Title : Waiting for Your Heart
.
.
Cast : Lee Sungmin (namja)
Cho Kyuhyun (namja)
.
.
Genre : Romance/hurt/comfort, YAOI
Rate : T menuju M
Warning : Aneh, gaje, alur yang kecepetan, Typo (s), pasaran, bisa NC ...so...if u don't like it...just don't read it...okay...! no bash, for everything!
.
.
SUMMARY
Aku mencintaimu dengan segala keterbatasan yang kupunya. Aku mencintaimu dengan segenap jiwa dan ragaku. Meski tak pernah kusangka, cinta ini jugalah yang menyakitimu. –KyuMin-
.
.
DISCLAIMER
Semua tokoh dalam fict ini punya Tuhan YME dan orang tuanya masing-masing. Ide cerita murni milik Hyun. Kyunnie punya na Ming.
Ming punya na Kyunnie. HyunChan punya na Ming! #no bash
.
NO COPAS
.
DON'T LIKE, DON'T READ
.
.
.
.
^^HAPPY READING ^^
.
.
.
Aku begitu menginginkanmu...namun pikiranku menghalangi...
Ingin merengkuhmu dalam pelukan hangatku...namun tubuh ini seolah tak bisa bergerak...
Aku mencintaimu, kata yang terlihat sangat sederhana tapi mampu membuat lidahku membisu...karenamu
.
.
.
Kyu's Heart
- You are The One -
Setiap hari aku selalu seperti ini. Menatap lurus keluar jendela, berusaha mengais memori tentangmu dalam benakku...kadang terkekeh saat terlintas senyumanmu yang sangat manis.
.
.
LEE SUNGMIN
.
.
Satu nama yang membuatku menggila. Satu nama yang mampu menghipnotisku. Satu nama yang menenggelamkanku dalam kubangan cinta yang sangat dalam. Satu nama yang kini adalah 'milikku'.
.
.
.
.
.
"Sayaaaannggg...mau sampai kapan mengacuhkanku?" tiba-tiba sekelebat suara manja menerobos gendang telingaku.
"Kau memikirkan apa? Daritadi kau hanya berdiam diri. Apa ada yang lebih menarik dariku dalam pikiranmu? Lihat, bahkan kopi ini sudah dingin." Ujar suara itu lagi yang kini membuatku menganga. Berapa lama aku melamun, heh? Kemana kopi panas ku tadi?
Aku masih terdiam memandangi gelas kopi panasku yang kini sudah mendingin.
"Apa aku kurang cantik hari ini? atau...apakah aku sudah tak seksi lagi dimatamu? Apa perlu aku membuka 2 lagi kancing kemejaku?" suara itu kini mendesah tepat di depan mukaku, membuatku sedikit berjengit kaget...
Aissh...bisakah orang ini berlaku normal?
"Yya! Berhentilah bertingkah aneh! Apa kau tak tau malu?! Ini tempat umum! Teriakku murka.
.
Aku benar-benar heran dengan yeoja di depanku ini. Jika dilihat secara biasa yeoja ini benar-benar tipe idaman semua lelaki. Rambut panjang yang indah, wajah mulus dengan eyesmile yang menggoda, kulit putih susu seperti bayi, leher dan kaki yang jenjang, lengan yang ramping, tubuh langsing dan tinggi serta S line-nya. Mampu membuat para lelaki terpana melihatnya. Namun tak ada seorangpun yang tahu jika...
otaknya 'bermasalah' – menurutku. Dia benar-benar yeoja paling aneh yang pernah kutemui.
.
.
"Aisshh,,,,tidak perlu berteriak segala, babo! Aku hanya menggodamu saja. Dasar anak kecil!" umpatnya sambil menyeruput kopiku dengan watadosnya. Aku melongo.
.
"Ya! Itu kopiku. Jika kau ingin, kau bisa pesan sendiri. Apa susahnya sih?!" aku makin berteriak menghadapi kelakuan anehnya itu.
.
"Nah, itu kau tahu. Jika kau ingin, kau bisa pesan sendiri, apa susahnya?" balasnya sambil meng-copy kalimatku dan menatapku polos. Aaakkkhh...sungguh aku ingin mencekik leher yeoja ini jika aku bisa. Untung dia noonaku, jika tidak, aku pasti sudah melakukannya. Ya, yeoja sinting ini adalah sepupuku- Song Qian.
.
.
.
.
AUTHOR POV
.
"Helloooo, Cho Babooo...mau sampai kapan kau autis begini? Jika kau memanggilku cuma untuk memperlihatkan wajahmu yang tak layak lihat itu, lebih baik aku pulang." Ujar yeoja yang akrab disapa Vic atau Victoria itu sambil menjinjing tasnya dan segera beranjak dari kursi duduknya.
"Eh? Ya! Ya! Ya! Ya! Noona! Jangan pergi!..." seperti tersadar dari dunia lainnya, namja tampan bernama Kyuhyun itu tersentak dan langsung menarik paksa lengan Vic sehingga kini Vic kembali terduduk di kursi.
"Cepat katakan ada apa denganmu. Dalam 1 kalimat! Aku sibuk!" ucap Vic dengan nada yang sangat ketus. Dia meletakkan kembali tasnya ke atas meja dengan malas dan melipat kedua lengannya di depan dada serta kaki jenjangnya yang tersilang indah membuat paha mulus nan seksi itu kini terekspos dengan jelas.
.
.
.
Masih tak ada jawaban, Vic kini mulai jengah. Jika kita ada dalam dunia komik, maka sekarang kalian akan melihat 2 buah perempatan terparkir mulus di dahinya yang menawan itu.
.
"Yya! Bocah! Kau menghabiskan wak-"
.
"Noona..."
Victoria sedikit kaget. Masalahnya dia baru saja akan menggebrak meja sebelum Kyuhyun kini menatap melas padanya. 'apa mau bocah tengik ini?' tanya Vic dalam hatinya.
.
"W-waeyo?" jawab Vic sambil menurunkan tangan kanannya yang tadi terangkat.
"Dalam 1 bulan, berapa kali kau dan Nickhun melakukan 'itu'?"
.
.
Eh?
.
.
.
Loading
.
.
.
.
MWOYA?
.
.
Pertanyaan macam apa itu?
.
.
Sedetik setelah pertanyaan itu terlontar, wajah Victoria langsung merah padam sampai telinga. Wajah itu kini hampir sewarna dengan rambutnya sekarang. Masalahnya bukan karena Vic malu mendengarnya tapi bocah brengsek di depannya ini menanyakan pertanyaan frontal itu dengan suara yang lantang dan tegas! Akibatnya hampir semua pengunjung cafe yang hampir rata-rata namja itu kini tersenyum penuh arti pada Victoria. Sungguh yeoja Cina itu sangat malu sekarang. Ingin rasanya dia menyumpal mulut sepupunya yang tengil ini dengan kaoskaki bau Suaminya.
.
Yup,! Nickhun adalah suami dari Victoria.
.
"Yya! Pelankan suaramu! Dasar tak tau malu!" lirih Victoria sedikit menggeram dengan mencondongkan tubuhnya sedikit mendekati telinga Kyuhyun.
.
"Isshhh...jangan banyak omong. Cepat katakan! Berapa kali kau melakukannya dalam sebulan? Aku benar-benar butuh informasi itu." Ucap Kyuhyun dengan watadosnya.
"Wae? Untuk apa kau tahu? Itu rahasia kami..." jawab Vic ketus.
"Ayolah noona...jeballl...beritahu aku..." Kyuhyun kini tampak menangkupkan kedua tangannya di depan Victoria. Dengan wajahnya yang masih memelas, sudah pasti kini membuat Victoria mendengus sebal.
"Hentikan rengekan menjijikkanmu itu. Aku dan Nickhun tak pernah menghitungnya yang jelas sangat sering. Puas? Apa sekarang kau ingin bertanya bagaimana cara Nickhun mengajakku melakukannya?" ucap Victoria. Yeoja itu tampak melotot dan sedikit menantang Kyuhyun. Diluar dugaan, obsidian Kyuhyun kini malah berbinar-binar mendengar pertanyaan menantang itu.
"Bagaimana noona bisa tahu maksudku? Aku memang ingin menanyakannya." Senyum lima jari dengan mata membulat kini terpampang di wajah Cho Kyuhyun.
"Kau ini sebenarnya kenapa sih? Aku kembali ke Korea ini bukan untuk mengurus masalah seks mu. Aku ingin jalan-jalan, belanja, kuliner dan lainnya. Bukan untuk jadi seorang psikolog rumah tangga.!" Geram Victoria frustasi.
.
.
Yeoja Cina itu tahu, jika sepupunya ini memang sangat payah dalam urusan tentang cinta. Karir boleh sukses dan gemilang. Otak boleh cerdas dan jenius. Namun untuk masalah cinta dan hatinya, nilai Cho Kyuhyun bukan lagi NOL BESAR melainkan minus UNLIMITED. PAYAH!
.
Vic juga tahu masalah Kyuhyun dan Sungmin. Vic tahu mereka saling mencintai malah mungkin cinta Kyuhyun pada Sungmin lebih besar daripada cinta Sungmin kepada Kyuhyun. Sejak namja itu mengenal Sungmin, hampir bisa dipastikan senyum lebar selalu bertengger di bibir tebalnya. Victoria sangat senang mendengarnya. Ya, mendengarnya. Karena waktu itu dia masih di Cina dan hanya mengetahui perkembangan sepupu tersayangnya itu dari Kim Heechul – Eomma Kyuhyun yang adalah adik kandung dari Eomma Vic.
.
.
.
Setelah mendengar ungkapan protes Vic. Kyuhyun kini hanya tertunduk lesu. Wajah tampannya terlihat 'mellow'. Ekspresi penuh kesedihan itu sukses membuat Victoria menjadi merasa bersalah. Seharusnya dia tak cepat emosi. memang payah dalam hal seperti ini dan seharusnya dia membantu namja itu.
.
.
.
"Mau sampai kapan kau seperti ini, Kyu?"
.
".."
.
"Pernikahanmu sudah akan memasuki tahun ke-2 dan sampai sekarang kau belum pernah menyentuhnya? Apa masalahmu?" Vic melembutkan nada suaranya namun tetap terdengar mengintimidasi.
"Aku tak mau dia kecewa padaku, Noona. Aku tak sempurna. Aku takut dia akan membanding-bandingkan aku dengan kedua mantannya itu. Aku takut dia meninggalkanku..." ucap Kyuhyun lemah.
.
.
.
.
"Jika kau terus seperti ini, kurasa sebentar lagi dia akan benar-benar meninggalkanmu." Ucap Vic mutlak.
"Eh?"
.
.
'Apaaa?'
.
.
.
AUTHOR POV END
.
KYUHYUN POV
.
"Pernikahanmu sudah akan memasuki tahun ke-2 dan sampai sekarang kau belum pernah menyentuhnya? Apa masalahmu?" Perkataan Vic noona menghantam telak hatiku. Jangankan menyentuhnya. Bertegur sapa dengannya saja aku gugup. Lidahku mendadak mengejang saat mataku melihat wajah cantiknya.
Sejak malam pertama pernikahanku sebenarnya aku sudah memikirkan banyak rencana untuk 'menawan'nya, namun ketakutan ini kian hebat bergemuruh dalam pikiranku membuatku bimbang. Aku tak percaya diri. Sungguh aku tak ingin dia meninggalkanku hanya karena 'hal itu'.
"Aku tak mau dia kecewa padaku, Noona. Aku tak sempurna. Aku takut dia akan membanding-bandingkan aku dengan kedua mantannya itu. Aku takut dia meninggalkanku..." suaraku terdengar sangat lemah. Jujur aku sangat takut membayangkan dirinya menghilang dari hidupku.
.
Bicara tentang mantan kekasih. Aku sama sekali tidak pernah punya kekasih karena dari dulu 'penyimpangan' yang kualami ini membuatku menolak keberadaan yeoja manapun. Terlebih dengan penderitaan yang kualami semakin membuatku menutup diri dari namja ataupun yeoja yang ingin mendekat. Sampai saat eomma memperlihatkan foto kelinci manis itu padaku.
Matanya yang bulat, pipinya yang gembul serta kulitnya yang putih telah berhasil mendetakkan jantungku yang dulu sempat mati. Belum lagi bibir shape-M nya yang terlihat kenyal, manis dan merah alami itu mampu membuat sesuatu di bagian selatan sana menegang. Ouch! Membayangkannya membuatku panas.
.
Sungmin-kelinciku. Dari informasi yang kudapat setelah berbulan-bulan mengintainya ternyata dia sosok yang sangat memukau. Dengan segala kesempurnaan yang dimilikinya membuat dirinya hampir selalu dikelilingi oleh namja maupun yeoja yang juga sempurna. Dari info itu aku sangat bersyukur karena dia juga 'sepertiku' namun yang membuatku resah adalah sosok dari namja yang kutahu dulu pernah bersamanya. Lee Donghae dan Choi Siwon. Dua namja sempurna dengan paras menawan dan tubuh athletis - yang pasti tanpa cela - pernah singgah dalam hidup Sungmin dan pernah saling mencinta. Aku merasa terpuruk. Aku makin takut dia meninggalkanku suatu saat nanti.
.
"Jika kau terus seperti ini, kurasa sebentar lagi dia akan benar-benar meninggalkanmu." Ucap Vic tiba-tiba yang membuatku terperangah.
.
"Eh?" apa maksudnya itu? Kuharap aku salah dengar.
.
"Dia bisa saja meninggalkanmu jika kau masih saja terus begini. Ayolah Cho, semua juga tahu. Kesabaran seseorang itu memang tak berbatas, namun bisa habis ketika emosi mulai ikut campur di dalamnya. Dia hanya namja biasa, Kyu. Bukan malaikat yang akan selalu betah menunggumu. Dia butuh kepastian." Vic noona terus bicara tanpa sadar jika aku kini makin terpuruk.
.
Aku makin merasa bersalah!
Aku tak berguna!
.
.
.
.
Victoria menggenggam erat sebelah jemari tanganku. Matanya terus menatap dalam manik obsidian milikku.
.
.
"Kyu...dengar. Dengarkan noona baik-baik. Lukamu mungkin bisa menutup walau kini meninggalkan bekas permanen, tapi apa kau tahu luka yang menganga di hati Sungmin akan selalu terbuka dan tak akan pernah bisa menutup jika kau terus menyakitinya seperti ini."
.
.
"A-aku...aku tidak bermaksud menyakitinya, Noona." Aku spontan membantahnya. Sungguh aku tidak pernah ingin menyakiti kekasih hatiku itu.
"Memang kau tak pernah melakukannya secara sengaja, Kyu. Tapi kau mengukirnya sedikit demi sedikit secara tidak sengaja. Perbaiki itu. Sembuhkan lukanya dengan cintamu."
Aku merasa menjadi orang yang sangat jahat sekarang. 'Apa iya aku telah membuat luka itu padamu, Min?'
.
"Apa yang harus kulakukan, Noona...?" Owh...wajahku sekarang sepertinya benar-benar tak layak dilihat. Aku terus memelas dari tadi.
.
"Sentuh dia...bukan hanya raganya, tapi juga hatinya. Setiap orang yang menikah, terutama pihak perempuan ataupun yang seperti Sungmin, pasti akan merasa sangat bahagia jika dirinya telah dimiliki secara utuh oleh sang suami atau orang yang mereka cintai karena itulah yang menjadi dambaan mereka. Perasaan berbunga-bunga itu akan terus mereka ingat sampai kapanpun. Bahkan aku saja masih mengingatnya sampai sekarang..." Victoria makin menggenggam erat tanganku seolah menyalurkan berjuta keyakinan kedalam jiwa rapuhku ini.
.
"Aku—a-aku...aku belum siap, Noona. Aku...aku takut memulainya..."
.
.
KYUHYUN POV END
.
.
AUTHOR POV
.
"Aku—a-aku...aku belum siap, Noona. Aku...aku takut memulainya..."
.
Kyuhyun tertunduk malu ketika mengatakannya. Wajahnya merah padam. Posisinya sebagai seme tak memungkinkan dirinya untuk lebih berani pada sang uke. Seharusnya dia tinggal mengatakannya pada Sungmin dan 'memintanya'. Namun, lagi-lagi Kyuhyun tak sanggup. Dia terlalu takut.
.
'Pletak'
.
Sebuah jitakan full power mendarat dengan sempurna di ubun-ubun Kyuhyun membuat namja tampan itu meringis dan gemetar menahan sakit. Pelakunya? Siapa lagi kalau bukan Si Cantik dari Cina - Song Qian.
.
"Appo! Noona!" ringis Kyuhyun.
"Itu untuk mengeluarkanmu dari dunia ke-baboan-mu itu. Mendaratlah di dunia nyata dengan cepat. Besok kutunggu di restoran biasa jam 11."
"Ak...-"
"Aku tak peduli apapun urusan kantormu. Temui aku jam 11 di sana dan aku akan memberikan sesuatu yang menarik padamu. Dan kupastikan itu...sangat...-Hot." Bisik Vic di telinga Kyuhyun yang kini hanya menganga dan melongo sambil masih memegangi kepalanya.
"Hhh...Kyuppil Babo...ya sudah...aku mau shopping dulu. Khusus hari ini aku tidak menyuruh kau menemaniku. Sebaiknya kau urus dirimu dulu. Siapkan untuk besok."
.
".."
.
"Aku pergi dulu...Bye." setelah itu si cantik Cina langsung melenggang dengan gemulainya keluar dari cafe meninggalkan seorang namja babo yang masih melongo.
.
.
AUTHOR POV END
.
KYUHYUN POV
.
Setelah menemui Vic noona, aku langsung kembali lagi kekantorku. Terus melanjutkan kesibukan yang sebenarnya ku cari-cari sendiri demi mengalihkan pikiranku dari sang terkasih.
.
.
Waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore. Di saat para karyawan lain sudah pulang, namun aku, Presiden Direktur Sparkyu Coorporation, masih betah duduk di kursi kerjaku dengan tumpukan dokumen yang membuat perut mual. Sebenarnya aku bisa meneruskannya di rumah atau esok hari karena tidak ada satupun proposal mendesak untuk minggu ini. Tapi aku lebih memilih mengabaikan tumpukan itu dan sibuk dengan aktivitasku sendiri. Game? Certainly not ! Aku punya yang lebih penting dari itu sejak aku mengenal 'dirinya'.
.
Selama lebih dari 3 jam terakhir, mataku hanya fokus menonton video ketika acara resepsi pernikahanku, pernikahan Cho Kyuhyun dan Lee Sungmin. Entah sudah berapa ratus kali bibirku ini menyunggingkan senyum. Ya, setiap melihat wajahnya dalam video itu, aku tersenyum-senyum sendiri seperti orang gila. Berbagai macam ekspresi wajah manisnya terekam dalam video yang di ambil oleh eomma-ku waktu itu.
.
Suara tawanya
.
Senyumnya
.
Bibir mungilnya yang menggerutu ketika eomma-ku fokus pada wajahnya.
.
Matanya rubahnya yang berbinar ketika melihat ku bernyanyi
.
Pipi gembulnya yang menggoda ketika makan...
.
.
Ya Tuhan, kata-kata seperti apa lagi yang harus kutunjukkan untuk menggambarkan kesempurnaan namja itu. Aku begitu mencintainya. Bahkan di setiap helaan nafasku, aku selalu menyebut namanya dalam hati. Aku rela meninggalkan semua, asal dia bisa bersamaku selamanya. Sungguh aku mencintainya.
.
.
"Ah, kau menangis sayang...?" Aku tersenyum sendu melihat airmata Sungmin ketika pemberkatan pernikahan kami telah selesai dan aku mencium bibirnya. Sebenarnya aku sangat gugup saat itu, namun kekalutan yang kurasakan membuatku memasang ekspresi wajah yang seolah-olah terpaksa.
"Apa kau bahagia, Minnie-ah?" aku mem-pause video itu saat kulihat Sungmin tersenyum tulus kearahku ketika kami telah berciuman dan aku? Lagi-lagi mengabaikannya...
"Hiks...mianhae...jeongmal mianhaeyo..." ku peluk erat i-pad hitam itu ketika tiba-tiba aku teringat dengan segala sikap dinginku pada Sungmin yang selama ini telah mencurahkan rasa cintanya padaku. Aku menangis.
.
.
.
.
Entah sudah berapa lama aku menangis, aku terkejut ketika bunyi getaran ponselku terdengar nyaring memekakkan telinga. Ternyata aku tertidur menyandarkan kepalaku di meja sambil masih memeluk i-pad ku. Aku bangkit dan segera mematikan alarm ponselku.
"10 malam. Waktunya pulang." Gumamku lirih. Segera kumasukkan semua barang-barangku yang berhamburan di meja kedalam tas. Setelah merapikan penampilanku, aku segera keluar dari ruangan besar itu dan melangkah menuju parkiran mobil.
"Aku pulang, Minnie jagiya..."
.
.
KYUHYUN POV END
.
AUTHOR POV
.
Kyuhyun sampai di rumah mewahnya hampir pukul 11 malam. Setelah memasukkan mobilnya kedalam garasi, Kyuhyun melangkah memasuki rumahnya.
.
'Cklek'
.
Tak ada salam apapun ketika pintu itu terbuka. Baik dari Kyuhyun maupun penghuni dalam rumah itu – Sungmin
Tanpa banyak basa-basi, Kyuhyun langsung melangkahkan kakinya kelantai 2 dan masuk dalam kamarnya.
.
Gelap.
.
'Pasti Sungmin sudah tidur' batin Kyuhyun. Namja itu segera membuka jas dan menaruh tas kerjanya. Sesekali dia melirik kearah namja mungil yang kini tengah meringkuk dengan damai. Dengan bantuan sinar bulan yang lembut membuat Kyuhyun kini bisa melihat betapa cantiknya wajah itu walaupun sedang tertidur lelap. Kyuhyun tersenyum sekilas kemudian melangkah ke kamar mandi.
.
.
.
Setelah mandi dan berganti dengan piyama, Kyuhyun merangkak ke sisi ranjang sebelah Sungmin. Ditatapnya lekat wajah manis itu. Tak henti-hentinya Kyuhyun mengucap syukur dalam hati karena namja manis itu adalah miliknya.
.
"Kau indah, jagiya..." diusapnya pipi chubby itu pelan.
.
Deg
.
Kyuhyun tersentak ketika jemarinya merasakan sedikit dingin dan basah dari pipi itu. Kyuhyun makin mencondongkan wajahnya untuk melihat lebih jelas apa yang ada di sana.
.
Airmata
.
Bekas aliran airmata dan bahkan airmata yang masih hangat menghiasi pipi mulus itu. Kyuhyun tercekat. Apalagi kini Kyuhyun dapat melihat dari mata yang tengah terpejam itu ternyata masih mengalirkan bulir beningnya.
Dada Kyuhyun serasa dihantam kayu. Pikirannya berkecamuk. Tangan yang tadi mengelus pipi Sungmin kini bergetar hebat.
.
"Apa yang kau tangisi, Minnie-ah? Apa yang membuatmu bersedih?"
.
"Jangan buang air matamu untukku yang pecundang ini, Minnie-ah. Jangan menangisiku. Hiks..hiks..kumohon...janganlah menangis."
.
Kyuhyun terus menangis melihat airmata Sungmin. Kyuhyun mendekatkan wajahnya kemudian mengecup lembut kelopak mata Sungmin yang masih terus berurai airmata. Rasa asin yang tesesap di indera perasanya tak lagi dipedulikan Kyuhyun. Bibirnya terus mengecup kedua mata itu dengan lembut sampai airmata itu berhenti mengalir.
.
Cup~
.
Dikecupnya hidung mungil itu dengan sayang.
.
"Tidurlah yang nyenyak sayangku, jangan pernah menangis karenaku.
.
Cup..cup
.
Berlanjut ke kedua pipi tembam itu.
.
"Aku menyayangimu..."
.
Cup
.
Turun ke dagu mungil Sungmin
.
"Jangan pernah meragukanku..."
.
Kyuhyun memandangi wajah Sungmin sejenak sebelum mengecup bibir mungil itu.
.
Chu~
.
"Jeongmal saranghaeyo,,,nae sarang..." segera setelah mengatakannya, Kyuhyun kembali memagut bibir Sungmin dalam pagutan yang lebih menuntut namun tetap lembut. Lumatan demi lumatan diberikan Kyuhyun pada bibir merah itu sambil terus merapalkan mantra cintanya.
.
"Eungghhngg..." Lenguhan pelan Sungmin membuat Kyuhyun langsung tersadar dari perbuatannya.
.
"Ommo...apa yang kulakukan? Babo!" Kyuhyun memukul kepalanya sendiri dan setelahnya tangan itu kembali mengusap pipi dan surai lembut Sungmin.
.
.
.
"Jangan pernah bosan mencintaiku..."
.
Cup~
.
Setelah mengecup sayang dahi Sungmin, Kyuhyun segera merebahkan tubuhnya di sebelah namja mungil itu namun dengan membelakanginya. Rasa sesak di dadanya kembali terjadi membuat Kyuhyun meringis. Bukan sesak karena sakit fisik. Namun karena siksaan batinnya. Kyuhyun-pun kembali tertidur dengan berbagai perasaan yang berkecamuk dalam hati.
.
.
.
AUTHOR POV END
.
KYUHYUN POV
.
Hari ini seperti yang dijanjikan kemarin. Aku menunggu noona Cina itu di restoran yang telah ditentukannya sekitar 2 jam yang lalu. Sudah hampir 1 jam aku menunggunya namun batang hidungnya yang mancung itu tak kunjung terlihat.
.
"Aishh...keterlaluan. bisa-bisanya dia membuatku menunggunya seperti orang bodoh." Bagaimana tidak seperti orang bodoh jika sedari tadi aktivitasku hanya celingak-celinguk memanjangkan leherku hanya demi melihat kedatangannya namun apa yang kudapat? Hanya pegal yang mendera, sedangkan wajahnya tak juga terlihat.
"Nenek lampir sialaaaannnn..." Aku mengaduk-aduk penuh emosi jus jeruk yang kupesan hingga beberapa tetes sukses muncrat keluar dari gelasnya.
.
'Plaakk'
.
"Yya! Siapa yang kau sebut nenek lampir, hah? Bocah tengik!
.
Aku tak menggubris amarahnya. Aku lebih sibuk mengusap pucuk kepalaku yang sepertinya tadi baru saja kena hantaman tas mahalnya yang berat itu. Entah apa isinya.
.
"Yya! Mengapa kau terlambat, eoh? Aku hampir garing menunggumu di sini!" teriakku murka. Namun bukannya takut, yeoja Cina ini malah mencibirku.
"Sudahlah, aku tak ingin mendengar suara sumbangmu itu berteriak tak berguna. Maafkan aku, tadi aku sibuk mencari benda ini." Kulihat sekarang Vic noona merogoh tas merahnya dan tampak sibuk mencari sesuatu.
Secara tak sadar, akupun jadi ikut memperhatikan gerakannya. "Apa yang kau cari?" tanyaku antusias soalnya sedari tadi barang yang dia cari tak kunjung di tunjukkannya padaku. Aku penasaran.
.
.
"Ah! Dapat! "
.
.
Aku berjengit kaget dan sontak mundur kebelakang akibat aksi jerit dadakannya.
"Aisshh..pelankan suaramu. Kita bukan di hutan" ucapku sambil mengelus dada.
.
.
Yeoja itu tampak tak menanggapi gerutuanku. Sekarang malah sibuk tersenyum menyeringai sambil menaik-turunkan sebelah alisnya. Isshhh, mengapa yeoja ini tak ada imut-imutnya sama sekali? Cih!
.
.
"Kau tahu ini apa?" Kini kulihat Victoria menunjukkan sesuatu tepat di depan wajahku.
.
Benda itu berbentuk seperti kemasan Lem Alt*co, namun ukurannya sangat kecil. Tingginya mungkin hanya sekitar 3cm dengan lebar yang hanya sekitar 1cm. Dari kemasannya yang transparan, aku dapat melihat bahwa ada –kemungkinan- cairan di dalam benda itu. Tapi apa?
.
"Mwoya? Apa ini?" aku bertanya sambil memicingkan mataku menatap intens benda misterius itu.
.
.
"Your Problem Solving..."
.
.
.
.
.
.
.
TBC
.
Yey! Selesai juga part 1 Kyu's Heart ini...#prokprokprokprok
Jeongmal gamsahae buat yang dah setia repiu di WFYH Ming's Heart...Hyun terharu...hiks..hiks #lapingusdibajuKyunnie
Kyu's Heart ini juga maci dalam rate M cz ada 'iya-iya' na jg...so...yadongers, jangan pergi kemana-mana yah...tetep ma HyunChan disini...
.
Special Kisseu to:
RianaClouds, Paijem, nikyunmin, saltybear, WineKyuMin137, Kim Min Ah, PrincessPumpkinELF, .1, sitara1083, Fishy kece, Yefah Joyers Clouds, sitapumpkinelf, Cho Na Na, riesty137, pumpkinsparkyumin, SPREAD JOY137, diazzelf, Zahra Amelia, lenyclouds, reva kyuminelf, and ChoiShinYang
Serta peluk sayang buat seluruh chingu yang dah fav n follow FF Hyunnie...#cipok
Silent readers, saranghaeyo...Hyun masih menunggu kalian membuka kedok kalian di hadapan Hyun #eaaaa
.
Akhir kata...Gomawo honeyyyyyyy...!
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian...rifyu juseyo...
Review kalian benar-benar semangat buat Hyun...
#muach#
