Gomawo buat yang udah review dan menantikan ff ini. Sebelumnya, mohon maaf kalo Dee msh blm bisa balas review kalian. Soalnya, Dee update ff pun harus ngumpet-ngumpet. Takut ketauan Appa Dee, hehe

Tapi, Dee udah baca review kalian, kok. Dan Dee seneng banget karena respons-nya baik. Dan buat yang penasaran sm pairingnya, jawabannya ada di chapter ini. Selamat membaca~


Previous on Because of Her (Fujoshi)...

"Aku ingin kau berpacaran dengan seorang namja."

"MWO?!"

Dan seketika, rumah besar keluarga Jung seperti disambar petir.


Jung Minrin

presents

Because of Her (Fujoshi)

starring

Jung Yunho

Cho Ara

Cho Kyuhyun

Shim Changmin

etc.

Warning:

BL (sometimes Straight)


Changmin sama sekali tak bisa menghentikan tawanya. Bahkan, ia nyaris terjatuh dari ranjangnya beberapa kali.

Yunho menatap kesal ke arah Changmin. Tapi, Changmin masih sibuk tertawa, tidak menghiraukannya. "Hentikan tawamu, Jung Changmin!" Suara berat seorang Jung Yunho terdengar.

Changmin mati-matian berusaha menahan tawanya itu. "Arrasseo, Hyung," balas Changmin sambil menutup mulutnya. "Ini terlalu mengejutkan bagiku." Samar-samar, Changmin masih terkikik.

Yunho menghela nafas panjang. "Aku juga tak habis pikir." Ia mengurut pelan pelipisnya.

Changmin sudah kembali pada posisi normalnya. "Jadi, bagaimana Hyung akan mengabulkan permintaan Ara Noona?" tanya Changmin.

Yunho termenung sejenak, lalu mengangkat kedua bahunya. "Mwolla, Min." Otaknya mendadak kosong. "Namja mana yang akan kujadikan sebagai kekasihku?" gumam Yunho.

Changmin menggelengkan kepalanya pelan. "Aigo, Hyung. Jadi, kalau ada yang bersedia menjadi kekasihmu, kau mau menuruti permintaan Ara Noona?" tanya Changmin heran.

"Tentu saja, Min," jawab Yunho pasrah. "Aku sangat mencintai Ara dan aku sudah berjanji untuk mengabulkan setiap permintaannya," tuturnya.

"Aish, Hyung!" Changmin berdecak sebal. Ia nampak begitu kesal karena Hyung-nya itu seolah bisa dibodohi oleh cinta.

"Min, bantulah aku mencari jalan keluar masalah ini. Jebbal~" mohon Yunho sambil menggoyang-goyangkan tubuh Changmin.

"Mwo?! Bantuan macam apa?" tanya Changmin bingung.

"Aish, bocah ini!" gerutu Yunho jengkel. "Bantu aku mencari namja yang bisa kupacari," tegas Yunho.

Changmin menatap Yunho horror. "Kau menyedihkan, Hyung!" seru Changmin. Ia segera bangkit dari duduknya, sebelum Yunho mencegahnya. "Cari sendiri sana! Kau pikir, aku punya kenalan orang-orang gay, hah?!" Changmin langsung melesat keluar dari kamarnya, tepat setelah membentak Hyung-nya itu.

Yunho menggeram kesal melihat tingkah dongsaeng-nya. Mengingat kata dongsaeng, Yunho pun teringat pada seseorang.

Cho Kyuhyun

Yunho mendengus pelan. "Aish! Kalaupun dia benar-benar gay, aku tak mungkin memacari adik kekasihku sendiri, kan?"


Kini, giliran Yoochun yang dikocok perutnya setelah mendengar penuturan Yunho tentang permintaan aneh Ara.

"Jangan tertawa karena aku tidak sedang melucu, Jidat Lebar!" seru Yunho kesal.

"Haha, tapi ini menggelikan, Jung Yunho," kata Yoochun. "Bayangkan saja, seorang Cho Ara yang menjadi idaman para namja, ternyata adalah seorang Fujoshi Akut!" ser Yoochun. "Untung saja, aku merelakan Ara untukmu," lanjutnya.

Yunho mendengus sebal. "Sudahlah, aku tak butuh ocehan tak pentingmu itu!" seru Yunho. "Sekarang, bantu aku menemukan jalan keluarnya!" perintah Yunho tegas.

Yoochun menghela nafas panjang. "Jadi, jalan keluar macam apa yang kau butuhkan?" tanya Yoochun.

"Bantu aku mencari namja yang bisa kupacari," jawab Yunho dingin.

"MWO?!" Yoochun melongo. "Kau serius akan mengabulkan permintaan Ara itu?"

Yunho mendesah kecil. "Tentu saja," jawabnya lirih.

"Aigoo... Ternyata, Jung Yunho terlalu mencintai Cho Ara," gumam Yoochun sambil menggelengkan kepalanya.

"Sudahlah, cepat beri aku saran," pinta Yunho tak sabar.

Yoochun menyentuh dagunya, bergaya ala seorang detektif sekelas Sherlock Holmes yang sedang berpikir memecahkan kasus pembunuhan. "Rasanya, mencari namja yang mengaku sebagai seorang gay secara terang-terangan tidaklah mudah," gumam Yoochun.

"Nah, benar. Aku juga berpikir seperti itu," timpal Yunho setuju.

"Jadi, satu-satunya jalan adalah..."

"Apa?"

Yoochun tersenyum lebar ke arah Yunho. "Carilah di tempat persembunyian mereka."

"Eh?"

"Cobalah kau mencari di gay bar!" celetuk Yoochun.

Dan usulan itu mendapat komentar, "Kau gila, Park Yoochun!"


Oke, Yunho memang sempat mengatai Yoochun gila, karena idenya itu.

Bagaimana tidak? Yoochun mengusulkan Yunho untuk mencari namja gay di sebuah gay bar. Bukankah itu cukup mengerikan bagi seorang namja straight sepertinya?

Tapi, silakan saja, jika saat ini, kalian ingin meneriaki Yunho dengan sebutan gila.

Karena ya, Yunho memang sudah gila karena cintanya pada Ara.

Buktinya, Yunho benar-benar mengikuti saran Yoochun dengan pergi ke sebuah gay bar di Seoul. 'Oke, ini tidaklah semenyeramkan yang aku kira,' batin Yunho dalam hati.

Kini, Yunho masih berada di dalam mobil Audi Hitamnya yang membaur dengan suasana malam di sekitar daerah tersebut. Mata musangnya senantiasa memperhatikan pintu masuk gay bar yang hendak ditujunya itu. Ia masih bimbang. Hati dan pikirannya masih beradu, menimbang-nimbang antara harus masuk ke dalam bar tersebut atau tidak.

Keadaan di sekitar gay bar tersebut cukup sepi. Hampir tak ada orang yang berlalu lalang, bahkan Yunho belum mendapati satu orang pun yang keluar atau masuk ke dalam gay bar tersebut.

Yunho mulai berfantasi. Apa saja yang dilakukan orang-orang dalam gay bar tersebut dan apa yang akan terjadi pada dirinya jika ia benar-benar masuk ke dalam gay bar tersebut.

Oh, memikirkannya saja, membuat Yunho bergidik ngeri.

Belum lagi, pengetahuannya tentang hubungan sesama jenis adalah nol jongkok. Yah, wajar saja, bukan? Dia kan, seseorang yang straight.

Matanya masih memelototi pintu gay bar tersebut. Hingga akhirnya, ia merasa matanya benar-benar nyaris melompat dari tempatnya ketika menyadari sosok yang baru saja keluar dari gay bar tersebut.

Jelas sekali, kalau Yunho tak salah melihat.

Tubuhnya, wajahnya, kulitnya, rambutnya, semuanya begitu mirip.

Mirip dengan seseorang yang dikenalnya sebagai Cho Kyuhyun.


"Cho Kyuhyun!"

Kyuhyun segera menghentikan langkah cepatnya, ketika mendengar namanya dipanggil. Kepalanya menoleh ke belakang. Karena pencahayaan di sekitarnya sangatlah minim, ia tak bisa melihat sosok yang memanggilnya dengan jelas. Matanya harus menyipit, hingga dia baru bisa melihat sosok tersebut.

Dilihatnya sosok menyebalkan yang begitu dikenalnya sedang berlari ke arahnya. Ia mengernyit heran. "Kenapa kau disini?" tanyanya dengan ketus.

Sosok tersebut berhenti tepat disamping Kyuhyun, masih berusaha mengatur nafasnya. "Hei! Seharusnya, aku yang bertanya padamu! Kenapa kau ada disini dan baru keluar dari sebuah gay bar?" seru orang itu jengkel.

Kyuhyun menatap malas ke arah sosok tersebut. "Selalu saja seperti ini," batinnya. "Dengarkan aku, Tuan Jung Yang Terhormat. Pertama, aku berada dimana itu adalah hak-ku dan bukan urusanmu," tegas Kyuhyun. "Kedua, kau tahu bahwa tempat yang baru saja kukunjungi itu adalah sebuah gay bar? Wow! Hebat sekali! Aku saja baru mengetahuinya, karena aku salah masuk ke tempat yang kukira sebagai cafe biasa itu," jelas Kyuhyun dengan wajah datarnya.

Namja bernama Jung Yunho itu melongo. "J-jadi?"

"Jadi, mulai sekarang, berhenti berada di dekatku!" bentak Kyuhyun kesal. Lantas, ia membalik tubuhnya untuk segera meninggalkan pria bermarga Jung itu yang tak lain adalah kekasih Noona-nya.

"Hei, tunggu!" seru Yunho, sambil menahan lengan Kyuhyun.

Kyuhyun menoleh dengan enggan. "Apa lagi?"

"Kau jalan kaki? Bagaimana kalau aku mengantarmu pulang saja?" tawar Yunho.

Kyuhyun mendesah kecil. 'Apa salahnya menerima tawarannya? Lagipula, apartemenku masih cukup jauh,' pikir Kyuhyun. Lantas, ia mengangguk kecil ke arah Yunho.


Yunho sama sekali tak habis pikir. Kini, ia harus terjebak untuk kesekian kalinya bersama dengan calon adik iparnya yang jutek itu. Well, sesungguhnya, Changmin dan Kyuhyun memang lumayan mirip dalam sifat mereka. Keduanya sama-sama lebih mirip titisan iblis daripada manusia biasa. Hanya saja, entah kenapa, Kyuhyun selalu bersikap jutek dan dingin padanya.

Selagi mengemudikan mobilnya, sesekali, Yunho meilirik ke arah jok di sampingnya, memastikan keadaan Kyuhyun. Dilihatnya Kyuhyun yang tengah menyandarkan punggungnya pada jok, tangannya bersedekap di depan dada, dan kedua matanya terpejam. 'Pasti dia sedang kelelahan,' batin Yunho. 'Atau hanya sedang menghindariku?' batinnya lagi.

Ah, masa bodoh. Yunho tak peduli. Yang paling penting, ia harus segera mengantarkan Kyuhyun ke rumah keluarga Cho dengan selamat dan ia bisa terbebas dari keadaan mencekam itu.

"Antarkan aku ke apartemenku," pinta Kyuhyun tiba-tiba tanpa membuka matanya sedikitpun.

Yunho menoleh sekilas. "Apartemenmu? Dimana?" tanya Yunho bingung.

Kyuhyun pun mulai menjelaskan letak apartemennya, masih dengan mata yang terpejam.

Dan Yunho pun menurut saja pada setiap kalimat Kyuhyun.

Karena ia hanya ingin selamat dari titisan iblis ini.


Yunho menyandarkan punggung kekarnya pada kursi. Matanya terpejam.

"Kau nampak begitu kelelahan, eoh?" tanya Ara yang duduk di samping Yunho.

Yunho masih memejamkan matanya. "Ne. Pekerjaan di kantor membuatku begitu lelah," jelas Yunho. Yah, sesungguhnya, bukan hanya pekerjaan yang membebani pikirannya, tapi juga permintaan Ara yang belum juga ia wujudkan.

Ara menyentuh pundak Yunho dengan lembut. "Oiya, bagaimana dengan permintaanku waktu itu?" tanya Ara.

'Ah, akhirnya Ara membahas hal ini juga. Bagaimana caraku menjawabnya?' batin Yunho bingung. Yunho membuka matanya dan menatap Ara lekat-lekat. "Aku belum bisa memenuhinya, Chagi. Maafkan aku, ne?" ucapnya dengan nada memelas.

Ara tersenyum lebar. "Gwaenchana, Yun."

Yunho ikut tersenyum. 'Apa ini artinya aku terbebas dari permintaan konyol itu?' batin Yunho senang.

"Karena aku sudah menyiapkan seorang namja untukmu," lanjut Ara dengan riang, sambil memasang wajah tak berdosanya.

"MWO?!" Yunho melongo. Kini, ia berpikir, sepertinya, tak ada satu pun dari keluarga Cho yang tak memiliki sifat evil.


Kyuhyun terus menggerutu kesal dalam setiap langkah yang diambilnya.

Bagaimana tidak? Park Seonsaengnim yang membimbing skripsinya menahannya di ruangannya selama berjam-jam, padahal bimbingannya hari itu tidaklah terlalu lama. Dan Kyuhyun harus memenuhi janjinya untuk menemui seseorang.

Jadi, kini Kyuhyun pun sedang melangkah tergesa ke arah cafe dekat kampusnya yang menjadi tempat pertemuannya dengan orang tersebut. Tangan kanannya sibuk memasukkan diktat kuliahnya, sementara ia mengangkat tangan kirinya untuk mengecek jam. 'Aku sudah terlambat 20 menit,' pikirnya.

Syukurlah, karena Kyuhyun tak butuh waktu lebih dari 5 menit untuk mencapai cafe tersebut. Setibanya disana, ia segera mendorong pintu masuk cafe, yang menyebabkan lonceng berbunyi nyaring memecah keheningan di dalam cafe.

Saat itu, suasana cafe lumayan sepi. Kedua matanya menelusuri setiap sudut mencari meja yang bertuliskan nomor 10. Ia melongo ketika menyadari sosok yang duduk di meja tersebut.

Jung Yunho.

Lantas, Kyuhyun pun menghampiri namja tersebut. "Kenapa kau ada disini? Ara Noona juga menyuruhmu untuk datang kemari?" tanya Kyuhyun heran.

Dan bukannya menjawab, Yunho justru mengumpat keras-keras.

TBC


Dee mau ngucapin makasih buat Qhia503 yang udah kasih tau tentang nama aslinya Noona-nya Kyuhyun itu Ara dan bukannya Ahra. Jadi, yang di chapter 1 itu typos. Tapi, Dee biarin aja, deh. Biar buat kenang-kenangan ^^

Nah, yang penasaran sama pairingnya, yah, kalian bisa nebak-nebak sendiri lah!

Yup! It's YunKyu.

Mianhae, buat readers yang udah terlanjur menantikan ini jadi YunJae. Dee lagi pingin bikin ff YunKyu aja. Abisnya, mereka pasangan yang unik dan masih jarang. Tapi tenang aja, Dee tetaplah YunJae Shipper, kok. Kan, bukan berarti kalo Dee seorang YunJae Shipper, trus Dee gak suka pairing lainnya. Dee gak terlalu pentingin cast-nya sih. Yang penting jalan ceritanya. Bagi Dee, cast itu mendukung kekuatan karakter dalam cerita.

Jadi, kenapa Dee milih YunKyu? Karena sebatas untuk kebutuhan cerita :)

Buat pemilihan pairing ini, Dee harap, jangan bashing pairingnya, yaa? Kalo kritikan dan masukan tentang ff-nya, akan Dee terima dengan legowo ;)

Last, mind to review?

Love,

Jung Minrin