Makasih buat yang setia review dan para siders ^^
Dee nggak terlalu mempermasalahin siders sih. Tapi buat yang udah nyempetin buat review, Dee bener-bener ucapin banyak terima kasih, soalnya review-nya kasih semangat buat Dee di sela-sela Ujian Sekolah yang bikin frustasi :)
Yang jadi siders selama ini, Dee juga ucapin terima kasih, karena udah baca fic Dee ini. Dee harap, kalian bisa tersadar dan bisa review suatu saat nanti :D
Buat semua pembaca setia Dee yang Dee cintai, I present this story only for you :))
Happy reading ^o^
Jung Minrin
presents
Because of Her (Fujoshi)
starring
Jung Yunho
Cho Ara
Cho Kyuhyun
Shim Changmin
etc.
Warning:
BL (sometimes Straight)
Now Playing:
Romance Way by Issei (OST. Okane ga Nai)
Author Note:
As usual 'Bold' means 'Hints' :)
Yunho mengemudikan mobilnya secara perlahan di salah satu kawasan downtown di Seoul. Matanya memperhatikan suasana sekitarnya yang tidak terlalu ramai. Maklum saja, karena saat itu masih jam kerja.
Sementara Yunho?
Ya, untuk yang kesekian kalinya, Yunho terpaksa kabur dari kantornya karena suatu urusan yang 'sangat penting'.
Urusan yang kita ketahui sebagai urusan antara Yunho, Ara, dan Kyuhyun.
Beberapa menit yang lalu, saat Yunho masih terduduk dengan nyaman di depan layar komputernya, menikmati pekerjaannya dengan melahap setumpuk dokumen yang harus diperiksa, smartphone-nya berbunyi.
Kyuhyun meneleponnya.
Dan seperti biasa, Kyuhyun selalu menunjukkan sikap dinginnya. Ia juga terkesan berbicara seadanya saja. Kyuhyun memintanya untuk menjemputnya di kawasan downtown tersebut dan bertujuan untuk membicarakan sesuatu.
Yunho penasaran. 'Sesuatu seperti apa?' batinnya heran. Yunho yakin, kalau pembicaraan ini sama sekali tak akan memberi kemudahan pada permintaan Ara. Maksudnya, bukankah Kyuhyun sudah menegaskan berulang kali, bahwa ia tak akan menjadi kekasih Yunho?
Tapi, Yunho masih merasa agak frustasi, karena pencariannya bersama Kyuhyun kemarin sama sekali tidak membuahkan hasil. Ia merasa, kalaupun ia mencari lagi, hasilnya tidak akan jauh berbeda.
Yunho memberhentikan mobilnya di depan salah satu coffee shop yang dimaksud oleh Kyuhyun. Lalu, ia segera mengambil smartphone-nya di dalam saku celana, dan menghubungi Kyuhyun. "Annyeong, Kyu," sapa Yunho lemah.
"Kau sudah datang, Hyung?" balas Kyuhyun tanpa membalas sapaan Yunho. "Ah, aku melihat mobilmu! Range Rover, kan?" tanya Kyuhyun girang.
"Ne," jawab Yunho.
"Arrasseo. Aku akan segera kesana!" seru Kyuhyun, lalu memutuskan sambungan.
Yunho menurunkan ponselnya dari telinga. Ia mengedarkan pandangan, mencari-cari sosok Kyuhyun.
Dan disanalah Kyuhyun. Dengan kaus warna coklat tua yang nampak serasi dengan kulit tubuhnya yang pucat. Entah kenapa, bagi Yunho, sosok Kyuhyun saat itu sangatlah menawan. 'Aish! Apa yang kau pikirkan, Jung Yunho?!' batin Yunho jengkel, ketika ia malah mengagumi sosok yang begitu membencinya.
Kyuhyun mengetuk kaca mobil Yunho.
Yunho pun menurunkan kaca mobilnya.
"Annyeong, Hyung," sapa Kyuhyun dengan senyum yang terkembang.
"Annyeong, Kyu," balas Yunho. Sebenarnya, Yunho agak terkejut melihat tingkah Kyuhyun yang berbeda dari biasanya. Maklum saja, Kyuhyun yang selalu bersikap jutek, kini sedang melemparkan sebuah senyuman kepadanya. Senyuman yang membuat Yunho kagum padanya. "Ayo, cepat naik!" seru Yunho.
Kyuhyun tersenyum kecil. "Ne!" balas Kyuhyun dengan semangat. Ia pun segera naik ke kursi penumpang di samping Yunho.
Yunho menoleh ke samping, menatap Kyuhyun. "Jadi, kita akan kemana, Tuan Muda?" tanya Yunho.
Kyuhyun tertawa kecil. "Jalanlah dulu, Hyung. Nanti kuberi tahu tempatnya," ucap Kyuhyun.
Dan Yunho pun menjalankan mobilnya kembali.
Kyuhyun merentangkan kedua tangannya ke udara. Menikmati angin lembut yang menerpa wajahnya. Anak rambutnya yang masih pendek bergoyang mengikuti arah angin.
Sementara itu, Yunho yang masih berjalan perlahan di belakang Kyuhyun memperhatikannya dengan perasaan senang. Setidaknya, sikap Kyuhyun yang lebih melunak itu membuat di merasa lega dan tenang.
Sekarang, keduanya sedang berada di tepi pantai yang tidak terlalu ramai dan hanya terlihat beberapa pengunjung.
"Hah, senangnya!" seru Kyuhyun riang.
Yunho tetap berjalan ke arah Kyuhyun sambil tersenyum kecil. Ia senang melihat Kyuhyun yang seperti itu. Tapi, ada sesuatu yang mengganjal di hati Yunho. Kyuhyun bersikap seolah ia sedang berada dalam masalah yang pelik dan sekarang ia merasa lebih bebas. Masalah apa yang dihadapi Kyuhyun?
Kyuhyun membalik tubuhnya. "Ayolah, Hyung! Kenapa jalanmu lambat sekali seperti keong, eoh?" celetuk Kyuhyun jengkel.
Oke, Yunho ingin menarik ucapannya kembali. Ternyata, Kyuhyun masih tidak berubah.
"Kemarilah dan nikmati anginnya!" kata Kyuhyun mengusulkan. "Ini sangat menyenangkan," gumamnya.
Yunho segera berdiri di samping Kyuhyun. Dilihatnya Kyuhyun yang menengadahkan kepalanya sambil menutup kedua matanya. Namja yang lebih muda darinya itu nampak begitu menikmati suasana saat itu. Yunho pun memutuskan untuk mengikuti Kyuhyun.
Keduanya terdiam. Menikmati angin yang menerpa kulit wajah mereka. Mendengar suara deburan ombak ayng begitu khas.
Hingga akhirnya, Kyuhyun kembali memecah keheningan yang mendamaikan itu. "Hyung," panggilnya.
Yunho membuka matanya. Ia menoleh ke arah Kyuhyun yang masih pada posisinya, tak berubah sedikitpun. Matanya pun masih terpejam. "Ne, Kyu?" balas Yunho.
"Bagaimana perasaanmu pada Noona-ku?" tanya Kyuhyun yang masih memejamkan matanya.
Yunho menatap Kyuhyun bingung. "Tentu saja, aku mencintai Noona-mu," jawab Yunho mantap.
"Seberapa besar cinta Hyung pada Noona?" tanya Kyuhyun lagi.
Yunho mendesah kecil. "Cinta tak memiliki ukuran, Kyu," balas Yunho. "Yang mengetahui seberapa besarnya cintaku hanyalah Tuhan," ucap Yunho.
Kyuhyun membuka matanya perlahan, lalu menatap Yunho lekat-lekat. "Memangnya, Hyung tak bisa mengira-ngira seberapa besar cinta Hyung pada Noona?" tanya Kyuhyun lagi.
Yunho tersenyum kecil, lalu mengacak rambut Kyuhyun. "Ani, Kyu," jawab Yunho. "Ukuran cinta itu tidak pasti. Tak ada satu pun manusia yang mengetahuinya," jelas Yunho.
Kyuhyun mengalihkan pandangannya, menatap ombak laut yang berkejaran. "Tapi, kau pasti sangat mencintainya kan, Hyung? Bahkan, kau rela menuruti permintaan konyolnya itu," komentar Kyuhyun.
"Aku hanya tak ingin kehilangan Ara," komentar Yunho. "Dan aku khawatir kalau aku akan segera kehilangan dia, jika aku tak bisa memenuhi permintaannya."
Kyuhyun kembali menatap Yunho. Kali ini, dalam waktu yang agak lama. "Hyung, kenapa kau memilih Noona-ku?" tanya Kyuhyun.
Yunho mengernyit heran. Ia tak mengerti, kenapa Kyuhyun sedang begitu perhatian tentang hubungannya dengan Ara. "Aku jatuh cinta padanya sejak pertama kali melihatnya," jawab Yunho. "Dan asal kau tahu, dia adalah cinta pertamaku, Kyu," imbuhnya.
Kyuhyun mengerjap kaget. "Jinjja?"
Kali ini, Yunho yang memalingkan wajahnya. Ia kembali mendongakkan kepalanya, seperti sedang menerawang. "Aku jatuh cinta pada gadis kecil yang kutemui ketika aku sedang menikmati liburanku di Busan." Yunho memulai ceritanya. "Gadis itu begitu manis di mataku. Dan aku melihat ia terjatuh, lalu menangis kecil. Aku pun menghampirinya dan membantu gadis itu," jelas Yunho. "Sayangnya, ia hanya menangis dan tidak banyak bicara. Jadi, aku berusaha menghiburnya dengan ocehanku. Syukurlah, ia berhenti menangis, meski ia masih tidak mau bicara," lanjutnya. "Sayangnya, setelah aku membersihkan lukanya, dia malah langsung lari meninggalkanku," lanjutnya dengan nada sedih.
"Lalu, bagaimana kau bisa yakin bahwa Noona-ku adalah cinta pertamamu itu, Hyung?" tanya Kyuhyun penasaran.
"Aku menemukan gelang miliknya dan seolah kami berjodoh, Tuhan mempertemukan kami kembali. Aku mengembalikan gelang itu padanya," jelas Yunho.
"Lalu, kau langsung menyatakan cintamu padanya, Hyung?" Mata Kyuhyun berbinar.
PLETAK!
"Ya! Mana mungkin! Saat kita bertemu dulu kan, kita masih sekolah dasar!" seru Yunho.
"Ah, iya. Benar juga." Kyuhyun menertawakan kebodohannya sendiri, sambil mengusap puncak kepalanya yang dijitak Yunho. "Jadi, kau menunggu sampai dewasa, baru menyatakan cintamu pada Ara Noona?" tanya Kyuhyun memastikan.
"Ne, begitulah," jawab Yunho santai.
Kyuhyun terdiam sejenak. "Apa kau yakin, kalau Noona-ku adalah jodohmu?" tanya Kyuhyun.
Yunho termenung. "Mwolla, Kyu. Hanya Tuhan yang mengetahuinya," jawab Yunho pasrah. "Tapi, karena semua kejadian yang sudah kualami dengan Noona-mu, aku yakin kalau dia jodohku," lanjutnya.
"Kau tak ingin kehilangan Noona-ku, kan?"
"Tentu saja tidak," jawab Yunho mantap.
"Kalau begitu, turutilah permintaannya, Hyung," kata Kyuhyun.
"Ne?"
"Jadilah kekasihku."
"MWO?!"
"Aku bersungguh-sungguh, Hyung," ucap Kyuhyun yakin.
Yunho menatap ragu ke arah Kyuhyun. Ia masih tak percaya dengan ucapan Kyuhyun. Tangannya mengurut pelipisnya yang mulai berdenyut. Ini semua terlalu mendadak baginya. Terlalu mengejutkan. "T-tapi, kau bilang..."
"Aku tidak akan menjadi kekasihmu?" potong Kyuhyun. "Aku menyesal, Hyung. Jadi, kutarik ucapanku," lanjutnya.
Yunho masih tak mengerti. "Tapi, apa yang membuatmu berubah pikiran?" tanya Yunho heran.
Kyuhyun mendesah berat. "Ini sulit dijelaskan, Hyung," ucap Kyuhyun.
"Katakan saja. Aku akan mencoba memahaminya," kata Yunho menenangkan.
"Intinya, aku hanya ingin melakukan sesuatu demi orang yang kucintai, Hyung. Aku tak ingin melukai perasaanya," jelas Kyuhyun.
Yunho mengernyit. "Nugu? Ara?"
"Aniyo, Hyung." Kyuhyun menggeleng lemah. "Sudahlah, Hyung. Turuti saja permintaan Ara Noona, ne?"
Yunho terdiam. Ia masih menimbang-nimbang. Sesekali, diliriknya sosok Kyuhyun yang menatapnya penuh harap. Sekilas, ia tak tega melihatnya, sehingga ia pun menjawa, "Arrasseo, Kyu. Kau menjadi kekasihku mulai sekarang."
"Jinjjayo?" Ara mengerjap kaget ketika Yunho dan Kyuhyun yang datang membawa berita yang menggembirakan baginya.
"Ne, Noona," jawab Kyuhyun sambil memaksakan sebuah senyuman.
Yunho pun ikut tersenyum tipis. "Lalu, apa lagi yang kau inginkan, Chagi?" tanya Yunho pada Ara.
Ara tersenyum misterius. "Tentu saja melakukan apa saja yang seharusnya dilakukan oleh sepasang kekasih," celetuk Ara. "Berkencan, makan malam bersama, jalan-jalan, bergandengan tangan dan berciuman," jelas Ara dengan wajah yang tak berdosa.
"MWO?!" Yunho dan Kyuhyun memekik bersama.
Keduanya pun langsung saling menatap, melempar tatapan horor satu sama lain.
"Kau serius meminta kami melakukan itu semua?" tanya Yunho tak percaya. "Maksudku, oke-oke saja, kalau hanya jalan-jalan atau semacamnya," ucap Yunho. "Tapi, berciuman?" Yunho melirik Kyuhyun sekilas.
"Tentu saja!" seru Ara dengan penuh semangat. "Selama menjadi kekasihku, kita juga pernah berciuman, kan?" Ara balik bertanya.
"N-ne." Yunho mengangguk ragu.
"Karena mulai sekarang, Kyuhyun adalah kekasihmu, jadi kau juga harus menciumnya," jelas Ara.
Yunho dan Kyuhyun tetunduk dengan kompak.
"Dan, Yun," panggil Ara pada Yunho.
"Ne?" Yunho terdongak.
"Mulai sekarang, aku bukan kekasihmu lagi," ucap Ara santai.
"MWO?!" Yunho melongo. "ANDWAE!"
"Aish! Noona-mu itu benar-benar menyebalkan!" gerutu Yunho sambil fokus menyetir mobilnya.
Kyuhyun masih terkikik geli melihat tingkah 'kekasih' barunya itu. Sepanjang perjalanan mereka ke kampus, Yunho tak henti-hentinya menggerutu, merutuki setiap permintaan Noona-nya yang gila. "Sudahlah, Hyung. Bagaimanapun juga, ini hanya sementara. Suatu saat nanti, saat ini semua sudah selesai, Noona pasti kembali padamu, Hyung," kata Kyuhyun mencoba menenangkan Yunho.
Yunho mendesah berat. Ia menghentikan mobilnya, karena lampu lalu lintas menunjukkan warna merah.
Sesungguhnya, Yunho dan Kyuhyun sendiri tak tahu, kapan semua ini akan berakhir.
Sampai Ara merasa puas?
Tapi, kapan Ara akan merasa puas?
"Ya, semoga saja~" balas Yunho pasrah.
Dua hati yang telah lama saling mencari, telah bertaut
Bisakah terpisahkan begitu saja?
"Kau baru datang, Kyu?" tanya Changmin pada Kyuhyun yang baru saja masuk ke dalam kelas.
Hari ini, kebetulan, Kyuhyun dan Changmin memasuki kelas yang sama.
Kyuhyun meletakkan tasnya di atas bangku di samping Changmin. "Ne," jawabnya sambil tersenyum. "Ini adalah kelas pertamaku hari ini," jelas Kyuhyun.
Changmin mengangguk mengerti. "Hari ini, kau pulang jam berapa?" tanya Changmin.
"Hm, jam 3 sore mungkin," jawab Kyuhyun sambil melihat jam tangannya. "Waeyo?"
"Kalau begitu, kau sama denganku," gumam Changmin. "Kau naik mobil atau tidak?" tanya Changmin.
"Ani. Aku diantar Yunho Hyung," jawab Kyuhyun.
Changmin mengernyit heran. "Kau? Diantar Yunho Hyung?" Changmin nampak tak percaya. "Hubungan kalian sudah membaik?" tanya Changmin heran.
Kyuhyun mendesah berat. "Bukan seperti itu, Min," jawab Kyuhyun murung.
"Lalu?"
Kyuhyun menatap Changmin lekat-lekat. "Kau tanyakan saja pada Hyung-mu, ne?" kata Kyuhyun.
Changmin hanya membalasnya dengan tatapan yang penuh tanya.
Changmin sedang terduduk di sofa ruang tengah. Tangannya memegang sebuah buku tebal dan matanya fokus pada setiap baris kata yang tertulis di atasnya.
KRIETT...
"Annyeong~" sapa sebuah suara.
Changmin mengenali suara berat itu sebagai suara Hyung-nya. Ia mengalihkan pandangannya dari bacaan di hadapannya. Kepalanya mendongak dan dilihatnya Yunho yang masuk ke dalam rumah, masih lengkap dengan pakaian kerjanya, sambil menenteng tas kerjanya. "Sudah pulang, Hyung?" tanya Changmin berbasa-basi.
"Hm." Yunho berjalan ke arah sofa di depan Changmin. Tangannya meletakkan tas kerjanya di atas lantai, lantas ia mendudukkan tubuhnya ke ats sofa. Tangan kanannya melepaskan dasi yang melingkari lehernya.
"Oiya, Hyung," panggil Changmin.
"Ne?" balas Yunho tanpa menatap Changmin.
"Kudengar dari Kyu, kau mengantar Kyu ke kampus tadi," ucap Changmin.
Yunho mendesah kecil, lalu menatap Changmin. "Ne," jawab Yunho. "Waeyo, Min?" tanya Yunho.
Changmin meletakkan bukunya ke atas meja di depannya. "Tumben sekali," ucap Changmin dengan nada menyindir.
Yunho terkekeh pelan.
"Memangnya, apa yang sedang terjadi diantara kalian?" tanya Changmin menyelidik.
Yunho memasang wajah canggungnya. "Um, bagaimana, ya?" Yunho nampak bingung menyampaikan yang sesungguhnya.
Changmin menaikkan kedua alisnya. "Apanya yang bagaimana, Hyung?" tanyanya bingun dan makin penasaran.
"Hm, kau ingat dengan permintaan Ara, kan?" tanya Yunho memastikan.
"Yang memintamu untuk berpacaran dengan namja, kan?" balas Changmin.
"A-ani, Min," jawab Yunho gugup.
"Lalu, yang mana?" tanya Changmin bingung.
Yunho menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Kepalanya tertunduk. "Yang memintaku untuk menjadi kekasih Kyuhyun," ucap Yunho lirih.
"Lalu?" Changmin berpikir sejenak. "Ah! Jangan bilang, kalau kau dan Kyuhyun setuju dengan hal konyol itu, Hyung!" seru Changmin.
Yunho mendesah berat. "Memang begitulah kenyataannya, Min. Aku dan Kyuhyun sudah 'berpacaran'," balas Yunho.
Changmin menepuk jidatnya dengan keras. "Aigo, Hyung! Haruskah kau memanfaatkan Kyu seperti ini?" tanya Changmin jengkel. Tapi, ia sama sekali tak meninggikan suaranya. "Kyu bukan orang seperti itu, Hyung."
"T-tapi, Min. Kyu..."
Changmin bangkit dari duduknya. "Sudahlah, Hyung! Yang penting, aku hanya berpesan padamu, jangan menyakiti Kyu-ku! Jangan menyakiti sahabatku!" seru Changmin. Ia pun segera pergi meninggalkan Hyung-nya, setelah menyambar bukunya.
Yunho menatap Changmin dengan heran. Ia menghela nafas panjang. "Aigo~"
"Jung Changmin?" panggil sebuah suara.
Changmin mengabaikan panggilan tersebut. Ia sudah berada di bawah pengaruh alkohol dan tangannya masih terus menuangkan minuman beralkohol itu ke dalam mulutnya. Perasaannya sedang kacau saat ini dan hal ini selalu menjadi pelampiasannya.
"Hei, Min!" seru suara itu lagi. "Aish, Changmin! Kenapa kau mabuk begini, hah?" tanya seseorang itu sambil mengguncang tubuh Changmin. Seseorang yang kita kenal sebagai Cho Kyuhyun.
"Pergi kau!" perintah Changmin kasar.
"Aigo, Min. Ini aku, Kyuhyun, sahabatmu," kata Kyuhyun sambil menangkup pipi Changmin dan menghadapkannya ke wajahnya.
Changmin menatap Kyuhyun dengan matanya yang sayu. "Kyuh~" panggil Changmin yang langsung menghambur dan memeluk Kyuhyun.
"Apa yang terjadi padamu, Min?" gumam Kyuhyun sambil berusaha menahan tubuh Changmin yang memeluknya secara tiba-tiba.
"Kyuh~" panggil Changmin lagi.
"Ne?"
"Saranghaeyo, Kyuh~" ucap Changmin sebelum ia benar-benar ambruk.
"Changmin!"
Rasa cinta itu relatif
Tergantung, bagaimana kau mengartikannya
TBC
Summary of Questions :
Q : Apa Kyuhyun memang seorang gay?
A : Belum. Nantinya, mungkin begitu ^^
Q : Apa Kyuhyun suka sama Changmin?
A : Untuk sementara, cuma sebatas teman :)
Q : Apa Changmin suka sama Ara?
A : Kayaknya sih, enggak ,
Hints :
Hints kali ini emang banyak banget dan Dee nggak tulis ulang disini. Pokoknya, perhatikan betul-betul kalimat yang Dee tulis pake 'Bold' :) (termasuk kata yang Dee tulis pake 'Italic' dan 'Bold' itu juga termasuk hints, kok ^^)
Dan terima kasih buat YukimaruNara yang udah ngingetin Dee tentang hint di chapter 4. Sebenernya, Dee mau tulis itu sebagai hint, tapi kelupaan. Intinya adalah "Kyuhyun tak menyukai hubungan Yunho dengan Ara"
Sekali lagi, buat YukimaruNara, gomawo :*
Dan Dee mau ngingetin tentang perubahan sikap Kyu yang jadi lebih ramah sama Yunho. Itu jadi hint tambahan ^^ Sebenarnya, jawaban atas perubahan sikap Kyu itu adalah lewat perbincangan dia sama Yunho di pantai :)
Nah, nah, gimana chapter 5 fic ini? Makin gak jelas? Haha XD
Chap depan, rencananya mau kasih momen YunKyu yang lebih banyak. Mungkin, mereka bakalan nge-date ^^
Dan penasaran-kah dengan perasaan Changmin ke Kyuhyun? Hohoho~
Mungkin, chap depan nggak bakalan ada terlalu banyak hint berarti. Karena Dee mau fokusin ke YunKyu momennya.
Barulah di chap-chap selanjutnya, berbagai rahasia mulai terkuak. Rahasianya Kyu, rahasianya Ara (Ara juga punya rahasia, lho ,), perasaannya Changmin ke Kyu, sosok yang disukai Kyu, dan masih banyak lagi ^^
Seperti biasa, Dee minta review dari kalian, ne? Suarakan juga tebakan kalian, yaa :)
Love,
Jung Minrin
P.S. Di chap. 4 kemarin, ada yang berhasil menebak dengan benar tentang 'sosok' Kyu yang sebenarnya. Hayo, siapa hayo? XD
