EXO GS
Chanbaek couple.. ada cast baru, 'Kyungsoo'..
Kyungsoo yang tidak tertarik tadinya kini tiba-tiba berubah berlari mengejar pemuda itu.
"Jonginnie kemari adeul, ini omma!"
Title : Because you love me, Chanbaek ver
Couple : ChanBaek, JongMin/XiuChen dan HoMin..(maaf kalau ga suka..)
Meski judulnya sama tapi cerita sangat berbeda dan tak berkaitan..
*yang di italic artinya dalam mimpi
Chapter 4
Part 1. Childhood memories
Happy nice reading^^
. . .
. .
.
Mata itu terpejam sekarang dengan kelopak matanya yang mengkerut. Kepalanya berputar ke kiri dan kanan secara kasar. Pemuda bermata sayu itu kini sedang terlelap diatas ranjangnya yang empuk dalam kamarnya yang luas. Ia terlihat begitu gusar dalam tidurnya.
Sebuah kilasan-kilasan masa lalu berputar membentuk sebuah dunia fantasi yang disebut mimpi dalam alam bawah sadarnya..
"Chanyeol! Jongin! Kemari adeul, sudah waktunya makan!"
Begitu mendengar teriakan sang omma keduanya langsung melesat ke meja makan. Disana tuan dan nyonya park sudah duduk di bangku mereka masing-masing menunggu kedua buah hati tercinta.
Setelah duduk dikursinya, mata Chanyeol langsung berbinar-binar menatap berbagai hidangan yang ada dihadapannya saat ini. Mulai dari bulgogi, samgyetang, donkkaseu dan yang lainnya, juga favoritnya galbi. Nyonya Park senang melihat anak sulungnya makan dengan lahap sama seperti suaminya. Kini ia begitu gusar melihat maknae nya yang tidak makan dari tadi. Jongin kecil hanya duduk dibangku nya memainkan robot yang dibawanya.
"Jongin, kenapa kau tak makan adeul? Nanti kau sakit lagi.."
Jongin hanya diam tak menjawab pertanyaan ommanya.
"kalau begitu omma suapi ya, ?"
Nyonya Park beranjak dari bangku nya. Ia duduk disamping maknae nya itu kemudian mengambil piring membuatkan seporsi makanan yang sesuai dengan takaran Jongin. Kemudian ia menyuapi sesendok nasi beserta potongan daging ke mulut Jongin yang langsung ditolak oleh adeulnya itu.
"loh, kenapa tidak mau makan? Ini omma suapi.." keluh nyonya Park
"aku tidak mau makan! Omma hanya sayang pada Chanyeol hyung saja! Masa tidak ada fried chicken disini?!"
Jongin marah-marah lalu merapatkan bibirnya tetap menolak sendok yang diberikan ommanya.
"kalau begitu biar appa pesan delivery saja ya," usul tuan Park
"tidak perlu yeobo, nanti kalau makan yang begituan sakit loh! Itukan banyak pengawet dan racun! Jongin mau sakit terus?"
"biar saja, itu enak kok.."
"ya sudah kalau Jongin tidak mau omma suapi Chanyeol saja. Aku putra sulung Kim Hye Na."
Chanyeol meledek adiknya sambil mengucapkan nama asli sang omma.
"tidak boleh! Omma hanya milik ku. Hyung sana saja jadi putra sulung keluarga Park dan aku menjadi putra bungsu keluarga Kim."
Nyonya Park hanya bisa tertawa mendengar perkataan kedua adeulnya sementara sang suami melototti maknaenya.
"bicara apa kau Park Jongin! Kau itu maknae ku juga! Kalau tidak ada aku, maka kau juga tidak akan ada!"
"sudahlah yeobo, mereka hanya bercanda.."
"tuh, kan appa galak.."
Jongin langsung memeluk nyonya Park erat-erat menyembunyikan wajahnya dari sang appa. Sementara hyungnya malah tertawa keras melihat pertengkaran antara sang appa dan adiknya.
Lalu tiba-tiba kenangan bahagia itu tergantikan dengan sebuah memori buruk..
Sore hari itu nyonya Park keluar dari kamarnya dengan pakaian serba hitam. Lalu Jongin datang merengek pada nya untuk tidak pergi.
"tidak bisa sayang, omma harus melayat."
"kalau begitu biar Jongin ikut ya,,"
Tidak jauh dari situ ada Chanyeol yang memperhatikan mereka. Sebenarnya Chanyeol ingin menarik Jongin dari sang omma. Tapi ia mengurungkan niatnya begitu melihat sang omma menyetujui keinginan Jongin. Setelah menggantikan baju Jongin dengan baju yang serba hitam. Mereka langsung masuk menuju mobil menuju rumah duka.
Tiba-tiba saja turun hujan lebat di perjalanan. Lee ahjussi sang supir berusaha untuk lebih hati-hati saat mengemudikan. Namun ada seorang pengendara motor yang melintas begitu saja di depan mobil mereka. Untung Lee ahjussi masih sempat merem dan mengira bahwa motor itu sudah pergi jauh meninggalkan mereka. Ternyata hanya dalam jarak beberapa meter motor itu malah berhenti didepan mobil nyonya Park. Lee ahjussi telat menginjak remnya dan membanting stir ke arah kiri. Akhirnya mobil itu menabarak mobil yang lain sampai oleng.
Jongin kecil terbatuk-batuk dengan luka dikepalanya yang terus mengucurkan darah. Sementara sang omma yang memeluknya dari tadi terus saja memejamkan matanya. Jongin berusaha membangunkan ommanya lalu ia tak sengaja memegang bagian belakang kepala sang omma yang sudah berdarah banyak. Mata Jongin mengerjap-ngerjap melihat semua yang hitam. Mulai dari dalam mobil nya, Lee ahjussi yang mengenakan jas hitam kemudian sang omma yang juga mengenakan pakaian hitam-hitam, termasuk dirinya. Semua hitam dengan noda darah. Membuat Jongin ketakutan dan terus menjerit, membangunkan nyonya Park dan Lee ahjussi yang tak bangun-bangun.
"OMMA! OMMA!"
"AHJUSSI!"
Lalu semua kilasan balik itu berhenti begitu Jongin membuka matanya. Ia terbangun dengan keringat yang mengucur di seluruh tubuhnya.
Jongin bangkit dari ranjangnya. Ia berjalan keluar, menuju sebuah kamar. Setelah itu, Jongin hanya duduk diam didepan pintu kamar itu. Menunggu orang yang didalam keluar.
~Chan0-*.*-0Baek~
Matahari pagi yang bersinar terang, cahaya masuk menembus kaca jendela yang besar sampai menusuk mata Kyungsoo. Gadis itu menggeliat di ranjangnya.
'wah,, rasanya empuk dan nyaman sekali' gumam Kyungsoo dalam hati masih dengan posisi tidurnya.
'aigoo… bisakah aku tetap disini saja..' gumamnya lagi.
Setelah cukup puas menggeliat di ranjang yang empuk dan besar, Kyungsoo perlahan membuka matanya. Dilihatnya kamar yang tempatinya saat ini sangatlah besar dan mewah. Bahkan ranjang nya sekarang ukuran king size dan ada pintu yang terbuat dari kaca yang besar, yang bisa membuatnya langsung menatap ke taman rumah. Didalamnya juga ada tv, AC, juga kamar mandi pribadi.
'ini kamar hotel atau kamar tamu?' tanya Kyungsoo dalam hatinya.
Kalau orang lain akan kaget begitu bangun menemukan dirinya tak berada di kamarnya atau tempat yang familiar untuknya. Berbeda dengan Kyungsoo yang sudah biasa dengan situasi berpindah-pindah tempat tidur. Kyungsoo pernah bangun di tempatnya paling mengerikan di kuburan dalam hutan atau juga tempat yang lebih mewah dari kamar yang sekarang ini ditempatinya. Kyungsoo pernah terbangun di sebuah kamar apartemen termewah di Seoul. Lalu ia tidak diijinkan keluar oleh penghuni apartement itu. Mereka mengganggap Kyungsoo ahjumma mereka karena waktu roh seorang nenek yang masuk ke dalam tubuhnya. Dan yang tadi malam roh seorang wanita setengah baya yang cantik, masuk ke dalam tubuhnya.
"mungkin ibu itu istri seorang pengusaha kaya raya.." gumam Kyungsoo sambil memperhatikan furniture mewah yang ada dalam kamarnya.
Kyungsoo berjalan menuju pintu lalu membukanya.
"AHH!"
Betapa kagetnya Kyungsoo ketika mendapati seorang pemuda berdiri dihadapannya saat ini.
"omma.." panggil pemuda itu pada Kyungsoo.
"maaf sebelumnya tapi aku bukan omma mu!"
Kyungsoo berjalan meninggalkan pemuda itu namun pemuda itu mengikuti Kyungsoo dari belakang. Kyungsoo mulai merasah resah oleh ulah pemuda itu yang mengikutinya terus menerus. Begitu ia berbalik ke belakang, wajah polos pemuda itu langsung menatapnya.
"Ahh!"
Kyungsoo kembali berteriak lalu berlari berusaha menjauhi pemuda itu. Namun pemuda itu terus menerus mengejarnya.
"Jongin!"
Begitu mendengar suara orang yang memanggil namanya, pemuda itu langsung berhenti mengejar Kyungsoo.
"hey, kau tak apa-apa agashi?"
Pemuda tinggi bersuara bass itu bertanya menghampiri Kyungsoo dan bertanya padanya. Kyungsoo yang memandang wajah pemuda itu dan teringat sesuatu.
"byeol.." gumam Kyungsoo pelan.
"apa?" tanya pemuda itu balik
"oh, tidak apa-apa." Kyungsoo menggelengkan kepalanya.
"maafkan adik ku. Dia memang mengalami sedikit kelainan mental semenjak omma kami meninggal. Aku kaget dia mengejar mu. Padahal selama ini ia selalu takut dengan orang yang memakai hitam-hitam."
"kenapa ia takut?"
"dulu ia pernah kecelakaan bersama dengan omma mengenakan pakaian serba hitam. Jadi sekarang ia takut dengan pakaian hitam-hitam."
"oh,, begitu ya.."
"hmm.. perkenalkan nama ku Park Chanyeol. Aku dan appa ku mengucapkan banyak terimakasih pada mu sudah membawa adik ku pulang."
"tidak apa-apa. Kalau begitu aku sudah bisa pulang sekarang.."
Kyungsoo berjalan meninggalkan kedua pemuda itu. Namun langkah nya terhenti saat Chanyeol kembali bertanya padanya.
"bagaimana bisa kau tau alamat rumah kami?"
Kyungsoo berbalik sebelum menghadap Chanyeol.
"hmm,,?"
"kenapa kau memeluk ku semalam?"
"menurut mu aku yang memeluk mu semalam?"
Kemudian Kyungsoo berjalan mendekati Chanyeol
"apa kalau ku katakan yang sebenarnya, kau akan percaya?"
"…"
"kalau omma mu yang merasuki ku?"
To be continue..
Sorry yang sebesar-besarnya udah lama update , eh Cuma pendek..
Aku janji bakal update cepet untuk bagian selanjutnya..
Thanks a lot untuk kalian semua..
I'm in rush now..
Jadi ga bisa nulis semua yang udah komen..
Sorry for typho nya..
Hehe.. please reviews nya ya..
Sekarang udah terjawabkan yang bagi yang nanya kenapa Kyungsoo manggil Chanyeol adeul? Itu karena Kyungsoo dirasuki roh nyonya Park..
Sekali lagi thank you udah mau baca^^
