sungmin.

Heechul sempat tidak percaya ketika mendengar Kyuhyun giat mencari pekerjaan. Ia berencana mencari solusi untuk Kyuhyun, tapi putranya itu berhasil mendapat pekerjaan dengan usahanya sendiri. Hah! Putranya sudah berubah.

=Figure It Out=

"Aku membencimu" seru Leeteuk pada Kangin setelah mereka duduk nyaman di dalam mobil.

"Sungmin sedang sakit Kangin-ah hiks. Kenapa kau tega mengatakan hal menyakitkan itu?" lirih Leeteuk.

"Siapa yang kau sebut Appa, Nona?"

"Maaf Nona, tapi saya tidak mempunyai seorang putri"

"Maaf Nona bisakah kau tidak mengikuti kami"

Jelas terekam bagaimana raut wajah putrinya ketika dengan tega Kangin mengatakan hal seperti itu. Ia melihat sorot kerinduan dan kesedihan dari manik putrinya.

Selama ini ia hanya mengetahui perkembangan putrinya dari orang kepercayaan suaminya. Sama seperti Sungmin, Leeteuk juga selalu melihat putrinya secara diam-diam.

Ia tahu pasti rasanya jauh dari orang tua. Tak ada kasih sayang dari seorang ibu pada putrinya yang sedang mengandung. Nasihat-nasihat, wejengan apa saja yang harus di lakukan jika akan melahirkan, bagiamana cara mengurus bayi dan hal lainnya. Leeteuk menangis, kembali membayangkan sosok putrinya yang selalu berdiri di balik pohon dengan perut yang membesar.

Bodoh. Bukankah jika begini mereka saling menyakiti satu sama lain batin wanita itu. Leeteuk ingin menghentikan semua ini tapi entah mengapa ia tidak mampu dan selalu terhanyut dengan kata-kata suaminya. Hingga sampai sekarang mereka berempat masih menjalankan rencana mereka.

"Mianhae. Aku tahu aku sudah keterlaluan" ujar Kangin membawa Leeteuk kedalam pelukannya.

"Kangin-ah" Leeteuk menunjuk Sungmin yang sedang di papah menuju mobil Eunhyuk. "Kita ikuti mereka ne. Hatiku tidak tenang" ucapnya yang di angguki oleh Kangin.

.

.

Heechul terus menatap putranya dari balik kaca mobil. Entah sejak kapan ia beralih profesi dari ibu rumah tangga menjadi mata-mata seperti ini. Sungguh kebahagian orang tua ketika melihat perubahan posistif dari anak mereka. Termasuk perubahan Kyuhyun yang membuatnya bangga. Putranya itu bekerja di tiga tempat untuk menghidupi Sungmin dan calon cucunya. Putra yang biasanya hanya mengandahkan tangan meminta uang padanya dan Hangeng.

"Seharusnya jam segini sudah waktunya pulang bukan?" ia tahu jadwal masuk dan pulang bekerja putranya.

"Kau mau kemana Kyu? Apa yang kau khawatirkan?" lirih Heechul ketika melihat Kyuhyun berlari dengan raut wajah yang cemas.

Drrt drrt

Heechul meronggoh ponselnya. Tersenyum sebentar ketika melihat id si penelpon. "Ne Hannie-yah. Aku sedan-"

"..."

Perkataannya terpotong ketika Hangeng mengatakan jika Sungmin masuk rumah sakit. Ia mengakhiri panggilan dan langsung meluncur.

"Ya Tuhan tolong selamatkan cucu dan menantuku" ucapnya dalam hati.

.

.

Kangin menunduk dalam sembari menggengam tangan mungil cucunya. Cho Sunghyun, benar cucunya Cho Sunghyun. KangTeuk dan HanCul akan masuk menemui Sunghyun tapi niat itu urung ketika dari kejauhan mereka melihat Kyuhyun yang sedang berjalan sambil menunduk.

Kangin menyesal sungguh menyesal. Ia menyalahkan dirinya sendiri karena ucapan kasarnya pada putri semata wayangnya. "Ini salahku" gumamnya ia merutuk, menangis. Ia sungguh merasa seperti orang brengsek yang mencelakakan putri dan cucunya.

Leeteuk menggengam tangan Kangin satunya, menaruh tangan besar itu pada pipinya. Mungkin dengan begitu suaminya akan sedikit tenang. "Sudahlah jangan menyalahkan dirimu sendiri Kangin-ah" Hangeng menepuk bahu sahabatnya itu.

"Kita berempat memang bersalah karena sudah mempermainkan anak-anak kita" ucap Heechul.

"Apa kita akan menghentikan semua ini?" tanya Leeteuk.

Hangeng menggeleng. "Waktunya tidak tepat. Aku tahu bagaimana watak anakku, jika kita mengatakannya sekarang percuma saja. Kita hanya perlu melanjutkannya sebentar lagi" Semuanya tampak diam mencerna perkataan Hangeng.

"Aku ingin melihat mereka" lirih Heechul memecah keheningan.

Ruang rawat inap itu sepi karena semua penghuninya sudah terlelap tidur. Kangin dan Hangeng bersandar pada daun pintu sembari melihat Leeteuk dan Heechul yang sedang menghampiri Kyu Min.

Heechul menghapus air matanya ketika membelai wajah lelah putranya. Ia mengecup lama kening Kyuhyun setelah itu mengecup kening Sungmin yang masih tidak sadarkan diri.

Sama halnya dengan Heechul. Leeteuk mengecup kening Kyuhyun. Ia menangis dalam diam melihat keadaan putrinya. "Umma mencintaimu" lirih Leeteuk pelan lalu mengecup lama kening Sungmin.

Hangeng melangkah, tersenyum tipis melihat wajah polos putranya yang tertidur. Hanya dengan usapan di pucuk kepala, Hangeng menyalurkan kasih sayangnya.

"Kenapa kau diam saja disana? Tidak merindukan putrimu?" tanya Leeteuk pada Kangin. Pria paruh baya itu diam. Ia hanya menatap wajah putri dan menantunya. Kangin menggeleng pelan. Ia merasa bersalah hingga berpikir tidak pantas untuk sekedar mencium kening Sungmin.

.

.

Deja vu. Hal seperti ini pernah Yesung dan Donghae alami sebelumnya. Duduk di hadapan KangTeuk dan HanCul. Heechul menyodorkan sebuah amplop pada YeHae. Dua pemuda itu tahu artinya apa. Yesung mengambil amplop tersebut.

"Ahjumma dan Ahjusshi sangat berterima kasih pada kalian karena selalu berada di samping Kyuhyun dan Sungmin" ujar Leeteuk.

"Kami sahabat Kyuhyun dan Sungmin. Dan kami melakukan itu bukan karena terpaksa" ucap Donghae.

"Ahjumma dan Ahjusshi tidak perlu berterima kasih seperti itu" tambah Yesung.

.

.

Kyuhyun menoleh pada kedua sahabatnya yang tersenyum lebar. Ia mengulurkan tangannya mengerluarkan sesuatu yang Donghae masukan. Sebuah amplop berwarna coklat, persis seperti waktu itu.

"Kalian yang terbaik" Kyuhyun tersenyum tipis. Namja itu merangkul dua sahabatnya mengucapkan terima kasih dalam hati. Seakan sudah terikat batin, Yesung dan Donghae bisa mendengar ucapan terima kasih dari Kyuhyun.

"Kami tahu" seru Yesung dan Donghae bersamaan.

"Beri tahu aku bagaimana kalian mempunyai uang sebanyak ini?" tanya Kyuhyun.

"Menggantikan kerja tukang kebun Ibuku"-Yesung.

"Membuat kopi untuk karyawan di perusahaan Ayahku"-Donghae.

Kyuhyun mencebikkan bibirnya. "Kalian sangat lucu dan pintar. Tapi tetap kalian yang terbaik. Gomawo nae chingu"canda Kyuhyun menanggapi jawaban asal dua sahabatnya itu.

Cup

Cup

"YAH!" teriak Yesung dan Donghae karena Kyuhyun mencium pipi mereka.

"Ini rumah sakit bukan hutan" ujar Kyuhyun tersenyum lebar tanpa dosa.

Donghae dan Yesung mengelap pipi mereka. "Sana pergi" usir Donghae. Dengan langkah ringan Kyuhyun meninggalkan dua sahabatnya itu.

Yesung melihat punggung Kyuhyun sendu. "Kau yang terbaik Kyuhyun-ah" gumam Yesung. Ia benar-benar salut pada sahabatnya itu yang masih tetap bertahan dalam keadaan terjepit seperti ini.

Donghae menyenderkan tubuhnya. "Kita seperti membohonginya" lirihnya.

Yesung menganguk mensetujui. "Benar, kita tidak bisa memberikan lebih untuknya selain terus berada di sampingnya" ucap Yesung. "Dan aku yakin, Kyuhyun bisa merasakan jika niatan kita ini tulus" sambungnya.

Ya Yesung yakin. Sepandai pandainya menyembunyikan bangkai lama kelamaan akan tercium juga bau busuknya, sama halnya dengan apa yang ia, Donghae dan kedua orang tua sahabatnya sembunyikan dari Kyuhyun dan Sungmin.

=Figure It Out=

"Hangeng-ah. Sungmin sedang menuju kemari" ujar Kangin pada sahabatnya di sebrang sana. Ia baru saja di beritahu oleh anak buahnya yang mengikuti Sungmin mengatakan jika putrinya itu sedang menuju rumah. "Aku rasa sebentar lagi Kyuhyun pun akan datang kerumahmu" tambahnya lagi.

"..."

"Apa kau yakin ini akan berhasil?"

"Kyuhyun dan Sungmin saling mencintai. Aku yakin dua anak itu tidak akan menerima persyaratan yang kita ajukan pada mereka"

"Eoh baiklah. Aku tutup telponnya. Sungmin sudah datang"

Plip

Kangin melangkah menghampiri Leeteuk di ambang pintu. "Siapa Yeobo?"

.

.

Kyuhyun berdiri dari simpuhnya dengan lemah. Ia mengeluarkan dompet tipis hitam miliknya. Lalu mengeluarkan selembar foto yang ia cetak kemarin. Memberikannya pada Heechul.

"Cucu kalian. Cho Sunghyun" lirih Kyuhyun. Pemuda itu membungkukan tubuhnya sebelum melangkah pergi tanpa mengambil uang Appanya..

Greep

"Hannie-yah" lirih Heechul ketika Hangeng memelukknya. "Hiks.. hikss.. putra kita sudah dewasa. Hiks aku ingin memeluknya dan menguatkannya, aku ingin sekali"

"Hm. Aku tahu. Tapi kita harus melakukan ini" gumam Hangeng.

.

.

"Appa~ bisakah Appa memafkan kami berdua?" tanya Sungmin memandang ayahnya.

"Tidak" tegas Kangin. Tak ada raut lembut di wajah ayahnya itu. "Kalian sudah membuatku kecewa luar biasa. Apalagi dirimu. Kau ku besarkan dengan kasih sayang dan cinta, kau aku banggakan tapi apa balasanmu padaku? Membuatku malu karena kelakuan bodohmu itu. Apa kau bisa bayangkan bagaimana kecewanya aku?"

Sungmin hanya bisa menunduk dan menangis. Sungguh tak pernah terpikir olehnya membuat kedua orang tuanya kecewa seperti ini. Ia akui ia bodoh, tolol dan apapun itu Sungmin terima.

"Aku akan memberi uang itu. Tapi ada syaratnya" Kangin menatap lekat wajah putrinya. "Kau dan putrmu tinggal disini dan tinggalkan suami mu itu"

Deg

"Appa~"

"Jangan khawatir aku akan menyayanginya dan mencintainya. Aku akan mendidiknya dan menjaganya agar tidak melakukan hal bodoh seperti dirimu" lanjut Kangin.

"Yeobo.." Leeteuk menggengam lengan suaminya.

"Diamlah" Kangin menatap Leeteuk tajam.

Namja paruh baya itu menatap putrinya. "Bagaimana?" sedak Kangin.

"Appa~" lirih Sungmin.

"Tidak usah buru-buru memberi jawaban. Kau bisa mendiskusikan terlebih dahulu dengan Cho Kyuhyun brengsek mu itu"

Kangin mengepalkan tangannya tanpa sepengetahuan Sungmin ketika melihat air mata terus saja membasahi pipi putrinya. Lagi-lagi ia berkata kejam pada Sungmin.

Sungmin berdiri dari duduknya berjalan mendekat pada KangTeuk. Ia langsung memeluk tubuh Ibunya sambil menangis. Leeteuk mencium pipi putrinya ketika Sungmin melepas pelukannya.

Sungmin memandang Kangin yang tak berniat melihatnya. "Appa izinkan aku memelukmu kali ini saja" ujarnya lirih.

Kangin diam tidak menjawab, dan Sungmin menganggap ya dari kediaman Kangin. Tanpa menunggu lama, Sungmin memeluk tubuh Ayahnya walaupun Kangin tidak membalas pelukannya. Setalah itu Sungmin berpamitan pada Kangin dan Leeteuk.

=Figure It Out=

"Aigoo.. Hannie-yah tolong ambilkan ASI Sungmin di tas ku. Baby Hyunnie lapar katanya. Benar begitu kan sayang" Heechul mencium gemas pipi Sunghyun.

Setelah Sunghyun keluar dari inkubator. Hangeng meminta pihak rumah sakit untuk menahan Sunghyun dengan alasan Kyuhyun harus melunasi biaya perawatan cucunya itu terlebih dahulu. Sebenarnya, Kyu Min bisa saja membawa pulang Sunghyun walau belum melunasi. Sekali lagi, Kyuhyun dan Sungmin masih anak kecil, sisi polos anak remaja itu masih ada.

Dan kesempatan itu di gunakan KangTeuk dan HanChul sebaik mungkin. Mereka akan membawa Sunghyun pulang kerumah Kangin setelah Kyuhyun dan Sungmin menjenguk Sunghyun dan mengembalikan cucunya sebelum Kyu Min datang kerumah sakit.

Hangeng menyerahkan ASI Sungmin yang memang di ambil dan di masukan kedalam dot untuk Sunghyun setiap menantunya itu akan pulang. Heechul menerima dot itu lalu menyusuikannya pada sang cucu.

"Chullie-ah" panggil Leeteuk.

"Hm"

"Kenapa wajah Kyuhyun penuh dengan luka memar?" tanyanya. Ia memang tahu Kyuhyun mengunjungi sebuah cafe milik sahabat menantunya itu. Tapi Leeteuk masih bingung karena mendapati Kyuhyun yang penuh luka setelah keluar dari cafe itu.

Heechul menghembuskan nafasnya lalu mulai bercerita. Tantang Changmin sahabat putranya dan kenapa wajah Kyuhyun penuh dengan luka.

.

.

Hangeng menyimpan dua amplop di atas meja. Memandang pemuda seumuran putranya yang duduk di hadapannya sekarang.

"Satu untukmu dan satu lagi kau tahu untuk apa" ujar Hangeng.

Pemuda itu mengambil satu amplop yang di peruntungkan olehnya. "Baiklah. Aku senang membantumu Ahjusshi. Kalau begitu aku permisi" pamit pemuda itu sambil tersenyum. Ia mengambil satu amplop lagi dan memasukkan kedalam tasnya.

"Apa kau yakin pemuda itu tidak akan kabur dengan membawa uang itu?" tanya Kangin.

Hangeng tersenyum. "Tempat itu, tempat di mana para anak muda kelebihan uang. Dia tidak perlu susah untuk membawa kabur uang itu. Aku yakin orang tuanya akan memberi uang sebanyak jumlah yang berada di amplop yang kita berikan padanya. Itu hanya sebagai uang saku atas bantuannya" jelas Hangeng.

"Hah! Anak muda zaman sekarang benar-benar di luar dugaan. Dan lebih parah menantuku seorang petarung ternyata" gumam Kangin membuat Hangeng terkekeh pelan.

Ya. Mirotic Cafe lantai 2 tidak bisa memasukkan orang dewasa sehingga Hangeng harus meminta bantuan seorang pemuda yang memang anggota Club itu. Hangeng tersenyum bangga, Kyuhyun putranya tidak sembarangan mencari kawan. Setelah Yesung dan Donghae yang memang setia kawan di tambah seorang Shim Changmin yang bisa membangun usaha seperti itu dengan peraturan yang memang harus di taati.

=Figure It Out=

Heechul dan Leeteuk hanya bisa menggigit bibir bawah mereka gemas melihat video-video hasil suruhan suami mereka. Video cucu pertama mereka yang sedang belajar berjalan dan juga bicara. Heechul sampai menggigit bantal ketika melihat Sunghyun tersenyum menampilan 2 gigi atas dan 2 gigi bawah.

Ucapan Hangeng yang mengatakan untuk menjalankan sandiwara ini sebentar lagi nyatanya sampai 10 bulan kemudian masih belum terbongkar atau memang tidak ada niatan untuk membongkarnya pada Sungmin dan Kyuhyun. Entah lah.

"Aku ingin menggigit pipinya. Dan nanti malam hasratku akan terpenuhi" pekik Heechul.

"Nado" balas Leeteuk.

KangTeuk dan HanCul mendapat undangan dari Eunhyuk jika gadis itu akan merayakan hari jadinya. Eunhyuk dan Ryeowook juga sudah tahu sebulan yang lalu, alasan dan apa saja yang terjadi selama ini. Dua gadis itu sempat marah pada kekasih mereka karena tidak memberitahu hal penting seperti ini.

Malam pun tiba, KangTeuk dan HanCul sudah tiba di rumah Eunhyuk sebelum Kyu Min datang. Satu persatu tamu undangan Eunhyuk mulai berdatangan. KangTeuk dan HanCul bersyukur karena Kyuhyun sibuk berbicara dengan Jungmo dan Changmin. Sedangkan Ibunya Eunhyuk membantu dengan mengacak bicara Sungmin panjang lebar.

Ryeowook dengan di temani oleh Yesung masuk kedalam rumah, tepatnya di kamar tamu rumah Eunhyuk. Disana KangTeuk dan HanChul sudah menungu.

Dan benar saja. Hasrat Heechul tersalurkan setelah Sunghyun datang. Ryeowook dan Yesung tersenyum tipis melihat Sunghyun di kerubungi oleh Haraboji dan Halmonienya.

=Figure It Out=

Bugh

Bugh

Bugh

"Kau salah mencari korban bung" desis Hangeng lalu memberi sebuah bogem kembali pada wajah pria seumurannya yang sudah berani menculik cucunya. Sedangkan satu temannya sudah tak sadarkan diri karena pukulan Kangin.

Orang suruhannya melaporkan jika ada orang aneh yang membuntuti putri dan cucunya. Hangeng menyuruh kepercayaanya untuk waspada dan tetap mengamati Sungmin dan Sunghyun. Dan benar saja apa yang di khawatirkan. Pria itu dengan berani membawa Sunghyun selagi Sungmin lengah. Pria itu dan temannya memang sudah menjadi incaran polisi karena beberapa kali tersangkut dalam kasus yang sama. Kangin sempat memuji penculik cucunya itu karena ketenangannya ketika membawa Sunghyun tanpa mendapat tatapan curiga dari para pengunjung supermarket.

Leeteuk dan Heechul tidak bisa menutup rasa cemas mereka. Dua wanita itu memaksa Hangeng dan Kangin untuk ikut dalam pengejaran. Hingga di perbatasan kota, mobil itu bisa di berhentikan.

Selagi Hangeng dan Kangin mengurus penculik itu. Heechul dan Leeteuk langsung mengamankan Sunghyun yang tengah menangis. HeeTeuk di bawa pulang oleh kepercayaan Hangeng sedangkan ia dan Kangin mengurus penculik itu ke kantor polisi.

Pihak polisi sempat akan menelpon Kyuhyun ketika penculik itu tertangkap. Hangeng meminta pihak kepolisian untuk tidak mengatakan tentang Sunghyun yang sudah aman. Jadilah alasan plat mobil palsu yang di berikan pada Kyu Min. Sempat ada penolakan dari pihak kepolisian tentang rencana itu. Tapi lagi-lagi Hangeng memberi pengertian jika ia sendiri yang akan mengatakan langsung pada putranya.

"Apa yang polisi katakan?" tanya Heechul ketika Hangeng dan Kangin masuk rumah. Sekarang mereka berada di kediaman Leeteuk.

"Begitulah. Mereka sempat menolak tapi kau tahu siapa aku bukan?" ucap Hangeng.

"Jadi Sunghyun akan bersama kita dulu?" tanya Leeteuk.

Kangin mendekat pada istrinya, merangkul pundak sempit wanita itu. "Iya. Kita gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya"

"Berapa lama?" Heechul bertanya.

"Dua hari aku rasa sudah cukup. Aku khawatir pada Minnie" ujar Kangin.

"Dimana Hunnie baby?"

"Dia sudah tidur" jawab Heechul pada suaminya.

=Figure It Out=

KangTeuk dan HanChul akan membawa Sunghyun ke spa baby sebelum memulangkan cucu mereka. Membawa Sunghyun kekantor polisi seakan-akan polisi lah yang berhasil menemukan Sunghyun. Hebat bukan.

KangTeuk dan HanChul setia menemani Sunghyun selama spa. Heechul sudah sibuk dengan ponselnya merekam tingkah lucu cucunya.

Sembari menunggu Sunghyun memakai baju, Leeteuk dan Heechul pergi ketoilet sebentar. Kangin membayar biaya spa sedangkan Hangeng mengambil tas istrinya dan Heechul hingga mereka berempat tidak mengetahui anak-anak mereka masuk kedalam menuju ruang dimana seorang pegawai yang bertugas memakaikan Sunghyun baju berada.

"Baby Hyunnie kajja kita pul-" seruan Heechul terhenti ketika ia melihat putra dan menantunya yang menggendong Sunghyun.

Sungmin dan Kyuhyun langsung melihat sosok ani, dua sosok yang terkejut melihat mereka berdua.

"Umma" panggil Kyu Min pada Ibu mereka. Benar, Kyuhyun maupun Sungmin masih mengenali sosok yang telah melahirkan mereka. Leeteuk dan Heechul masih terdiam tidak bisa berkata apa-apa.

"Kenapa berdiri saja"

"Cepat bawa Sunghyunnie dan kita pulang"

Dua sosok lagi kembali datang, dua sosok itu belum tahu situasi apa yang di hadapi oleh para istri mereka.

"Appa" dan lagi Kyu Min memanggil ayah mereka bersamaan.

Kangin dan Hangeng membeku. Mereka tahu suara siapa yang memanggil mereka tadi. Perlahan dua pria paruh baya itu melempar pandangannya pada dua sosok anak muda berbeda gender yang memanggil mereka.

"Apa yang terjadi sebenarnya" gumam Sungmin.

End of Side Story

.

.

Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan. Datanglah ke Mirotic cafe besok sore aku menunggu kalian. BERSIAPLAH MENJELASKAN SEMUANYA

Kyuhyun menutup layar ponselnya setelah mengirim pesan pada dua sahabatnya. Ia mengusap wajah lelah Sungmin yang tengah tertidur. Pandangannya teralih pada sosok mungil yang sedang menyesap ASInya yang sudah dua hari tidak ia dapat. Namja itu kembali mengusap lembut wajah mulus istrinya.

"Eunghh Kyu" lenguh Sungmin.

"Apa aku menggangumu?" tanya Kyuhyun pelan.

Sungmin tersenyum lalu menggeleng pelan. "Aku tahu kau lelah. Cha tidur lagi" Kyuhyun menurunkan tangannya dan mulai mengusap pelan punggung Sungmin.

Setelah kejadian di spa mereka langsung menuju kediaman Kangin. Sungmin syok mendengar pengakuan dari KangTeuk dan HanChul, Kyuhyun pun sempat termenung diam. Ia sungguh belum bisa mempercayai apa yang ia dengar dari mulut orang tuanya dari A sampai Z termasuk rencana perjodohan mereka sejak awal yang harus batal. Ia dan Sungmin serta Sunghyun berada di kamar Sungmin sekarang.

Tok Tok Tok

Kangin menyembulkan kepalanya setelah mengetuk pintu kamar putrinya yang sudah lama tidak di tempati. Pria paruh baya itu tersenyum tipis melihat putrinya yang tertidur membelakanginya.

"Bisa kita bicara sebentar?" ujarnya pada sang menantu.

"Hm"

Kyuhyun membenarkan letak Sunghyun yang sudah melepas payudara istrinya. Membenarkan letak dada Sungmin. Menyelimuti istri dan putranya lalu menyusul mertuanya yang sudah keluar terlebih dahulu.

"Appa juga?" kata Kyuhyun ketika mendapati Hangeng yang sudah duduk di sofa ruang tengah. Hangeng hanya tersenyum kecil. "Ada apa?" tanya Kyuhyun setelah ia duduk dihadapan ayah dan ayah mertuanya.

"Ck kau tidak sopan pada Appa dan Appa mertuamu" goda Hangeng.

Kyuhyun mengerutkan alisnya. Konyol, ia masih ingat wajah tegas dan keras ayahnya terakhir kali ketika ia meminjam uang untuk perawatan Sunhyun. Lihat lah sekarang, ayahnya itu manampilkan wajah bodoh dan cengiran lebar.

"Appa hanya ingin minta maaf atas kelakuan Appa yang tidak menyenangkanmu" ujar Kangin.

"Perlakuan yang mana? Karena kelakuan Appa yang tidak menyenangkanku banyak sekali" ucap Kyuhyun datar. Kangin dan Hangeng menganga tidak percaya.

"Aish anak ini" dengus Kangin sambil melempar bantal sofa pada Kyuhyun.

Pemuda berkulit pucat itu tersenyum tipis. "Lihat. Appa baru saja melakukan hal yang tidak menyenangkanku" seru Kyuhyun. Kangin dan Hangeng tersenyum.

Kyuhyun menghembuskan nafasnya. "Kalian berdua membuat Sungmin hampir gila karena tidak mengembalikan Sunghyun" ujar Kyuhyun.

"Kami tahu kami salah" kata Hangeng.

Hah! Entah mengapa ia dan Sungmin langsung menerima ucapan maaf dari kedua orang tua mereka karena telah mempermainkan dirinya dan Sungmin. Ia juga menyadari jika dirinya dan Sungmin memang salah dan berhak mendapatkan akibat atas perbuatan mereka.

"Kembalilah kerumah" ujar Hangeng pelan. Kyuhyun menatap ayahnya.

"Aku tidak tahu" gumam Kyuhyun.

"Maksudmu dengan tidak tahu?" tanya Kangin.

Kyuhyun berdecak sebal. Merebahkan tubuhnya kesandaran sofa sambil melipat dua tangan di depan dada. "Aku laki-laki beristri. Karena itu aku tidak bisa mengambil keputusan samau jidat sexyku sekarang" dengusnya membuat Kangin dan Hangeng tertawa.

Kyuhyun berdiri. "Bicaranya sudah bukan? Aku mau tidur" tanpa mendengar jawaban dari KangGeng Kyuhyun langsung meninggalkan dua pria paruh baya itu.

"Wah! Anakmu benar-benar sopan sekali Hangeng-ah" kagum Kangin yang berarti sebaliknya.

"Hm. Dia memang begitu" ucap Hangeng pasrah.

.

.

Sungmin mengerjapkan matanya ketika merasa pergerakan seseorang membuat ranjang yang ia tiduri bergoyang. Membuka mata, Sungmin langsung melihat punggung suaminya yang tidur membelakanginya.

"Kyu~" panggil Sungmin.

Kyuhyun menoleh dan membalikkan badannya. "Aku menggangumu lagi?" ucap Kyuhyun. Sungmin hanya tersenyum. Ia melihat jam yang terpasang di dinding kamarnya.

04.55

"Kau sudah bangun atau kau memang tidak menutup matamu sama sekali?" tanya Sungmin.

"Aku tidak bisa tidur" jawab Kyuhyun jujur. Terlalu banyak pikiran yang bersarang di otaknya.

Sungmin bangun, ia mengambil bantal menjadikanya pagar agar Sunghyun tidak berguling ke samping. Ia lalu turun dari ranjang, berjalan memutari ranjang dan duduk di samping suaminya. Kyuhyun memejamkan matanya ketika Sungmin membelai wajahnya pelan.

"Apa yang sedang kau pikirkan?"

Kyuhyun bergeser sedikit hingga terdapat ruang di sisi ranjang untuk Sungmin. Wanita itu tersenyum. Kyuhyun membimbing Sungmin berbaring, memeluk tubuhnya dan merebahkan kepala Sungmin di dadanya. Posisi sekarang adalah Kyuhyun yang berada di tengah-tengah antara Sunghyun dan Sungmin.

Kyuhyun mengusap pungung istrinya sembari melihat langit kamar berwarna pink kesukaan Sungmin.

"Appa meminta kita untuk kembali tinggal di 'rumah'" Kyuhyun mulai bicara.

"Appa-?"

"Appaku" lanjut Kyuhyun.

Sungmin menganguk mengerti. "Lalu apa yang kau katakan?"

"Aku tidak tahu" lirih Kyuhyun.

"Kau bilang Appa meminta kita untuk kembali ke rumah lalu apa jawabanmu?" tanya Sungmin lagi.

"Iya. Aku bilang aku tidak tahu" ujar Kyuhyun gemas.

"Oh. Maksudmu, jawabanmu pada Hangeng Appa tidak tahu begitu"

"Minnie~" lirih Kyuhyun.

"Hehe maaf Kyunie. Lanjutkan" Sungmin mengecup bibir Kyuhyun kilat lalu merebahkan kepalanya di dada bidang suaminya lagi.

Kyuhyun tersenyum kecil. Ia bersyukur SungminNya sudah kembali seperti semula. Tidak diam dan hanya menangis seperti kemarin. "Bagaimana menurutmu?" tanya Kyuhyun meminta pendapat pada istrinya.

"Kalau menurutmu bagaimana?" Sungmin balik bertanya.

Kyuhyun memejamkan matanya lalu mengeratkan pelukannya. "Aku sudah merasa nyaman hidup bertiga, mandiri dan penuh dengan kesederhanaan" gumam Kyuhyun. Benar, lama hidup tanpa bergantung pada orang tua membentuk sikap dan prilaku Kyuhyun berubah. Walaupun ia dan Sungmin mendapat bantuan dari kedua orang tua mereka. Hanya sebuah bantuan, selebihnya Kyuhyun dan Sungmin memang hidup mandiri bukan. Apakah kalian setuju?

"Kalau kau?" tanyanya.

"Aku ikut bersamamu" jawab Sungmin.

Kyuhyun menangkup wajah istrinya membuat Sungmin mendongak melihatnya. Pandangan mata Kyuhyun seakan mengatakan 'Aku bertanya pendapatmu bukan kesedianmu'.

Sungmin memukul pundak suaminya. "Pendapatku sama dengan (=) kesediaanku atau bisa juga, kesediaanku sama dengan (=) pendapatku" ujar Sungmin membuat suaminya pusing karena berbelit-belit.

"Maksud mu?"

"Kau belum mengerti juga?" Kyuhyun diam. "Aish kau memang bodoh" Sungmin memencet hidung bangir suaminya gemas.

"Yah! Tadi kau memukulku sekarang kau memencet hidungku lalu apa lagi yang akan kau lakukan padaku eoh?" kata Kyuhyun seperti perempuan yang teraniaya.

"Aku ingin menciummu" seru Sungmin.

"Kalau itu ehem.. boleh" jawab Kyuhyun santai tapi hatinya sudah bersorak.

"Aku maunya french kiss" ujar Sungmin.

"Dengan senang hati" Kyuhyun tersenyum lebar.

Sungmin bangun dan mendudukan dirinya di perut Kyuhyun. Ia menangkup wajah suaminya lalu mulai mendekatkan wajahnya pada Kyuhyun. Hingga..

Cup

Kedua belah bibir itu saling bertemu. Sungmin masih mendiamkan bibirnya di atas bibir Kyuhyun. Tak sabar menunggu, namja berkulit pucat itu mulai menggerakkan bibirnya terlebih dahulu.

"Huweee.. huwee.." Sunghyun menangis keras membuat bibir yang baru menempel itu harus rela terlepas.

Sungmin terkikik geli. Satu kecupan ia berikan untuk suaminya lalu beranjak. Membaringkan badannya menyamping hingga memunggungi Kyuhyun.

"Geser sedikit" kata Sungmin sambil mendorong tubuh kurus suaminya dengan pantat sexy nan bohai miliknya.

Sungmin menyodorkan nipplenya yang langsung di lahap oleh Sunghyun. Kyuhyun mengangkat tubuhnya sedikit, ia menunduk untuk ikut meraup bibir Sungmin.

"Huwee... huweee... huweee.." Sunghyun melepas nipple Ibunya lalu kembali menangis keras.

"Hyunnie tidak mau di ganggu Appa" ujar Sungmin tersenyum manis. Kyuhyun mendengus berbaring memunggungi Sungmin.

"Baby Hyunnie pelit" gerutunya.

Hei Kyu Appa. Dirimu sendiri tidak suka jika waktu berduaan dengan Sungmin di ganggu dan sekarang sifatmu itu menurun pada putramu.

.

.

.

TBC

MUAHAHAHAHAHAHAH…..

Pusing? Bingung? Blank? Ga nyangka? Apapun itu silahkan tuangkan di kotak review ne ^^

Makasih yang udah review chapter 8 kemaren..

saraaaah, LestariiSparkyuCoulds, KyuMinElfcloud, babychoi137, , dirakyu, Ega EXOkpopers, hyejeong342, Babyjoy, 1004hoteuk, .581, nova137, SuJuXOXO91, abilhikmah, choi nurul, dewi. , GerlVitamin11, ipechhpumpkins, nana455, , 137Line, Shywona489, .136, mamamiaoZumi, , HAEppy911, LiveLoveKyumin, TifyTiffanyLee, Cho MeiHwa, Lilin Sarang Kyumin, .1272, imAlfera, Thania Lee, .94, minnie kyumin, Love Kyumin 137, Pumpkins yellow, aningeko81, Yoldaspa, , 12, chojin137, 143 is 137, Nany Malina1817, ShinJiWoo920202, ratu kyuhae, .1, prfvckgyu, RithaGaemGyu137, sandrimayy88, danactebh, .7, Kikyu Cho, , , Minhyunni1318, dhinarizki, AngeLeeteuk, Lipilipi, Guest, Guest, ajid kyumin, Aey raa kms, Yaya Saya, kyukyu, Guest martia elfishyekyuminhyuk, kyuminq, fuji, hanna, anakyumin, kyumindudut, Shin, parkhyun, PaboGirl, neny, Chikyumin, dming, minnievil9ny tha, Guest, melee, tarraaaa, Gye0mindo, aslidELF, aslidELF, banana joyer, kyumin1001, zoldyk, thiafumings, Cywelf, keykyu, DIAHDEGA, TeukHaeKyu, Fety93, kimteechul, Guest, KMalways89, imSMl

SEE NEXT CHAPTER ^^ SARANGHAE ^^