Hallo readers bertemu lagi dengan blue! si author cantik yang kece , baik hati , unyu unyu , rajin menabung serta alim ini *terdengar suara orang muntah muntah disini* ingin membawakan sebuah chapter untuk para senpai dan readers yang berultah di bulan maret . didasari oleh ketidak adanya kerjaan author *readers sweatdroped*. wokeh yuk langsung baca aja
Story before
Jadi ga salah dong kalau Gaara sangat overprotective sama sophia?
Mystery of Sunagakure international high school
-Naruto tetap punya masashi kishamoto-
Mystery of SIHS : awal dari perang besar
Seluruh peserta pun mulai memasuki bus, namun tidak dengan para elemental... ke-5 kepala sekolah untuk masuk terakhir (dan ini juga berlaku bagi para partner...)
"Ada apa tsunade-sama?" tanya shion. Pengganti tsunaede
"Baiklah. Jadi begini kami mendapatkan informasi bahwa madara uchiha akan segera bangkit dalam beberapa hari lagi dan dia telah mempersiapkan sebuah awan hitam yang sangat berbahaya."Ujar tsunade
"Memang nya kenapa ia disebut berbahaya tsunade sama?"Kini karin, sang penerus kurshina bertanya
"karena awan ini tak hanya akan menyelubungi bumi, namun ia akan menyerang semua orang dengan elemen petir kegelapan yang cukup untuk menghancurkan sebuah gunung besar. Kalian bisa bayangkan jika ada seseorang yang terkena serangan tersebut"
seluruh elemental terkejut bukan main. Itu artinya sebentar lagi mereka akan menemui nya... sebuah perang besar yang akan menentukannya... sebuah akhir. Apakah sang namikaze merupakan Gadis dalam ramalan atau bukan dan semua yang harus bertahan adalah seorang yang memang harus di isi oleh kemenangan yang gemilang bagi para manusia maupun para elemental
"Jadi... sudah saatnya ya?" semua mata kini tertuju pada sang namikaze bungsu
"Maksudmu apa sophia?" tanya sang ibu
"Iya, dari dahulu di saat aku mengetahui kaa-san adalah seorang ksatria gunung berapi aku selalu berusaha mengetahui seperti apa madara uchiha itu dan aku selalu ingin melihatnya secara langsung, dan kini dengan aku menjadi seorang komandan aku tak hanya aku akan melihatnya secara langsung, tapi aku akan bertarung dengannya. Ini merupakan hal yang ku tunggu sejak dulu kaa-san"Gadis itu tersenyum
"Ini bukanlah hal yang dapat di anggap main main sophia! kau tahu seberapa kuat madara itu kan?! Dan kaa-san juga tak pernah ingin kehilanganmu! Bagaimana nanti ibu dapat menjelaskan pada ke-2 kakakmu jika kau mati?!" Kurshina membentak anak bungsunya tersebut
"Kaa-san... ini bukanlah soal aku akan mati atau pun kekuatan madara yang sangat besar, namun ini adalah tentang pengorbanan... tentang pengorbanan dari seluruh komandan sebelum aku... aku ingin... aku ingin hanya aku dan harus aku yang menjadi orang terakhir yang berkorban demi dunia ini... aku ingin komandan lain setelah ku tak perlu meregang nyawa demi memperbaiki apa yang menjadi kegagalanku. Cukup aku saja yang menjadi orang terakhir yang harus berkorban kaa-san, kumohon"Kurshina melebarkan matanya mendengar hal itu. bukan apa apa, hanya saja pernyataan itu sama seperti yang dikatakan mei saat sebelum perang dimulai
flashback
"Mei, hati hati..." ujar kurshina menepuk pundak temannya itu
"Ya, aku ingin... aku ingin hanya aku dan harus aku yang menjadi orang terakhir yang berkorban demi dunia ini... aku ingin komandan lain setelah ku tak perlu meregang nyawa demi memperbaiki apa yang menjadi kegagalanku. Cukup aku saja yang menjadi orang terakhir yang harus berkorban" ujar mei tersenyum lima jari
And flashback
"Baiklah ayo kita masuk"Tsunade memecah keheningan
"Ayo!" teriak para partner (- Gaara) dan 4 buah sandal pun mendarat di kepala mereka
"DASAR COWOK PADA NGGAK PEKA!" tereak deidara yang barusan dicolong di masjid sebelah. seketika para partner (- Gaara) langsung pundung dan bersiap gantung diri di pohon toge -?-
"Sudah sudah, ayo masuk"Ujar sophia menengahi kekacauan itu
Hari ini mereka dalam perjalanan pulang ke desa masing masing semuanya sangat lelah, terlebih para elemental. Kini mereka dapat bersantai karena bus yang mereka tumpangi kini melaju dengan kecepatan yang normal normal saja
'Ckiit'
Bus pun berhenti dikarenakan sebuah kemacetan cukup panjang di depan
"Ada apa ini?"Tanya tsunade kepada sang sopir bus
"Sepertinya ada kecelakaan di depan sana"Jawab sang sopir
"Kecelakaan?"Beo tsunade
'Jgeer'
Suara petir pun menggelegar disertai oleh munculnya sebuah awan hitam pekat yang datang entah dari mana
"Gaara, lihat itu" sophia menunjuk awan hitam pekat itu
"Apa kau pikir itu adalah awan yang dibicarakan tsunade sama?"
Bahkan sebelum sophia menjawabnya, awan itu mengeluarkan petir yang sangat kuat dan menghancurkan sebuah mobil di sebelah kanan bus itu
"Baiklah, kau tak perlu menjawabnya. Sekarang yang harus kita lakukan adalah mencegah yang lain turun dari bus ini. Bisa berbahaya kalau mereka turun dan terkena petir itu" tsunade mengunci pintu itu dengan genkai miliknya 'Ternyata kau bangkit lebih cepat dari perkiraan ku madara...' batin tsunade
Genkai!
teriak tsunade mengunci pintu bus
'Jgeer'
Dua mobil lagi yang hancur karena terkena petir itu
'Jgeer'
Tak tanggung tanggung, kali ini sepuluh (karena satu sekolah 2 bus gede) petir sekaligus menyerang mobil bus yang kini para elemental tumpangi. Mereka tak bisa bergerak dikarenakan kini mereka berada di tengah kemacetan yang sama sekali tidak bergerak.
Para murid beserta supirnya pun pasrah dan hanya berharap semoga mereka bisa selamat dari petir petir itu...
GENKAI!
Kelima ksatria elemen itu pun dengan sigap memasang genkai untuk melindungi mobil bus yang mereka tumpangi
"Fiuh... bagus sophia, tadi itu nyaris saja"Tsunade terduduk lega di kursinya
"Umm, tsunade sama? Aku tidak menjamin ini benar benar aman... dan belum lagi ini benar benar sangat melelahkan dan aku juga tidak menjamin ini akan bertahan lama"Sophia nyengir tak bersalah
"Apa?! Aduh... kenapa kau tidak bilang sophia?! ya sudah sini aku ban- ouch"Tsunade mengaduh karena saat ia akan menolong sophia ia terkena arus listrik 'oh iya dia kan ber-elemental air, tentu saja ia akan membuat petir itu melindunginya' baru kali ini tsunade merasa bego sendiri
"A... aduh, aku tidak bisa menahannya lagi!" dan Seketika itu juga genkai sophia lenyap, namun ajaib nya petir itu menghilang, dan digantikan dengan sebuah suara menggelegar
'Untuk para ksatria elemen dengan ini aku, madara uchiha mengumumkan perang dunia kepada kalian' seketika awan yang menyelubungi wilayah itu lenyap
Chap depan adalah saat perang dan semua pertarungan yang ditunggu
TBC
Ini dia chap awal dari peperangan itu... tolong baca dan reviewnya di banyakin ya! Arigatou
