Makasih banyak buat yang udah review di chapter 2 :)
Dee seneng baca review kalian. Tapi sekali lagi, Dee mohon maaf karena nggak bisa bales review kalian. Karena tiap kali buka laptop, Dee cuma punya waktu buat publish doang ^^v
Tapi, Dee memberikan balasan atas review kalian dengan rajin update :))
Semoga Dee bisa rajin update ff ini. Happy reading~
Jung Minrin
presents
Because of Her (Fujoshi)
starring
Jung Yunho
Cho Ara
Cho Kyuhyun
Shim Changmin
etc.
Warning:
BL (sometimes Straight)
Yunho mengetuk-ngetukkan jemarinya ke atas meja cafe, menimbulkan suara kecil yang memecah ketenangan. Matanya memandang resah ke arah sekitarnya.
Yunho masih trauma dengan gay bar.
Well, Yunho memang belum sempat memasukinya, karena-bisa dikatakan-Kyuhyun yang menyelamatkannya secara tidak sengaja. Tapi, bisa jadi bukan, kejadian yang dialami Kyuhyun juga terjadi padanya? Ternyata, ia salah masuk ke dalam sebuah cafe yang ternyata adalah sebuah gay bar.
Yunho menggelengkan kepalanya dengan cepat. 'Tidak mungkin,' batinnya. Lagipula, keadaan cafe tersebut terlalu mencolok untuk dijadikan sebuah gay bar. Tempatnya tidak tertutup, bahkan mendapatkan cahaya yang banyak dari arah luar. Selain itu, cafe tersebut juga terletak di kawasan yang ramai, bahkan di dekat salah satu kampus. Jadi, pemikiran konyolnya itu sama sekali tidak mungkin.
Tapi, Yunho mendadak teringat sesuatu. 'Ara kan, fujoshi,' pikirnya.
Bukan tidak mungkin kalau Ara meminta Yunho untuk datang ke sebuah gay bar, kan?
Yunho kembali menggeleng cepat. 'Tidak mungkin,' pikirnya lagi. Ya, mungkin lebih baik bagi Yunho untuk berpikir sesuatu yang positif saja.
Yunho melirik jam tangan yang melingkari pergelangan tangan kirinya. '15 menit,' batinnya jengkel. Kalau bukan karena ini adalah permintaan Ara, yang memintanya untuk menemui orang yang akan menjadi kekasihnya, mungkin Yunho sudah meninggalkan cafe tersebut sejak tadi.
KLING... KLING...
Lonceng cafe tersebut berbunyi, tanda bahwa seseorang masuk ke dalam cafe.
Yunho mendongakkan kepalanya dan mendapati dua orang gadis yang masuk. 'Ah, pasti bukan mereka,' pikir Yunho. Tentu saja bukan. Bukankah Ara meminta Yunho untuk memacari seorang namja? Atau Ara sedang berubah pikiran?
Kedua mata Yunho mengekori kedua gadis itu. Ternyata, kedua gadis itu duduk di dekat jendela, di sudut cafe tersebut. 'Tidak, tidak. Ara tidak mengirim mereka.'
Meski begitu, Yunho merasa sedikit lega. Pikirannya tentang bahwa cafe tersebut adalah sebuah gay bar langsung ditepis, karena kehadiran dua orang gadis tersebut. 'Eh, tapi bagaimana kalau mereka juga seorang fujoshi akut yang ingin memperoleh moment-moment antar sesama namja?'
Yunho kembali menggelengkan kepalanya kuat-kuat. Ia sudah diliputi rasa trauma yang berlebihan, hingga suara lonceng untuk kedua kalinya tak diperhatikannya. Yunho terlalu sibuk dengan pikirannya.
Tiba-tiba, sebuah suara yang tak asing lagi di telinganya, menyadarkan lamunannya.
"Kenapa kau ada disini? Ara Noona juga menyuruhmu untuk datang kemari?"
Yunho pun mendongakkan kepalanya. Matanya nyaris menggelinding, jatungnya nyaris copot. "K-kyuhyun?" gumamnya. Otaknya berpikir cepat dan ia baru tersadar akan sesuatu. "Jadi, Ara yang menyuruhmu kemari?" tanyanya frustasi. "Aish, jinjja! Sial! Tuhan, bunuh saja aku! Bunuh aku!" seru Yunho sambil melonjak-lonjak frustasi.
Sementara itu, Kyuhyun hanya mengernyit heran melihat tingkah Yunho.
"Ya, Hyung! Apa yang kaulakukan padaku?" jerit Kyuhyun frustasi. Ia berusaha melepaskan cengkraman tangan Yunho di pergelangan tangannya. Yunho mencengkram tangannya sambil menyeretnya keluar dari cafe. Ia sudah sekian lama memberontak, tapi cengkraman Yunho terlalu kuat. Ya, lagipula kekuatan Yunho ribuan kali lipat lebih besar darinya.
"Lepaskan aku, Jung Yunho atau aku meminta Ara Noona memutuskanmu!" bentak Kyuhyun dengan keras.
Yunho langsung menghentikan langkahnya. Ia melepaskan cengkraman tangannya secara perlahan dan menatap Kyuhyun dengan sendu. "Aish! Ara pasti sudah gila!" Yunho kembali berteriak frustasi.
Kyuhyun kembali mengernyit. Ia masih bingung dengan sikap Yunho. Kyuhyun pun membalik tubuhnya hendak kembali ke dalam cafe. Tapi, tiba-tiba, Yunho kembali menahan tubuhnya. "Apa lagi, Jung Yunho?" tanya Kyuhyun jengkel.
Yunho mendesah panjang. Tiba-tiba saja, ia menjatuhkan tubuh kekarnya di atas trotoar.
Kyuhyun menaikkan kedua alisnya heran. "Hei, apa yang terjadi padamu, Hyung?" tanya Kyuhyun sambil mengguncang pundak Yunho pelan. Kyuhyun memiliki firasat bahwa sesuatu yang buruk benar-benar sedang terjadi pada Yunho.
"Ottokhae? Ottokhae, Kyu? Ottokhae?" racau Yunho.
Kyuhyun semakin bingung. "Memangnya, ada apa, Hyung?"
Yunho menatap Kyuhyun lekat-lekat. "Ara, Kyu. Ara..."
"Ada apa dengan Ara Noona?" tanya Kyuhyun heran.
"Ara memintaku berpacaran denganmu," jawab Yunho lirih.
Dan kali ini, Kyuhyun-lah yang mengumpat keras-keras.
Kini, Yunho yang menatap heran ke arah Kyuhyun. Dilihatnya Kyuhyun yang sibuk meracau dan mengumpat tak jelas. Yunho menghela nafas panjang. 'Kau hebat, Cho Ara. Kau berhasil membuatku dan Kyuhyun gila,' batin Yunho.
"Aish, ottokhae? Ottokhae?" Kyuhyun masih meracau. "Hyung, kau tidak sedang bercanda, kan?" tanya Kyuhyun was-was.
Yunho menghela nafas panjang. "Tentu saja, Kyu. Mana mungkin aku main-main untuk urusan seperti ini?" tanya Yunho pasrah.
Kyuhyun mendesah berat dan kembali mengumpat lirih. "Memangnya, ada apa dengan Ara Noona? Apa hubungan kalian nyaris hancur?" tanya Kyuhyun heran.
"Ani," jawab Yunho cepat. "Memangnya, kau tak tahu sesuatu?" tanya Yunho penasaran.
"Apa?"
"Tentang bahwa Ara seorang fujoshi," jelas Yunho dengan suara datarnya.
Kyuhyun terbelalak kaget. "Mwo?! Fujoshi? Kau tidak sungguh-sungguh kan, Hyung?"
"Aku bersungguh-sungguh. Aku tak mungkin bercanda di saat genting seperti ini," balas Yunho.
Kyuhyun menggigit bibir bawahnya. "Aish, jinjja," gumam Kyuhyun. "Pantas saja. Selama ini, aku curiga dengan komik-komik Yaoi yang ditaruh Noona di rak bukuku," ucap Kyuhyun.
Dalam hati, Yunho mengamini ucapan Kyuhyun. Itu berarti bahwa Kyuhyun sama sekali bukan seorang gay seperti yang diduganya sebelumnya. Meski begitu, dia tetap ingin memastikannya. "Tapi, kau bukan gay, kan?"
Kyuhyun terbelalak. "Ya, Jung Yunho! Jangan mengada-ada! Aku masih normal!" seru Kyuhyun kesal. "Kalau kau tidak percaya, tanyakan pada Changmin."
Yunho tertawa ringan. "Arra, arra, aku mengerti," balas Yunho.
Kyuhyun menatap Yunho sinis. "Kenapa kau malah tertawa?" tanya Kyuhyun.
"Aniyo. Kau mirip dengan Ara, mengingatkanku padanya saja," jelas Yunho.
Kyuhyun mengabaikan penjelasan Yunho. "Lebih baik, sekarang, kita memikirkan satu cara. AKu tak ingin terjebak dalam permainan konyol ini," tegas Kyuhyun.
Yunho mendesah kecil. "Sebelum ini, aku sudah mencoba mencari namja yang bisa kuajak pacaran. Tapi saat aku belum berhasil menemukannya, Ara malah mengusulkan namamu," tutur Yunho murung.
Kyuhyun terdiam. Ia termenung, nampak sedang berpikir. "Hyung, aku memperingatkan dua hal padamu," ucap Kyuhyun dengan suara yang dalam.
Yunho memperhatikan ucapan Kyuhyun.
"Jangan mengecewakan Ara Noona." Kyuhyun menarik nafas panjang. "Dan jangan jatuh cinta padaku!" seru Kyuhyun keras.
Dan itu nyaris membuat Yunho mati tertawa.
"Kyuhyun bilang begitu?" tanya Changmin tak percaya. Ia pun tertawa terbahak-bahak.
Yunho masih tertawa kecil, mengingat ucapan Kyuhyun ketika bertemu dengannya tadi.
"Dan jangan jatuh cinta padaku!"
"Sepertinya, dia benar-benar takut kalau kau jatuh cinta padanya, Hyung!" seru Changmin. "Dia beranggapan bahwa kau adalah makhluk yang menakutkan," jelas Changmin.
"Jinjja?" tanya Yunho tak percaya.
"Ne. Dia bahkan takut padamu sejak di sekolah dasar hingga kuliah. Atau malah sampai sekarang, ya?" ucap Changmin.
Yunho terpana. Ia tak percaya dengan apa yang dikatakan Changmin. Padahal, bagi Yunho, Kyuhyun ribuan kali lebih menyeramkan. "Tapi, kenapa malah aku yang takut padanya, ya? Dia selalu jutek padaku dan bersikap ketus," jelas Yunho. "Bahkan, ia lebih menyeramkan darimu," imbuh Yunho.
Changmin tertawa. "Itu ia lakukan supaya kau tak berani mendekatinya dan mengganggunya, Hyung," jelas Changmin.
"Huh?" Yunho masih tak percaya.
Yunho kembali terlarut akan perbincangannya dengan Kyuhyun.
"Jangan mengecewakan Ara Noona."
"Dan jangan jatuh cinta padaku!"
Kalimat pertama itu mungkin terkesan wajar jika disampaikan seorang adik pada kekasih kakaknya. Tak ada seorang adik yang rela melihat kakaknya sedih karena cinta. Tapi, apakah berpacaran dengan Kyuhyun adalah salah satu cara untuk tidak mengecewakan Ara?
Dan kalimat kedua, seolah menegaskan kalimat pertama. Bahwa Kyuhyun juga menyetujui permintaan Ara. Tapi, benarkah begitu?
Tapi, kenapa Yunho merasakan sesuatu yang berbeda jauh di dalam lubuk hatinya?
"Jadi, kau sudah bertemu dengannya, kan?" tanya Ara sambil menggelayut di lengan Yunho.
Yunho mendesah kecil. "Dan dia yang kau maksud itu adalah adikmu sendiri? Cho Kyuhyun?" tanya Yunho. "Kau gila, Cho Ara," gumam Yunho sambil mengacak pelan rambut kekasihnya.
Ara tertawa kecil. "Oh, ayolah. Ini akan menarik, Yunnie-ya~" ucap Ara dengan nada dan wajah yang tak berdosa.
Yunho menarik nafas panjang. "Menarik? Jadi, kau sengaja mempermainkan aku dan Kyuhyun, heh?" tanya Yunho dengan nada jengkel yang dibuat-buat.
Hei! Lagipula, mana mungkin, Yunho bisa jengkel pada kekasih yang begitu dicintainya ini?
Ara tertawa keras. "Ani. Bukan begitu, Yun," sahut Ara. "Selama ini, aku hanya menikmati cerita-cerita yaoi di komik. Dan aku ingin melihatnya secara nyata, bukan hanya di komik," jelas Ara.
Yunho mendengus pelan. 'Dasar fujoshi akut!' batinnya. Ia jadi teringat dengan gay bar yang nyaris dikunjunginya. Ia sempat berpikir untuk menyarankan Ara ke bar tersebut supaya bisa melihat moment-moment yaoi secara nyata.
Ah, tidak, tidak! Tentu saja, Yunho tak ingin memasukkan kekasihnya sendiri ke 'kandang macan', kan?
"Tapi, kenapa harus Kyuhyun?" tanya Yunho heran. Ya, inilah yang sempat mengganggu pikiran Yunho. Dari banyak pria yang ada di dunia ini, kenapa harus Kyuhyun? Kenapa harus namja yang bersikap jutek atau bahkan membencinya setengah mati?
Ara tersenyum kecil. "Karena memaksa Kyuhyun itu adalah hal yang sangat mudah," jawab Ara sambil mengerlingkan matanya.
Yunho mengernyit. "Kau tahu kan, kalau hubunganku dengan Kyuhyun itu sangat buruk? Ya, mungkin aku bisa bersikap baik padanya. Tapi adikmu itu?" ujar Yunho. "Ah, tidak, tidak." Yunho menggelengkan kepalanya dengan cepat.
Ara menepuk pundak Yunho. "Kau pasti bisa, Yun! Changmin saja bisa akrab dengannya," celetuk Ara.
"Ya! Itu kan, Changmin!" seru Yunho jengkel. "Lagipula, kata Changmin, sebenarnya Kyuhyun takut padaku sejak awal," jelasnya. "Jadi, akan sangat sulit untuk mendekatinya," imbuh Yunho murung.
Ara tertawa. "Sudahlah, jangan khawatir," ucap Ara menenangkan. "Menurutku, kalian berdua akan sangat cocok," kata Ara mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Eh?"
"Menurutku, Kyuhyun adalah namja yang sangat manis. Dia bahkan sangat mirip dengan seorang gadis, jika diperhatikan dengan jeli," jelas Ara sambil memandang menerawang, membayangkan wajah adiknya. "Dan kau," Ara menoleh ke arah Yunho sambil menyentuh pipi kekasihnya itu. "Kau adalah namja yang sangat tampan," lanjut Ara.
Yunho tersenyum kecil, lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Ara. Bibirnya mengecup lembut bibir Ara dalam kecupan yang hangat dan penuh kasih sayang. Yunho berbisik pelan, "Saranghae, Cho Ara~"
Dan keduanya larut dalam ciuman yang memabukkan.
Kyuhyun mengaduk-aduk latte di hadapannya dengan malas. Perasaannya sedang campur aduk. Pikirannya bercabang dan melayang entah kemana. Bahkan, ia sampai tak menyadari kehadiran seseorang di hadapannya.
"Hei, Cho Kyuhyun!" panggil seseorang sambil menepuk pundak Kyuhyun.
Kyuhyun terlonjak kaget. "Heh?" Dilihatnya sosok Changmin yang sudah duduk di depannya. "Ah, kau, Min. Ada apa?" tanya Kyuhyun malas.
Changmin mengernyit heran melihat tingkah sahabatnya ini. "Ada apa denganmu, Kyu? Kenapa kelihatan murung begitu?" tanya Changmin heran
Kyuhyun memaksakan sebuah senyuman. Ia hanya tak ingin membuat Changmin khawatir karena keadaannya. "Ani, Min. Aku baik-baik saja, kok," jawab Kyuhyun.
Changmin seolah tak puas pada jawaban Kyuhyun. Tapi, ia memilih diam. Mungkin, Kyuhyun sedang memerlukan waktu untuk merenungkan masalahnya sendiri.
Dan Changmin bertekad untuk ada demi Kyuhyun, kapanpun itu.
Kyuhyun melangkah gontai di jalan keluar kampusnya, ketika ia mendengar sebuah klakson mobil di dekatnya. Ia menoleh ke samping dan mendapati sebuah mobil Range Rover dikemudikan dengan perlahan di sampingnya.
Sang pengemudi menurunkan kaca mobilnya, sehingga menampakkan wajah sang pengemudi. Seorang namja tampan berwajah kecil dan bermata musang.
Kyuhyun kenal betul dengan sosok tersebut. "Yunho Hyung?"
"Masuklah, Kyu," perintah Yunho.
"Ne?"
"Cepatlah, aku perlu berbicara denganmu."
Dan disanalah Yunho dan Kyuhyun berada. Di cafe dekat kampus Kyuhyun yang menjadi awal mula kejadian ini.
"Aku benar-benar membutuhkan bantuanmu, Kyu," ucap Yunho.
"Ne?" Kyuhyun menaikkan sebelah alisnya.
"Kumohon, turutilah permintaan Ara, ne?" mohon Yunho dengan wajah memelas.
Kyuhyun mendesah kecil. "Ini tak semudah yang kau pikirkan, Hyung," gumamnya.
"Kumohon, Kyu. Bantulah aku. Jebbal," mohon Yunho sekali lagi. Kali ini dengan menunjukkan puppy eyes-nya yang menggelikan.
Kyuhyun tertawa geli melihat wajah Yunho yang aneh. "Hentikan, Hyung. Kau benar-benar terlihat menyedihkan dengan gaya seperti itu," komentar Kyuhyun.
Yunho tidak berkomentar.
Kyuhyun bangkit dari duduknya, sambil menyandang tas di bahunya. "Aku akan membantumu, Hyung," balas Kyuhyun. "Tapi tidak untuk menjadi kekasihmu."
Kenapa harus mengelak dari takdir?
Kita tahu bahwa Tuhan telah menggariskan takdir untuk kita semua. Dan tak ada satu pun yang bisa melawan Tuhan.
Jadi, kenapa masih saja melawan takdir Tuhan, Cho Kyuhyun?
Eh? Tapi apakah Jung Yunho memang takdir bagi Cho Kyuhyun?
Entahlah. Kita tunggu bagaimana kisah mereka berakhir.
Summary of Questions :
Q : Apa alasan Ara minta Yunho pacaran sama namja?
A : Karena dia fojushi akut.
Q : Apa Ara nggak cinta sama Yunho?
A : Well, we'll see later ^^
Q : Apa Kyuhyun naksir Yunho?
A : Enggak, kok. Untuk sementara emang belum :)
Q : Kenapa Kyuhyun judes sama Yunho?
A : Karena dia gak mau dideketin sama Yunho yang menurut dia menakutkan. Tapi selanjutnya, ada alasan lainnya ^^
Hint :
Perhatikan kalimat-kalimat dalam cerita yang Dee tulis pake 'Bold', yaitu :
"Jangan mengecewakan Ara Noona."
"Dan jangan jatuh cinta padaku!"
"Karena memaksa Kyuhyun itu adalah hal yang sangat mudah."
Karena kalimat-kalimat itu, jadi kata kunci tentang teka-teki di ff ini ^^
Silakan menebak-nebak :)
Jadi, gimana tentang lanjutan ff ini, readers?
Makin menarik? Bikin penasaran? Hehe ^^
Ah, tadi ada part kissing-nya Yunra, ya? Aih, sebenernya gak rela. Dee takut dimarahin Jaemma *dijewer*
Tapi, ini untuk kepentingan cerita, kok. Nah, sebenarnya di part kissing-nya itu juga mengandung teka-teki. Ada satu kalimat yang misterius dan menunjukkan bagaimana perasaan Ara sama Yunho ^^ Apa, hayo?
Dan diatas, Dee udah sisipin ChangKyu, walau sedikit.
Nah, menurut readers, apakah antara ChangKyu ada romance atau sekedar friendship aja? Dee butuh pendapat readers, nih. Mohon bantuannya, yaa :)
And, don't forget to leave your reviews, okay?
Your reviews are my spirit, thanks ^^
Love,
Jung Minrin
P.S. Next, masih ada hint-hint baru lagi yang jadi kunci teka-teki ff ini. So keep following this fic ^^
