Title : Waiting for Your Heart

.

.

Cast : Lee Sungmin (namja)

Cho Kyuhyun (namja)

.

.

Genre : Romance/hurt/comfort, YAOI

Rate : M

Warning : Aneh, gaje, alur yang kecepetan, Typo(s), pasaran, bisa NC ...so...if u don't like it...just don't read it...okay...! no bash, for everything!

.

.

SUMMARY

Aku mencintaimu dengan segala keterbatasan yang kupunya. Aku mencintaimu dengan segenap jiwa dan ragaku. Meski tak pernah kusangka, cinta ini jugalah yang menyakitimu. –KyuMin-

.

.

DISCLAIMER

Semua tokoh dalam fict ini punya Tuhan YME dan orang tuanya masing-masing. Ide cerita murni milik Hyun. Kyunnie punya na Ming. Ming punya na Kyunnie. HyunChan punya na Ming! #no bash

.

NO COPAS

.

DON'T LIKE, DON'T READ

.

.

.

.

^^HAPPY READING ^^

.

.

.

Previous Chapter

"Kau tahu ini apa?" Kini kulihat Victoria menunjukkan sesuatu tepat di depan wajahku.

Benda itu berbentuk seperti kemasan Lem Alt*co, namun ukurannya sangat kecil. Tingginya mungkin hanya sekitar 3cm dengan lebar yang hanya sekitar 1cm. Dari kemasannya yang transparan, aku dapat melihat bahwa ada –kemungkinan- cairan di dalam benda itu. Tapi apa?

"Mwoya? Apa ini?" aku bertanya sambil memicingkan mataku menatap intens benda misterius itu.

.

.

"Your Problem Solving..."


Kyu's Heart

- Should I ? -


.

AUTHOR POV

.

.

.

"Mwo?" Kyuhyun membelalakkan matanya. Kalimat Victoria barusan benar-benar membuatnya bingung. Benda apa itu sebenarnya?

.

.

"Benda ini adalah satu-satunya yang dapat membantumu. Aku dan Nickhun telah bersusah payah mendapatkannya." Yeoja cantik ini menarik tangan Kyuhyun dan memasukkan benda itu kedalam genggaman namja yang kini masih terbengong-bengong menatapnya.

"Ingat, gunakan saat kau benar-benar terdesak. Saat kau benar-benar membutuhkannya. Saat kau benar-benar menginginkannya." Gadis itu tetap mengoceh tanpa sekalipun memerhatikan ekspresi orang di depannya.

"Jangan sampai hilang, jangan sampai tumpah dan jangan ditaruh di tempat yang panas. Kau harus berhati-hati karena benda ini sangat mahal dan yang harus kau ingat lagi adalah...ini hanya sekali pakai." Ucap Victoria sambil sedikit berbisik pelan di telinga Kyuhyun yang masih mematung.

"Kau harus ce-...

"YA! Hentikan dulu ocehanmu itu! Sedikitpun aku tak mengerti! Jelaskan padaku dengan sejelas-jelasnya. Sebenarnya benda apa ini?!" habis sudah kesabaran Kyuhyun menghadapi noona cantiknya ini.

"Eyy..Ya! pelankan suaramu itu. Aku bisa tuli nanti..." Victoria menggerutu sambil menutup kedua telinganya.

.

"Jelaskan se –ka –rang!" perintah Kyuhyun mutlak.

"Arraseo...arraseo...dengar..,..ini adalah obat."

"Obat?"

"Ne...dengan memasukkan cairan ini ke dalam mulut seseorang. Maka orang yang meminumnya akan kehilangan kesadaran dalam waktu yang cukup lama." Vic kini sedikit memelankan nada bicaranya sehingga dia dan Kyuhyun sekarang sama-sama sedikit merundukkan kepala mereka dan saling mendekat.

"Mwo? Terus apa hubungannya denganku, noona?" bisik Kyuhyun sedikit menggeram.

"Aisshh...baboya! Kau tahu, walau orang yang meminumnya hilang kesadaran namun itu hanya di sebagian fungsi otaknya saja. Syaraf lainnya akan tetap bekerja dan lagi...gairahnya akan meningkat." Vic kini tampak menyeringai.

.

"Seperti obat perangsang?

"Exactly, tapi bedanya orang itu akan lupa dengan apa yang dilakukannya selama dia tak sadarkan diri dan malah tidak akan pernah tahu apapun yang terjadi pada dirinya. Jadi, kau minumkan ini pada Sungmin dan kau bisa menyentuhnya sepuas yang kau mau." Yeoja Cina itu mengerling genit kearah Kyuhyun dan sedikit menggigit bibir bawahnya.

.

Blush

.

Merah padamlah wajah Cho Kyuhyun sekarang. Dia mengerti. Dia sangat mengerti apa maksud dari Victoria. Otak yang dasarnya memang pervert itu kini mulai membayangkan berbagai adegan 'iya-iya' yang diharapkannya dapat di praktekkannya bersama dengan Sungmin.

.

Plakk

.

"Ya! Mengapa kau menamparku, noona?" ringis Kyuhyun sambil mengelus pipi kanannya yang jadi korban kemulusan tangan Victoria

"Aku mual melihat ekspresi mesum-mu itu. Berhentilah membayangkan hal-hal konyol. Sebaiknya langsung kau 'lakukan' saja." Ujar Vic santai sambil menyesap teh aroma strawberry-nya. Gadis ini benar-benar tidak merasa malu dengan berbagai kalimat frontal yang diucapkannya.

Kyuhyun menatap benda mungil yang ada di tangannya itu. 'apa aku bisa melakukannya?a ku takut, apa tidak apa-apa aku melakukannya?'. Sekelebat pemikiran itu mulai melintas di pikiran Kyuhyun.

.

.

"Jika kau terus seperti ini, kurasa sebentar lagi dia akan benar-benar meninggalkanmu."

Tiba-tiba kalimat yang diucapkan Victoria terngiang.

.

.

'Aku harus berubah. Harus. Aku mencintainya. Aku harus melakukannya.'

.

.

.

.

.

"Noona, gomawo. Tapi kurasa aku akan melakukannya dengan caraku sendiri. Aku akan mulai mengubah sikapku." Kyuhyun menyerahkan benda mungil itu kembali pada Victoria yang membuat gadis Cina itu malah menatap Kyuhyun kaget.

.

"Jinjjayo? Kau yakin, Kyu?" Vic menatap sendu kearah Kyuhyun. Dia sungguh sangat kasihan dengan sepupunya ini. Dua tahun pernikahannya malah disia-siakannya begitu saja hanya dengan alasan yang menurut Victoria itu tak penting. Namun mengingat seberapa frustasi dan terpuruknya Kyuhyun ketika mengetahui bekas operasinya yang tak mau hilang itu membuat Victoria prihatin. Apalagi Kyuhyun mengetahui jika selama ini Sungmin selalu di dekati oleh namja-namja yang sempurna, hal itu makin membuat Kyuhyun tak percaya diri.

.

Jika kalian menyangka bekas luka itu hanyalah masalah kecil. Sebaiknya kalian pikirkan lagi. Apa yang kalian rasakan jika tubuh bagian depan kalian memiliki bekas menonjol dan berkerut dengan panjang hampir 30cm dan semakin lebar setiap tahunnya hingga menutupi hampir seluruh bagian sebelah kiri dadamu? Mengerikan bukan? Itulah yang dialami Kyuhyun. Kesalahan yang terjadi saat operasi menyebabkan luka itu membesar dan kini seperti bekas luka bakar yang sangat mengerikan.

.

.

"Aku yakin, noona. Dan ku harap, aku bisa melakukannya." Ujar Kyuhyun lemah.

.

"Ne, noona mengerti. Tapi bawalah dulu ini bersamamu. Jika kau membutuhkannya. Noona juga berharap kau bisa melakukannya sendiri, Kyu. Tapi jika kau belum bisa, kau bisa menggunakannya." Ujar Vic sambil tersenyum lembut dan mengelus pelan pipi Kyuhyun. Sungguh Vic sangat menyayangi namja di depannya ini. Statusnya sebagai anak tunggal membuat dirinya kesepian dan rasa itu mulai menghilang ketika dia bertemu Kyuhyun saat namja itu berumur 5 tahun.

Victoria beranjak dari tempat duduknya dan kini duduk di sebelah Kyuhyun yang masih menunduk.

"Kau pasti bisa Kyu. Noona yakin itu. Ini sudah hampir 2 tahun. Kau harus bisa melakukannya. Bahagiakan dia dan juga dirimu."

.

.

.

Setelah itu Kyuhyun langsung memeluk erat Victoria. Betapa bersyukurnya dia akan kehadiran yeoja Cina itu. Sepertinya Tuhan masih memberkatinya.

.

"Gomawo, noona. Jeongmal gomawo." Ucap Kyuhyun di bahu Vic.

.

"Cheonman, Kyunnie...mulai dari sekarang, berusahalah untuk menjadi suami yang terbaik bagi Sungminnie. Jangan pernah meragukannya lagi. Arraseo?..."

.

"Ne, noona. Gomawo." Kyuhyun melepas pelukannya dan tersenyum manis pada Victoria.

"Aigoo...jangan memasang wajah menyebalkan itu di hadapanku. Bisa-bisa aku keguguran melihatnya." Vic mendengus sebal sambil berdecak sebal.

"Harusnya kau berterimakasih padaku, noona. Karena anakmu nanti akan tampan dan jenius sepertiku." Ucap Kyuhyun dengan overselfconfidence sambil mengusap-usap dagunya. Cih.

"Iyaiikkkss...jenius sepertimu sih oke, tapi jika tampan sepertimu? No, thanks. Aku tidak ingin dia nanti berwajah iblis sepertimu. Cukup satu saja iblis di dekatku di dunia ini. Yaitu kau"

"Yya! Dasar kau nenek tua!..."

"Mwoya? Nenek tua? Dasar bocah brengsek! Karena kau telah menghinaku, maka hari ini kau harus temani aku belanja dan membayar semua yang kubeli...JANGAN MENOLAK!..."

"Apa?! Yya! Aku tak mau! Aku tak –mmmhhhpphh..."

.

.

Umpatan Kyuhyun teredam ketika tiba-tiba Victoria membekap bibir sexy nya dengan telapak tangan dan memboyong paksa namja tampan itu keluar dari restoran setelah meninggalkan beberapa lembar uang di meja makan mereka.

-poorKyunnie-

.

.

AUTHOR POV END


.

KYUHYUN POV

.

Setelah menemani nenek tua itu belanja hampir 4 jam lamanya. Akhirnya aku bisa kembali kekantorku untuk – lagi-lagi- membuang waktuku percuma demi menjaga sedikit jarak dengan bunny boy. Ku selonjorkan kedua kakiku di atas sofa empuk dalam ruangan bergaya retro itu.

.

.

.

"Ahh...lelahnya. Kakiku sakit sekali." Ku gerak-gerakkan kakiku dengan gaya menendang keudara untuk sedikit menghilangkan rasa kram yang kini melanda kedua bagian jenjangku itu.

"Aigoo...sakit sekali...ugghh..." aku beranjak dari sofa itu dan berjalan kearah lemari kecil di sudut ruangan. Tempatku biasanya menaruh beberapa barang pribadiku, mulai dari jas, kemeja, beberapa lembar kaos, jeans, celana dasar, dan juga...

.

"Hai, jagiya...kau sedang apa sekarang? Apa kuliahmu lancar? Kau masak apa hari ini, eum? Terimakasih kau selalu mencintaiku. Kau tahu, aku akan berusaha lebih keras lagi untuk memperbaiki sikapku yang menurutmu menyebalkan ini. Aku ingin kau tahu bahwa aku selama ini sangat mencintaimu."

.

.

.

Aku terus menatap figura hitam yang terpajang rapi di dalam lemariku. Aku sengaja menggantungnya di sana. Ada banyak sekali gantungan dan tempelan foto dirinya di dalam lemari ini. Berbagai ekspresi menggemaskan dari wajah cantik itupun tak luput dari bidikan kameraku. Selalu kuabadikan walau tanpa disadarinya.

.

.

"Minnie-ah...mianhae...maafkan suamimu yang pengecut ini. Aku...aku benar-benar tak bermaksud menyakitimu. Aku hanya...aku hanya takut kehilanganmu. Tunggulah satu minggu lagi...Aku akan menjawab semua jawaban atas keraguanmu padaku selama ini." ku peluk erat figura itu di dadaku sambil memejamkan mata. Sungguh aku sangat mencintai sosok dalam foto itu. 'Istri' ku, Lee Sungmin.

.

.

KYUHYUN POV END


.

AUTHOR POV

.

Pukul 11 malam, seperti biasanya Kyuhyun akan pulang kerumahnya setelah memperkirakan Sungmin sudah lelap tertidur di kamar mereka. Namja tampan itu membuka pintu tanpa mengucapkan salam sedikitpun. Diarahkannya tubuhnya menuju ruang makan di rumah mewah itu. Tampak berbagai hidangan makan malam–yang sudah pasti untuk dirinya- masih tersusun rapi di meja itu dengan ditutupi oleh sebuah tudung saji transparan.

.

"Masakanmu selalu yang terbaik, Min" ucap Kyuhyun sambil memasukkan beberapa potongan daging saos tiram itu kedalam mulutnya.

.

Kyuhyun selalu seperti itu. Di tak pernah menolak apapun yang dimasak Sungmin untuknya, namun dia juga tak pernah mengucapkan terimakasih sedikitpun pada Sungmin. Dia juga tahu bahwa istrinya itu selalu menunggunya hingga membuat kelinci manis itu jarang makan malam, namun sedikitpun Kyuhyun tak pernah melontarkan pertanyaan tanda khawatirnya pada sang istri membuat Sungmin makin bingung. Bagaimana sebenarnya perasaan Kyuhyun padanya? Terkesan menerima namun juga menolak dalam waktu bersamaan.

.

Setelah mencuci semua perlengkapan makannya, Kyuhyun segera melangkahkan kakinya menuju lantai 2 – kamar mereka.

.

Kyuhyun membuka pintu kamar.

.

Gelap

.

Warna itulah yang pertama kali menyapa indera visualnya. "Sungmin sudah tidur" gumam Kyuhyun lirih.

Dilangkahkannya kakinya dengan gerakan mengendap-endap agar tak menimbulkan suara sedikitpun agar sang terkasih tak terganggu. Ketika dia akan menaruh jasnya di dalam lemari, dia mendengar suara rintihan dari arah kamar mandinya. Kyuhyun terkejut.

.

"Apa itu?" gumam Kyuhyun dan langsung menghentikan aktivitasnya. Telinganya difokuskan untuk lebih mendengar suara rintihan itu yang kini diiringi dengan isakan pelan.

.

Bulu kuduknya sedikit meremang. 'Ini sudah tengah malam, siapa yang menangis di kamar mandiku? Di rumah ini hanya ada aku dan Sungmin dan kini Sungmin sedang tidur.' Eh Benarkah?'

.

Dengan langkah gemetar dan gejolak batin yang tak menentu, Kyuhyun melangkah kearah ranjangnya dan Sungmin. Kedua matanya menangkap adanya gundukan dalam selimut tebal itu yang diprediksinya sebagai Sungmin. Tangan kanannya terulur kearah gundukan itu dan memegangnya erat. Pikiran dan hatinya kompak menyuarakan untuk membuka selimut itu.

.

1

.

2

.

3

.

'Hup'

.

.

Segera disingkapkannya selimut tebal itu dan betapa terkejutnya dia ketika yang didapatinya di dalam gundukan itu bukanlah Sungmin. Hanya sebuah bantal.

Peluh mulai mengucur di dahi Kyuhyun dan nafasnya mulai memburu.

.

'Hiks...hiks...engg...hiks...Kyuuu..~"

.

Lagi. Rintihan disertai isakan itu kembali terdengar. Kyuhyun yang sedari tadi mematung tiba-tiba tersentak dan langsung berlari kearah kamar mandinya. Tidak tahu, hanya saja pikirannya mengatakan bahwa Sungmin dalam kondisi tidak baik.

.

Brakk!

.

Setelah membuka paksa pintu yang terkunci dari dalam itu, kini mata bulat Kyuhyun makin terbelalak ketika retinanya menangkap sosok Sungmin tengah terlentang di lantai kamar mandi dengan wajah yang penuh air mata.

"Sungmin-ah!" Kyuhyun segera mendekati Sungmin dan tanpa aba-aba langsung menggendong bridal style tubuh mungil sedikit basah itu kemudian direbahkannya di atas ranjang mereka.

"Minnie-ah..waegurae? waeyo? Bicaralah, Minnie-ah! Katakan padaku ada apa!" Tanya Kyuhyun panik sambil menepuk-nepuk pelan pipi Sungmin yang kini masih saja menangis dan mengerang.

"Sakit...hiks...sakit Kyu...hiks...sakit..." Sungmin merintih sambil terisak. Sekujur badannya sedikit mengejang.

"Apa...apa yang sakit Minnie-ah? Katakan...dimana yang sakit..." Kyuhyun mulai memijit seluruh kaki dan tangan Sungmin. Namja itu tampak sangat panik sekarang.

"Sakit...sakit..Kyu...hiks..." Sungmin mengarahkan tangan kanannya kebagian bokongnya yang juga sama basah dengan tubuhnya. Kyuhyun tampak mengeryit heran. Namun segera dibawanya tubuh mungil Sungmin agar berbaring menyamping membelakanginya dan dengan cepat segera dilepaskannya celana piyama Sungmin. Satu hal yang ada dipikiran Kyuhyun. 'Mungkinkah Minnie...'

.

Dan benar saja, saat celana itu telah turun sampai lutut Sungmin, Kyuhyun melihat memar besar di bagian sekitar butt dan paha Sungmin. Bekas memar itu ada yang membiru dan ada yang masih merah.

.

.

.

.

"Kau terjatuh, Min...?"

"Hiks...tadi aku berniat pipis, aku langsung berlari kekamar mandi ketika aku akan keluar, aku terpeleset dan...hiks...ini sangat sakit...hiks..." rintih Sungmin sambil berusaha memegang bagian belakang pahanya.

"Sudahlah, diam dulu disini, aku akan mengambilkan obat untukmu." Tukas Kyuhyun kembali dengan nada datar dan ekspresi dinginnya, membuat Sungmin bergidik takut.

"Mi-mianhae..hiks...mianhae Kyu...tidak usah repot-repot...aku bisa mengambil obatnya sendiri..." ucap Sungmin sambil membalikkan tubuhnya dan berusaha untuk duduk. Namun, Kyuhyun segera mendorong tubuh itu agar berbaring kembali.

"Sudahlah...tunggu aku sebentar..." Kyuhyun langsung keluar dari kamar dan turun ke bawah untuk mengambil obat untuk luka memar Sungmin.

.

Blam

.

Ketika pintu kamar itu tertutup, Sungmin kembali menangis. Selain karena bagian belakangnya yang ngilu, kini hatinyapun merasakan demikian. Sungguh sikap suaminya yang dingin itu membuat Sungmin merasakan sakit di hatinya.

"Mianhae, Kyu...hiks..."

.

.

.

.

Sekitar 5 menit kemudian, Kyuhyun kembali masuk kedalam kamar dengan membawa sekotak besar peralatan P3K, sebaskom air hangat serta handuk kecil yang tersampir di pundaknya.

"Miringkan badanmu, Min..." ucap Kyuhyun langsung duduk di pinggir ranjang dan tanpa menyadari tatapan sedih Sungmin langsung memiringkan tubuh telentang itu agar membelakanginya, menaikkan kedua kaki pendek itu ke atas pahanya dan mulai menurunkan lagi celana Sungmin.

.

'Set'

.

Kyuhyun mengusapkan handuk yang sudah direndamnya dengan air hangat itu kebagian bokong Sungmin yang memar. Sungmin sedikit meringis. Rasanya sangat pedih. Mungkin ada beberapa luka lecet kecil di sana.

.

"Kyu...mi-mianhae...aku merepotkanmu...mi-..."

.

"Sudahlah, jangan banyak bicara. Diam dan jangan bergerak" tukas Kyuhyun langsung memutus kalimat Sungmin. Kyuhyun dengan telaten mengompres memar itu kemudian mengoleskan salep pereda nyeri di bagian-bagian yang dirasa Kyuhyun perlu. Ditiup-tiupnya sebentar agar salep itu cepat mengering kemudian segera dinaikkannya underwear dan celana Sungmin yang tadi diturunkannya.

Sekilas dia melirik Sungmin, namja manis itu tampak masih menangis dan Kyuhyun sadar akan hal itu.

"Sudah, kau boleh berbalik sekarang. Minumlah obat pereda nyeri di atas nakas itu, aku akan mengambilkan piyama baru untukmu."

.

Dengan mengangguk lemah, Sungmin segera membalikkan badannya menjadi telentang kembali kemudian dia sedikit mengangkat tubuhnya untuk mengambil obat yang dimaksud Kyuhyun di atas meja kecil di sebelah tempat tidurnya.

.

'Apa yang di dalam ini juga obat?' Sejenak Sungmin ragu ketika melihat sebuah benda aneh kecil berisi cairan bening di dekat gelas minumnya. Namun tanpa banyak basa basi, kelinci putih itu segera memakan obatnya dan meminum cairan di dalam tabung kecil itu lalu meneguk air minumnya dengan cepat. Dia takut jika Kyuhyun mendapatinya belum memakan obatnya, 'Kyuhyun sudah susah payah menyiapkannya, harus ku habiskan semua' begitulah pemikiran Sungmin.

Salahkan Kyuhyun yang terlalu lama tepekur di depan lemari pakaian mereka. Ketika melihat tumpukan piyama kelinci Sungmin, Kyuhyun malah tersenyum-senyum aneh dan otaknya mulai berfantasi gila. Entah sudah berapa lama dia begitu dan ketika dia membalikkan tubuhnya, dia melihat Sungmin dengan mata terpejam.

.

"Bisa-bisanya dia tidur dengan pakaian basah begitu." Gerutu Kyuhyun.

.

"Hei, Sungmin-ah...ireona...ganti dulu baju dan celanamu itu. Aku sudah membawakan gantinya. " Kyuhyun menepuk pelan lengan Sungmin namun tidak ada tanggapan dari kelinci manis itu.

"Ya! Ireona palli..! Aku juga mengantuk, Sungmin-ah!" kali ini namja tampan itu menepuk-nepuk pipi chubby Sungmin dengan sedikit kuat, namun masih saja tak ada tanggapan. Kyuhyun mulai frustasi, didudukkannya tubuhnya di pinggir ranjang samping Sungmin tidur. Diusapnya pelan rambut dan dahi Sungmin lalu mendekatkan bibirnya ketelinga Sungmin.

.

.

"Jagiya, palli ireona...nanti kau bisa masuk angin jika tidur begini." Bisik Kyuhyun dan entah karena apa, kini namja tampan itu malah dengan berani mengemut pelan telinga kiri Sungmin dengan intens.

.

"Eunngghhh,...Enggh" Sungmin melenguh, membuat Kyuhyun tersadar dan segera berdiri dari duduknya.

"Hiks...sakit...hiks...hiks..."

.

Kyuhyun mengerutkan dahinya. Mengapa Sungmin menangis lagi? Apa lagi yang sakit? Setahu Kyuhyun obat yang di berikannya adalah obat mahal dengan efek yang sangat manjur, serta cepat bereaksi menghilangkan nyeri. Jadi apa sekarang masalahnya?

.

.

"Sakiitt...hiks..." Sungmin merintih. Kini keringat mulai mengucur di wajahnya. Kyuhyun kembali mendekati Sungmin dan mengusap keringat itu.

"Waeyo, Min. Apa yang sakit? Apa masih nyeri? Pedih? Katakan padaku..."

.

"Sakit...sakit...hiks...sakit..." Sungmin terus saja menangis dan merintih dengan mata terpejam.

.

"Min? Waeyo...? Min?" Kyuhyun gusar dan kembali menepuk pipi Sungmin dan lagi-lagi tak juga bisa membuat Sungmin membuka matanya. Kyuhyun bingung, lalu segera mencari bungkus obat nyeri yang tadi di makan Sungmin di kotak sampah yang terletak di bawah meja nakas itu bermaksud untuk melihat efek samping dari obat pereda nyeri yang diberikannya.

.

'Deg'

.

'ASTAGA!'

.

Kyuhyun terbelalak ketika dia menemukan benda kecil di dalam kotak sampah itu. Benda yang mirip dengan yang diberikan Victoria tadi siang padanya. Dan sekarang? ISINYA HABIS! Astaga...Kyuhyun gemetar dan secepat kilat dia menuju lemari pakaiannya dan mengorek kantong jas yang tadi dipakainya.

.

'Tak ada!'

.

Obat itu kini tak ada di kantong jas Kyuhyun yang berarti benda itu tadi adalah...dan kini sudah...sudah...

.

"Ya Tuhan, mengapa aku seceroboh ini? Arrkkhh!" Kyuhyun menjambak rambutnya frustasi. Bagaimana tidak. Obat yang memiliki efek lebih parah dari obat perangsang itu kini telah berada dalam perut Sungmin dan artinya...Sungmin...

"Kyu...hiks...Kyu...hiks..." Rintihan lirih itu kembali menerobos gendang telinga Kyuhyun membuat namja itu kembali menghampiri ranjang tempat Sungmin tengah tertidur dan terangsang.

Wajah putih Sungmin kini telah memerah. Kaki tangannya bergerak-gerak gelisah. Kepalanya terhempas kekanan dan kekiri serta aliran peluh kini membanjiri tubuhnya.

.

'Gluk'

.

Kyuhyun susah payah menelan salivanya. Kini Sungmin tengah dalam pengaruh obat perangsang itu dan melihat Sungmin yang menggeliat resah membuat sesuatu di selangkangan Kyuhyun menegang.

"Mi-Minnie...Minnie-ah..." dengan gemetar jemari Kyuhyun terulur untuk menyentuh wajah Sungmin.

.

'Panas'

.

Itulah yang terasa saat jemari itu menyentuh wajah Sungmin yang telah merah sempurna.

Kyuhyun mengarahkan pandangannya ke bagian bawah Sungmin dan betapa terkejutnya namja itu saat dia melihat sesuatu di tengah paha Sungmin kini menggembung.

.

"Sakittt...hiks...sakit...akkkhh!" Sungmin menjerit sambil menghentak-hentakkan kepalanya –tanpa sadar karena pengaruh obat.

.

"Eottokhae, Min...? Aku harus bagaimana? Harus bagaimana sekarang?" Kyuhyun masih terpaku di tempatnya. Pikirannya kalut. Bukannya dia tak tahu apa yang harus dilakukannya untuk meredakan 'sakit' yang diderita Sungmin namun Kyuhyun bingung apakah harus 'melakukannya' sekarang? Saat Sungmin tak sadarkan diri? Bolehkah? Itulah yang berkecamuk di kepala jenius Cho.

.

.

"Sakiiiittt...hiks...Kyuuu!" Sungmin terus mengerang menahan sakit. Kini tangannya tanpa sadar bergerak turun ke selangkangannya dan menyentuh juniornya dengan tergesa-gesa.

.

'Ya Tuhan!'

.

"Aku tak peduli lagi apa ini salah atau tidak. Yang penting sakitmu hilang, jagiya...maafkan kecerobohanku. Aku berjanji tak akan melakukannya dengan kasar." Ucap Kyuhyun dan langsung membuka bajunya. Dilepaskannya juga piyama Sungmin. Semuanya! Hingga kini Sungmin sukses naked total.

Betapa terkejutnya Kyuhyun ketika melepas underwear Sungmin, junior mungil itu langsung mengacung dan tampak sedikit lelehan precum diatasnya. Kyuhyun terperangah. Segera dilepaskannya dan dilemparkannya underwear itu kesembarang arah. Tak perlu banyak tenaga melepasnya karena Sungmin sangat pasrah dan lemas karena obat dari Victoria itu dan kepasrahan Sungmin membuat libido Kyuhyun melonjak naik.

Setelah Sungmin naked, Kyuhyun melepaskan celana serta underwearnya sehingga diapun kini polos seperti Sungmin.

.

"Mianhae, jagiya...aku akan melakukannya dengan lembut. Aku janji. Maafkan aku."

.

.

Kyuhyun segera menindih tubuh polos Sungmin dan segera melumat bibir plum yang sedikit terbuka itu dengan penuh nafsu namun juga sangat lembut.

Digenggamnya erat kedua tangan Sungmin, memberikan keyakinan pada namja manis di bawahnya bahwa dirinya tak akan menyakiti Sungmin.

.

"Ahh~...mmhh..." Sungmin mendesah ketika lidah Kyuhyun kini telah masuk dan mengeksplor rongga mulut Sungmin. Kyuhyun memejamkan matanya. Walaupun ini bukan french kiss pertamanya dengan Sungmin –karena Kyu sering mencuri ciuman Sungmin saat Sungmin tengah terlelap- namun mulut itu tetap terasa manis di lidah Kyuhyun membuat Kyuhyun terbuai.

.

"Minnie...cup~...kau sangat manis...engh...ccppkk" Kyuhyun terus melumat bibir itu dan mengesek-gesekkan kejantanannya yang telah menegang sempurna di kejantannya Sungmin yang kini juga tengah mengacung tinggi.

.

"Akkhh...Minnie~..." cumbuan bibir dan lidah Kyuhyun berpindah ke dada polos Sungmin dan langsung mengemut nipple yang telah tegang itu dengan kuat. Sambil mengemut, tangannya mengelus dan meremas-remas nipple lainnya.

.

"Nngghh~ akkh..." desahan Sungmin makin terdengar keras ketika Kyuhyun kini menjilati perut Sungmin dengan gerakan memutar. Terus turun kebawah hingga kini Kyuhyun tepat berhadapan dengan junior mungil Sungmin yang tampak mengkilat karena lelehan precum.

.

"Ngh...ahh~ mmh~" langsung di masukkannya junior itu kedalam mulutnya dan dihisapnya dengan kuat memancing agar cairan Sungmin cepat keluar. Sungmin makin menggila. Badannya mengeliat hebat membuat Kyuhyun harus sedikit mencengkeram pinggang Sungmin, menahan agar junior mungil - yang kini telah berkedut hebat itu – tidak terlepas dari dalam mulutnya.

.

"Akkhh...ngghh...Akkkhh!" satu teriakan terakhir itu mengantarkan Sungmin pada orgasme perdananya. Lahar putihnya melesak masuk kedalam tenggorokan Kyuhyun dan membuat namja tampan itu menyeringai. Segera ditelannya habis cairan yang terasa manis dilidahnya itu kemudian merangkak naik melihat wajah Sungmin yang masih terengah-engah pasca orgasmenya.

.

.

"Bagaimana, sayang? Apa masih sakit?" tanya Kyuhyun tepat di depan bibir Sungmin yang kini terbuka dengan erotisnya.

.

".."

.

Tak ada jawaban dari Sungmin. Tentu saja. Efek obat itu benar-benar mengerikan. Sedikitpun Sungmin tak sadar dengan apa yang telah terjadi padanya.

.

.

"Aku telah menolongmu, jadi sekarang kau harus menolongku..." lirih Kyuhyun di telinga Sungmin.

.

"Disini sakit, Min." Kyuhyun membawa tangan kiri Sungmin dan menaruhnya di atas juniornya yang telah keras dan tegang sejak tadi.

.

"Aku akan melakukannya langsung, jagiya. Sekali lagi maafkan aku..."

Kyuhyun mengarahkan juniornya ke single hole Sungmin setelah sebelumnya menaikkan kedua kaki namja itu ke pundaknya.

.

.

'Jlebs'

.

.

Setelah hampir setengah jam berusaha memasukkan juniornya ke dalam hole ketat Sungmin, akhirnya seluruh tubuh 'Little Cho' kini sukses bersarang dalam lubang Sungmin. Kyuhyun mendesah lega. Sebenarnya dia bisa memasukkannya dalam sekali hentak, namun mengingat rasa bersalahnya pada Sungmin akhirnya namja tampan itu memilih bermain dengan sangat lembut. Bahkan kini Sungmin telah terlelap tanpa menyadari kedatangan 'Little Cho' dalam tubuhnya.

.

"Enngh,,ahh~...akh~..." tanpa menunggu aba-aba Sungmin, Kyuhyun langsung menggenjot lubang itu dan menghentaknya dengan kuat namun pelan (?).

.

"Oohh~...akhh...ngghhh..aakkhh" Kyuhyun terus menggeram saat dirasakannya dinding hole Sungmin menjepit kuat juniornya. Perih, namun juga nikmat.

.

"Ahh..akh...akkhh.."

.

"Akkkhhh...Minnieeehhh~" Setelah beberapa kali hentakan, akhirnya Kyuhyun mencapai klimaksnya. Kyuhyun mengejang saat dirasakannya 'Little Cho' terus menembakkan spermanya jauh kedalam hole Sungmin dan sekarang sedikit lelehan putih itu mulai mengalir keluar dari hole Sungmin bersamaan dengan warna merah yang merupakan darah 'keperawanan' Sungmin.

"Haahh..~ hah~..hh...gomawo jagiyaah...gomawo..." Kyuhyun segera melepaskan juniornya dari hole Sungmin dan segera melangkah kekamar mandi untuk membersihkan diri lalu membersihkan tubuh Sungmin, membereskan kekacauan di spreinya dan mengobati hole Sungmin.

"Walau kau tidak akan mengingatnya, tapi aku akan selalu mengingatnya, Min."

.

.

"Malam pertama kita"

.

.

Setelah menyelesaikan semua pekerjaannya, Kyuhyun langsung merebahkan tubuhnya di sebelah Sungmin yang kini sudah rapi dengan piyama barunya. Di kecupnya sebentar pipi mulus Sungmin sebelum akhirnya Kyuhyun membelakangi namja itu.

.

.

"Jaljayo, yeobo..."

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC


A-YO! WHAT'S UP..!

Hana

Dul

Set

We're one! Annyeong haseyo, HyunChan-imnida!

.

Gmn part 2 ini, chingudeul?

Hyun harap kalian masi berkenan meninggalkan review untuk kelangsungan cerita ini...

#

Special Kisseu to:

ayyuannisa.1, Maximumelf (good! , Cho Na Na, lenyclouds, nikyunmin, WineKyuMin137, riesty137, abilhikmah, Princess Pumkin ELF, sitara1083, Zahra Amelia, HyunShi, pumpkinsparkyumin, HARABEOJI, SPREAD JOY137, Love Clouds, Yefah Joyers Clouds, RianaClouds, Cholee137, vey900128, winecouple, and para Guest

Serta peluk sayang buat seluruh chingu yang dah fav n follow FF Hyunnie...#cipok

Silent readers, saranghaeyo...Hyun masih menunggu kalian membuka kedok kalian di hadapan Hyun #eaaaa

.

Hyun gak minta yang mahal-mahal, just tinggalkan rifyu kalian y sebagai tanda mata buat Hyun. Hyun senang jika banyak yang kaci rifyu cz ntu semangat buat Hyun. So...Mind to review?

.

Gomawo buat pemirsa sekalian...

Byebye...c u in PART 3...^^

BELIEVE IT. KYUMIN IS REAL! SALAM KMS JOYERS!