Title : Because you love me, Chanbaek ver
Couple : ChanBaek, JongMin/XiuChen dan couple baru HoMin..(maaf kalau ga suka..)
Meski judulnya sama tapi cerita sangat berbeda dan tak berkaitan..
. . .
Maaf sebelumnya untuk yang minta NC, aku ga bisa bikin NC dan aku masih belia.. ratingnya juga aku isi Teen.. hehe^^
Lagipula cerita ini bakal jauh dari NC..
Maaf sekali lagi..
Ini cerita untuk anak-anakā¦
. . .
Chapter 4
Part 2 : A Promise
Happy reading^^
Malam ini Chanyeol kembali memakai hanbok berwarna biru, rambutnya di *sangtu lalu mengenakan *heukrip. Jika 2 minggu lalu diadakan pesta besar-besaran menyambutnya. kini sudah tidak lagi. Karena Chanyeol sudah memilih gisaeng yang disukainya. Jauh-jauh hari ia sudah memesan Baekhyun untuk kunjungan malam. Dan sekaranglah waktunya. Ia kini sedang duduk menunggu kedatangan hojang dibagian depan gibang.
"jesonghabnida nae-ri, tapi untuk malam ini bisakah nae-ri menunda kunjungan?"
"boh?! Aku sudah memesan 2 hari lalu! Bahkan aku sudah melanggar janji untuk bertemu dengan minggu lalu."
"saya mohon dengan hormat pada nae-ri untuk mengerti. Malam ini sedang ada yang mengunjungi Baekhyun. Bagaimana dengan gisaeng lain yang kosong? Saya akan mencarikan gisaeng haengsu yang setara dengan Baekhyun untuk kunjungan nae-ri malam ini. Bagaimana? Apa nae-ri setuju?"
Minseok tetap menanggapi tuan muda yang ada dihadapannya ini dengan tutur bahasa yang halus dan lembut. Mengingat pemuda itu seorang yangban terhormat.
"Tidak!"
Chanyeol menjawab tegas dan penuh penekanan. Mata pemuda itu kini menyipit memandang Minseok dengan tatapan ragu.
"kalau begitu nae-ri boleh menunggu sebentar sampai pengunjung itu pergi. Sepertinya mereka sudah hampir selesai."
"hampir selesai?!"
"ne, nae-ri. Biasanya di jam seperti ini nae-ri itu akan mengakhiri kunjungannya."
"kenapa aku harus mengalah padanya? Aku ini yangban, harusnya dialah yang mengalah!"
Chanyeol langsung berdiri di tempat nya. Ia tidak memperdulikan Minseok dan tetap berjalan lurus sampai menemui bagian ujung ruang depan yang terhubung ke dalam. Kemudian Chanyeol menuruni tangga kecil lalu memakai sandal yang tersedia. Ia berjalan menuju ruangan Baekhyun.
Betapa kagetnya Chanyeol saat melihat bayangan Baekhyun bersama seorang pria dari pintu kamar tradisional itu. Bahan pintu yang tipis namun lebih tebal dari sebuah kertas memperlihatkan dengan jelas bayangan dari dalam ruangan nya.
Chanyeol melebarkan matanya seketika begitu melihat bayangan seorang namja yang duduk dekat dengan Baekhyun dari pintu itu. Belum lagi suara tawa mereka yang merambat ke luar meski tidak terdengar begitu jelas. Minseok yang mengejar Chanyeol baru sampai sambil mengatur nafasnya yang tak beraturan akibat berlari barusan.
"bukankah saya sudah bilang untuk menunggu sebentar lagi nae-ri.."
"tapi Baekhyun tidak akan menghabiskan malam bersama pria itu kan!"
Chanyeol meninggikan suaranya. Mata nya celingukan sibuk memandangi pintu kamar Baekhyun. Berharap yang didalam mendengar perkataan nya dan segera keluar.
"nae-ri,-"
Perkataan Minseok langsung terputus ketika melihat pintu kamar Baekhyun yang perlahan terbuka.
Chanyeol membelakakan matanya begitu melihat orang yang berada didalam kamar Baekhyun. Ternyata seorang pria tua. Ditambah Baekhyun yang senyum-senyum sambil bersandar ke bahu pria itu.
'Baekhyun ku diapakan tadi olehnya?' batin Chanyeol.
"tenang saja nae-ri. Saya tau nae-ri pasti sudah tidak sabar menemui uri Baekhyun yang cantik ini. Sekarang nae-ri bisa masuk karena saya akan pergi."
Pria tua yang mengenakan hanbok berwarna merah itu mengecup kening Baekhyun sebelum ia bangkit berdiri dari tempatnya. Chanyeol benar-benar membeku ditempatnya saat ini menonton apa yang terjadi didepannya. Berbeda dengan Baekhyun yang dicium justru tersenyum senang.
"jaga kesehatan mu. Jangan sakit lagi!"
"ne, appa! Appa juga harus lebih sering-sering berkunjung lagi, ya!"
Begitu mendengar kata 'appa' sebuah senyuman langsung terukir dibibir Chanyeol. Padahal tadi dia hampir saja berpikir yang tidak-tidak.
"sudahlah nae-ri kalau mau masuk, masuk saja."
Pria itu berjalan lalu menepuk bahu Chanyeol ketika melewatinya. Malu-malu Chanyeol akhirnya berjalan memasuki kamar Baekhyun dan langsung menutup pintunya.
"maafkan aku *seobang(suami)."
Minseok menundukkan kepalanya ketika pria tua itu menghampirinya.
"itu bukan salah mu. Memang anak muda sekarang tidak bisa menunggu sebentar.."
~Chan0-*.*-0Baek~
Chanyeol duduk sambil menunduk malu sedangkan Baekhyun berusaha menahan tawanya.
"nae-ri..." panggil Baekhyun pelan
"ne?!" Chanyeol langsung mengangkat kepalanya menghadap Baekhyun.
"jadi nae-ri ingin belajar tentang apa untuk hari ini?"
Bukannya menjawab, Chanyeol malah diam sambil menatap Baekhyun. Gadis itu tetap tersenyum lalu mengambil gayageum yang disimpan disudut kanan ruangannya. Dengan begitu lihai, jari-jari lentik milik Baekhyun memetik senar-senar gayageum itu dengan halus dan lembut. Jari-jarinya begitu asyik bermain sampai menghasilkan nada-nada indah yang membuat Chanyeol tersenyum. Baekhyun sendiri tidak tau nada apa yang dimainkan nya saat ini. Sebelumnya ia tak pernah memainkan alunan musik seperti ini. Dentingan demi dentingan yang naik turun membentuk tangga lagu yang indah.
"kecapi ini awalnya diciptakan pada abad ke-6 di kerjaan Gaya, nae-ri."
Chanyeol mengangguk paham. Pemuda itu mencoba mengontrol kerja jantungnya yang tak karuan sekarang. Perlahan ia membuka mulutnya, ingin mengutarakan isi hatinya.
"hmm,,"
Tanpa sengaja mereka berdehem bersamaan.
"hmm,, kau duluan saja.."
"tidak apa-apa. Saya tidak ingin mengatakan hal yang penting. Silahkan nae-ri dahulu.."
"aku ingin minta maaf karena tidak bisa datang malam itu sesuai dengan janji ku sebelumnya."
"itu bukan masalah nae-ri."
"malam sebelumnya dongsaeng ku hilang dan tepat dimalam itu, aku baru menemukan dongsaeng ku. Jadi aku tidak bisa datang."
"syukurlah dongsaeng nae-ri sudah kembali. Apa dia baik-baik saja sekarang? Bagaimana bisa menghilang?"
"dia selalu berhasil kabur dari rumah. Biasanya kata appa, Jongin hanya akan pergi ke makam omma kami. Tapi hari itu, Jongin tidak pergi kesana. Lalu malam harinya seorang wanita mengantar Jongin pulang. Aneh nya dia seperti omma ku saat malam hari itu dan paginya dia langsung berubah seperti orang lain atau itu memang sifat asli nya? Aku tidak tau,, Baekhyunie.."
Tanpa sadar Chanyeol memanggil 'Baekhyun' dengan 'Baekhyunie'. Sebenarnya kalau dipikir-pikir Chanyeol benar-benar keterlaluan terhadap Baekhyun.
Pertama, ia sudah seenaknya menghabiskan malam pertama seorang gisaeng haengsu anak seorang gibang. Bahkan saat kerajaan dulu, seorang gisaeng seperti Baekhyun bertugas untuk mengajar di sekolah istana. Berbalik dengan keadaan yang sekarang, ia justru telah menghabiskan malam pertamanya untuk seorang yangban.
Kedua, membuat Baekhyun menangis karena tidak memakai nya disaat malam pertama. Padahal susah payah Baekhyun menahan sakitnya saat itu.
Ketiga, Chanyeol tidak menepati janjinya untuk datang malam itu.
Keempat Chanyeol dengan egois nya menghancurkan pertemuan Baekhyun dengan tamunya. Itu lebih buruk lagi kalau ternyata. Pria tua tadi appa Baekhyun. Berarti Chanyeol memang sangat kejam.
Terakhir, baru saja ia mengganti nama Baekhyun dengan sesuka hatinya. Mungkin, Chanyeol memang cukup gila untuk menganggap Baekhyun adalah miliknya secara sepihak dan seenaknya.
"bian, Baekhyun.."
"animida, nae-ri. Itu nama yang bagus. Saya sudah terbiasa dengan tamu yang memberikan panggilan khusus untuk saya."
"maksud mu, ada banyak pria yang memanggil mu 'Baekhyunie' seperti ku?"
"animida, nae-ri. Baru nae-ri yang memanggil saya dengan panggilan 'Baekhyunie', yang lain punya panggilan tersendiri."
Chanyeol langsung berdiri dan berdecak pinggang, melototti mata Baekhyun yang sipit dengan tatapan tidak percaya.
"sebenarnya ada berapa banyak pria yang mengunjungi mu. Bukankah kau ini haengsu?! Seharusnya hanya aku yang boleh mengunjungi mu. Karena aku sudah meminta atas kepemilikan mu."
"saya memang milik nae-ri. Tapi itu hanya untuk bermalam. Kalau kunjungan biasa tentu saya melayani nya. Seperti turis asing dari China. Tidak mungkin mereka mengunjungi *samsu yang tidak bisa bahasa China. Belum lagi turis dari berbagai negara lain yang memang secara khusus belajar kebudayaan Korea bukan untuk bermalam. Tentu saja saya termasuk gisaeng yang melayani mereka, nae-ri."
Baekhyun tetap tersenyum menanggapi Chanyeol yang sedang meletup-letup amarahnya. Akhirnya Chanyeol kembali duduk. Namun tangannya ia lipat didada, menunjukkan kalau dia masih marah. Walau sebenarnya marahnya itu tidak jelas dan sungguh kekanak-kanakan. Ingat, Chanyeol tidak pantas marah pada Baekhyun seharusnya. Chanyeol hanya seorang tamu bukan kekasih.
"apa nae-ri sudah makan malam?"
"bian.."
"kenapa tiba-tiba nae-ri minta maaf lagi?"
"aku tidak seharusnya berlaku kasar seperti itu. Mulai sekarang aku berjanji pada mu untuk membanting tulang ku. Demi mendapatkan uang untuk mu."
Baekhyun langsung membeku begitu mendengar perkataan Chanyeol barusan. Apakah ini yang namanya kekuatan cinta? Sungguh, Chanyeol mencintai Baekhyun pada pandangan pertama?
Suasananya berubah begitu hening. Mereka berdua tidak bicara dan hanya saling berdiaman. Baekhyun diam di tempatnya dan Chanyeol lebih memilih untuk bersender didingding ruangan Baekhyun, yang sebelah kanan, sambil meluruskan kakinya. Wajahnya di tekuk, sampai dagunya menyentuh dada.
"aku memang sedikit.. ah, bukan sedikit tapi memang sangat sensitive belakangan ini, Baekhyunie. Semenjak kepulangan ku ke Seoul. Melihat keadaan dongsaeng ku yang seperti itu membuat ku semakin sedih. Masa-masa indah itu kembali terulang diingatan ku. Tidak hanya itu, perasaan bersalah itu juga datang lagi. Seharusnya waktu itu aku bisa menahan Jongin untuk tidak ikut. Mungkin, dia tidak akan trauma seperti ini. Kalau saja aku juga merengek minta ikut. Bisa jadi omma membatalkan niat nya untuk pergi dan aku masih memiliki omma sampai sekarang.."
Tanpa terasa Chanyeol meneteskan air matanya sambil mengeluarkan seluruh isi hatinya. Baekhyun ikut sedih melihat Chanyeol yang terisak seperti itu. Dipikir nya dulu, Chanyeol itu pasti anak yang sangat bahagia dan manja. Tidak pernah terbayangkan oleh Baekhyun kalau nae-ri nya itu punya masalah seberat ini. Ia bersyukur karena selama ini, ia selalu punya Minseok yang merawat dan menjaganya. Tidak hanya seorang omma tapi Baekhyun juga punya appa yang selalu perhatian meski jarang pulang.
"nae-ri tidak harus merasa bersalah seperti itu. Seseorang pernah berkata pada saya, kalau kita tidak akan pernah bisa melawan takdir. Sekalipun nae-ri melakukan nya dimasa lalu. Mungkin, kejadian itu tidak akan terjadi tapi kejadian yang lain pasti akan datang juga. Bisa saja itu jauh lebih buruk lagi."
Baekhyun mencoba menenangkan Chanyeol dengan lemah lembut.
'sama seperti ku, yang tidak ingin menghindari takdir ku bersama mu.' Batin Baekhyun.
"gomaweo Baekhyunie sekarang aku sudah merasa lebih baik. Entahlah aku selalu merasa lepas saat bersama mu. Kau selalu memberikan kenyamanan yang berbeda bagi ku."
Baru saja Chanyeol mengangkat tangan kanan nya, hendak menghapus air matanya menggunakan lengan panjangnya. Tapi Baekhyun lebih dahulu menghentikan nya.
"nae-ri, aku punya sesuatu untuk nae-ri. Ku buatkan dimalam saat nae-ri tidak jadi datang."
Baekhyun mengambil sesuatu dari bawah meja nya dan meletakkan nya diatas meja. Menyodorkan nya pada Chanyeol.
"ini sebuah sapu tangan?"
Chanyeol bertanya sembari membuka lipatan saputangan itu dan melihat sebuah sulaman *byeol(bintang) besar di tengah-tengahnya.
"ini kau yang menyulam nya sendiri?"
"ne, nae-ri."
Baekhyun sendiri tidak mengerti apa yang dilakukaknnya saat ini. Ia berdiri lalu berjalan membuka jendela kamar nya. Kemudian duduk di dekat Chanyeol. Ia tau kalau saat ini, ia sudah melanggar aturan tatakrama. Tapi biarlah, yang lebih penting adalah membuat Chanyeol kembali tersenyum bahagia. Seperti saat pertama kali Baekhyun bertemu dengan Chanyeol. Gadis itu selalu menyukai senyuman manis dan hangat milik Chanyeol.
"lihatlah nae-ri ada banyak byeol dilangit begitu indah sekarang. Mereka sibuk berkelap-kelip untuk menghibur hati nae-ri yang sedang bersedih saat ini."
Chanyeol tersenyum mendengarkan ucapan Baekhyun. Sungguh, gadis ini memang sangat ajaib bagi nya. Ia selalu bisa membuat Chanyeol melupakan kesedihan nya dan tersenyum layaknya orang bodoh.
Mereka berdua sama-sama memperhatikan byeol yang bersinar. Diam-diam Chanyeol menggerakkan sebelah tangannya menggenggam tangan Baekhyun erat-erat. Membuat pipi gadis itu merah seperti tomat.
"kau sangat menyukai byeol?"
"hmm,, begitulah nae-ri. Mereka selalu menghibur ku setiap malam. Dalam dunia ku yang sempit ini. Mereka seolah memberitau ku bahwa aku tak sendirian. Dan aku punya mereka yang selalu ada untuk ku."
"karena itu kau menyulam byeol untuk ku?"
"mungkin dilangit hitam yang luas sana. Omma nae-ri ada disana bersinar terang sekali untuk nae-ri dan keluarga nae-ri. Byeol selalu bisa menghubungkan perasaan kita pada seseorang yang kita rindukan. Meski kita tak dapat menemuinya. Jadi kalau suatu saat nanti kita tak bisa bertemu. Ingatlah saputangan itu. Lihatlah byeol dan rasa rindu itu pasti tersalurkan."
"maukah kau menerima janji ku Baekhyunie?"
"janji?! Untuk apa?"
"aku berjanji pada mu. Aku akan berusaha sekeras mungkin untuk mengeluarkan mu dari dunia sempit mu ini. Kau akan selalu bersama ku. Kita akan menghadapi dunia yang sangat luas ini bersama-sama. Sampai kita tidak akan bisa bangkit berdiri lagi dan hanya bisa berbaring di ranjang. Aku ingin terus berada disamping mu sampai disaat itu terjadi, nanti."
"apa nae-ri yakin bisa menepati janji itu?"
"kau meragukan ku?"
"bukan, hanya saja. Di dunia ini kita tidak hidup untuk diri kita sendiri. Jika nae-ri menginginkan saya. Itu berarti keluarga nae-ri juga harus menerima saya. Lalu jika nae-ri mengambil saya. Siapa yang akan menemani omma saya nanti nya? Karena sungguh tidak pantas seorang mantan gisaeng kembali masuk ke gibang nya. Apakah kehidupan yang bahagia itu harus egois dan tak memperdulikan yang lain?"
Chanyeol terdiam. Sekarang dia mulai mengerti kenapa appa nya menyuruh dia untuk belajar dari seorang gisaeng. Itu bukan tanpa alasan. Mereka para gisaeng memang memiliki tubuh *cheongsanim tapi pemikiran mereka bahkan jauh lebih dewasa dan cerdik dibandingkan kaum yangban. Pantas dulu gisaeng selalu dipakai di kerajaan. Baik sebagai mata-mata atau tugas rahasia lainnya. Selain cantik, otak mereka juga tak bisa dipandang sebelah mata. Mereka selalu bijaksana dalam mengambil keputusan.
"tapi cinta itu memang egois dan tak membutuhkan logika."
"ne, nae-ri memang benar. Cinta bukanlah sesuatu yang menggunakan pemikiran logis. Kita hidup didunia yang memang membutuhkan cinta. Tapi dunia tidak akan berjalan tanpa logika."
"kalau begitu ijinkan aku bersandar dibahu mu selagi aku bisa, Baekhyunie. Chanyeol memejamkan matanya lalu menjatuhkan kepalanya pada bahu Baekhyun. Tangan nya semakin erat menggenggam tangan Baekhyun. Sungguh, ia sedang tidak ingin memikirkan hari esok. Satu hal yang paling penting adalah dia sangat mencintai Baekhyun. Itu saja yang ingin Chanyeol pikirkan untuk saat ini.
Sementara itu Baekhyun kembali memandangi langit yang dipenuhi byeol berkelap-kelip malam ini. Pikirannya kembali melayang ke perkataan temannya waktu itu.
'aku juga berharap, agar byeol ku tak perlu menjauh dari ku.'
Gumam Baekhyun dalam hati nya sembari mengelus rambut Chanyeol dengan lembut.
To be continue..
Hah? Gimana? Romance nya kurang ya..
Yang penting janji ku terpenuhi ya,, membahas mereka di chap ini. Tapi aku ga yakin untuk chap depan.
Thanks a lot untuk yang udah baca, follow dan favorit FF ini. Sunggu kalian sangat berharga untuk ku..
Jangan lupa komen lagi.. ya^^
UN ku.. tidak berjalan mulus.. tapi aku harap bisa lulus..
Terimakasih udah ada yang nyemangatin UN ku di FF calling my name..
Thanks a lot untuk yang udah komen :
Mimi, Tania3424, Khuntorians, starbucks91, Arumighty, pintukamarchanbaek, younlaycious88, SyJessi22,kriswu393, ayuluhannie,LynKim, Benivella, Park Oh InFa FaRo, nur991fah, shantyy9411, AQuariisBlue, Baekrisyeol, Mela querer chanBaekYeol, exindira, zoldyk, Pearlaqua, SuJuXOXO91, yehetmania, Yeollbaekk, .3, ryu.
Maaf ya untuk yang udah komen tapi ga ke sebut..
Once more thanks a lot for reading and comment ^^
Jangan lupa review lagi ya..
