Title : Waiting for Your Heart
.
.
Cast : Lee Sungmin (namja)
Cho Kyuhyun (namja)
Lee Hyukjae a.k.a Eunhyuk
Lee Donghae (Cuma nama)
.
.
Genre : Romance/hurt/comfort, YAOI
.
Rate : M (Akhirnyaaaa)
#Yookk... Joyers, yadongers, mari merapaaattttt
.
Warning : Aneh, gaje, alur yang kecepetan, pasaran, Typo (s), mengandung NC maybe 21...so...if u don't like it...just don't read it...okay...!
no bash, for everything!
.
.
SUMMARY
Jika melepasmu dapat membuatmu bahagia, maka aku akan melakukannya. Dirimu adalah segalanya bagiku, jadi berhentilah berpura-pura mencintaiku jika hatimu berkata tidak. –KyuMin-
.
.
DISCLAIMER
Semua tokoh dalam fict ini punya Tuhan YME dan orang tuanya masing-masing. Ide cerita murni milik author. Min oppa only punyaku ^^.
#disilet2Kyunnie
.
NO COPAS
.
DON'T LIKE, DON'T READ...tolong dipahami dengan jelas! Jangan dibaca alo gak suka!
.
.
.
.
^^HAPPY READING ^^
.
.
.
Previous Chapter
.
"Aku punya alasan sendiri, Ming..."
"Apa Kyu? Jika kau mencintaiku, katakan padaku...jangan terus menyimpannya sendiri...aku istrimu Kyu...setidaknya sampai kau menadatangani surat cerai kita." Sungmin mulai melunak ketika dilihatnya Kyuhyun kini tertunduk lemah.
"Aku takut nantinya kau akan merasa jijik padaku, bahkan meninggalkanku...aku takut..."Kyuhyun menatap sendu Sungmin. Tangannya menggenggam erat tangan Sungmin yang terasa sangat dingin.
Sungmin bergerak mendekati lagi tubuh tinggi Kyuhyun. Diusapnya pelan pipi pucat yang kini terlihat chubby itu.
"Kau tahu Kyu, sedikitpun rasa cintaku padamu selama ini tak pernah berkurang. Malah aku rasa bertambah setiap harinya. Sampai-sampai aku rela melepasmu asal kau bahagia. Aku sangat menyayangimu, suamiku...jadi jangan ragu, katakan padaku apa yang membuatmu sedemikian resah..." ujar Sungmin sambil terus membelai pipi Kyuhyun.
Kyuhyun memegang kedua tangan Sungmin yang sedari tadi berada di pipinya. Membawa kedua tangan putih itu menuju tepat ke dadanya. Sedikit membuat gerakan memutar dengan kedua telapak tangan itu. Sungmin mengernyitkan dahinya-bingung.
"Waeyo Kyunnie..." Sungmin masih heran dengan Kyu yang terus mengusap-usap dadanya dengan tangan Sungmin.
.
.
"Apa kau tak merasakannya?" tanya Kyu masih dengan aktivitasnya.
"Mwo?" Sungmin menatap Kyuhyun masih bingung dengan arah pembicaraan ini.
Kyuhyun sedikit menekankan telapak tangan Sungmin di dada sebelah kirinya yang kini hanya berlapiskan kemeja putih kantornya.
'Deg'
"Kau bisa merasakannya sekarang kan? Inilah alasanku..."
.
.
.
Waiting for Your Heart
Chapter 3
.
.
.
.
SUNGMIN POV
.
.
Aku sangat bahagia, ternyata orang selama ini menjadi suamiku dan yang sangat aku cintai ternyata juga mencintaiku. Aku sungguh bahagia. Tak ada yang lebih membahagiakan selain mendengar pernyataan bahwa orang yang kau cintai ternyata juga mencintaimu...Terimakasih Tuhan...akhirnya Engkau menjawab seluruh doa-doaku.
.
.
Tapi...
.
Sebenarnya apa yang Kyuhyun sembunyikan dariku? Mengapa dia terlihat sangat sulit sekali mengatakannya padaku? Apa sebenarnya masalahnya? Aku harus tau! Ayolah sayang, jangan membuatku cemas. Katakan apapun yang akan kau katakan!
.
.
.
.
Saat ini, aku masih terbuai dalam ciuman panas yang pertama kalinya dia berikan padaku. Sungguh sangat nikmat. Inilah salah satu hal yang sangat kuinginkan. Tubuhku melemas dalam pelukannya. Saat sebuah pertanyaaan melintas di kepalaku, aku segera menghentikan lumatan bibirnya.
.
"T-Tunggu Kyuuhh...me-mengapa...mengapa kau seperti ini? Sebenarnya kau kenapa? Jangan mempermainkanku!"
.
Aku hilang kendali...mendadak mulutku berkata apa yang selama ini ingin aku katakan. Aku melihat Kyuhyun sedikit terkejut.
.
"Aku punya alasan sendiri, Ming..." jawabnya sambil menunduk.
.
Aku kembali melangkah mendekatinya yang kini sedikit menjauh dariku setelah ciuman panas tadi berakhir.
.
"Apa Kyu? Jika kau mencintaiku, katakan padaku...jangan terus menyimpannya sendiri...aku istrimu Kyu...setidaknya sampai kau menadatangani surat cerai kita." Yah, aku memang masih istrinya, jadi aku merasa aku masih berhak bertanya tentang itu padanya walau kemungkinan dia menjawab hampir 0%.
.
"Aku takut..."
.
"Eh?"
.
"Aku takut nantinya kau akan merasa jijik padaku, bahkan meninggalkanku...aku takut...dan aku...tak akan menandatangani surat itu." Kyuhyun menatap sendu padaku. Tangannya menggenggam erat tanganku yang kini terasa sangat dingin karena gemetar.
.
Melihat tubuh tinggi itu terus menundukkan kepalanya, aku menjadi terdorong untuk membelai pipi pucat itu, memaksa wajahnya agar kembali mendongak dan menatap mataku.
.
.
.
"Kau tahu Kyu, sedikitpun rasa cintaku padamu selama ini tak pernah berkurang. Malah aku rasa bertambah setiap harinya. Sampai-sampai aku rela melepasmu asal kau bahagia. Aku sangat menyayangimu, suamiku...jadi jangan ragu, katakan padaku apa yang membuatmu sedemikian resah..." ujarku sambil terus membelai pipi Kyuhyun. Pipi pucat itu terasa sangat lembut. Aku suka menyentuhnya.
.
Aku tersentak ketika tangan Kyuhyun kini menggenggam balik tanganku dan membawa kedua tanganku ke dadanya.
.
'ada apa?' batiku mulai bertanya-tanya
.
"Waeyo Kyunnie...?"
.
"Apa kau tak merasakannya?" tanya Kyu masih dengan memutar telapak tanganku di dadanya
.
"Mwo?" Sungguh aku bingung dengan ucapannya.
.
Kyuhyun sedikit menekankan telapak tanganku di dada sebelah kirinya yang kini hanya berlapiskan kemeja putih kantornya.
.
'Deg'
.
"Kau bisa merasakannya sekarang kan? Inilah alasanku..."
.
.
'Apa ini? lunak dan...menonjol? '
.
.
.
SUNGMIN POV END
.
AUTHOR POV
.
.
"Ap-apa? Apa ini Kyu?" Sungmin menganga kaget ketika merasakan sesuatu yang lembut dan menonjol tertangkap indera perabanya. Sungmin menyusuri tonjolan lunak itu dengan jemarinya. Panjang. Mungkin sekitar 30 cm. Dengan lebar yang hampir menutupi seluruh dada kirinya.
.
"Ini bekas operasiku, Min. Dulu...aku mengidap gagal jantung. Hanya bisa disembuh dengan jalan operasi, dan saat itulah aku mulai tinggal di London".
.
Sungmin terperangah sebentar kemudian tanpa aba-aba langsung membuka kancing kemeja Kyuhyun dengan sedikit tergesa sehingga kini terpampanglah kulit putih pucat dengan sayatan melintang serta membujur yang menghiasi bagian kiri tubuh itu.
.
"Aku sudah berusaha menghilangkannya, namun tak berhasil. Aku sangat menyesal pernah melakukan operasi ini. Tapi, saat mengenalmu, aku merasa sangat bersyukur masih bisa menjejakkan kakiku di dunia ini. Aku merasa sangat bahagia ketika jantung yang dulu sempat mati ini kembali berdetak cepat saat berada di dekatmu."
.
Tubuh Sungmin kembali bergetar, kedua kakinya lemas. Kedua tangannya kini membekap mulutnya. Bekas luka itu terlihat sangat mengerikan.
Menggumpal, coklat, besar dan...berkerut.
.
.
.
"Saat eomma mengenalkanku padamu dalam perjodohan itu, aku...sudah mencintaimu, Sungmin-ah. Tapi jika mengingat kau yang sempurna sedangkan aku yang punya cacat seperti ini membuatku takut suatu hari nanti kau akan meninggalkanku."
.
.
".."
.
.
"Aku takut kau menatapku jijik. Aku tak mau kau mengasihaniku, aku takut kau mengetahui semua ini...oleh karena itu, aku berusaha keras menjaga jarak denganmu walaupun sebenarnya di sini...-Kyuhyun menyentuh letak jantungnya-...terasa sangat sakit. Aku merasa harus terus melakukannya sampai kau siap menerimaku apa adanya. "
.
Mata Sungmin memanas. Ucapan Kyuhyun bagaikan sembilu yang mengukir dalam hatinya.
.
"Dan tadinya, aku berencana akan mengatakannya padamu hari ini. Di hari ulang tahun pernikahan kita yang ke-2. Aku juga sudah siap seandainya nanti kau tidak menerimaku. Selama ini aku menyiapkan hatiku hanya untuk mengatakan semua ini, Min. Kumohon...maafkan aku..."
.
Kyuhyun tertunduk dengan airmata yang kini mulai turun dari obsidian kelamnya. Namja itu terus menunduk dan terisak. Kyuhyun takut ketika dia mendongak semuanya akan berakhir. Dia belum siap mendapat penolakan dari Sungmin. Kasih sayang dan perhatian yang selama dua tahun ini diberikan Sungmin padanya adalah hal yang sangat diidam-idamkannya sedari dulu. Hatinya sakit jika harus menerima tatapan penuh penyesalan di wajah yang selama ini diam-diam sangat dikaguminya.
.
.
.
"Kyu..hiks...Kyu..." Sungmin pun kini tak dapat menahan airmatanya. Kedua namja itu menangis dengan perasaan masing-masing yang berkecamuk hebat. Dengan langkah yang lunglai, Sungmin memberanikan dirinya lebih mendekati Kyuhyun yang kini masih menangis. Jemari mungilnya terangkat untuk menyentuh dada polos Kyuhyun.
.
'Set'
.
"Mi-Miinn...ap-apa yang kau lakukan?" Kyuhyun otomatis mendongakkan wajahnya ketika dia merasakan belaian lembut dan hangat menyapa permukaan dada bidangnya.
.
".."
.
Sungmin terus menangis sambil mengusap pelan dada itu, sesekali kelinci itu membelai bekas operasi Kyuhyun dengan sayang. Sama sekali tak ada raut kecewa di wajah yang kini telah sembab itu.
.
"Mi-minnn..." Kyuhyun baru akan menjauhkan tubuhnya dari Sungmin ketika namja itu bergumam lirih.
.
"Apa,... ini juga yang menjadikan alasanmu untuk tidak menyentuhku, Kyu? Bahkan pada saat malam pertama kita?" Tanya Sungmin masih dengan aktivitasnya. Manik hitam itu sudah tidak lagi mengeluarkan air mata namun, guratan kesedihan masih terpahat jelas di wajah cantiknya.
.
Kyuhyun sedikit tersentak mendengar pertanyaan Sungmin. Sebuah pertanyaan yang dari dulu sebenarnya membuat dirinya menderita.
.
.
"Ne...mianhae Sungmin-ah. Aku tidak mau kau merasa takut dan ngeri melihatku...aku sadar tubuhku tak sempurna, aku takut kau menolakku. Sungguh, sebenarnya aku tidak bermaksud seperti itu. Aku hanya-...aku...-"
.
"Jika kau berpikir aku akan berhenti mencintaimu hanya karena luka ini, kau salah besar Tuan Cho. Luka ini... tak akan melunturkan cintaku padamu. Aku akan menjadi manusia yang sangat rendah jika mencintaimu hanya karena kesempurnaan fisikmu. Dari dalam lubuk hatiku, aku mencintaimu apa adanya...apapun kondisimu, karena kau adalah kau...aku tak akan membedakanmu dengan orang lain karena kau yang paling istimewa dalam hatiku...percayalah..." ujar Sungmin sambil menatap lekat obsidian Kyuhyun yang masih menatap sendu padanya.
.
.
"Min...ka-kau...kau...ahhnngghh~"
.
.
Ucapan Kyuhyun mendadak berubah menjadi erangan tatkala sebuah organ lunak dan basah menyapa permukaan kulit dadanya.
.
"Mi-Miiiinnn... a-apa yang kau lakukan?" Kyuhyun terperanjat ketika menunduk dia mendapati Sungmin tengah menjilati dadanya. Kyuhyun terus berusaha mendorong kepala Sungmin agar menjauh. Bukannya Kyuhyun tak suka, namun dia tak mau lepas kendali dan menyakiti kelincinya.
.
"Kyuuuhh...engh...slurp...eunngghh." Sungmin pun melenguh ketika dia merasa sangat menikmati permainan lidahnya di dada Kyuhyun.
.
Lidah merah itu terus menjilat permukaan bidang Kyuhyun membuat Kyuhyun terdiam dan wajahnya memerah menahan hasrat yang sejak tadi berusaha dibangkitkan oleh Sungmin.
.
"Akhhh..Min-ah..ja-jangan di-ukh- ja-jangan di-gi-gittt~..." Kyuhyun lemas ketika bibir plum Sungmin kini mengemut tonjolan bekas operasinya dan sedikit mengeratkan gigi kelincinya di bekas luka itu. Kyuhyun limbung, namun Sungmin cepat-cepat menarik pinggang Kyuhyun dan mencoba menahan bobot tubuh suaminya itu di tubuh mungilnya.
.
Sungmin terus menelusuri bekas operasi yang membujur itu dari pangkal hingga ujung. Dari atas ke bawah. Begitu terus berulang-ulang.
.
'Brugh'
.
Sungmin berusaha menyandarkan tubuh Kyuhyun di pintu yang tak jauh dibelakangnya dan kini Sungmin makin leluasa menjilati dada bidang suaminya itu.
.
.
"Min...ka-kau akan menyesal...ughhh...melaku-kan ini padaku~~" desah Kyuhyun mengancam Sungmin saat namja yang tidak jadi bercerai dengannya itu kini mulai bermain-main di area lehernya.
"Oh ya? Enngghh~...Begitukah? Cepat buat aku menyesal, Chooo~..." Sungmin sengaja mendesah berat di telinga Kyuhyun dan sesekali menggelitik lubang itu dengan lidahnya sehingga kini telinga kiri Kyuhyun mengkilat karena saliva Sungmin.
.
Grep
.
Kyuhyun segera mencengkeram pinggang Sungmin saat tangan nakal Sungmin kini mengelus-elus punggungnya dengan tak teratur. Malah kini namja mungil itu mulai menggesek-gesekkan kejantanannya pada kejantanan Kyuhyun yang sudah mulai mengeras. Sungmin terkikik ketika melihat Kyuhyun kini memejamkan matanya rapat-rapat dengan mulut terbuka efek dari rangsangan Sungmin.
.
.
.
"Kyu~...i wanna your big cock, noww~" desah Sungmin sambil menatap sayu mata Kyuhyun. Jemarinya kini sibuk mengelus-elus gundukan di tengah selangkangan Kyuhyun yang semakin membesar.
.
"Ka-kau nakal, sayang~..." Kyuhyun menggenggam tangan mungil Sungmin dan mengarahkan kedua tangan itu agar mengalung di lehernya.
.
"Hukumlah aku yang nakal ini, Master~..." Sungmin makin bersikap liar. Dengan berbagai dirty talk yang - sepertinya- dia pelajari dari Eunhyuk. Kini dia mulai melingkarkan kakinya di pinggang Kyuhyun membuat namja tampan itu secara otomatis mencengkeram butt-nya mencegah agar dirinya tak terjatuh.
.
"Ngghhh—aaahhhkkh...oohh..." Sungmin mendesah hebat saat jemari Kyuhyun menelusuri belahan butt-nya dengan sangat erotis. Membuat sekujur tubuhnya seperti tersengat listrik. Dia membenamkan kepalanya di ceruk leher Kyuhyun yang hangat.
.
"Kita selesaikan ini sekarang,..jagiya~..." bisik Kyuhyun di telinga Sungmin.
.
"Palli Kyu~...Minnie sudah tak tahan~..." jawab Sungmin dengan puppy eyes-nya yang menggoda serta bibirnya yang terpout.
.
"Hhhehe...arraseo jagiya..."
.
Cup
.
.
Kyuhyun menggendong Sungmin masih dengan posisi kaki Sungmin yang melingkar di pinggangnya. Dalam perjalanan menuju kamar mereka, sesekali Kyuhyun melumat kasar bibir kissable Sungmin dan Sungmin dengan nakal menekan dan menggesekkan kejantananya di kejantanan Kyuhyun membuat Kyuhyun limbung. Tak jarang keduanya hampir terjatuh. Untung keseimbangan Kyuhyun termasuk dalam kategori bagus.
.
.
.
Sesampainya di kamar, Kyuhyun langsung melempar tubuh mungil dalam gendongannya ke atas ranjang king size mereka. Sungmin sedikit merintih, namun setelahnya si manis itu langsung memasang pose yang menggoda.
Dengan posisi berbaring menghadap Kyuhyun, dia menekuk sebelah kakinya dan menyangga tubuhnya dengan sebelah lengannya sedangkan yang sebelah lagi membuka kancing kemeja pink-nya dengan sangat erotis.
.
Kyuhyun syok saat melihatnya..Setelah 2 tahun menikah, dia baru tahu jika sang istri ternyata sangat nakal dalam memulai permainan ranjang mereka.
.
"Kyunnieee~ lama sekali~...Minnie sudah siap...aahh~" ucap Sungmin mendesah. Dan entah kapan namja manis itu sudah membuka celananya hingga kini kelinci itu hanya menggunakan selembar underwear yang menutupi bagian vitalnya serta piyama kemejanya yang kini hanya tergantung indah di bawah bahunya..
.
Kyuhyun terbelalak melihat pemandangan itu, apalagi Sungmin kini menatap penuh arti padanya sambil menggigit telunjuknya, sebelah tangannya kini meraba paha dalamnya sendiri. Ough! Libido Kyuhyun makin tinggi sekarang. Sesuatu yang menegang di bagian selatannya kini mulai berdenyut-denyut sakit. Minta segera dibebaskan untuk berekspresi...
.
'Sialan,,,aku belum mulai apapun tapi dia sudah membuatku seperti ini...Shit!' rutuk Kyuhyun dalam hati. Sikap Sungmin sukses membuat Kyuhyun mulai basah sekarang.
.
"Kyuhyun mulai mendekati Sungmin, menindihnya dan segera mengunci pergerakan tubuh mungil dibawahnya itu.
"Kau yang meminta, sayang...jadi...jangan menyesal..." nafas Kyuhyun kini makin memburu.
.
"Cepatlah babyKyu...masuki aku...cepat..keras...dan panaa~ss..." Sungmin memulainya dengan melepas kemeja Kyuhyun yang telah terbuka dan melemparkannya, jemarinya kembali membelai dada bidang itu dan ketika dia menjulurkan lidahnya hendak menjilat bekas operasi Kyuhyun, Kyuhyun segera mengambil lidah itu dan mengulumnya membuat Sungmin belingsatan... Kyuhyun terus mengemut organ tak bertulang itu, sesekali menyesapnya membuat Sungmin untuk beberapa saat tak bisa menelan salivanya sendiri karena habis dihisap Kyuhyun.
.
"Engghh, Kyuhhh~nniee...Sungmin mencoba berucap saat Kyuhyun mulai melepaskan lidahnya dan berganti jadi mengeksplor rongga dalam mulut Sungmin. Kyuhyun dengan cekatan menjilat-jilat bagian dalam mulut itu tanpa melewatkannya barang secuilpun. Mulai dari gigi, gusi, langit-langit, pipi dalam dan kini lidahnya tengah berperang dengan lidah Sungmin. Entah sudah berapa banyak saliva mereka yang bertukar dan tertelan oleh Sungmin.
.
"Cppkk..emmhh...ngghh...ccppk..."Kecipak saliva terus terdengar dalam kamar bersuhu panas itu. Entah sudah berapa lama mereka berciuman, kini jemari Kyuhyun turun menuju pengait celananya dan melepaskan celana panjang hitam kantornya sambil terus mencumbu mulut Sungmin. Kyuhyun juga langsung melepaskan boxer dan underwarenya dalam satu tarikan membuat juniornya yang besar itu kini mengacung kokoh.
.
Sungmin masih terpejam erat menikmati cumbuan Kyuhyun, dirinya hanya menurut dengan patuh saat Kyuhyun mulai menanggalkan piyama pinknya dan melepas underwarenya secara perlahan sambil terus menyesap bibirnya.
Kini keduanya sudah sama-sama naked. Kyuhyun memindahkan cumbuannya ke leher putih Sungmin. Bibir tebalnya terus mengecup, menjilat, menghisap, dan kembali menjilat permukaan jenjang itu hingga kini meninggalkan banyak spot-spot merah-tanda kepemilikannya atas Sungmin.
.
"Ugghhnng...Kyunnieee~" Sungmin menggeliat resah saat Kyuhyun kini mengulum salah satu nipple nya dan yang satunya lagi sibuk di remas dan di pelintir oleh jemari Kyuhyun. Sungmin menggelinyang geli sekaligus nikmat. Matanya terus terpejam. Kepalanya bergerak resah kekanan dan kekiri sesekali terangkat dan terhempas kembali ke atas ranjang. Kyuhyun terus menyedot nipple itu bergantian membuat Sungmin makin membusungkan dadanya.
"Kyuhyun menelusupkan tangan kirinya ke balik punggung Sungmin dan mengangkat sedikit punggung itu hingga bibir tebalnya bisa meraup penuh nipple Sungmin.
Sungmin bergerak menekan pinggul Kyuhyun dengan kedua kakinya dan menarik pinggul itu sehingga membuat kedua kejantanan kini saling menempel erat menimbulkan rasa nikmat tersendiri. Sungmin terus menguatkan lingkaran kakinya. Tubuhnya digerakkannya sedikit keatas dan kebawah.
.
"You're really naughty my dear~" Kyuhyun melepas nipple Sungmin yang kini tamak merah dan membengkak-sama seperti bibir namja manis itu membuat Kyuhyun tersenyum –makin- mesum.
.
"Kyuuuhh...i want your big cock...palliii~" racau Sungmin sambil terus mengangkat-angkat pinggulnya sendiri.
.
.
.
Kyuhyun terus mencumbu tubuh Sungmin dengan bibir dan lidahnya. Sesekali dia mengiggit dan menghisap tempat yang disinggahinya hingga membuat Sungmin mengerang. Cumbuan itu terus turun hingga kini sampai di hadapan junior mungil nan merah Sungmin yang tengah mengacung tinggi.
.
'sllrrp'
.
Kyuhyun menjilati junior mungil itu dengan gerakan memutar. Lidahnya menusuk-nusuk lubang kecil di ujung junior mungil itu dengan penuh nafsu.
.
"Ouugghh~...Kyu...ce-cepaaattthh...Akkhhh~ ma-masuk-khaannn...~" Kyuhyun seolah tak mempedulikan ucapan Sungmin, dengan nakalnya dia malah mengecupi'little Min' bertubi-tubi dan kadang menggigit-gigit kulit lunak dan juga twinsball Sungmin.
.
"Kyuuuhh...hiks...sakiiitt~"
.
Tak kuat melihat istrinya menangis menahan hasrat, bibir tebal Kyuhyun langsung mengemut kuat junior merah yang telah dibanjiri precum itu.
.
"Ahh..akh...akkhhh~" Sungmin terlonjak-lonjak ketika Kyuhyun mulai menaikturunkan mulutnya. Kedua kakinya makin menjepit erat kepala Kyuhyun ketika lidah nakal Kyuhyun turut andil memutari juniornya yang masih berada dalam naungan mulut hangat Kyuhyun. Nikmat. Hanya itu yang bisa Sungmin rasakan.
"Kyuhh...Kyuuu~..ak-akuuuhh...aku...akh...AKKHHH~"
Jeritan itu mengalun ketika Sungmin telah mencapai klimaksnya. Lahar putih kental itu melesak masuk kedalam tenggorokan Kyuhyun dan langsung diteguk habis olehnya tanpa rasa jijik sedikitpun.
.
"Manis dan...gurih...slllruup" Kyuhyun terus menjilati junior Sungmin berniat membersihkannya namun ternyata malah membuat Sungmin kembali 'turn on'. Setelah selesai, Kyuhyun kembali merangkak keatas dan menatap wajah Sungmin yang masih terpejam dan terengah serta berpeluh.
Dengan mengabaikan lelah akibat orgasmenya, Sungmin kini kembali menggesekkan 'Little Min' dengan 'Little Cho' yang terasa sangat keras. Kyuhyun tersenyum melihat aksi kelinci manisnya itu. Diusapnya dengan sayang peluh yang membanjiri wajah elok Sungmin dan mengecup dahi itu dengan lembut.
.
.
.
"Min~..."
"ngghh..."
"Jagiya..." Kyuhyun mengelus wajah Sungmin dan mencium pipi merah itu. Sehingga kini Sungmin menatapnya walau tatapan itu sudah tak lagi fokus.
.
"Kau tahu apa lagi alasanku sehingga aku bertahan tak menyentuhmu selama ini?"
.
Kyuhyun terus menatap lekat mata foxy Sungmin. Posisinya yang sangat menempel dengan namja manis itu membuat bibir tebalnya menggesek bibir shape M Sungmin setiap dia berucap.
.
"Ap-apah...Kyuuhh~...ngghh..." Sungmin masih terus menggesekkan juniornya ke junior Kyuhyun.
.
"Aku khawatir dengan keadaanmu jika nantinya...ini...-Kyuhyun mengelus perut datar Sungmin- terisi oleh Cho kecil." Ucap Kyuhyun sambil terus membelai perut itu.
.
"Wae? Aku justru senang jika kau mengisinya sayang...akkhh~ooohhh~ahhh~" Sungmin terus bergerak mencari kenikmatannya sendiri.
.
"Cho kecil pasti akan sangat nakal dan itu akan membuatmu tidak bisa berkonsentrasi pada kuliahmu, Minnie-ah..." Kyuhyun kembali menghujani leher Sungmin dengan kecupan basahnya. Tak peduli rasa asin peluh yang menjalari indera pengecapnya saat lidahnya menyapa permukaan itu.
.
"Aku istrimu, sayang...tubuh ini milikmu...lakukan sesukamu...aku justru sangat senang bisa mengandung benihmu, Kyu. Itu membuatku merasa bahwa aku benar-benar istrimu." Sungmin mengelus rambut coklat Kyuhyun dan memaksa kepala itu agar kepala itu terus berada di ceruk lehernya dan menghentikan sejenak aktivitas bawahnya.
.
"Hhehe...kau memang istriku, sayang...sejak kau lahir, kau sudah 'milikku'." Kyuhyun kembali menatap dalam mata foxy Sungmin. Sementara Sungmin kini kembali membelai bekas operasi Kyuhyun dan mengusap peluh yang mengalir di sana.
.
.
"Luka ini...kau tidak takut melihatnya?" Kyuhyun mengusap sayang pipi chubby Sungmin yang kini memandang lekat luka bekas operasinya.
"Ani...aku justru berterima kasih karena berkat ini aku bisa terus bersamamu." Ucap Sungmin sambil mengecupi gumpalan itu sekilas.
"Mianhae, telah membuatmu menungguku ..." lirih Kyuhyun.
"Aku sangat mencintaimu sayang, jadi tak ada alasan bagiku untuk marah padamu. Karena aku sangat menyayangimu." Ucap Sungmin tulus yang langsung dihadiahi ciuman panas oleh Kyuhyun.
.
Lumatan-lumatan kasar dan menuntut terus menerus dilancarkan Kyuhyun terhadap bibir yang telah membengkak itu. Tangan kanannya bergerak mengangkat dan membelai paha dalam Sungmin serta meremas butt dan junior kenyal itu. Sementara tangan kirinya kini menuntun 'Little Cho' menuju ke depan single hole Sungmin sambil terus mencumbu bibir namja manis itu untuk mengalihkan perhatiannya.
Kyuhyun tak akan melakukan penetrasi jari, karena menurutnya itu akan sangat menyakitkan Sungmin dan berbahaya bagi kesehatan kelinci putih itu.
.
.
.
"Aaaakkhh...nggh..aahhh~ Kyuuuhhh...jangan menggodaku..." racau Sungmin saat Kyuhyun menggesekkan batangnya memutari single hole yang kini sedikit basah karena precum Kyuhyun.
"Tahan sebentar sayang...aku tahu ini akan sangat menyakitkanmu, tapi, kumohon percayalah padaku." Kyuhyun menggenggam erat tangan Sungmin sambil memposisikan juniornya agar bisa masuk dalam hole ketat Sungmin dalam satu hentakan. Dia tak ingin berlama-lama menyakiti Sungmin dengan junior besarnya. Kyuhyun ingin Sungmin bisa cepat mendapatkan kenikmatan seksnya.
"Gigit leher dan bahuku jika kau merasa sakit, jagiya..."
"Ne...Kyu...aku ak- AAAKKKHHHH!"
.
'Jleebb'
.
.
.
Jerit kesakitan Sungmin bergema di kamar mewah itu. Kyuhyun secara cepat dan tepat memasukkan junior besarnya kedalam hole Sungmin dalam sekali hentak. Terlihat cairan merah pekat dan anyir mulai keluar dari dalam hole sempit itu. Kyuhyun segera memandang wajah Sungmin yang kini terbenam di dadanya sambil merintih sakit.
"Akh..sa-sakittt...sakit Kyu...hiks...lepas...hiks...lepaskan...sakit...hik s...sakitt- hmmphhphff..." Rintihan Sungmin teredam oleh bibir tebal Kyuhyun. Sebisa mungkin Kyuhyun mengalihkan rasa sakit Sungmin dengan mencumbu lembut bibirnya, melumatnya dengan sayang dan menjilati rongga dalam mulut itu dengan lembut.
Kyuhyun terus mencium Sungmin untuk menenangkannya dan mengabaikan juniornya yang terasa sakit dan ngilu karena di jepit dengan kuat oleh rektum Sungmin.
.
.
.
"Ja-jagiya..."
.
.
.
"Bergeraklah, sayang...puaskan dirimu...datang sebanyak yang kau mau...perlakukan aku dengan lembut..." Sungmin memegang kedua lengan kokoh Kyuhyun yang bertengger di samping kepalanya dan menatap sang empunya dengan pandangan sayu.
.
"Ride me...now.." desah Sungmin di telinga Kyuhyun.
.
Segera setelah itu, Kyuhyun langsung mengeluarkan juniornya hingga tersisa ujungnya saja kemudian dengan cepat menghentakkannya kembali kedalam Sungmin membuat namja manis itu melengkungkan tubuhnya dan mendesah hebat...Kyuhyun tahu, dia sudah mengenai sweetspot Sungmin.
.
"Akkh...Kyuuhh...ngg..aahhkkk...oohhh~...faster...fasteeeer~rrrr"
.
"As your wish, jagiya."
.
Kyuhyun terus menghujamkan juniornya tepat pada gumpalan kecil di dalam Sungmin yang makin membuat Sungmin blingsatan menahan nikmat. Perutnya terasa di aduk-aduk manakala terkadang junior besar dan tegang itu terasa berkedut cepat dalam tubuhnya. Sesuatu dalam perut Sungmin mendesak ingin keluar. Panas...
.
"Euungghh..Kyuhhh...ahhh...akhhmmm...~"
.
Kyuhyun kembali mencium bibir Sungmin dan melumat leher yang dulu putih itu dengan sangat kasar. Tangannya memelintir nipple Sungmin dan sebelahnya lagi mengurut junior Sungmin yang sudah banjir precum sambil memijit kuat twinsball Sungmin.
Seluruh rangsangan yang diberikan Kyuhyun di setiap titik sensitif di tubuhnya membuat Sungmin mengerang...dan detik berikutnya gelombang kejut yang sangat hebat mendatangi Sungmin.
.
"Akh,,,aku,,,ahhh,,aku,,,mau...keluar...akkkhh..."
"Bersama sayang..."
"Aaakkkkhh...Kyuuuhyuuuunnnnn...ennggghhh!"
"Min...akkhhhhkkkkk...!
Sungmin dan Kyuhyun memuntahkan lahar putih kental itu dalam waktu yang hampir bersamaan. Sungmin mengejang beberapa kali akibat muntahan spermanya. Cairan Sungmin tampak membasahi perut, dada dan sebagian wajah Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun menumpahkan benihnya jauh dalam rongga tubuh Sungmin. Namja tampan itu tampak menghentakkan pinggulnya beberapa kali saat letupan spermanya berkali-kali terjadi.
Sungguh orgasme yang sangat fantastis -menurut mereka.
.
.
.
'Brugh'
.
Kyuhyun terjatuh lemas di atas tubuh Sungmin. Keduanya sama-sama terengah dengan mulut terbuka berusaha menghirup udara sebanyak mungkin. Saat Kyuhyun menatap Sungmin, kedua mata itu masih bergerak tak fokus menikmati pasca orgasmenya membuat rektumnya berkedut hebat dan otomatis menjepit 'little Cho' dengan erat.
.
"Uggh.." Kyuhyun mengerang pelan. Dada keduanya masih naik turun tak teratur.
"Gomawo...jagiya...jeongmal gomawo..." ucap Kyuhyun masih di atas tubuh Sungmin.
Sungmin mengerang..."Kyuhh..se-sesak, jagiiiihh~..."
"Ah...ne...mianhae jagiya..."
Kyuhyun segera menarik selimut mereka yang sedari tadi terkapar dilantai, tanpa melepas tautan bawah tubuhnya. Dikecupnya pelan kening Sungmin. Sementara itu Sungmin telah terpejam. Dengan iseng, Kyuhyun menghentakkan pinggulnya pelan.
.
"Kyunnie...aku lelah..." rengek Sungmin sambil menatap Kyuhyun memelas. Kyuhyun terkekeh pelan.
"Arraseo sayang, tapi biarkan little Cho berada di dalammu sampai besok, ne..." pinta Kyuhyun...
"Ne...unggh...Kyunnie...Minnie boleh bertanya tidak?" ucap Sungmin ragu-ragu sambil memutar kedua telunjuknya bersamaan.
.
"Hmm? Tanya apa, sayang? Bicaralah..." Kyuhyun mengecup kening Sungmin dengan lembut dan menggesek-gesekan hidung mereka.
.
"Emm...wa-waktu itu...Kyunnie di restoran bertemu siapa?" Sungmin bertanya tanpa memandang mata Kyuhyun.
.
"Eonjeyo? Di Restoran mana?" Kyuhyun mengerutkan dahinya sambil berpikir, sebenarnya siapa yang dimaksud namja cantik dalam pelukannya ini.
.
"Emm...itu, waktu di Emerald Restaurant...mianhae Kyunnie, waktu itu Minnie mengikutimu..." ucap Sungmin makin tertunduk dan tenggelam di dada hangat Kyuhyun yang sedikit berpeluh.
.
"Emerald Restaurant?" Kyuhyun tampak berpikir sebentar sementara Sungmin diliputi perasaan was-was yang dahsyat. Dia takut mendengar kemungkinan terburuk tentang status yeoja yang waktu itu tampak mesra bersama Kyuhyun.
.
"Oohh...yang itu..."
.
'Deg'
.
Jantung Sungmin mulai berdetak sangat cepat, ketakutan kini melandanya.
.
.
.
"Itu noona-ku, Minnie. Dia sepupuku yang menetap di Cina, namanya Song Qian. Sudah hampir 3 bulan ini dia tinggal di Korea karena suaminya dipindahtugaskan ke sini." Ujar Kyuhyun.
.
"...benarkah?" Sungmin masih tak percaya, jauh dalam lubuk hatinya masih merasa cemburu pada yeoja cantik yang juga mengantarkan Kyuhyun pulang waktu itu.
.
"Wae? Kau cemburu, eoh?" goda Kyuhyun sambil mengecup pipi Sungmin dan sesekali menggigitnya gemas.
.
"A-ani...Minnie cuma tanya." Jawab Sungmin dan mengalihkan pandangannya dari Kyuhyun. Namja tampan di depannya tersenyum lebar.
.
"Noona-ku itu sangat hobi berkeliling. Jadi selama dia di Seoul aku harus selalu menemaninya, takut ada apa-apa. Dia itu sangat lemah. Senjata andalannya cuma menangis, oleh karena itu, suaminya- Nickhun- memintaku menemaninya pergi kemanapun yang dia suka. Dan kau mau tahu sesuatu?..." Kyuhyun tiba-tiba berbisik lirih di telinga Sungmin membuat Sungmin bergidik.
.
"Dia sedang hamil muda..." Kyuhyun berkata sambil menjilat belakang telinga Sungmin seductive.
.
"Kyu-Kyunnie...apa yang kau lakukan...a~aahh...oo~hh" Sungmin kembali mendesah saat Kyuhyun mulai mengelus pinggangnya lembut dan menjilati rahangnya.
.
"Wae? Aku juga ingin aegya, Minnie...Kyunnie ingin aegi~..." ucap Kyuhyun tepat di depan belahan bibir Sungmin.
.
"Ta-tapi...Minnie lelah Kyunnie...besok pagi saja, ne...Minnie janji..." Sungmin mulai ber-puppy eyes.
.
Sungguh bukannya Sungmin bermaksud menolak, dia malah sangat ingin, cuma karena ini yang pertama baginya, holenya terasa sangat-sangat perih, apalagi Kyuhyun bermain cukup kasar padanya.
.
Mendengar tawaran Sungmin yang cukup menggiurkan, membuat namja tampan itu menyeringai. 'Besok Minggu, Sungmin juga tidak kuliah...haha...kau akan jadi tawananku, sayang' ucap Kyuhyun dalam hati.
.
"Nee...tidurlah, jagiya. Tapi jangan lupa besok pagi, ne. Aku akan langsung 'menghentakmu' dengan keras" Kyuhyun meniup lubang telinga Sungmin sambil membisikkan dirty talknya.
.
"Ne...ne Kyunnie..." ucap Sungmin lemas.
Jaljayo Kyunnie..." Sungmin memeluk tubuh berkeringat Kyuhyun dan mulai kembali membenamkan wajahnya di dada itu. Sebelumnya Sungmin sempat mengecup bekas luka Kyuhyun sekilas. Kyuhyun tersenyum.
.
.
.
.
.
"Jaljayo, sayangku...mianhae...aku telah banyak menyakitimu. Saranghae nae Minnie."
.
Cup
.
Kyuhyun mengecup bibir Sungmin sebentar kemudian membenarkan selimut keduanya lalu menyusul Sungmin kealam mimpi dengan perasaan bahagia yang membuncah. Hangat dan nyaman. Membuat Kyuhyun dengan cepat terbang ke alam mimpi.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
JADI "END" ?
.
.
.
.
Hwaaaa...HyunChan disini lagiiiii...~ #lambailambai
Kali ini Hyun mencoba buat Rate M *woaaaaa* yang NC YAOI *woaaaaaa* KyuMin *woaaaaa*...#plaakk
#bow* Mianhae jika gak se-hot yang kalian pikirkan...jujur, walau usia Hyun sudah 23 tahun, tapi Hyun masih lugu dan polos...
#hoeekkss#
#diseretKkamjongkekamar#
Bagi yang dah baca...jangan lupa repiu, neee...pengen tau nih, respon chingudeul semua atas hasil "kerjakerasku dan Kai" ini... *dilemparkeAlaska*
Nih FF benar-benar belum berakhir...nanti akan ada edisi Kyu Side -InsyaAllah
.
.
Special Kisseu to :
lenyclouds (chukhae ^^ tebakan kamu tepat!), .1, WineKyuMin137, DedeKyuMinJOYers, Yefah Joyers Clouds, Fishy kece, fitriKyuMin, Lilin Sarang Kyumin, HARABEOJI, Cho Na Na, riesty137, Paijem, sitara1083, Zahra Amelia, nikyunmin, pumpkinsparkyumin, , Princess Pumpkin ELF, RianaClouds, sitapumpkinelf, reader, kid, ChanMoody, Cholee137, winecouple, lia, vey900128, vivi sungminie, dan 2 orang Guest.
Serta peluk sayang buat yang dah fav, followers n silent readers semuanya
.
.
Akhir kata...Gomawoooooo...^^
Jangan Lupakan repiu!
.
Repiu yaaahhhh...
.
Jangan lupaaaaa...
.
Repiuuuuuuuu... #disumpalbibirKai...
Mau doooonnggg!
-HyunChan-
