Title : Waiting for Your Heart

.

.

Cast : Lee Sungmin (namja)

Cho Kyuhyun (namja)

Lee Hyukjae a.k.a Eunhyuk

Lee Donghae (Cuma nama)

.

.

Genre : Romance/hurt/comfort, YAOI

Rate : T+

Warning : Aneh, gaje, alur yang kecepetan, Typo(s), pasaran, mengandung NC di salah satu bagian...so...if u don't like it...just don't read it...okay...! no bash, for everything!

.

.

SUMMARY

Jika melepasmu dapat membuatmu bahagia, maka aku akan melakukannya. Dirimu adalah segalanya bagiku, jadi berhentilah berpura-pura mencintaiku jika hatimu berkata tidak.

.

.

DISCLAIMER

Semua tokoh dalam fict ini punya Tuhan YME dan orang tuanya masing-masing. Ide cerita murni milik author. Min oppa only punyaku ^^.

#disumpalKyupilpakekaoskakiHyukkie

.

NO COPAS

.

DON'T LIKE, DON'T READ

.

.

.

.

^^HAPPY READING ^^

.

.

.

Previous Chapter

.

"Apa yang harus kulakukan padamu...Ming?"

.

.

Suara Kyuhyun yang sarat akan kesedihan itu kini seperti sebuah pukulan telak di hatiku.

'Sebegitu menderitanyakah kau, Kyu?'

.

.

.

Setelah itu aku mendengar deru nafas teratur dari tubuh tinggi di belakangku. Sepertinya Kyuhyun sudah tertidur pulas. Aku langsung membalikkan tubuhku menghadapnya. Sinar bulan yang lembut membuatku kini samar-samar dapat melihat wajah tampannya. Wajah yang membuatku tergila-gila 2 tahun yang lalu yang mungkin nantinya akan sangat kurindukan.

.

.

.

.

"Jika melepasmu adalah kebahagiaanmu, maka kau akan melakukannya, Kyu...karena aku...mencintaimu." lirihku di telinganya sebelum aku mendekatkan wajahku pada wajahnya dan mengecup lembut bibir tebal itu sekilas.

Chu~

"Jeongmal saranghaeyo, Cho Kyuhyun."

.

.

"Jaljayo...Kyunnie..."

.

.

Waiting for Your Heart

Chapter 2

.

.

.

AUTHOR POV

Hari ini, tepat 2 tahun umur pernikahan Kyuhyun dan Sungmin. Disaat pasutri yang lain biasanya mempersiapkan rangkaian acara yang romantis yang akan di persembahkan pada pasangan masing-masing, lain halnya dengan Lee Sungmin, sang Nyonya Cho.

Saat ini di sebuah meja cafe duduklah 2 orang namja manis yang kini tampak khusyuk memerhatikan sebuah amplop besar berwarna coklat yang tergeletak tak berdaya di tengah-tengah meja bulat itu. Kedua namja itu, Sungmin dan Eunhyuk kini sedang berada di salah satu cafe eskrim yang tak jauh dari kampus mereka.

"Kau yakin akan melakukan semua ini Hyung?" tanya Eunhyuk dengan menatap Sungmin tajam.

"Ne...aku menyerah, Hyukkie-ah. Semakin aku mencintainya, perasaan ini akan semakin membebaninya. Aku ingin dia bahagia dengan kekasihnya daripada menderita bersamaku." Jawab Sungmin hampir terdengar seperti gumaman. Tangannya sedari tadi mengaduk-aduk eskrim Strawberry coklat susunya yang tampak belum tersentuh sedikitpun.

"Tak bisakah kau mencobanya lagi, Hyung? Kumohon...berusahalah sedikit lagi...aku yakin kau bahagia bersamanya." Ucap Hyukkie berusaha meluluhkan benteng beton yang mulai di bangun Sungmin dalam hatinya untuk sang suami.

"Aku memang bahagia bersamanya, tapi dia tidak bahagia bersamaku, Hyuk." Jawab Sungmin dengan suara sedikit bergetar. Eunhyuk tahu, Hyung manisnya kini tengah menahan tangis namun, dia tak ingin nantinya Sungmin menyesal. Cho Kyuhyun adalah satu-satunya kebahagiaan sejati Sungmin. Apa jadinya Sungmin jika Kyuhyun tak ada lagi di sisinya?

"Pikirkanlah lagi Hyung, jangan terburu-buru." Eunhyuk mulai memelas.

Namja blonde itu akhirnya menghela nafas kalah setelah melihat Sungmin menggelengkan kepalanya dengan penuh keyakinan.

"Cukup, Hyuk-ah. Aku sudah tak sanggup lagi...aku menyerah. Dan aku akan menyerahkan surat ini padanya langsung nanti malam. Kuharap dia menerima keputusanku." Lirih Sungmin sambil mengelus pelan bulatan emas putih bertuliskan nama Kyuhyun yang melingkar kokoh di jari manisnya - cincin pernikahannya dengan Kyuhyun.

"Aku mendukung apapun keputusanmu Hyung, namun jika aku boleh memberi saran padamu untuk yang terakhir, aku harap kau jangan melakukan ini. Ini hal yang salah, Hyung."

"Ne, gomawo Hyukkie-ah...aku harap dia dapat berbahagia setelah aku melakukan ini. Seharusnya aku melakukannya sejak dulu." Sungmin tampak tersenyum getir. Kedua tangannya kini memegang amplop coklat itu dengan erat. Manik rubah itu mulai berkaca-kaca. Eunhyuk yang melihat hal itu segera menghampiri Sungmin dan duduk di sebelah namja aegyo itu.

"Uljima, hyung...uljima...kuatkan hatimu. Mulai sekarang kau harus terbiasa tanpanya, jika kau memang serius berpisah dengannya. Kau harus tegarkan dirimu. Masih ada aku dan Hae hyung di sini. Aku akan selalu bersamamu." Lirih Eunhyuk di telinga Sungmin. Kedua tangannya kini mendekap penuh tubuh mungil itu yang kini mulai bergetar hebat dan suara isakan pilu mulai meluncur dari bibir shape M nya disertai dengan air mata yang jatuh ke bahu Eunhyuk. Eunhyuk pun ikut menangis. Jauh di dalam lubuk hatinya dia merasa sangat sakit melihat hyung yang paling di sayanginya bisa hidup menderita seperti ini tapi apa yang bisa dia lakukan? Dia tak berhak untuk ikut campur masalah pribadi Sungmin.

Menurut kalian, Istri mana yang tak bersedih dan kecewa jika sang suami tak kunjung 'menyentuhnya'? Jangankan 'menyentuh' bahkan disapa-pun tak pernah.

Menyakitkan...? Sungguh !

"Uljima hyung...hiks...uljima..." Eunhyuk terus mengusap lembut punggung Sungmin yang masih terisak kuat di lehernya. Keduanya terus menangis tanpa mempedulikan para pengunjung cafe yang tampak risih dengan ulah mereka, namun ada juga beberapa orang yang ikut menangis karena melihat air mata pilu keduanya.

AUTHOR POV END

.

.

.

SUNGMIN POV

"Aku harus melakukannya. Kau harus bisa Lee Sungmin. Tegarkan hatimu. Kuatlah. Demi kebahagiaannya. Malam ini kau harus mengakhirinya." Aku terus berusaha menguatkan hatiku dengan bermonolog sendiri. Sudah lebih dari 1 jam aku terus menegarkan diri. Aku harus mengakhirinya. Demi kebahagiaan Kyuhyun.

.

.

.

"Sudah hampir tengah malam. Apa Kyuhyun tak pulang? Biasanya dia pulang sekitar jam ini." aku melangkah keruang depan dan segera menyibak tirai jendela, berharap orang yang kutunggu sedari tadi pulang, namun nihil.

.

.

.

Aku terus menatap keluar jendela. Tiba-tiba saja sekelebat bayangan masa lalu pertemuan antara aku dan Kyuhyun tampak berputar di kepalaku. Bahkan aku merasa dapat melihat diriku sendiri yang tampak sangat bahagia saat itu. Aku bisa melihat aku yang merona ketika ditatap Kyuhyun. Aku melihat diriku yang selalu mengekor di belakang Kyuhyun kemanapun dia pergi bahkan aku yang menangis sendirian di kamar karena bahagia akan menikah dengan Kyuhyun.

'Tes'

Sebutir air mata kini jatuh ke pipiku. Sontak aku langsung tersadar dari lamunanku dan segera menghapus kasar bekas air mata itu.

"Kau harus kuat, Min. Yakinlah kau juga bisa bahagia tanpanya. Kau harus bisa Minnie...hiks...kau harus bisa...dia menderita bersamamu...jangan egois...kumohon airmataku...jangan turun lagi...kau harus bisa...kau pasti bisa LEE SUNGMIIIIINNN!"

Aku terus bermonolog dan berteriak kencang untuk memantapkan hatiku. Sungguh aku sangat rapuh sekarang. Membayangkan aku tak bisa lagi berada di sisinya membuat satu lubang besar yang menganga di hatiku dan sakit itu makin bertambah di setiap detik aku menunggu kepulangannya-orang yang kucintai.

'ssrrttt...brrmmm'

Suara kerikil yang bergesekan dan bunyi mesin tiba-tiba menerobos gendang telingaku, membuatku cepat-cepat menutup tirai jendela itu dan menghapus air mataku.

'Kyuhyun pulang'

Aku segera memposisikan diriku di sofa ruang tengah rumah kami yang besok akan segera kutinggalkan. Ya, aku bermaksud keluar dari rumah ini dan pulang kerumah orang tuaku. Sebisa mungkin aku akan menjelaskan pada orang tuaku dan juga orang tua Kyuhyun perihal keputusanku ini. Dan setelahnya aku akan pindah ke Kanada, melanjutkan kuliah di sana.

.

.

SUNGMIN POV END

.

.

.

AUTHOR POV

.

Kyuhyun melangkah gontai memasuki rumahnya. Tanpa mengucapkan salam apapun dia segera melangkah kedalam ruangan yang sangat mewah itu. Obsidian beningnya mendadak membulat ketika sampai di ruang tengah dia mendapati Sungmin sedang duduk sambil menatap lekat amplop coklat di tangannya.

Kyuhyun sempat berhenti, namun kemudian dia kembali melanjutkan langkahnya menuju lantai 2 -kamar mereka.

"Kyu, bisakah luangkan waktumu sebentar? Aku harus bicara." Ucap Sungmin datar.

Kyuhyun yang telah berada di ujung tangga segera berbalik dan menatap Sungmin yang kini masih menatap amplop di tangannya dengan pandangan yang kosong.

"Bicaralah, Ming. Cepat. Aku ingin segera tidur. Aku lelah sekali." Ujar Kyuhyun sambil melonggarkan dasinya dan melepas jasnya. Kyuhyun melangkah ke sofa tempat Sungmin duduk, kemudian menaruh jas dan tas kerjanya di sofa itu sementara dirinya berdiri di belakang sofa yang ada di depan Sungmin.

"Bicaralah" ulang Kyuhyun ketika respon Sungmin hanya diam.

.

.

.

.

"Aku ingin kita bercerai Kyu." Sungmin berkata dengan tegas. Manik foxynya kini menatap lekat obsidian Kyuhyun.

"M-mwo?"

"Aku ingin bercerai...aku sudah menandatangani dokumen ini. Tinggal mengisi tanda tanganmu dan kita resmi bercerai. Aku besok akan keluar dari rumah ini. Masalah orang tua kita biar aku saja yang menyelesaikannya." Sungmin berkata panjang lebar sambil menahan tumpahan air mata yang kini menggenang di pelupuk matanya. Jemari mungilnya mulai menyodorkan seberkas dokumen pada Kyuhyun yang masih berdiri menatap lekat padanya meminta penjelasan atas aksinya barusan.

"Wae? Mengapa kau tiba-tiba ingin bercerai dariku?" tanya Kyuhyun yang kini menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya. Dia sama sekali tak menghiraukan beberapa kertas putih yang disodorkan Sungmin padanya.

Hening...entah sampai beberapa menit tak ada yang berusaha mencairkan keheningan yang terjadi diantara mereka.

Setelah lama dalam kesunyian, Sungmin kini berdiri dari tempat duduknya. Sebelah tangannya masih memegang surat perceraian mereka.

"Jangan memaksakan diri, Kyu. Jika tidak mencintaiku, kau sebenarnya bisa menolak perjodohan ini dan kita tidak akan menikah. Kau bahkan bisa memakiku jika memang aku telah membuatmu menderita...jangan bersikap seperti ini, Kyu. Kau membuatku memupuk berbagai harapan yang terlintas di benakku dan kau juga...membuatku sakit." Sungmin menunduk. Kedua tangannya terkepal menahan tangis yang mulai keluar.

"Min..."

"Aku mencintaimu Kyu...sangat mencintaimu. Aku sangat berharap kau juga mencintaiku. Melihat perlakuanmu padaku saat itu aku sempat berpikiran kau juga mencintaiku walau kau tidak mengatakannya namun aku yakin perasaanku terbalas. Tapi...setelah hampir 2 tahun ini aku baru sadar, ternyata dugaanku salah. Aku bodoh. Aku telah membuatmu terlibat masalah yang membuatmu jadi membenciku..."

"Min..."

"Maki aku Kyu,,,hina aku...tampar aku jika kau merasa aku sudah tidak tahu diri. Jangan mengacuhkanku seperti ini. Sakit Kyu...Sakit. Aku istrimu, tapi aku tak pernah bisa memegang hatimu...kau terlalu jauh...dan aku tahu itu..." Sungmin kini terisak pelan...namja manis itu sudah tak mampu lagi menahan air matanya. Dadanya sakit. Sangat nyeri. Seolah-olah ada ribuan jarum tak kasat mata yang bersemayam di setiap sisi jantungnya. Sesak.

"Min..."

"Aku sangat menyayangimu...sejak pertama kali melihatmu di selembar foto aku sudah merasakan perasaan ini. Perasaan sayang yang begitu membuncah meluap-luap dalam dadaku. Sejak saat itu aku terus menjanjikan pada diriku sendiri, aku harus membahagiakanmu...apapun caranya. Kebahagiaanmu adalah segalanya untukku. Dulu kurasa aku adalah orang yang mampu membuatmu bahagia, tapi ternyata...aku malah membuatmu menderita...aku tak ingin lagi kau berpura-pura di depanku, Kyu. Cukup!...Jalan hidupmu bukan bersamaku...

".."

"Dan aku tahu...'dia' bisa membuatmu bahagia,...jadi, mari kita berpisah..."

Sungmin terus berusaha tegar mengatakan kata demi kata ungkapan hatinya pada namja yang kini tengah mematung di depannya. Air mata sudah menganak sungai di mata Sungmin yang kini mulai terlihat bengkak.

.

.

"A-aku taruh suratnya di sini...kau bisa menandatanganinya kapanpun kau mau...lebih cepat lebih baik." Ujar Sungmin sambil melangkah pergi meninggalkan Kyuhyun yang kini diam tak bergerak.

"Oh iya, aku sudah mengemasi barang-barangku...mulai besok aku akan keluar dari rumah ini...aku akan pulang ke Ilsan. Malam ini, aku akan menginap di rumah Hyukkie...barang-barangku juga sudah di sana. Besok pagi-pagi aku berangkat."

".."

.

.

"Hiks...hiks...j-jaga k-ke-kesehatanmu, Kyu...hiks...terimakasih telah bersabar untukku. Terimakasih telah banyak berkorban demi ego-ku...sa-saranghae..."

Sungmin segera melangkah menuju pintu depan rumah mereka. Air matanya kian turun dengan derasnya. Bahkan kini isakan itu terdengar sangat pilu. Ada perasaan lega yang menggelayut dalam hatinya namun juga ada rasa nyeri yang teramat sangat.

.

.

'Berakhir sudah...semoga kau bahagia...Kyunnie'

.

.

.

.

'Grepp'

.

.

Baru Sungmin akan meraih handle pintu, sepasang lengan kokoh kini menarik pinggangnya membuat Sungmin terhuyung kembali kebelakang. Belum sempat Sungmin mencerna apa yang terjadi, sosok pemilik lengan kokoh itu kini membalikkan tubuh Sungmin dan mendekap erat namja mungil itu.

"Jangan pergi...jangan pergi..."

.

.

AUTHOR POV END

.

.

.

SUNGMIN POV

.

Aku berjalan secepatnya menuju pintu depan, aku ingin segera menangis sejadi-jadinya di pelukan Hyukkie...

.

.

'Berakhir sudah...semoga kau bahagia...Kyunnie'.

.

.

Air mataku makin turun dengan deras saat aku membayangkan esok hari aku sudah tidak bisa lagi berada di sisinya, bahkan untuk sekedar melihat wajah damainya saat tertidur di sebelahku...

Aku sangat mencintainya! Tapi aku tak mau egois lagi, cukup sudah dia bersabar menderita bersamaku...aku harus mengembalikan kebahagiaannya.

.

.

'Grepp'

.

.

Baru saja jemariku akan menyentuh handle pintu, kurasakan kini pinggangku tertarik kebelakang. Sepasang lengan kokoh melingkar di perutku dan menariknya, membuatku terhuyung kebelakang.

"Jangan pergi...jangan pergi..."

.

.

.

Suara bass yang begitu familiar kini terdengar lirih di telingaku. Aku hendak membalikkan tubuhku namun lengan kokoh itu lebih dulu bertindak dan merengkuh tubuhku.

.

.

"Jangan tinggalkan aku, Sungmin-ah...tetaplah disini..."

Aku masih sibuk mencerna apa yang terjadi...otakku seketika berfungsi lamban. Setelah beberapa detik aku baru menyadari bahwa Kyuhyun kini tengah memeluk erat tubuhku.

"Jangan tinggalkan aku...Ming..." Suara yang sangat kuagungkan itu kini terdengar bergetar. Dan aku baru sadar jika kini...bahuku basah...

.

Eh? Basah?

.

.

Kyuhyun terus memelukku entah berapa lama. Setiap aku terisak dia semakin mengeratkan pelukannya di tubuhku, dan ketika aku bergerak ingin melepaskan pelukan itu dia malah menekan belakang kepalaku agar aku terus menempel di dadanya.

.

"Kyu...hiks...kau kenapa, hiks...? Apa kau menangis, Kyu? Mianhae, Kyu ...hiks...hiks...mianhae..."

".."

Tak ada jawaban apapun dari Kyuhyun. Hanya pelukannya yang semakin mengerat.

.

.

.

"Saranghaeyo, Lee Sungmin..."

.

.

.

SUNGMIN POV END

.

.

.

AUTHOR POV

"Saranghaeyo, Lee Sungmin..." Kyu berkata sambil terus memeluk Sungmin.

Sungmin sangat kaget ketika mendengar kalimat sakral itu kini terucap dari mulut Kyuhyun. Kalimat yang dari dulu sangat ingin didengarnya dari namja tampan itu...

"Apa maksudmu, Kyu...kumohon...jangan membuatku kembali berharap...hiks...jangan membuat harapan palsu padaku...hiks..." Tubuh mungil Sungmin semakin bergetar, apalagi kini dia merasakan sesuatu yang lunak dan basah menempel di lehernya.

"Saranghaeyo, jeongmal saranghaeyo...aku mencintaimu Lee Sungmin."

"Kyu...berhentilah berpura-pura...kau akan semakin sakit nanti...jangan bertingkah seolah-olah kau mencintaiku padahal aku sama sekali tidak ada dalam hatimu..." Sungmin masih tidak percaya dengan apa yang didengarnya.

.

.

"Kau...kau tahu apa tentang hatiku, eoh? Jangan bertingkah seolah-olah disini kaulah yang mengerti semuanya! Apa kau masih tidak mengerti? Aku mencintaimu, Ming!"

Kyuhyun meradang...dia memaksa Sungmin menatap matanya lekat-lekat...kedua tangannya mencengkeram bahu Sungmin dengan kuat membuat Sungmin sedikit meringis sakit.

"Mengapa? Mengapa kau baru mengatakannya sekarang, Kyu? Mengapa kau selalu mengabaikanku selama 2 tahun ini? hiks...kenapa? Apa salahku padamu? Hiks...Jika iya, kau tinggal marah padaku! Aku sedih jika kau terus seperti ini Kyu...hiks...aku seperti istri yang tidak berguna...hiks...aku seper-hmmmpfft-..."

Racauan Sungmin seketika berhenti saat benda lunak dan basah yang tadi sempat menempel di lehernya kini tengah mengunci kedua bibirnya dalam satu pagutan dalam. Bibir itu terus bergerak liar di atas bibir Sungmin, menghisap dan mengemut bibir itu layaknya permen yang sangat manis.

Setelah beberapa saat, Kyuhyun melepaskan ciumannya dari bibir Sungmin sehingga sekarang dia bisa melihat wajah Sungmin yang sangat merah. Kyuhyun menempelkan dahinya dengan dahi Sungmin sehingga kini mereka bisa saling merasakan hangatnya hembusan nafas masing-masing. Isakan pilu itu juga kini sudah tak terdengar lagi, berganti dengan wajah penuh tanya.

"Ke-kenapa k-kau menciumku, Kyu?"

.

.

.

"Masih perlukah jawaban?..."

.

.

".."

.

.

" Aku - Cinta - Padamu - Sayangku.."

.

Kyuhyun menjeda tipa kata yang diucapkannya agar Sungmin dapat mendengar dengan jelas.

.

.

"B-benarkah? Benarkah? Hiks...kau sungguh mencintaiku Kyu...hiks...sungguh?" Sungmin mulai menangis lagi saat dia melihat tidak ada keraguan sedikitpun di manik coklat Kyuhyun saat mengucapkan kata cinta itu padanya.

"Aku sungguh-sungguh mencintaimu...maafkan aku yang selama 2 tahun ini tampak mengabaikanmu...sungguh, aku tidak bermaksud seperti itu...aku..a-aku...aku punya alasan melakukannya..." Kyuhyun membelai kedua pipi chubby Sungmin sambil terus menatap sayang mata foxy di depannya.

Entah siapa yang memulai, kini kedua bibir kissable itu mulai saling mendekat dan tak butuh waktu lama keduanya sudah tenggelam dalam sebuah ciuman yang memabukkan.

"Ennggh,...Kyuuhhh...eenggh...aahhh~" Sungmin terus mendesah saat lidah Kyuhyun langsung mengaduk-aduk isi dalam mulutnya. Lidah nakal itu sangat bersemangat menggelitik langit-langit mulut Sungmin membuat pemiliknya melenguh tertahan...

"Enghhh...Ming...s-saranghaeehhh..." Kyuhyun terus menghujani Sungmin dengan kata-kata cinta di sela-sela ciuman panasnya.

Sungmin mendorong keras dada Kyuhyun saat dirasakannya tangan Kyuhyun mulai masuk dalam piyama tidurnya dan mengusap-usap pinggangnya perlahan.

"T-Tunggu Kyuuhh...me-mengapa...mengapa kau tiba-tiba seperti ini? Sebenarnya kau kenapa? Jangan mempermainkanku!" Sungmin berteriak emosi saat merasa Kyuhyun sedikitpun tak menanggapinya.

"Aku punya alasan sendiri, Ming..."

"Apa Kyu? Jika kau mencintaiku, katakan padaku...jangan terus menyimpannya sendiri...aku istrimu Kyu...setidaknya sampai kau menadatangani surat cerai kita." Sungmin mulai melunak ketika dilihatnya Kyuhyun kini tertunduk lemah.

.

.

.

"Aku takut nantinya kau akan merasa jijik padaku, bahkan meninggalkanku...aku takut...dan aku... tak akan menandatangani surat itu" Kyuhyun menatap sendu Sungmin. Tangannya menggenggam erat tangan Sungmin yang terasa sangat dingin.

Sungmin bergerak mendekati lagi tubuh tinggi Kyuhyun. Diusapnya pelan pipi pucat yang kini terlihat chubby itu.

"Kau tahu Kyu, sedikitpun rasa cintaku padamu selama ini tak pernah berkurang. Malah aku rasa bertambah setiap harinya. Sampai-sampai aku rela melepasmu asal kau bahagia. Aku sangat menyayangimu, suamiku...jadi jangan ragu, katakan padaku apa yang membuatmu sedemikian resah..." ujar Sungmin sambil terus membelai pipi Kyuhyun.

Kyuhyun memegang kedua tangan Sungmin yang sedari tadi berada di pipinya. Membawa kedua tangan putih itu menuju tepat ke dadanya. Sedikit membuat gerakan memutar dengan kedua telapak tangan itu. Sungmin mengernyitkan dahinya-bingung.

"Waeyo Kyunnie...? " Sungmin masih heran dengan Kyu yang terus mengusap-usap dadanya dengan tangan Sungmin.

.

.

"Apa kau tak merasakannya?" tanya Kyu masih dengan aktivitasnya.

"Mwo?" Sungmin menatap Kyuhyun masih bingung dengan arah pembicaraan ini.

Kyuhyun sedikit menekankan telapak tangan Sungmin di dada sebelah kirinya yang kini hanya berlapiskan kemeja putih kantornya.

'Deg'

"Kau bisa merasakannya sekarang kan? Inilah alasanku..."

.

.

.

.

.

.

TBC

.

.

Salam sayang chingudeul semua...*MUACH*

Kembali dengan Chapter 2 nih...

Gimana? Seru? Biasa? membosankan?

Mianhae...hiks..hiks.. T-T.

.

Bagi para yadongers yang nungguin NC, tenang...

chap depan bakal ada NC yang diremake dari True Action Hyun dan Min oppa...hahaha #dibakarPumpkin

.

So, if u berkenan nih cepat dilanjut ke NC, u bisa REVIEW nih chapter 2 NOW. Jika peminat sedikit, sayah akan NC-an dengan Kai. *-dikuburDOdalemdalem-*

.

Special Kisseu to :

chikakyumin, lenyclouds, Paijem, Zahra Amelia, WineKyuMin137, sitara1083, is0live89, riesty137, .1, Yefah Joyers Clouds, Lilin Sarang Kyumin, Cho Na Na, SPREAD JOY137, sarahfanytasti1, Princess Pumpkin Elf, lia, hyukkie-chan, chocho95, ChanMoody, Kanaya, liachil, sissy, Cholee137, pumpkinsparkyumin, Dina luvkyumin, chachatasia, kmshipper, 0212echy

.

.

Akhir kata...gomawooooo...^^

SALAM KMS JOYer's. BELIEVE IT. KYUMIN IS REAL !