Title : Because you love me, Chanbaek ver

Couple : ChanBaek, JongMin/XiuChen dan couple baru HoMin..(maaf kalau ga suka..)

Meski judulnya sama tapi cerita sangat berbeda dan tak berkaitan..

. . .

Maaf sebelumnya untuk yang minta NC, aku ga bisa bikin NC dan aku masih belia.. ratingnya juga aku isi Teen.. hehe^^

Lagipula cerita ini bakal jauh dari NC..

Maaf sekali lagi..

Ini cerita untuk anak-anak…

. . .

Chapter 6

1. Run away

Happy reading^^

. . .

. .

.

Ditengah keramaian suasana bandara pagi hari ini terlihat seorang pemuda tampan sedang menarik kopernya cepat-cepat. Pemuda itu cukup tinggi dengan jas coklat muda nya selutut juga kacamata hitam nya dan rambut nya yang berwarna orange, membuat penampilan terlihat begitu mencolok.

Pemuda itu terus berjalan cepat. Ia begitu gembira bisa kembali ke kota kelahirannya setelah bertahun-tahun menetap di negara mamanya selama ini.

"Kim Taehyung!"

Begitu mendengar namanya dipanggil, pemuda itu menghentikan langkah nya dan berbalik kebelakang. Ia tersenyum cengingiran melihat seorang wanita tengah berlari kearahnya saat ini. Wanita yang paling disayangi nya didunia. Wanita yang tetap terlihat cantik diusianya yang menginjak kepala 5. Begitu berhasil menghampiri Taehyung, wanita itu langsung merangkul nya erat.

"kau ini.. kau tinggalkan mama mu sendiri!"

"du bu qi, mama."

Tak jauh dari mereka, seorang pria tertawa memperhatikan mereka sembari menarik 2 koper.

~Chan0-*.*-0Baek~

Chanyeol bangun pagi dengan gembira. Entahlah apa yang merasuki pikiran kemarin hingga membuatnya tidak berhenti untuk tersenyum. Bahkan tuan Park mulai curiga dengan sikap anak sulungnya itu. Jongin juga semakin mengira kalau Chanyeol benar-benar gila. 'pasti karena wanita itu' batin Jongin. Lalu apakah anak itu akan pergi lagi dari rumah? hmm,, lihat saja nanti..

Beruntung sabtu ini Chanyeol tidak harus berangkat ke kantor. Ia mendapatkan libur dan sebuah ide gila terlintas di benaknya kemarin malam. Maka dari itu, Chanyeol tidak kunjung berhenti tertawa sendiri akan pemikiran nya yang sungguh luar biasa. Ia benar-benar tidak peduli dan sungguh masa bodoh akan jadi apa nantinya.

Setelah sarapan bersama. Chanyeol kembali ke kamar nya untuk berganti baju. Ia merapihkan penampilannya. Bergaya di depan kaca sekeren mungkin, tentu saja demi bertemu sang pujaan hati. Dan masalah nya sekarang ini masih pagi.. sedangkan gisaeng ditemui malam hari..

Ya, Chanyeol memang mengakui kalau dirinya gila sekarang..

'tak apa gila, karena aku gila karena nya' gumam Chanyeol

Ia turun kebawah sambil memainkan kunci mobilnya dan berpamitan pada tuan Park. Setelah itu ia mengemudikan mobilnya, membawanya ke tempatnya yang sudah tak asing lagi baginya. Setelah memakan waktu kurang lebih dua jam. Chanyeol akhirnya sampai di Pohang *Gibang, tempat Baekhyun nya tinggal.

Kalau biasanya Chanyeol datang dimalam hari dan suasana sekitar begitu sepi. Ternyata saat pagi juga tidak terlalu jauh berbeda, suasanya tetap sepi dan hening. Walau sebenarnya ini sudah tidak pagi lagi tapi menjelang siang. Chanyeol sangat bersyukur karena ia memiliki tinggi 185 cm itu tidak sia-sia. Meski dulu ia sempat kesal karena banyak yang mengejek nya tiang listrik dan tak sedikit perempuan dengan tinggi dibawah rata-rata menolak nya.

Gibang itu dikelilingi tembok yang 1,5 meter dan gerbang yang sangat besar. Chanyeol berdiri didekat gerbang itu dan sesekali mengintip lewat tembok pagar yang lebih rendah darinya. Ia sempat kewalahan karena hampir saja ketahauan oleh beberapa gisaeng *samsu yang sedang menyapu. Sampai akhirnya mata Chanyeol berbinar-binar ketika melihat seorang gadis cantik datang bersama dayang yang mengikutinya dibelakang sambil membawa *gayageum menuju halaman depan.

Gadis itu tetap terlihat begitu cantik walau hanya mengenakan hanbok pink nya yang sederhana tanpa hiasan kecuali, sebuah *norage kuning berbentuk kupu-kupu menyangkut di bagian dada hanbok nya. Rambutnya hanya dikepang satu kebelakang dengan *baetsi daenggi(hiasan kepala yang ada bulatan hiasan ditengahnya/ dibagian atas kepala, yang seperti bando. Untuk anak-anak atau wanita yang belum menikah.) Baru kali ini Chanyeol melihat penampilan Baekhyun sesederhana itu. Tapi tetap saja jantung nya berdegup kencang ketika melihat Baekhyun. 'apa mungkin jika dia tidak seksi, aku akan tetap mencintai nya?' batin Chanyeol.

Melihat tidak ada yang menjaga gerbang dan para gisaeng *samsu segera pergi begitu melihat kedatangan Baekhyun. Chanyeol langsung memanfaatkan kesempatan ini.

Pemuda yang memakai pakaian casual itu membuka pintu gerbang sepelan mungkin, agar tidak menimbulkan suara. Ia melangkahkan kakinya perlahan masuk kedalam. Ia bersembunyi dibalik tembok sambil mengintip Baekhyun. Begitu dayang yang membawa *gayageum itu pergi meninggalkan Baekhyun. Chanyeol langsung berlari menghampiri Baekhyun.

Awalnya mata Baekhyun menyipit melihat sepasang kaki dihadapannya. Ia tidak pernah melihat seseorang memakai celana secara langsung sebelumnya.

'apa ini? ah,,, ini jeans yang Kyungsoo tunjukkan dari majalah waktu itu..

Wah,, kakinya panjang sekali ya..' batin Baekhyun sampai akhirnya ia mengangkat kepala nya untuk melihat wajah orang yang sedang berdiri dihadapannya.

Baekhyun reflek menganga begitu lebar ketika melihat wajah tampan itu.

'mungkin ini hanya mimpi..' masih sempat-sempat Chanyeol membiarkan Baekhyun memegangi wajahnya yang merona. Beberapa detik kemudian Chanyeol tertawa dan menarik tangan Baekhyun.

"setampan itukah aku?"

"hmm,,, haha.. mimpi apa aku ini?"

Bahkan disaat mereka sedang berlari seperti ini, Baekhyun masih menganggap kalau ia sedang bermimpi. Sampai akhirnya terdengar suara dayangnya yang memanggil-manggil dia.

"Agashi! Agashi!"

Dayang itu terus berteriak dan memanggil semua gisaeng yang ada.

"hey~ aku tidak bermimpi?" Baekhyun mencubit pipinya dan ia menyesal karena rasanya sakit. Gadis itu kembali mengangkat kepalanya untuk melihat orang yang sedang menggenggam tangannya sekarang.

"NAERI?!" pekik nya dengan mata membulat yang hampir keluar dari tempatnya.

"kenapa kau baru sadar sekarang?" rutuk Chanyeol yang terus membawa Baekhyun berlari bersamanya menuju keluar gerbang.

"MA-NIM! BAEKHYUN AGASHI DICULIK!"

Berkat teriakan dayang yang satu itu. Chanyeol benar-benar ingin mengutuki nya atau menjatuhkan batu seberat 5 kg ke kepala wanita itu agar mulut nya diam. Sayang sudah tidak ada waktu dan terlambat memikirkan cara lain, karena matanya dapat melihat kalau sekarang ada banyak belasan gisaeng yang mengejar mereka.

Chanyeol terus menggenggam tangan Baekhyun sampai akhirnya mereka berhasil masuk kedalam mobil meninggalkan gisaeng-gisaeng yang masih terus berusaha mengejar mereka.

"hhuuufthh.."

Chanyeol mendesah lega setelah berhasil menjauhi tempat itu. Sementara Baekhyun masih melamun di tempatnya. Ia terus menatap intens pemuda yang sedang duduk disebelahnya, lebih tepatnya yang sedang mengemudi saat ini.

Sudah beberapa kali Baekhyun bertemu dengan Chanyeol. Biasanya pemuda itu datang mengenakan *hanbok dengan rambut di*sangtu dan memakai *heukrip. Tapi kali ini yang dilihatnya seperti seorang sosok yang berbeda. Rambutnya ternyata pendek dan berwarna merah sedikit tua. Baekhyun heran bagaimana selama ini Chanyeol menggunakan *sangtu kalau begitu? Ia juga tidak tau kalau pemuda yang disampingnya itu gagah terlihat dari tank top yang dipakai Chanyeol menunjukkan beberapa kotak dibagian perut nya.

"kenapa melamun daritadi?"

"hmm,, tidak.. hanya sedang berpikir saja nae-ri.."

"tidak perlu berpikir yang aneh-aneh.. ku pastikan mereka tak akan bisa menemukan kita. Aku akan membawa mu ke Seoul. Seperti janji ku waktu itu. Aku akan menunjukkan bagaimana indah dunia luar yang selama ini tak pernah kau lihat."

"semoga saja kita bisa nae-ri…"

"kenapa tak bisa? Lagipula Kim ma-nim tidak akan mungkin menemukan kita, bukan?!"

"jangan pernah remehkan seorang gisaeng, nae-ri. Terutama omma ku, Kim Minseok ma-nim. Omma bisa melakukan apapun yang diinginkannya. Termasuk mencari saya dan menangkap nae-ri. Omma sangat terkenal dan cantik dulu. Beliau bahkan hampir di beli sebenarnya oleh menteri keamanan, hanya saja omma menolak karena tidak ingin dijadikan istri kedua walau istri menteri itu sudah meninggal. Tapi hubungan omma dengan *dae-gam itu tidak pernah putus. Omma memang terlalu cantik sampai-sampai banyak orang penting di beberapa negara ini terpikat olehnya. Kalau masih kawasan Asia itu akan sangat mudah untuk omma menemukan kita. Setidaknya benua Eropa atau Afrika mungkin.."

"jadi maksud mu kita - ?"

. . .

. .

.

To be continue..

Wah.. wah.. aku udah lama update nya terus cuma segini lagi.. hihi^^ kalian boleh marah kok..

Absurd lagi +_+..

Kaya chapter 6 ini akan panjang, mungkin sampe 3 part.. hehe^^

Sorry ya typho nya ga sempet di periksa.. keke..

Aku janji akan update secepat yang aku bisa ^^

Thanks untuk yang follow, favorite dan baca FF ini..

Juga untuk yang komen aku ga sempet nulis hehe .. buru-buru .. next chap aku tulis..

Ada yang mau add aku di line? Hehe ada di FF aku yang lain akun line aku.. see you guys^^