ne , para readers ku yang setia menunggu chap 1-5 , aku mau melanjutkan my fic nih , saya ucapkan arigatou gonzamitsu bagi yang mereview ataupun hanya membaca fic abal ini , tanpa basa basi lagi yuk langsung tancap

story before

hn

Mystery of Sunagakure international high school

-Naruto tetap punya masashi kishamoto-

Mystery of SIHS : ekspresi Gaara

ia berlari , dan ia hanya bisa berlari , harapannya hancur sudah untuk membuat Gaara tidak sedih dan ia pasti akan membuat ibunnya sakit hati mendengarnya 'tapi... aku... aku tidak boleh menyerah , karena... hidup semua orang bergantung padaku!'pikirnya sambil terus berlari kencang tanpa memperhatikan jalan dan...

BUGH!

ia dengan sukses menabrak orang didepannya ''argh , itai!''teriaknya ''hn , gomensai''kata orang yang didepannya 'suara ini , jangan jangan...' batinnya , perlahan lahan ia melihat kedepan dan bingo! perasaannya benar , itu adalah sabaku no Gaara , partnernya

buru buru ia bangkit dan akan bergegas untuk pergi , namun Gaara telah menangkap pergelangan tangannya lebih dulu ''ada apa , hm kenapa terburu buru sekali , sophia?''tanya Gaara ''ti-tidak a-aku harus... um harus ''katanya , tanpa sepengetahuannya Gaara melihat matanya dan menemukan kebohongan "hn , jangan berbohong sophia , aku bisa melihatnya dari matamu"lalu ia menarik pergelangan tangan sophia yang membuat wajah sophia hanya beberapa centi dari wajahnya

BLUSH!

wajah sophia memerah seperti tomat begitu mendapati jaraknya wajahnya hanya beberapa centi dengan Gaara "ba-baiklah tapi jangan disini"kata sophia tersipu "hn , baiklah dimana ?"tanya Gaara "bagaimana di taman belakang gedung sekolah saja?"tanyanya "hn , baiklah"kata Gaara

terkejut , ia sangat terkejut melihat Gaara menggendongnya ala bridal style "ada apa kau menatapku begitu namikaze ?" ternyata sophia diam diam melihat Gaara dan ketahuan "ti-tidak apa-apa Gaara" katanya 'bagaimana ini , bagaimana aku harus memberitahukan padanya?' tanyanya pada dirinya sendiri

skip time

mereka kini telah sampai ke sebuah taman di belakang sekolah yang indahnya bukan main. Pelan pelan Gaara menurunkan sophia "jadi , sekarang ada apa ?"tembak Gaara langsung to the point , sophia kaget

"um uh , begini... kau masih ingat saat kita pertama bertemu ?" tanyanya , Gaara mengangguk "dan tahu kan bagaimana caranya seorang gadis terpilih menjadi ksatria?"tanyanya ragu , Gaara menganguk "dan jika sudah naik pangkat maka ia akan dicari elemen dominanya dan ramalannya bukan ? " tanyanya lagi , Gaara menganguk (lagi) "dan jika elemen dominannya a-air maka ia akan menjadi...""komandan , ya aku tahu itu "sambung Gaara "dan saat ia menjadi ko-komandan maka ia dan partenrnya harus menerima bahwa ia harus ma-mati bukan?"katanya , suaranya bergetar menahan isak pada kata komandan , mati dan air. Gaara telah mencium adanya sesuatu yang tidak beres disini "hn , kenapa kau menanyakan hal itu , sudahlah langsung saja"keputusan yang salah Gaara , salah , salah , salah! "a-aku hiks... a-adalah hiks... ksatria lautan hiks... da-dan kau hiks... adalah pa-partnerku hiks... hiks... gomen Gaara"ujarnya sambil terisak

kaget , terkejut , sedih , marah ,terpukul. Ya itulah perasaan yang tengah dirasakaan seorang sabaku no Gaara sekarang. Dicobanya untuk mencari kebohongan dalam mata gadis itu , tapi hasilnya? nihil! ''jangan bercanda sophia! ini tidak lucu sama sekali!''katanya sedikit membentak ''a-aku tidak berbohong hiks... i-itu benar hiks... aku melihatnya sendiri hiks...hiks...hhhhhuuuuuaaaaa Gaara''kata sophia menangis lebih kencang dan memeluk Gaara.

sesungguhnya ia ingin menanyakan kejadiannya yang sesungguhnya pada gadis itu , 'tapi kalau keadaannya begini ia bisa menangis lebih kencang jadi dia harus bisa lebih tenang dulu barulah aku akan bertanya padanya'batinnya

"hiks...hiks... Gaara maaf hiks... membuatmu sedih hiks...hiks... aku memang tidak berguna hiks...hiks..."kata sophia sambil mempererat pelukannya "jangan bilang seperti itu , kau memang perempuan yang sering dianggap tidak berguna dan lemah , tapi itu bukan kau. Kaulah yang pertama kali membuat aku mengangap perempuan itu bukanlah orang tak berguna , kaulah yang membuat aku yakin pada legenda gadis terpilih , dan kau jugalah orang yang pertama kali membuat aku merasakkan yang namanya jatuh cinta. jika ada yang bertanya siapa yang membuatku berbeda , maka kaulah orangnya sophia"kata Gaara menampilkan senyum yang jarang sekali ia tunjukkan sambil mengusap kepala sang gadis, sophia mengangguk

"sekarang beritahu aku bagaimana kejadian itu , secara detail "kata Gaara serius "ba-baiklah"kata sophia

flashback

"masuklah , aku sudah menunggumu"kata suara diruangan tersebut "ha-ha'i"jawabnya pelan

perlahan ia pun masuk ke tempat itu . tapi disana hanya ada seekor kucing yang sedang terduduk bosan disana , tapi yanga aneh dari kucing itu adalah bulunya membara seperti api dan berwarna biru , juga ekornya terbagi menjadi 2 bagian "haah , kau lama sekali " dan yang terakhir dia bisa bicara! "siapa kau dan untuk apa kau ke sini ?" tanyanya bingung "namaku nibi no nekomata , aku kesini karena diutus miroku-sama untuk mengantarmu ke tempatnya" jelas nibi "baiklah , nibi-chan namaku namikaze sophia , bisakah kau tunjukkan jalanya "kata sophia "hey! aku laki laki! tapi baiklah , karena ini perintah aku memaafkanmu , kalau tidak aku pasti sudah membunuhmu 5 detik yang lalu"kata nibi dengan aura seram "ba-baiklah"kata sophia merinding "ayo , ikut aku "kata nibi masih DAS (dengan aura seram) "ha-ha'i"kata sophia masih merinding 'imut-imut , tapi menyeramkan , hii'batinya

skip time

tiba -tiba saat perjalanan, nibi berhenti "ada apa nibi ?"tanyanya "kita sampai"kata nibi singkat "apa kau tidak ikut masuk nibi?"tanyanya"tidak tugasku hanya mengantarmu saja , oh ya aku harus pergi sekarang ,jaa"kata nibi langsung menghilang , sophia cengok

"dasar kucing aneh "gerutunya sebelum masuk ke sebuah pintu tua berlambang ying dan yang tersebut. sesampainya didalam sophia langsung dikelilingi oleh lima buah meja yang diatasnya mengambang kelima elemen.

"selamat datang namikaze-san "kata seorang wanita berambut coklat yang entah-berantah datang darimana "miroku-sama"kata sophia sambil memberi hormat ala ksatria "berdirilah" perintah miroku , sophia pun berdiri "selamat datang ketempatku namikaze-san..."miroku tidak meneruskannya karena telah dipotong sophia"gomensai atas kelancangan saya , tapi bolehkah saya bertanya?"putusnya "apa itu?"tanya miroku "untuk apa meja-meja ini?"tanyanya serius "aku baru ingin memberitahukannya padamu , meja-meja ini untuk mencari elemen dominanmu dan kalau sudah ketemu , ia akan menujukkan ramalanmu"ujar miroku "bagaimana caranya aku tahu ? kalau memilih beresiko kan?"tanyanya

"bukan kau yang memilih mereka , tapi mereka yg memilihmu " ujar miroku "caranya?"tanyanya lagi "kau akan mengetahuinya"katanya sambi keluar tempat itu , tiba-tiba kelima elemen itu pergi dari mejanya dan mulai mengintari sophia perlahan lahan sampai akhirnya sangat cepat.

kecepatanya terus bertambah sampai akhirnya satu persatu elemen kembali ke mejanya masing - masing kecuali air , yang berarti ia adalah ksatria lautan , lalu setelah itu sophia berjalan ke meja air dan ia melihat di dalam air itu terlihat ia sedang dipeluk dan ditangisi oleh Gaara , keluarganya , tsunade , jiraya , dan pasukan yang lain juga seluruh warga konoha-suna-iwa-kiri

and flashback

"setelah itu aku keluar dari sana dengan perasaan hancur dan kecewa hiks..." kata sophia mengakhiri ceritanya "jadi begitu" kata Gaara mengelus kepala sang gadis "ya hiks..."kata sophia masih terisak "aku akan melindungimu , walau tak bisa membuatmu tetap hidup ,tapi akan aku buat sedikit lebih lama " kata Gaara tersenyum dan membuat sophia kembali tersipu "a-arigatou Gaara " kata sophia malu-malu

"sophia , apa kau mau menjadi pacarku?"tanya Gaara yang membuat sophia sangat terkejut "ka-kau serius Gaara?"tanyanya ragu , Gaara mengangguk mantap "mau ku buktikan?" kata Gaara menggoda "umm...um... hmmppp" dan belum sempat sophia menjawab , Gaara telah mengecup bibir mungilnya "itu buktiku"kata Gaara tersenyum .

tunggu chap depannya , para ksatria akan berkumpul !

bersambung

fiuh *lap keringat* akhirnya bisa bikin juga chap 6 , aku harus berterimakasih sama kakak panitia , karena kalau nggak ini chap ga bakal kelar ampe bulan depan , nah aku bikin flashback supaya pada tau semuanya apa yg terjadi waktu tuh pemilihan elemen , please review ya *kebo eyes no jutsu* kritik , pertanyaan , pujian juga boleh *maunya*yang penting reviewwwwwwwwwwwwww *dilempar benda random*