Title : Waiting for Your Heart
.
.
Cast : Lee Sungmin (namja)
Cho Kyuhyun (namja)
.
.
Genre : Romance/hurt/comfort, YAOI
Rate : M
Warning : Aneh, gaje, alur yang kecepetan, Typo (s), pasaran, bisa NC ...so...if u don't like it...just don't read it...okay...! no bash, for everything! Bagi yang gak suka, tolong jangan dibaca, ingat itu!
.
.
SUMMARY
Semua akan terasa lebih indah jika dua hati yang saling mencintai bisa saling memiliki –KyuMin-
.
.
DISCLAIMER
Semua tokoh dalam fict ini punya Tuhan YME dan orang tuanya masing-masing. Ide cerita murni milik Hyun. Kyunnie punya na Ming. Ming punya na Kyunnie. KyuMin sah milik KMS JOYer's
.
NO COPAS
.
DON'T LIKE, DON'T READ PLEASE...
.
.
.
.
^^HAPPY READING ^^
.
.
.
Previous Chapter
"Min...ka-kau akan menyesal...ughhh...melaku-kan ini padaku~~" desahku mengancam Sungmin saat namja itu kini mulai bermain-main di area leherku.
"Oh ya? Enngghh~...Begitukah? Cepat buat aku menyesal, Chooo~..." Sungmin sengaja mendesah berat di telingaku dan sesekali menggelitik lubang itu dengan lidahnya sehingga kini telinga kiriku mengkilat karena saliva Sungmin.
"Kyu~...i wanna your big cock, noww~" desah Sungmin sambil menatap sayu mataku. Jemarinya kini sibuk mengelus-elus 'Little Cho' yang telah membesar dan menegang sempurna.
"Ka-kau nakal, sayang~..." aku menggeram frustasi dengan ulah liarnya itu.
"Hukumlah aku yang nakal ini, Master~..." ucapnya sambil mengerling menggodaku.
Baiklah sayang. Kau yang memintanya. Jadi, jangan menyesal.!
Segera kucengkeram butt-nya, menggendongnya kekamar lalu mulai kucumbu tubuhnya sambil sesekali mendesah erotis di telinganya.
Well
Sepertinya malam ini, aku akan 'mendapatkannya' lagi.
.
WAITING FOR YOUR HEART
(KyuMin)
THE BEST MORNING EVER
.
AUTHOR POV
Dari balik tirai putih yang sedikit melambai tertiup angin itu masuklah seberkas sinar mentari yang baru menggeliat dari peraduannya. Sinarnya yang hangat dan lembut mulai menjelajah kedalam ruangan besar bernuansa pink-biru itu, mengusik seorang namja manis yang kini tampak sedikit terganggu dengan sapaan sang surya di wajah cantiknya.
"Eungh~" lenguhan namja manis itu terdengar. Namja itu mengucek kedua matanya sebentar kemudian membukanya perlahan.
.
Silau
.
Namja manis itu –Sungmin- segera menyipitkan matanya saat sinar terang itu terasa sedikit mengganggu. Kedua foxy itu mengerjap sebentar. Sungmin bermaksud untuk bangkit dari tempat tidurnya saat dia merasa pinggangnya tertahan oleh sesuatu.
.
Lengan?
.
Sungmin yang masih dalam keadaan bed swing melongo kemudian mengikuti alur lengan itu hingga sekarang dia melihat sang pemilik lengan yang tampak sangat dekat dengan wajahnya.
Mata foxy itu terbelalak lebar. Tubuh mungil itu spontan mengejang saat sadar jika hidungnya kini tengah tenggelam dalam suatu permukaan bidang yang polos. Aroma maskulin kini mulai terdeteksi di hidungnya. Aroma yang sangat dia dambakan, aroma yang sangat disukainya.
Tangan Sungmin tergerak untuk menyentuh permukaan bidang itu. Jemarinya terus bergerak sampai menemukan suatu bekas yang tampak mengerikan. Sungmin tersenyum, bukan karena bekas itu, tapi karena bercak-bercak merah yang ada di sekitarnya.
'Semalam aku menyentuhnya' batin Sungmin sambil terus tersenyum.
.
MWO?
Menyentuhnya?
.
Seakan sadar dari lamunannya Sungmin langsung menjauhkan jemarinya yang sedari tadi sibuk membelai dada polos itu kemudian menyibak sedikit selimut putih yang menutupi tubuhnya.
.
Astaga!
.
Dengan gemetar, Sungmin kembali melirik kearah tubuh di sebelahnya –Kyuhyun- yang ternyata dalam kondisi yang sama dengannya. Mereka berdua NAKED!
Peluh langsung mengucur di dahi Sungmin.
"Ennghh~" Sungmin kembali terkejut saat suara bass yang sedikit serak itu terdengar di telinganya. Kyuhyun menggeliat dan mengeratkan pelukannya di tubuh Sungmin kemudian kembali terlelap membuat wajah namja manis itu kini makin terbenam di dadanya.
Sungmin mendongak. Kini wajahnya semakin dekat dengan Kyuhyun. Wajah tampan itu terlihat sangat damai. Senyum kembali terukir di wajah cantiknya. Ingatannya kini kembali berputar mengingat kejadian semalam, dimana dia telah seutuhnya dimiliki oleh namja tampan itu. Pipi Sungmin merona saat mengingat bentuk tubuh telanjang Kyuhyun. Bagaimana tubuh seksi itu bergerak menghentak di atasnya. Bagaimana tubuh pucat nan tinggi itu memenjara tubuh mungilnya dalam balutan kenikmatan yang tiada ta. Bagairamana kulit pucat itu bergesekan dengan kulit halusnya. Ugh! Semua itu membuat Sungmin makin merona.
.
Sret
.
Ketika Sungmin menggerakkan kakinya untuk lepas dari himpitan kaki Kyuhyun, Sungmin merasakan sesuatu yang mengganjal di selangkangannya. Kembali Sungmin mengintip kedalam selimut dan betapa kagetnya Sungmin saat dengan polosnya dia
mengusap sesuatu yang sedikit keluar dari holenya. Sesuatu itu langsung mengeras dan sedikit berkedut. Holenya terasa makin sempit manakala sesuatu itu makin membesar. Mata Sungmin melotot, dalam waktu lebih dari 1 menit dia baru menyadari bahwa sesuatu itu adalah sang 'Little Cho' yang semalam telah sukses membuatnya mengerang dan mendesah ratusan kali.
Sungmin makin menegang saat dia merasakan tangan yang sedari tadi memeluk posesif tubuhnya kini bergerak mengusap punggungnya dengan teratur.
"Mau menggodaku sampai berapa lama, jagiya?" ucap suara serak itu.
.
Kyuhyun bangun!
.
"K-Kyuuu...ka-kau su-sudah bangun?" lirih Sungmin gugup sambil menarik tangannya yang sedari tadi berada di 'senjata' Kyuhyun.
"Bagaimana aku bisa tidur nyenyak jika sedari tadi kau sibuk memerhatikan tubuhku lekat-lekat..." ucap Kyuhyun yang kini mengangkat tubuh Sungmin sehingga sekarang tubuh mungil itu berada di atas tubuhnya. Kedua tubuh naked itu saling bergesekan. Membuat suatu rangsangan yang menyengat bagi Sungmin dan Kyuhyun.
.
"A-aku...aku hanya...Kyuuhhh...leppasshh~" Sungmin tampak sedikit panik saat dia merasakan ujung junior Kyuhyun di dalam tubuhnya mulai bergerak-gerak menyentuh prostatnya. Oh My!
.
"Wae, jagiya? Bukankah kau sudah berjanji padaku semalam,eoh? Kau mengizinkanku untuk kembali 'memakanmu' pagi ini. " ujar Kyuhyun seduktif sambil membelai pinggang Sungmin dan lidahnya kini sibuk menjilati leher, telinga dan seluruh wajah Sungmin hingga wajah itu mengkilat karena salivanya.
.
"Ta-tapi...Kyuuhhh...a-aku..." Sungmin gemetar. Kedua tangannya yang bertumpu di dada Kyuhyun tampak terkepal dengan erat. Sepertinya kelinci ini kembali panik. Hey, kemana sifat agresifnya semalam? Bukankah semalam dia yang sangat bernafsu pada tubuh Kyuhyun hingga kini dada bidang Tuan Cho itu penuh lukisan bibirnya.
.
"Ayolah sayang, kau harus bertanggung jawab. Kau sudah membangunkanku pagi-pagi. Kau tahu? Tubuhmu itu sangat menggodaku." Bisik Kyuhyun seduktif. Tangannya yang tadi bergerilya di pinggang Sungmin kini mulai menyusup masuk kedaerah pribadi mereka yang tengah berhimpit. Kyuhyun membelai sekitar junior mungil itu dengan kedua tangannya sementar kini kakinya naik menekan butt Sungmin agar makin berhimpitan dengan tubuhnya.
.
"Aaahh~...Kyuhhh~...ahhh~" Sungmin melenguh pelan. Sungguh tindakan Kyuhyun itu membuatnya melayang. Matanya terpejam dan kepalanya terkulai lemas di bahu kiri Kyuhyun.
.
Iseng, Kyuhyun mengangkat pinggul Sungmin sehingga juniornya yang tegang itu sedikit demi sedikit keluar dari hole sempit sang bunny kemudian menghentakkannya dengan sedikit kuat sehingga junior big size nya kembali bersarang di hole itu. Sungmin berteriak nikmat. Tanpa sadar dia menggigit bahu Kyuhyun melampiaskan rasa sakit dan nikmat yang dirasakannya. Tubuhnya langsung melemas.
Dengan satu gerakan, Kyuhyun membalik posisi menjadi dia 'on top'. Kyuhyun tau jika Sungmin melemas. Jadi dia akan bergerak lebih banyak dari namja manis itu.
.
"Jagiya, one more round, nee~" bisik Kyuhyun di belahan bibir plum Sungmin. Sungmin membuka matanya dan mendapati Kyuhyun kini memandangnya penuh pengharapan. Sungmin tersenyum.
"Lakukan sesukamu, Kyunnie. Tubuh ini milikmu seutuhnya." Ucap Sungmin dan langsung disambut seringaian oleh Kyuhyun. Baru saja namja tinggi itu akan meraup bibir plum merah di depannya, namun dengan sigap Sungmin mengambil alih kendali. Di tariknya tengkuk Kyuhyun dan langsung dilumatnya bibir tebal dan menggoda itu dengan penuh lumatan kasar dan nafsu yang membara.
"Nggh...ahhh~ cppk...amm..~..Min~ouuh~" Kyuhyun melenguh. Namja itu bingung, bukannya tadi Sungmin telah melemas akibat cumbuannya, dan sekarang? Darimana datangnya kekuatan itu hingga kini Kyuhyun pasrah mulutnya di eksplor sang kelinci.
Sungmin kembali membalikkan posisinya menjadi di atas Kyuhyun. Masih sambil mencumbu bibir suaminya itu. Sungmin menggerakkan tangannya mengusap-usap dada dan perut Kyuhyun sedikit menyentil batang junior yang kini tengah berkedut-kedut dalam holenya.
"Ahh...sayang~..kau...ahh~" Kyuhyun makin menggeram saat Sungmin kembali mencumbu dadanya seperti semalam. Dan dengan nakalnya kini kelinci putih itu menaik turunkan sendiri pinggulnya membuat junior Kyuhyun keluar masuk dalam holenya.
"Unngh~ Kyuuuhh...ahhh~ Kyuuhh~" merasa sangat nikmat dengan aktivitasnya, Sungmin tanpa sadar memilin-milin niple tegangnya di hadapan Kyuhyun hingga membuat namja itu menganga.
Kyuhyun menarik paksa tengkuk Sungmin hingga Sungmin kembali terjatuh di dadanya dan langsung melumat lembut bibir shape-M itu. Lidah nakalnya menjilat-jilat dan menggelitik seluruh penjuru mulut Sungmin membuat Sungmin mendesah tertahan mendapat dua kenikmatan sekaligus. Di holenya dan juga bibirnya.
.
Sret
.
Kyuhyun kembali membalik posisi. Kini tubuh tingginya itu langsung mengunci pergerakan Sungmin sehingga tak bisa bergerak sedikitpun. Kedua kakinya berada di antara kedua kaki Sungmin yang dibuatnya tertekuk dan mengangkang.
Kyuhyun terus melumat mulut Sungmin, tangan kanannya membelai rahang Sungmin sementara tangan kirinya mengusap perut dan junior istrinya itu. Pinggulnyapun seolah tak pernah lelah terus menghentak jauh kedalam tubuh Sungmin hingga namja itu terlonjak-lonjak.
.
"Ahh~..ah~...aaa~...ngghhaahh~..Kyuuuhhh~" Sungmin mengalungkan kedua kakinya di pinggang Kyuhyun dan makin menekan bagian itu agar lebih intens lagi memasukinya. Kedua tangannya mengalung dengan erat di leher Kyuhyun. Posisi Sungmin kini tampak seolah-olah sedang digendong oleh Kyuhyun. Sementara Kyuhyun? Kini dia sedang terengah-engah dibalik bahu Sungmin dengan wajah penuh peluh. Sesekali dia menggigit bibir bawahnya menahan nikmat.
"Ohh~..Minnie-ahh~..."Kyuhyun terus menghentakkan pinggulnya sambil menahan beban tubuh Sungmin. Dia merasa juniornya telah berkedut. Begitupun dengan junior Sungmin yang sedari tadi berada dalam genggaman tangannya.
.
Sungmin yang merasakan 'Little Cho' yang makin panas, besar dan berkedut ikut menggerakkan tubuhnya maju mundur seirama dengan hentakan Kyuhyun.
.
"Ahh~..ohh~..ngghhh...Akkkhh! Kyuuuhh~~!" Sungmin klimaks pertama kali pagi ini. Cairan putih kental itu kini meluber di tangan dan perut Kyuhyun. Ada juga yang tumpah di sprei dan perutnya sendiri.
"Ohh..ngghh..Akkhh~! Min!" Kyuhyun-pun menyusul. Benih-benihnya sukses masuk jauh kedalam Sungmin. Sungmin ikut mendesah dan memejamkan matanya saat dia merasa perutnya penuh dan menghangat akibat sperma Kyuhyun.
Setelah mengejang beberapa kali, Kyuhyun ambruk di atas tubuh Sungmin. Keduanya memejamkan mata dengan nafas yang masih terengah.
.
.
AUTHOR POV END
.
SUNGMIN POV
.
Ahh~ Ya Tuhan!
.
Pagi ini aku kembali merasakan tumpahan benih itu di dalam tubuhku. Betapa bahagianya aku saat tadi terbangun dan ternyata aku berada di dalam pelukannya. Pelukan orang yang sangat kucintai. Dan semalam, aku telah menjadi miliknya. Utuh!
Perutku terasa sangat hangat saat aku merasakan spermanya mengalir masuk kedalam tubuhku. Sedikit geli dan juga menyenangkan tentunya. Aku terengah sambil menutup mataku, mencoba mengais oksigen untuk kembali memenuhi kedua paru-paruku. Begitu juga namja yang berada di atasku sekarang.
Betapa tampannya wajah itu saat beraksi di atasku. Hanya aku yang boleh melihat wajah erotisnya itu. Tubuh berpeluhnya sangat wangi dan seksi. Oh Tuhan..ciptaanmu ini benar-benar indah.
.
"Kyuhh...ses-ssaakkhh~" aku merintih ketika namja itu menjatuhkan tubuhnya di atasku, bukannya aku tak suka, tapi aku susah mengambil nafas.
"Ah...mianhae, jagiyaahh~" Kyuhyun langsung menegakkan tubuhnya dan berbaring di sebelahku. Kulihat dia juga memejamkan matanya sambil terengah. Aku sedikit bangkit dan mengambil selimut kami yang tadi terjatuh akibat ulah brutal kami berdua. Kututupi tubuhku dan tubuhnya dengan sayang. Aku kembali merona melihat bercak merah di dadanya. Apa aku sangat liar semalam sampai bisa meninggalkan bekas yang sedikit berwarna ungu itu?
.
Saat menyelimutinya, mata obsidian itu terbuka dan langsung menatapku sayu. Kudekatkan wajahku padanya dan..
.
Chup~
.
Kukecup pipi pucat itu dengan intens. Sedikit menjilatnya. Kyuhyun terkekeh. Kudekatkan kembali wajahku bermaksud mencium hidung mancungnya, namun ternyata tangan Kyuhyun telah lebih dulu menekan tengkukku dan mengarahkan bibirku ke bibir sexy nya itu.
Kami kembali saling melumat dengan posisiku sekarang yang setengah duduk dan menunduk kearahnya. Kedua tangannya membelai mesra tengkuk dan leherku, sementara tanganku mengusap dada polosnya, sedikit mencubit nipplenya yang masih menegang.
Setelah hampir 5 menit, Kyuhyun melepaskan pagutannya di bibirku. Matanya menatap lekat foxy ku dan kemudian mengecup kedua kelopaknya sekilas. Aku kembali berbaring dan menyandar di dadanya. Selain bibir dan juniornya, tampaknya aku juga sangat menyukai bagian ini. Empuk dan wangi.
.
"Jagiya...aku ingin mengatakan sesuatu padamu." Ucap Kyuhyun tiba-tiba sambil mengusap surai ku dengan lembut.
.
"Hmm...waeyo Kyunnie...?" aku menjawab sambil memejamkan mataku menikmati aroma tubuhnya yang menguar.
.
"Tapi kau harus janji...jangan marah padaku, ne?" Kyuhyun menunduk dan mengecup dahiku. Aku menatapnya bingung.
.
"Sebenarnya. Ini adalah making love kita yang ke-3" ucapnya sambil membelai pipiku.
.
'Ohh... juga tahu' ujarku dalam hati sambil kembali memejamkan mata di dadanya.
.
Semalam adalah yang pertama, yang kedua pagi ini, yang ketiga adalah...
.
.
'Eh?!'
.
'Tunggu dulu!'
.
'Kapan yang ketiganya?'
.
Aku langsung membuka mataku dan langsung terduduk. Melihatku yang bergerak spontan, Kyuhyun kaget dan juga langsung mendudukkan tubuhnya menghadapku.
.
"Ka-kapan? Kapan yang ketiganya,Kyu?" tanyaku bingung.
.
"Pagi ini yang ketiga, Min." Ucapnya polos
.
'APAAA?'
.
"Pagi ini? yang ketiga? " aku melirihkan kembali jawabannya dengan masih sangat kebingungan.
"Ne, semalam yang kedua...dan yang pertama adalah..."
Kyuhyun menghentikan kalimatnya dan bergerak memelukku. Aku masih kebingungan.
.
"Yang pertama adalah saat kau terjatuh di kamar mandi" ucap Kyuhyun sambil mengecup pucuk kepalaku.
.
Aku membulatkan mataku mendengar ucapan Kyuhyun. Menyadari aku yang kebingungan, Kyuhyun akhirnya menceritakan semua yang terjadi pada kami saat hari itu. Ternyata, aku salah meminum obat. Obat yang kuminum adalah obat yang di dapat Kyuhyun dari Vic noona. Kyuhyun juga menjelaskan perihal latar belakang keberadaan obat itu padaku.
Setelah bercerita Kyuhyun menunduk. Ekspresi bersalah itu kembali terlihat di depan mataku. Sungguh aku sangat membenci ekspresi itu. Aku tak ingin melihat dia merasa bersalah seperti ini. Aku paham dengan segala macam ketakutan yang dirasakan Kyuhyun, bahkan jika aku yang berada di posisinya mungkin aku juga akan melakukan hal itu.
.
Kuraih wajahnya dan kuangkat agar menatapku.
.
"Jangan tunjukkan rasa bersalah-mu itu sayang. Kau tidak salah. Sungguh aku tak marah. Minnie paham apa yang Kyunnie rasakan." Kuusap wajah itu dan kupandang matanya dengan hangat. Kyuhyun tersenyum.
.
"Gomawo, jagiya..." ucapnya manis.
.
"Hhh...jadi artinya rasa sakit di bokong Minnie waktu itu bukan karena akibat jatuh di kamar mandi tapi karena ulah serigala tampan yang horny~..." desahku manja di telinganya. Kyuhyun terkekeh pelan dan memelukku erat.
Tuhan, terima kasih kau telah menciptakan Kyuhyun untukku. Aku sangat mencintainya. Dan aku sangat berterima kasih pada-Mu karena ternyata Kyuhyun juga mencintaiku. Terima kasih Tuhan.
.
SUNGMIN POV END
.
KYUHYUN POV
.
"Hhh...jadi artinya rasa sakit di bokong Minnie waktu itu bukan karena akibat jatuh di kamar mandi tapi karena ulah serigala tampan yang horny~..." desah Sungmin manja di telingaku. Aku terkekeh pelan dan langsung memeluknya erat.
"Minnie...Happy Anniversary" ucapku sambil mengecup lembut lehernya. Segera kulingkarkan benda yang sedari tadi kugenggam itu di leher jenjang yang kini penuh dengan tanda kepemilikanku.
.
Sungmin langsung melepaskan pelukannya dari tubuhku saat dia merasakan sesuatu yang dingin kini tergantung dan menyentuh kulit sekitar lehernya. Sungmin menatap aneh kalung aqua marine itu. Tak salah pilihanku. Kalung itu makin terlihat bersinar di kulit putih Sungmin. Sangat cantik.
.
"Ap-apa ini, Kyu..?" tanyanya sambil memegangi krystal sewarna laut itu.
.
"Hadiah ulang tahun pernikahan kita, Min. Kuharap kau menyukainya. Sebenarnya aku ingin memberikan padamu semalam dan menjelaskan semuanya, tapi kau malah menyodorkan surat cerai padaku." Ucap ku dengan sendu. Kutekuk wajahku seimut mungkin
.
Grep
.
Tanpa kuduga, Sungmin malah melemparkan tubuhnya kedalam pelukanku hingga aku kembali terbaring di atas kasur dengan tubuhnya yang kembali menindihku.
.
"Gomawo, jagiya...gomawo Kyunnie...aku menyukainya...sangat menyukainya." Aku tersenyum mendengar jawabannya. Kuangkat wajahnya untuk menatapku. Bulir-bulir airmata tampak mulai turun di sana. Sungmin menangis, namun kali ini dia menangis bahagia.
.
"Gomawo Kyu...aku mencintaimu." Ucapnya lemah dan mengecup singkat pipiku.
.
"Ini belum semuanya, sayang. Aku masih ada sesuatu untukmu." Aku mengangkat tubuhnya agar kembali terduduk. Dia kembali menatapku penuh kebingungan. Ahaha, aku suka ekspresinya itu. Sangat menggemaskan!
"Pejamkan matamu, jagi" ucapku sambil mengecup kelopak matanya yang terpejam.
.
Setelah matanya menutup sempurna, aku merangkak kearah meja di samping kiriku. Kuambil kotak pink kecil di jas yang terkulai lemah di sana akibat 'serangan brutal' Minnie semalam dan kudekatkan kewajahnya.
.
"Buka matamu, jagiya..."
.
Perlahan-lahan Sungmin membuka matanya, mengerjap dan kemudian terbelalak lebar.
.
"K-Kyu? I-ini untuk...untukku?" tanya Sungmin masih melongo.
.
"Cincin ini dan kalung itu adalah salah satu tanda bahwa aku sangat mencintaimu, Minnie. Kumohon cintailah aku selamanya, janagn pernah pergi dariku karena jika kau pergi maka aku akan memilih mati untuk hidupku, Minnie-ah" kutatap lekat matanya agar dia melihat kejujuran yang ingin kusampaikan.
.
Tes
.
Kembali, tetesan air mata itu kini terlihat lagi di wajah cantik Sungmin. Buliran air asin terus turun dengan deras dari mata foxy nya yang kini makin terlihat sembab. Wajahnya memerah dan kini sebelah tangannya menutup mulutnya untuk meredam isakan yang terus mendesak keluar. Hatiku sakit melihatnya seperti itu.
Segera kuraih tubuh mungil yang masih polos itu kedalam dekapanku dan kuusap punggungnya. Dia balas memelukku dengan erat sambil terisak pelan di dadaku.
.
"Sedetik-pun jangan pernah berpikiran untuk pergi dari sisiku, Minnie-ah. Tetaplah bersamaku selamanya sampai Tuhan memanggilku. Aku sangat mencintaimu, Min. Selalu dan selamanya. Jangan lagi meragukan cintaku padaku." Lirihku di telinganya. Aku berusaha menahan agar tangisku tidak pecah.
.
"Gomawo, Kyunnie-ah...mianhae...aku juga sangat mencintaimu" Suara Sungmin sedikit terdam di dadaku namun aku masih bisa mendengarnya dengan jelas.
.
Kulepaskan pelukannya kemudian kuhapus air matanya dengan bibirku. Setelah agak tenang, aku mengambil cincin sewarna aqua marine itu lalu kupasangkan di jari manisnya, di atas cincin pernikahan kami. Kedua cincin itu tampak serasi di sana. Tak terlihat mencolok, bahkan terlihat sangat pas.
.
Sungmin terpana, memandangi cincin itu. "Kyu...di dalamnya ini apa?" ucapnya sambil menunjuk kedalam manik biru di tengah cincin itu.
.
"Itu huruf 'Q' inisial dari namaku, Min. Di lingkaran dalam cincin itu juga kubuat inisal nama kita berdua." Ucapku sambil kembali memeluknya dengan sayang.
.
Minnie terkekeh pelan. "Aku beruntung menikah denganmu, Kyu. Jeongmal saranghae. Mianhae atas semua kelakuanku yang meragukanmu." Ujar Sungmin dalam pelukanku.
.
"Ne, jagiya. Aku juga minta maaf atas semua sikapku selama 2 tahun ini padamu. Mari kita mulai kembali pernikahan kita dengan penuh kebahagiaan. Dan berjanjilah padaku untuk selalu berada disisiku apapun yang terjadi." Kudongakkan wajahnya dengan kedua tanganku dan kutatap lekat mata foxy itu.
"Ne, jagiya. Aku akan selalu mencintaimu." Balas Sungmin tersenyum manis dan melingakrkan kedua lengannya di leherku.
.
.
"Dan sekarang...ronde kedua Kyunnieeeee..."
.
Brugh!
.
"Aaaakkkhh!"...
.
.
.
.
.
.
^v^END^v^
.
.
Hai teman-temanku semua...
Hyunnie kembali...maaf update na lama, dikarenakan sesuatu yang...eugh! menyebalkan!
Jeongmal gamsahaeyo buat chingudeul yang dah ngirim doa buat Hyunnie...Hyunnie terharu...#mewekdipelukanLuhan
Hyunnie masih dirawat,...hiks...hiks...sebenarnya dilarang buat sibuk2, tapi Hyun ngotot cz gatel rasanya alo gak OL *halah*
Mian for many typo(s)...nih tanpa Hyun edit lagi...#plakk..dah diedit j byk typo...!
Buat yang dah refyiu...gomapseumnida!^^ nama kalian tak bisa Hyun ketik atu2. Matanya puyeng2 nih...kepala pusing...
Smg harapan kalian smw terkabul dengan kilat...amiinnn..
buat yang gx suka nih FF palagi karena da KyuToria moment na sekali lagi Hyunnie minta maaf. tapi, itulah jalan ceritanya...mau gmn...^^
.
Untuk yang dah PM Hyun...makacii...kalian banyak memberi Hyun semangat...m(_ _)m
Sekali lagi...GAMSAHAMNIDAAAAA...^^
.
Jangan lupa rifyu yah buat chappie ending ini...WANT TO SEQUEL? #sodorinKyuMin
.
Ada yang biasnya HunHan gx disini?
Hyun punya PROJECT baru, tapi pairingnya bingung antara HUNHAN or KYUMIN...kalian mau yang mana? cz kedua couple ini sama2 imut dengan seme yang evil. Oh Ya, FF nya YAOI...
TOLONG KACI JAWABAN TEMAND-TEMAND YAAAAHHHH...ANNYEOOOONNGGGG #CAPSLOCKJEBOL
.
