UNTITLED

-2-


"Chanyeol hyung. ." lirih Sehun pelan.

'kau sudah berjanji padaku akan baik-baik saja hyung. kau bilang kau akan sembuh demi aku dan. . Baekhyun hyung. .'


Tiga jam kemudian lampu notifikasi dipintu ruangan operasi itu mati.

Sosok yang ditunggu akhirnya memunculkan diri dari balik pintu masih menggunakan maskernya.

Sehun terbangun dari lamunannya begitu mendengar suara pintu terbuka dan derap langkah kaki yang mendekat menghampirinya.
Sontak tubuhnya bangkit balik mendekati sosok yang sedari tadi ditunggunya itu hingga membuat Luhan yang tanpa sadar ikut melamun terkaget.

"Dok. . dokter Zhang? Bagaimana keadaan Chanyeol hyung dok?" ujar Sehun dalam bahasa cina dengan nada panik disana.

Setahun lebih tinggal di Cina memang membuat Sehun dan Chanyeol terbiasa menggunakan bahasa mandarin.
Belum terlalu sempurna memang tapi mereka begitu bersyukur karena memiliki Luhan yang selalu siap membantu apabila terdapat hambatan dalam berkomunikasi dengan lingkungan.

Luhan memegang erat tangan kanan Sehun.
Erat seolah menunjukkan Ia ada dan akan selalu ada disisi Sehun apapun yang terjadi apapun pernyataan yang keluar dari mulut dokter Zhang yang masih terdiam.

"Dok? hyung baik-baik sajakan? Operasinya sukses kan?" Sehun semakin kalut digoyangkannya tangan dokter Zhang yang masih terdiam.

Demi tuhan ingin rasanya Sehun memaki dokter dihadapannya ini agar dia tau kalau saat ini Sehun betul-betul panik.

Luhan memegang tangan Sehun lebih erat.
Dokter Zhang perlahan membuka maskernya.

"Ikutlah keruanganku" jawab dokter Zhang dengan ekspresi wajah yang tidak bisa Sehun baca.

Ruangan itu begitu senyap sesaat.
Ruangan yang didominasi cat warna putih.
Tidak begitu besar dan hanya berisi kursi, meja, dan lemari berkas.
Sehun dan Luhan duduk berhadapan dengan Dokter Zhang.

"Sebelum menyampaikan hasil operasi tadi aku ingin menyampaikan padamu beberapa hal." dokter Zhang menghela nafas pendek.

Raut wajah Sehun berubah serius.
Tubuhnya menegang.
Luhan bahkan bisa perasakan berubahan itu.

"Pertama, kau sangat beruntung memiliki kakak seperti Chanyeol. Dia seseorang yang kuat dan aku tau dia sangat menyayangimu melihat dari usahanya untuk sembuh dan bertahan hidup." dokter Zhang tersenyum.

Sehun ikut tersenyum.
Hyungnya memang seseorang seperti itu.
Dan rasa bangganya pada Chanyeol memang sudah tidak dapat ia gambarkan dengan kata-kata lagi.

"Kedua, kau harus bersyukur kepada Tuhan, Operasinya berjalan baik dan lancar. Awalnya aku sempat pesimis karena sepertinya tubuh Chanyeol menolak beberapa suntikan obat yang diberikan. Tapi dibawah alam sadarnya Ia seperti menggumamkan sebuah nama. . Baekhyun. . seingatku, setelah itu denyut jantungnya kembali normal hingga operasi selesai dijalankan."

Sehun dan Luhan meremang.
Sekuat itukan cinta Chanyeol pada seseorang bernama Baekhyun itu? Bahkan dibatas ambang kesadarannya, diantara pilihan untuk pergi atau melanjutkan hidupnya pun nama itu memberikan kekuatan tersendiri padanya.

"Ketiga. . mungkin ini bukan kabar yang terlalu baik Sehun." dokter Zhang memutus kalimatnya dan sejenak melihat perubahan ekspresi Sehun.

"Katakan dok, aku menyayangi hyungku." Sehun mencoba membuat dirinya terlihat setegar mungkin.

"Hmm baiklah, ketiga, hasil operasi ini belum bisa disebut berhasil atau gagal. ."

"Maksudku. . Berhasil atau tidaknya operasi ini semuanya tergantung pada kekuatan Chanyeol." lanjut dokter Zhang.

"A-aku tidak mengerti maksud dokter."

"Kondisi yang dialami Chanyeol memang termasuk jarang ditemukan. Kerusakan hati tidak akan sembuh apabila bukan dilakukan penggantian dengan donor hati. Operasi ini memang bisa memperpanjang usia pasien tapi bukan dalam arti menyembuhkan secara total. Setelah operasi ini dilakukan pun kondisi pasien tetap harus dalam pengawasan. Ini berhubungan dengan penyakitnya yang akan bisa kambuh apabila pasien memiliki suatu masalah baik psikis maupun fisik. Jadi Sehun kau juga tetap harus bertanggung jawab untuk mengingatkan hyungmu."

Sehun terdiam mencerna kalimat demi kalimat yang diutarakan dokter Zhang.
Meskipun belum sempurna setidaknya selama Ia bisa menjaga Chanyeol hyung semua akan baik baik-baik saja.

"Itu tanggung jawabku dok. Aku berjanji untuk itu." Dokter Zhang tersenyum.

"Kau boleh menemui kakakmu diruang pasien sekarang. Dia akan baik-baik saja."


Sehun menatap hyung kesayangannya yang masih terbaring lemah.

"Sehun, aku akan membeli makanan untuk kita, kau baik-baik saja jika kutinggal?" tanya Luhan hawatir.

Sehun mengangguk.

"Baiklah aku pergi dulu, tak akan lama."

Dalam hati Sehun begitu bersyukur untuk mengenal Luhan.
Luhan memang betul-betul sahabat yang baik.
Luhan juga yang menjadi teman pertamanya begitu Ia kembali ke Korea.
Perkenalan awalnya dibandara karena koper mereka yang tertukar begitu lucu.
Luhan ternyata baru pertama kali datang ke Korea untuk melanjutkan studi ke universitas, posisi yang sama dengan Sehun yang akan melanjutkan sekolahnya begitu lulus sekolah menengah di Jepang.
Luhan merupakan orang kedua yang paling Ia sayangi setelah hyungnya.
Entah sayang dalam arti bagaimana Sehun sendiri belum begitu memahaminya.

Selama ini Sehun dan Chanyeol memang hidup terpisah.
Sehun besekolah dijepang dan tinggal bersama adik ayahnya.
Sedangkan Chanyeol memilih untuk tetap tinggal dikorea.
Awalnya Sehun menolak dan tetap ingin tinggal bersama Chanyeol.
Tapi hyungnya itu memintanya dan akan mengijinkannya kembali ke Korea ketika Ia sudah lulus sekolah menengah.
Dan alasan Chanyeol saat itu begitu bersikeras ingin tetap tinggal di Korea baru diketahui Sehun ketika mereka sampai di Cina untuk pengobatan Chanyeol kemarin.

'Sehun maafkan aku karena aku belum bisa menjadi hyung yang baik untukmu. Aku meninggalkanmu di Jepang. Tapi aku benar-benar tidak bisa meninggalkan Korea karena dia ada disana. Dia Hidupku. . namanya Byun Baekhyun.'

"Sehun." panggilan Luhan membangunkan Sehun dari lamunannya.

"Kau harus makan, Chanyeol hyung pasti sedih kalau sampai tau kau lupa makan." ujar Luhan yang tanpa Sehun sadari sudah berapa lama berada disitu sembari menyiapkan makanan untuk mereka berdua.

"Chanyeol hyung. . akan baik-baik saja kan?"

Luhan menjawab pertanyaan Sehun dengan anggukan mantap.

"Luhanie, gomawoyo. . jeongmal. " ucap Sehun tersenyum tulus dan memeluknya.

Luhan mengangguk pelan di dekapan Sehun kemudian memalingkan wajahnya yang entah mengapa merona.


"Hei. . Baekhyun. . Byun Baekhyun. ." Kyungsoo menggoyangkan pundak Baekhyun pelan.

Sahabatnya ini melamun lagi.

"Apa kau dan Kris sedang ada masalah?" tanya Kyungsoo hati-hati.

Baekhyun menggeleng pelan.
Ini bukan tentang Kris.

"Kyungie. . Aku ini orang jahat. ." Kyungsoo terkaget mendengar ucapan Baekhyun.

"Hey kau bicara apa? Kau ini orang baik. Kau sahabat terbaikku!"

"Kalau aku orang baik kenapa dia pergi meinggalkanku. . Kenapa. . Kenapa?" tatapan Baekhyun kosong.

Kyungsoo terdiam sejenak.
Ada rasa sedih dihatinya memperhatikan sahabat kesayangannya ini.

"Sudahlah Baekhyun, kenapa kau masih memikirkan dia? Dia bukan yang terbaik kau tau itu."
Kyungsoo paham betul siapa 'dia' yang sedang Baekhyun bicarakan saat ini.

"Aku membencinya, aku membencinya sungguh." Kyungsoo memeluk Baekhyun. Tangan nya menggapai ponselnya yang tak jauh dari situ dan mulai mengetikan pesan singkat.

To: Kris
- bisakah kau jemput baekhyun sekarang? sepertinya dia butuh istirahat
(terkirim)

From: Kris
- aku akan sampai dalam 10menit.

Kyungsoo meletakkan ponselnya dan masih memeluk Baekhyun yang terisak.


"Kenapa kau menculikku?" tanya Baekhyun polos begitu Kris tiba-tiba muncul dan membawanya pergi.

"Karena aku ingin kau menemaniku jalan-jalan" jawab Kris terus menatap kedepan berusaha membagi konsentrasi antara menyetir mobil dan memandang Baekhyun sesekali.

"Rayuan macam apa yang kau berikan pada Kyungsoo, sehingga dia mengijinkanmu membawaku pergi?" Baekhyun memanyunkan ujung bibir merahnya.

Dan sialnya hal itu membuat Kris semakin sulit membagi konsentrasinya dan memilih diam.

"Ok kita sampai. ." Kris membukakan pintu untuk Baekhyun.

"Padang ilalang?" tanya Baekhyun. Pandangannya mulai menelusuri dari sudut ke sudut pemandangan indah menenangkan dihadapannya.

Hatinya terasa sejuk.
Ia biarkan tubuh mungilnya diterpa angin sejuk yang seakan membelainya lembut.
Kris memberanikan diri menggenggam jemari-jemari indah Baekhyun dan mulai mengajaknya berjalan.

"Ini tempat favoritku." ujar Kris begitu ia dan Baekhyun sampai kesebuah dataran hijau yang dikelilingi ilalang memilih untuk duduk disana.

"Seleramu lumayan." jawab Baekhyun singkat.

Tapi sungguh selera Kris memang tidak buruk, tempat ini benar-benar menenangkan bahkan membuat Baekhyun melupakan Chanyeol.
Tunggu. .
Bayangan Chanyeol tidak mengganggunya ditempat ini ketika Ia sedang bersama dengan Kris.
Apa itu berarti Ia memang harus mengusir Chanyeol?

Baekhyun mengambil posisi tertidur menatap langit.
Cuaca yang tidak terik dan angin yang menyapu wajah dan rambutnya begitu menenangkan.

"Baekhyun. " panggil Kris.

"Eumm?"

"Aku senang bisa mengenalmu." Kris memposisikan tubuhnya disebelah Baekhyun, tidak terlalu dekat, tidak terlalu jauh.

"Aku juga" jawab Baekhyun singkat.

"Sebenarnya aku mengamatimu sejak lama. Tapi mungkin aku memang pengecut sehingga baru berani menghampirimu. Kenapa kau sering sekali menangis ditempat yang sama?" tanya Kris hati-hati.

Baekhyun menghela nafas pelan.
Sebenarnya suasana hatinya yang tenang sedikit terusik dengan pertanyaan terakhir Kris.

"Baekhyun? Kau marah? Maaf. Kau boleh tidak menjawabnya dan lupakan aku pernah bertanya pertanyaan semacam itu padamu."

"Apa hal yang paling tidak bisa kau terima didunia ini Kris?"

"Eh?"

"Aku benci penghianatan. Karena kepercayaan itu sama seperti perasaan seseorang, bukan sesuatu yang bisa dipermainkan sesuka hati. "

Kris terdiam. Ia mengerti benar arti dari kalimat-kalimat yang diucapkan Baekhyun.
Baekhyun menangis karena hal yang paling ia tidak bisa terjadi padanya dan dilakukan oleh seseorang yang paling ia sayang, mungkin.

"Baekhyun. "

"Aku menyayangimu. ." ucap Kris hati-hati.

"A-Apa?" Baekhyun membalikkan badannya kesamping, menatap Kris disebelahnya.

"Aku serius. Aku mungkin sudah gila karena aku menyukaimu bahkan mungkin menyayangimu sejak pertama kali aku melihatmu menangis dah aku benci melihatmu seperti itu. Aku fikir kau terlalu berharga untuk menangis."

"Aku ingin tau mengapa kau menangis dan ketika aku sudah mengetahuinya, aku ingin menjagamu. Aku tidak ingin sesuatu itu terjadi padamu lagi. ." lanjut Kris.

Baekhyun membulatkan kedua matanya.
Kris begitu serius.
Apa ia tidak begitu jahat jika memanfaatkan Kris dan keadaan ini untuk melupakan Chanyeol? Karena sesungguhnya ia tidak begitu yakin dengan perasaannya terhadap Kris.

"Baekhyun?" tanya Kris.

"Aku.. Aku belum bisa memastikan Kris, ini mungkin sedikit terlalu cepat. ." jawab Baekhyun. Bangkit dari tidurnya dan terduduk.

"Aku siap menunggu, dan kau bisa mencoba." yakin Kris yang ikut terduduk disebelah Baekhyun.

'Maafkan aku. . Park Chanyeol'

Baekhyun terdiam sebentar kemudian mengangguk.

"Aku akan mencobanya. ."

"Ka-kau serius dengan ucapanmu barusan?" Ia hanya ingin memastikan apa yang baru saja ia dengar.

Baekhyun membalas tatapan Kris, tersenyum sekilas dan mengangguk perlahan.

"Ya." jawabnya mantap.

Kris memeluk Baekhyun.
Melepasnya kemudian menangkupkan kedua tangannya dipipi putih itu.
Matanya memandangi seluruh lekuk wajah Baekhyun.
Matanya yang indah, hidungnya, pipi putihnya dan berhenti tepat dibibir merah itu.
Perlahan Kris mendekatkan wajahnya mencoba menggapai bibir itu, melihat tidak ada menolakan disana Kris kemudian menyatukan bibirnya dan milik Baekhyun meninggalkan kecupan-kecupan halus disana hingga akhirnya Baekhyun yang memulai memperdalam kecupan itu menjadi sebuah ciuman yang dibalas Kris tanpa terkesan mendominasi.
Decakan halus terdengar sesekali mewarnai ciuman panjang itu.
Seolah mereka satu sama lain saling mencari keyakinan di sana.


"Hyung? Kenapa?" tanya Sehun begitu melihat ekspresi Chanyeol yang berubah sembari memegangi bagian dadanya.

Ini pertama kalinya Sehun melihat Chanyeol dengan ekspresi kesakitan setelah dua minggu keluar dari rumah sakit pasca operasi.

'Sakit. .'

'Kenapa tiba-tiba bisa terasa sakit. .' keluh Chanyeol dalam hati.

"Aku baik-baik saja Sehun, apa kau sudah menghubungi Kris kita akan ke Korea?" ujar Chanyeol berpura-pura.

"Ne Hyung, minggu depan kita berangkat. Kris hyung mengijinkan kita bermalam dirumahnya selagi kita belum mendapatkan tempat tinggal baru." jawab Sehun.

"Hyung apa kau sudah begitu tidak sabar bertemu dengan Baekhyun hyung?" goda Sehun.

Chanyeol tersenyum.

"Baekhyun. . "

'Baekhyun ah. . Apa kabarmu? Aku merindukanmu' lamun Chanyeol.


TBC


special thx : baekxixixi, byunpopof, naranabila, meriska lim, Yeollbaekk, dnyhxxo99, Baekrisyeol, watasiwadjie , semua yang view, follow, sama fave fanfic ini!

next? show me your love juseyo.